cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 18298966     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Gradasi Teknik Sipil diterbitkan pertama kali dengan nama Jurnal Teknik Sipil pada bulan Agustus 2004 dengan ISSN 1829 – 8966, yang diterbitkan oleh Unit Pengembangan dan Kerjasama Jurusan Politeknik Negeri Banjarmasin. Ruang lingkup makalah meliputi bidang Teknik dan Manajemen dengan konsentrasi Bidang Transportasi, Geoteknik, Struktur, Keairan dan Manajemen Konstruksi.
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
ANALISA PENGEMBANGAN LAHAN PERTANIAN BERDASARKAN NERACA AIR PADA POLDER LIANG MENGGUNAKAN DEBIT ALIRAN PERMUKAAN DENGAN METODE NRECA Fakhrurrazi; Muhammad Fahrudin; Herliyani Farial Agoes; Fitriani Hayati
Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2021
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v5i1.990

Abstract

Polder Liang yang berletakak ada di sebelah barat kota Martapura di desa tambak baru Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Luas polder lebih dari 900 Ha dikelilingi jalan sebagai tanggul polder liang berada di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Matapura, Karang Intan, Astambul. Polder liang memiliki beberapa pintu air yaitu 6 pintu air utama dan 29 pintu air kecil. Sistem pintu air yang ada di sekitaran polder masih bersifat manual. Perhitungan ini menggunakan metode Nreca untuk perhitungan debit andalan dan debit nreca dan metode panmen dan standar KP-01 untuk perhi tungan kebutuhan air pada BAB IV dan menghitung pengembangan lahan pertanian berdasarkan neraca air.Hasil Perhitungan kebutuhan air yang ada di desa tambak baru kecamatan martapura kabupaten banjar kebutuhan air tertinggi pada bulan juni II berjumlah dengan rata-rata 0,442 m3/detik ketersedian air dihitung dengan debit andalan 80% didapat rata-rata ketersedian air 31,095 dengan awal pola tanam digunakan juni II perhitungan neraca air yang ada di petak sawah pada bulan juni II 5,384 m3/detik.perhitungan perkembangan lahan yang awalny tercatat 638 Ha bisa di kembangkan menjadi 845 Ha.
Perbandingan Perhitungan Luas Tanah antara Metode Trilaterasi Segitiga dengan Metode Koordinat Riska Hawinuti; Muhammad Fauzi; Rifanie Gazalie
Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2020
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v4i2.1029

Abstract

Kesadaran pemilik lahan untuk melindungi status kepemilikannya terhadap ketidakcocokan keadaan bidang tanah lapangan dengan data yang ada di dokumen sertifikat mengakibatkan meningkatnya kebutuhan pengukuran ulang lahan. Penggunaan alat dengan akurasi rendah dan metode yang kurang tepat menyebabkan data luas lahan yang dihasilkan menjadi kurang akurat. Hal ini menyebabkan kebingungan pada pemilik lahan maupun pemilik lahan disekitarnya. Sehingga perlunya data pembanding antara dua alat ukur berbeda dengan metode berbeda untuk memperkaya data perhitungan luas tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menghitung luas lahan Gedung Pejuang Veteran Banjarmasin dengan Metode Trilaterasi (pendekatan luasan segitiga dengan ketiga sisi diketahui) menggunakan Pesawat Penyipat Datar (PPD) dan dengan Metode Koordinat menggunakan GPS. Hasil perhitungan tersebut akan dibandingkan dengan data resmi luas lahan yang diperoleh dari BPN. Pengukuran dengan PPD diperoleh luasan sebesar 10.025,476 M2 dan dengan GPS sebesar 10.100,720 M2 dimana luas resmi lahan adalah 11.183 M2. Sehingga diperoleh persentase terhadap luas resmi berturut-turut sebesar 89,65 % dengan pengukuran menggunakan PPD dan sebesar 90,32 % dengan pengukuran menggunakan GPS. Berdasarkan hasil diatas, penggunaan kedua alat tersebut kurang disarankan untuk pengukuran luas lahan secara teliti serta perlunya memastikan batas tanah akurat di lapangan sebelum pengukuran. Abstract The awareness of land owners to protect their ownership status against the mismatch condition between land percil and the data in the documents resulted the increasing need for land re-measurement. Using tools with low accuracy and improper methods causes the result of land area data less accurated. This causes confusion among land owner and its nearby. The data comparisons are needed between two different measuring instruments with different methods to enrich the area calculation data its self. This research aims to calculate the land area of ​​the Pejuang Veteran Banjarmasin Building with the Trilateration Method using an Automatic Level and the Coordinate Method using GPS. The results of these calculations will be compared with official land area data obtained from National Land Agency. Measurement with Automatic Level obtained an area of 10.025,476 M2 and with GPS is 10.100,720 M2 where the official land area is 11.183 M2. The percentage amount between the official area versus Automatic Level and GPS consecutively are 89,65 % and 90,32 %. Based on that results, the use of these tools is less recommended to detailed land measurement and its important to ensure accurate percil boundaries in the field before measurement.
PENGARUH PEMAKAIAN PLASTIK LDPE SEBAGAI SUBSTITUSI ASPAL TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL HRS-WC Ardi Wiyogo; Andi Syaiful Amal; Alik Ansyori Alamsyah
Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2021
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v5i1.1052

