cover
Contact Name
Titik Rahmawati
Contact Email
sawwa@walisongo.ac.id
Phone
+6281249681044
Journal Mail Official
sawwa@walisongo.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Jl. Prof. Hamka - Kampus 3, Tambakaji Ngaliyan 50185, Semarang,Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sawwa: Jurnal Studi Gender
ISSN : 19785623     EISSN : 2581121     DOI : 10.21580/sa
Core Subject : Social,
Sawwa: Jurnal Studi Gender focuses on topics related to gender and child issues. We aim to disseminate research and current developments on these issues. We invite manuscripts on gender and child topics in any perspectives, such as religion, economics, culture, history, education, law, art, communication, politics, and theology, etc. We look forward to having contributions from scholars and researchers of various disciplines
Articles 441 Documents
WANITA MENJADI IMAM SHALAT, DISKURSUS DALAM PERSPEKTIF KESETARAAN GENDER Muzani, Ahmad
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 10, No 1 (2014): Oktober 2014
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.208 KB) | DOI: 10.21580/sa.v10i1.628

Abstract

Dalam kehidupan di dunia banyak persoalan yang berkaitan dengan relasi laki-laki atau perempuan, baik dalam bidang iba­dah, muamalah ataupun sosial. Pertemuan antara perempuan dan laki-laki akan menimbulkan suatu fitnah. Alasan mengapa ulama tidak boleh adanya pertemuan dengan alasan adanya (khaful fitnah). Sedangkan dalam realitasnya, fitnah juga dapat muncul dari laki-laki, sebab ketertarikan atau ketergodaan satu sama lain bisa di miliki masing-masing pihak, dimana per­empuan dapat mengakses informasi dengan mudah dan cepat, me­nge­tahui hak-haknya secara seimbang, maka diskriminasi laki-laki terhadap perempuan semakin terkikis. Dalam tulisan ini penulis mencoba untuk memaparkan konsep imam wanita dalam shalat yang selama ini, persoalan fiqh harus dikembali­kan pada kitab-kitab klasik, disamping itu juga pe­nulis akan memberikan ke­kuatan hukum atas sahnya ibadah tersebut yang tentunya berdasarkan hadits.
MEREKA YANG TERCERABUT DARI MASA DEPANNYA: ANALISIS SOSIOLOGIS PROBLEM SOSIAL ANAK DI INDONESIA Kusmanto, Thohir Yuli
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 8, No 2 (2013): April 2013
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.282 KB) | DOI: 10.21580/sa.v8i2.654

Abstract

Anak merupakan aset yang berharga bagi sebuah keluarga dan masyarakat dalam merengkuh kehidupan kolektifnya untuk me­nyong­song masa depan. Keluarga dan masyarakat yang peduli pada anak dalam rangka tumbuh dan berkembang secara manusiawi, sedang berinvestasi yang akan sangat menguntung­kan bagi ke­ber­langsungan hidupnya. Untuk itu mereka rela men­curah­kan tenaga, biaya dan pikirannya demi tumbuh dan ber­kembang­nya anak secara lebih baik. Lingkungan dan dukung­an sosial ke­masyarakatan yang baik, akan menjadikan anak sebagai satu generasi yang baik. Indikasinya dapat dilihat pada ke­mampuannya untuk berperan sosial sesuai harapan dan ke­inginan masyarakat­nya. Namun de­mikian tidak semua anak memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara lebih baik dalam kehidupannya. Banyak dari mereka yang meng­hadapi masalah sosial yang serius, baik psio­kologis, fisiologis, ekonomis dan lain-lainnya. Berbagai per­soalan yang ada tersebut, merupakan sesuatu yang tidak di­ke­hendaki­nya. Kondisi eksternal di luar dirinyalah yang paling banyak menjadi penyebabnya. Baik dari lingkungan yang paling kecil yaitu keluarga, maupun lingkungan yang luas yaitu masyarakatnya, bahkan negara. Berdasar realitas tersebut penulis tertarik untuk menelaah secara sosiologis problem sosial anak di Indo­nesia, dalam makalah ini.
KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM RUMAH TANGGA: Perspektif Sosio-Budaya, Hukum, dan Agama Muhajarah, Kurnia
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 11, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.083 KB) | DOI: 10.21580/sa.v11i2.1452

