cover
Contact Name
Asep Iksan Gumelar
Contact Email
gumelar.ikhsan@unimor.ac.id
Phone
+6281222481239
Journal Mail Official
savana.cendana@gmail.com
Editorial Address
Jln. Eltari Km. 9, Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT. 85613.
Location
Kab. timor tengah utara,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
SC (Savana Cendana) : Jurnal Pertanian Konservasi Lahan Kering
Published by Universitas Timor
ISSN : 24777927     EISSN : 24777927     DOI : https://doi.org/10.32938/sc.v7i04
Savana Cendana mencakup bidang pertanian dalam arti luas termasuk produksi tanaman, pemuliaan dan genetik tanaman, fisiologi tanaman, ekologi tanaman, bioteknologi tanaman, pemodelan, ilmu dan teknologi benih, ilmu gulma, hortikultura, perkebunan, dan tanaman pangan dengan prioritas pada ilmu dan teknologi pertanian lahan kering berdasarkan prinsip konservasi.
Articles 205 Documents
Pengaruh Takaran Arang Sekam Padi dan Frekuensi Penyemprotan Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabe Merah (Capsicum annum L.) Yuven Lolomsait
Savana Cendana Vol 1 No 04 (2016): Savana Cendana (SC) - October 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.992 KB) | DOI: 10.32938/sc.v1i04.74

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh takaran arang sekam dan frekuensi penyemprotan pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabe merah. Penelitian mengunakan rancangan acak kelompok (RAK). Faktor pertama adalah takaran arang sekam, terdiri dari 3 level yaitu 1 kg/petak, 1,5 kg/petak dan 2 kg/petak. Faktor kedua adalah frekuensi penyemprotan yang terdiri dari 3 level, yakni 1 kali (15 HST), 2 kali (15 dan 30 HST dan 3 kali (15, 30, 45 HST). Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi antara takaran arang sekam padi dan frekuensi penyemprotan terjadi pada kadar lengas tanah 30 HST, tinggi tanaman 48 HST, dan diameter batang 48 HST. Takaran arang sekam padi berpengaruh nyata terhadap suhu tanah 30 dan 48 HST, kadar lengas tanah 30 HST, diameter batang 48 HST, dan panjang buah per tanaman. Sedangkan frekuensi penyemprotan berpengaruh nyata terhadap kadar lengas tanaman 48 HST, tinggi tanaman pada 48 HST. Takaran arang sekam padi 2 kg menghasilkan berangkasan segar dan berangkasan kering yang paling berat. Frekuensi penyemprotan tiga kali memberikan hasil panen per tanaman berupa buah yang paling panjang dan yang paling banyak.
Pengaruh Model Penyimpanan Benih dan Jenis Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung (Zea mays L.) Rudolf Evendi Wonkay; Roberto I. C. O. Taolin
Savana Cendana Vol 1 No 04 (2016): Savana Cendana (SC) - October 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.381 KB) | DOI: 10.32938/sc.v1i04.75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model penyimpanan benih dan jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil jagung serta mengetahui model penyimpanan benih dan jenis pupuk kandang yang tepat dan memberikan pertumbuhan dan hasil jagung yang terbaik. Penelitian mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah model penyimpanan benih yang terdiri dari tiga aras yaitu penyimpanan benih di dapur dengan klobot (pengasapan), penyimpan di lopo atau lumbung dan penyimpan dalam drum atau jerigen. Faktor kedua adalah jenis pupuk kandang yang terdiri dari tiga aras yaitu pupuk kandang sapi, pupuk kandang kambing dan pupuk kandang ayam. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara model penyimpanan benih dan jenis pupuk kandang tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pertumbuhan dan hasil jagung. Model penyimpanan benih tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pertumbuhan dan hasil jagung yang baik.
Penilaian Kompetisi dan Keuntungan Hasil Tumpangsari Jagung Kedelai di Bawah Tegakan Kayu Putih Syprianus Ceunfin; Djoko Prajitno; Priyono Suryanto; Eka Tarwaca Susila Putra
Savana Cendana Vol 2 No 01 (2017): Savana Cendana (SC) - January 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.262 KB) | DOI: 10.32938/sc.v2i01.76

