cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Prodi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP, Jalan Professor Soedarto, Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50275, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 23033622     EISSN : 25487213.     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2018): Agustus 2018" : 13 Documents clear
Evaluasi Kesuksesan Sistem Informasi Kesehatan Haji di Kantor Kesehatan Pelabuhan Semarang Ponco Yuniarto; Eko Sediyono; Farid agushybana
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.6.2.2018.145-150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesuksesan sistem informasi kesehatan haji di KKP Semarang melalui pendekatan DeLone and McLean. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kulitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi. Wawancara disusun berdasarkan model Update kesuksesan DeLone and McLean terhadap enam dimensi yaitu kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, penggunaan, kepuasan pengguna dan manfaat yang didapat dari menggunakan sistem. Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem memiliki fleksibilitas yang baik dengan dapat diakses dari mana saja dan adanya falisitas ekspor dan impor ke excel untuk memudahkan input dan pembuatan laporan. Informasi yang ditampilkan juga sudah lengkap.dan akurat, sehingga membuat pengguna merasa puas selama menggunakannya. Kekurangan sistem ini adalah pada kapasitas penyimpanan yang harus ditambah karena menampung semua sistem yang ada di KKP Semarang. Manfaat yang diperoleh dari sistem adalah pekerjaan menjadi lebih cepat dan mudah dalam pencatatan dan pelaporan. Selain itu hasil informasi dapat digunakan sebagai bahan perencanaan oleh KKP Semarang.
Pengembangan Sistem Informasi Guna Mendukung Pencatatan dan Pelaporan Program Pengendalian Penyakit Diare Di Kabupaten Musi Rawas. Arsep Liyenti; Aris Puji Widodo; Suhartono Suhartono
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.6.2.2018.91-97

Abstract

Penyakit diare merupakan penyakit yang bepotensi wabah yang dapat menimbulkan kejadian luar biasa. Agar hal tersebut tidak terjadi maka harus dilakukan pemantauan kasus diare dari pencatatan dan pelaporan program pengendalian penyakit diare. Survey awal yang telah dilakukan mengindikasikan adanya permasalahan pada sistem informasi yang saat ini berlangsung yaitu dalam hal pengumpulan dan pengolahan serta analisis data program pengendalian penyakit diare yang mengakibatkan terjadinya keterlambatan, ketidakakuratan dan ketidaklengkapan data dan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggembangkan suatu sistem informasi yang dapat mendukung pencatatan dan pelaporan program pengendalian penyakit diare.       Penelitian yang  dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan metode pengembangan sistem adalah Framework for Application of  System Technique (FAST). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Subjek penelitian adalah 3 Bidan dan 3 pengelola program pengendalian penyakit diare Puskesmas sebagai informan utama serta 1 pengelola program pengendalian penyakit diare Dinas Kesehatan sebagai informan trigulasi. Analisis isi dilakukan untuk menganalisis data kualitatif.       Pengembangan sistem informasi pencatatan dan pelaporan program pengendalian penyakit diare disesuaikan berdasarkan kebutuhan pengguna yaitu Bidan, pengelola program pengendalian penyakit diare Puskesmas dan Dinas Kesehatan yang mengacu pada format pelaporan program pengendalian penyakit diare. Bidan dan pengelola program pengendalian penyakit diare Puskesmas melakukan input data pasien dan hasil pemeriksaan pasien diare dengan menggunakan telepon seluler berbasis android sehingga dapat dilakukan pada saat pemeriksaan pasien secara langsung. Hal ini untuk mengatasi keterlambatan dalam mengumpulkan data.       Disimpulkan bahwa pengembangan sistem informasi pencatatan dan pelaporan program pengendalian penyakit diare menghasilkan sistem yang membantu dalam pengumpulan, pengelolaan dan analisi data program pengendalian penyakit diare. Sistem ini dapat dimanfaatkan oleh Bidan, pengelola program pengendalian penyakit diare Puskesmas dan Dinas Kesehatan sebagai pendukung dalam pengambilan kebijakan kesehatan bagi program pengendalian penyakit diare di wilayah kerja masing-masing.
Pemberian Biskuit Sandwich Meningkatkan Berat Badan Ibu Hamil Berisiko Kurang Energi Kronis Rika Andriani; Martha Irene Kartasurya; Sri Achadi Nugraheni
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.6.2.2018.132-137

