Articles
20 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 1 (2014): LIBRARIA"
:
20 Documents
clear
PENGEMBANGAN KARIER PUSTAKAWAN MELALUI JABATAN FUNGSIONAL
Widayanti, Yuyun
LIBRARIA Vol 2, No 1 (2014): LIBRARIA
Publisher : UPT. Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/libraria.v2i1.1196
Jabatan fungsional pustakawan adalah salah satu jabatan fungsional yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan diakui eksistensinya dengan diterbitkannya Keputusan Menteri Negara Pendayaan Aparatur Negara (MENPAN) Nomor 18 tahun 1988 tentang Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya. Tujuan diciptakaannya jabatan fungsional pustakawan adalah untuk meningkatkan karir pustakawan sesuai dengan prestasi dan potensi yang dimilikinya. Penilaian angka kredit pustakawan dilakukan oleh tim penilai terhadap DUPAK yang diajukan oleh pustakawan berdasarkan Kepmenpan Nomor 132/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya. Dengan memilih pengembangan karir melalui jabatan fungsional ini, pengembangan karir pustakawan lebih jelas dan lebih menguntungkan, dapat mengajukan kenaikan pangkat lebih cepat dibandingkan dengan non pustakawan, dan mendapatkan tunjangan fungsional.
MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PERPUSTAKAAN DENGAN PENDEKATAN BILINGUAL
Nuha, Ulin
LIBRARIA Vol 2, No 1 (2014): LIBRARIA
Publisher : UPT. Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/libraria.v2i1.1190
This article is aimed to describe how to improve the quality of library service with the bilingual approach. Good library service is service done quickly, on time, correctly, and with fun. Library sevice quality is the hallmarks of the library services that are expected to fulfi ll the users’ need. Library service with the bilingual approach is library service that utilizes the usefulness of two languages, Indonesian and English, in all service activities in a balanced way.The steps to improve the quality of service are strategic planning, user-oriented service, humanresource recruitment, provision of funds, and commitment.
MENUJU PERPUSTAKAAN IDEALMENUJU PERPUSTAKAAN IDEAL
Mawaddah, Isti
LIBRARIA Vol 2, No 1 (2014): LIBRARIA
Publisher : UPT. Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/libraria.v2i1.1197
Welcome the era of globalization is of course all competing institutions in improving its service to the community, including libraries. Library earlier times all still simple, the existing management has not been laid out effectively so that the service is not maximized. Now to know the principles of librarianship are there then required libraries can play a lot in disseminating information. Progress today is demanding library to reorganize itself in the direction of progress in order not to be abandoned by society.The library is a room, part of the building or the building it self which is used for storing books and other publications that are usually stored according to specifi c arrangements to use the reader, not for sale. With the above defi nition can be concluded that the library aims to utilize his collection to the public interest not to seek profi t maximization.According to Law No. 43 of 2007, the library is an institution managing the collection of paper, printing paper, and recorded in a professional manner with a standard system to meet the needs of education, research, preservation, information, and recreation of the visitors.For it an ideal library should have the following characteristics as a strong institutional structure, has an attractive design space, has a varied collection suit the visitors, an increase in the quality and quantity of librarians, have quality services.
AYO JADI PUSTAKAWAN
Yuniwati, Yuniwati
LIBRARIA Vol 2, No 1 (2014): LIBRARIA
Publisher : UPT. Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/libraria.v2i1.1186
Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 menyebutkan ada 101 rumpun jabatan fungsional pegawai negeri sipil (PNS) salah satunya adalah pustakawan. Pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan (Undang-undang nomor 43 tahun 2007 pasal 1 ayat 8). Dalam pelaksanaannya memerlukan berbagai peraturan yang harus dipenuhi bagi seseorang untuk menduduki jabatan fungsional termasuk pustakawan.Peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah bagi seseorang untuk menduduki jabatan fungsional pustakawan antara lain memiliki pendidikan bidang perpustakaan dokumentasi dan informasi atau bidang lain dengan mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) yang berlaku dan tertuang dalam keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara nomor 132/KEP/M.PAN/12/2002; Keputusan Bersama Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia nomor 23 tahun 2003 dan Kepala Badan Kepegawaian Negara nomor 21 tahun 2003 serta Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia nomor 2 tahun 2008 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Pustakawan Dan Angka Kreditnya dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia nomor 9 tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya.Beberapa peraturan diatas menjelaskan tentang syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang untuk menduduki jabatan fungsional pustakawan. Dari hasil observasi terdeteksi terdapat banyak PNS yang secara formal dan memiliki persyaratan dapat menduduki jabatan fungsional pustakawan namun tidak mengajukan diri dalam jabatan tersebut. Terdapat kendala teknis dan non teknis yang harus diketahui dan disikapi oleh calon pustakawan.