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga banyak terjadi, sedangkan sistem hukum di Indonesiabelum menjamin perlindungan terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga. Kekerasan dipahami tidak hanya berkaitan dengan penggunaan fisik tetapi terkait dengan tekanan emosional dan psikis. Kekerasan tidak terjadi secara spon­tanitas, namun memiliki sebab-sebab tertentu yang mendorong laki-laki berbuat kekerasan terhadap perempuan (istri) yang secara umum penyebab kekerasan tersebut dapat diidentifikasi karena faktor gen­der dan patriarki, relasi kuasa yang timpang, dan role modeling (perilaku hasil meniru). Gagasan pemukulan merupakan hak yang ada bagi laki-laki tentunya kontradiksi dengan cita-cita al-Qur’an tentang hubungan suami-isteri yang harusnya kompak dan saling mendukung. Hal ini juga berkebalikan dengan aturan Quran yang mana laki-laki dan perempuan boleh membubarkan pernikahan yang gagal, sehingga akan mengesampingkan gagasan bahwa perempuan memiliki tugas dan kewajiban untuk tunduk kepada kekerasan.
Regulation Improvement of Right to Education Policy for Street Children in Padang City Niswar, Aurora Virgonia; Hanida, Rozidateno Putri; Putera, Roni Ekha
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 15, No 1 (2020): April
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.376 KB) | DOI: 10.21580/sa.v15i1.4822

Abstract

The fulfillment policy of the right to education for street children has been included in some policies in Padang City. However, it still hasn't been able to solve the problem. Hence, policy improvements are as impressive as research topics. The propose of this research is to describe and analyze the implementation process of education rights fulfillment for street children in Padang city. This research was conducted using qualitative research methods and descriptive design by employing library research and field research. The data were collected through interviews and documentation. The results of this research show that the policy needs improvement because there have been obstacles during the imple­mentation of the policy, which make the policy not function optimally.
FEMINISME: SEBUAH MODEL PENELITIAN KUALITATIF Karim, Abdul
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 10, No 1 (2014): Oktober 2014
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.091 KB) | DOI: 10.21580/sa.v10i1.643

Abstract

Focus dari penelitian ini sebenarnya terletak pada model penelitian kualitatif dengan pendekatan feminis. Fokusnya berupaya membawa perbedaan tersebut ke dalam keterbukaan untuk menunjukkan posisi subordinat kaum perempuan dan untuk menjelaskan sistem ekonomi dan politik dunia tidak mengistimewakan posisi perempuan. Feminisme dalam teori ini bisa dilihat sebagai proyek oleh kaum feminis untuk mem­pengaruhi perubahan sosial baik sebagai serangkaian penerapan maupun sebagai kumpulan teori. Feminisme mengadopsi gabung­an tematik dan struktur kronologis, menyatukan koleksi karya tokoh-tokoh yang tak terbantahkan dalam proyek ini, serta penelitian penting dari generasi sarjana baru. Fokusnya kemudian akan membuka wacana kehidupan sosial pada tradisi teori sosial yang lebih luas dan peduli dengan studi tentang kekuatan sosial dan emansipasi manusia.
FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK KESADARAN BERAGAMA ANAK JALANAN Hasanah, Hasyim
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 10, No 2 (2015): April 2015
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.853 KB) | DOI: 10.21580/sa.v10i2.1432

Abstract

Kesadaran beragama merupakan salah satu unsur penting dalam ke­hidupan seseorang. Kesadaran beragama anak jalanan merupakan konseptualisasi watak keberagamaan yang dibentuk individu menjadi identitas personalnya. Kesadaran beragama yang berkembang saat ini dapat dipengaruhi banyak faktor, baik bersifat internal maupun eksternal. Anak jalanan dapat mengembangkan kesadaran beragama yang positif jika mampu memunculkan motivasi dan mendapat dukungan. Motivasi spiritual adalah salah satu jenis motivasi yang me­miliki kontribusi membangun kesadaran beragama, hal sama di­beri­­kan oleh dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kon­tribusi faktor internal dan eksternal dalam membentuk kesadaran ber­agama, yaitu aspek motivasional dan dukungan sosial. Aspek motiva­sional yang biasanya diarahkan pada tema keberagamaan adalah motivasi spiritual, seseorang dengan motivasi spiritual tinggi biasanya cenderung memiliki kesadaran menghadirkan nilai-nilai ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Aspek lain adalah aspek yang bersifat eksternal, biasanya berupa dukungan. Dukungan adalah bentuk perhatian yang diberikan pada seseorang sehingga dirinya merasa diterima lingkungannya. Seseorang dengan dukungan sosial tinggi tentu diyakini juga mampu memunculkan semangat meng­hadirkan tata nilai sosial yang diyakini benar, salah satunya agama.
KURVA PENAWARAN TENAGA KERJA DAN JAM KERJA PEREMPUAN Mawadah, Sokhikhatul
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 3 (2017): Oktober 2017
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.02 KB) | DOI: 10.21580/sa.v12i3.2084

