cover
Contact Name
Arsyad Ramadhan Darlis
Contact Email
arsyad@itenas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jte.itenas@itenas.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika
ISSN : 23388323     EISSN : 24599638     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ELKOMIKA diterbitkan 3 (tiga) kali dalam satu tahun pada bulan Januari, Mei dan September. Jurnal ini berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya pada Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, dan Teknik Elektronika.
Arjuna Subject : -
Articles 826 Documents
Indeks Subjeks dan Indeks Pengarang -, - INDEKS
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 5, No 1: Published January - June 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v5i1.

Abstract

Indeks Subjeks dan Indeks Pengarang
Analisis Perbandingan Mean Opinion Score Aplikasi VoIP Facebook Messenger dan Google Hangouts menggunakan Metode E-Model pada Jaringan LTE FITRIYANTI, RAMADHINA; LINDAWATI, LINDAWATI; ARYANTI, ARYANTI
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 6, No 3: Published September 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v6i3.379

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini membahas mengenai perbandingan kualitas layanan dua aplikasi VoIP yaitu Facebook Messenger dan Google Hangouts pada jaringan LTE. Kualitas layanan dua aplikasi tersebut ditinjau menggunakan Mean Opinion Score dengan metode objektif yaitu, E-Model. Nilai MOS kedua aplikasi didapatkan dengan menjalankan simulasi menggunakan GNS3 yang berfungsi untuk mensimulasikan topologi jaringan dengan menggunakan router MikroTik. Setelah itu, dilakukan pengukuran parameter QoS yaitu, delay dan packet loss yang terjadi pada saat melakukan panggilan yang berlangsung selama satu jam. Dari hasil pengujian, diperoleh bahwa nilai MOS pada Google Hangouts lebih besar dibandingkan dengan Facebook Messenger, yaitu 4.0. Sedangkan pada Facebook Messenger hanya sebesar 3.6. Jika dikorelasikan ke tingkat kepuasan pengguna untuk mendapatkan nilai MOS, Google Hangouts dikategorikan "baik" dan Facebook Messenger dikategorikan "cukup baik".Kata kunci: MOS, LTE, VoIP, E-Model, GNS3 ABSTRACTThis study discusses the comparison of the quality of service of two VoIP applications, Facebook Messenger and Google Hangouts on LTE networks. The service quality of the two applications is reviewed using the Mean Opinion Score with an objective method namely, E-Model. MOS values from both applications are obtained by running simulations using GNS3 which can simulate network topology using a MikroTik router. After that, QoS parameters are measured, which are delay and packet loss during the call process which lasts one hour. From the test results, it was found that the MOS value on Google Hangouts was greater than Facebook Messenger, that is 4.0 while on Facebook Messenger only 3.6. If correlated with the level of user satisfaction to get MOS value, Google Hangouts is categorized as "good" and Facebook Messenger is categorized as "good enough".Keywords: MOS, LTE, VoIP, E-Model, GNS3 
Analisis Penalaan Kontrol PID pada Simulasi Kendali Kecepatan Putaran Motor DC Berbeban menggunakan Metode Heuristik WALUYO, WALUYO; FITRIANSYAH, ADITYA; SYAHRIAL, SYAHRIAL
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 1, No 2: Published July - December 2013
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v1i2.79

