cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JURNAL TRIAGRO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 38 Documents
RESPON EKSPLAN TANAMAN KENTANG (Solanum tuberrosum L.) VARIETAS GRANOLA TERHADAP DOSIS PUPUK DAUN DAN 1 KONSENTRASI AIR KELAPA ROSTIAN NAFERY; ZULKARNAIN HUSNY; WENDRI PRANATA
JURNAL TRIAGRO Vol 2, No 1 (2017): Volume 2 No.1 Januari – Juni 2017
Publisher : Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.497 KB)

Abstract

Respon Eksplan Tanaman Kentang (Solanum tuberrosum L.) Varietas Granola terhadap Dosis Pupuk Daun dan Konsentrasi Air Kelapa. Penelitian ini bertujuan mencari formulasi media yang tepat untuk perbanyakan tanaman kentang (Solanum tuberrosum L.) secara in vitro. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Fakultas Pertanian Universitas Tridinanti Palembang mulai bulan Mei 2015 sampai bulan Juli 2015. Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 (lima) perlakuan dan 5 (lima) ulangan yaitu : H1= MS (kontrol), H2 = Hyponex 2 g per liter + Air Kelapa 40 %, H3 = Hyponex 2,5 g per liter + Air Kelapa 40 %, H4= Growmore 2 g per liter + Air Kelapa 40 %, H5 = Growmore 2,5 g per liter + Air Kelapa 40 %. Setiap perlakuan diulang 5 (lima) kali. Parameter pengamatan yaitu waktu terbentuk tunas, tinggi tunas, waktu terbentuk akar, jumlah akar, panjang akar, dan persentase plantlet hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan H2 = Hyponex 2 g per liter + Air Kelapa 40 % dapat memacu pertumbuhan eksplan kentang menjadi lebih baik dan memperlihatkan hasil terbaik pada parameter waktu terbentuk tunas tercepat 3,73 hst, tinggi tunas tertinggi 8,81 cm, dan jumlah akar terbanyak 3,53 lembar.
RESPON BEBERAPA VARIETAS PADI (Oriza Sativa L) TERHADAP PEMBERIAN BEBERAPA JENIS PUPUK DI TANAH PASANG SURUT Ida Aryani
JURNAL TRIAGRO Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 No.2 Juli – Desember 2016
Publisher : Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.8 KB)

Abstract

Upaya meningkatkan produksi beras nasional terus dilakukan, salah satunya adalah dengan memanfaatkan lahan suboptimal yaitu lahan pasang surut yang terbentang luas di pesisir timur Sumatera Selatan. Keberhasilan pengelohan lahan pasang surut hendaknya dilakukan spesifik tergantung permasalahan yang ada di lapangan. Pemecahan masalah tidak bisa dilakukan secara persial, tetapi terintegrasi menggunakan varietas yang sesuai dan toleran serta perbaikan lingkungan tumbuh tanaman seperti pemupukan yang berimbang. Varietas padi lokal yang biasa digunakan petani di lahan pasang surut umumnya cukup toleran terhadap kendala – kendala seperti kemasaman dan kadar Fe tinggi, namun ratarata hasil padi lokal masih rendah. Rendahnya hasil padi lokal ini diperkirakan karena sifat genetik padi yang mempunyai potensi hasil yang memang tidak tinggi dan juga karena tidak tepatnya pemupukan yang dilakukan petani. Berdasarkan uraian di atas perlu kiranya mengadakan penelitian tentang respon beberapa varietas padi (Oryza sativa L.) terhadap pemberian jenis pupuk pada tanah pasang surut. Yang dilakukan pada bulan Januari – April 2016. Dilaksanakan di Screen House Fakultas Pertanian Universitas Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan respon terbaik beberapa varietas padi (Oryza sativa L.) terhadap pemberian jenis pupuk di lahan pasang surut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 9 (sembilan) kombinasi perlakuan yang diulang 3 (tiga) kali. Adapun faktor perlakuannya adalah Faktor I. Varietas Padi (V): V1 = Aek Sibundong ,V2= Jati Luhur, V3= Inpago 7 . Faktor II. Jenis Pupuk (P) P0 = Pupuk anorganik (N: 250 Kg/ha. P : 150 Kg/ha. K : 100 Kg/ha). P1 = Kompos jerami padi (3 Ton/ha).  P2= Pupuk hayati (10 cc/liter). Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah anakan maximum, jumlah anakan produktif, jumlah gabah per malai, jumlah gabah isi per malai, persentase gabah hampa, berat 100 butir, berat gabah kering dan berat berangkasan kering. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan, yaitu 1. Varietas padi jatiluhur menunjukan pertumbuhan dan produksi yang lebih baik dibandingkan dengan varietas lain 2. Pemberian pupuk anorganik menunjukan pertumbuhan dan produksi yang lebih baik dibandingkan dengan pemberian pupuk hayati dan pupuk kompos jerami padi.
