cover
Contact Name
Herlina
Contact Email
herlina@untag-sby.ac.id
Phone
+628123598283
Journal Mail Official
heuristic@untag-sby.ac.id
Editorial Address
Jl. Semolowaru 45 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Heuristic
ISSN : 16938232     EISSN : 27231585     DOI : https://doi.org/10.30996/heuristic.v22i1
Core Subject : Engineering,
Jurnal HEURISTIC is published biannually, in April and October, by Industrial Engineering Department, University of 17 Agustus 1945 Surabaya. Jurnal HEURISTIC aims to: 1. Promote a comprehensive approach to industrial engineering incorporating viewpoints of different disciplines. 2. Strengthen academic exchange with other institutions. 3. Encourage scientist, practicing engineers, and others to conduct research and other similar activities. Scope of the Journal: Optimasi; Ergonomi; Manufaktur; Ekonomi & Manajemen; Logistics and Supply Chain; Data Mining; Analisa Keputusan.
Articles 92 Documents
ANALISIS PREVENTIVE MAINTENANCE DENGAN METODE MENGHITUNG MEAN TIME BETWEEN FAILURE (MTBF) DAN MEAN TIME TO REPAIR (MTTR) (STUDI KASUS PT. GAJAH TUNGGAL TBK) Fatma, Nur Fadilah; Ponda, Henri; Kuswara, Rizky Aditya
Heuristic Vol 17 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/heuristic.v17i2.4648

Abstract

Mesin beroperasi secara terus menerus menyebabkan menurunnya tingkat kehandalan peralatan serta menyebabkan sering terjadinya breakdown dan downtime yang tinggi pada mesin-mesinnya terutama pada mesin Extruder (ITE). Untuk meminimalisir terjadinya breakdown dan downtime maka perlu adanya sistem penjadwalan perawatan yang baik guna mencegah terjadinya kerusakan mesin. Mean Time Between Failure (MTBF) dan Mean Time to Repair (MTTR) adalah salah satu metode sebagai acuan untuk menetapkan jadwal perawatan yang efektif. Oleh karena itu, diperlukannya tindakan preventive maintenance agar dapat meningkatkan kinerja dari perusahaan, Dari hasil analisa didapatkan nilai Mean Time Between Failure (MTBF) 259,04 menit dan Mean Time to Repair (MTTR) 19.990,1 menit. Perubahan penjadwalan preventive maintenance dapat dilakukan dengan interval waktu 2 minggu sekali untuk aktivitas cleaning ac panel dan cleaning motor blower. Hasil penerapan tindakan preventive maintenance rata-rata 98% sehingga mesin mampu bekerja secara optimal.
PENERAPAN BALANCE SCORECARD UNTUK PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN (Studi Kasus : CV. MPE) Fikar, Ali; Retnowati, Dini
Heuristic Vol 17 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/heuristic.v17i2.4801

Abstract

CV. MPE adalah perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur dan fabrikasi metal sheet yang saat ini menghadapi persaingan ketat di dunia industri sehingga terjadi penurunan omset dalam 3 tahun terakhir. Untuk mencari penyebab terjadinya penurunan omset tersebut maka dilakukan pengukuran kinerja perusahaan untuk memperoleh informasi yang dapat menjadi dasar bagi perusahaan dalam melakukan pembenahan. Hasil pengukuran kinerja menggunakan pendekatan balance scorecard menunjukkan dalam tiga tahun terakhir kinerja CV. MPE semakin menurun. Perspektif keuangan yang diwakili oleh indikator net profit margin, debt ratio dan total asset turn over berada dibawah standar.   Perspektif pelanggan yang diwakili oleh indikator volume penjualan juga mengalami penurunan yang signifikan, Sedangkan key performance indicator pada perspektif proses bisnis internal berada pada kondisi ambang batas, hanya indikator jumlah program pelatihan yang mewakili perspektif pertumbuhan dan perkembangan saja yang berada diatas standar.
STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING UMKM ROTAN BALEARJOSARI MALANG DENGAN METODE KLASTER DIAMOND Poerwarini, Rr. Rattih; Roesdianto, Rony
Heuristic Vol 17 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/heuristic.v17i2.4649

