cover
Contact Name
Titik Rahmawati
Contact Email
sawwa@walisongo.ac.id
Phone
+6281249681044
Journal Mail Official
sawwa@walisongo.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Jl. Prof. Hamka - Kampus 3, Tambakaji Ngaliyan 50185, Semarang,Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sawwa: Jurnal Studi Gender
ISSN : 19785623     EISSN : 2581121     DOI : 10.21580/sa
Core Subject : Social,
Sawwa: Jurnal Studi Gender focuses on topics related to gender and child issues. We aim to disseminate research and current developments on these issues. We invite manuscripts on gender and child topics in any perspectives, such as religion, economics, culture, history, education, law, art, communication, politics, and theology, etc. We look forward to having contributions from scholars and researchers of various disciplines
Articles 441 Documents
WANITA: MENJADI ISTRI DAN PANGGILAN INDUSTRI Lutfiyah, Lutfiyah
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 9, No 2 (2014): April 2014
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.518 KB) | DOI: 10.21580/sa.v9i2.634

Abstract

Dalam hubungan perkawinan suami dan istri adalah satu kesatuan dalam keluarga. Ada istilah ayah kepala keluarga, ibu kepala rumah tangga. Ini merupakan simbul baku dari sebuah pepatah yang sampai sekarang sulit untuk dirubah karena sudah ter­struktur meskipun sebenarnya keadaan dalam keluarga bisa mengalami perpindahan posisi. Kesadaran dan penguasaan terhadap isu gender dan kesamaan gender ini tidak menyentuh masyarakat pedesaan. Takrif gender tidak mereka pahami apa­lagi diketahui. Bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga bukan masalah yang perlu dirisaukan, sehingga jika ada pekerja­an yang mereka bisa lakukan dan berhasil guna maka akan mereka laksanakan dengan senang hati. Jika ada pekerjaan di sekitar tempat tinggal yang bisa mereka lakukan, maka akan mereka lakukan. Misalnya usaha industri di dekan rumah seperti yang dilakukan oleh ibu rumah tangga di Desa Jambearum. Mereka tidak meninggalkan rumah terlalu jauh, bisa mengawasi ank-anak dan bahagia ketika menerima hasil keringatnya.
SEKSISME DALAM SAINS Salama, Nadiatus
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 8, No 2 (2013): April 2013
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.541 KB) | DOI: 10.21580/sa.v8i2.659

Abstract

Seksisme telah terjadi sejak lama yang dilakukan oleh kelompok yang tidak mengakui kesetaraan jender. Meskipun diskri­minasi ini merupakan hal yang buruk dan berlawanan dengan hu­kum, namun perilaku ini masih eksis, dan mendarah daging dalam pe­mikiran, sikap dan tindakan sebagian masyarakat yang sudah modern ini. Sejumlah sains dan riset turut digunakan untuk mem­benarkan sejumlah keyakinan yang seksisme, pada­hal, telah ter­jadi bias dan mis-inter­pretasi dalam riset ter­sebut. Per­empuan dilihat sebagai suatu sosok yang menjadi masalah oleh sains. Itulah sebabnya, saat ini, per­empuan ber­suara lebih keras dalam mem­perjuang­kan hak-hak­nya daripada pada masa sebelumnya, berharap agar segera dihenti­kan dan tidak berlarut-larut. Melawan sek­sisme bisa di­lakukan secara individu maupun kolektif, de­ngan cara me­lapor­kan diskriminasi yang terjadi, atau juga mem­berikan pe­nyuluhan atau pendidik­an tentang seksisme agar dis­kriminasi ini tidak menjadi lebih parah lagi. Di sisi lain, negara, sebagai insti­t­usi resmi pelindung warganya, juga wajib menjadi peng­ayom dan pembela korban seksisme.
KOMUNIKASI INTERPERSONAL, SOLUSI ALTERNATIF MENGATASI KEJENUHAN RUTINITAS IBU RUMAH TANGGA Nihayah, Ulin
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 11, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.509 KB) | DOI: 10.21580/sa.v11i2.1457

