cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 18298966     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Gradasi Teknik Sipil diterbitkan pertama kali dengan nama Jurnal Teknik Sipil pada bulan Agustus 2004 dengan ISSN 1829 – 8966, yang diterbitkan oleh Unit Pengembangan dan Kerjasama Jurusan Politeknik Negeri Banjarmasin. Ruang lingkup makalah meliputi bidang Teknik dan Manajemen dengan konsentrasi Bidang Transportasi, Geoteknik, Struktur, Keairan dan Manajemen Konstruksi.
Arjuna Subject : -
Articles 240 Documents
DESAIN SALURAN SODETAN PADA ZONA GENANGAN DESA LAJAR KECAMATAN LAMPIHONG KABUPATEN BALANGAN Fakhrurrazi; Effendie, Faryanto; Fajar, Reza Adhi; Hayati, Fitriani; Sujarwo, Achmad Prio
Jurnal Teknik Sipil Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2025
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v9i2.14478

Abstract

Di Kabupaten Balangan, banjir terjadi di lingkungan kawasan transmigrasi (Desa Lajar, Matang Hanau, Mundar dan Papuyuan Kecamatan Lampihong) dengan penyebab yang kompleks, seperti meluapnya sungai atau banjir kiriman yang diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi, kurang tertatanya saluran pada desa-desa tersebut sehingga menyebabkan air tidak mengalir ke sungai besar (Sungai Balangan), kurangnya pemeliharaan terhadap saluran dan alih fungsi lahan yang tinggi di daerah hulu saluran. Dalam penelitian ini solusi yang diberikan adalah dibuatnya sodetan, rencana tanggul dan pintu air dengan memperhitungkan debit banjir periode ulang 25 tahun dan 5 tahun. Dari hasil survey lapangan didapat eksisting saluran, tinggi genangan pada petak sawah, arah aliran, tata guna lahan dan kecepatan aliran. Pengukuran dilapangan menggunakan alat digital berupa waterpass sedangkan untuk pengukuran kecepatan aliran menggunakan metode pelampung. Hasil dari penelitian didapat tinggi genangan eksisting pada petak sawah mencapai 50 cm dengan luas area pertanian 0,61 km². Dari hasil analisa hidrologi didapat hujan rancangan periode ulang 25 tahun 169,43 mm Dan periode ulang 5 tahun 132,89 mm, untuk debit rencana periode ulang 25 tahun 138,4931 m³/det. Dimensi sodetan yang direncanakan mampu mengalirkan debit banjir periode ulang 25 tahun adalah lebar saluran 15 m dan tinggi saluran 2,5 m dengan kemiringan saluran 0,2 %.
PENENTUAN FAKTOR KEAMANAN PONDASI KELOMPOK TIANG PADA ABUTMENT JEMBATAN DI TANAH LEMPUNG KAKU Firdaus, Muhammad; Ruspiansyah
Jurnal Teknik Sipil Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2025
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v9i2.14527

