cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
IJCAS (International Journal of Creative and Arts Studies)
ISSN : 2339191X     EISSN : 24069760     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Recently, the value of arts studies in higher education level is often phrased in enrichment terms- helping scholars find their voices, and tapping into their undiscovered talents. IJCAS focuses on the important efforts of input and output quality rising of art education today through the experiences exchange among educators, artists, and researchers with their very own background and specializations. Its primary goals is to promote pioneering research on creative and arts studies also to foster the sort of newest point of views from art field or non-art field to widely open to support each other. The journal aims to stimulate an interdisciplinary paradigm that embraces multiple perspectives and applies this paradigm to become an effective tool in art higher institution-wide reform and fixing some of biggest educational challenges to the urban imperative that defines this century. IJCAS will publish thoughtprovoking interdisciplinary articles, reviews, commentary, visual and multi-media works that engage critical issues, themes and debates related to the arts, humanities and social sciences. Topics of special interest to IJCAS include ethnomusicology, cultural creation, social inclusion, social change, cultural management, creative industry, arts education, performing arts, and visual arts.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2025): June 2025" : 7 Documents clear
Ergonomic Risk Factors and Their Impacts on the Productivity Level of Fashion and Textile Designers in the Kumasi Metropolis, Ghana Siaw, Stella Daah; Danso, Daniel Kwabena; Adom, Dickson
IJCAS (International Journal of Creative and Arts Studies) Vol 12, No 1 (2025): June 2025
Publisher : Graduate School of Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ijcas.v12i1.14003

Abstract

The working environment setup in small-scale fashion and textile establishments in Ghana face numerous ergonomic risk factors such as low environmental temperatures, noise levels, seating, and ventilation. Due to the continuous precision activities as well as the highly repetitive actions, fashion and textile designers are often exposed to muscle diseases and non-neutral joint postures. This study investigated the impacts of ergonomic risk factors on the productivity of the fashion and textile designers. We used descriptive, cross-sectional and correlational designs under the quantitative research approach to investigate the phenomenon of ergonomic risk factors faced by fashion and textile designers in the Kumasi Metropolis, Ghana. Three hundred and eleven respondents were selected using a random sampling procedure to respond to a closed-ended questionnaire. Additionally, an observation checklist was used to record workers activities at the various workshops. The data were analyzed using descriptive statistics, an independent sample t-test, and correlation. The findings provided strong evidence of the detrimental effects of ergonomic risk factors on the productivity levels of fashion and textile designers in Kumasi Metropolis. The study underscores the need for capacity building in ergonomic risk management to enhance the levels of productivity of fashion and textile designers. Faktor Risiko Ergonomis dan Dampaknya terhadap Tingkat Produktivitas Desainer Mode dan Tekstil di Wilayah Metropolitan Kumasi, Ghana Abstrak Lingkungan kerja yang diatur dalam perusahaan mode dan tekstil skala kecil di Ghana menghadapi banyak faktor risiko ergonomis seperti suhu lingkungan yang rendah, tingkat kebisingan, tempat duduk, dan ventilasi. Karena aktivitas presisi yang berkelanjutan serta tindakan yang sangat berulang, perancang mode dan tekstil sering kali terpapar penyakit otot dan postur sendi yang tidak netral. Penelitian ini menyelidiki dampak faktor risiko ergonomis terhadap produktivitas perancang mode dan tekstil. Kami menggunakan desain deskriptif, cross-sectional, dan korelasional dengan pendekatan penelitian kuantitatif untuk menyelidiki fenomena faktor risiko ergonomis yang dihadapi oleh perancang mode dan tekstil di Kumasi Metropolis, Ghana. Tiga ratus sebelas responden dipilih menggunakan prosedur pengambilan sampel acak untuk menanggapi kuesioner tertutup. Selain itu, daftar periksa observasi digunakan untuk mencatat aktivitas pekerja di berbagai bengkel. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji-t sampel independen, dan korelasi. Temuan tersebut memberikan bukti kuat tentang efek merugikan dari faktor risiko ergonomis terhadap tingkat produktivitas perancang mode dan tekstil di Kumasi Metropolis. Studi ini menggarisbawahi perlunya pengembangan kapasitas dalam manajemen risiko ergonomis untuk meningkatkan tingkat produktivitas perancang busana dan tekstil.
Emotional Intelligence and Musical Activity: An Ex-Post Facto Study of Musical Practice in Indonesia Wardani, Indra Kusuma
IJCAS (International Journal of Creative and Arts Studies) Vol 12, No 1 (2025): June 2025
Publisher : Graduate School of Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ijcas.v12i1.14263

