cover
Contact Name
Derry Ahmad Rizal
Contact Email
derry.rizal@uin-suka.ac.id
Phone
+628562577044
Journal Mail Official
prodisaafusap@gmail.com
Editorial Address
Prodi Studi Agama-Agama, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta 55281, Telepon (0274) 512156 ext. 43109
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Religi: Jurnal Studi Agama-agama
Religi: Jurnal Studi Agama-Agama is an open access peer reviewed research journal published by Department of Religious Studies, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Religi: Jurnal Studi Agama-Agama is providing a platform for the researchers, academics, professional, practitioners and students to impart and share knowledge in the form of empirical and theoretical research papers, case studies, and literature reviews. Religi: Jurnal Studi Agama-Agama welcomes and acknowledges theoretical and empirical research papers and literature reviews from researchers, academics, professional, practitioners and students from all over the world. This publication concern includes studies of world religions such as Islam, Christianity, Buddhism, Hinduism, Judaism, and other religions. Interdisciplinary studies may include the studies of religion in the fields of anthropology, sociology, philosophy, psychology, and other cultural studies.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2005)" : 7 Documents clear
MAX WEBER: ETIKA KEAGAMAAN, KHARISMA DAN KEPEMIMPINAN KHARISMATIK Rusli, Rusli
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 4, No 2 (2005)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2005.%x

Abstract

Artikel ini mencoba mendiskusikan tentang konsep etika relijius dan kharismatik yang diformulasikan oleh Max Weber. Di sini, Weber menganalisis pengaruh etika relijius terhadap sikap dan perilaku manusia dalam konteks sosial. Bagi Weber, ada kaitan antara etika relijius dengan perilaku sosial. Weber mengungkapkannya dalam risetnya tentang etika Chalvinis dan semangat kapitalisme. Dia juga mengaplikasikan teorinya ke dalam tradisi keagamaan Timur. Di samping itu Weber juga mengemukakan teori kharisma, yang baginya, kharisma sangat berpengaruh terhadap perubahan sosial. Kata Kunci: Etika Protestan, Rasionalisasi, Rasionalisasi Nilai, Rasionalitas Tujuan, Otoritas Tradisional, Otoritas Legal-Rasional, Otoritas Kharismatik.
FUNDAMENTALISME DALAM AGAMA KRISTEN (ANALISIS SEJARAH KEMUNCULAN DAN SUBSTANSI PANDANGANNYA) Sudarman, Sudarman
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 4, No 2 (2005)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2005.%x

Abstract

Fundamentalisme Kristen adalah salah satu faham yang bermula dari gerakan penganut Kristen Protestan di Amerika Serikat pada awal abad ke-20. Gerakan ini pada awalnya dimaksudkan sebagai reaksi terhadap gelombang modernisasi, sekularisasi dan liberalisasi, yang dianggap akan mengancam dan membahayakan iman. Fundamentalisme Kristen antara lain mempunyai ciri sangat menekankan doktrin inneransi Alkitab, bahwa Alkitab pasti terbebas dari segala kesalahan. Mereka menolak berbagai analisis Alkitab menggunakan metode modern, dan megecam orang-orang yang mempelajari Alkitab menggunakan perspektif ilmu modern sebagai orang Kristen yang tidak benar. Tulisan ini berupaya mendiskripsikan fundamentalisme dalam agama kristen, meliputi sejarah kemunculannya, prinsip-prinsip ajaran dan akar historis yang menimbulkannya. Kata Kunci: Fundamentalisme, Agama Kristen
KONSEP FEMALE CIRCUMCISION DALAM PERSPEKTIF BUDAYA JAWA DAN ISLAM (DAMPAKNYA TERHADAP KEBEBASAN PEREMPUAN) Anna, Dian Nur
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 4, No 2 (2005)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2005.%x

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan secara deskripsi kritis tentang bagaimana Female Circumcision atau tetesan itu dalam Budaya Jawa dan bagaimana Islam menyoroti masalah Female Circumcision atau tetesan serta bagaimana dampak Female Circumcision tersebut terhadap kebebasan perempuan. Sampai saat ini, praktek tetesan itu masih dilaksanakan di Jawa yang mayoritas beragama Islam. Dari penelitian ini, Female Circumcision atau tetesan menurut Budaya Jawa dan Islam menempatkan perempuan sebagai makhluk yang perlu disunati. Hal ini mendatangkan dampak positif dan negatif bagi perempuan. Dengan disunat, perempuan menjadi selamat, dilindungi Tuhan, wajah perempuan menjadi cerah, tidak brutal dan dapat menyenangkan suami. Di sisi lain, kekuatan perempuan menjadi kurang atau lemah setelah disunat, sehingga menyebabkan perempuan menjadi subordinasi. Melihat fenomena tetesan yang masih dilaksanakan oleh masyarakat Jawa tersebut, tetesan atau sunat untuk perempuan itu hendaknya sebagai sebuah pilihan. Perempuan harusnya diberi kesempatan untuk bersedia atau menolak untuk disunati. Saat ini yang diperlukan adalah meletakkan perempuan bukan sebagai lawan laki-laki, tetapi sebagai kawan atau partner bagi laki-laki. Perempuan adalah sebagaimana manusia yang mempunyai harkat dan martabat yang sama dengan laki-laki. Dia adalah mitra yang sejajar dengan laki-laki. Kata kunci: Female Circumcision, Tetesan, Budaya Jawa, Islam, dan Kebebasan Perempuan.
KONFLIK DAN INTEGRASI ANTAR UMAT BERAGAMA DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Syamsuddin, Muh.
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 4, No 2 (2005)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2005.%x

