cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 18298966     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Gradasi Teknik Sipil diterbitkan pertama kali dengan nama Jurnal Teknik Sipil pada bulan Agustus 2004 dengan ISSN 1829 – 8966, yang diterbitkan oleh Unit Pengembangan dan Kerjasama Jurusan Politeknik Negeri Banjarmasin. Ruang lingkup makalah meliputi bidang Teknik dan Manajemen dengan konsentrasi Bidang Transportasi, Geoteknik, Struktur, Keairan dan Manajemen Konstruksi.
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
Perencanaan Struktur Atas Jembatan Komposit Sungai Nipah Desa Darul Aman Kecamatan Rupat Puluhulawa, Indriyani; Aspaliza, Nur; Armada, Armada
Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2018
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.377 KB) | DOI: 10.31961/gradasi.v2i2.588

Abstract

The Darul Aman Village Bridge was originally a wooden bridge connecting community settlements with harbor and plantation areas. Yhe current condition of the bridge is not worth crossing because the wooden structure on the bridge has severe weathering, so it is very risky if forced to pass through the vehicle continuously and will cause further damage.for this purpose a nwe bridge is planned using a composite structure between steel girder and concrete slab. This plan refers to SNI T-02-2005 for loading bridge and SNI T-03-2005 fot steel structure planning. The planned plan includes bridge slab, girders, diaphragms and bridge elastomeric placement. From the result of the planning, the steel girder profile is using WF 800.300.14.26 , with a gap between 1,125 m. The steel angles profile diaphragm 70.70.7 mm using with a gap 4 m diaphragm, the elastomeric placement diameter is 175.175.12 mm
EVALUASI PERENCANAAN MENGGUNAKAN 2 METODE DI RUAS JALAN ANJIR PASAR irpansyah, ahmad noor; Adriyati, Ria
Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2019
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.475 KB) | DOI: 10.31961/gradasi.v3i2.790

Abstract

Jalan Anjir Pasar Marabahan Daerah Wanaraya Kabupaten Barito Kuala ini berada pada daerah rawa merupakan jalur transportasi sangat penting dalam kegitan-kegiatan pergerakan manusia dan barang yang dapat meningkatkan perkembangan ekonomi daerah dan wilayah tersebut dari penelitian yang dibuat ini untuk mencari perhitungan tebal lapis perkerasan jalan untuk jalan baru dan mencari perbandingan tebal lapis perkerasan jalan untuk jalan baru. Dari data yang diperoleh, maka membuat suatu perhitungan perbedaan pada Tebal Lapis Perkerasan tersebut. Perhitungan yang digunakan adalah Metode Analisa Komponen dan Metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2013 dengan data-data yang digunakan seperti data lalu lintas, data CBR (California bearing ratio), data jumlah penduduk dan data curah hujan. Hasil dari penelitian tersebut bahwa didapat perbandingan tebal lapis perkerasan dari Metode Analisa Komponen yaitu Laston dengan tebal 5 cm, LPA (agregat kelas A) dengan tebal 15 cm, LPB (agregat kelas B) dengan tebal 10 cm. Sedangkan dengan Metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2013 yaitu Burda dengan tebal 2 cm, LPA (agregat kelas A) dengan tebal 25 cm dan Lapis Penopang dengan tebal 35 cm.
Perancangan Lapis Pondasi Agregat Tanpa Penutup Aspal Pada Gradasi Batas Tengah Dengan Menggunakan Clay Stone Norhadi, Ahmad; Fauzi, H. Muhammad; Marzuki, Akhmad; Zuraida, Zuraida
Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2018
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1492.316 KB) | DOI: 10.31961/gradasi.v2i2.609