Abstract

Tanah lempung kaku yang berkembang di wilayah Rantau Kiwa, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, menimbulkan tantangan geoteknik tersendiri dalam perencanaan pondasi jembatan, khususnya terkait kapasitas daya dukung dan potensi penurunan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik tanah lempung kaku, menganalisis kapasitas daya dukung tiang tunggal dan kelompok, mengevaluasi penurunan konsolidasi, serta menentukan faktor keamanan pondasi kelompok tiang pada abutment jembatan. Metode penelitian meliputi penyelidikan tanah melalui Standard Penetration Test (SPT) dan pengambilan undisturbed sample (UDS), pengujian laboratorium untuk memperoleh parameter sifat indeks dan mekanis tanah, koreksi nilai N-SPT, serta analisis kapasitas daya dukung pondasi tiang menggunakan pendekatan empiris Meyerhof. Analisis pondasi kelompok tiang dilakukan dengan mempertimbangkan efisiensi kelompok menggunakan metode Converse–Labarre, sedangkan penurunan dihitung berdasarkan teori konsolidasi satu dimensi Terzaghi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah pada lokasi penelitian tergolong lempung berplastisitas rendah dengan konsistensi kaku dan termasuk kategori normally consolidated clay (NC). Kapasitas daya dukung ultimit pondasi kelompok tiang konfigurasi 3 × 5 dengan diameter tiang 40 cm diperoleh sebesar ±201 ton, lebih besar dari beban rencana abutment sebesar 147 ton. Analisis penurunan konsolidasi menunjukkan bahwa penurunan total masih berada di bawah batas penurunan ijin. Faktor keamanan pondasi kelompok tiang terhadap keruntuhan blok diperoleh sebesar SF = 5,54, yang menunjukkan kondisi pondasi aman dan konservatif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teknis dalam perencanaan dan evaluasi pondasi kelompok tiang pada tanah lempung kaku, khususnya untuk struktur jembatan di wilayah dengan kondisi geoteknik serupa
REKONSTRUKSI SALURAN DRAINASE DI JALAN IR. P. MOCH. NOOR KOTA BANJARMASIN Putri, Shofia Ananda; Agoes, Herliyani Farial
Jurnal Teknik Sipil Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2025
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v9i2.15305

Abstract

Jalan Ir. P. Moch Noor di Kecamatan Banjarmasin Barat sering tergenang saat hujan karena saluran drainase yang tidak merata, rusak, dan tersumbat sampah. Saluran hanya ada di satu sisi jalan, sementara sisi lain terutama area pertokoan tidak memiliki drainase jalan. Air pun tidak mengalir ke pembuangan dan meluap ke jalan.  Masalah ini perlu ditangani dengan rekontruksi saluran drainase melalui survei lapangan, perhitungan debit hujan, dan penentuan dimensi saluran, kemiringan saluran yang sesuai agar genangan bisa diatasi. Bila debit saluran (Qs) lebih besar dari debit rancangan (Qr) maka saluran mampu mengalirkan air hujan pada saluran drainase. Dari hasil perhitungan debit hujan rancangan (Qr) untuk periode 2 tahun adalah saluran kanan 0,407 m3/detik dan saluran kiri 0,351 m3/detik. Hasil dari debit saluran (Qs) adalah 0,463 m3/detik untuk saluran kanan dan kiri. Dan diperoleh saluran rencana drainase empat persegi Panjang dengan dimensi saluran lebar (B) = 0,60 m dan tinggi penampang saluran (H) = 0,80 m. Dapat disimpulkan saluran drainase dapat mengalirkan debit hujan rancangan pada periode ulang 2 tahun.
ANALISIS TITIK RAWAN KECELAKAAN PADA RUAS JALAN PANJI SUROSO KOTA MALANG DITINJAU DARI ASPEK JALAN BERKESELAMATAN Rifky Aldila Primasworo; Blima Oktaviastuti; Theobaldus Leri
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2026
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v10i1.14804