Abstract

Saturated feeling often experienced by man as an individual. Attitude saturation on this individual, addressed with a mixed response. Not a few people who stuck with the feeling of saturation that result in actions that might be considered negative because it harms him, one of them housewives. Feeling tired or bored of the routines performed by housewives if not addressed will result in stress that will have an impact on the problem of domestic life. As one alternative that is done to overcome this stress is to do with interpersonal com­munication with a partner. Interpersonal communication is intended to help in order to solve problems related to boredom experienced by a housewife.
TEKS-TEKS KEISLAMAN DALAM KAJIAN FEMINISME MUSLIM: Telaah Metodologis atas Pandangan Feminis Muslim terhadap Penciptaan dan Kepemimpinan Perempuan Ma’shumah, Lift Anis
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 7, No 2 (2012): April 2012
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.079 KB) | DOI: 10.21580/sa.v7i2.650

Abstract

Islam diyakini sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin, yaitu agama yang menebarkan rahmat bagi alam semesta. Salah satu bentuk dari rahmat tersebut adalah pengakuan Islam terhadap keutuhan ke­manusiaan perempuan yang setara dengan laki-laki. Islam tidak memberikan keutamaan kepada jenis kelamin tertentu. Namun ajaran Islam ten­tang relasi gender yang de­mikian ideal itu tidak ter­imple­mentasikan dengan baik. Praktik masyarakat Islam dalam relasi gender ini masih sangat distortif dan bias, hal ini disebabkan karena pemahaman yang sangat harfiyah terhadap teks-teks agama.
PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM MENURUNKAN PROBLEM TEKANAN EMOSI BERBASIS GENDER Hasanah, Hasyim
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 11, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.223 KB) | DOI: 10.21580/sa.v11i1.1446

Abstract

This research seeks to investigate the contribution interpersonal communication to reduce emotion problem pressure college student in IAIN special programme. Five major dimension of interpersonal com­munication are openness, emphaty, supportiveness, positiveness and equality, were derived from a humanistic perception. Emotion problem pressure was defined in term pleasant and unpleasant emotion, besides from four conditional are stimulate, feelness, internal responshipness and behavior types. Sixty six subjects were involved in study, subject were devided into three programmes, 17 subject PKPA, 24 subject FUPK-TH and 25 subject FUPK-TP. To find the contribution between interpersonal communication and emotion problem pressure it used simple regression method, and different effect variables using t-test method. The result of this study shows that interpersonal communication has a real effect to reduce emotion problem pressure (Fh = 7,966 Ft = 6,302, p = 0,05; R2 = 0,910), the contribution variation of interpersonal communication is high (91,0%) and 0,9 explained by other variation models in independent variable. The contribution effect, male is higher than female (tm = 16,065 tf = 11,660). In conclusion, interpersonal communication has the contri­bution effect to reduce emotion problem pressure of callege student in IAIN special programme.
AKIBAT HUKUM PERCERAIAN BAGI ANAK DAN ISTRI YANG DISEBABKAN OLEH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA: Studi Kasus di Pengadilan Tinggi Agama Semarang Muhajarah, Kurnia
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 3 (2017): Oktober 2017
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.163 KB) | DOI: 10.21580/sa.v12i3.2092

