cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Prodi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP, Jalan Professor Soedarto, Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50275, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 23033622     EISSN : 25487213.     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2018): Desember 2018" : 7 Documents clear
Analisis Teori Kemampuan, Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Perawat devia lydia putri; Budi Hartono
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.065 KB) | DOI: 10.14710/jmki.6.3.2018.195-203

Abstract

Performance is influenced by ability, work motivation, job satisfaction. Some explained in Rivai's theory (2005) ; Bittel, L.R and Nestrom, J.W (1991) ; Gibson (2001) ; Usman (2008), where the common problems faced by organizational leaders. The right nursing process activities have not been carried out adequately by the nurses, which has an impact on the hospital occupancy rate. The high turnover data in 2017 was 18% compared to 2016 as much as 12%. This study uses an analytical survey with a quantitative approach, using a cross sectional design, this population is 89 people, in this study researchers used the entire population to be sampled. Data analysis method Partial Least Square (PLS). The results showed that the variable Ability of Gibson's theory (2001) was able to explain as much as 90,8% (goodness of fit), and the remaining 9,2% could be found by indocators / variables outside the theory under study. Maslow's Work Motivation Variable (1943) is able to explain 80,1% (goodness of fit), and the remaining 19,9% can be found indicators / variables outside the theory under study. Nurse Performance Variables theory of Mondy and Noe (1990) ; Tsui, et, al. (1997) ; L. Mathis and John H. Jackson (2002) ; Simamora (2004) is able to explain 86,6% (goodness of fit), and the remaining 13,2% can be found indicators / variables outside the theory under study. Overall performance is influenced by ability and motivation, but job satisfaction has no effect. It is recommended that the hospital be carried out efforts to increase capacity, namely the ability to interact, conceptual abilities, and technical abilities, while for work motivation, namely physical, sense of security, compassion, self actualization and appreciation.
Asupan Vitamin D yang Rendah, Obesitas dan Paparan Asap Rokok merupakan Faktor Risiko Preeklampsia Di Puskesmas Indramayu Tahun 2017 Roifatun Nisa; Martha Irene Kartasurya; Siti Fatimah
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.107 KB) | DOI: 10.14710/jmki.6.3.2018.204-209

Abstract

Penyebab  utama  kematian  ibu di  Kabupaten Indramayu  dari tahun 2012 - 2016 adalah preeklampsia yaitu 40 %.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko kejadian preeklampsia di Puskesmas Kabupaten Indramayu.Jenis penelitian observasional dengan rancangan kasus kontrol. Subyek sejumlah 55 kasus ibu preeklampsia dan 55 kasus ibu tidak preeklampsia dan dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilaksanakan dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur, pengukuran antropometri dan metode food recall 2 x 24 jam. Analisis data dilakukan dengan chi-square dan regresi logistik ganda.Hasil penelitian menunjukkan faktor risiko terjadinya preeklampsia adalah umur kehamilan berisiko (<20 atau >35 tahun) (OR=5,4, p=0,001), riwayat preeklampsia sebelumnya (OR=7,1, p=0,001), riwayat preeklampsia dalam keluarga (OR=7,2, p=0,001), obesitas (OR=6,5, p=0,001), tingkat kecukupan protein kurang (OR=2,7, p=0,020), tingkat kecukupan vitamin D kurang (OR=3,7, p=0,013), stress (OR=2,6, p=0,013) dan paparan asap rokok (OR=2,3, p=0,030), secara multivariat umur kehamilan berisiko (<20 atau >35 tahun) (OR=2,9, p=0,047), riwayat preeklampsia (OR=4,3, p=0,024), riwayat preeklampsia dalam keluarga (OR=9,1, p=0,001), obesitas (OR=7,1, p=0,001) dan tingkat kecukupan protein (OR=4,1, p=0,026) secara bersama-sama merupakan faktor risiko kejadian preeklampsia. Disimpulkan bahwa faktor risiko yang paling kuat adalah riwayat preeklampsia dalam keluarga dan obesitas.  Disarankan agar memasukkan riwayat preeklampsia dalam keluarga pada daftar data perawatan antenatal, mengintensifkan kunjungan nifas dan melakukan pengawasan bagi mereka yang telah terindentifikasi mempunyai risiko terjadinya preeklampsia.
Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Bidan dalam Asuhan Perawatan Metode Kanguru pada Ibu BBLR Naluri Widyaningsih Syamsiedi; Martha Irene Kartasurya; Sri Achadi Nugraheni
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.6.3.2018.165-170