MEMBANGUN KONSEP FILOSOFIS LAYANAN PERPUSTAKAAN: SEBUAH IKHTIYAR UNTUK MEMOTRET PRAKTIK LAYANAN PERPUSTAKAAN DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGIS
Saifuddin, Saifuddin
LIBRARIA Vol 2, No 1 (2014): LIBRARIA
Publisher : UPT. Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/libraria.v2i1.1191
The explosion of information in the media culture that characterizes the current social realities also affect how people obtain information, either information science in the world of academia and in the industry and the corporate world.The main problem is the starting point of this study is how to shift from the library service and conventional analogue services to the digital services in the virtual space.This sociological study gives an overview of how the behavior of the user as well as service providers in the library to form a new pattern of relationship and gave birth to a new social structure in the process of sharing information.Shifting the status and role of the librarian in Library institutions transformed not only as a provider of document, but also as a regulator of the litas fl ow of information, as well as guides and information consultant.
MEMPERBINCANGKAN PENERAPAN OPEN ACCES UNTUK KOLEKSI INSTITUSIONAL REPOSITORY
Suwarno, Wiji
LIBRARIA Vol 2, No 1 (2014): LIBRARIA
Publisher : UPT. Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/libraria.v2i1.1187
Institutional Repository (IR) seringkali terabaikkan oleh ketidapahaman pengelolaan. IR yang seharusnya menjadi asset berharga bagi institusi pemiliknya sekedar menjadi bahan pelengkap yang dikoleksi perpustakaan saja. Dibalik itu semua, ternyata IR menjadi kebutuhan pemustaka dalam level yang penting. Penulisan ini melihat scenario pengelolaan IR, juga memandang perlunya digiatkan program open access di perpustakaan, khususnya untuk koleksi IR. Selain itu, IR kini menjadi andalan bagi berbagai perguruan tinggi untuk menaikan citra perguruan tinggi dalam ranah webometrik. Pendekatannya adalah pada kemudahan pemustaka dalam mengakses koleksi ini. Maka ide Open Access ini mulai dimunculkan untuk membuka selebar-lebarnya informasi yang dapat diakses oleh pemustakanya.
PERPUSTAKAAN BAYT AL HIKMAH, â€THE GOLDEN AGE OF ISLAMâ€
Riyadi, Fuad
LIBRARIA Vol 2, No 1 (2014): LIBRARIA
Publisher : UPT. Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/libraria.v2i1.1192
The Bayt al Hikmah (House of Wisdom) was a major intellectual center during the Islamic Golden Age. The House of Wisdom was founded by Caliph Harun al-Rashid and culminated under his son al-Ma'mun who is credited with its formal institution. Al-Ma'mun is also credited with bringing many well-known scholars to share information, ideas and culture in the House of Wisdom. Based in Baghdad from the 9th to 13th centuries, many learned scholars including those of Persian or Christian background were part of this research and educational institute. Besides translating books into Arabic and preserving them, scholars associated with the House of Wisdom also made many remarkable original contributions to diverse fi elds. During the reign of al-Ma'mun, astronomical observatories were set up, and the House was an unrivaled center for the study of humanities and for science in medieval Islam, including mathematics, astronomy, medicine, alchemy and chemistry, zoology and geography and cartography. Drawing on Indian, Greek, and Persian texts, the scholars accumulated a great collection of world knowledge, and built on it through their own discoveries. By the middle of the ninth century, the House of Wisdom was the largest repository of books in the world.
