cover
Contact Name
Muh. Idris
Contact Email
idristin@gmail.com
Phone
+6282333231990
Journal Mail Official
stailsby@gmail
Editorial Address
Jl. Kejawan Putih Tambak VI/1 Mulyorejo, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Ta'dibi: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
ISSN : 23546301     EISSN : 25024035     DOI : -
Focus Fokus jurnal ini adalah upaya mengaktualkan pemahaman yang lebih baik tentang keilmuan Manajemen Pendidikan Islam baik lokal maupun internasional melalui publikasi artikel, laporan penelitian, dan ulasan buku. Scope Jurnal ini berisi kajian Manajemen Pendidikan yang meliputi Kepemimpinan, Kurikulum, Sarana, Keuangan dan Evaluasi Pendidikan.
Articles 90 Documents
Pendekatan Kepempimpinan yang Efektif bagi Kepala Sekolah dan Implikasinya Terhadap Kualitas Sekolah Ulil Multazam
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2018): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dalam sebuah organisasi, peran seorang pemimpin begitu sangat urgensi. Karena pada dasarnya, manajemen atau administrasi organisasi tentunya akan sangat dipengaruhi oleh tindak-tanduknya pemimpin. Terkait kepemimpinan, sesungguhnya baru dapat berjalan jika seorang pemimpin berusaha untuk mempengaruhi orang lain, baik lewat arahan, himbauan, saran, bimbingan, dan sebagainya. Kepemimpinan yang sangat diharapkan tentunya yang bersifat efektif. Guna mencapainya, maka sudah selayaknya sifat kepemimpinan harus berubah jika terjadi perubahan pada tugas kelompok, komposisi orang dalam kelompok atau  pada situasi kelompok. Selain itu, untuk menjalankan kepemimpinan secara efektif perlu adanya  pemahaman terkait pendekatan-pendekatan apa saja yang ada di dalam sebuah teori kepemimpinan. Pendekatan-pendekatan tersebut diantaranya, pendekatan sifat, tingkah laku, dan kontingensi pada kepemimpinan. Dengan adanya pendekatan kepala sekolah yang efektif diharapkan bisa memberikan implikasi bagi peningkatan kualitas sekolah yang dipimpinnya.
Konsep Islamisasi Ilmu Faishal
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2018): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada dasarnya, pendidikan Islam tidak menghendaki adanya dikotomi keilmuan, karena sistem dikotomi menyebabkan sistem pendidikan Islam menjadi sekularistis, rasional-empiristis, intuitif dan materialistis. Keadaan tersebut tidak mendukung tata kehidupan umat yang mampu melahirkan peradaban Islam. Selain iu, Kemunduruan Islam?sebagai akibat dari panetrasi dan dominasi Barat telah mengakibatkan ilmu pengetahuan lepas dari kendali umat Islam dan beralih ke Barat. Keadaan ini menyebabkan?dalam pandangan sebagian intelektual Muslim?ilmu pengetahuan telah termuati ideologi, filosofi dan peradaban Barat, yang dalam banyak hal tidak sejalan dan bahkan berseberangan dengan ideologi dan peradaban Islam. Untuk itu tampillah gagasan pentingnya islamisasi ilmu pengetahuan dari tokoh-tokoh Muslim untuk mengembalikan ruh dan nilai-nilai Islam pada ilmu pengetahuan. Tantangan besar yang dihadapi zaman sekarang, yaitu ilmu pengetahuan yang telah kehilangan tujuannya. Lebih jauh, menurut al-Attas, ilmu pengetahuan yang ada saat ini merupakan suatu kebingungan metodologis. Lebih parah lagi, ilmu pengetahuan di abad modern secara keseluruhan dibangun, ditafsirkan dan diproyeksikan melalui ?pandangan dunia?, dalam hal ini pandangan