PENDAPATAN DAN ALOKASI PENGELUARAN RUMAH TANGGA PETANI PADI SAWAH LEBAK DI KABUPATEN OGAN ILIR KOMALA SARI; RAHMI HIDAYATI
JURNAL TRIAGRO Vol 2, No 2 (2017): Volume 2 No.2 Juli – Desember 2017
Publisher : Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1040.07 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Menghitung besarnya kontribusi pendapatan dari  usahatani padi sawah lebak terhadap pendapatan rumah tangga petani, 2) Menganalisis alokasi pengeluaran pendapatan rumah tangga petani padi sawah lebak di Kabupaten Ogan Ilir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sampel acak sederhana (Simple Random Sampling). Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data menggunakan perhitungan matematis dengan analisis usahatani dan dijelaskan secara deskriftif. Hasil penelitian ini kiranya dapat berfungsi sebagai informasi dan bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan di bidang pertanian. Terutama kebijakan yang berkaitan dengan peningkatan pendapatan rumahtangga petani padi sawah lebak di Kabupaten Ogan Ilir dan aspek keilmuan diharapkan sebagai bahan perbandingan kelengkapan pustaka bagi pihak-pihak terkait dan pada penelitian-penelitian terkait berikutnya. Persentase kontribusi pendapatan yang berasal dari usahatani pokok yaitu usahatani padi sawah lebak lebih besar dari kontribusi pendapatan di luar usahatani padi lebak. Kontribusi rata-rata pendapatan usahatani padi sawah lebak yaitu sebesar : Rp 13.892.773,41 lg/mt/th atau 72,66 persen. Rata-rata persentase kontribusi pendapatan di luar usahatani padi (pendapatan usahatani selain padi sawah lebak dan non usahatani) yaitu Rp. 5,227,724.41 atau 27,34 persen. Dari perhitugan analisis kontribusi pendapatan usahatani padi sawah lebak di dapat, KUP 48 = 66,8 % ≤ 72,66 ≤ 100 %. Maka dikatagorikan adalah besar. Berdasarkan alokasi pengeluaran, total pengeluaran rumahtangga petani di Desa Maju Jaya sebesar Rp 19.087.150,00 /tahun. Jika dilihat secara keseluruhan, sebagian besar pendapatan total dialokasikan untuk biaya pangan (makan dan minum). Pengeluaran untuk biaya pangan adalah sebesar 37,74 persen atau Rp. 7.384.016,67/tahun dari pendapatan total keluarga
KOLONI JAMUR ANTAGONIS Trichoderma spp PADA BEBERAPA MEDIA TUMBUH SECARA IN VITRO Haperidah Nunilahwati; Yani Purwanti; Khodijah .; Laili Nisfuriah; Joni Philep Rompas
JURNAL TRIAGRO Vol 2, No 2 (2017): Volume 2 No.2 Juli – Desember 2017
Publisher : Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.22 KB)

Abstract

Trichoderma is an antagonist biological agent in some fungal pathogens that cause many plant diseases in farmland. The effort to multiply Trichoderma fungi in vitro may use some media material. The appropriate medium is a prerequisite for studying microorganisms in different environments. The study aims to determine the development of Trichoderma fungal colonies in a macroscopic way in some media. The research was conducted in the laboratory of Plant Pest and Disease Faculty of Agriculture Palembang University from September to November 2017. The research was carried out by stages of preparation of isolates, media preparation and Trichoderma fungus inoculation on potato media, cassava media, sweet potato media, rice media, corn and green bean media. Observation of macroscopic colony development was done 6 days after inoculation (hsi), ie density and colony color, then identified, and data were analyzed descriptively. The results showed that Trichoderma fungi developed in potato media, cassava media, sweet potato media, rice media, corn media and green bean media. Trichoderma fungal colonies on potato media, sweet potato media, green bean medium is more dense than in cassava media, rice media and corn media. Trichoderma fungal colonies form a circle with clear boundaries, colony color was dark green and bright green with white side colonies on all media.Keywords: Fungal colonies, biological agents, Trichoderma, media, in vitro
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) AKIBAT PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS RUARITA R.K PUPUK ORGANIK CAIR RUARITA R.K; Ridwan Hanan; ACHMAD W.A