Abstract

UMKM rotan di wilayah Balearjosari Malang, saat ini perkembangannya mengalami penurunan jumlah pengrajin rotan hingga 75%. Pengrajin juga kesulitan mendapatkan bahan baku yang sebenarnya dapat diperoleh di dalam negeri. Permasalahan ini mengakibatkan lemahnya jaringan usaha, keterbatasan kemampuan penetrasi pasar dan diversifikasi pasar, skala ekonomi terlalu kecil sehingga sukar menekan biaya, marjin keuntungan sangat kecil, dan lebih jauh lagi UMKM rotan di wilayah Balearjosari Malang tidak memiliki daya saing. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor penyebab terhambatnya pengembangan bisnis Usaha Mikro Kecil dan menengah (UMKM) Rotan Balearjosari dan mendapatkan strategi daya saing dengan menggunakan metode Klaster Diamond. Hasil penelitian yang didapatkan adalah a) Faktor yang menyebabkan terhambatnya daya saing UMKM rotan di Balearjosari Malang Jawa Timur adalah: pemasaran, operasional, sumber daya manusia, jumlah pesaing dan inovasi produk pesaing, kondisi pesaing yang sangat ketat, tuntutan produk yang berkualitas, pesaing gencar melakukan promosi, meningkatnya harga bahan baku, penurunan ketersediaan bahan baku, b) Rumusan strategi peningkatan daya saing adalah menciptakan peluang-peluang pasar yang baru, langkah-langkah pengrajin UMKM untuk menghadapi persaingan dan upaya pengrajin agar permintaan produknya meningkat.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENENTU PRIORITAS PELAKSANAAN PROYEK INFRASTRUKTUR JALAN DI KABUPATEN BARITO SELATAN Asmungi, Asmungi
Heuristic Vol 17 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/heuristic.v17i2.4650

Abstract

Banyak proyek berskala besar yang melibatkan pemerintah daerah sebagai penanggungjawab pelaksanaannya. Bagi pemerintah daerah yang serba terbatas sumber dayanya, maka membuat skala prioritas terhadap proyek-proyek tersebut menjadi sangat penting. Kondisi ini dialami juga oleh Pemda Kabupaten Barito Selatan yang hendak merealisasikan sejumlah proyek infrastruktur jalan. Penelitian ini mencoba mengeksplorasi faktor-faktor yang dapat dipakai sebagai kriteria utama dalam penetapan skala prioritas pelaksanaan proyek. Dengan menggunakan metoda AHP, maka didapat lima kriteria utama dengan 21 sub kriteria. Ternyata diketahui bahwa dari lima kriteria itu tiga kriteria utama yang mempunyai bobot tertinggi adalah kriteria Tata Ruang dengan bobot 34% disusul dengan kriteria Volume Lalu Lintas dengan bobot 25.6%dan diikuti kriteria Ekonomi dengan bobot 19%. Sedang pada kriteria Tata Ruang ternyata tiga sub kriteria pertama yang mempunyai bobot tertinggi berturut-turut adalah sub kriteria Tata Ruang yang menunjang Pertanian, Pendidikan dan Perdagangan dengan bobot 40%, 28% dan 19%. Sedang pada kriteria Volume Lalu Lintas ternyata tiga sub kriteria pertama yang mempunyai bobot tertinggi berturut-turut adalah sub kriteria Lalu lintas  Truk Ringan, Truk Sedang/berat dan Mobil R4 dengan bobot 34%, 26% dan 18%. Untuk kriteria Ekonomi dua sub kriteria pertama yang mempunyai bobot tertinggi berturut-turut adalah sub kriteria Kelayakan dan Biaya dengan bobot 83% dan 17%.
ANALISIS KEGAGALAN PEMBUATAN PRODUK BAN SEPEDA MOTOR TIPE 80/90 14 NR 76 E MARK DENGAN METODE PFMEA (PROCESS FAILURE MODES AND EFFECTS ANALYSIS) DI PT. GAJAH TUNGGAL TBK. Ponda, Henri; Fatma, Nur Fadilah; Fauzi, Helmi
Heuristic Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/heuristic.v18i1.5325