Abstract

Kota Malang merupakan salah satu kota yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Kota Malang juga merupakan salah satu kota Pendidikan, salah satu permasalahan di kota Malang yaitu dimana jumlah kendaraan dan jumlah penduduk meningkat tidak diimbangi dengan sarana dan prasarana jalan. Jalan Panji Suroso merupakan ruas jalan nasional dimana dengan panjang 1,57 km berada pada kawasan komersial dengan hambatan samping tinggi. Jalan Panji Suroso tercatat sebagai ruas jalan yang rawan kecelakaan yang dipicu oleh kombinasi volume lalu lintas kendaraan berat yang tinggi, kondisi aspal yang bergelombang, serta perilaku pengemudi yang kurang waspada pada ruas jalan arteri primer ini.  Tujuan yang di ambil dalam penelitian ini adalah menganalisis  titik rawan kecelakaan pada ruas jalan panji suroso kota malang ditinjau dari aspek jalan berkeselamatan yaitu mengetahui karakteristik jalan, mengetahui Blacksite dan Blackspot, serta cara meningkatkan ruas jalan berkeselamatan. Dari hasil analisis diketahui bahwa jalan Panji Suroso teridentifikasi sebagai titik rawan kecelakaan dilihat dari segmen jalan yang memiliki nilai Z-Score dan Nilai Cusum bernilai positif dan > 0, nilai Z-Score Segmen I 6,1, Segmen II 4,6, Cussum Segmen I 3,4, Segmen II 4 . Berdasarkan Klasifikasinya menyatakan bahwa jika nilai Z-Score dan Cusum adalah positif atau > 0 maka teridentifikasi sebagai rawan kecelakaan. Usulan dalam upaya mengurangi kecelakaan dan meningkatkan jalan berkeselamatan adalah perbaikan dan menambah fasilitas pelengkap jalan, menambahkan rambu di daerah dan titik rawan kecelakaan, menempatkan petugas pengatur lalu lintas baik dari dinas perhubungan maupun satlantas guna  meningkatkan keselamatan jalan.
PERBANDINGAN RAB DINDING KONVENSIONAL DENGAN SANDWICH PANEL EPS PADA RUMAH TIPE 45 Nur Endah Widyawati; Aunur Rafik; Rinova Firman Cahyani; Ningtyas Rahmawati; Destaf Ubaidillah Fitri
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2026
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v10i1.14984

Abstract

Mengingat di Banjarmasin kondisi tanahnya berupa tanah rawa/lunak sering terjadi rumah roboh atau miring sebagai akibat kurang kuatnya pondasi menahan beban bangunan. Maka untuk menopang beban struktur bangunan diperlukan material yang berbahan ringan, kuat, murah dan mudah pemasangannya. Struktur dinding merupakan salah satu yang dominan pada beban bangunan rumah. Tujuan penelitian adalah membandingkan Rencana Anggaran Biaya pada pembangunan rumah tipe 45 menggunakan dinding konvensional bata ringan dengan dinding precast sandwich panel EPS (Expanded Polystyrene System).  Rencana Anggaran Biaya pada masing – masing pekerjaan dinding dihitung berdasarkan data denah rumah tipe 45, rancangan dindingnya, analisa harga satuan pekerjaan tahun 2022, harga satuan bahan dan upah kota Banjarmasin tahun 2022, untuk mengetahui perbandingan biaya mana yang lebih efisien. Berdasarkan perhitungan Rencana Anggran Biaya pada pekerjaan dinding konvensional rumah tipe 45 diperoleh sebesar Rp 97.835.785, sedangkan pada pekerjaan dinding precast sebesar Rp 169.871.500 dengan selisih Rp 72.035.715 atau 73,63 % lebih murah pekerjaan dinding konvensional.
STUDI KOMPARATIF METODE MDP 2017 DAN MDP 2024 PADA PERENCANAAN PERKERASAN JALAN DI LAHAN BASAH Nova Widayanti; Muhammad Arsyad; Rabiyatul
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2026
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v10i1.15254

Abstract

Jalan Tatah Bangkal di Kabupaten Banjar merupakan salah satu wilayah di Kalimantan Selatan yang memiliki karakteristik tanah lunak, mengandung banyak air dan bahan organik. Kondisi ini diperparah saat air pasang di mana ketinggian air dapat hampir sejajar dengan permukaan jalan. Oleh karena itu, diperlukan metode perencanaan yang tepat untuk menentukan ketebalan perkerasan jalan terutama pada kondisi khusus di kawasan lahan basah seperti lokasi studi. Penelitian ini menggunakan dua metode yang dikomparasi yaitu Manual Desain Perkerasan (MDP) 2017 dan MDP 2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan metode perancangan pada pengelompokan nilai VDF dan perkiraan lalu lintas untuk jalan dengan lalu lintas rendah. Selain itu, kondisi lahan dengan nilai CBR (California Bearing Ratio) sebesar 1,2% menunjukkan tindakan penanganan yang berbeda pada kedua metode. Pada metode MDP 2017, karena perkerasan berada di atas tanah lunak, diperlukan lapis penopang setebal 1.000 mm terlebih dahulu untuk meningkatkan daya dukung, kemudian ditambah material timbunan pilihan setebal 175 mm untuk mengkondisikan CBR tanah dasar menjadi 6%. Sedangkan pada metode MDP 2024, karena kedalaman tanah lunak melebihi 1.000 mm berdasarkan hasil uji sondir, diperlukan penanganan geoteknik terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan penambahan material timbunan pilihan dengan CBR 10% setebal 300 mm untuk meningkatkan daya dukung tanah dasar hingga mencapai CBR 6%.
ANALISIS PENJADWALAN PROYEK KONSTRUKSI PERPUSTAKAAN DAERAH BARABAI MENGGUNAKAN METODE PDM Hayatun Aprilya; Abdul Karim
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2026
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v10i1.15266