Abstract

Salah satu cara meningkatkan mutu campuran beraspal adalah dengan menambah bahan aditif ke dalam aspal. Bahan aditif yang dipilih adalah plastik jenis LDPE. Pemilihan plastik ini karena kemudahan mendapatkan dan sebagai salah satu solusi mengurangi kerusakan lingkungan karena plastik. Penelitian ini diharapkan menjadi salah satu upaya untuk pengelolaan plastik dan menjadi acuan dalam mengamati karakteristik aspal yang diganti sebagian dengan LDPE. Analisa dilakukan dengan cara mencari terlebih dahulu KAO dari campuran aspal pen 60/70 HRS-WC. Dari hasil KAO (kadar aspal optimum) yang didapatkan, dilakukan substitusi kadar aspal dengan plastik LDPE. Kadar LDPE yang digunakan yaitu 0%, 2%, 4%, 6% dan 8%. Hasil dari 2%, 4%, 6%, dan 8% kadar LDPE dibandingkan dengan kadar LDPE 0%. Dari hasil Analisa yang dilakukan, semakin banyaknya kadar plastik LDPE yang dipakai maka akan semakin mengurangi nilai stabilitas, MQ, dan VFA. Nilai VIM dan VMA semakin meningkat seiring semakin banyaknya kadar LDPE yang dipakai. Pada nilai stabilitas, stabilitas sisa dan MQ mengalami peningkatan pada kadar 2% tetapi mengalami penurunan kembali di kadar 4%, 6% dan 8%.
VARIASI PERSENTASE ABU BATU TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL DALAM CAMPURAN HRS BASE Muchtar Salim; Hadi Gunawan
Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2021
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v5i2.1146

Abstract

Abu batu terdiri dari butiran-butiran halus dan gradasi yang memenuhi persyaratan gradasi untuk aggregat halus dan filler. fungsi filler adalah untuk mengisi rongga dalam campuran, dan meningkatkan stabilitas dari campuran aspal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi penggunaan abu batu sebagai filler dalam campuran HRS-Base terhadap properties Marshall. Penelitian dilakukan dengan membuat Design mix formula (DMF) untuk mendapatkan Kasar Aspal Optimum (KOA). Menggunakan KOA yang telah didapat, kemudian persentase bahan filler abu batu divariasi sebanyak 1%, 1,5% dan 2%, 2,5% dan 3%. Penambahan filler abu batu dari 1% sampai 3 % meningkatkan nilai stabilitas, rongga terisi apal, dan Marshall Qoutient yaitu masing-masing dari 883,45 kg menjadi1121,66 kg, 69,66 % menjadi 72,68 %, dan 266,10 kg/mm menjadi 299,91 kg/mm dan nilai rongga dalam campuran dan nilai rongga dalam agregat (VMA) mengalami penurunan masing-masing yaitu dari 5,57 % menjadi 4,79 % dan dari 18,36 % menjadi 17,53%. Hasil penelitian menunjukan nilai stabilitas, nilai rongga terisi aspal dan nilai Marshall Qoutient meningkat bersamaan meningkatnya kandungan filler abu batu dalam campuran HRS – Base. Sedangkan nilai rongga dalam campuran dan rongga dalam agregat (VMA) menurun saat kandungan filler abu batu meningkat.
PENGARUH GROUTING TERHADAP NILAI LUGEON PADA BATUAN DASAR PONDASI BENDUNGAN TAPIN M. Amril asy'ari; Rachmat Hidayatullah; Dessy Lestari.S; Selo Bhuwono Kahar; Maharto Kristiyono
Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2021
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v5i2.1186