Abstract

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) peningkatan populasi sepeda motor di Indonesia khususnya jenis motor matic setiap tahunnya tumbuh dengan pesat, hal ini berdampak pula dengan peningkatan permintaan akan ban motor. Seluruh produsen ban sepeda motor memiliki kendala dalam proses produksinya, permasalahan tersebut juga dialami oleh PT. Gajah Tunggal Tbk. Untuk dapat mengurangi kegagalan-kegagalan dalam pembuatan ban sepeda motor diperlukan suatu Analisa secara mendalam penyebab kegagalan tersebut dapat terjadi. FMEA (Failure Modes and Effects Analysis) merupakan metode yang sistematis dan proaktif dalam mengevaluasi suatu proses untuk mengidentifikasi dimana dan bagaimana proses itu mungkin mengalami kegagalan serta untuk menilai dampak relatif dari berbagai kegagalan. Berdasarkan hasil Analisa PFMEA diperoleh dua permasalahan yang memiliki risk priority number (RPN) terbesar yaitu proses pemasangan tread dengan RPN 648 dan proses turn up ply kiri dan kanan RPN sebesar 576. Dikarenakan dua proses tersebut sebagai RPN terbesar, manajemen harus fokus untuk melakukan tindakan perbaikan agar dua proses tersebut dapat berjalan dengan baik. 
EVALUASI KINERJA SUPPLIER SIMPLISIA DI PT. HBC DENGAN METODE ANALITYC NETWORK PROCESS (ANP) Syarifah, Hafidhotus; Retnowati, Dini
Heuristic Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/heuristic.v18i1.5326

Abstract

PT. HBC adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam penyediaan obat tradisional dengan menggunakan bahan baku simplisia. Demi peningkatan kualitas produk, PT. HBC saat ini memerlukan perbaikan dari sisi internal perusahaan, salah satunya yaitu dalam pemilihan dan penilaian kinerja supplier. Dengan adanya evaluasi kinerja supplier, PT. HBC dapat mengetahui siapa saja supplier-supplier potensial yang sesuai dengan kriteria perusahaan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara awal diperoleh informasi adanya keterkaitan antara kriteria dan sub kriteria, sehingga digunakan metode Analityc Network Process (ANP). Metode ANP dinilai mampu mengakomodir adanya keterkaitan antar kriteria dan sub kriteria. Dari hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh 6 kriteria dan 19 subkriteria. Untuk kriteria terpenting menurut pihak perusahaan yaitu kualitas, harga, pengiriman, responsivitas dan pelayanan, fleksibilitas, dan yang terakhir legalitas Sedangkan dari 12 supplier yang ada, diperoleh supplier terbaik yaitu, supplier SS dengan nilai bobot 0.1044 dan supplier dengan nilai terendah yaitu supplier SA dengan nilai bobot 0.0604.
COVER DEPAN BELAKANG Heuristic, Jurnal
Heuristic Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/heuristic.v18i1.5332

Abstract

-
PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALDRIGE EXCELLENCE FRAMEWORK Syahrullah, Yudi; Lestari, Yunia Ayu
Heuristic Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/heuristic.v18i1.5327

