Jurnal Kependidikan
Focus
Jurnal Kependidikan is a periodical publication of scientific articles containing education.
Scope
Jurnal Kependidikan welcome papers from academicians on theories, philosophy, conceptual paradigms, academic research, as well as religion practices.
Articles
159 Documents
Penguatan Pendidikan Karakter di Madrasah
Khamalah, Nur
Jurnal Kependidikan Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (275.282 KB)
|
DOI: 10.24090/jk.v5i2.2109
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penguatan pendidikan karakter di madrasah. Pendidikan karakter menjadi tema penting dalam upaya mengatasi persoalan-persoalan sosial yang kerap melanda bangsa ini. Pendidikan karakter menjadi alternatif solusi yang dianggap paling tepat dan perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari tak terkecuali di madrasah. Madrasah dipandang sebagai tempat yang efektif dalam upaya membentuk pribadi positif anak setelah keluarga. Penguatan pendidikan karakter merupakan proses pembentukan, transmisi, transformasi dan pengembangan kemampuan siswa dalam berfikir, bersikap, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila. Pendidikan karakter di madrasah mempunyai fungsi memilih dan memilah budaya Indonesia dan budaya asing yang lebih beradab dan terhormat. Sebagai manifestasi dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yaitu berubahnya pola berfikir (mindset), bersikap, dan berperilaku lebih baik, religius, nasionalis, mandiri, gotong royong dan integritas tinggi harus kita tanamkan melalui penguatan pendidikan karakter terutama di madrasah sehingga semua siswa mengetahui, memahami, dan menerapkan pada semua aspek kehidupan kapanpun dan dimanapun berada. Semua itu dapat terwujud bila semua stakeholder dilibatkan untuk mengawal, menjalankan, mengawasi, dan mengevaluasi semua proses tersebut sehingga menjadi budaya positif di madrasah.
Fungsi Media Pembelajaran Sirkuit Pintar untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Pendidikan Agama Islam
Istikhana, Janatul
Jurnal Kependidikan Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (370.371 KB)
|
DOI: 10.24090/jk.v5i2.2110
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi media pembelajaran sirkuit pintar untuk meningkat kan motivasi belajar Pendidikan Agama Islam (PAI). Peserta didik melalui media pembelajaran sirkuit pintar pada PAI materi ibadah salat. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan motivasi belajar peserta didik, siklus I motivasi belajar peserta didik mencapai nilai rata-rata 73% dan siklus II motivasi belajar peserta didik mencapai nilai rata-rata 85%. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik, siklus I ketuntasan belajar mencapai nilai rata-rata 64% dan siklus II mencapai ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 86%.
Integrasi Kurikulum Berbasis Pesantren pada Lembaga Pendidikan
Kusnandi, Kusnandi
Jurnal Kependidikan Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (297.181 KB)
|
DOI: 10.24090/jk.v5i2.2138
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan integrasi kurikulum berbasis pesantren pada sekolah umum. Pendidikan merupakan sarana terpenting dalam usaha pembangunan sumber daya manusia dan penanaman nilai-nilai kemanusiaan yang mengarah kepada tatanan kehidupan masyarakat yang beradab dan berperadaban. pendidikan juga tidak akan terlepas dari ranah kurikulum. Hal ini wajar, karena kurikulum adalah alat pendidikan yang sangat krusial dalam kerangka sistem pendidikan baik formal, nonformal bahkan informal. Kurikulum juga merupakan salah satu kunci tolok ukur keberhasilan pendidikan, sehingga perlu dilakukan pengembangan kurikulum agar pendidikan dapat merespon demands masyarakat. Sebab pada dasarnya pendidikan berfungsi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan kurikulum yang demikianlah yang relevan dengan masyarakat. Sekolah Berbasis Pesantren (SBP) sebagai salah satu model pendidikan Islam yang dapat menggabungkan dua sistem sosial, yakni sistem sosial pesantren dan sistem sosial sekolah. Model pendidikan Islam ini bertujuan untuk menciptakan sumber daya manusia yang agamawan sekaligus ilmuwan secara utuh, sehingga dapat berperan utuh dalam sistem sosial kemasyarakatan. Institusi pendidikan pesantren dan institusi pendidikan sekolah memiliki sistem sosial dan keunggulan masing-masing. Untuk mengakomodasi dikotomi tersebut maka muncul model Sekolah Berbasis Pesantren. Sekolah Berbasis Pesantren, yaitu program yang berupaya mengintegrasikan keunggulan sistem pendidikan sekolah dengan penyelenggaraan pendidikan di pondok pesantren. Pendidikan umum adalah sekolah yang memberikan pemahaman pengetahuan umum, mencetak ahli pengetahuan atau ilmuwan. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal di Indonesia yang memiliki keunggulan dalam pengembangan sains dan teknologi.