JURNAL TRIAGRO Vol 2, No 1 (2017): Volume 2 No.1 Januari – Juni 2017
Publisher : Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.778 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai dosis pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Strurt.)Penelitian ini dilaksanakan di Sukawinatan, Kelurahan Kemuning, Palembang pada bulan Desember 2012 sampai dengan bulan Maret 2013. Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, dengan 4 (empat) perlakuan yaitu P0 = Kontrol, P1 = 20 cc POC 20 l‾ ᶪ air, P2= 40 cc POC 20 l‾ ᶪ air, P3 = 60 cc POC 20 l‾ ᶪ air. Perlakuan tersebut diulang sebanyak 6 (enam) kali sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Peubah yang diamati yaitu : Tinggi Tanaman (cm), Jumlah Daun (helai), Umur Berbunga (hari), Panjang Tongkol (cm), Diameter Tongkol (cm), Bobot Tongkol Segar per Tanaman (g), Hasil per Petak Panen (kg). Bedasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa, pemberian dosis pupuk organik cair dengan dosis P3 (60 cc POC 20 l‾ ᶪ air) dapat menghasilkan tinggi tanaman rata-rata sebesar 135.08 cm, jumlah daun rata-rata sebanyak 10.13 helai, umur berbunga rata-rata 45.5 hari, diameter tongkol rata-rata 4.30 cm, panjang tongkol rata-rata 15.35 cm, berat per tanaman rata-rata 214.17 g dan hasil per petak panen rata-rata 3.38 kg.Kata Kunci : Jagung Manis, Pupuk Organik Cair (POC)
PENGARUH PERLAKUAN BENIH DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN BENIH SALAK (Salacca edulis Reinw) DI POLIBEG Zulkarnain Husny; Ridwan Hanan; Hendri .
JURNAL TRIAGRO Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 No.2 Juli – Desember 2016
Publisher : Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.358 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan pada benih dan media tanam yang digunakan pada perkecambahan dan pertumbuhan benih salak. Adapun kegunaan penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengetahuan serta dapat digunakan sebagai pedoman dalam membudidayakan tanaman salak. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Pulau Harapan, Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari 2012 sampai dengan bulan Maret 2012. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok ( RAK) dengan 12 perlakuan, yang diulang sebanyak 3 (tiga) kali. Jadi jumlah seluruh tanaman yang digunakan sebanyak 180 polibeg. Perlakuan benih (P) terdiri : P1 = (benih tidak direndam + tanah : pasir : kotoran sapi = 2:1:1), P2 = (benih tidak direndam + tanah : pasir : kotoran kambing = 2:1:1), P3 = (benih tidak direndam + tanah : pasir : kotoran ayam = 2:1:1), P4 = (benih direndam dalam air + tanah : pasir : kotoran sapi = 2:1:1), P5 = (benih direndam dalam air + tanah : pasir : kotoran kambing =2:1:1), P6 = (benih direndam dalam air + tanah : pasir : kotoran ayam = 2:1:1), P7 = (benih diasah + direndam dalam air + tanah : pasir : kotoran sapi = 2:1:1), P8 = (benih diasah + direndam dalam air + tanah : pasir : kotoran kambing = 2:1:1), P9 = (benih diasah + direndam dalam air + tanah : pasir : katoran ayam = 2:1:1), P10 = (benih direndam dalam larutan kimia + tanah : pasir : kotoran sapi = 2:1:1), P11 = (benih direndam dalam larutan kimia + tanah : pasir : kotoran kambing = 2:1:1), P12 = (benih direndam dalam larutan kimia + tanah : pasir : kotoran ayam = 2:1:1).Peubah yang akan diamati pada penelitian ini meliputi waktu muncul plumula (hari), tinggi tanaman (cm), panjang akar (cm), persentase bibit tumbuh (%), berat basah akar (g), berat kering akar (g), berat basah tanaman (g), berat kering tanaman. hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perkecambahan benih salak yang lebih baik diperoleh pada perlakuan benih diasah dan direndam dalam air dengan media tanah : pasir : pupuk kandang kotoran sapi dengan perbandingan (rasio) yaitu : 2 : 1 : 1 (P7). Pada perlakuan P7 tersebut ternyata munculnya plumula 9 (sembilan) hari setelah tanam. Sedangkan tinggi tanaman, persentase bibit tumbuh, panjang akar, berat basah akar, berat kering akar, berat basah tanaman, dan beratkering tanaman dipengaruhi secara tidak nyata.