Abstract

This research is motivated by a thought that domestic violence is every act against a person, especially a woman, resulting in physical, sexual, psychological, and / or neglect of the suffering or suffering of the household. Seeing the fact, should not be much more domestic violence, but the reality of proving domestic violence is increasing. The purpose of the study: first, to know and analyze the violence in the household that the reason for the occurrence of divorce. Second, to know and analyze the authority of the Religious Courts in handling divorce cases caused by domestic violence. Thirdly, to know and analyze the legal conse­quences of the decision of the Religious Courts in divorce cases caused by domestic violence. Researchers use normative juridical approach method. The research specification used qualitative analytical descriptive research. Sources of data in this study are some judges of the Religious Courts. As the primary data are Law Number 1 Year 1974 About Marriage, KHI and interview guidelines in a structured manner. Against secondary data, the data collection method is done by library research. The results show that domestic violence is the reason for divorce. The reasons for divorce caused by cruelty or severe maltreatment have been set forth in the following provisions: a) provided for in Article 39 paragraph (2) of the explanation of Law Number 1 Year 1974 con­cerning Marriage; b) is regulated in Article 19 point (d) of Government Regulation Number 9 Year 1975 concerning the imple­mentation of Law Number 1 Year 1974 concerning Marriage; c) is regulated in Article 116 point (d) KHI (Compilation of Islamic Law). These reasons are included in the category of domestic violence. In other words, domestic violence is part of cruelty or severe abuse. The authority of the Religious Courts to handle divorce cases caused by domestic violence has been regulated in the Compilation of Islamic Law (KHI). The legal consequences of the decision of the Religious Courts in divorce cases caused by domestic violence are stipulated in Article 156 of KHI._________________________________________________________Penelitian ini didorong oleh pemikiran bahwa kekerasan dalam rumah tangga adalah setiap tindakan terhadap seseorang, ter­utama wanita, yang mengakibatkan fisik, seksual, psikologis, dan/atau pengabaian penderitaan atau penderitaan rumah tangga. Melihat kenyataan, seharusnya tidak lebih banyak kekerasan dalam rumah tangga, namun kenyataan membuktikan kekerasan dalam rumah tangga semakin meningkat. Tujuan penelitian ini: pertama, untuk mengetahui dan menganalisa kekerasan di rumah tangga yang menjadi alasan terjadinya perceraian. Kedua, untuk menge­tahui dan menganalisis kewenangan Pengadilan Agama dalam menangani kasus perceraian akibat kekerasan dalam rumah tan­g­ga. Ketiga, untuk mengetahui dan menganalisa konsekuensi hukum dari keputusan Pengadilan Agama dalam kasus perceraian yang disebabkan oleh kekerasan dalam rumah tangga. Penelitian meng­gunakan metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi pe­nelitian ini menggunakan penelitian deskriptif analitik kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah beberapa hakim Peng­adilan Agama. Sebagai data utama adalah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, KHI dan pedoman wawancara secara terstruktur. Terhadap data sekunder, metode pengumpulan data dilakukan dengan penelitian kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kekerasan dalam rumah tangga adalah alasan perceraian. Alasan perceraian yang disebabkan oleh kekejaman atau penganiayaan berat telah diatur dalam ketentuan berikut: a) yang diatur dalam Pasal 39 ayat (2) penjelasan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan; b) diatur dalam Pasal 19 huruf (d) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tentang Pe­laksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Per­kawin­an; c) diatur dalam Pasal 116 huruf d (d) KHI (Kompilasi Hukum Islam). Alasan ini termasuk dalam kategori kekerasan dalam rumah tangga. Dengan kata lain, kekerasan dalam rumah tangga adalah bagian dari kekejaman atau penganiayaan berat. Kewenangan Peng­adilan Agama untuk menangani kasus perceraian akibat ke­kerasan dalam rumah tangga telah diatur dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI). Konsekuensi hukum dari keputusan Pengadilan Agama dalam kasus perceraian yang disebabkan oleh kekerasan dalam rumah tangga diatur dalam Pasal 156 KHI.
KESETARAAN GENDER DALAM PERSPEKTIF SEJARAH ISLAM Mazaya, Viky
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 9, No 2 (2014): April 2014
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.814 KB) | DOI: 10.21580/sa.v9i2.639

Abstract

Persoalan gender menjadi diskursus yang senantiasa menarik hingga saat ini. Dalam konteks sejarah, munculnya persoalan gender seringkali bermuara pada kisah penciptaan Adam dan Hawa. Sekalipun kisah tentang diciptakannya Hawa yang ber­asal dari tulang rusuk Adam telah banyak dikritisi, namun masih banyak yang memegang teguh kisah tersebut. Kedudukan dan peran wanita mengalami pasang surut sesuai dengan kon­teks masyarakatnya. Pada Masa Islam dikategorikan dengan tiga masa yaitu, kalsik, pertengahan, dan modern, yang masing me­miliki karakteristiknya sendiri.
BIAS JENDER DALAM MATERI AJAR AQIDAH AKHLAK DI MADRASAH IBTIDAIYAH: Studi Analisis Bias Jender pada Bahasa dan Gambar Farikhah, Siti
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 10, No 2 (2015): April 2015
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.341 KB) | DOI: 10.21580/sa.v10i2.1428