Abstract

Pertambahan berat badan yang kurang selama kehamilan dapat menyebabkan ibu melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Di Kabupaten Tegal, pada tahun 2016 jumlah ibu hamil kurang energi kronis (KEK) yaitu 18,7 % meningkat dari 6,5 % pada tahun 2015. Pemberian makanan tambahan berupa biskuit sandwich merupakan  salah satu upaya pemerintah untuk perbaikan gizi ibu hamil. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh program pemberian  makanan tambahan terhadap status gizi ibu hamil KEK  kuasi eksperimen. Populasi penelitian semua ibu hamil KEK di Kabupaten Tegal. Subjek penelitian 51 bumil KEK (gakin) kelompok perlakuan yang mendapatkan makananan tambahan dan 51 bumil KEK (non gakin) kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur, dan penimbangan berat badan. Peningkatan berat badan diukur sebelum diberikan makanan tambahan pada awal trimester III dan sesaat sebelum melahirkan. Data dianalisis dengan menggunakan independent-test dan GLM (General Linier Model). Sebagian besar responden pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol berumur 20-35 tahun Pendidikan terakhir responden pada kelompok perlakuan dan kontrol sebagian besar lulusan SMP yaitu 22 (43,1 %) responden. Peningkatan berat badan ibu hamil  KEK pada kelompok perlakuan (5,5±1,10 kg) lebih tinggi daripada kelompok kontrol (4,9±0,93 kg) dengan p=0,001. Disimpulkan bahwa pemberian makanan tambahan dapat meningkatkan berat badan ibu hamil KEK. Disarankan selama pemberian makanan tambahan dilakukan  pengawasan dan meningkatkan motivasi konsumsi biskuit.
Factors Affecting Child Immunization In Indonesia Based On Indonesia Demographic Health Survey (IDHS) 2012 Furqon, Ufi Alaia; Estudillo, Jonna P
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Prodi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2202.542 KB) | DOI: 10.14710/jmki.6.2.2018.%p

Abstract

Immunization programs have contributed to prevent the spread of infectious diseases and mortality among children. Although Indonesia has experienced remarkable progress in reducing child mortality, universal immunization coverage has not been achieved. This paper aims to identify important factors affecting the incidence of child immunization in Indonesia using the Indonesia Demographic and Health Survey (IDHS) of 2012. By probit regression, I estimated the child immunization acceptance and analyzed the impact of location of households at the provincial level which divide the location of respondents both inside and outside of Java. I found that mother’s level of education, household assets, and urbanity are important factors affecting the uptake of vaccinations. In addition, significant regional differences in vaccination incidence indicated that local resources serve as bottlenecks in vaccination. By encouraging government policies that improve women’s schooling, household assets, and regional support for health, vaccination coverage could increase and even become universal.
Sistem Pengendalian Manajemen Pelayanan Kesehatan Di Unit Pengobatan Penyakit Paru-Paru (Up4) Provinsi Kalimantan Barat Juliyanti Pasorong; Antono Suryo Putro; Mateus Sakundarno Adi
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.6.2.2018.138-144