Abstract

The importance of emotional intelligence in maximizing individual potential has sparked various studies related to this topic. In addition to research focusing on the mechanisms of emotional intelligence, several studies aim to explore ways to develop these skills more efficiently. Music has not escaped the attention of researchers due to numerous claims about its potential to enhance intelligence and optimize individual potential. One such area of focus is ensemble activities in both instrumental and vocal group contexts. The argument and theoretical framework supporting the potential of musical activities to improve emotional intelligence are based on the characteristics of routines in ensembles that overlap with general indicators of emotional intelligence. This research examines the influence of musical ensemble activities on emotional intelligence through an ex-post facto study involving 104 subjects divided into three groups using the adaptation of Goleman's emotional intelligence questionnaire. The subjects are orchestra musicians, choir singers, and those not engaged in musical activities. The selection criteria for musicians/choir singers involved in this study are as follows: They must have at least 5 years of experience in music ensemble. Based on a one-way ANOVA test, there was a significant difference in emotional intelligence scores according to the type of musical activity participated by the respondents (F(2,101) = 5.254, p=.0007). Post-hoc analysis using the Bonferroni correction revealed a significant difference between the group that did not participate in musical activities and the choir group (p=.006), with higher emotional intelligence scores observed in the choir group. No significant differences were found between the orchestra/ensemble group and the other groups (p>.05)  Kecerdasan Emosional dan Aktivitas Musikal: Studi Ex-Post Facto Praktik Musik di Indonesia Abstrak Pentingnya kecerdasan emosional dalam memaksimalkan potensi individu telah memicu berbagai penelitian terkait topik ini. Selain penelitian yang berfokus pada mekanisme kerja kecerdasan emosional, beberapa studi juga bertujuan untuk mengeksplorasi cara-cara mengembangkan keterampilan ini secara lebih efektif. Musik tidak luput dari perhatian para peneliti karena banyak klaim mengenai potensinya dalam meningkatkan kecerdasan dan mengoptimalkan potensi individu. Salah satu fokus kajiannya adalah aktivitas ansambel, baik dalam konteks kelompok vokal maupun instrumental. Argumen dan kerangka teoritis yang mendasari potensi aktivitas musikal dalam meningkatkan kecerdasan emosional didasarkan pada karakteristik rutinitas dalam ansambel yang tumpang tindih dengan indikator umum kecerdasan emosional. Penelitian ini mengkaji pengaruh aktivitas ansambel musik terhadap kecerdasan emosional melalui studi ex-post facto yang melibatkan 104 subjek, yang dibagi ke dalam tiga kelompok berdasarkan adaptasi kuesioner kecerdasan emosional dari Goleman. Subjek terdiri dari musisi orkestra, penyanyi paduan suara, dan individu yang tidak terlibat dalam aktivitas musikal. Kriteria pemilihan musisi dan penyanyi paduan suara dalam studi ini adalah memiliki pengalaman minimal 5 tahun dalam aktivitas ansambel musik. Berdasarkan hasil uji ANOVA satu arah, ditemukan perbedaan yang signifikan dalam skor kecerdasan emosional berdasarkan jenis aktivitas musik yang diikuti oleh responden (F(2,101) = 5.254, p = 0.007). Analisis post hoc menggunakan koreksi Bonferroni menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok yang tidak mengikuti aktivitas musik dan kelompok paduan suara (p = 0.006), dengan skor kecerdasan emosional yang lebih tinggi pada kelompok paduan suara. Tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antara kelompok orkestra/ansambel musik dengan kelompok lainnya (p > 0.05). 
Womens Ready-To-Wear Collection: The Reminiscence Of Cambodian Monarch Queen Soma Loy, Chanreaksmey; Andhini, Grasheli Kusuma
IJCAS (International Journal of Creative and Arts Studies) Vol 12, No 1 (2025): June 2025
Publisher : Graduate School of Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ijcas.v12i1.13100