Abstract

Kajian  tentang dinamika kehidupan beragama masyarakat Yogyakarta ini merupakan studi lapangan yang memotret perihal konflik dan integrasi di kawasan perumahan Daerah Istimewa Yogyakarta. Fenomena Konflik di Wilayah penelitian ini tampak pada terjadinya perbedaan-perbedaan dalam pemahaman dan ajaran agama di antara umat beragama atas dasar perbedaan orientasi keagamaan yang dimiliki. Tapi, pada umumnya, konflik yang berlangsung hanya bersifat laten (laten conflict). Sebab dibalik konflik yang bersifat laten itu, masyarakat Yogyakarta masih relatif mampu memegang teguh nilai-nilai kerukunan yang bersumber budaya lokal dan agama yang dianut. Sehingga, berbagai keterangan baik internal maupun eksternal dapat diintegrasokan secara optimal dan proporsional.
KEWAJIBAN NAFKAH YANG BERKEADILAN (INTERPRETASI KEWAJIBAN NAFKAH ATAS SUAMI DENGAN METODE DIAKRONIM) Fajarwati, Dwi W. Indah
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 4, No 2 (2005)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2005.%x

Abstract

Teks-teks Al-Qur’an selalu terbuka untuk ditafsirkan sehingga ragam interpretasi terhadap al-Qur’an selalu muncul untuk mengungkap makna dari pesan teks tersebut. Hal ini dimungkinkan karena pedekatan yang berbeda di dalam melihat aktualitas teks dalam konteks. Sungguhpun demikian, perbedaan itu tidak harus difahami sebagai manifestasi teks al-Qur’an yang “tidak punya standard buku”, tetapi sebagai manifestasi dari sudut pandang yang berbeda dalam melihat teks. Acuan asumsi ini muncul dalam pemahaman mengenai keadilan suami di dalam memberi nafkah. Tulisan ini berusaha melihat secara dekat konsep tersebut dari perspektif linguistik. Persoalan fiqhiyah ketika dilihat oleh penulis secara isqati (diakronim) akan menghasilkan analisis yang sangat menarik, terlebih jika dikaitkan dengan konsep kesetaraan gender. Kata Kunci: nafkah, diakronim, fiqh
AMINA WADUD DAN PANDANGANNYA TENTANG RELASI FUNGSIONAL GENDER Dewi, Subkhani Kusuma
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 4, No 2 (2005)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2005.%x

Abstract

Relasi gender merupakan isu klasik yang tetap dikaji dalam studi-studi ilmiah. Sebagai isu sentral dalam relasi antara laki-laki dan perempuan, studi gender senantiasa menghasilkan beragam interpretasi dari berbagai latar belang kajiannya. Pemikiran Amina Wadud, sebagai seorang pionir studi gender dalam dunia Islam, juga sangat relevan di dalam diskursus gender. Menurut Wadud relasi laki-laki dan perempuan tidak dilihat sebagai relasi hirarkis-struktural tetapi lebih pada relasi fungsional. Dengan pendekatan ini, artikel berikut akan mengeksplorasi pemikiran Amina Wadud tentang “bagaimana seharusnya” relasi laki-laki dan perempuan berdasarkan nash-nash al-Qur’an sebagai dasar pijak kehidupan umat Islam.
POLIGAMI DALAM KELUARGA DINASTI MATARAM Fatkhan, M.
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 4, No 2 (2005)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2005.%x

Abstract

Budaya Jawa menempatkan sisi terdalam dari kesadaran budayanya melalui rangkaian simbol yang terstruktur secara rumit. Meskipun demikian, makna simbolik itu akan selalu menjadi acuan bagi perilaku budayanya. Di dalam memposisikan perempuan, secara simbolik masyarakat Jawa, khususnya di kalangan keraton juga memakai rangkaian simbol. Dengan demikian perilaku yang langsung terkait dengan posisi perempuan dalam masyarakat Jawa harus dimaknai simbolik dari fenomena poligami di lingkungan Keraton Mataram. Dengan melihat dari sisi sejarah penulis ingin mengungkapkan pandangan budaya Jawa terhadap posisi perempuan dalam sistem kebudayaannya, terutama dalam konteks poligami. Kata Kunci: Poligami, Dinasti Mataram 

Page 1 of 1 | Total Record : 7