Abstract

Kinerja UP4 Provinsi Kalimantan Barat dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sangat bergantung pada keberhasilan pihak manajemen dalam menerapkan sistem pengendalian manajemen (SPM) sebagai alat untuk mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis terhadap pelaksanaan SPM di UP4 dalam mendukung upaya dan kinerja UP4 untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas terhadap masyarakat. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Informan utama dalam penelitian ini adalah pihak manajemen yang terdiri dari kepala UP4 dan para kepala bagian, sedangkan informan triangulasi pegawai pada masing-masing bagian/seksi. Pengolahan dan analisis data menggunakan teknik analisis sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SPM dalam bentuk sistem perencanaan, sistem operasional, sistem pengukuran kinerja, sistem umpan balik, dan sistem evaluasi dan penghargaan yang diterapkan di UP4 belum berjalan secara baik. Bentuk SPM seperti perencanaan, sistem operasional, sistem umpan balik masih ada permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaannya yang mengakibatkan SPM menjadi kurang efektif. Penelitian ini menemukan bahwa aspek partisipasi dan komunikasi menjadi persoalan utama dalam pelaksanaan SPM. UP4 juga belum memiliki sistem pengukuran kinerja dan sistem evaluasi dan penghargaan yang terformalisasi secara baik. Disarankan agar pihak UP4 dapat meningkatkan partisipasi pegawai dalam aktivitas perencanaan, meningkatkan diskusi-diskusi formal maupun informal untuk menjembatani sering terjadinya kesalahan komunikasi, serta mendesain sistem pengukuran kinerja dan sistem evaluasi dan penghargaan yang baik.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Implementasi Program Pengendalian Tuberkulosis di Puskesmas Wilayah Kabupaten Magelang Ita Puji Lestari; Laksmono Widagdo; Mateus Sakundarno Adi
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.6.2.2018.114-120

Abstract

Prevalensi TB di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2012 adalah sebesar 106,42 per 100.000 penduduk. Penemuan kasus dan Case Detection Ratedi bawah standar 70%, pada level kota/ kabupaten maupun level puskesmas dan untuk CDR terendah di Kabupaten Magelang yaitu 21,82%. Kabupaten Magelang pada tahun 2013 perkiraan kasus baru TB Paru BTA positif sebanyak 1285 orang dengan cakupan penemuan kasus TB Paru BTA positif pada tahun 2013 mencapai 17,98%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan implementasi program pengendalian TB di Puskesmas Kabupaten Magelang.Jenis penelitian adalah observasional analitik  dengan pendekatan Cross Sectional. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh petugas pelaksana yang terdiri satu perawat koordinator program, seorang tenaga laboratorium, dan serang dokter sebanyak 87 orang. Analisis data dilakukan secara multivariat.Hasil penelitian dengan uji statistik menunjukkan  ada hubungan antara faktor komunikasi dengan implementasi (p=0,001), ada hubungan antara faktor disposisi dengan implementasi (p=0,001),ada hubungan antara faktor karakteristik badan pelaksana dengan implementasi (p=0,001), ada hubungan antara pemahaman standar dengan implementasi (p=0013),tidak ada hubungan antara faktor sumber daya dengan implementasi (p=0,240), dan tidak ada hubungan yang bermakna antara faktor lingkungan dengan implementasi program TB (p=0,057).Disarankan Puskesmas untuk menyusun instrumen yang mengukur efektifitas koordinasi dalam program,membuat kegiatan pendidikan dan pelatihan kaderisasi penyakit TB secara berkala. Puskesmas menjalin jejaring kerja sama dengan stakeholder dan masyarakat, menyusun pengembangan sistem reward bagi petugas maupun kader TB yang memiliki peran yang aktif ,menyusun suatu  task force khusus untuk program pengendalian TB yang dilegalkan dengan Surat Keputusan dari Kepala Puskesmas.  
Hubungan Status Preeklampsia Ibu Hamil dan Berat Badan Lahir Bayi di Rumah Sakit Umum Anutapura Palu Sulawesi Tengah Putri Lili Heldawati; Martha Irene Kartasurya; Sri Achadi Nugraheni
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.6.2.2018.98-106