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah merupakan salah satu penyebab tingginya AKB di Indonesia. Salah satu upaya untuk menyelamatkan bayi BBLR dari kematian adalah PerawatanMetodeKanguru (PMK). Pelaksanaan PMK di Kabupaten Banyumas belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungandengankinerjabidandalammemberikanasuhan kepada ibu bayi BBLR tentangPMK.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan responden 80 bidan yang dipilih secara clustered random sampling.Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur dan analisis data dengan menggunakan korelasi rank spearman dan regresi logistik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja bidan dalam asuhan PMK masih kurang pada 41,2% responden, pengetahuan kurang 36,2%, persepsi kurang 45,0%, motivasi kurang 50,0%, sikap kurang 45,0%, supervisi kurang 47,5% dan kepemimpinan kurang 46,3%. Terdapat hubungan positif antara pengetahuan dengan kinerja bidan dalam asuhan PMK (r=0,37; p=0,001). Bidan dengan pengetahuan baik mempunyai kinerja asuhan PMK 5 kali lebihbaikdaripadabidandenganpengetahuankurang (Exp (B)=5,021). Persepsi, motivasi, sikap, supervisi dan kepemimpinan tidak memiliki hubungan dengan kinerja bidan dalam asuhan PMK.Direkomendasikan kepada Dinas Kesehatan  untuk meningkatkan pengetahuan dan kinerja bidan serta penggunaanreward dan punishment terkait kinerja bidan.
Pengaruh Media Booklet dan Film Pendek terhadap Perilaku Orangtua Balita Usia 6-24 Bulan dalam Pemberian MP-ASI Nurul Laili Hidayati Rizqie; Apoina Kartini; Zahroh Shaluhiyah
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.6.3.2018.179-186

Abstract

Salah satu faktor yang menyebabkan gizi buruk pada balita adalah pemberian MP-ASI yang tidak tepat. Upaya promosi dan edukasi tentang MP-ASI merupakan salah satu tindakan efektif untuk mencegah gizi buruk pada balita. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh media booklet dan film pendek terhadap pengetahuan, sikap dan praktik orangtua balita usia 6-24 bulan dalam pemberian MP-ASI. Metode penelitian ini adalah Eksperimental-Semu dengan Nonequivalent pretest-posttest with control group design. Populasi penelitian: orangtua balita usia 6-24 bulan (istri dan suami) di Kabupaten Kudus dengan penyesuaian kriteria inklusi. Terdapat 61 orangtua pada kelompok perlakuan (mendapatkan booklet, film pendek, dan leaflet) dan kelompok tanpa perlakuan (hanya mendapatakan leaflet). Variabel bebas: pemberian media booklet dan film pendek kepada orangtua balita usia 6-24 bulan dan variabel terikat: perilaku orangtua balita usia 6-24 bulan (pengetahuan, sikap, dan praktik) dalam pemberian MP-ASI. Analisis data menggunakan Uji Mann Whitney. Tidak terdapat perbedaan perubahan (kelompok perlakuan dan kelompok tanpa perlakuan) pada variabel pengetahuan istri (p=0,517), pengetahuan suami (p=0,531), sikap istri (p=0,325), sikap suami (p=0,062), praktik istri (0,052), dan praktik suami (0,151) tentang pemberian MP-ASI. Nilai rerata lebih tinggi pada kelompok perlakuan. Hal ini menunjukkan jika pemberian booklet dan film pendek lebih efektif dibandingkan dengan kelompok tanpa perlakuan.
Analisis Kepuasan Keluarga Pasien Poli Psikiatri Rumah Sakit H.A. Djunaid Kota Pekalongan Tahun 2017 Dina Wati; Chriswardani Suryawati; Bagoes Widjanarko
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.6.3.2018.210-214

Abstract

Berdasarkan data kunjungan pasien rawat jalan di Rumah Sakit H.A. Djunaid, khususnya Poli Psikiatri mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, yaitu sejumlah 85 pasien (1%) tahun 2014, menjadi 588 pasien (6%) tahun 2015, meningkat lagi sebanyak 2.232 pasien (17%) tahun 2016, dan tahun 2017 sebanyak 5997 pasien (21%). Kenaikan jumlah pasien diikuti bertambahnya keluhan. Keluhan berasal dari keluarga pasien Poli Psikiatri yang merupakan permasalahan yang harus segera di tindaklanjuti oleh pihak manajemen. Meningkatnya jumlah keluhan dari tahun ke tahun yaitu pada tahun 2014 sebanyak 3 kasus (5%), tahun 2015 menjadi 10 kasus (17%), tahun 2016 menjadi 12 kasus (22%), tahun 2017 menjadi 16 kasus (33%). Ketidakpuasan berbeda satu sama lain tergantung faktor internal dari tiap individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan, sikap, dan minat terhadap kepuasan keluarga pasien di Poli Psikiatri RS H.A. Djunaid Kota Pekalongan.Penelitian ini merupakan penelitian inferensial kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 204 responden dengan kriteria tertentu, menggunakan instrumen kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan dianalisis menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata usia responden 45 tahun, berjenis kelamin laki-laki, pendidikan SLTP, bekerja sebagai wiraswasta, berpengetahuan baik, memiliki sikap positif dan minat yang tinggi. Terdapat hubungan yang bermakna masing-masing variabel yaitu pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,000), minat (p=0,000), umur (p=0,001), jenis kelamin (p=0,000), pendidikan (p=0,000), dan pekerjaan (p=0,000) terhadap kepuasan. Tingkat kepuasan diukur berdasarkan dimensi kepuasan, meliputi kenyamanan pelayanan, ketersediaan, karakter pemberi pelayanan, pembiayaan dan mutu pelayanan. Variabel yang berpengaruh paling dominan adalah pengetahuan. Keluarga pasien dengan pengetahuan baik memiliki risiko 2,427 kali lebih besar untuk tidak puas terhadap pelayanan dibanding dengan yang berpengetahuan kurang baik.Saran yang bisa diberikan adalah dengan memperbaiki kualitas pelayanan seperti, edukasi kepada pasien/keluarga tentang kesehatan, pelatihan service excellent bagi petugas dan lain-lain. Sehingga diharapkan kepuasan akan meningkat.  Kata Kunci      : Poli Psikiatri, Kepuasan, Keluarga PasienPustaka           : 57 (1991-2017)
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Perkembangan Kognitif Balita Umur 2-3 tahun di Wilayah Puskesmas Leyangan Kabupaten Semarang Lia Anjar Nur Zhamaroh; Suhartono Suhartono; Sri Achadi Nugraheni
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.6.3.2018.171-178