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kompetisi dan keuntungan hasil dalam tumpangsari jagung varietas pioner 21 dan kedelai varietas grobogan dibawah tegakan hutan kayu putih. Penelitian ini menggunakan metode percobaan lapangan yang terdiri atas dua faktor dan dirancang dengan menggunakan Rancangan Petak ber-alur. Faktor pertama sebagai petak utama berupa Posisi bidang olah dari kedudukan tegakan kayu putih (Zona) dan faktor kedua sebagai anak petak adalah jarak tanam jagung. Petak utama berupa zona bidang olah terdiri dari 2 aras yaitu zona 1 terletak pada posisi bidang olah yang berjarak 0-1 m dari kedudukan tegakan (Z1); zona 2 terletak pada posisi bidang olah yang berjarak 1-2 m dari kedudukan tegakan (Z2), Anak petak adalah jarak tanam jagung yang terdiri atas 3 aras yaitu: 50 cm x 20 cm (J1), 70 cm x 20 cm (J2) dan 90 cm x 20 cm (J3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tumpangsari tanaman jagung dan kedelai dibawah tegakan kayu putih sangat menguntungkan.Tanaman jagung lebih agresif dan competitif daripada tanaman kedelai sehingga menyumbangkan keuntungan pada land equivalent ratio total dan area time equivalent ratio dan Actual Yeild loss total pada perlakuan zona pengolahan lahan maupun jarak tanaman. Zona pengolahan lahan 0-1 m dari kedudukan pohon kayu putih memberikan hasil land equivalent ratio total, area time equivalent ratio, dan actual yield loss total paling tinggi yaitu sebesar 1,71, 1,66 dan 0,82 sedangkan Jarak tanam 50 cm x 20 cm memberikan hasil land equivalent ratio total, area time equivalent ratio, dan actual yield loss total paling tinggi yaitu sebesar 2,27, 2,25 dan 1,58.
Pengaruh Dosis dan Frekuensi Aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi (Oryza sativa L.) Agatha Niis; Nikolas Nik
Savana Cendana Vol 2 No 01 (2017): Savana Cendana (SC) - January 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.907 KB) | DOI: 10.32938/sc.v2i01.77

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk Mengetahui pengaruh pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil padi sawah serta Mengetahui dosis dan frekuensi optimum yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi sawah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2016 di daerah persawahan Motamaro Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 3 x 3 yang diulang 3 kali. Faktor pertama adalah dosis POC (D) terdiri dari tiga aras yaitu dosis 2 L/ ha (D1), 4 L/ha (D2), 6 L/ha (D3). Faktor kedua adalah frekuensi pemberian (F) terdiri dari tiga aras yaitu 2 kali (F1), 4 kali (F2), 6 kali (F3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk organik cair terbaik adalah 6 liter dengan hasil berat kering biji sebesar 8,90 t/ha, sedangkan frekuensi penyemprotan pupuk organik cair tidak berbeda nyata.
Pengaruh Lama Perendaman Air Kelapa dan Frekuensi Penyemprotan Urin Sapi terhadap Pertumbuhan Bibit Pinang (Areca catechu L.) Kristina Igniosa Nainahas; Roberto I. C. O. Taolin
Savana Cendana Vol 2 No 01 (2017): Savana Cendana (SC) - January 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.112 KB) | DOI: 10.32938/sc.v2i01.78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman air kelapa dan frekuensi penyemprotan urin sapi terhadap pertumbuhan bibit pinang serta mengetahui pengaruh lama perendaman air kelapa dan frekuensi penyemprotan urin sapi yang tepat untuk pertumbuhan bibit pinang yang optimum. Percobaan lapangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah pengaruh lama perendaman air kelapa yang terdiri dari empat aras yaitu tanpa perendaman, 3 jam, 6 jam dan 9 jam. Faktor kedua adalah frekuensi penyemprotan urin sapi yang terdiri dari empat aras yaitu tanpa penyemprotan, satu kali, dua kali dan tiga kali. Hasil penelitian menunjukan tidak terjadi pengaruh interaksi antara lama perendaman dan frekuensi penyemprotan pada semua parameter. Lama perendaman dalam air kelapa tidak berpengaruh nyata pada semua parameter sedangkan frekuensi penyemprotan urin sapi juga hanya berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 30 HST. Perendaman dalam air kelapa selama enam jam lebih baik bagi pertumbuhan bibit pinang, sedangkan penyemprotan urin sapi memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan bibit pinang.
Pengaruh Pemangkasan Akar dan Waktu Penyapihan terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Kemiri (Aleurites moluccana Willd) Asal Stum Maximus Louk; Krisantus Tri Pambudi Raharjo
Savana Cendana Vol 2 No 01 (2017): Savana Cendana (SC) - January 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.698 KB) | DOI: 10.32938/sc.v2i01.79