Abstract

“Lapis Pondasi Agregat tanpa penutup aspal” is a strong layer structure because it receives a direct load of vehicles above the surface. In general, the making of access roads for mining sites does not use pavement with asphalt. One of the materials for mining pavement generally uses the mine's surface excavation using a clay stone as an addition to a mixture or filler for the aggregate layer structure. Clay stone is a sedimentary rock that is strong if it is in the soil and will become soft when submerged in water. “Lapis Pondasi Agregat tanpa penutup aspal” is dominated by fine particles which is a maximum diameter of 19 mm making it difficult to adjust the gradation composition. So to get the ideal gradation of “Lapis Pondasi Agregat tanpa penutup aspal” composition, it is necessary to do Research on “Lapis Pondasi Agregat tanpa penutup aspal” on Middle Border Gradations Using Clay Stone". The purpose of this study was to determine the value of the mixture composition between clay stone and broken stone, the value of PI content (plastic index) and CBR value “Lapis Pondasi Agregat tanpa penutup aspal” must meet the requirements of material properties in accordance with the General Revised 3rd Edition of Bina Marga specifications, the gradation consists of material passed the filter ¾, maximum liquid limit value of 35%, minimum plasticity index value of 4% and maximum 15 %, clumps of clay and fragile granules of at least 0% and a maximum of 5%, coarse aggregate abrasion is a maximum of 40% and has a minimum CBR (California Bearing Ratio) value of 60%. From the results of this study, it can be seen the mixture composition between clay stone and stone, PI value (plastic index) and CBR value from the gradation of the middle boundary of the “Lapis Pondasi Agregat tanpa penutup aspal”. The composition of the mixture of clay stone and aggregate rock broke on the middle boundary gradation, ie 1-2% broken stone by 20%, 1-1 broken stone by 33%, stone ash by 35%, and clay stone by 12%. Based on the results of the examination of the liquid limit and plastic limit, the Plastic Index (PI) value of the clay stone was 35.696% and for the combination of the mixture of broken stone with an additional 12% clay stone was 13.941%. Based on the results of laboratory density and CBR examinations, it was found that the design CBR value of broken stone aggregate was 73%, the clay stone was 1,150% and for the combination of clay stone and aggregate rock was broken by 64%.
Analisis Kebutuhan Air Bersih Kecamatan Anjir Muara dan Kecamatan Anjir Pasar Norastina, Riska; Effendi, Faryanto
Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2019
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.101 KB) | DOI: 10.31961/gradasi.v3i1.745

Abstract

ABSTRAK Air adalah salah satu kebutuhan pokok manusia yang sangat berperan penting dalam kehidupan, air dapat diperoleh dari berbagai sumber, tergantung pada kondisi dan daerah setempat. Penyediaan air bersih untuk masyarakat saat ini menjadi salah satu permasalahan penting, dalam rangka memenuhi kebutuhan air bersih yang semakin meningkat setiap tahunnya. Maka PDAM Unit IKK Anjir Muara Pasar perlu mengkaji kembali kebutuhan air bersih. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan pengumpulan data primer dan data sekunder, kemudian dilakukan perhitungan proyeksi penduduk 10 tahun mendatang menggunakan 3 metode yaitu metode aritmatik, metode geometrik, dan metode least square. Kebutuhan air bersih yang dihitung yaitu kebutuhan domestik, kebutuhan non domestik, dan kehilangan air. Sehingga didapatlah kebutuhan air total 10 tahun mendatang. Hasil perhitungan yaitu kebutuhan air domestik tahun 2028 adalah 37,053 L/dtk, kebutuhan air non domestik tahun 2028 adalah 2,27 L/dtk, kehilangan air tahun 2028 adalah 7,864 L/dtk. Total kebutuhan air tahun 2028 adalah 47,19 L/dtk, kapasitas produksi tahun 2028 yaitu 47,19 L/dtk. Kapasitas produksi yang terpasang saat ini adalah 70 L/dtk, sehingga pada tahun 2028 kapasitas yang terpasang saat ini memenuhi untuk 10 tahun ke depan. Abstract Water is one of the basic human needs that plays an important role in life, water can be obtained from various sources, depending on conditions and the local area. The provision of clean water for the community is now one of the important problems, in order to meet the growing need for clean water every year. So the IKK PDAM Unit Promote the Estuary Market needs to review the need for clean water. The research method used is by collecting primary data and secondary data, then calculating the population projection for the next 10 years using 3 methods, namely arithmetic methods, geometric methods, and least square method. The calculated clean water needs are domestic needs, non-domestic needs, and water loss. So that you get the total water needs for the next 10 years. The calculation result is that domestic water demand in 2028 is 37,053 L/sec, non-domestic water needs in 2028 are 2.27 L/sec, water loss in 2028 is 7.864 L/sec. The total water demand in 2028 is 47.19 L/sec, production capacity in 2028 is 47.19 L/sec. The currently installed production capacity is 70 L/sec, so that in 2028 the installed capacity currently meets for the next 10 years.
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Pelengkung Sungai Liong Suhendra, Febry; Ananda, Faisal; Alamsyah, Alamsyah
Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2018
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1164.833 KB) | DOI: 10.31961/gradasi.v2i2.594