Abstract

Kecerdasan merupakan salah satu indikator kualitas hidup manusia, dimana kemampuan kognitif berkontribusi di dalamnya. Selain faktor genetik faktor lingkungan yaitu gizi dan stimulasi mempengaruhi perkembangan kognitif balita. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor- faktor yang berhubungan dengan perkembangan kognitif balita umur 2-3 tahun di Wilayah Puskesmas Leyangan Kabupaten Semarang. Rancangan penelitian cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 110 responden ibu balita. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat dengan uji Spearman, Mann-Whitney dan Chi-square, analisis multivariat dengan regresi logistik.            Analisis univariat menunjukkan bahwa balita yang mengalami perkembangan kognitif kurang (41,8%), stimulasi perkembangan kurang (48,2%), status gizi stunting (42,8%), tidak mengikuti PAUD (73,6%), dan lama bermain game ≥ 3 jam/hari (10%). Terdapat hubungan signifikan antara pendapatan keluarga (p=0,008), besar keluarga (p=0,031) dan riwayat ASI eksklusif (p=0,011) dengan perkembangan kognitif balita. Uji beda proporsi menunjukkan pendapatan keluarga, besar keluarga, riwayat ASI eksklusif, status gizi, keikutsertaan di PAUD dan stimulasi perkembangan berhubungan signifikan dengan perkembangan kognitif balita (p<0,05). Sedangkan umur Ibu, pendidikan Ibu, pekerjaan Ibu, riwayat BBLR (p>0,05), dan riwayat kelahiran prematur tidak berhubungan signifikan terhadap perkembangan kognitif balita. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa pendapatan keluarga (OR=7,273), status gizi (OR=4,303),riwayat pemberian ASI eksklusif (OR=9,036) dan stimulasi perkembangan (OR=8,018) berpengaruh terhadap perkembangan kognitif balita.
Hubungan Karakteristik Keluarga Kurang Mampu dengan Kejadian Stunting pada Balita di Kota Semarang Santi Mutiara Purnama Asri; M. Zen Rahfiludin; Martini Martini
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.6.3.2018.187-194

Abstract

Klasifikasi sebuah keluarga dikatakan miskin dinilai oleh beberapa indikator, yaitu kemampuan keluarga memperoleh kepemilikan pakaian (sandang), mendapatkan pangan, kondisi tempat tinggal (papan) yang layak, terjangkaunya akses pendidikan dan kesehatan, pendapatan, serta kepemilikan aset.1 Stunting pada anak merupakan salah satu indikator jangka panjang dari gizi kurang yang merupakan dampak dari kegagalan pertumbuhan di masa lalu yang akan menghambat perkembangan anak di masa mendatang.2 Penelitian ini bertujuan untuk menghubungkan antara karakteristik keluarga kurang mampu terhadap kejadian stunting pada balita di Kota Semarang.Penelitian ini menggunakan desain case control dengan teknik purposive sampling. Subyek penelitian yaitu 91 balita stunting (kasus) dan 91 balita normal (kontrol). Variabel yang diukur yaitu pola asuh orang tua, pendidikan ibu, pendidikan ayah, pekerjaan ibu, pendapatan keluarga, pengetahuan gizi ibu.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara pola asuh orang tua (p-value<0,0001, OR = 12,632, dan 95%CI = 16,268 - 25,498) , pengetahuan gizi ibu (p-value<0,0001, OR = 9,273, dan 95%CI = 4,728 - 18187) , pendidikan ibu (p-value=0,002, OR = 2,857, dan 95%CI = 1,509 - 5,410), pendidikan ayah (p-value=0,006, OR = 2,842, dan 95%CI = 1,389 - 5,813 dan pendapatan keluarga (p-value=0,037, OR = 2,738, dan 95%CI = 1,131 - 6,629) dengan kejadian stunting di Kota Semarang.

Page 1 of 1 | Total Record : 7