Abstract

This study aims to reconnect Cambodia with its rich cultural heritage amid cultural similarities that have been happening in Southeast Asia’s neighboring countries. This research used an exploratory descriptive research method with non-probability sampling technique and the application of pattern exploration. Drawing inspiration from a powerful historical figure Queen Soma, the Naga princess, a ready-to-wear collection was created with the fusion of traditional Cambodian attire and contemporary designs. Overall, this study brought a modern approach to traditional clothing to redirect the attention of people towards embracing Cambodian authenticity and promoting its significance to the modern world that could contribute to the cultural preservation. Koleksi Wanita Siap Pakai: Kenangan Raja Pertama Kamboja Ratu Soma Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menghubungkan kembali Kamboja dengan warisan budayanya yang kaya di tengah kesamaan budaya yang terjadi di negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif eksploratif dengan teknik non-probability sampling dan penerapan eksplorasi pola. Mengambil inspirasi dari tokoh sejarah yang kuat, Ratu Soma, putri Naga, koleksi pakaian siap pakai diciptakan dengan perpaduan pakaian tradisional Kamboja dan desain kontemporer. Secara keseluruhan, penelitian ini membawa pendekatan modern terhadap pakaian tradisional untuk mengarahkan kembali perhatian masyarakat terhadap keaslian Kamboja dan mempromosikan signifikansinya bagi dunia modern yang dapat berkontribusi pada pelestarian budaya.
The Transcendence of The Worship of Ratu Hyang Tumuwuh Behind a Series of Sesolahan Rêjang Kuno Pura Luhur Batukau Widiantari, Ni Wayan; Yasa, I Wayan Suka; Winaja, I Wayan
IJCAS (International Journal of Creative and Arts Studies) Vol 12, No 1 (2025): June 2025
Publisher : Graduate School of Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ijcas.v12i1.14982

Abstract

This article presents the results of a cultural reflection conducted over the past four years (October 2021 to early 2025) through research on Sesolahan Rêjang Kuno at Pura Luhur Batukau. Employing the epoche phase of Husserlian phenomenological methodology alongside the sahådaya–sahådayasamvàda approach derived from the Nāṭyaśāstra's rasa theory, qualitative data were systematically collected, analyzed, and validated through triangulation techniques. The study identifies factors facilitating transcendental experiences, outlines the processes by which transcendence occurs, examines its psychological impact on the dancers, and explores the theological frameworks of the supporting community and the cosmological context of Pura Luhur Batukau. Findings indicate that this transcendental potential remains largely unrecognized by both dancers and the community, as the performance of the Rêjang dance tends to be oriented primarily toward fulfilling ceremonial completeness (jangkep). This study therefore serves not only as a source of insight but also as a proposed solution for enhancing collective energy toward transcendence. More broadly, it offers a framework for the revitalization of ancient Sesolahan traditions in other regions and provides conceptual inspiration for the development of modern agricultural technologies grounded in traditional and even ancient agrarian civilizations, such as that flourishing on the southern slopes of Mount Batukau. Transendensi Pemujaan Ratu Hyang Tumuwuh di Balik Rangkaian Sesolahan Rêjang Kuno Pura Luhur Batukau Abstrak Artikel ini merupakan hasil refleksi budaya setelah empat tahun terakhir (Oktober 2021, sampai awal 2025) melakukan penelitian terhadap Sesolahan Rêjang Kuno Pura Luhur Batukau. Didukung penerapan tahapan epoche teori fenomenologi Husserlian dan metode sahådaya-sahådayasamvàda teori rasa Nāṭyaśāstra, diperoleh data-data kualitatif yang di analisis secara verstehen, kemudian diuji validitasnya melalui trianggulasi data berdasarkan waktu dan sumber data. Kesimpulan bermakna menarasikan tentang; faktor-faktor pendukung terjadinya transendensi, proses terjadinya, berikut dampak transendensi terhadap kondisi psikologis penari, prinsip teologis masyarakat pendukungnya, dan kondisi kosmologis Pura Luhur Batukau. Selama ini potensi tersebut belum disadari sepenuhnya oleh para penari maupun masyarakat pendukungnya, sehingga pelaksanaan setiap Rêjang lebih terkonsentrasi pada tuntas atau ‘jangkep’nya upacara. Oleh sebab itu, temuan ini menjadi informasi sekaligus solusi bagi peningkatan energi kolektif atas proses transendensi. Pada ruang lingkup lebih luas, dapat memotivasi pelestarian Sesolahan kuno di daerah lain, juga inspirasi bagi perkembangan teknologi agraris moderen berbasis peradaban agraris tradisional bahkan kuno, seperti peradaban agraris pegunungan di lereng selatan Gunung Batukau.
The Concept of Nasionalisme in Indonesian Stand-up Comedy by Pandji Pragiwaksono Sihombing, Lambok Hermanto
IJCAS (International Journal of Creative and Arts Studies) Vol 12, No 1 (2025): June 2025
Publisher : Graduate School of Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ijcas.v12i1.15012