Abstract

Bengkalis government do project to build Liong river bridge with construction type is concrete arch bridge. But at relatively new service time, there was a big deflection in one of bridge segments. In this research will be design the bridge with steel arch bridge type. Bridge design using RSNI T-02-2005 about bridge load standard. For steel frame design refers to RSNI T-03-2005, and concrete structure design refers to RSNI T-12-2004. In piles calculation, using the Schmertmann method. The results of top structure design is top chord using WF.305.305.22.35, bottom chord WF. 305.305.39.63, diagonal chord WF.305.305.22.35, vertical hanger WF 203.203.10.17, wind bracing WF.203.203.8.12, truss bracing WF.203.203.8.12, girder using WF.400.200.8.13, cross girder WF.500.200.10.16, and the main girder using WF.500.200.10.16 profile. The results of bottom structure design is abutment width of 9,3 m and abutment length of 11 m. Using concrete piles with diameter of 50 cm, length 20 m and 28 point of stake. The largest deflection of bridge is 118,72 mm. This deflection is still safe because the value smaller than tolerance deflection L/240, which is 458,33 mm. The most compatible construction method for liong II river bridge is temporary coloumn method.
PENGARUH BENTUK RANCANGAN DENAH TERHADAP VOLUME DAN HARGA RUMAH TIPE 36 DI BANJARMASIN SELATAN Cahyani, Rinova Firman; Hadi, Sahlan; Rafik, Aunur
Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2020
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v4i1.801

Abstract

Kepemilikan rumah untuk tempat tinggal merupakan kebutuhan tak terelakkan yang harus dipenuhi oleh setiap keluarga. Pertumbuhan penduduk di Banjarmasin yang semakin meningkat dan keterbatasan daya beli, hal ini menjadikan permintaan rumah tipe 36 sangat tinggi. Pengembang(developer) sebagai penyedia jasa perumahan berusaha memenuhi harapan konsumen untuk membangun rumah tipe 36 dengan harga terjangkau namun tetap memperhatikan kualitas, keindahan dan kenyamanan bagi penghuninya. Rumah tipe 36 ditawarkan dengan berbagai varian bentuk rancangan denah dan tampilannya sehingga konsumen binggung dalam menentukan pilihan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh bentuk rancangan denah terhadap volume pekerjaan dan biaya pembangunan rumah tipe 36. Denah rumah tipe 36 diambil dari Perumahan di wilayah Banjarmasin Selatan. Berdasarkan gambar kerja masing-masing bentuk rancangan denah dihitung volume kerjanya kemudian dianalisis Rencana Anggaran Biaya (RAB) menggunakan SNI tahun 2016. Dengan menggunakan metode deskriptif dan komparatif harga rumah masing-masing bentuk rancangan denah dibandingkan. Hai ini dapat menjadi acuan bagi pengembang untuk menentukan pilihan rancangan denah rumah tipe 36 dengan harga terjangkau oleh konsumen. Berdasarkan analisis Rencana Anggaran Biaya untuk rancangan dengah rumah tipe 36 Perumahan Mahatama memiliki harga yang paling ekonomis yaitu Rp. 225.790.322 dengan selisih harga 7,83 %.
KUALITAS LAPIS PONDASI ATAS KELAS A DENGAN MENGGUNAKAN MATERIAL BERASAL DARI KUARI BENTOK DAN AWANG BANGKAL SUATU STUDI KASUS rozi, fathur; Sukmawan, Fajar
Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2020
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v4i1.896