dunia peradaban Barat Penuangan Kembali Disiplin Ilmu Modern Ke Dalam Kerangka Islam. Secara operasional, para intelektual muslim tidak akan mencapai sepakat tentang solusi suatu persoalan, karena perbedaan backgraund masing-masing. Ini tidak dilarang bahkan dibutuhkan sehingga kesadaran mereka menjadi lebih kaya dengan berbagai macam pertimbangan. Secara faktual, umat Islam abad pertengahan mampu menciptakan dinamika karena Islam bisa menjadi wadah untuk menampung segala macam ide dan gagasan baru yang mempresentasikan nilai-nilai Ilahiyah  
Peningkatan Produktivitas Lembaga Sekolah Melalui Teori Kaizen Achmad Sugeng
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2019): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas lembaga  adalah  karya lembaga dalam menjalankan roda lembaga menuju hasil yang lebih baik. Maka  tingkat kualitas hasil pekerjaan , merupakan suatu indikasi tinggi rendahnya tingkat pro?duktivitas, yang pada gilirannya mempengaruhi keberadaan lembaga. Disamping itu produktivitas itu termasuk membangun semua jajaran pelaku lembaga sekolah dalam keseriusan dalam bekerja di lembaga. Maju dan mundurnya lembaga bergantung kepada pelaku-pelaku pengelola lembaga yang dibutuhkan semangat untuk bekerja dengan giat, bukan pemalas. Produktivitas Lembaga bagian dari hasil budaya kerja dengan hasil yang maksimal didasari dengan semangat dan motivasi. Produktivitas akan dicapai jika diiringi motivasi, ketrampilan dan kepribadian sikap mental yang selalu mencari perbaikan melalui teori teori dan metoda yang tepat sehingga hasil kerja akan mencapai kualitas yang tinggi atau memuaskan. Salah satu untuk meraih tercapainya lembaga agar lebih produktif yaitu melalui penataan fasilitas lembaga (good house keeping) dengan teori kaizen. Yang mengandung unsur Seiri. Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke  Yaitu pembenahan yang melibatkan semua personal lembaga mulai dari tingkat bawah sampai ketingkat pimpinan melalui tingkatan unsur Kaizen tersebut.
Membentuk Sekolah yang Efektif Mohamad Nurul Huda
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2019): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis studi yang banyak mengkaji keberadaan sekolah pada tingkat mikro adalah studi mengenai keefektifan sekolah yang melihat faktor input, proses, dan output atau outcome sekolah secara keseluruhan serta bagaimana hubungan yang terjadi antara input dan proses dengan output atau outcome sekolah. Pengalaman di berbagai negara menunjukkan bahwa studi keefektifan sekolah telah banyak membantu dalam memecahkan masalah pendidikan dalam kaitan dengan peningkatan mutu pendidikan. Pemahaman terhadap institusi sekolah secara menyeluruh sangat penting karena basis utama pendidikan adalah sekolah. Pentingnya pemahaman terhadap keefektifan sekolah tidak saja dalam kaitan dengan meningkatkan mutu pendidikan tetapi juga sejalan dengan kebijakan nasional yaitu desentralisasi pendidikan dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah. Berkenaan dengan desentralisasi pendidikan tersebut, di bidang pendidikan dasar, Depdiknas telah menyiapkan konsep otonomi sekolah yaitu manajemen berbasis sekolah. Dengan konsep ini, pemerintah tidak hanya berharap pada meningkatnya mutu pendidikan melainkan juga tercapainya pemerataan, relevansi, dan efisiensi penyelenggaraan pendidikan.