Abstract

Penjadwalan merupakan indikator penting dalam mengukur keberhasilan proyek konstruksi selain mutu dan biaya. Pada Proyek Pembangunan Perpustakaan Daerah Kota Barabai, penjadwalan sebelumnya hanya menggunakan Kurva S yang meskipun mampu menunjukkan perkembangan kumulatif pekerjaan terhadap waktu, namun tidak dapat menggambarkan hubungan antaraktivitas maupun mengidentifikasi lintasan kritis. Keterbatasan ini menyulitkan pengendalian dan pengawasan proyek, khususnya dalam mengantisipasi keterlambatan dan mengoptimalkan waktu pelaksanaan. Penelitian ini menerapkan metode Precedence Diagram Method (PDM) sebagai pendekatan penjadwalan untuk memvisualisasikan ketergantungan antaraktivitas. Penyusunan jadwal menggunakan yang menghasilkan network diagram, total durasi proyek, serta identifikasi lintasan kritis. Data yang digunakan meliputi uraian pekerjaan, durasi, dan hubungan antaraktivitas. Penerapan PDM memberikan kemudahan dalam evaluasi progres proyek, dengan informasi penting seperti Early Start, Latest Start, Early Finish, Latest Finish, serta lintasan kritis yang berguna dalam optimalisasi sumber daya. Hasil penelitian menunjukkan durasi proyek 236 hari, dimulai 17 April 2024 hingga 8 Desember 2024. Dari total 344 item pekerjaan, bobot lintasan kritis mencapai 94,77%, sedangkan lintasan non-kritis hanya 5,23%.
ANALISIS HIDRAULIK DAS AIR TETAP MENGGUNAKAN HEC-RAS UNTUK SISTEM PERINGATAN DINI BANJIR Satria Dimas Syaiful; Gusta Gunawan; Khairul Amri; Besperi; Rena Misliniyati
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2026
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v10i1.15298

Abstract

Banjir di Kabupaten Kaur sering terjadi akibat meluapnya Sungai Air Tetap yang tidak mampu menampung debit banjir pada saat curah hujan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis debit banjir rencana dan kapasitas sungai, serta menyusun dasar pengembangan Flood Early Warning System (FEWS). Metode yang digunakan untuk pemodelan hidrologi adalah Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu dan pemodelan hidrolika menggunakan HEC-RAS. Debit banjir yang dimodelkan adalah debit rencana untuk kala ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun. Hasil dari pemodelan hidrologi untuk masing-masing kala ulang tersebut sebagai berikut 69,057 m³/detik; 82,666 m³/detik; 89,110 m³/detik; 95,565 m³/detik, 99,480 m³/detik; 107,883 m³/detik. Hasil dari pemodelan hidrolika menunjukkan tinggi muka air luaran model melampaui tinggi tebing sungai kiri dan kanan dari hulu sampai hilir. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sungai Air Tetap sudah tidak mampu lagi menampung aliran air hujan yang jatuh pada DAS tersebut. Oleh karena itu keberadaan FEWS sudah merupakan sesuatu yang sangat penting dan mendesak untuk mitigasi bencana banjir.
UJI KUALITAS HASIL PEMANENAN AIR HUJAN (RAINWATER HARVESTING) SEBAGAI SUMBER CADANGAN AIR BERSIH Harfa Sakri; Radius Pranoto; Septarianti Arini; Alfi Rafied Arisandi; Desvianty Amelia; M. Ilham Nawawi
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2026
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v10i1.15304

