cover
Contact Name
Muh. Idris
Contact Email
idristin@gmail.com
Phone
+6282333231990
Journal Mail Official
stailsby@gmail
Editorial Address
Jl. Kejawan Putih Tambak VI/1 Mulyorejo, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Ta'dibi: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
ISSN : 23546301     EISSN : 25024035     DOI : -
Focus Fokus jurnal ini adalah upaya mengaktualkan pemahaman yang lebih baik tentang keilmuan Manajemen Pendidikan Islam baik lokal maupun internasional melalui publikasi artikel, laporan penelitian, dan ulasan buku. Scope Jurnal ini berisi kajian Manajemen Pendidikan yang meliputi Kepemimpinan, Kurikulum, Sarana, Keuangan dan Evaluasi Pendidikan.
Articles 90 Documents
PRANK DAN DAMPAK SOSIAL : KAJIAN PENDIDIKAN MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Nur Huda
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2019): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prank atau candaan sudah menjadi semacam budaya di masyarakat modern. Sebuah budaya yang dianggap baik-baik saja bahkan menjadi entertaintmen (hiburan) yang dinikmati oleh semua kalangan usia. Bahkan masyarakat menjadikan prank sebagai bentuk keakraban dan sarana mencari popularitas melalui media sosial. Lantas bagaimana sesungguhnya dampak dari budaya prank ini dalam menggeser nilai-nilai keluhuran di masyarakat. Bagaimana pendidikan Islam memandang fenomena tersebut.       Penelitian ini mengungkap tentang fenomena prank di masyarakat kita, di luar negeri, di kalangan rumah tangga, di media sosial, di sekolah dan di ruang publik lainnya. Penelitian ini kemudian mengungkap jenis-jenis prank mulai dari yang aman sampai yang paling berbahaya bahkan merenggut nyawa. Mulai dari yang murah sampai menelan biaya mahal. Selanjutnya membahas tentang motif dari prank ini mulai dari sekedar iseng, hiburan, dendam maupun menteror.      Kemudian peneliti akan melihat prank dari sudut nilai akhlaq Islam. Bagaimana sesungguhnya candaan dari sudut pandang Islam. Penulis akan mengutip nash-nash hadits dan pendapat para ulama tentang hukum candaan dan dampaknya bagi moralitas masyarakat.
MANAJEMEN PEMASARAN SEKOLAH Mohammad Nurul Huda
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2019): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen pemasaran merupakan salah satu cara untuk mengenalkan dan untuk mengembangkan  kualitas dan kuantitas yang dimiliki sekolah kepada masyarakat dan para konsumen dengan proses sosial yang di dalamnya individu dan kelompok untuk mendapatkan apa yang dibutuhkan dan diingikan dengan menciptakan, menawaran produk-produk yang dimiliki  sekolah, karena pemasaran merupakan disiplin ilmu yang digunakan oleh suatu sekolah untuk memenuhi kebutuhan konsumen.  SedangkanManajenen pemasaran sekolah merupakan manajemen dengan sistem yang berlandaskan pada hakikat saling berhubungan antara semua bidang fungsional dalam sebuah lembaga Pendidikan sebagai dasar pengambilan keputusan di bidang pemasaran yang berorientasi pada konsumen untuk mempengaruhi tingkat, waktu dan komposisi permintaan untuk membantu lembaga/ sekolah mencapai sasarannya. Pentingnya pemasaran disuatu sekolah adalah untuk memberi informasi kepada masyarakat tentang produk-produk lembaga pendidikan dan meningkatkan minat dan membedakan produk lembaga pendidikan dengan produk lembaga pendidikan yang lain dan menstabilkan eksisensi dan kebermaknaan lembaga pendidikan di masyarakat dan untuk mendapatkan pelanggan yang disesuaikan dengan target, baik itu yang berkaitan dengan kualitas maupun kuantitas dari calon pelanggan (siswa)