Upaya Meningkatkan Kualitas Sekolah Melalui Peningkatan Komitmen Guru Muh Idris
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2019): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah yang berkualitas yang sering juga disebut oleh masyarakat sebagai sekolah unggul, merupakan terjemahan bebas dari bahasa Inggris ?effective school?  yaitu sekolah yang  input rendah (bahkan yang lamban berfikir), tetapi outputnya tinggi. Berarti dalam sekolah unggul model ini, terjadi proses pembelajaran yang efektif. Untuk menumbuhkan komitmen, maka semua jenis organisasi, termasuk organisasi sekolah, harus dapat mengimplementasikan komitmen organisasi yang memiliki tiga aspek utama, yaitu; identifikasi, keterlibatan dan loyalitas pegawai guru terhadap organisasinya. Menyadari betapa pentingnya sekolah sebagai tempat untuk mencerdaskan dan membelajarkan masyarakat, maka sekolah diupayakan sedemikian rupa untuk menjadi sekolah yang berkualitas, dengan menerapkan prinsip-prinsip dan fungsi-fungsi manajemen
Tashrif Model Strategy Development (Strategi Pengembangan dengan Model Tashrif) Damanhuri
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2019): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, dalam islamic studies, belum banyak yang mempertemukan dengan konsep keilmuan umum seperti ilmu manajemen, lalu menjadi konsep yang baru. Sementara, secara praktis umat Islam mampu menguasai dunia dengan kemajuan keilmuan yang berjalan dalam masa yang lama. Tentunya, ditopang dengan konsep yang maju bahkan sebelum dunia barat mengalami kemajuan. Sebagaimana dalam ungkapan bahasa arab, Al-Imam fil Amam (seorang imam harus di depan). Tidak bisa di depan kalau tidak maju. Realitasnya, dunia barat yang sedang memimpin saat ini. Sehingga, perlu diramaikan kembali kajian ilmu yang berasal dari Maka dari sini, pembahasan ini bertolak yaituberagam konsep dan model strategi pengembangan organisasi yang lahir dari teori umum pada bidang sosial murni. Secara umum, konsep manajemen dan strategi dibangun di dunia bisnis dan untuk mengembangkan usaha bisnis, dalam level kecil atau besar. misalnya, yang lazim digunakan yaitu model pengembangan dengan bisnis model canvas. Di sisi lain, dalam konsep barat ilmu tidak berkaitan dengan bertambahnya iman. Kajian ini dikemukakan dalam rangka menunjukkan bukti integrasi keilmuan dan keterkaitan antar bidang keilmuan dalam kehidupan manusia. Dengan kata lain, ilmu akan menambah rasa iman di dada, karena semua ilmu berasal dari Al-Alim, Alloh swt Tuhan alam semesta. Tujuan dari kajian ini, mengemukakan konsep manajemen secara umum dan konsep model strategi pengembangan organisasi yang lahir dari kajian ilmu bahasa Arab, dalam kajian ini, ilmu shorof. Metode yang digunakan adalah metode pustaka, dengan mengemukakan kajian model strategi pengembangan yang ada, seperti strategi development model ADDA oleh Checklan dan Poulter. Selanjutnya, mengemukakan model tasrif dalam strategi development. Hasilnya, strategi pengembangan model tasrif secara konseptual sangat menarik untuk dijadikan model pengembangan organisasi, lingkup diri pribadi atau organisasi sosial.  
Humas dalam Meningkatkan Citra Positif Sekolah Faishal
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2019): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era globalisasi saat ini tingkat persaingan sekolah dan semakin kritisnya masyarakat dalam menilai kualitas sebuah sekolah, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap citra sekolah maka diperlukan peran bagian humas sekolah,yang tugas utamanyaa adalah untuk menjalin komunikasi dengan publik (masyarakat) penggunanya, sehingga terbentuknilaigood image (citra baik), goodwill (itikad baik), mutual understanding (saling pengertian), mutual confidence (saling mempercayai), mutual appreciation (saling menghargai), tolerance (toleransi). Oleh karenannya beberapa rumusan model humas dalam lembaga pendidikan, antara lain:Analisis, Komunikasi, Keterlibatan danPenyelesaian.
