cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JURNAL TRIAGRO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 38 Documents
ANALISIS HARGA POKOK DAN KEUNTUNGAN USAHATANI CABAI MERAH BESAR (Capsicum Annuum L) DI DESA TALANG BULUH KECAMATAN TALANG KELAPA KABUPATEN BANYUASIN Damayanti, Ursula; Herdian, Denni
JURNAL TRIAGRO Vol 1, No 2 (2016): Juli - Desember (2016)
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.793 KB)

Abstract

Usahatani cabai merah besar sudah lama dilakukan petani Desa Talang Buluh Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin. Populasi dalam penelitian ini adalah petani cabai merah besar sebanyak 325 Petani sedangkan pengambilan sampel  dilakukan secara acak sederhana (simple random sampling) sebesar 10% dari jumlah populasi yaitu sebanyak 33 orang.  Dari hasil penelitian diketahui besarnya biaya produksi cabai merah besar petani contoh di Desa talang Buluh adalah Rp 149.969.452/Lg/MT dengan rata-rata adalah Rp 4.544.529/Lg /MT. Penerimaan rata-rata petani cabai merah besar di Desa Talang Buluh Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin adalah  Rp.53.049.326 /Lg/MT. Rata-rata pendapatan usahatani cabai merah besar petani contoh di Desa Talang Buluh Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin sebesar Rp 48.504.797/ Lg/MT. Hasil analisis harga pokok usahatani cabai merah besar petani contoh di Desa Talang Buluh Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin sudah menguntungkan.  Hal ini dapat dilihat dari harga jual rata-rata cabai merah besar adalah Rp 32.363,- per kg. lebih besar dari harga pokok rata-rata Rp 2.874,- per kg.
RESPON BEBERAPA VARIETAS PADI (Oriza Sativa L) TERHADAP PEMBERIAN BEBERAPA JENIS PUPUK DI TANAH PASANG SURUT Aryani, Ida
JURNAL TRIAGRO Vol 1, No 2 (2016): Juli - Desember (2016)
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.793 KB)

