cover
Contact Name
Jurnal Sosiologi Nusantara
Contact Email
jurnalsn@unib.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsn@unib.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
SOSIOLOGI NUSANTARA
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 24609099     EISSN : 26229617     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Sosiologi Nusantara (JSN) merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik, Universitas Bengkulu. Jurnal Sosiologii Nusantara teregistrasi dengan ISSN Print (2460-9099) dan ISSN Online (2622-9617). Jurnal ini menerima artikel ilmiah yang berisi hasil penelitian di bidang sosial humaniora, kajian mengenai kependudukan, gender, pemberdayaan masyarakat. Redaksi tetap menerima naskah artikel yang masih berkaitan dengan topik sosial yang relevan. Jurnal Sosiologi Nusantara terbit sebanyak 2 kali dalam 1 tahun, yakni pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 149 Documents
DILEMA USAHA RASIONAL WIRAUSAHA MUDA DI DENPASAR Wahyu Budi Nugroho, M.A; Gede Kamajaya
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.7.1.1-16

Abstract

Penelitian ini mengkaji rasionalisasi para mahasiswa di Kota Denpasar yang terjun ke dunia wirausaha. Status mereka sebagai mahasiswa aktif yang masih berkuliah tentu memerlukan berbagai pertimbangan khusus (rasionalisasi) sebelum mereka memutuskan untuk berwirausaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teori habitus Pierre Bourdieu, teori motif tindakan sosial Max Weber, serta teori pilihan rasional James Coleman. Melalui penelitian yang dilakukan terhadap tujuh belas informan, dilema atau hambatan rasional ditemui pada sembilan informan, sementara delapan informan cenderung memiliki rasionalisasi yang kuat dalam berwirausaha. Adapun motif tiga belas informan dalam berwirausaha terkategori dalam rasionalitas instrumental, tiga informan dalam kategori rasionalitas nilai, dan satu sisanya dalam kategori rasionalitas afeksi. Dari ketujuh belas informan penelitian, ditemui delapan informan penelitian yang menggunakan prinsip-prinsip pilihan rasional dalam mengoptimalkan kegiatan wirausaha di sela-sela kesibukan kuliahnya. Kata Kunci : Wirausaha Muda, Rasionalisasi Usaha, Wirausaha Denpasar 
PROBLEMATIKA PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH KAWASAN TANPA ROKOK DI PROVINSI BENGKULU Sepri Yunarman
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.7.1.131-148

Abstract

Bengkulu merupakan provinsi dengan tingkat perokok tertinggi kedua di Indonesia, yakni 27,8% dari penduduknya yang berusia 10 tahun ke atas merokok setiap hari. Data statistik pada tahun 2018 terdapat sekitar 28,14% penduduk Provinsi Bengkulu menderita hipertensi dan 33,8% terkena stroke akibat konsumsi atau terpapar nikotin. Salah satu upaya dari pemerintah Bengkulu mengatasi bahaya rokok adalah dengan mengesahkan Peraturan Daerah No 4 tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Namun, sampai sekarang, Perda tersebut belum efektif terlaksana. Studi ini bertujuan untuk menggali bagaimana pelaksanaan Perda di wilayah KTR, apa saja penghambat dan bagaimana solusi dalam implementasi Perda KTR di Provinsi Bengkulu. Penelitian ini merupakan studi lapangan dengan pendekatan penelitian kombinasi (mixed methods). Tahap pertama mengumpulkan dan menganalisis data dengan metode kuantitatif dan tahap kedua, mengumpulkan dan menganalisis data menggunakan metode kualitatif, survei, wawancara dan observasi selanjutnya dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Studi ini menemukan bahwa pelaksanaan Perda KTR di Provinsi Bengkulu belum berjalan efektif karena masih lemahnya komitmen pemerintah baik eksekutif maupun legislatif dalam empat aspek utama. Pertama, belum adanya kesepahaman di internal pemerintah tentang urgensi regulasi teknis terkait implementasi Perda KTR tersebut. Kedua, masih minimnya sosialisasi Perda KTR kepada masyarakat, terbukti sebesar 49,5% responden belum mengetahui adanya perda KTR. Ketiga, belum tersedianya anggaran dana bagi dinas terkait untuk melakukan penegakan Perda KTR di masyarakat. Keempat, belum adanya upaya pelibatan peran serta anggota masyarakat dalam pengawasan orang merokok di wilayah KTR. Selain tindakan tidak langsung, beberapa tindakan langsung seperti hukuman denda serta sanksi sosial sangat disarankan dalam mengatasai permasalahan tersebut.Kata Kunci : Bengkulu, Daerah Bebas Rokok, Perda KTR
STRATEGI BERTAHAN PEDAGANG BUKU DI TERMINAL SENEN, DKI JAKARTA Omta Purba
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.7.1.89-104