Abstract

Kinerja sebuah perusahaan didukung oleh kinerja para pekerja dari berbagai departemen dan level pekerjaan pada perusahaan tersebut. Sehingga kinerja yang optimal dari pekerja akan membantu perusahaan mencapai target – target yang telah ditetapkan. Oleh karena itu perusahaan perlu melakukan pengukuran kinerja organisasi berdasarkan penilaian kinerja individu secara komprehensif dari berbagai kriteria. Baldrige excellence framework merupakan metode yang menggunakan berbagai kriteria yang dapat mengukur mulai dari input, proses dan output dari setiap pekerjanya. PT. SAE telah mengukur kinerja perusahaan, tetapi belum dilakukan secara menyeluruh, sehingga hasil pengukuran belum mendeskripsikan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur kinerja PT.SAE dengan menggunakan metode Baldrige Excellence Framework yang dilakukan dengan melibatkan berbagai departemen dan berbagai level pekerjaan. Kuisioner dengan menggunakan kriteria Baldrige Excellence Framework disebarkan kepada 69 karyawan PT.SAE. Hasil kuisioner tersebut menyatakan bahwa perusahaan mencapai nilai 733 dan masuk kategori Industry leader. Namun dari hasil penilaian tersebut, perusahaan masih perlu memperbaiki kriteria Fokus pelanggan yang memiliki persentase pencapaian terendah, yaitu 52%. Oleh karena itu, perusahaan masih perlu meningkatkan fokus terhadap pelanggan, salah satunya dengan mengimplementasikan sistem manajemen kualitas internasional ISO 9001:2015 secara optimal.
TINGKAT KESUKAAN KONSUMEN TERHADAP BAKSO UDANG DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG TALAS (Colocasia esculenta (L.) Schot) Maruta, Adinda Rizki; Rosida, Dwi Agustiyah; Susanti, Tiurma Wiliana
Heuristic Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/heuristic.v18i1.5328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadap bakso udang yang disubstitusi tepung talas dengan komposisi tepung : P1T1 (tapioka 40 gram dan talas 10 gram, P2T2 (tapioka 30 gram dan talas 20 gram), P3T3 (tapioka 20 gram dan talas 30 gram), P4T4 (tapioka 10 gram dan talas 40 gram) dan K (kontrol tepung tapioka 50 gram). Bakso udang diuji cobakan pada 30 orang panelis menggunakan uji organoleptik yang meliputi: tekstur, warna, aroma dan rasa dengan mengunakan 5 skala (sangat suka, suka, agak suka, tidak suka, sangat tidak suka). Hasil penelitian menunjukkan  pada kategori tekstur, perlakuan kontrol dan P1T1 disukai oleh sebagian besar panelis (46,7%), semakin banyak substitusi tepung talas semakin sedikit panelis yang menyukai tekstur bakso udang. Pada kategori warna perlakuan Kontrol, P1T1 dan P2T2 disukai oleh 30%–33,3%  panelis, semakin banyak substitusi tepung talas semakin sedikit panelis yang menyukai warna bakso udang. Untuk kategori Aroma sebagian besar panelis menyukai perlakuan P2T2 (36,7%), sedangkan untuk perlakuan lain kesukaan panelis terhadap aroma tidak jauh berbeda (23,3%-26,7%) Jumlah panelis yang menyukai rasa bakso udang dengan substitusi tepung talas tidak berbeda jauh pada semua perlakuan, yaitu berkisar 30%.
POTENSI KANDUNGAN BATANG GALING-GALING (Cayratia trifolia) SEBAGAI ALTERNATIF ANTIDIABETES Lokajaya, I Nyoman; Widodo, Richardus
Heuristic Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/heuristic.v18i1.5329

Abstract

Cairan yang terkandung dalam batang galing-galing (Cayratia trifolia) memiliki kandungan anti bakteri, anti oksidan, anti virus untuk menjaga luka, yang membantu mengatasi infeksi pada luka, dapat mengurangi nyeri serta meningkatkan sirkulasi darah yang memberi kontribusi pada proses penyembuhan. Cairan galing-galing juga merangsang tumbuhnya jaringan baru, sehingga mengurangi timbulnya parut atau bekas luka pada kulit. Diharapkan cairan galing-galing dapat menyembuhkan luka bagi para penderita diabetes.  Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan karakteristik kadar gula dalam darah sebelum dan setelah dilakukan terapi cairan galing-galing terhadap penyembuhan luka diabetes. Desain penelitian menggunakan pra eksperimental dengan pendekatan one-group pre-post test. Populasi penelitian adalah pasien yang menderita luka diabetes di Kelurahan dr. Sutomo, Kecamatan Tegalsari Surabaya, sampel diambil di RW 05 Kelurahan dr. Sutomo, Kecamatan Tegalsari Surabaya dengan menggunakan teknik non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Setelah dilakukan pengukuran kandungan gula dalam darah sebelum dan sesudah dilakukan terapi cairan galing-galing, serta diuji dengan Uji Rank Wilcoxon didapatkan bahwa terapi cairan galing-galing memang dapat menurunkan kandungan gula dalam darah bagi pasien diabetes.

Page 8 of 10 | Total Record : 92