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bias jender pada gambar dan bahasa yang terdapat pada materi ajar Aqidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah. Pemilihan buku ajar Madrasah Ibtidaiyah yang berperspektif jender adalah tindakan yang tepat, agar kekeliruan pola pikir kognitif dan bentukan afektif maupun psikomotoriknya tidak terlanjur jauh terinternalisasi dari kecakapan, sikap dan perilaku peserta didik. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskrptif. Populasi penelitian ini adalah buku ajar pada mata pelajaran Aqidah Akhlak kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 yang digunakan di Madrasah Ibtida­iyah di kota Salatiga, Kabupaten Magelang dan Kabupaten Pono­rogo. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive random sampling, yaitu berupa buku ajar Aqidah Akhlak yang di­keluarkan oleh beberapa penerbit yang terbanyak digunakan MI di ketiga kota ter­sebut. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara meng­amati (observasi) secara cermat, yaitu mengidentifikasi ada tidaknya bias jender berdasarkan instrumen yang berupa lembar identifikasi bias jender yang berisi tentang paparan gambar-gambar dan kalimat-kalimat yang menunjukkan bias jender pada peran jender seperti peran produktif, reproduktif dan sosial. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis isi (content analysis), sarana tanda (sign-vechile) dan analisis wacana. Hasil penelitian terhadap gambar pada materi ajar Aqidah Akhlak mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 6, sebagian besar perempuan masih digambarkan pada gambar yang kecil dibandingkan dengan gambar jenis kelamin yang lain, diletakkan pada posisi dibelakang, masih mendapatkan peran yang kurang signifikan bahkan mendiskriditkan perempuan antara lain beberapa sikap negatif yang dilekatkan pada jenis kelamin perempuan. Pelabelan atau steriotipe terhadap per­empuan bahwa perempuan itu makhluk yang lemah, marginalisasi terhadap perempuan sehingga banyak digambarkan bahwa per­empu­an hanya bertindak sebagai pelayan keluarga, istri yang hanya melayani suami dan anak-anaknya, subordinasi terhadap hak per­empuan untuk menjadi anak yang pintar seperti juara kelas, sekolah, mencari nafkah masih jelas terlihat. Selain itu frekuensi gambar yang sering muncul dimasing-masing pelajaran masih didominasi oleh laki-laki. 
TELAAH BUKU ARGUMENTASI KESETARAAN GENDER PERSPEKTIF AL-QUR’AN KARYA NASARUDDIN UMAR Janah, Nasitotul
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 2 (2017): April 2017
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.593 KB) | DOI: 10.21580/sa.v12i2.1707

Abstract

Nasarudin Umar is an Indonesian Muslim scholar who has concerns on the issue of gender relations. He contributes many reflective thoughts, including the book entitled Argumentasi Kesetaraan Gender Perspektif al-Qur’an. This research is motivated by his intellectual anxiety toward Qur'anic texts that are often used as a tool of legitimacy and justification by patriarchalism. This notion has gender biased and misogynous thought in which puts women as the second actor in ritual and social contexts. On the other hand, Nasarudin assumes that gender inequality does not come from the character of religion itself but it refers to the understanding of religious thought that has been influenced by social construction. In addition, he argues that there is still ambiguity of the Qur'an inter­pretation on whether gender is a nature or a dynamic nurture (social construction). To understand the authenticity of Qur'anic perspectives, Nasarudin conducted a research on the Qur'an verses that discuss male and female relationships by applying thematic analysis (called Tafsir Maudlui) with various approaches such as semantic-linguistic, normative-theological and socio-historical. The result showed that the Qur'an does not expressly support the two gender paradigms of either nature or nurture. It only accommo­dates certain elements within the two theories that are in line with the universal principles of Islam. Generally, the Qur'an recognizes the distinction between men and women but the distinction does not benefit one party while marginalizes the other. The distinction is needed precisely to support the harmonious and balanced, safe, and peaceful life and full of virtue._________________________________________________________Nasarudin Umar adalah cendekiawan muslim Indonesia yang me­miliki concern terhadap persoalan relasi gender. Ia banyak mem­berikan kontribusi pemikiran-pemikiran reflektif, diantaranya Buku Argumentasi Kesetaraan Gender Perspektif Alqur’an. Penelitian ini dilatarbelakangi kegelisahan intelektualnya karena teks-teks al-Qur’an sering dipakai sebagai alat legitimasi dan justifikasi paham patriarkhism yang bias gender dan sarat misoginis yang menempat­kan perempuan sebagai the second dalam konteks ritual maupun sosial. Nasarudin berasumsi bahwa ketidakadilan gender bukanlah bersumber dari watak agama itu sendiri namun berasal dari pe­mahaman dan pemikiran keagamaan yang dipengaruhi oleh kon­struksi social. Menurutnya, masih terjadi ambiguitas penafsiran al-Qur’an tentang apakah gender itu bersifat nature (kodrati) ataukah bersifat nuture (konstruksi social) yang dinamis. Untuk memahami autentisitas perspektif al-Qur’an, Nasarudin melakukan penelitian terhadap ayat-ayat al-Qur’an yang membahas tetang relasi laki-laki dan perempuan dengan menggunakan analisis tematik (tafsir maudhui) dengan berbagai pendekatan seperti semantic-linguistik, normatif-teologis maupun sosio historis. Hasil­nya, al-Qur’an tidak secara tegas menyatakan dukungan terhadap kedua paradigma gender baik nature maupun nurture. Al-Qur’an hanya meng­ako­modir unsur-unsur tertentu yang terdapat dalam dua teori yang sejalan dengan prinsip-prinsip universal Islam. Secara umum al-Qur’an mengakui adanya perbedaan (distinction) antara laki-laki dan perempuan tetapi perbedaan itu tidak meng­untungkan salah satu pihak dan memarjinalkan pihak yang lain. Per­­bedaan itu diperlukan justru untuk mendukung obsesi al-Qur’an tentang ke­hidup­an harmonis, seimbang, aman, tenteram serta penuh kebajikan.
POTRET PEREMPUAN DALAM FILM PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN Fabriar, Silvia Riskha
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 9, No 1 (2013): Oktober 2013
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.502 KB) | DOI: 10.21580/sa.v9i1.664