Abstract

ABSTRAKMotor DC banyak digunakan di industri kecil dan besar.Kecepatan motor DC sering tidak stabil akibat gangguan dari luar maupun perubahan parameter dan torsi beban sehingga perlu dilakukan rancangan kontroler.Kontroler yang dirancang menggunakan PID yang terdiri dari tiga jenis cara pengaturan yang dikombinasikan, yaitu kontrol P (Proportional), kontrol I (Integral) dan kontrol D (Derivatif).Kontroler yang dirancang disimulasikan menggunakan perangkat lunak. Hasil simulasi menunjukan kontroler PID untuk kendali kecepatan motor DC ini menghasilkan kondisi robust (kokoh) saat nilai Kp = 1,1, Ti = 0,1, Td = 3,7. Hasil dari parameter kendali yang dirancang memiliki error steady state 0,99 % dan dengan settling time 3,7 detik pada rise time 2,00 detik dan nilai peak terletak pada 0,99. Kecepatan awal yang dihasilkan mendekati set point yang diinginkan pada detik ke 6 dan kecepatannya tidak ada penurunan atau tetap konstan sampai dengan detik ke 100.Kata kunci: Motor DC, PID, Heuristik, Steady State, Rise Time ABSTRACT DC motors are widely used in small and large industries. Their speeds are often unstable due to interference from outside or change the parameters and load torque, so that it was necessary to design a controller. The controller was designed using a PIDconsists of three types of arrangements, which are mutually combined way, namely the control P (Proportional), control I (Integral) and control D (Derivative). The controllers were designed using software for simulation. The simulation results showed the PID controller for DC motor speed control produced robust conditionswhen the value of Kp, Ti and Tdwere 1.1,  0.1 and 3.7 respectively. The results of the control parameters had error steady state 0.99 % and the settling time of 3.7 seconds at 2.0 sec rise time and the peak value was 0,99. The resulted initial velocity was very fast to approach the desired set point in the sixth second and its speed was remain constant until 100thsecond.Keywords: Motor DC, PID, Heuristic, Steady State, Rise Time
Pengembangan Perangkat EKG 12 Lead dan Aplikasi Client-Server untuk Distribusi Data HADIYOSO, SUGONDO; JULIAN, MUHAMMAD; RIZAL, ACHMAD; AULIA, SUCI
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 3, No 2: Published July - December 2015
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v3i2.91

Abstract

ABSTRAKElektrokardiograf adalah perangkat untuk mengukur aktifitas kelistrikan jantung. Sinyal yang ditampilkan oleh perangkat elektrokardiograf adalah sinyal elektrokardiogram (EKG). Untuk monitoring ECG  minimal diperlukan satu lead sementara untuk standar klinis diperlukan 12 lead. Untuk realisasi perangkat EKG 12 lead diperlukan strategi agar jumlah perangkat keras yang dibutuhkan semakin sedikit sehingga dimensi menjadi lebih kecil. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pada penelitian ini dirancang perangkat EKG 12 lead dengan teknik multipleksing. Kombinasi sadapan sinyal EKG 12 lead dikontrol oleh multiplekser 4051 melalui mikrokontroler secara bergantian. Data dijital hasil konversi ADC selanjutnya dikirim secara serial ke komputer server dan dapat dilihat pada komputer client yang terhubung. Hasil yang didapat menunjukkan bahawa perangkat analog telah berhasil mengakuisisi sinyal EKG dengan baik dari Lead I sampai Lead V6. Dengan waktu pensakelaran sebesar 5 ms, sinyal tidak dapat ditampilkan secara simultan 12 lead. Sinyal dapat diakuisisi dengan baik jika waktu pensakelaran sebesar 5 detik namun seluruh sadapan sinyal EKG tidak dapat ditampilkan secara simultan.Kata kunci: Elektrokardiograf, 12 Lead, Multipleksing, Server, Client. ABSTRACTElectrocardiograph is device for measuring electrical activity of heart. Electrocardiograph displays electrocardiogram signal (ECG). For monitoring ECG, at least need one ECG lead meanwhile for standard clinical ECG need 12 lead. For realization of 12 lead ECG devices, it is need strategy to reduce number of hardware to make dimension of ECG device smaller. To solve this problem, we use multiplexing method for ECG device development. Combination of 12 lead ECG signal is controlled by the multiplexer 4051 through microcontroller sequentially. Digital data of ADC is sent serially to the server computer and can be viewed on client computer that connected to the network. From the results obtained indicate that analog devices have been successfully acquired ECG signals Lead I to Lead V6. With 5 ms switching time, the 12 lead ECG signal can not be displayed simultaneously. The signal can be acquired properly with 5 seconds switching time, but the whole of ECG signals can not be displayed simultaneously.Keywords: Electrocardiograph, 12 Lead, Multiplexing, Server, Client.
CRC 8-bit Encoder-Decoder Component in FPGA using VHDL SALEH, ANDHI RACHMAN; SUDIRO, SUNNY ARIEF
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 8, No 1: Published January 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v8i1.58