Abstract

The integration of cultural beliefs with nationalism is one of the most intriguing aspects of the development of national identity and unity. Pandji Pragiwaksono, an Indonesian stand-up comic, consistently integrates shared cultural values and representations into his performances to contribute to understanding Indonesian society towards nationalism issue. In his stand-up comedy performance, he emphasizes the importance of nurturing a sense of nationalism toward Indonesia as a nation. This article aims to investigate how Pandji incorporates cultural assumptions and representations into his performances, Nasional.is.me. This study used Stuart Hall's Representation theory as the data and Relevance theory for analysis to examine how he integrates shared cultural knowledge into his performances. In the performance, he engages in creative interactions with cultural beliefs and representations to mediate and negotiate the principle of nationalism. Konsep Nasionalisme dalam Komedi Stand-up Indonesia oleh Pandji Pragiwaksono Abstrak Integrasi antara keyakinan budaya dan nasionalisme adalah salah satu aspek yang paling menarik dalam pengembangan identitas dan kesatuan nasional. Pandji Pragiwaksono, seorang komika stand-up Indonesia, secara konsisten mengintegrasikan nilai-nilai dan representasi budaya bersama ke dalam pertunjukannya untuk berkontribusi dalam memahami masyarakat Indonesia terhadap isu nasionalisme. Dalam pertunjukan stand-up comedy-nya, ia menekankan pentingnya memupuk rasa nasionalisme terhadap Indonesia sebagai sebuah bangsa. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pandji memasukkan sudut pandang dan representasi budaya ke dalam pertunjukannya, Nasional.is.me. Penelitian ini menggunakan teori Representasi dari Stuart Hall sebagai data dan teori Relevansi untuk menganalisis bagaimana ia mengintegrasikan pengetahuan budaya yang dimiliki ke dalam pertunjukannya. Dalam pertunjukannya, ia terlibat dalam interaksi kreatif dengan kepercayaan dan representasi budaya untuk memediasi dan menegosiasikan prinsip nasionalisme.
The Role of Cangkruk Culture in Developing Skills and Creativity of Junior Graphic Designers in Surakarta Kusuma, Rizqi Fajar; Martadi, Martadi; Sabri, Indar; Suryandoko, Welly; Agista, Yogha Adhi
IJCAS (International Journal of Creative and Arts Studies) Vol 12, No 1 (2025): June 2025
Publisher : Graduate School of Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ijcas.v12i1.15018

Abstract

The Javanese culture of Cangkruk, a tradition of casual social interaction, has a positive chain effect for aspiring graphic designer students. This research aims to analyze the role of Cangkruk in developing creativity in junior graphic designers in Surakarta. The method used is a case study on students majoring in fine arts education at Sebelas Maret University, with a Peer Teaching approach and analysis of the creativity process according to Wallas, which includes four stages, which are preparation, incubation, illumination, and verification. This research found that Cangkruk culture functions as a space that supports peer learning and collaboration, a medium for reflection and design criticism, a source of inspiration and creative exploration, as well as emotional support and motivation. The creative process that occurs in Cangkruk allows designers to learn through real practice based on social interaction. By creating an open space that encourages dialog of ideas, collaboration, and reflection of design work, it can enrich the creative process to produce creative products that are compatible with the design industry. In conclusion, cangkruk can be positioned as an alternative pedagogical tool or informal learning space in developing the skills and creativity of junior graphic designers. This research recommends further exploration of the potential of Cangkruk culture in other disciplines and diverse cultural backgrounds and institutions. Peran Budaya Cangkruk dalam Mengembangkan Keterampilan dan Kreativitas pada Desainer Grafis Junior di Surakarta Abstrak Budaya Cangkruk merupakan tradisi masyarakat Jawa berupa interaksi sosial santai, memiliki efek berantai positif bagi mahasiswa calon desainer grafis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Cangkruk dalam mengembangkan kreativitas pada desainer grafis junior di Surakarta. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada mahasiswa jurusan pendidikan seni rupa di Universitas Sebelas Maret, dengan pendekatan Peer Teaching dan analisis proses kreativitas menurut Wallas, yang meliputi empat tahap, yaitu persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi. Penelitian ini menemukan bahwa budaya Cangkruk berfungsi sebagai ruang yang mendukung peer learning dan kolaborasi, media refleksi dan kritik desain, sumber inspirasi dan eksplorasi kreatif, serta dukungan emosional dan motivasi. Proses kreatif yang terjadi dalam Cangkruk memungkinkan desainer untuk belajar melalui praktek nyata berbasis interaksi sosial. Dengan menciptakan ruang terbuka yang mendorong dialog ide, kolaborasi, dan refleksi karya desain dapat memperkaya proses kreatif untuk menghasilkan produk kreatif yang seusai dengan industri desain. Kesimpulannya, cangkruk dapat diposisikan sebagai alat pedagogis alternatif atau ruang pembelajaran informal dalam pengembangan keterampilan dan kreatifitas desainer grafis junior. Penelitian ini merekomendasikan eksplorasi lebih lanjut terhadap potensi budaya Cangkruk dalam disiplin ilmu lain dan latar belakang budaya serta institusi yang beragam.
Factors Influencing Student Perceptions of Rhynchostylis Gigantea Illustrations and Stress Levels at Suan Sunandha Rajabhat University, Nakhon Pathom Campus Pichaichanarong, Tawipas
IJCAS (International Journal of Creative and Arts Studies) Vol 12, No 1 (2025): June 2025
Publisher : Graduate School of Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ijcas.v12i1.15484