MENGEMBANGKAN BERFIKIR KREATIF MELALUI MEMBACA DENGAN MODEL MIND MAP
Karim, Abdul
LIBRARIA Vol 2, No 1 (2014): LIBRARIA
Publisher : UPT. Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/libraria.v2i1.1188
Kajian tulisan ini mengurai permasalahan yang berkaitan dengan bagaimana mengembangkan kreativitas itu, serta bagaimana model membaca yang dapat mengembangkan kreativitas. Tujuannya untuk memahami langkah-langkah mengembangkan kreativitas, dan memahami strategi membaca yang dapat mengembangkan kreativitas berfikir. Untuk mendapatkan jawaban, diuraikan teori mengembangkan kreativitas serta dijabarkan strategi membaca yang lebih efektif dapat meningkatkan kreativitas dengan memanfaatkan model berfikir mind map. Kesimpulan kajian ini menjelaskan bahwa, mengembangkan kreativitas membutuhkan: pertama, keberanian dalam merespon permasalahan untuk memunculkan gagasan baru yang dapat direalisasikan. Kedua, keberanian memecahkan persoalan secara realistis, sehingga mudah diterjemahkan menjadi langkah-langkah teknis. Ketiga, keberanian mempertahankan ide-ide yang diikuti dengan keberanian melakukan penilaian dan mengembangkan kegiatan lebih lanjut. Kreativitas berfikir dapat berkembang dengan lebih efektif apabila mampu meningkatkan kualitas berfikir secara divergen dan konvergen serta meningkatkan kualitas hasil membaca dengan memanfaatkan model mind map.
PENGEMBANGAN KARIER PUSTAKAWAN MELALUI JABATAN FUNGSIONAL PERPUSTAKAAN SEBAGAI MEDIA DAKWAH
Farihah, Irzum
LIBRARIA Vol 2, No 1 (2014): LIBRARIA
Publisher : UPT. Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/libraria.v2i1.1193
Dakwah Pada dasarnya menjadi kewajiban bagi setiap umat Islam. Meskipun porsi dalam melaksanakan dakwah ini berbeda-beda antara satu orang dengan yang lainnya, sesuai dengan kemampuan dan ilmu yang dimilikinya. Dalam menyampaikan materi dakwah kepada mad’u, terdapat berbagai macam alat atau media. Salah satunya adalah bi al-kitabah, yakni melalui tulisan, seperti buku. Ketika media tulisan yang dijadikan alat bagi da’i, maka perpustakaan adalah tempat yang paling tepat dijadikan media penyampaian bi al-kitabah melalui pengguna perpustakaan tersebut, baik di Perguruan Tinggi, sekolah maupun perpustakaan masjid. Selain melalui tulisan, media dialog atau diskusi juga tepat sekali dilaksanakan di perpustakaan.
MENUMBUHKAN MINAT BACA DENGAN PENGENALAN PERPUSTAKAAN PADA ANAK SEJAK DINI
Shofaussamawati, Shofaussamawati
LIBRARIA Vol 2, No 1 (2014): LIBRARIA
Publisher : UPT. Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/libraria.v2i1.1189
Masyarakat Indonesia termasuk masyarakat yang tidak atau kurang gemar membaca. Padahal mayoritas penduduk Indonesia adalah beragama Islam, dimana ajaran pertama yang disampaikan kepada orang Islam adalah perintah untuk membaca. Dengan membaca bisa kita dapatkan berbagai manfaat, Membaca sangat penting bagi kehidupan manusia. Kegiatan membaca buku merupakan kegiatan kognitif yang mencakup proses penyerapan pengetahuan, pemahaman, kemampuan analisis, kemampuan sintesis, dan kemampuan evaluasi. Dengan terbiasa membaca maka seseorang akan memiliki cakrawala pengetahuan yang luas, kreativitas terbuka, imajinasi tinggi, pemikiran yang maju dan berkembang serta menjadi cikal bakal pemberdayaan manusia yang cerdas dan berintelektual. Membaca adalah wujud dari sifat pembelajar. Sangat pantas jika buku disebut sebagai jendela dunia dan membaca merupakan investasi masa depan,tapi mengapa masyarakat kita kurang gemar membaca.Banyak factor yang melatar belakangi mengapa masyarakat Indonesia kurang gemar membaca. Di antaranya kurangnya ketersediaan buku karena harga buku yang mahal padahal daya beli masyarakat masih rendah. Oleh karena itu perlu adanya keterlibatan secara aktif dari berbagai pihak seperti orangtua, guru dan pemerintah untuk menumbuhkan minat baca sejak dini dengan memperkenalkan perpustakaan sejak dini. Akan tetapi, sulit mengharapkan anak-anak dan remaja untuk datang ke perpustakaan tanpa ada upaya yang jitu dan daya tarik dari perpustakaan itu sendiri. Menghadirkan perpustakaan yang ideal dan ramah anak adalah salah satu titik penting keberhasilan tujuan ini mengingat daya beli masyarakat terhadap buku masih rendah.