Abstract

ABSTRAK Cyclic Redundancy Check (CRC) adalah salah satu jenis dari deteksi kesalahan yang digunakan pada pengiriman data. CRC umumnya digunakan di jaringan digital dan perangkat penyimpanan untuk mendeteksi perubahan tidak disengaja pada data asli. CRC memiliki keandalan yang tinggi dalam pengiriman data karena CRC menggunakan algoritma berdasarkan cyclic code. Pada artikel ini generator polinomial yang digunakan dalam encoder dan decoder adalah CCITT X8 + X2 + X + 1 dan dengan lebar bit data 8 bit. CRC-8-CCITT biasanya digunakan pada Asynchronous Transfer Mode (ATM) headers, Integrated Services Digital Network (ISDN) HEC, dll. Pada penelitian ini dilakukan perancangan dan diterapkan dengan menggunakan VHDL. Software pendukung yang digunakan untuk mengimplementasikan VHDL adalah Xilinx ISE 8.1i. Rancangan encoder dan decoder CRC ini memiliki komponen yang lebih effisien. Kata kunci: Cyclic Redundancy Check (CRC), VHDL Language, Xilinx ISE 8.1i ABSTRACT Cyclic Redundancy Check (CRC) is one type of error detection used in data transmission. CRC commonly used in digital networks and storage devices to detect accidental changes to raw data. CRC has high reliability in data transmission because uses algorithms based on cyclic codes. In this article the polynomial generator used in the encoder and decoder is the CCITT X8 + X2 + X + 1 and with a width of 8 bits data bits.CRC-8-CCITT usually used at Asynchronous Transfer Mode (ATM) headers, Integrated Services Digital Network (ISDN) HEC, etc. This article presents design and implementation of a component using VHDL. The supporting software used to implement VHDL is Xilinx ISE 8.1i. This CRC encoder and decoder design have more efficient components. Keywords: Cyclic Redundancy Check (CRC), VHDL Language, Xilinx ISE 8.1i
Implementasi Prototype Sistem Home security dengan Pemanfaatan Kode Akses berbasis Arduino Mega NATALIANA, DECY; ANWARI, SABAT; AKBAR, MUHAMMAD SYAHRUL
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 5, No 2: Published July - December 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v5i2.119

Abstract

ABSTRAKSistem home  security adalah suatu sistem yang dirancang sedemikian rupa yang digunakan untuk mengamankan sebuah perangkat hardware atau software. Home security yang dirancang ini berupa prototype yang terdiri dari input dan output. Input terdiri dari limit switch, motion sensor, Keypad 3x4. Output yang dirancang terdiri dari hardware dan software. Hardware berupa Lcd 16x2, LED, buzzer dan motor servo, sedangkan untuk software memberikan perintah ataupun program ke arduino mega yang untuk ditampilkan ke PC. Sistem home security yang telah direalisasikan mampu mengaktifkan buzzer yang berfungsi sebagai alarm rumah ketika melakukan kesalahan dalam memasukkan akses kode, dan akan menonaktifkan buzzer dan limit switch ketika akses kode yang dimasukkan benar. Saat berada didalam ruangan motion  sensor detection akan langsung membaca pergerakan sehingga lampu yang berupa led akan menyala kemudian motor servo akan bergerak kearah masing-masing ruangan dan kamera merekam yang terjadi pada masing-masing ruangan dengan mengikuti arah motor servo yang telah di program 0o,90o dan 180o.Kata kunci: Security Sistem, Arduino Mega, Motion Detection, Limit Switch, Motor Servo.ABSTRACTHome security sistem is a sistem that is designed in a way that is used to secure a piece of hardware or software. Home security is a prototype designed consisting of input and output. Input consists of a limit switch, motion sensor, 3x4 Keypad. Output designed consists of hardware and software. Hardware such as Lcd 16x2, LED, buzzer and servo motors, while the software gives the command or program to arduino mega were to be shown to the PC. Home security sistem that has been realized is able to activate an alarm buzzer which serves as the home when it made a mistake in entering the access code, and will disable the buzzer and the limit switch when access code is entered correctly. When being in the room sensor motion detection will directly read the movement so that the lights in the form of LED will light then the servo motor will move toward each room and a kamera to record what happened in each room to follow the direction of servo motors that have been in the program 0o, 90o and 180o.Keywords: Security Sistem, Arduino Mega, Motion Detection, Limit Switch, Servo Motor
Implementasi Moving Average Filter untuk Koreksi Kesalahan Sensor Pengukur Kedalaman Air RIFANTI, UTTI MARINA; PUJIHARSONO, HERRYAWAN; SETIAWAN, ANDRI; HENDRY, JANS
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 8, No 2: Published May 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v8i2.432