Kepempimpinan dan Budaya Akademik di Perguruan Tinggi Ulil Multazam
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2019): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku ilmiah menjadi suatu hal yang penting untuk diperhatikan oleh kalangan akademisi, kebiasaan ilmiah yang berlaku disebuah perguruan tinggi akan menjadikan perguruan tinggi tersebut memiliki budaya akademik yang baik. Budaya akademik merupakan milik semua orang akademisi yang melibatkan diriny dalam dunia akademik. Kebanggaan akademik bagi seorang dosen maupun mahasiswa adalah di saat mereka bisa mencapai prestasi tertinggi baik menjadi dosen teladan, guru besar maupun mahasiswa terbaik. Membangun budaya akademik bukan merupakan urusan yang mudah dilakukan, diperlukan sosialisasi dan pengawalan terhadap semua kegiatan akademik yang berlangsung di dalam perguruan tinggi, sehingga terbangun kebiasaan di kalangan para akademisi untuk patuh dan taat pada aturan akademik yang sudah di tetapkan. Karenanya peran seorang pemimpin dalam hal ini ketua, direktur maupun rektor memiliki peran untuk untuk memastikan budaya akademik tersebut bisa terlaksana dengan baik di institusi yang di pimpinnya. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengkaji urgensi kepemimpinan dalam pelaksanaan budaya akademik di Perguruan Tinggi. Diharapkan bisa memberikan kontribusi bagi kajian akdemik guna peningkatan kualitas budaya akademik yang berlangsung di perguruan tinggi.
Konsep Integrasi Pendidikan Faishal
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2017): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Functions and objectives set by the government as stated in Law No. 20 of 2003 on National Education System, Article 3, that national education goal is to develop students' potentials to become a man of faith and fear of God Almighty, noble, healthy, knowledgeable, skilled, creative, independent, and become citizens of a democratic and responsiblewill be difficult to achieve during use patterns and approaches that separate educational institutions as long as there is a separation between schools, madrassah and boarding schools.Because of out put who graduated from educational institutions have different qualifications between one another.To prevent gaps at once to find common ground on these issues, there arose the idea to develop schools with integral system / integrated, an educational model that is designed to integrate from various sides and aspects of education, which includes a vision, mission, curriculum, educators, learning environment, and so forth.With the hope that the school forms able to build, establish, develop, and direct students to become whole human beings. People who have a positive character and personality, the man who is able to understand themselves and others, skilled human life, people are independent and responsible, and people who are willing and able to participate and cooperate with others.So that the separation of these institutions needs to be done by integrating the changes between the institutions. Empirically so that through this article tries to present the concept of integration of education in terms of the basic ideas, forms of integration and support components in the administration.
Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah dan Implikasinya Bagi Kinerja Guru Ulil Multazam
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2017): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepala sekolah sebagai top manqjer bertanggung jawab terhadap kualitas mutu pendidikan di lembaganya. Kepala Sekolah adalah manajer puncak di madrasah. Pola pemikirannya akan sangat berpengaruh bahkan sangat menentukan terhadap kemajuan madrasah. Oleh karena itu, harus mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi, mendorong, membimbing, mengarahkan dan menggerakkan guru, staf, siswa orang tua siswa dan pihak lain yang terkait untuk berkinerja tinggi guna mencapai tujuan sekolah. Di antara faktor penentu terhadap peran peningkatan kinerja adalah masalah kepemimpinan. Kepemimpinan seseorang akan mewarnai pola kerja serta cara mengakomodasi seluruh fungsi yang ada dalam mendukung terwujudnya tujuan organisasi. Untuk itu kepala sekolah yang bertugas untuk mengelola sekolah perlu memiliki kemampuan keterampilan konsep dan lainnya,  karena itu kepala sekolah diharapkan selalu belajar dari pekerjaan sehari-hari terutama dari cara kerja para guru dan pegawai sekolah, malakukan observasi secara terencana tentang kegiatan-kegiatan manajemen, banyak membaca tentang hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan yang sedang dilaksanakan, memanfaatkan hasil-hasil penelitian orang lain, berfikir untuk masa yang akan datang dan merumuskan ide-ide yang dapat diuji cobakan. Untuk itu maka kepala sekolah mutlak harus memiliki keterampilan manajerial.Dengan memiliki keterampilan manjerial tersebut di harapkan kinerja guru yang ada di sekolahnya dapat meningkat.