Abstract

Bendungan merupakan bangunan air yang dibangun melintang sungai untuk meninggikan elevasi muka air. Salah satu bangunan konstruksi Bendungan adalah Maindam, Fungsi dari konstruksi maindam adalah sebagai tempat penampungan air Bendungan. Oleh karena itu bendungan harus memiliki pondasi yang kedap air agar tidak terjadi rembesan atau kebocoran. Injeksi semen bertekanan (grouting) adalah proses di mana suatu cairan diinjeksikan dengan tekanan sesuai uji tekanan air ke dalam rongga, rekah dan retakan batuan/tanah, yang mana cairan tersebut dalam waktu tertentu akan menjadi padat secara fisika maupun kimiawi. Setelah dilakukan test grouting kemudian dilakukan perhitungan nilai luegon untuk mengetahui efektifitas grouting yang dinyatakan dalam %. Pekerjaan pemboran dan grouting pada area maindam Bendungan Tapin dilaksanakan dengan jumlah titik sebanyak 1350 yang dibagi kedalam 12 blok. Dari hasil pekerjaan cek hole untuk pekerjaan grouting maindam kiri untuk 6 blok memiliki angka Lugeon rerata 2.46. Pada pekerjaan grouting di maindam kanan, setelah dilakukan pekerjaan Cek Hole 6 blok didapatkan angka Lugeon rerata 1.18. Hasil perhitungan efektifitas grouting pada zona inti di area maindam didapatkan nilai efektifitas grouting yang diperoleh pada angka 74.38. Angka tersebut dimasukkan kedalam tabel pengaruh Efektifitas grouting masuk kedalam kategoti baik. Kategori tersebut telah menunjukkan bahwa grouting telah berhasil dilaksanakan
RECYCLE GLASS WASTE AS A REPLACEMENT OF FINE AGGREGATE IN CONCRETE MIX STANDARD COMPARISON Syf. Umi Kalsum; Betti Ses Eka Polonia; Hurul 'Ain
Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2021
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v5i2.1188

Abstract

Recycling is one way that is used to minimize the amount of waste that exists. Recycling is also a process to reduce the use of new raw materials, reduce energy use, reduce pollution, land degradation and greenhouse gas emissions. Materials that can be recycled consist of waste of glass, plastic, paper, metal, textiles and electronic goods. Glass has characteristics suitable as concrete aggregates, considering that glass is a material that does not absorb water. In addition, glass has high abrasion resistance. Meanwhile, the waste glass flux lowers the temperature to the temperature at which the formers will melt. Stabilizers in glass waste are made of calcium carbonate, which makes the glass waste solid and water-resistant. This glass waste is recycled by mixing it into the concrete mix. The recycling method is done by pounding the glass and putting it into the concrete mix stage. The purpose of mixing the glass waste is expected to increase the compressive strength of concrete. The use of glass waste as a mixed material affects the compressive strength of the concrete. The concrete with the most inferior to highest compressive strength is 4% variation concrete, 2% variation concrete, and traditional concrete. Optimal percentage addition of glass waste impacts on maximum concrete compressive strength is 2% mixture variation which obtained 11,88 Mpa & 11,32 Mpa.
POTENSI KEMBANG SUSUT LAPISAN TANAH DASAR DI BANJARMASIN Ahmad Norhadi; Akhmad Marzuki; Surat
Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2021
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v5i2.1198

Abstract

Klasifikasi tanah di Banjarmasin pada lapisan permukaan didominasi oleh lapisan lempung sangat lunak yang akan berpotensi kembang susut tanah lempung. Hal ini merugikan stabilitas bangunan di atasnya seperti struktur badan jalan. Nilai potensi ini dapat diketahui dari nilai aktifitas (A) dan prosentase kandungan lempung (%clay) pada lapisan tanah tersebut. Dengan diketahuinya nilai A dan % clay tersebut dapat diprediksi perilaku lapisan tanah dasar sebagai fondasi struktur badan jalan dan dapat dilakukan penanganan masalah kembang susut lapisan fondasi tanah. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut perlu dilakukan penelitian “Potensi Kembang Susut Lapisan Tanah Dasar di Banjarmasin” dengan melakukan serangkaian penyelidikan sifat fisik dan mekanik tanah di lapangan dan di laboratorium. Berdasarkan hasil penelitian di peroleh nilai activity tanah lempung di kota Banjarmasin memiliki klasifikasi aktivitas kemampuan mengembang dengan plastisitas tinggi PI > 17 adalah normal dengan rata – rata nilai activity sebesar 1.122 dan tidak aktif sebesar 0.479 dengan rentang prosentase lempung 15% - 46%. Potensi pengembangan (S) tanah lempung di Banjarmasin adalah rendah - sedang.. Potensi kembang susut memiliki potensi rentang susut 10 – 12 % atau memiliki potensi kembang susut sedang (marginal).
ANALYSIS OF LATERITE SOIL WITH PORTLAND CEMENT MIXED VARIATIONS AND THE EFFECT ON THE CBR UNSOAKED Ahmad Ravi; Hurul 'Ain; Betti Ses Eka Polonia; M. Hanif Faisal
Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2021
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v5i2.1205