Abstract

ABSTRAKAspek utama yang membedakan sensor satu dengan yang lainnya adalah tingkat akurasinya. Pada penelitian ini, dibuat sistem untuk menurunkan tingkat deviasi untuk meminimalisir kesalahan hasil pengukuran pada sensor berbiaya murah. Sensor yang digunakan adalah sensor tekanan udara BMP180. Sensor tersebut digunakan untuk mengukur kedalaman berdasarkan tekanan udara dalam air. Moving Average Filter (MAF) digunakan untuk membuang pencilan data, sehingga didapatkan data yang lebih relevan yang kemudian digunakan untuk melakukan curve fitting. Kemudian dilakukan analisis regresi linear untuk menghasilkan persamaan yang berfungsi sebagai pengoreksi data terekam dari sensor tersebut. Pengujian sistem dilakukan melalui beberapa skenario lalu diambil persamaan yang menghasilkan nilai Mean Square Error (MSE) yang paling kecil. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa MAF mampu meningkatkan akurasi data hingga mencapai 99.12%.Kata kunci: sensor BMP180, koreksi kesalahan, regresi linear, moving average filter, mean square error ABSTRACTThe main aspect that distinguishes sensors from one another is the level of accuracy. In this study, a system was developed to reduce the level of deviation to minimize the measurement error on low-cost sensors. The sensor used is the air pressure sensor, BMP180. Then this sensor is used to measure water depth based on air pressure in water. The Moving Average Filter (MAF) method is used to get rid of outliers of data, to obtain more relevant data for curve fitting. Then a linear regression analysis is performed to produce a function as a correction of recorded data from the sensor. System testing is carried out through a number of scenarios and then the equation is chosen with the smallest Mean Square Error (MSE). Based on this research, MAF increases data accuracy up to 99.12%.Keywords: sensor BMP180, error correction, linear regression, moving average filter, mean square error
Purwarupa Alat Kalibrasi Kerataan Bidang Kerja menggunakan Laser Sensor SUGANDI, BUDI; WIYONO, SURADI
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 6, No 2: Published May 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v6i2.274

Abstract

ABSTRAKSalah satu elemen teknologi pendukung dari industri manufaktur elektronika adalah mesin Die Attach. Mesin ini digunakan pada proses assembly komponen dengan metode pick and place komponen pada material. Sebagai proses yang penting dalam industri manufaktur, mesin ini memerlukan kalibrasi secara reguler dan tepat yang akan menjadi kunci sukses dari kualitas suatu produksi. Penelitian ini bertujuan membuat suatu purwarupa alat yang digunakan sebagai pengontrol kalibrasi dengan menggunakan laser sensor. Proses kalibrasi dilakukan dengan cara mengukur kerataan titip sisi work holder menggunakan laser sensor. Kerataan didapatkan dengan membandingkan jarak yang terukur oleh laser sensor pada tiap titik uji. Jarak yang sama pada tiap titik uji menunjukkan kerataan dari work holder. Pergerakan laser sensor dikontrol oleh dua buah motor yang bergerak ke arah sumbu X dan Y. Alat ini telah diuji dengan mengkalibrasi pada empat sisi work holder. Hasil pengujian kemudian dibandingkan dengan pengukuran manual dan didapatkan error rata-rata pengukuran sekitar 4%.Kata kunci: Laser sensor, kerataan, kalibrasi, die attach machine ABSTRACTOne of the element technology supporting an industrial manufacturing is Die Attach machine. This machine is used at component assembly using component pick and place. As an important process, this machine requires regular and precise calibration to support quality of the product. This research aims to build a prototype system using laser sensor which can be used as calibration instrument. The callibration proses was done by measuring the flatness of each side of work holder using laser sensor. The flatness was obtained by comparing the distance of each testing point. The same distance on each testing point represented the flatness of the wrok holder. The movement of laser sensor was controlled by two motors which moved to X and Y axis. The system has been tested to calibrate each side of work holder. The experimental results were then compare with manual measurement and showed the measurement error about 4%.Keywords: Laser sensor, flatness, callibration, die attach machine.
Compressive Sampling untuk Sinyal Beat Radar Cuaca via Discrete Cosine Transform (DCT) PURNAMASARI, RITA; SUKSMONO, ANDRIYAN BAYU
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 7, No 2: Published May 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v7i2.238