Abstract

Penggunaan anakan yang tumbuh liar sebagai bibit (stum) umum dilakukan pada tanaman kemiri oleh masyarakat di pulau Timor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemangkasan akar dan Waktu Penyapihan Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Kemiri (Aleurites maluccana, Willd.) Asal Stum dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 3 x 3 dengan 5 ulangan. Faktor pertama adalah pemangkasan akar yang terdiri dari 3 aras yaitu, Faktor pertama adalah pemangkasan akar yang terdiri dari 3 aras yaitu, P0: Menyisakan panjang potongan 15 cm, P1: Menyisakan panjang potongan 10 cm, dan P2: Menyisakan panjang potongan 5 cm. Faktor kedua adalah waktu Penyapihan, dengan 3 aras yakni, C1: 8 minggu, C2: 9 minggu, dan C3: 10 minggu. Pengamatn mengikuti : Tinggi Tanaman Jumlah Daun (Helai), Diameter Batang, Luas Daun, Bobot segar Akar, Bobot segar Batang, Bobot kering Akar, Bobot kering Batang. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara panjang sisa potongan akar dengan waktu penyapihan pada semua parameter pengamatan. Pengaruh utama perlakuan sisa potongan akar 5 cm menghasilkan persentase peningkatan bobot kering tanaman terbaik (298,7%). Pengaruh utama perlakuan waktu penyapihan tidak menunjukkan beda nyata pada semua parameter pengamatan.
Profil Cuaca dan Parameter Nisbah Bowen di Areal Persawahan Kabupaten Indramayu Saat Periode Kering Musim Tanam II Roberto I. C. O. Taolin; Impron Impron; Rini Hidayati; Bregas Budianto
Savana Cendana Vol 2 No 01 (2017): Savana Cendana (SC) - January 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.268 KB) | DOI: 10.32938/sc.v2i01.80

Abstract

The objectives of this experiment were to study the weather profile and parameters of Bowen ratio in the Indramayu rice field area during a dry period season of planting II. Results showed that daily weather fluctuations and Bowen ratio parameters were in line with incoming net radiation of each element. Temperature, dry bulb temperature gradient, wind speed, soil heat flux, and latent heat flux increased at midday and decreased in the early afternoon, whereas wet bulb temperature gradient, humidity, and air pressure were decreased at midday and increased at afternoon. Diurnal variation of net radiation ranged from -47 to 487 Wm-2 with the mean was 241 Wm-2. Mean, maximum and minimum temperatures were 28.3 of 31.5oC, and 20.5oC, respectively. Mean of relative humidity was 66% with the range was 52% to 80%, and mean of air pressure was 101 kPa. Soil heat flux ranged from 10.3 to 19.3 Wm-2 with the mean was 8.1 Wm-2. Mean and range of Bowen ratio were 0.16 and -0.76 to 0.65, accordingly. Mean and range of latent heat flux were 172.9 Wm-2 and -85.3 to 392.3 Wm-2. Surface incoming net radiation during the measurement period was constantly ranged from 183 to 268 Wm-2 with the mean was 231 Wm-2. Mean, maximum and minimum temperatures were 29.4 of 35.5oC, and 20oC, respectively. Mean of relative humidity was 59% with the range was 45% to 67%, and mean of air pressure was 101 kPa. Wind velocity was 0.9 ms-1 and its flow direction was mostly from the Southeast (138.4o). Soil heat flux was high at the end of measurement period; ranged from 4.7 to 14.6 Wm-2 with the mean was 7.9 Wm-2. Mean and range of Bowen ratio were 0.10 and 0.02 to 0.22, accordingly. Latent heat flux value was directly proportional to incoming net radiation, ranged from 134.4 to 226.5 Wm-2 and the mean was 184 Wm-2.
In Vitro Antibakteri Ekstrak Etanol Puni (Zingiber zerumbet) Asal Pulau Timor Origenes Boy Kapitan; Laksmi Ambarsari; Syamsul Falah
Savana Cendana Vol 2 No 02 (2017): Savana Cendana (SC) - April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.73 KB) | DOI: 10.32938/sc.v2i02.82