Abstract

Era digitalisasi menghadirkan efek ganda yakni sebagai simbol kemajuan teknologi dan sekaligus kemunduran dalam beragam ranah yang sebelumnya tidak terkait dengan proses digital tersebut. Industri buku adalah salah satu ranah yang mengalami kemunduran karena kehadiran digitalisasi. Perdagangan buku adalah salah satu sektor yang dapat menggambarkan kemasifan eksistensi digitalisasi yang dimaksud. Hal ini dapat terlihat sejak mulai dari proses pencetakan, penerbitan sampai pada pemasaran buku. Penelitian ini dilakukan di area Terminal Senen, DKI Jakarta, dengan menggunakan pendekatan kualitatif dalam studi kasus. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan deskripsi terkait praktik perdagangan buku di Terminal Senen dan strategi bertahan mereka dalam era digitalisasi. Pengumpulan data primer dilakukan dengan memanfaatkan observasi dan wawancara mendalam terhadap sejumlah informan, sementara data sekunder diperoleh lewat sejumlah laporan/ dokumen berita terpercaya dan data statistik. Berdasarkan observasi dan wawancara mendalam tersebut, maka ditemukan dan dihasilkan kesimpulan bahwa para pedagang tetap optimis terhadap kios buku fisik namun dengan pertimbangan bahwa mereka harus mengkolaborasikan metode pemasaran dan perdagangan online dan offline. Sebab masih ada pelanggan yang mengaku lebih nyaman dan puas ketika datang untuk memilih dan membawa pulang buku fisik. Selain itu, sejarah dan ingatan masyarakat terhadap perdagangan buku di Terminal Senen yang sudah berlangsung selama puluhan tahun tidak mudah diabaikan begitu saja. Lebih lanjut, ketekunan kelompok Etnis Batak yang mendominasi perdagangan buku di sana dengan image tertentu juga menjadi hal menarik untuk dikaji.
PEMANFAATAN MOBILE HEALTH (mH) DAN DAMPAKNYA PADA PERILAKU KESEHATAN MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES) Siska Riyatul Jannah; Fadly Husain; Rini Iswari; Antari Ayuning Arsi
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.7.1.181-192

Abstract

Mobile health (mH) adalah inovasi di sektor kesehatan digital dengan menyediakan dukungan dan intervensi perawatan kesehatan melalui teknologi seperti gawai, tablet, dan perangkat elektronik untuk mendukung perawatan medis. Mobile Health (mH) dijadikan sebagai informasi awal maupun second opinion untuk mengetahui penyebab sakit hingga penanganan medis yang diperlukan untuk meredakan simptom (gejala) yang yang dirasakan seseorang. Mahasiswa dipilih sebagai subjek penelitian ini dikarenakan mahasiswa rentan sakit dan keterikatan mahasiswa dengan teknologi khususnya gawai sehingga mahasiswa cenderung memanfaatkan mH karena mudah diakses dan dijangkau oleh mahasiswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan mahasiswa mengenai mH dan dampaknya pada perilaku kesehatan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif untuk menjawab rumusan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan mahasiswa mengenai mH diperoleh dari sosialisasi media massa dan media sosial dalam bentuk iklan yang persuasif. Mahasiswa memanfaatkan mobile health (mH) seperti halodoc dan alodokter agar memperoleh informasi maupun konsultasi dengan dokter tentang gejala dan keluhan-keluhan sakit yang dialami seperti alergi dan asam lambung. Dengan adanya mobile health (mH) ini mahasiswa pengguna memiliki alternatif dalam pencarian kesehatan dan pengobatan. Kata kunci : Mahasiswa, Mobile Health (mH), Perilaku Kesehatan 
DUALITAS AGEN DAN STRUKTUR DALAM PENGELOLAAN SAMPAH (Studi Kasus Tentang Pelaksanaan Program Kang Pisman Di Kecamatan Cibiru, Kota Bandung) Ilham Hidayatulloh; Yogi Suprayogi Sugandi; Wahju Gunawan
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.7.1.115-130

