cover
Contact Name
Moh Syahri Sauma
Contact Email
syahrima@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
annidasby@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kejawan Putih Tambak VI/I. Kec Mulyorejo. Kota Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
An-Nida': Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
ISSN : 25984012     EISSN : 23546328     DOI : -
FOKUS Fokus jurnal ini adalah upaya mengaktualkan pemahaman yang lebih baik tentang keilmuan Komunikasi dan Penyiaran baik lokal maupun internasional melalui publikasi artikel, laporan penelitian, dan ulasan buku. SKOP Jurnal ini berisi kajian Komunikasi dan Penyiaran yang meliputi Komunikasi, Dakwah, Strategi, Penyiaran, Media, Jurnalistik.
Articles 84 Documents
Konsep Ilmu Komunikasi Dalam Al-Qur’an Mashud
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6 No 1 (2017): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian tentang  komunikasi dalam Al-Qur?an telah banyak dibahas oleh para ilmuan, baik dalam bentuk hasil penelitian maupun hasil pemikiran langsung berupa konsep yang dibangun atas dasar norma-norma ilmiah yang berlaku. Multi-varian hasil kajian tersebut memberikan khazanah baru dalam kajian ilmu komunikasi dalam Al-Qur?an.  Kehadiran tulisan ini juga berusaha memberikan corak baru dalam kajian dimaksud, khususnya dalam upaya memberikan konstruksi prinsip-prinsip komunikasi efektif dalam Al-Qur?an. Substansi tulisan ini berisi uraian konsep ilmu komunikasi dengan beberapa ruang lingkup sub-kajiannya, juga membahas tentang prinsip-prinsip komunikasi efektif dalam Al-Qur?an. Dari beberapa uraian dan konsep tentang konsep ilmu komunikasi dalam Al-Qur?an ini diharapkan bisa menjadi bahan kajian lebih jauh tentang prinsip-prinsip komunikasi efekftif perspektif Al-Qur?an. Akhir dari tulisan ini berisi konstruksi prinsip-prinsip komunikasi efektif dalam al-Qur?an mengandung ucapan (komunikasi) yang memiliki nilai: kebenaran, kejujuran, keadilan, kebaikan, lurus, halus, sopan, pantas, penghargaan, khidmat, optimis, indah, menyenangkan, logis, fasih, terang, tepat, menyentuh hati, selaras, mengesankan, tenang, efektif, lunak, dermawan, lemah lembut, dan rendah hati.
Perencanaan Strategi Komunikasi Pemasaran Sekolah Islam di Surabaya Rudi Trianto
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6 No 1 (2017): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berawal dari masifnya berbagai media promosi sekolah Islam berupa spanduk, brosur, iklan, baliho, banner setiap kali memasuki tahun ajaran baru, selain memerlukan biaya tinggi juga menimbulkan kesan membabi buta. Perlu dikembangkan langkah baru untuk memasarkan sekolah Islam yang lebih efektif, efisien, dan professional. Hal ini tentu memerlukan perencanaan dan penyusunan strategi komunikasi yang tepat untuk memasarkan produk sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mendiskripsikan temuan dari hasil pengamatan dan keterlibatan langsung peneliti. Perencanaan merupakan langkah awal dalam menentukan keberhasilan dalam pencapaian suatu target.  Sedangkan strategi komunikasi adalah kegiatan atau kampanye komunikasi yang sifatnya informasional maupun persuasive. Perencanaan strategi komunikasi pemasaran Sekolah Integral Luqman Al Hakim Surabaya menggunakan fase-fase: 1) Formative Research Phase (fase riset formatif/ riset strategis), 2) Strategy Phase (fase Strategi), 3) Tactic Phase (Fase Taktik), dan 4) Evaluative Research Phase (Fase Riset Evaluasi). Dapat disimpulkan bahwa perencanaan strategi komunikasi SDILH dimulai dengan riset dan diakhiri dengan riset pula.