Abstract

ABSTRAKCompressive sampling (CS) merupakan metode baru yang memungkinkan proses pengambilan sampel dan kompresi dilakukan secara bersamaan sehingga dapat mempercepat waktu komputasi sekaligus memperkecil bandwidth saat dilewatkan pada media transmisi. Salah satu cara agar CS dapat bekerja secara optimal adalah jika sinyal yang akan diolah memiliki tingkat sparsitas yang tinggi. Pada makalah ini, mengusulkan algoritma Discrete Cosine Transform (DCT) sebagai metode transformasi sparsitas untuk sinyal beat radar cuaca IWarp. Sinyal beat menjadi sparse setelah direpresentasikan pada domain frekuensi, sehingga dapat mengambil sampelnya secara acak dan akhirnya mendapatkan sekumpulan sinyal sampel yang telah berukuran lebih kecil daripada sinyal beat radar awal. Pada penelitian ini menggunakan ℓ􀬵 -magic untuk melakukan rekonstruksi dari sinyal yang telah terkompresi tersebut. Simulasi numerik menunjukkan bahwa algoritma yang diusulkan berada pada performansi yang baik dengan rata-rata Peak Signal Noise to Ratio (PSNR) sebesar 15,17 dB.Kata kunci: CS, radar cuaca, sparsitas, DCT, rekonstruksi ℓ􀬵 ABSTRACTCompressive sampling (CS) is a new method that allows sampling and compression to be carried out simultaneously so that it can increase the computing time and reduce bandwidth while passed on the transmission media. One way for CS to work optimally is if the signal to be processed has a high sparsity level. In this paper we propose the Discrete Cosine Transform (DCT) algorithm as a sparsity transformation method for IWarp weather radar beat signals. The beat signal becomes sparse after being represented in the frequency domain, so this can randomly take samples and finally get a set of sample signals that are smaller than the initial radar beat signal. In this reasearch, use ℓ􀬵-magic to reconstruct the compressed signal. Numerical simulations show that the proposed algorithm is in good performance with an average Peak Signal Noise to Ratio (PSNR) of 15.17 dBKeywords: CS, weather radar, sparsity, DCT, ℓ􀬵-reconstruction
Transformasi Pitch Suara Manusia Menggunakan Metode PSOLA BHASKORO, SUSETYO BAGAS; ARIANI, IRNA; ALAMSYAH, ANANDHA A.
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 2, No 2: Published July - December 2014
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v2i2.129