Abstract

Sampah di Kota Bandung sudah menjadi masalah yang krusial dan harus diselesaikan. Pemerintah Kota Bandung berupaya menyelesaikan masalah tersebut dengan mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengolah sampah melalui program Kang Pisman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dualitas agen dan struktur dalam pengelolaan sampah. Penelitian ini menggunakan teori strukturasi dari Anthony Giddens sebagai alat analisis yang menjelaskan mengenai konsep dualitas agen dan struktur dalam ruang waktu yang juga melibatkan praktik sosial agen. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dualitas agen dan struktur dalam pelaksanaan program pengelolaan sampah di Kota Bandung terjalin melalui skema signifikansi, dominasi serta legitimasi. Program Kang Pisman merupakan bentuk dari signifikansi dan dominasi Pemerintah Kota Bandung mewajibkan setiap OPD untuk melaksanakan program Kang Pisman secara mandiri dan memberikan instruksi kepada kecamatan dan kelurahan untuk mengikuti dan menjalankan program Kang Pisman sedangkan legitimasi yang dibuat yaitu pemerintah merilis Peraturan Daerah Nomor 9 tahun 2018 tentang pengelolaan sampah. Di Kecamatan Cibiru program Kang Pisman dilaksanakan dengan inovasi yaitu program Nanjak sareng Kang Pisman. Dalam praktiknya kecamatan menggunakan dominasinya yaitu mewajibkan kepada para perangkat RW dan perangkat RT untuk melakukan sosialisasi tentang program Nanjak sareng Kang Pisman. Kecamatan Cibiru juga berkolaborasi dengan bank sampah yang ada di RW 06 Palasari sebagai mitra bank sampah dalam pelaksanaan program Nanjak sareng Kang Pisman ini.Kata Kunci: Agen, Dominasi, Dualitas, Kang Pisman, Sampah, Struktur 
PERTUKARAN SOSIAL ANTARA DUA INDIVIDU DENGAN APLIKASI COUCHSURFING SEBAGAI PERANTARA Gita Juniarti
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.7.1.51-76

Abstract

CouchSurfing merupakan aplikasi keramah-tamahan yang didirikan tahun 2004. Aplikasi ini terus berkembang hingga tahun 2020. Saat ini, anggota CouchSurfing mencapai angka jutaan. Dengan aplikasi ini, anggota dapat menginap secara gratis di rumah member lainnya. Anggota CouchSurfing hanya menekan tombol request to stay untuk menginap di rumah anggota lainnya. Tidak ada hubungan dekat di antara dua anggota yang menjadi host dan surfer. Namun, host bersedia untuk berbagi ruangan dan fasilitas di dalam rumahnya untuk surfer. Lalu, apa bentuk keuntungan yang diterima oleh host melalui aplikasi CouchSurfing ini? Apakah keuntungan tersebut setimpal dengan pengorbanan yang dilakukan oleh host dalam memberikan tempat tinggalnya untuk surfer? Penelitian ini menggunakan teori pertukaran sosial dari George Homans (1961) dan teori tentang hutang (indebtedness) yang digagas oleh Greenberg dengan pendekatan fenomenologi dan dianalisis dengan interpretative phenomenological analysis (IPA). Host dan surfer melakukan pertukaran berupa souvenir dan kuliner. Selain sebagai tanda terima kasih karena telah diberikan tempat tinggal, souvenir dan kuliner juga sebagai simbol budaya dan menunjukkan eksistensi diri. Surfer memberikan tanda terima kasih dengan cara membersihkan rumah host. Keuntungan yang diperoleh berupa penghematan anggaran, pengalaman, dan pengetahuan baru. Keuntungan itu tidak hanya berlaku pada saat ini saja, tapi juga dapat diperoleh di masa mendatang. Penelitian ini menghasilkan temuan berupa kehadiran teknologi yang dapat menggantikan peran manusia selaku perantara transaksi di dalam sistem pertukaran ekonomi berbagi secara tidak langsung. Kata kunci: Aplikasi CouchSurfing, Keuntungan, Host dan surfer, Pertukaran sosial 
POTRET SI FAHMI: SISWA KAYA YANG GAGAL BERPRESTASI Sintia Margani; Nanang Martono; Elis Puspitasari
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.7.1.17-36