Abstract

The labor supply curve is a curve that states the relationship of wages and hours of work. The higher a person's wages the fewer hours they work. The curve should not be appropriate if it is associated with women's working hours, because there are still many women who work a lot but pay little. Especially for women who work on households, how many hours work to work at home and work in the office. The purpose of this paper is to find out the relationship of wages and working hours of women, Analyzing the labor supply curve based on Central Java Provincial BPS data on women's working hours and knowing the relevance of the labor supply curve to the current (working women) society condition. From the discussion in this writing is known that many factors that affect the labor supply curve, one of which is the factor of women who take care of the household. So there is a relationship between the labor supply curve with female work hours but is less relevant. The labor supply curve does address wages and hours of work but does not deal specifically with wages, working hours and women. There should be a distinction or an exception to women. especially working hours of working women (as professions) with women who only work as housewives. let alone strengthened from the data of BPS statistics center agency which shows the number of working hours of women more than the number of man hours worked._________________________________________________________Kurva penawaran tenaga kerja adalah kurva yang menyatakan hubungan upah dan jam kerja. Semakin tinggi upah seseorang maka semakin sedikit jam kerjanya. Kurva tersebut tidak sepatut­nya tepat jika dikaitkan dengan jam kerja perempuan, karena masih banyak perempuan yang jam kerjanya banyak tetapi upahnya sedikit. Apalagi untuk perempuan yang bekerja mengurusi rumah tangga, berapa banyak jumlah jam kerja untuk di bekerja di rumah dan bekerja di kantor. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui hubungan upah dan jam kerja perempuan, Meng­analisa kurva penawaran tenaga kerja berdasarkan data BPS Pro­vinsi Jateng tentang jam kerja perempuan dan Mengetahui relevansi kurva penawaran tenaga kerja dengan keadaan masyarakat (perempuan bekerja) dewasa ini. Dari pembahasan dalam penulisan ini diketahui bahwa banyak faktor yang mem­pengaruhi kurva penawaran tenaga kerja, salah satunya adalah faktor wanita yang mengurus rumah tangga. Jadi ada hubungan antara kurva penawaran tenaga kerja dengan jam kerja per­empuan tetapi kurang relevan. Kurva penawaran tenaga kerja me­mang membahas tentang upah dan jam kerja tetapi tidak mem­bahas spesifik tentang upah, jam kerja dan perempuan. Seharus­nya ada pembeda/pengecualian terhadap perempuan, khususnya jam kerja perempuan yang bekerja (sebagai profesi) dengan perempuan yang hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga. Apalagi dikuatkan dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan jumlah jam kerja wanita lebih banyak dibanding jumlah jam kerja laki-laki.
PERBEDAAN GENDER TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG MATEMATIKA MENGGUNAKAN OTAK KANAN PADA SISWA KELAS I Purwanti, Kristi Liani
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 9, No 1 (2013): Oktober 2013
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.953 KB) | DOI: 10.21580/sa.v9i1.668