Abstract

Pesantren merupakan fenomena sosio-kultural yang unik. Namun, seringkali ditemukan dalam realita yang menunjukkan kiprah kiai sebagai pemimpin dan pengelola pesantren lebih besar dibanding seorang nyai (perempuan). Hal ini mengundang daya tarik pegiat media massa untuk melukiskan fenomena tersebut melalui film. Perempuan Berkalung Sorban merupakan sebuah film yang mencoba menggambarkan komunitas pe­santren yang menggunakan kacamata kejumudan dalam me­nafsirkan teks-teks agama sekaligus berusaha mendobrak sistem yang tidak berpihak kepada seorang perempuan akibat sosial-budaya yang ada. Potret perempuan dalam film ini berupa berbagai macam citra, posisi, dan peran yang dilekatkan ke­pada perempuan di pesantren dalam berbagai aspek ke­hidup­an. Di satu posisi perempuan tersebut disanjung dan dihormati, namun disisi lain perempuan juga dianggap tidak penting bahkan dicemooh dan ditindas.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 2 (2025): October Vol. 20 No. 1 (2025): April Vol. 19 No. 2 (2024): October Vol. 19 No. 2 (2024) Vol. 19 No. 1 (2024): April Vol 18, No 2 (2023): October Vol. 18 No. 2 (2023): October Vol 18, No 1 (2023): April Vol. 18 No. 1 (2023): April Vol 17, No 2 (2022): October Vol. 17 No. 2 (2022): October Vol 17, No 1 (2022): April Vol 16, No 2 (2021): October Vol. 16 No. 2 (2021): October Vol. 16 No. 1 (2021): April Vol 16, No 1 (2021): April Vol. 15 No. 2 (2020): October Vol 15, No 2 (2020): October Vol 15, No 1 (2020): April Vol 14, No 2 (2019): Oktober Vol 14, No 2 (2019): October Vol 14, No 1 (2019) Vol 14, No 1 (2019): April Vol 13, No 2 (2018): Oktober Vol 13, No 2 (2018): Oktober Vol 13, No 1 (2018): April Vol 13, No 1 (2018): April Vol 12, No 3 (2017): Oktober 2017 Vol 12, No 3 (2017): Oktober 2017 Vol 12, No 2 (2017): April 2017 Vol 12, No 2 (2017): April 2017 Vol 12, No 1 (2016): Oktober 2016 Vol 12, No 1 (2016): Oktober 2016 Vol 11, No 2 (2016): April 2016 Vol 11, No 2 (2016): April 2016 Vol 11, No 1 (2015): Oktober 2015 Vol 11, No 1 (2015): Oktober 2015 Vol 10, No 2 (2015): April 2015 Vol 10, No 2 (2015): April 2015 Vol 10, No 1 (2014): Oktober 2014 Vol 10, No 1 (2014): Oktober 2014 Vol 9, No 2 (2014): April 2014 Vol 9, No 2 (2014): April 2014 Vol 9, No 1 (2013): Oktober 2013 Vol 9, No 1 (2013): Oktober 2013 Vol 8, No 2 (2013): April 2013 Vol 8, No 2 (2013): April 2013 Vol 7, No 2 (2012): April 2012 Vol 7, No 2 (2012): April 2012 More Issue