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEDISIPLINAN GURU Muh Idris
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2019): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan mendsekripksikan upaya-upaya kepala sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan guru. Metode penelitian yang digunakan adalah Kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Hasil penelitiannya adalah, mengoptimalkan refrent Power atau bawahan melakukan sesuatu karena bawahan merasa kagum terhadap pemimpin, bawahan merasa kagum atau membutuhkan untuk menerima restu pemimpin , sehingga para guru ikut berprilaku seperti pemimpin, Sifat pribadi, motivasi/inspirasi, konsulting, participating dan selling
PEMBELAJARAN BACA KITAB PENDEKATAN SISTEMATIKA NUZULNYA WAHYU (SNW) Damanhuri
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2019): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara alamiah, Manusia mengalami proses pemerolehan bahasa dengan 4 tahapan. Secara berurutan, tahapan tersebut adalah tahapan mendengar, berbicara, membaca dan menulis. Masing-masing tahapan itu mempunyai level dan tingkatan. Dari situlah, ditetapkan empat keterampilan berbahasa, yaitu keterampilan mendengar (maharoh al-Istima?, listening), keterampilan berbicara (maharoh al-kalam, speaking), keterampilan membaca (maharoh al-qiroah, reading) dan keterampilan menulis (maharoh al-Kitabah, writing). Hal ini berlaku pada semua bahasa di Dunia, yang kemudian juga berimplikasi pada orientasi pembelajaran bahasa. Dalam pembelajaran bahasa Arab, dikenal istilah Iktisabul Lughoh (pemerolehan bahasa) dan Ta?limul Lughoh (pembelajaran bahasa). Baca Kitab termasuk dalam keterampilan membaca dengan tingkatan tertinggi. Dalam baca kitab, terdapat proses penyerapan informasi dari kitab yang dibaca sesuai dengan pemahaman yang benar dan cara membaca yang benar. Adapun Sistematika Nuzulnya Wahyu (SNW) dirumuskan oleh pendiri lembaga dakwah dan tarbiyah Hidayatullah, Al Ustadz Abdullah Said yang kemudian dijadikan sebagai manhaj gerakan dalam upaya membangun peradaban Islam. Kajian ini menjelaskan tentang konsep pendekatan Sistematika Nuzulnya Wahyu dalam belajar teknik baca kitab. Pembelajaran baca kitab dengan pendekatan Sistematika Nuzulnya Wahyu merupakan pembelajaran teknik baca kitab yang mengikuti cara wahyu turun, yaitu berangsur-angsur dan menyeluruh karena berpikir system sebagai satu kesatuan yang total.
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF Faishal
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2019): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unequal levels of religious understanding cause different views, attitudes, behaviors and forms of different teachings practice. Among the causes of lack of understanding are the back ground of education that has been followed, as we know in our country in general there are education based on religion (like madrasah and pesantren) and education based on non-religion. It?s okay we are not comparing between schools that are based on religion and general, but between schools based on religion itself the patterns are very different. So, this is where we need to look again at the concept of Islamic education, the basis of its references and the objectives of Islamic education. Through this paper, the author presents various concepts that have been offered by Islamic education experts, both classical and contemporary, so that we can realize and apply how Islamic education as a whole.