Abstract

Upaya meningkatkan produksi beras nasional terus dilakukan, salah satunya adalah dengan memanfaatkan lahan suboptimal yaitu lahan pasang surut yang terbentang luas di pesisir timur Sumatera Selatan. Keberhasilan pengelohan lahan pasang surut hendaknya dilakukan spesifik tergantung permasalahan yang ada di lapangan. Pemecahan masalah tidak bisa dilakukan secara persial, tetapi terintegrasi menggunakan varietas yang sesuai dan toleran serta perbaikan lingkungan tumbuh tanaman seperti pemupukan yang berimbang. Varietas padi lokal yang biasa digunakan petani di lahan pasang surut umumnya cukup toleran terhadap kendala – kendala seperti kemasaman dan kadar Fe tinggi, namun rata-rata hasil padi lokal masih rendah. Rendahnya hasil padi lokal ini diperkirakan karena sifat genetik padi yang mempunyai potensi hasil yang memang tidak tinggi dan juga karena tidak tepatnya pemupukan yang dilakukan petani. Berdasarkan uraian di atas perlu kiranya mengadakan penelitian tentang respon beberapa varietas padi (Oryza sativa L.) terhadap pemberian jenis pupuk pada tanah pasang surut. Yang dilakukan pada bulan Januari – April 2016. Dilaksanakan di Screen House Fakultas Pertanian Universitas Palembang. Penelitian ini  bertujuan  untuk mengetahui dan mendapatkan respon terbaik beberapa varietas  padi  (Oryza sativa L.) terhadap pemberian jenis pupuk di lahan pasang surut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 9 (sembilan) kombinasi perlakuan yang diulang 3 (tiga) kali. Adapun faktor perlakuannya adalah Faktor I. Varietas Padi (V):  V1 = Aek Sibundong , V2= Jati Luhur, V3= Inpago 7 . Faktor II. Jenis Pupuk (P) P0= Pupuk anorganik (N : 250 Kg/ha. P : 150 Kg/ha. K : 100 Kg/ha). P1= Kompos jerami padi (3 Ton/ha).  P2 = Pupuk  hayati (10 cc/liter).  Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah anakan maximum, jumlah anakan produktif, jumlah gabah per malai, jumlah gabah isi per malai, persentase gabah hampa, berat 100 butir, berat gabah kering dan berat berangkasan kering. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan, yaitu 1. Varietas padi jatiluhur menunjukan pertumbuhan dan produksi yang lebih baik dibandingkan dengan varietas lain 2. Pemberian pupuk anorganik menunjukan pertumbuhan dan produksi yang lebih baik dibandingkan dengan pemberian pupuk hayati dan pupuk kompos jerami padi.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) AKIBAT PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR Kawaty, Ruarita Ramadhalina; Hanan, Ridwan; W.A, Ahmad
JURNAL TRIAGRO Vol 2, No 1 (2017): Jurnal TriAgro
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.793 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai dosis pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Strurt.) Penelitian ini dilaksanakan di Sukawinatan, Kelurahan Kemuning, Palembang pada bulan Desember 2012 sampai dengan bulan Maret 2013. Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, dengan 4 (empat) perlakuan yaitu P0 = Kontrol, P1 = 20 cc POC 20 l‾ ᶪ air, P2= 40 cc POC 20 l‾ ᶪ air, P3 = 60 cc POC 20 l‾ ᶪ air. Perlakuan tersebut diulang sebanyak 6 (enam) kali sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Peubah yang diamati yaitu : Tinggi Tanaman (cm), Jumlah Daun (helai), Umur Berbunga (hari), Panjang Tongkol (cm), Diameter Tongkol (cm), Bobot Tongkol Segar per Tanaman (g), Hasil per Petak Panen (kg). Bedasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa,  pemberian dosis pupuk organik cair dengan dosis P3 (60 cc POC 20 l‾ ᶪ air) dapat menghasilkan tinggi tanaman rata-rata  sebesar 135.08 cm,  jumlah daun rata-rata sebanyak 10.13 helai, umur berbunga rata-rata 45.5 hari, diameter tongkol rata-rata 4.30 cm, panjang tongkol rata-rata 15.35 cm, berat per tanaman rata-rata 214.17 g dan hasil per petak panen rata-rata 3.38 kg.Kata Kunci : Jagung Manis, Pupuk Organik Cair (POC)
RESPON TANAMAN TERONG UNGU (Solanum melongena L.) AKIBAT PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR MOL DAUN GAMAL (Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth ex Walp.) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL Busroni Asnawi; Rostian Nafery; Ayu Puspita Sari
JURNAL TRIAGRO Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 No.1 Januari – Juni 2018
Publisher : Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Response of Purple Eggplant  (Solanum melongena L.) Due to Organic Liquid Fertilization MOL Gamal Leaf (Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth ex Walp.) on the Growth and Yield.  This research aims to determine the response of purple eggplant (Solanum melongena L.) due to the application of liquid organic fertilizer MOL gamal leaf (Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth ex Walp) on the growth and yield. This research was conducted in Kedondong Raye village chief, Banyuasin III sub-district, Banyuasin district, South Sumatera province, from April 2017 until August 2017.nThe research design used was experimental method using Randomized Block Design (RBD) with 6 treatments and 4 replications. The number of plants studied in the experimental unit is 10 plant samples. The treatments studied were concentration MOL gamal leaf that is P0 = 0%, P1 = 10%, P2 = 20%, P3 = 30%, P4 = 40%, P5 = 50%. The observed variables were plant height (cm), number of branches, number of flowers in each plant, number of fruit in each plant (fruit), fruit weight in each plant (g), fruit weight of plant (g). Based on the results of the study concluded that: 1). Giving of MOL leaf gamal has not affected the growth of purple eggplant plant (Solanum melongena L.) but good effect on the results.  2). The average yield of purple eggplant plant is height of 42.06 cm at the age of 77 day after plant, the branch number is 2.55 at the age of 80 day after plant, the number of flowers in each plant is 11,10 pieces , and the number of fruit in each plant on much as 2.71 fruit.  3). Giving of MOL of Gamal leaf at treatment of P2 (20%) showed good result that is average fruit weight in each plant equal to 219.03 g and weight of fruit in each plot on average equal to 4027.75 g. 
PENGARUH PEMBERIAN LIMBAH LUMPUR KERING KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) Sepindjung, Bastani; Mukminah, Faridatul; Ardiansyah, Henry
JURNAL TRIAGRO Vol 2, No 1 (2017): Jurnal TriAgro
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.793 KB)