Abstract

Otak merupakan bagian sentral dari fungsi dasar vital pada manusia. Otak kanan adalah otak yang berada disebelah kanan dalam posisi anatomis (frontal). Berhitung penjumlahan dan pengurangan dengan otak kanan salah satunya dengan metode “jari­magic” dimana perantara untuk menghitung penjumlahan dan pengurangan menggunakan jari-jari tangan. Kemampuan meng­ingat, menalar, dan merasakan perbedaan sikap atau  per­­laku­an orang lain juga berkembang dengan pesat. Anak lebih sensitif, cerdas, dan aktif secara fisik maupun psikologis. Tulisan “Perbandingan Gender dalam Prestasi Literasi Siswa Indonesia” menyebutkan bahwa siswa perempuan men­dapat­kan kenaikan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa laki-laki de­ngan perbedaan nilai sebesar 16 poin untuk siswa per­­empuan dan 11 poin untuk siswa laki-laki. Terlihat per­bedaan ke­mampu­an anak laki-laki dan perempuan saat pem­belajaran berlangsung. Kemampuan anak-anak laki-laki lebih tinggi di­banding­kan anak perempuan terlihat dari ke­mahiran meng­gunakan jari jemari dan kemampuan anak dalam menye­lesai­kan soal yang berhubungan dengan operasi pen­jumlahan dan pengurangan sampai 99 tanpa penyimpanan.
PERAN KELUARGA DALAM PENDIDIKAN ANAK: Studi Ayat 13-19 Surat Luqman Lutfiyah, Lutfiyah
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2016): Oktober 2016
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.685 KB) | DOI: 10.21580/sa.v12i1.1472

Abstract

Keluarga merupakan masyarakat terkecil yang berpotensi membentuk masyarakat Islami. Dengan pendidikan yang benar anak akan terbebas dari dekadensi moral. Dalam Surah Luqman ayat 13-19 seorang ayah yang bijak memberikan wasiat kepada anaknya untuk mengamalkan ketauhidan tanpa menyekutukan Allah, berbakti kepada orang tua terutama ibu yang telah mengandung dan melahirkan, beriman de­ngan memercayai keberadaan Allah dan tetap memujinya, berakhlaq yang baik terhadap sesama. Empat hal tersebut bila dirangkum menjadi 3 pilar wasiat yaitu pelajaran aqidah, syariah dan akhlaq. Wasiat Luqman bukan wasiat tanpa teladan, tetapi terlebih dahulu ada teladan dari orang tua. Teladan merupakan benang merah yang tidak boleh diputus karena tanpa meneladani wasiat tersebut menurunkan kepercayaan anak terhadap orang tua.
Front Matters: Front Cover, Editorial Team, and Table of Contents Sawwa, Admin
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 15, No 2 (2020): October
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1542.529 KB)

Abstract


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 2 (2025): October Vol. 20 No. 1 (2025): April Vol. 19 No. 2 (2024): October Vol. 19 No. 2 (2024) Vol. 19 No. 1 (2024): April Vol 18, No 2 (2023): October Vol. 18 No. 2 (2023): October Vol 18, No 1 (2023): April Vol. 18 No. 1 (2023): April Vol 17, No 2 (2022): October Vol. 17 No. 2 (2022): October Vol 17, No 1 (2022): April Vol 16, No 2 (2021): October Vol. 16 No. 2 (2021): October Vol. 16 No. 1 (2021): April Vol 16, No 1 (2021): April Vol. 15 No. 2 (2020): October Vol 15, No 2 (2020): October Vol 15, No 1 (2020): April Vol 14, No 2 (2019): Oktober Vol 14, No 2 (2019): October Vol 14, No 1 (2019) Vol 14, No 1 (2019): April Vol 13, No 2 (2018): Oktober Vol 13, No 2 (2018): Oktober Vol 13, No 1 (2018): April Vol 13, No 1 (2018): April Vol 12, No 3 (2017): Oktober 2017 Vol 12, No 3 (2017): Oktober 2017 Vol 12, No 2 (2017): April 2017 Vol 12, No 2 (2017): April 2017 Vol 12, No 1 (2016): Oktober 2016 Vol 12, No 1 (2016): Oktober 2016 Vol 11, No 2 (2016): April 2016 Vol 11, No 2 (2016): April 2016 Vol 11, No 1 (2015): Oktober 2015 Vol 11, No 1 (2015): Oktober 2015 Vol 10, No 2 (2015): April 2015 Vol 10, No 2 (2015): April 2015 Vol 10, No 1 (2014): Oktober 2014 Vol 10, No 1 (2014): Oktober 2014 Vol 9, No 2 (2014): April 2014 Vol 9, No 2 (2014): April 2014 Vol 9, No 1 (2013): Oktober 2013 Vol 9, No 1 (2013): Oktober 2013 Vol 8, No 2 (2013): April 2013 Vol 8, No 2 (2013): April 2013 Vol 7, No 2 (2012): April 2012 Vol 7, No 2 (2012): April 2012 More Issue