PENGEMBANGAN KUALITAS KEPALA SEKOLAH MENUJU SEKOLAH YANG LEBIH BERKUALITAS Ulil Multazam
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2019): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepala sekolah bertugas untuk melakukan pengelolaan dan pembinaan terhadap seluruh komponen sekolah melalui kegiatan administrasi, manajemen dan kepemimpinan yang sangat tergantung pada kemampuan manajerial seorang kepala sekolah.Sehubungan dengan itu, kepala sekolah berfungsi sebagai pengawas, membangun, mengoreksi dan mencari inisiatif terhadap jalannya seluruh kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah. Disamping itu, kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga pendidikan berfungsi mewujudkan hubungan manusiawi (human relationship) yang harmonis dalam rangka membina dan mengembangkan kerjasama antar personal, agar secara serempak bergerak kearah pencapaian tujuan melalui kesediaan melaksanakan tugas masing-masing secara bersungguh-sungguh dan bertanggung jawab yang dalam bahasa sekarang dikemas dalam istilah profesional.  Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia tentu tidak lepas dari peran dan kepemimpinan seorang kepala sekolah sebagai top leadernya. Banyak faktor penghambat tercapainya kualitas kepemimpinan seorang kepala sekolah seperti proses pengangkatannya tidak transparan, rendahnya mental kepala sekolah yang ditandai dengan kurangnya motivasi dan semangat serta kurangnya disiplin dalam melakukan tugas dan seringnya datang terlambat, wawasan kepala sekolah yang masih sempit, malas meningkatkan kualitas diri serta banyak faktor lain yang menghambat kinerja seorang kepala sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan pada lembaga yang dipimpinnya. Melihat pentingnya fungsi kepemimpinan kepala sekolah, maka usaha untuk meningkatkan kinerja yang lebih tinggi bukanlah pekerjaan mudah karena kegiatan berlangsung dalam sebuah proses panjang yang direncanakan dan diprogram secara baik pula. Untuk itu kepala sekolah harus melakukan berbegai upaya yang memungkinkan termasuk peningkatan kualitas diri agar kegiatan di sekolah dapat berlangsung dengan baik dan berkualitas.
MENGATASI PENGHALANG BELAJAR DENGAN RUQYAH Nur Huda
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2020): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah munculnya penghambat-penghambat dalam proses pembelajaran di kalangan siswa di satu sisi. Di sisi yang lain para pendidik dan ahli pendidikan belum memiliki sesepakatan tentang faktor-faktor penyebab masalah penghambat-penghambat tersebut. Faktor penyebab penghalang proses pendidikan tidak dilihat secara utuh. Persoalan itu menimbulkan keresahan berikutnya, yaitu beragamnya cara penyelesaian yang dilakukan oleh para pendidik yang satu sama lain terkadang saling menafikan. Tulisan ini memaparkan beberapa gejala penghalang-penghalang mencari ilmu yang terjadi di kalangan siswa. Kemudian menjelaskan bagaimana cara pandang para psikolog dan pendidik konvensional memandang dan memberi solusi terhadap masalah moral tersebut. Selanjutnya penulis menjelaskan bagaimana satu alternatif dalam menyelesaikan masalah penghalang proses transformasi ilmu tersebut dengan Ruqyah. Ruqyah mampu menghilangkan ‘unsur’ pengganggu berupa jin fasik yang selalu mendorong pasien untuk tidak saja malas dalam mencari ilmu namun juga mendorong melakukan perbuatan yang menyimpang dari agama Islam. Namun ruqyah ini tidak berdiri sendiri. Kesadaran pasien terhadap kesalahannya dan kemampuan dirinya dalam senantiasa menjauh dari pemicu kembali gangguan itu juga menjadi faktor kunci dalam penyembuhan mentalnya.
INVENTARISASI DAN PENGHAPUSAN SARANA PRASARANA PENDIDIKAN Mohammad Nurul Huda
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2020): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam sebuah sekolah, sarana prasarana(sarpras) merupakan sesuatu yang wajib ada. Bukan hanya sebagai pelengkap, namun lebih dari itu menjadi sesuatu yang sangat urgen dalam dunia pendidikan. Dalam hal meningkatkan mutu sebuah sekolah banyak aspek yang dapat di perhatikan. Salah satu aspek yang mempengaruhi mutu pendidikan yaitu inventarisasi dan penghapusan sarana dan prasarana pendidikan di Sekolah. Inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan sebagai pencatatan sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah kedalam suatu daftar inventaris barang, karena dengan melalui inventarisasi sekolah akan dapat diketahui dengan mudah jumlah,, jenis barang, kualitas, tahun pembuatan, ukuran, dan harga barang-barang yang ada di sekolah. Di lain hal di butuhkan juga yang namanya penghapusan sarana dan prasarana yaitu kegiatan menghilangkan sarana dan prasarana dari daftar inventarisasi karena sudah tidak memiliki fungsi. Dua hal tersebut adalah bagian dari sarana dan prasarana dan memiliki fungsi dan tujuan masing masing.