Abstract

Preeklampsia diduga merupakan salah satu faktor risiko terjadinya berat badan lahir rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan membuktikan bahwa berat badan lahir bayi ibu penderita preeklampsia lebih rendah dari pada ibu non preeklampsia. Jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan kohort prospektif. Subjek penelitian 68 orang, yang mencakup 34 ibu hamil penderita preeklampsia dan 34 non preeklampsia yang dipilih secara Purposive Sampling. Pengumpulan data dilaksanakan dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur dan data sekunder dari Rumah Sakit (Berat Badan Lahir dan Panjang Badan lahir). Analisis data dilakukan dengan chi-square,  Mann Whitney Test, independent T Test, dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan umur, pendidikan, status bekerja dan pendapatan per bulan antara ibu penderita preeklampsia dan non preeklampsia. Tidak ada perbedaan jarak kehamilan, paritas, status gizi ibu, penyakit saat hamil dan pemeriksaan Antenatal care antara ibu penderita preeklampsia dan non preeklampsia. Berat badan lahir bayi dari ibu penderita preeklampsia lebih rendah (2.650±469,1)gram, daripada ibu non preeklampsia (2.700±346,7)gram, dengan nilai p=0,022. Disarankan kepada para bidan untuk memberikan motivasi pada ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan Antenatal care secara rutin sebagai upaya deteksi dini pencegahan preeklampsia dan BBLR.        
Pengaruh Kualitas Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut terhadap Kepuasan Pasien di Poliklinik Gigi RSI Sultan Agung Semarang Rr. Sarah Ladytama; J. Sugiarto; Sudiro Sudiro
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.6.2.2018.151-158

Abstract

Rumah sakit dinyatakan berhasil, tidak hanya pada kelengkapan fasilitas yang diunggulkan, melainkan juga pada sikap dan layanan sumberdaya manusia. Pemenuhan kebutuhan pasien, pelayanan prima menjadi tuntutan utama dalam pelayanan di rumah sakit. Kesehatan gigi dan mulut tidak terkecuali, karena merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan kesehatan masyarakat di setiap rumah sakit. Pelayanan kesehatan yang bermutu merupakan pelayanan kesehatan seharusnya dilaksanakan secara bertanggung jawab, aman, bermutu serta merata dan non diskriminatif.Poligigi RSI Sultan Agung Semarang memiliki pelayanan gigi yang lengkap dengan dokter-dokter gigi spesialis yang berkompetensi dibidangnya, tetapi faktanya pelayanan masih belum optimal dikarenakan masih terdapat beberapa keluhan dari pasien, seperti antri menunggu dokter yang lama, dokter sudah datang namun masih harus menunggu, tidak segera mendapatkan pelayanan, jumlah kunjungan yang dibatasi, letak pendaftaran dan poli gigi yang dirasakan jauh.Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental (observational) kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh populasi yang terlibat dalam kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut di RSI Sultan Agung Semarang dengan karakter pasien yang sudah pernah periksa dan mendapatkan pelayanan di poliklinik gigi RSI Sultan agung Semarang, jumlah sampel diambil sebanyak 100 responden dengan teknik Non Probability Sampling selanjutnya analisis dilakukan degan menggunakanStructural Equation Model (SEM).Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel pada Kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang meliputi variabel penampilan fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan perhatian berpengaruh positif dan signfiikan terhadap kepuasan pasien di Poliklinik Gigi RSI Sultan Agung Semarang, dimana variabel responsiveness mempunyai pengaruh signifikan sebesar 0,929 dengan arah positif yang merupakan variabel yang berpengaruh paling dominan
Analisis Faktor Yang Berhubungan dengan Kepuasan Ibu Hamil terhadap Kualitas Pelayanan Kelas Ibu Hamil di Kota Semarang Nurani Hari Murti; Bagoes Widjanarko; M. Zen Rahfiludin
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.6.2.2018.121-131