Abstract

The main objectives of this study were to examine the situations, to analyze selected factors and to investigate the perceptions toward Rhynchostylis Gigantea Illustrations and Stress Levels of College of Communication Arts (CCA), Suan Sunandha Rajabhat University, Nakhon Pathom Campus. Data from 91 undergraduate students, questionnaires were analyzed. Understanding how visual representations influence psychological and emotional responses among students is a growing area of interest in educational research. In particular, the use of botanical illustrations in academic settings not only serves aesthetic and educational purposes but may also impact students' mental well-being. This study focuses on Rhynchostylis gigantea, a native orchid species of Thailand, and explores how illustrations of this flower are perceived by undergraduate students in terms of both visual appreciation and emotional impact at Suan Sunandha Rajabhat University, Nakhon Pathom Campus—specifically within College of Communication Arts (CCA)—student stress levels are a concern due to academic pressures and personal challenges. In this context, the integration of botanical illustrations into the learning environment raises important questions about their potential role in influencing student perceptions and reducing stress. The main objectives of this study were to examine the current situations related to student perceptions of Rhynchostylis gigantea illustrations, to analyze selected influencing factors such as academic standing and prior exposure to visual arts, and to investigate overall student perceptions and associated stress levels. Data were collected from 91 undergraduate students through structured questionnaires and analyzed to identify patterns and relationships between the illustrations and student well-being. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Persepsi Mahasiswa terhadap Ilustrasi Rhynchostylis Gigantea dan Tingkat Stres di Universitas Rajabhat Suan Sunandha Kampus Nakhon Pathom Abstrak Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memeriksa situasi, menganalisis faktor-faktor terpilih, dan menyelidiki persepsi terhadap Ilustrasi Rhynchostylis Gigantea dan Tingkat Stres di College of Communication Arts (CCA), Universitas Suan Sunandha Rajabhat, Kampus Nakhon Pathom. Data dari 91 kuesioner mahasiswa sarjana dianalisis. Memahami bagaimana representasi visual memengaruhi respons psikologis dan emosional di antara mahasiswa merupakan bidang minat yang berkembang dalam penelitian pendidikan. Secara khusus, penggunaan ilustrasi botani dalam lingkungan akademis tidak hanya melayani tujuan estetika dan pendidikan, tetapi juga dapat memengaruhi kesejahteraan mental mahasiswa. Studi ini berfokus pada Rhynchostylis gigantea, spesies anggrek asli Thailand, dan mengeksplorasi bagaimana ilustrasi bunga ini dipersepsikan oleh mahasiswa sarjana dalam hal apresiasi visual dan dampak emosional. di Universitas Suan Sunandha Rajabhat, Kampus Nakhon Pathom —khususnya di dalam Fakultas Seni Komunikasi (CCA)—tingkat stres mahasiswa menjadi perhatian karena tekanan akademis dan tantangan pribadi. Dalam konteks ini, integrasi ilustrasi botani ke dalam lingkungan belajar menimbulkan pertanyaan penting tentang peran potensialnya dalam memengaruhi persepsi mahasiswa dan mengurangi stres.Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk meneliti situasi terkini terkait persepsi mahasiswa terhadap ilustrasi Rhynchostylis gigantea, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi seperti status akademis dan paparan sebelumnya terhadap seni visual, dan menyelidiki persepsi mahasiswa secara keseluruhan dan tingkat stres terkait. Data dikumpulkan dari 91 mahasiswa sarjana melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis untuk mengidentifikasi pola dan hubungan antara ilustrasi dan kesejahteraan mahasiswa.

Page 1 of 1 | Total Record : 7