Abstract

Uji Kualitas Material untuk pekerjaan Lapisan Pondasi Agregat Kelas A pada penulisan ini bermaksud untuk melakukan pengujian awal terhadap kualitas material Lapis Pondasi pada tumpukan material di stockpile pelaksanaan pekerjaan perkerasan jalan yang akan digelar di jalan Hercules Kecamatan Landasan Ulin Banjarbaru. Material yang diuji berasal dari kuari Bentok dan material dari kuari Awang Bangkal dengan tujuan ingin mengetahui apakah produk Lapis Pondasi Agregat yang dihasilkan dari kedua sumber material ini dapat memenuhi dan berkesesuaian dengan syarat standard spesifikasi Bina Marga. Metode yang digunakan dalam pengujian ini yakni dengan mengambil sampel material dari lapangan yang kemudian dilakukan pengujian di Laboratorium Politeknik Negeri Banjarmasin, dengan mengacu pada metode pengujian Standar Nasional Indonesia (SNI). Dari hasil pemeriksaan dengan menggunakan material asal Bentok diperoleh nilai Berat Jenis Agregat Halus 2.594, Berat Jenis Agregat Kasar 2.663, Abrasi 30.38% berat volume kering maksimum gabungan 2.178 gr/cm3 dan CBR Rendaman 4 hari 91%. Adapun hasil pemeriksaan dengan menggunakan material asal Awang Bangkal diperoleh nilai Berat Jenis Agregat Halus 2.611, Berat Jenis Agregat Kasar 2.6719, Abrasi 32.12% berat volume kering maksimum gabungan 2.178 gr/cm3 dan CBR Rendaman 65 %. Syarat spesifikasi Bina Marga, CBR rencana minimum untuk Lapis Pondasi Agregat Kelas A adalah 90% dan nilai abrasi minimum adalah 40 %.
PERMODELAN MODIFIKASI ALAT PEMADATAN DI LABORATORIUM SESUAI DENGAN SNI SNI 1743:2008 Norhadi, Ahmad; Surat, Surat; Fauzi, Muhammad; Ramadhani, Ahmad Akbar; Rachman, Dede
Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2020
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v4i1.813

Abstract

Pesatnya perkembangan prasarana di kota Banjarmasin terutama dalam sarana transportasi, akibat jumlah kendaraan yang semakin meningkat kian harinya. Hal tersebut menyebabkan kebutuhan masyarakat yang juga bertambah, seperti kebutuhan jalan yang baru dan sesuai Spesifiikasi Umum Bina Marga. Oleh sebab itu, pembangunan jalan baru atau perbaikan jalan yang lama harus segera terealisasikan oleh pemerintah. Dalam rangka membangun suatu konstruksi seperti salah satunya pembangunan jalan baru perlu perencanaan dan penelitian yang matang sebab pembangunan jalan sangat berkaitan dengan kondisi fisik dan mekanis lapis pondasi, dimana jalan mempunyai beberapa lapis pondasi ditinjau berdasarkan gradasi agregatnya. Dalam pelaksanaan pekerjaan lapis pondasi di lapangan diperlukan pemadatan yang maksimum agar mengantisipasi terjadinya penurunan akibat adanya pembebanan lalu lintas. Dalam praktek pemadatan di lapangan pada umumnya menggunakan mesin penggilas tanpa ada persyaratan material harus lolos saringan 19,00 mm (3/4″) sedangkan pada pekerjaan pemadatan Lapis Pondasi Agregat Kelas B di laboratorium menggunakan metode pemadatan berat dan untuk bahan campuran material harus yang lolos saringan 19,00 mm (3/4″). Dari hasil penelitian ini dapat diketahui nilai kepadatan maksimum dan kadar air optimum serta nilai CBR desain sesuai dengan SNI 1743:2008 yaitu Nilai Kepadatan Kering Maksimum (maks) 2,243 gr/cm3, Kadar Air Optimum 4,7%, dan Nilai CBR desain 78%. Nilai kepadatan maksimum dan kadar air optimum serta nilai CBR desain sesuai dengan permodelan alat pemadatan 2 lapisan dan 3 lapisan, hasil pengujian permodelan modifikasi alat pemadatan 2 lapisan didapatkan Nilai Kepadatan Kering Maksimum (maks) 2,183 gr/cm3, Kadar Air Optimum 4,9 %, dan Nilai CBR desain 16%, hasil pengujian permodelan modifikasi alat pemadatan 3 lapisan mendapatkan rata-rata Nilai Kepadatan Kering Maksimum (maks) 2,194 gr/cm3, Kadar Air Optimum 4,6 %, dan Nilai CBR desain 22%. Kesesuaian parameter hasil sifat mekanis antara standar SNI 1743:2008 dengan permodelan modifikasi alat pemadatan di laboratorium menunjukkan bahwa permodelan modifikasi alat pemadatan dan CBR Laboratorium tidak sesuai dengan SNI 1743:2008 karena tidak mencapai minimum desain CBR Laboratorium dalam Spesifikasi Umum 2010 Rev 3 Bina Marga Divisi 5 pada Lapis Pondasi Agregat Kelas B.
The EFFECT OF RISE HUSK ASH ON CONCRETE MIXING QUALITY FORMULA 'Ain, Hurul; Putranto, Alan; Polonia, Betti Ses Eka; Ravi, Ahmad
Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2020
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v4i1.878