Dakwah: Integral, Sinergis dan Holistik Moh. Syahri Sauma
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6 No 1 (2017): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Dalam perspektif komunikasi, dakwah termasuk dalam kategori komunikasi persuasif (persuasive communication), yakni komunikasi yang membujuk, mengajak, atau merayu, semakna dengan makna dasar dakwah, yakni mengajak atau menyeru, sedangkan komunikasi dakwah secara sederhana dapat diartikan sebagai segala bentuk komunikasi yang berisi pesan ajakan kepada jalan Tuhan atau ajakan berbuat baik dan meninggalkan keburukan.. Umumya, penentuan komunikasi dakwah didasarkan pada pada suasana yang melikupinya. Dengan kata lain bahwa komunikasi dakwah harus bertumpu pada suatu pandangan human oriented dengan menempatkan penghargaan yang mulia atas diri manusia. Maka, komunikasi dakwah yang terfokus pada psikologi mad?u  adalah dengan menggunakan bidang-bidang kehidupan sosial kemasyarakatan. Komunikasi dakwah dengan cara ini meliputi: pendekatan dakwah integral, sinergis dan holistik dengan perspektif konsep komunikasi (qawlan) dalam al-Qu?an.      al-Qur?an menggambarkan manusia (mad?u) dengan segala kepribadiannya yang sangat kompleks. Sebab, begitu luasnya aspek kepribadian manusia sehingga usaha untuk mengungkap hakikat manusia merupakan pekerjaan yang sukar. Manusia memiliki dua potensi yang saling berlawanan, yaitu potensi baik dan potensi buruk. Dua potensi ini lantas memilah manusia ke dalam tiga kategori, yaitu mukmin, kafir, dan munafik. Pembinaan kepribadian manusia lewat pendidikan yang baik akan menuntun manusia agar bisa memperkokoh potensi baiknya sehingga ia bisa memaksimalkan tugas utamanya untuk beribadah kepada Allah dan menjadi khalifah Allah di muka bumi.
Marketing Dakwah Nasrul Syarif
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6 No 1 (2017): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dakwah Islam merupakan aktivitas yang diwariskan Nabi Muhammad Saw kepada umatnya. Kita tentu harus menjaga dan memeliharanya demi keberlangsungan Islam di tengah-tengah kita. Seandainya tidak melalui perjuangan dakwah, Islam tidak mungkin memiliki kekuatan;tidak mungkin akan tersebar luas; tidak mungkin dapat dijaga; dan tidak mungkin pula hujjah Allah bisa ditegakkan atas para makhluk-Nya. Dengan perjuangan dakwah Islam, kemuliaan, kekuatan, dan eksistensi Islam bisa dikembalikan sebagaimana terjadi di masa lalu.Betapa kita amat membutuhkan semua itu pada saat ini. Dengan perjuangan dakwah Islam, Islam bisa disebarkan di tengah-tengah manusia seluruhnya, sehingga agama seluruhnya hanya milik Allah. Betapa dunia membutuhkan hal semacam ini pada saat ini.Dengan perjuangan dakwah Islam pula, hujjah umat Islam demikian nyata hingga mampu memporakporandakan hujjah orang-orang kafir, sehingga tidak ada alasan atau dalih apa pun yang bisa menjustifikasi kebolehan untuk mencampakkan Islam. Dalam makalah ini, penulis akan membahas apa saja yang harus dilakukan oleh Gerakan dakwah  dengan pendekatan marketing dakwah - sales magic dikaitkan dengan shirah Rasulullah SAW. Ada empat tahap dalam sales magic for dakwah :1.Building Trust.2.Building Need.3.Give solution.4.Close the Sales.
MANAJEMEN ORGANISASI DAKWAH ISLAM Miftakhuddin
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 8 No 1 (2019): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang penerapan manajemen dalam organisasi dakwah Islam. Dakwah memiliki peran penting dalam menyebarkan Islam, menjaga komitmen para pemeluknya dalam melaksanakan ajaran Islam dan meningkatkan pemahaman keislaman. Dakwah adalah kewajiban tiap-tiap muslim. Seiring dengan perkembangan umat Islam, proses dakwah tidak lagi dilakukan secara individual. Dakwah akan semakin optimal jika dilakukan secara terorganisir dan diatur sedemikian rupa. Organisasi adalah tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan proses manajemen dalam organisasi dakwah islam. manajemen dakwah adalah suatu proses merencanakan tugas, mengelompokkan, menghimpun, dan menempatkan tenaga-tenaga pelaksana dalam kelompok tugas yang disusun, dan kemudian menggerakkannya kearah pencapaian tujuan dakwah. Dengan melaksanaan proses manajemen dakwah dapat semakin berhasil dan berpengaruh lebih luas.