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU SEKOLAH Ulil Multazam
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2020): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi lembaga pendidikan di negara kita saat ini masih ada beberapa permasalahan klasik yaitu kurangnya sarana prasarana sekolah, keadaan gedung sudah rusak, mutu tenaga pendidik belum memenuhi kompetensi dan kebijakan-kebijakan kurang produktif. Disisi lain sangat menggembirakan yaitu bahwa kesadaran masyarakat semakin meningkat akan pentingnya pendidikan yang bermutu. Pendidikan akan mencapai tujuaanya apabila semua syarat terkait komponen pendidikan terpenuhi. Dari beberapa komponen pendidikan, yang paling berperan adalah kepala sekolah. Kepala sekolah yang bermutu akan mampu menjawab tantangan perubahan jaman yang semakin cepat. Dimasa mendatang permasalahan pendidikan semakin kompleks, sehingga menuntut kepala sekolah untuk selalu melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan kompetensi seluruh komponen sekolah. Pendidikan bermutu dihasilkan oleh kepemimpinan kepala sekolah yang bermutu, kepala sekolah bermutu adalah kepala sekolah yang profesional. Kepala sekolah profesional adalah yang mampu mengelola dan mengembangkan sekolah secara komprehensif (menyeluruh), oleh karena itu kepala sekolah mempunyai peran sangat penting dan strategis dalam mewujudkan visi, misi dan tujuan sekolah. Atas dasar tersebut maka penulis tertarik untuk membahas tentang peran kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan, harapannya tulisan ini bisa bermanfaat bagi khasanah keilmuan dalam bidang kepemimpinan pendidikan.
PEMASARAN LEMBAGA PENDIDIKAN MASA PANDEMI COVID-19 Faishal
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2020): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi covid-19 yang melanda bangsa dan negara ini sangat mempengaruhi berbagai sektor kehidupan. Pengelola lembaga pendidikan tertantang untuk terus melakukan inovasi dan kreasi baik dalam mengelola proses belajar mengajar secara daring yang masih menyimpan berbagai kendala dan hambatan, maupun dalam proses memasarkan lembaga pendidikan ke masyarakat dengan adanya pembatasan hubungan sosial. Sehingga bentuk-bentuk pemasaran yang selama ini dilakukan secara langsung menemui calon peserta didik sudah tidak bisa lagi dilakukan. Sebagai solusi atas masalah tersebut adalah dengan cara mengemas informasi tentang lembaga pendidikan dengan sebaik dan semenarik mungkin, kemudian dipromosikan melalui media radio, televisi dan khususnya media sosial, mengingat hampir sebagian besar waktu masyarakat di masa pandemi covid ini beraktivitas di rumah. Pemilihan media hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan, jenis kelompok pengguna serta keluasan jangkauannya agar informasi yang kita berikan tepat guna dan tepat sasarannya. Data yang komprehensif baik tentang lembaga pendidikan maupun tentang peserta didik serta penentuan segmen dan target masyarakat yang diinginkan harus terlebih dahulu disiapkan sebelum menyusun program pemasaran. Sehingga pada tahap berikutnya adalah proses pemasaran dengan menginformasikan keunggulan yang dimiliki, produk yang dihasilkan, biaya yang ditawarkan, kelebihan lokasi yang ditempati, mutu layanan selama proses serta tawaran fasilitas-fasiltas yang mendukung terwujudnya apa yang diharapkan oleh stakeholder. Ketika itu semua mampu dilakukan dengan baik sehingga stakeholder puas, maka calon peserta didik akan berbondong-bondong mendaftar sebagai siswa.