Abstract

Puni (Zingiber zerumbet) is a wildly grown plant that used by Timorese people to treat ulcerative lesions in Timor Island. This study aims to determine the antibacterial activity of plants extracts and know the content of active compounds on the most active extracts of plants. Extraction of active compounds was carried out using four solvent ie n-hexane, ethyl acetate, ethanol, and aqueous solvent. Antibacterial activity test was done using the diffusion method of the four crude extract and extract with the highest activity was then used to find MIC value. Analyzed the content of the active compounds using LC-MS. It was found that ethanol extract had the highest antibacterial activity compared to other extracts. The MIC value of ethanol extract against S. aureus, B. Subtilis, E. coli, and P. aeruginosa were respectively determined to be 50, 100, 150, 250 mg mL-1. The result of LC-MS analysis showed that the ethanol extract contained zerumbone and gingerglycolipid B.
Pengaruh Takaran Guano dan Konsentrasi Teh Kompos terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Eduardus Yosef Neonbeni; Ambrosius Seran
Savana Cendana Vol 2 No 03 (2017): Savana Cendana (SC) - July 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.965 KB) | DOI: 10.32938/sc.v2i03.86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan takaran guano dan konsentrasi teh kompos yang memberikan pertumbuhan dan hasil yang tertinggi bagi kacang hijau (Vigna radiata, L.) varietas unggul lokal Fore Belu. Guano 0 t/ha, 1 t/ha, 2 t/ha dan 3 t/ha sebagai pupuk akar diberikan yang dikombinasikan dengan teh kompos konsentrasi 1:5 (bokasi 1 kg diekstrak dengan 5 liter air) dan 1:10 (bokasi 1 kg diekstrak dengan 10 liter air) yang disemprotkan melalui daun. Perlakukan disusun menurut Rancangan Acak kelompok faktorial yang diulang dalam empat blok. Teh kompos diberikankan melalui daun dan akar setiap minggu semenjak kacang hijau berumur 14 hari hingga 42 hari setelah tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter pertumbuhan (diameter batang, panjang akar, luas daun) dan hasil kacang hijau (berat biji kering) tertinggi diperoleh dari pemberian guano 2 t/ha. Pemberian teh kompos konsentrasi 1:5 secara signifikan menurunkan serangan karat daun yang mengindikasikan adanya peningkatan ketahanan kacang hijau terhadap penyakit.
Pengaruh Pemangkasan Akar dan Waktu Aklimatisasi terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Kemiri (Aleurites moluccana Willd) Asal Stum Krisantus Tri Pambudi Raharjo; Julius Nubatonis; Eduardus Yosef Neonbeni
Savana Cendana Vol 2 No 02 (2017): Savana Cendana (SC) - April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.958 KB) | DOI: 10.32938/sc.v2i02.87