PENDEKATAN DAKWAH NABI MUHAMMAD DALAM PERSPEKTIF PATOLOGI SOSIAL Moh Syahri Sauma
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 8 No 1 (2019): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Patologi sosial merupakan fenomena yang sangat penting di perhatikan oleh siapapun. Patologi sosial adalah semua tingkah laku yang bertentangan dengan norma kebaikan, stabilitas lokal, pola kesederhanaan, moral, hak milik, solidaritas kekeluargaan, hidup rukun bertetangga, disiplin, kebaikan dan hukum formal. Berbagai macam kerugian termasuk terancamnya jiwa seseorang merupakan salah satu dampak patologi sosial.             Dalam menjalankan dakwahnya, Nabi Muhammad juga tidak pernah membeda-bedakan kelas gedongan atau elite dengan kelas bawahan, apalagi pilih-pilih dalam berdakwah. Nabi Saw juga tidak lebih kaya dari para sahabat. Namun demikian, Nabi Saw tidak pernah merasa rendah diri dalam menghadapi umatnya, beliau juga tidak pernah merasa dilecehkan oleh umatnya, meskipun umatnya banyak yang lebih kaya daripada beliau. Beliau juga tidak menjadi manusia yang sulit ditemui umatnya. Nabi Saw, Justru berbuat sebaliknya. Nabi sangat akrab dengan kelompok yang lemah, menyatu dengan umat dan kelas bawah. Nabi Saw, sangat sederhana, baik dalam penampilan tempat tinggal dan sebagainya. Selalu membantu yang lemah dan kekurangan, mengayomi mereka, dan bergumul dalam penderitaan meraka. Bahkan kepada ahli maksiat pun seperti; pencuri, pezina, pembunuh, dan lain-lain, beliau tidak langung menghukum pelakunya dengan hukuman yang telah ditetapkan menurut qur?an dan sunah, namun beliau lebih mendahulukan rasa kemanusiannya, beliau bukan tidak mau untuk menghukum pelaku maksiat, tetapi hukuman itu supaya para pelaku untuk bertobat dan tidak menghalangi perbuatan maksiat, serta pelajaran bagi manusia yang lain, agar tidak berbuat maksiat. Sikap hidup Nabi yang seperti itu tampaknya merupakan bagian dari pendekatan beliau dalam berdakwah. Sehingga setelah ditambah dengan pendekatan-pendekatan yang lain, beliau meraih sukses yang gemilang dalam berdakwah.
MEDIA DAN BUDAYA Alim Puspianto
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 8 No 1 (2019): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi informasi khususnya perkembangan media massa sungguh sangat luar biasa. Setiap hari, jam menit bahkan detik perkembangan dan perubahan dunia terpotret jelas lewat kecanggihan media. Semua aspek kehidupan tidak ada yang tidak tersentuh oleh kemajuan dan efek perkembangan media ini. Dengan relita tersebut menjadikan media seakan akan menjadi kiblat kebutuhan dan life stayl masyarakat modern. Sehingga tidak heran jika efek yang ditimbulkan dari informasi, pesan atau berita yang dimuat di media massa sangat terasa sekali dikehidupan masyarakat dunia. Banyak nilai nilai positif yang merupakan dampak dari pengaruh media massa. Tetapi tidak sedikit pula dampak negatif yang ditimbulkan oleh pengaruh media massa dalam tatanan kehidupan masyarakat. Satu hal yang sangat terkena efek dari kemajuan dan kecanggihan media tersebuat adalah budaya. Dimana dengan perkembangan media yang begitu pesatnya, akulturasi budaya lewat media tidak terelakkan lagi adanya. Realitanya akulturasi yang dimaksud justru memporak porandakan tatanan budaya budaya lokal yang ada di dunia. Hegemoni barat telah masuk di system kehidupan masyarakat kita tanpa kita sadari. Budaya ketimuran sedikit demi sedikit tersingkirkan digantikan dengan system budaya Barat yang materialistic dan cenderung sekuler. Pada tulisan ini dipaparkan tentang kajian tentang media dan budaya dengan menggunakan pendekatan Cultural Imperalism theory. Dimana dijelaskan bahwa Cultural Imperalism theory adalah salah satu teori dalam media masa yang menyatakan bahwa adanya suatu ?penjajahan? budaya oleh negara negara maju kepada negera negara dunia ketiga yang dilaksanakan melaului media massa. Secara spesifiknya adalah media media Barat dengan bebasnya masuk dan diterima oleh media media negara Timur baik itu disadari ataupun tidak. Dari pemaparan tulisan ini penulis menyimpulkan bahwa realita yang ada menyajikan sebuah gambaran tentang bagaimana kemudian media massa mampu memberikan pengaruh terhadap budaya lokal yang ada. Secara lebih khusus kehadiran media media negara maju dengan mudah dan cenderung menjadi sebuah kebanggan bagi negara negara berkembang. Padalah secara tidak langsung kondisi tersebut adalah bentuk nyata dari ?penjajahan? budaya melalui media.  