Abstract

Krisis air bersih di Kota Palembang dipicu oleh pendangkalan Sungai Musi, pencemaran air sumur, serta peningkatan populasi. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemanenan air hujan dari atap rumah menjadi alternatif cadangan air bersih potensial, mengingat curah hujan kota ini cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas parameter fisika air hujan hasil pemanenan berdasarkan variasi jenis material atap Genteng, Seng Alkan, dan Seng Galvanis sebagai sumber air higienis. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen dimulai dari penampungan air hujan, pengujian laboratorium, dan analisis data parameter fisika (kekeruhan, temperatur, bau, rasa, dan TDS). Hasil pengujian menunjukkan bahwa sampel dari ketiga jenis atap memenuhi standar baku mutu air higienis. Atap genteng menghasilkan nilai TDS terendah (18 mg/L) dan suhu paling stabil (22 °C), namun memiliki tingkat kekeruhan tertinggi (2,2 NTU). Sebaliknya, atap berbahan logam (Alkan dan Galvanis) memiliki kekeruhan lebih rendah tetapi nilai TDS dan suhu lebih tinggi akibat konduktivitas panas dan larutan logam. Kesimpulannya, air hujan hasil pemanenan layak digunakan untuk kebutuhan non-konsumsi, dengan material atap genteng sebagai opsi paling aman. Penggunaan sistem first flush dan filtrasi tetap disarankan untuk meningkatkan kualitas air.
PENENTUAN JARAK KRITIS BAUT KE UJUNG BATANG BAMBU AMPEL (BAMBUSA VULGARIS) TANPA RUAS Astuti Masdar; Fiska Widya Sari; Ridha Sari
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2026
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v10i1.15526

Abstract

Bambu Ampel (Bambusa Vulgaris) merupakan salah satu spesies bambu yang berpeluang dijadikan material konstruksi. Berdasarkan ukurannya, penggunakan bambu ampel lebih cenderung kepada struktur bambu utuh dari pada dijadikan bahan laminasi bambu. Disisi lain, jarak minimum menjadi hal yang kritis dalam pertimbangan sebuah sistem sambungan bambu. Hal ini sering menjadi kendala utama dalam aplikasi konstruksi bambu. Dilapangan, tentunya tidak dapat dipastikan pada semua bagian sambungan adalah batang bambu yang mempunyai ruas sehingga perlu dilakukan kajian pada kondisi ekstrim yaitu pada kondisi batang bambu yang tidak memiliki ruas pada bagian ujung batangnya. Pembuatan dan pengujian benda uji dilakukan dengan merujuk pada standar ISO 22157-2019. Dalam penelitian ini, dua sifat mekanik bambu yang menjadi dasar dalam penentuan jarak baut pada batang Bambu Ampel adalah kekuatan geser ada tumpu. Berdasarkan hasil pengujian sifat fisik, diketahui bahwa kadar air bambu kecil dari 15%. Nilai ini memenuhi persyaratan dilanjutkannya pengujian sifat mekanik tanpa melakukan pengeringan ulang pada specimen uji. Hasil pengujian mekanik menunjukkan nilai kuat geser dan tumpu masing-masing adalah 8,01 MPA dan 40,35 MPa. Dari hasil analisis, didapatkan jarak minimum baut pada batang Bambu Ampel yang ujung batangnya tidak ada ruas adalah 5,03 kali diameter baut. Dibandingkan dengan jenis bambu lainnya jarak minimum baut pada batang Bambu Ampel menunjukkan hasil yang berkesesuaian terutama dengan jarak minimum baut pada ujung batang Bambu Petung yang tidak memiliki ruas.