Abstract

Penggunaan anakan yang tumbuh liar sebagai bibit (stump) umum dilakukan pada tanaman kemiri oleh masyarakat di pulau Timor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemangkasan akar dan Waktu Aklimatisasi terhadap pertumbuhan bibit tanaman kemiri Aleurites maluccana, Willd) asal stum dengan menggunakan Rancangan petak terbagi (Split Plot Design) faktorial 3x3 dengan 3 ulangan. Petak utama perlakuan adalah waktu aklimatisasi, dengan 3 aras yaitu, diaklimatisasi selama 3 minggu (C3), 4 minggu (C4), dan 5 minggu (C5). Anak petak perlakuan adalah pemangkasan akar yang terdiri dari 3 aras yaitu, pemotongan dengan menyisakan panjang akar 15 cm (P0), 10 cm (P1), dan 5 cm (P2). Hasil penelitian menunjukkan; tidak terjadi interaksi antar perlakuan sisa pangkasan akar dengan waktu aklimatisasi. Pengaruh utama perlakuan sisa pangkasan akar 5 cm menghasilkan persentase peningkatan bobot kering tanaman (99,7 %) dan pertumbuhan terbaik. Pengaruh utama perlakuan waktu aklimatisasi 5 minggu menghasilkan persentase peningkatan bobot kering tanaman terbaik (95,27 %) dan pertumbuhan terbaik.

Page 4 of 21 | Total Record : 205


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 10 No 1 (2025): Savana Cendana (SC) - Januari 2025 Vol 9 No 4 (2024): Savana Cendana (SC) - October 2024 Vol 9 No 3 (2024): Savana Cendana (SC) - July 2024 Vol 9 No 2 (2024): Savana Cendana (SC) - April 2024 Vol 9 No 1 (2024): Savana Cendana (SC) - January 2024 Vol 8 No 01 (2023): Savana Cendana (SC) - January 2023 Vol 8 No 4 (2023): Savana Cendana (SC) - October 2023 Vol 8 No 3 (2023): Savana Cendana (SC) - July 2023 Vol 8 No 2 (2023): Savana Cendana (SC) - April 2023 Vol 7 No 04 (2022): Savana Cendana (SC) - October 2022 Vol 7 No 03 (2022): Savana Cendana (SC) - July 2022 Vol 7 No 02 (2022): Savana Cendana (SC) - April 2022 Vol 7 No 01 (2022): Savana Cendana (SC) - January 2022 Vol 6 No 04 (2021): Savana Cendana (SC) - October 2021 Vol 6 No 03 (2021): Savana Cendana (SC) - July 2021 Vol 6 No 02 (2021): Savana Cendana (SC) - April 2021 Vol 6 No 01 (2021): Savana Cendana (SC) - January 2021 Vol 5 No 04 (2020): Savana Cendana (SC) - October 2020 Vol 5 No 03 (2020): Savana Cendana (SC) - July 2020 Vol 5 No 02 (2020): Savana Cendana (SC) - April 2020 Vol 5 No 01 (2020): Savana Cendana (SC) - January 2020 Vol 4 No 04 (2019): Savana Cendana (SC) - October 2019 Vol 4 No 03 (2019): Savana Cendana (SC) - July 2019 Vol 4 No 02 (2019): Savana Cendana (SC) - April 2019 Vol 4 No 01 (2019): Savana Cendana (SC) - January 2019 Vol 3 No 04 (2018): Savana Cendana (SC) - October 2018 Vol 3 No 03 (2018): Savana Cendana (SC) - July 2018 Vol 3 No 02 (2018): Savana Cendana (SC) - April 2018 Vol 3 No 01 (2018): Savana Cendana (SC) - January 2018 Vol 2 No 04 (2017): Savana Cendana (SC) - October 2017 Vol 2 No 03 (2017): Savana Cendana (SC) - July 2017 Vol 2 No 02 (2017): Savana Cendana (SC) - April 2017 Vol 2 No 01 (2017): Savana Cendana (SC) - January 2017 Vol 1 No 04 (2016): Savana Cendana (SC) - October 2016 Vol 1 No 03 (2016): Savana Cendana (SC) - July 2016 Vol 1 No 02 (2016): Savana Cendana (SC) - April 2016 Vol 1 No 01 (2016): Savana Cendana (SC) - January 2016 More Issue