Abstract

ABSTRAKKemampuan pengubahan suara yang dilakukan Dubber untuk beragam bentuk suara menjadi perhatian khusus dengan melakukan rekayasa suara, di dalam perkembangan teknologi di kenal sebuah teknikpitch shifting yang digunakan untuk mengubah suara manusia di bagian timbre dan pitch. Penelitian ini menggunakan metodepitch shifting PSOLA (Pitch Synchronous Overlap Add) untuk merubah pitch sekaligus timbre suara. Proses yang dilakukan meliputi perekaman suara sehingga didapatkan sinyal suara. Sinyal hasil perekaman kemudian diolah untuk menemukan posisi pitch dari sinyal pada domain waktu. Setelah posisi pitch diketahui, jarak antar pitch akan dikalikan dengan bilangan skala pergeseran yang sudah ditentukan. Hasil dari perkalian tersebut adalah perubahan pada pitch suara, sehingga menghasilkan suara yang lebih tinggi atau lebih rendah. Perubahan juga terjadi pada timbre sehingga menghasilkan karakter suara yang berbeda dengan suara aselinya.Hasil pengujian pitch dan timbre dengan menggunakan metode PSOLA menunjukkan keberhasilan mencapai 98% berdasarkan sinyal sinus.Kata kunci: Pitch, Timbre,Pitch Shifting, PSOLA.ABSTRACTThe ability of converts sound done in various forms of a dubber sound, becomes a special attention in doing an engineering design sound. In the development of technology the pitch of shifting know a technique that is used to turn the human voice in the timbre and  pitch. This study using methods  pitch  shifting psola (pitch synchronous overlap add) to change the pitch as well as the timbre sound. The process was about recording a sound so obtained up a noise. Recording signals then processed the results to find the position of the pitch signals on the domain of time. After the position of the pitch known, the distance between the pitch will be multiplied by the number of the scale of a shift that had been determined. The result of the multiplication of the sound is a change in pitch , so producing a higher or lower, Also happens to change the timbre that produces characters a different voice with the original sound. The examination result of pitch and timbre using PSOLA method shows the success as big as 98% for signal sinus examination.Keywords: Pitch, Timbre, Pitch Shifting, PSOLA.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1: Published January 2026 Vol 13, No 4: Published November 2025 Vol 13, No 3: Published July 2025 Vol 13, No 2: Published April 2025 Vol 13, No 1: Published January 2025 Vol 12, No 4: Published October 2024 Vol 12, No 3: Published July 2024 Vol 12, No 2: Published April 2024 Vol 12, No 1: Published January 2024 Vol 11, No 4: Published October 2023 Vol 11, No 4 (2023): ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektr Vol 11, No 3: Published July 2023 Vol 11, No 2: Published April 2023 Vol 11, No 1: Published January 2023 Vol 10, No 4: Published October 2022 Vol 10, No 3: Published July 2022 Vol 10, No 2: Published April 2022 Vol 10, No 1: Published January 2022 Vol 9, No 4: Published October 2021 Vol 9, No 3: Published July 2021 Vol 9, No 2: Published April 2021 Vol 9, No 1: Published January 2021 Vol 8, No 3: Published September 2020 Vol 8, No 2: Published May 2020 Vol 8, No 2 (2020): ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektro Vol 8, No 1 (2020): ELKOMIKA Vol 8, No 1: Published January 2020 Vol 7, No 3 (2019): ELKOMIKA Vol 7, No 3: Published September 2019 Vol 7, No 2: Published May 2019 Vol 7, No 2 (2019): ELKOMIKA Vol 7, No 1 (2019): ELKOMIKA Vol 7, No 1: Published January 2019 Vol 6, No 3: Published September 2018 Vol 6, No 3 (2018): ELKOMIKA Vol 6, No 3 (2018): ELKOMIKA Vol 6, No 2 (2018): ELKOMIKA Vol 6, No 2: Published May 2018 Vol 6, No 1: Published January 2018 Vol 6, No 1 (2018): ELKOMIKA Vol 5, No 2: Published July - December 2017 Vol 5, No 2 (2017): ELKOMIKA Vol 5, No 1: Published January - June 2017 Vol 5, No 1 (2017): ELKOMIKA Vol 4, No 2 (2016): ELKOMIKA Vol 4, No 2: Published July - December 2016 Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Elkomika Vol 4, No 1: Published January - June 2016 Vol 4, No 1 (2016): ELKOMIKA Vol 3, No 2 (2015): ELKOMIKA Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Elkomika Vol 3, No 2: Published July - December 2015 Vol 3, No 1: Published January - June 2015 Vol 3, No 1 (2015): ELKOMIKA Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Elkomika Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Elkomika Vol 2, No 2 (2014): ELKOMIKA Vol 2, No 2: Published July - December 2014 Vol 2, No 1: Published January - June 2014 Vol 2, No 1 (2014): ELKOMIKA Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Elkomika Vol 1, No 2 (2013): ELKOMIKA Vol 1, No 2: Published July - December 2013 Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Elkomika Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Elkomika Vol 1, No 1 (2013): ELKOMIKA Vol 1, No 1: Published January - June 2013 More Issue