Manajemen Peserta Didik Berbasis Pesantren dalam Pembentukan Karakter
Suheli, Suheli
Jurnal Kependidikan Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (324.72 KB)
|
DOI: 10.24090/jk.v6i2.2258
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembentukan karakter peserta didik berbasis pesantren. Terdapat nilai plus yang melekat pada pesantren yaitu tetap mempertahankan kekhasan sebagai lembaga pendidikan Islam yang memiliki orientasi utama menanamkan nilai-nilai spiritual-keagamaan sebagai pembentukan akhlak dan moral generasi bangsa yang saat ini banyak yang menyimpang dari harapan. Manajemen peserta didik dengan basis pesantren mendukung bagi penyerapan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai moral sekaligus, karena tersedianya wadah berupa iklim pembelajaran yang memungkinkan mereka untuk mengembangkan kedua aspek tersebut. Implementasi manajemen pembentukan karakter peserta didik setidaknya merangkum perencanaan, pengoorganisasian dan pengawasan, sehingga seperangkat sistem dan aturan yang telah ditetapkan dapat dilaksanakan dengan baik dan terarah. Manajemen peserta didik dalam pembentukan karakter setidaknya dapat melauli tiga ranah, yaitu : 1) afektif; penanaman pendidikan karakter berdampak terhadap perubahan sikap, melalui pembiasaan yang dilakukan secara berkesinambungan baik di pesantren maupun di sekolah menjadikan anak didik memiliki karakter karakter tertentu seperti istiqomah, berakhlak baik, mansiri dan yang lainnya; 2) kognitif: mengaitkan pendidikan karakter kedalam mata pelajaran memberikan pemahaman peserta didik untuk memperaktekkan nilai-nilai karakter dan pentingnya karakter dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat menstimulus kesadaran anak didik untuk memperaktekkan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari; dan 3) psikomotorik: melalui pengalaman belajar yang diterima peserta didik baik di pesantren maupun di sekolah, mereka memiliki kemampuan yang terejawantahkan kedalam bentuk perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Penilaian Autentik Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam Kurikulum 2013
Umami, Muzlikhatun
Jurnal Kependidikan Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (246.792 KB)
|
DOI: 10.24090/jk.v6i2.2259
Tulisan ini akan mengkaji tentang penilaian autetik pada Pendidikan Agama Islam. Dalam implementasi kurikulum 2013, penilaian dilakukan melalui pengamatan maupun refleksi. Penilaian tersebut ditujukan untuk memperbaiki program pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan. Penilaian autentik (Authentic Assessment) adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Penilaian autentik merupakan proses asesmen yang melibatkan beberapa bentuk pengukuran kinerja yang mencerminkan belajar siswa, prestasi, motivasi, dan sikap yang sesuai dengan materi pembelajaran. Hakikat penilaian pendidikan menurut konsep authentic assesment adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran perkembangan belajar siswa. Gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui oleh guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami proses pembelajaran dengan benar. Sesuai amanah kurikulum 2013, semua mata pelajaran menggunakan asessmen autentik, termasuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan budi pekerti
Manajemen Pengembangan Profesionalisme Guru di MTs Sunan Kalijaga Siwuluh Bulakamba Brebes
Umronah, Umronah
Jurnal Kependidikan Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (405.021 KB)
|
DOI: 10.24090/jk.v6i2.2260
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pengembangan profesionalisme guru di MTs Sunan Kalijaga Siwuluh Bulakamba Brebes. Fokus penelitian ini meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan pengembangan profesionalisme guru. Penelitian ini dengan menggunakan Metode kualitatif dengan rancangan studi kasus, teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Sumber data penelitian ini adalah guru mata pelajaran. Analisis data yang digunakan dengan tringulasi, Hasil penelitian adalah: 1) perencanaan melihat dari analisis program yang telah dilakukan sebagai acuan dalam menentukan perencanaan program dimasa yang akan datang 2) pengorganisasian masih perlu dimaksimalkannya MGMP baik internal maupun eksternal 3) pelaksanaan berjalan dengan baik, perlu peningkatan dalam hal pelatihan yang selama ini pelaksanaanya baru bersifat perumpun pelajaran 4) pengawasan profesionalisme guru dilakukan sebagai evaluasi program yang telah dilakukan.