Abstract

BASTANI SEPINDJUNG, FARIDATUL MUKMINAH DAN HENRY ARDIANSYAH.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian limbah lumpur kering kelapa sawit terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.). Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2015 sampai dengan bulan Februari 2016 di desa Sumber Baru,Kecamatan Mesuji Raya,Kabupaten Ogan Komering  Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), Perlakuan adalah persentase lumpur kering dengan tanah dimana terdapat lima perlakuan sebagai berikut ; F1=0%, F2=20%, F3=40%,F4=60% dan F5=80%. Setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali dengan menggunakan tiga tanaman sampel. Pengamatan dimulai sejak dipindahkan ke dalam polybag. Perubahan yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman (cm), umur berbunga(hari), berat buah (gram),jumlah buah (butir), dan berat rata-rata buah (gram). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh kesimpulan bahwa pemberian limbah lumpur kering kelapa sawit berpengaruh nyata terhadap  tinggi tanaman,umur berbunga,berat buah ,dan jumlah buah tanaman tomat yaitu pada perlakuan F5.Kata kunci : kelapa sawit, limbah lumpur kering.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharat Sturt) AKIBAT PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR KOTORAN SAPI Rostian Nafery; Yuliantina Azka; Denaz Alghifari
JURNAL TRIAGRO Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 No.1 Januari – Juni 2018
Publisher : Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) akibat Pemberian berbagai Dosis Pupuk Organik Cair Kotoran Sapi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian berbagai dosis pupuk organik cair kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt).  Penelitian ini dilaksanakan di Agro Techno Park (ATP) di Desa Bakung, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.  Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, dimana terdapat 5 perlakuan yaitu, P0 = Kontrol, P1 = 30 cc/l air, P2 = 40 cc/l air, P3 = 50 cc/l air, P4 = 60 cc/l air.  Perlakuan tersebut diulang sebanyak 5 kali sehingga terdapat 25 satuan percobaan.  Peubah yang diamati yaitu : luas daun (cm²), laju tumbuh tanaman (g/hari), umur berbunga (hst), diameter tongkol (cm), panjang tongkol (cm), berat tongkol per tongkol (g), dan berat tongkol berkelobot basah (g).  Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa, pemberian dosis pupuk cair kotoran sapi berpengaruh nyata terhadap semua peubah yang diamati.  Hal ini diduga persentase kandungan unsur  hara yang terdapat didalam pupuk cair kotoran sapi telah mencukupi kebutuhan yang diperlukan untuk pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa, respon pemberian pupuk organik cair kotoran sapi dengan dosis P3 (50 cc poc per liter air) dapat menghasilkan luas daun minggu ke-4 dan minggu ke-5 berturut-turut sebesar (2478.20 cm²) dan (4284.99 cm²), serta laju tumbuh tanaman pada periode ke-4 dan periode ke-5 berturut-turut sebesar (1.73 g/hr) dan (1.73 g/hr), sedangkan umur berbunga (45.50 hst), diameter tongkol (4.11 cm), panjang tongkol (20.45 cm), berat tongkol per tongkol (258.00 g), dan berat tongkol berkelobot basah (340.00 g).
ANALISIS HARGA POKOK DAN KEUNTUNGAN USAHATANI CABAI MERAH BESAR (Capsicum Annuum L) DI DESA TALANG BULUH KECAMATAN TALANG KELAPA KABUPATEN BANYUASIN URSULA DAMAYANTI; DENNY HERDIAN
JURNAL TRIAGRO Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 No.2 Juli – Desember 2016
Publisher : Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.695 KB)

Abstract

Usahatani cabai merah besar sudah lama dilakukan petani Desa Talang Buluh Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin. Populasi dalam penelitian ini adalah petani cabai merah besar sebanyak 325 Petani sedangkan pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana (simple random sampling) sebesar 10% dari jumlah populasi yaitu sebanyak 33 orang. Dari hasil penelitian diketahui besarnya biaya produksi cabai merah besar petani contoh di Desa talang Buluh adalah Rp 149.969.452/Lg/MT dengan rata-rata adalah Rp 4.544.529/Lg /MT. Penerimaan rata-rata petani cabai merah besar di Desa Talang Buluh Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin adalah Rp.53.049.326 /Lg/MT. Rata-rata pendapatan usahatani cabai merah besar petani contoh di Desa Talang Buluh Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin sebesar Rp 48.504.797/ Lg/MT. Hasil analisis harga pokok usahatani cabai merah besar petani contoh di Desa Talang Buluh Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin sudah menguntungkan. Hal ini dapat dilihat dari harga jual rata-rata cabai merah besar adalah Rp 32.363,- per kg. lebih besar dari harga pokok rata-rata Rp 2.874,- per kg.
PENGARUH PERBEDAAN JENIS MATA ENTRES DAN KLON TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KARET (Hevea brasiliensis Muell Arg.)DI POLYBAG Meriyanto .; Bastani S.; Indah L.
JURNAL TRIAGRO Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 No.2 Juli – Desember 2016
Publisher : Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.743 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perbedaan jenis mata entres dan klon terhadap pertumbuhan bibit karet di polybag. Pelaksanaan ini dilaksanakan di Desa Rejodadi, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Agustus 2015  sampai dengan November 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok ( RAK) dengan 6 (enam) perlakuan dan 4 (empat) ulangan. Perlakuan yang diteliti yaitu K1 : mata sisik, K2 : mata jarang, K3 : mata rapat (klon IRR 112), K4 : mata sisik, K5: mata jarang, K6 : mata rapat (klon PR 261). Peubah yang diamati yaitu kecepatan tumbuh tunas (hari), tinggi tunas (cm), diameter batang (mm), jumlah tangkai daun (helai), jumlah akar (helai), panjang akar (cm), berat kering akar (g), persentase bibit tanaman yang hidup (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis mata entrs sisik dari klon IRR 112 memberikan hasil yang terbaik terhadap tinggi tunas yaitu 23.35 cm, jumlah akar 10.38 helai, panjang akar 20.50 cm, dan berat kering akar 1.78 g.Keywords : buds, clones, rubber seedling
ANALISIS PENDAPATAN PETANI PADI (ORYZA SATIVA)PEMILIK PENGGARAP DAN PETANI PENYAKAP (STUDI KASUS DI DESA PELABUHAN DALAM KECAMATAN PEMULUTAN KABUPATEN OGAN ILIR) EKANOPI AKTIVA; URSULA DAMAYANTI; ASTRA ADREA GINTING
JURNAL TRIAGRO Vol 2, No 2 (2017): Volume 2 No.2 Juli – Desember 2017
Publisher : Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.6 KB)