Abstract

Pencapaian tujuan pelaksanaan Kelas Ibu Hamil dalam rangka menurunkan AKI secara bermakna dengan deteksi dini dan penanganan ibu hamil berisiko belum tercapai yang mengindikasikan bahwa kualitas pelayanan yang masih rendah dan berdampak pada ketidakpuasan terhadap pelayanan di kelas ibu hamil. Gambaran ketidakpuasan meliputi rendahnya kunjungan di kelas ibu hamil (20,37%), ketidakpuasan disebabkan oleh faktor akses, lokasi, fasilitas, kenyamanan dan kurangnya pemberian informasi. Dari studi pendahuluan terhadap 15 peserta kelas ibu hamil sebanyak 67% menyatakan tidak puas dan 33% puas. Pengukuran faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan ibu hamil penting dilakukan sebagai bahan perbaikan berkesinambungan terhadap kualitas pelayanan di kelas ibu hamil.Tujuan penelitian menganalisis faktor yang berhubungan dengan kepuasan ibu hamil terhadap kualitas pelayanan kelas ibu hamil di Kota Semarang. Rancangan penelitian observasional analitik cross sectional dengan sampel 160 responden perwakilan dari 16 kecamatan di Kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kepuasan ibu hamil berdasarkan uji Chi-Square yaitu fasilitas (nilai p=0,000),lokasi (nilai p=0,003),pendidikan (nilai p=0,000) dan pekerjaan (nilai p=0,001). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah umur (nilai p=0,929),penghasilan (nilai p=1,0),jumlah hamil (nilai p=1,0),usia hamil (nilai p=0,138). Analisis multivariat regresi logistik yaitu faktor yang berhubungan dengan kepuasan ibu hamil adalah fasilitas (nilai p=0,004 dan OR=2,937) dan lokasi (nilai p=0,007 dan OR=2,773) dengan nilai probabilitas 85%.Saran untuk meningkatkan kepuasan ibu hamil terhadap pelayanan di kelas ibu hamil adalah meningkatkan fasilitas, ketrampilan petugas kesehatan, promosi dan sosialisasi melalui media, partisipasi aktif peserta kelas melalui pembentukan kepengurusan kelas, koordinasi penentuan lokasi kelas ibu hamil dengan sistem mikrosimulasi dan kerjasama interprofesi tenaga kesehatan serta pelibatan institusi pendidikan kesehatan. 
Budaya Organisasi dalam Pelayanan Keperawatan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Ibu dan Anak Kumala Siwi Jepara Arief Yustiawan
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.6.2.2018.107-113

Abstract

Budaya organisasi yang terdiri dari artefak, nilai-nilai, dan asumsi-asumsi dasar yang diterapkan pada sebuah organisasi seperti rumah sakit membutuhkan konsistensi serta keterlibatan  seluruh anggota didalamnya sehingga akan memudahkan adaptabilitas terhadap lingkungan eksternal dan internal dengan ditandainya penyelesaian tugas yang baik dan benar, tidak ada kesalahan dalam hal pekerjaan, pelayanan menjadi baik, kedisiplinan, kerjasama antar karyawan yang baik, serta inovasi dan kreativitas meningkat. Peran perawat didalam rumah sakit sangat besar dalam pelaksanaan pelayanan keperawatan akan tetapi terdapat peran perawat muncul kendala selain bersinergi dengan terhadap tujuan yang diharapkan oleh rumah sakit, perawat juga memiliki kontrak dengan sosialnya dengan pasien dan pada profesi organisasinya. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam pada 3 perawat pelaksana sebagai informan utama dan 2 informan triangulasi terdiri dari kepala seksi keperawatan dan kepala ruang rawat inap. Data dianalisis menggunakan metode content analysis. Penelitian menunjukkan pelaksanaan budaya organisasi meliputi artefak, nilai-nilai, dan asumsi-asumsi dasar terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pelayanan keperawatan, didapatkan bahwa penanaman visi, misi dan tujuan rumah sakit telah dilaksanakan sesuai dengan budaya organisasi yang ada diterapkan oleh rumah sakit.  Penerapan struktur organisasi di ruang rawat inap belum terpenuhi sehingga pelaksanaan tugas kurang maksimal. Sumber daya keperawatan dengan jumlah yang kurang memadai sehingga pelaksanaan budaya organisasi di ruang rawat inap tidak berjalan dengan baik. Pelaksanaan metode penugasan kepada pasien tidak mengacu kepada falsafah yang dibangun rumah sakit, pola ketenagan, serta karakteristik populasi pasien dalam memberikan asuhan keperawatan. Ketersediaan sumber atau fasilitas diruang rawat inap tidak mendukung terciptanya budaya organisasi dalam pelayanan keperawatan. Kesadaran dan motivasi terhadap pekerjaan dilaksanakan secara profesional dan maksimal sesuai dengan penerapan nilai-nilai rumah sakit. Komitmen dari pimpinan terjalin dengan baik antar perawat pelaksana atau dibagian lain.   Kata kunci: Budaya Organisasi; Artefak; Nilai-Nilai; Asumsi-Asumsi Dasar.

Page 1 of 2 | Total Record : 13