Abstract

Artikel ini menggambarkan habitus siswa kelas atas yang gagal mengukir prestasi di sekolah. Siswa kelas atas gagal berprestasi karena tidak memiliki habitus berprestasi seperti belajar dengan konsentrasi, mendengarkan guru, aktif bertanya dan menjawab, membaca dan membuat catatan, membuat jadwal belajar dan pelaksanaannya, mengatur waktu belajar, mengulang pelajaran, mengerjakan PR serta menghafal pelajaran. Penelitian ini dilakukan dengan metode life history yang dilakukan di salah satu SMA di Kota Cilacap. Penentuan informan dilakukan dengan menggunakan purposive sampling, yaitu siswa kaya yang gagal berprestasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan berbagai “modal” seperti modal ekonomi (berasal dari keluarga kelas atas), budaya (memiliki banyak pengalaman sosial), sosial (jaringan pertemanan) dan simbolik (memiliki banyak fasilitas belajar) tidak membuat siswa kaya dapat berprestasi. Salah satu contohnya adalah Fahmi. Ia gagal berprestasi karena memiliki habitus malas, gemar menyontek, senang bermain, serta memiliki kebiasaan membolos. Habitus tersebut terbentuk melalui proses sosialisasi habitus yang terjadi di lingkungan keluarga, pertemanan dan sekolah. Habitus malas belajar berkembang karena lingkungan keluarga yang tidak membiasakan Fahmi untuk belajar membaca dan menulis sejak kecil. Lingkungan sekolah juga mengembangkan habitus malas belajar melalui cara mengajar guru yang membiasakan siswanya untuk menghapal soal. Lingkungan pertemanan bahkan berperan besar menumbuhkan semua habitus yang melekat pada Fahmi. Jadi, kegagalan berprestasi yang dialami Fahmi disebabkan kegagalan sosialisasi habitus berprestasi di lingkungan keluarga, pertemanan dan sekolah meskipun ia memiliki banyak modal yang dapat digunakan untuk mendukung capaian belajarnya.Kata Kunci: Habitus, Modal, Prestasi, Siswa Kaya 
AFIRMASI MODAL SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN PERAN PENDIDIKAN MASA DEPAN (Proyeksi Implementasi Pasca Pandemi Covid-19) Ina Nurnina
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.7.1.149-172