Abstract

Ketapang and Kayong Utara Regency have road construction that often suffers damage before the planned life age caused by the behavior of expansive clay. The subgrade is a fundamental structure in building road construction because the subgrade will support traffic loads or construction loads. The strength and durability of the pavement structure road will depend on the properties and bearing capacity of the subgrade. Practically soil stabilization is a reinforcement engineering against foundation or subgrade by using mixed materials. Therefore, different soil improvement variations are needed. Based on the test result, the CBR value of Sukadana initially gets a 2.95% point. The CBR value for the 6% and 10 % mixture, respectively, gets 17.14% and 25.02%. The CBR value of Sungai Melayu Rayak originally get 4.65% point. Then, for the 6% and 10% mixture, the CBR values increased by 13.78% and 18%. The value of the bearing capacity of the highway soil construction can be know from the results of CBR testing on each variation. The CBR also can measure the strength of the soil. The addition of cement to the earth tends to increase the bearing capacity of the ground. It is because cement can function as a binder between soil particles with chemical compounds contained in cement.
KEHILANGAN AIR AKIBAT PIPA PENYADAPAN LANGSUNG DI SALURAN IRIGASI RIAM KANAN RUAS BRK 0 - 7 Adriani Muhlis; Siti Rahmalia; Herliyani Farial Agoes; Fitriani Hayati
Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2021
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v5i2.1228

Abstract

Permasalahan saluran primer pada Irigasi Riam Kanan yang terjadi akibat adanya pengambilan air secara langsung menggunakan pipa penyadap yang dapat berpengaruh pada sulitnya pemeliharaan pada tanggul saluran dan mengakibatkan kapasitas air di saluran berkurang dari yang telah direncanakan. Metode yang digunakan dengan mengambil data langsung di lapangan berupa jumlah, dimensi, jenis serta elevasi tinggi jatuh (outlet) pipa, melakukan analisis nilai koefisien debit serta merekapitulasi debit kehilangan air. Banyaknya pipa penyadap dari ruas BRK 0 sampai BRK 7 berjumlah 1.163 buah dengan jenis pipa PVC AW berdiameter bervariasi. Adapun besarnya kehilangan debit air akibat penyadapan melalui pipa penyadap adalah sebesar 11.299,7 liter/detik dari debit rencana aktual 25.000 liter/detik atau dengan prosentase kehilangan air sebesar 48%. Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, terjadi penambahan banyaknya pipa penyadap yaitu dari 692 buah berdasarkan penelitian sebelumnya, menjadi 795 buah atau bertambah sebanyak 103 buah serta diiringi juga dengan peningkatan jumlah debit pengambilan airnya di saluran primer ruas BRK 1 sampai BRK 4 adalah 7.806,3 liter/detik dari sebelumnya tahun 2015 hanya 4.682,9 liter/detik, sehingga ada kenaikan sebesar 3.123,5 liter/detik (naik sebesar 40,01 %) dan untuk penambahan jumlah pipa sebanyak 12,96 %.
ANALISIS PENGGUNAAN BLOK PENYEKAT (BAFFLE BLOCK) UNTUK MEREDUKSI GERUSAN PADA ABUTMENT PILAR JEMBATAN: Bahasa Indonesia Lutfi Hair Djunur; Kasmawati Kasmawati
Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2021
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v5i2.1231

Abstract

Gerusan lokal merupakan proses alamiah yang terjadi disungai akibat perubahan morfologi sungai atau adanya bangunan air yang menghalagi aliran. Adanya bangunan air tersebut meyebabkan perubahan karakteristik aliran yang berpengaruh terhadap gerusan disekitar abutmen pilar jembatan. Untuk melindungi abutmen pilar jembatan dari penggerusan, diperlukan suatu desain bangunan blok penyekat yang mampu mereduksi gerusan dari derasnya aliran air sehingga abutmen pilar jembatan dapat terlindungi. Pada penelitian ini dibuat model berupa abutmen pilar jembatan dengan blok penyekat. Dengan menggunakan 3 model blok penyekat yang berbeda dimensi ini menggunakan tiga variasi debit yang berbeda dalam empat kali simulasi pengaliran. Berdasarkan hasil analisis dan perencanaan blok penyekat diperoleh efektifitas dalam mereduksi gerusan disekitar abutmen pilar jembatan, yaitu dimensi blok penyekat 1:1, blok penyekat 1:3 dan blok penyekat 1:5. Ketiga model blok penyekat untuk mengetahui perubhan penampang saluran. pola gerusan, volume gerusan dan parameter aliran yang terjadi disekitar abutmen pilar jembatan.Penelitian jembatan adalah tanpa blok penyekat yaitu 32,80%, blok penyekat 1:1 yaitu 43, 32%, blok penyekat 1:3 yaitu 10,01 % dan blok penyekat 1:5 yaitu 47,77 %. Hasil dari simulasi pengaliran menunjukkan gerusan maksimum bergantung pada kecepatan aliran , tinggi aliran,angka Froude, Reynold dan blok penyekat