RESPON TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) VARIETAS RAJABASA AKIBAT PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN NPK PHONSKA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL ROSTIAN NAFERY; BUSRONI ASNAWI; GAMA SITI FATIMAH
JURNAL TRIAGRO Vol 2, No 2 (2017): Volume 2 No.2 Juli – Desember 2017
Publisher : Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.334 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merrill) varietas Rajabasa akibat pemberian pupuk organik dan NPK Phonska terhadap pertumbuhan dan hasil. Penelitian ini dilaksanakan di Agro Techno Park (ATP) desa Bakung, Kecamatan Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI). Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial, yang terdiri dari dua faktor dengan sembilan kombinasi dan tiga ulangan sehingga diperoleh 27 satuan percobaan dengan jumlah sampel yang diteliti dalam suatu percobaan 10 tanaman sampel. Faktor yang diteliti adalah pupuk kandang kotoran itik, yaitu K1 = 20 ton pupuk kandang kotoran itik ha-1 , K2 = 25 ton pupuk kandang kotoran itik ha , K3 = 30 ton pupuk kandang kotoran itik ha-1. Sedangkan pupuk NPK Phonska yaitu P1 = 50 kg ha, P2 = 100 kg ha-1 , P3 = 150 kg ha-1 . Peubah yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), umur berbunga (hari), berat kering tanaman (g), bobot 100 biji (g), berat kering biji per tanaman (g), berat kering biji per petak (kg), dan umur panen(hari). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, (1) pemberian pupuk kandang kotoran itik 30 ton per hektar memberikan pertumbuhan yang lebih baik pada peubah tinggi tanaman minggu ke 1 setinggi 6,69 cm, minggu ke 2 setinggi 12,90 cm, minggu ke 3 setinggi 22,59 cm dan minggu ke 4 setinggi 31,08 cm. Pemberian pupuk kandang kotoran itik 30 ton per hektar memberikan hasil tanaman lebih baik pada berat kering tanaman lebih berat yaitu 186,92 gr dan bobot 100 biji menghasilkan berat 100 biji terberat yaitu 11,96 gr. (2) Pemberian pupuk NPK Phonska 150 kg per hektar memberikan pengaruh yang lebih baik pada pertumbuhan tinggi tanaman pada minggu ke 1 setinggi 6,14 cm, minggu ke 2 setinggi 11,95 cm. Pemberian pupuk NPK Phonska 150 kg per hektar memberikan pengaruh lebih baik pada hasil tanaman yaitu berat kering tanaman memberikan hasil terberat yaitu 175,62 gr dan bobot 100 biji menunjukkanberat 11,77 g. (3) Pada interaksi antara perlakuan pupuk kandang kotoran itik dan NPK Phonska berpengaruh nyata pada berat 100 biji yaitu 0,292 g, pada peubah berat kering tanaman yaitu 11,62 g dan berat kering biji per tanaman yaitu 76,74 g Kata kunci : NPK Phonska, Pupuk Organik, Tanaman Kedelai dan Varietas Rajabasa
PENGARUH PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH (ZPT) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (ZEA MAYS SACCHARATA STURT.) YULIANTINA AZKA; MERIYANTO .; YOGI ROMADI
JURNAL TRIAGRO Vol 2, No 1 (2017): Volume 2 No.1 Januari – Juni 2017
Publisher : Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.683 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian dilakukan di desa Lalang Sembawa Kabupaten Banyuasin Sum-Sel, dimulai pada bulan Desember 2014 sampai bulan April 2015. Penelitian menggunakan RAK dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan, perlakuan yang diteliti yaitu: P0 = 0 ml/l air (Kontrol), P1 = 4 ml/l air, P2 = 8 ml/l air, P3 = 12 ml / l air, P4 = 16 ml/l air, dan P5 = 20 ml / l air. Peubah yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), umur berbunga (hari), jumlah tongkol per tanaman, jumlah tongkol per petak, berat tongkol per tanaman, berat tongkol per petak, diameter tongkol (cm) dan panjang tongkol (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ZPT 12 ml/l air memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis dengan menghasilkan tinggi tanaman 186.96 cm, jumlah daun 12.25 helai, umur berbunga 52.5 hari, berat tongkol per tanaman 569.17 g dan berat tongkol per petak 7807.5 g.