Abstract

Dinamika dan perubahan arah pendidikan abad 21 menjadi salah satu fokus pengambilan kebijakan nasional maupun di tingkat global, selain dari penuntasan target Sustainable Development Goals ke 4 di tahun 2025. Pandemi Covid 19 menyebabkan perubahan terjadi semakin cepat. Integrasi teknologi ke dalam kelas menjadi kian krusial dalam kaitannya dengan kebijakan pembelajaran jarak jauh dimasa pandemi, dan arah peta jalan pendidikan masa depan yang akan menjadikan model pembelajaran hybrid (campuran antara tatap muka dan dan kelas virtual) menjadi pilihan terbaik yang diyakini akan mampu mengoptimalkan kemampuan bernalar tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills) dan menjadikan siswa sebagai sentral aktivitas pembelajaran. Hal lainnya adalah perubahan orientasi kemampuan minimum angkatan kerja dalam kurun 5 tahun dari sekarang, yang akan banyak mengalami pergeseran akibat disrupsi teknologi seperti penggunaan artificial intelligence (kecerdasan buatan yang terintegrasi kedalam sistem komputer) dalam proses industri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan observasi mendalam bagaimana suatu modal sosial yang dimiliki bangsa ini mampu dengan cepat dan cakap melakukan transfromasi sektor pendidikan hingga mampu mencetak sumber daya manusia berkualitas yang dapat bersaing secara global. Penelitian berbasis studi literatur dengan pendekatan evaluasi model developmental (DE) ini menyertakan berbagai data berskala nasional maupun internasional terkait kebijakan dan kajian pendidikan. Penelitian ini mengindikasikan urgensi terwujudnya modal sosial yang diperoleh dari komitmen dan kemitraan sejumlah stakeholders pendidikan. Kolaborasi mutual tersebut menjadi kunci percepatan pencapaian target transformasi digital pada aktivitas pembelajaran di Indonesia. Kata Kunci: Developmental Evaluation, Modal Sosial, Transformasi Pendidikan
CULTURAL DISCONTINUITY : THE DISPERSED OF CHINESE DESCENT FROM THE “LITTLE CHINA” CHINATOWNS OF LASEM Mukh. Imron Ali Mahmudi; Lugina Setyawati Setiono
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.7.1.37-50

Abstract

This article aims to analyze how fading the Chinese diaspora culture from Lasem Chinatown over several generations. Previous studies show that Chinese descent's identity and orientation disappeared due to assimilation with the local community during the new order. In fact, there was a tendency for them not to show their Chinese identity from the beginning. This did not pay enough attention to the local context, social situation, and the cultural heritage of Chinese descent between generations. This case study is conducted by interviews, observation, and document study. The data is analyzed using the NVivo Program. Bauböck & Faist’s new concept of diaspora is used to review the phenomenon of the spread of Chinese descent from Lasem Chinatown. This research shows that the Indonesian Chinese people in Lasem tend to refer to themselves as 'Indonesian Chinese Peranakan and are increasingly detached from their identity relationship with their referent origin, China. Their Chinese identity is starting to fade since Chinese cultural heritage through religious rituals has been largely abandoned. Young Chinese children scattered out of Lasem Chinatown and lost their Chinese identity. The novelty in this research is that the assimilation and integration of Peranakan Chinese into local society are precisely related to the acceptance of the Lasem community, instead of Chinese culture's fading.Keywords: Chinese, Descent, Diaspora, Discontinuity, Dispersed 
EKSISTENSI GUA MARIA KEREP AMBARAWA TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT KEREP Dionisius Dewid; Emy Wuryani; Sunardi Sunardi
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.7.2.221-238

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan sosial dan ekonomi masyarakat Dusun Kerep dengan adanya Gua Maria Kerep Ambarawa. Jenis penelitian ini adalah sosiologis dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dokumentasi dan studi kepustakaan. Informan dalam penelitian ini adalah Pengelola Gua Maria Kerep Ambarawa, warga Kerep, pedagang sekitar GMKA. Penataan Gua Maria Kerep Ambarawa, berdampak baik pada masyarakat di sekitarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Gua Maria Kerep Ambarawa banyak membawa perubahan secara sosial maupun ekonomi. Secara sosial antara lain: interaksi antar warga dan warga dengan pendatang atau pengunjung lebih terbuka, sikap toleransi antar pemeluk agama sangat baik, sikap gotong royong dan kekerabatan sesama warga semakin terpelihara, sikap komunikasi sosial warga terjaga dengan baik. Secara ekonomi perubahan yang terjadi antara lain: tersedianya lapangan pekerjaan bagi warga setempat, pendapatan warga meningkat, pendidikan menjadi baik, kebutuhan warga dapat terpenuhi, kondisi tempat tinggal warga semakin baik.Kata Kunci : Perubahan Sosial-Ekonomi, Masyarakat Dusun Kerep, GMKA

Page 8 of 15 | Total Record : 149