Implementasi Total Quality Management di Madrasah
Khakim, Ma'mun
Jurnal Kependidikan Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (42.389 KB)
|
DOI: 10.24090/jk.v6i2.2261
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Total Quality Management di madrasah. Untuk mencapai tujuan pendidikan yang berkualitas diperlukan manajemen pendidikan yang dapat memobilisasi segala sumber daya pendidikan. Total Quality Management in education merupakan paradigma baru dalam menjalankan proses bidang pendidikan yang berupaya untuk memaksimalkan daya saing madrasah melalui perbaikan secara berkesinambungan atas kualitas produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan madrasah. Mutu menjadi satu-satunya hal yang sangat penting dalam pendidikan. Madrasah adalah salah satu dari tripusat pendidikan yang dituntut untuk mampu menjadikan output yang unggul. Aspek penerapan Total Quality Management di madrasah, yakni pertama, spesifkasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku menuju sikap akhlakul karimah sebagai salah satu indiktor keberhasilan suatu pembelajaran di madrasah. Kedua, pemberlakuan program unggulan keagamaan sebagai ciri khas madrasah atau pendidikan berbasis agama. Sehingga tujuan implementasi TQM di madrasah yakni mampu memberikan kepuasan terhadap mutu layanan pendidikan madrasah artinya bahwa output madrasah yang unggul mampu menghasilkan outcome yang dibutuhkan masyarakat sebagai pengguna jasa pendidikan.
Model Kepemimpinan Berkarakter dalam Konteks Manajemen Hubungan Masyarakat di Lembaga Pendidikan
Istikaroh, Astuti
Jurnal Kependidikan Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (325.144 KB)
|
DOI: 10.24090/jk.v7i1.1928
Character leadership in educational institutions is instrumental values to move the enthusiasm of others to be willing and have a responsibility to achieve the vision of educational institutions. Characteristic leadership values that need to be inspired by leaders of educational institutions are honest, visionary, capable of being trendsetter and smart. This value becomes a terminal value or becomes an instrument value in realizing the excellence and image of educational institutions. In the context of public relations management in educational institutions, the role of character leaders is to be the main inspiration in delivering information about educational institutions to stakeholders. The importance of the role of character leaders in planning and implementing it so as to produce useful information for stakeholders.
Analisis Ketercapaian Implementasi Standar Pengelolaan di SD Ashfiya Kota Bandung
Rohayati, Elih
Jurnal Kependidikan Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (243.747 KB)
|
DOI: 10.24090/jk.v7i1.2762
Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis ketercapaian Standar Pengelolaan di SD Ashfiya Kota Bandung. Hal ini penting untuk dibahas mengingat bahwa Standar Pengelolaan merupakan satu dari delapan Standar Nasional Pendidikan yang berfungsi sebagai dasar dalam melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang berkualitas dan bermutu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif partisipatoris. Partisipan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru di SD Ashfiya Kota Bandung. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada lima belas indikator Standar Pengelolaan yang berbentuk pedoman wawancara. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) Profil capaian indikator Standar Pengelolaan menunjukkan hasil rata-rata capaian sebesar 95%; (2) Indikator yang belum mencapai skor maksimal adalah kinerja pendidik dan tenaga kependidikan, serta Sistem Informasi Manajeman (SIM). Rekomendasi hasil penelitian ini perlu kajian yang mendalam tentang kinerja pendidik dan tenaga kependidikan, serta perlu adanya peningkatan Sistem Informasi Manajemen (SIM) di sekolah.
Pendidikan Akhlak pada Anak Usia Balita
Fadlun, Muhammad
Jurnal Kependidikan Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (426.138 KB)
|
DOI: 10.24090/jk.v4i1.2805
In family, every parent wish that their children grow with good attituide, be the pride and have good characters in every thing. The education from an early age should be more serious, especially in moral education so that they do not become children who are weak in faith to grow up into good generation. moral education in childhood is very important and its not easy to applicate, because education in childhood should be with specific approaches. This paper offers ways to educate the toddlers. Some of the methods that can be performed and selected in the in educating the toddlers such as: exemplary method, story method, reward and punishment methods. By using the methods that applied in education is expected to be a good step before entering school. Key world: Education, moral, and early age. Abstrak Dalam kehidupan berkeluarga, setiap orang tua tentu mengharapkan anak-anaknya dapat tumbuh menjadi anak-anak yang baik, dapat dibanggakan dan mempunyai karakter atau sifat-sifat yang positif dalam segala hal. Pendidikan anak-anak sejak dini harus mendapat perhatian lebih serius terutama dalam pendidikan akhlak agar mereka tidak menjadi anak-anak yang lemah iman sehingga tumbuh dewasa menjadi generasi yang shaleh. pendidikan akhlak anak usia pra sekolah sangat penting dan pelaksanaannya bukanlah suatu hal yang mudah, karena dalam membina anak kecil harus dengan pendekatan-pendekatan khusus. Pendidikan anak balita merupakan hal yang sangat penting bagi orang tua, ada beberapa metode yang dapat dilakukan dan dipilih dalam dalam mendidik anak diantaranya: metode teladan, metode kisah, metode reward, dan metode punishment. dengan adanya metode yang diterapkan dalam mendidik anak diharapkan dapat menjadi langkah yang baik sebelum memasuki pendidikan di sekolah.