ANALISIS PEMASARAN BAHAN OLAH KARET (BOKAR) DAN PENDAPATAN PETANI KARET (Studi Kasus di Desa Surya Adi Kecamatan Mesuji Kabupaten Ogan Komering Ilir) NUR AHMADI; GUSTI FITRIYANA; TRI SUDONI
JURNAL TRIAGRO Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 No.2 Juli – Desember 2016
Publisher : Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.697 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem pengolahan, sistem pemasaran Bahan Olah Karet (Bokar) dan menghitung serta menganalisis pendapatan petani karet di tingkat petani yang dilakukan petani di Desa Surya Adi Kecamatan Mesuji Kabupaten Ogan Komering Ilir. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat berguna bagi pihak terkait terutama bagi petani sebagai bahan pertimbangan dan masukkan dalam mengusahakan usaha tani karet, agar mengetahui Sistem Pengolahan dan Pemasaran Bahan Olah Karet (Bokar) serta dapat meningkatkan pendapatan petani karet. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey, pengumpulan data yaitu dilakukan dengan mengambil sebagian sampel dari populasi yang cukup besar dan dilakukan wawancara serta pengolahan data. Hasil penelitian dari survei dan pengamatan di lapangan diketahui pengolahan yang dilakukan petani karet di Desa Surya Adi Kecamatan Mesuji Kabupaten Ogan Komering Ilir dilakukan dengan cuka parah, pupuk SP 36 dan tawas sebagai pembeku lateks, pemasaran bokar belum terorganisir dengan baik hal ini sebabkan oleh rantai pemasaran yang panjang dan mutu bokar yang rendah.Kata Kunci : Karet, BOKAR, Pengolahan dan Pemasaran
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KUBIS BUNGA (Brassica oleraceae var Botrytis L. Subvar PM 126 F1) AKIBAT PEMBERIAN TAKARAN PUPUK KANDANG KOTORAN AYAM DI POLYBAG MERIYANTO .; RIDWAN HANAN; HANDRI YANTO
JURNAL TRIAGRO Vol 2, No 2 (2017): Volume 2 No.2 Juli – Desember 2017
Publisher : Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.87 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga (Brassica oleraceae var Botrytis L. subvar PM 126 F1)akibat pemberian takaran pupuk kandang kotoran ayam di polybag pada dataran rendah. Penelitian ini dilaksanakanndi areal wilayah Desa Purwosari Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin, yang dimulai dari bulan Maret 2017 sampai Mei 2017. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah P0 = tanpa pemberian pupuk kandang kotoran ayam (kontrol), P1 = 10 ton pupuk kandang kotoran ayam ha-1(33,3 g polybag), P2 = 15 ton pupuk kandang kotoran ayam ha-1. (50 g polybag-1), P3 = 20 ton pupuk kandang kotoran ayam ha-1. (66,6 g polybag-1), P4 = 25 ton pupuk kandang kotoran ayam ha-1. (83,3 g polybag-1), P5 = 30 ton pupuk kandang kotoran ayam ha-1 (100 g polybag ). Peubah yang diamati yaitu jumlah daun (helai), tinggi tanaman (cm), diameter pangkal batang (cm), hari muncul bunga (hari setelah tanam), diameter bunga (cm), bobot bunga segar pertanaman (g), bobot berangkasan segar pertanaman (g), bobot segar bunga ha-1 (kg). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk kandang kotoran ayam dapat berpengaruh baik terhadap hasil tanaman kubis bunga, Pemberian pupuk kandang kotoran ayam sebanyak 100 g polybag-1(P5) menghasilkan bobot segar bunga rata-rata tanaman-1, bobot segar berangkasan rata-rata tanaman-1, dan diameter bunganya rata-rata terberat dan terbesar yakni 104,05 g, 201,48 g, dan 13,88 cm. Potensi hasil bobot segar bunga rata-rata ha-1 sebesar 6.502,81 kg pada pemberian pupuk kandang kotoran ayam sebanyak 100 g polybag-1 (P5).

Page 3 of 4 | Total Record : 38