Abstract

The effect of the addition of rice husk ash (rice husk ash) to the K-175 formula quality concrete mixture, as an aggregate mixture to the concrete compressive strength test using a Compression Testing Machine to get the compressive strength value of concrete and can be used as an alternative material as an additional material in making concrete in improving the quality of building construction. The study uses K-175 concrete quality characteristics as a test material. Test object in the shape of a cube with a size of 15cm x 15cm. With 4 variations in levels of addition of rice husk ash by 0%, 1.5%, 3.5%, and 5% by weight of cement. The husk ash used is the husk ash that escaped the 2.36 mm filter size. From each type of mixture made 9 test specimens, every 3 specimens for the age of concrete 7 days, 14 days and 28 days. Concrete mortar design using ASTM method. With material sources using fine aggregate from the Pawan Ketapang River and coarse aggregate from Merak, Banten. Stages of implementation include examining the nature of aggregate materials, sample making, and testing of concrete compressive strength.
PERUBAHAN PENAMPANG SALURAN PADA BELOKAN AKIBAT PERUBAHAN PARAMETER ALIRAN Djunur, Lutfi Hair; Gaffar, Farida; Kasmawati, Kasmawati
Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2020
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v4i1.861

Abstract

Perubahan morfologi saluran dapat terjadi secara alami karena kondisi alam yang tidak dapat dihindarkan seperti adanya tikungan pada saluran. Aliran yang melengkung dan menelusuri dinding saluran bagian luar akan mempengaruhi material dinding saluran yang disebut erosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan parameter aliran terhadap gerusan dibelokan pada sisi dalam dan sisi luar belokan saluran dan menganalisa kedalaman serta volume gerusan yang terjadi di sekitar belokan sungai.Penelitian dilakukan dengan uji model eksperimental di laboratorium dengan menggunakan 4 variasi debit (Q) dan 1 variasi belokan saluran yaitu 300 dan 4 variasi waktu pengaliran yaitu 15, 30, 45 dan 60 menit dengan tinggi aliran air h = 3,5; 4,0; 4,5; dan 5,0 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume gerusan yang terjadi di belokan saluran akibat peningkatan debit aliran diakibatkan oleh meningkatnya kecepatan aliran yang berbanding lurus terhadap debit aliran. Volume terjadinya gerusan pada jarak melintang dari pusat (x1 = 20 cm) paling besar terjadi gerusan dan (x3 = 70 cm) paling besar terjadi endapan, hal ini diakibatkan oleh kecepatan aliran ditikungan akan bergerak kearah luar belokan, setelah melewati pertengahan belokan kecepatan transversal menelusuri lengkung luar belokan.

Page 4 of 23 | Total Record : 224