KONSEP DAKWAH DALAM AL-QUR’AN Mashud
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 8 No 1 (2019): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata dakwah merupakan istilah yang cukup populer dalam khazanah keilmuan Islam. Dakwah juga merupakan kata yang memiliki banyak varian sinonim yang substansinya secara umum sama namun memiliki implikasi yang berbeda. Dalam kajian ilmu dakwah, term ?dakwah? dibedakan dengan ?ilmu dakwah?. Dakwah secara umum diartikan suatu aktifitas menyeru atau mengajak orang lain untuk berbuat baik. Sedangkan ilmu dakwah diartikan suatu ilmu yang mempelajari seluk beluk aktifitas dakwah mulai dari input, proses sampai output atau hasil dakwah yang dilakukan serta segala kajian yang berhubungan dengan pengembangan keilmuan dakwah. Di awal tulisan ini merupakan ruang lingkup ontologi dakwah, karena ruang lingkup kajiannya pada aspek ke-apaan dakwah, yaitu akan menguraikan berbagai varian term dakwah dalam al-Qur?an dan berupaya mengeskplorasi beberapa sinonim dakwah, kata yang memiliki korelasi dan substansi dengan term dakwah. Tulisan ini juga merupakan epistemology dan aksiologi dakwah karena membahas tentang konsep dan implikasi praktis dakwah di era kekinian. Di akhir tulisan ini membahas tentang implikasi dakwah di era kontemporer dan tantangannya berupa aliran pemikiran, diantaranya ada faham sekularisme, liberalisme, dan pluralisme dan tantangan dakwah berupa gerakan atau sekte yang terorganisir seperti Syi?ah
STUDI SURAH AL-FâTIHAH TENTANG SISTEMATIKA MATERI DAKWAH DALAM KITAB AL-ASAS Fî AL-TAFSîR KARYA SAID HAWWA Mohamad Nur Fuad
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 8 No 1 (2019): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini punya beberapa alasan : (1) Surah al-Fâtihah mengandung  bimbingan sistematika materi dakwah secara sistematis, mendasar dan komprehensif, (2) Penelitian terdahulu tentang sistematika materi dakwah  dalam surah al-Fâtihah dalam kitab al-Asâs fî Tafsîr karya Said Hawwa  belum penulis temukan, (3) Materi dakwah yang disampaiakan secara sistematis  memberikan dampak dan energi positif secara langsung kepada subyek sasaran dakwah dan solusi terhadap problematika masyarakat, (4) Hasil dakwah akan lebih maksimal dan efektif jika materi dakwah disajikan secara sistematis sesuai dengan bimbingan Allah  dalam al-Qur?an surah al-Fâtihah. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan sistematika materi dakwah  dalam surah  al-Fâtihah  (ayat 1 sd 7 ) dalam kitab al-Asâs fî Tafsîr karya Said Hawwa. Sumber primer penelitian ini adalah kitab al-Asâs fî Tafsîr karya Said Hawwa. Sumber sekunder berupa jurnal yang terkait dengan judul di atas,  kitab-kitab tafsir lain yang relevan, dan buku-buku  dakwah  yang ditulis oleh sarjana muslim terdahulu dan sekarang. Kitab-kitab dan buku-buku tersebut dikaji dengan metode content analysis dan interpretasi kemudian ditarik kesimpulan tentang sistematika materi dakwah  dalam surah al-Fâtihah dalam kitab al-Asâs fî al-Tafsîr karya Said Hawwa.
PROSES DAKWAH TENTANG SHOLAT PADA ANAK-ANAK PONDOK SOSIAL (PONSOS) DI KECAMATAN KEPUTIH SUKOLILO SURABAYA Rudi Trianto
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 8 No 1 (2019): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini disusun berdasarkan ketertarikan peneliti ketika aktif menjadi sukarelawan Pusat Pendidikan Anak Sholeh (PPAS) Hidayatullah dan bertugas mengajar dan membina anak-anak di Pondok Sosial (Ponsos) Keputih. Ketertarikan peneliti lebih didasarkan pada bentuk-bentuk program yang dicanangkan oleh lembaga ini dalam melakukan pembinaan mental spiritual dan keagamaan masyarakat sekitarnya, yang sebagian besar adalah masyarakat penggiran yang bertempat tinggal di sekitar Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPAS) Keputih. Hal lain yang menjadi alasan peneliti melakukan penelitian ini adalah antusiasme para orang tua dalam mengikuti program pembinaan keagamaan, khususnya bagi anak-anak mereka. Wujud nyata pembinaan keagamaan yang dilakukan oleh PPAS Hidayatullah Surabaya di Ponsos bagi anak-anak adalah program pemberantasan buta huruf arab dengan mengadakan dan membuka kelas mengaji Iqra?, mengaji Al-Qur?an, dan bimbingan sholat atau semacam kelas pesantren. Hal yang paling menarik dalam program pembinaan ini adalah penekanan pada pemahaman keislaman bagi anak-anak peserta didik, terutama adalah pelaksanaan sholat lima waktu dan baca tulis ayat-ayat Al-Qur?an. Berkenaan dengan proses dakwah pada anak-anak  Ponsos Keputih, PPAS Hidayatullah Surabaya telah mempunyai perencanaan yang matang dalam mencapai dan mewujudkan tujuan-tujuannya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah proses dakwah tentang sholat pada anak-anak Ponsos Keputih adalah melalui penyampaian, pengkajian, pembinaan, dan penggerakan terkait dengan ibadah sholat.