Abstract

Analisis Pendapatan Petani Padi (Oryza Sativa) Pemilik Penggarap dan Petani Penyakap (Studi Kasus di Desa Pelabuhan Dalam Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir). Jurnal ini membahas Pendapatan Petani Padi (Oryza Sativa) Pemilik Penggarap dan Petani Penyakap di Desa Pelabuhan Dalam Desa Pelabuhan Dalam Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir. Sampel dalam penelitian adalah 16 petani pemilik penggarap dan 16 petani petani penyakap menggunakan Disprotioned Stratified Random Sampling karena jumlah populasi berstrata kurang proposional. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif kuantitatif untuk mengetahui pendapatan petani padi dalam satu kali musim tanam, penerimaan petani dalam satu kali musim tanam dan biaya produksi petani dalam satu kali musim tanam. Dari hasil penelitian diketahui rata-rata pendapatan usahatani padi pada petani pemilik penggarap sebesar Rp.12.164.943 Ha/Mt dan rata-rata pendapatan petani penyakap sebesar Rp.11.580.930 Ha/Mt. Hasil dari analisis uji beda menunjukkan bahwa nilai t hitung (3.763) lebih besar dari pada t tabel (1,697), maka H0 ditolak dan H1 diterima artinya adalah Terdapat perbedaan pendapatan petani pemilik penggarap dan petani penyakap di Desa Pelabuhan Dalam Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir. Rata-rata pendapatan petani pemilik penggarap di Desa Pelabuhan Dalam Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir sebesar Rp.337.915/Kapita/Bln digolongkan tidak miskin dan petani penyakap di Desa Pelabuhan Dalam Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir sebesar Rp.268.175/Kapita/Bln digolongkan miskin. Bila dibandingkan batas garis kemiskinan per kapita per bulan di tingkat Desa yaitu sebesar Rp.322.325.Kata Kunci : Pendapatan Petani Padi (Oryza Sativa)
PENGARUH PEMBERIAN LARUTAN NUTRISI HIDROPONIK DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA MERAH (Lactuca sativa L.) DENGAN SISTEM DEEP FLOW TECHNIQUE (DFT) MERIYANTO .; BASTANI SEPINDJUNG; RINTI MANDASARI
JURNAL TRIAGRO Vol 2, No 1 (2017): Volume 2 No.1 Januari – Juni 2017
Publisher : Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.109 KB)

Abstract

Penelitian dilakukan di Rumah Bayang (Green House)Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tridinanti Palembang, dimulai dari bulan Maret sampai bulan April 2017. Penelitian ini dilakukan dengan metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 6 kelompok/ulangan. Perlakuan yang diujicobakan adalah konsentrasi larutan hara sebesar 450 ppm (P1), 600 ppm (P2), 750 ppm (P3), dan 900 ppm (P4). Respon tanaman yang diamati yaitu berupa peubah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), berat berangkasan basah tanaman (g), berat kering tanaman (g), panjang akar (cm), dan uji organoleptik. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa pemberian nutrisi hidroponik dengan konsentrasi 450 ppm (P1)berpengaruh baik terhadap pertumbuhan tanaman selada merah yaitu menghasilkan tinggi tanaman 18,64 cm pada minggu ke-4 dan jumlah daun 21,80 helai pada minggu ke-4, berat berangkasan basah 114,22 g, berangkasan kering 5,94 dan panjang akar 29,18 cm.Kata Kunci : Hidoponik, DFT, Selada Merah

Page 2 of 4 | Total Record : 38