cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS
Published by Universitas Jambi
ISSN : -     EISSN : 25022016     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Online of Physics muncul sebagai wadah publikasi ilmiah dibidang fisika murni dan fisika terapan. Jurnal ini terbit secara online dua kali setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini di terbitkan oleh program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi.
Arjuna Subject : -
Articles 289 Documents
ANALISIS KOMPARATIF VISION TRANSFORMER (VIT) DAN RESNET34 UNTUK KLASIFIKASI DIFERENSIAL SUBTIPE KANKER PARU-PARU BERBASIS CITRA CT SCAN
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 11 No. 2 (2026): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 2
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v11i2.51327

Abstract

Klasifikasi akurat sub-tipe kanker paru-paru merupakan langkah krusial dalam penentuan terapi dan diagnosis dini. Namun, metode diagnostik konvensional berbasis pemeriksaan manual masih menghadapi tantangan seperti variabilitas antar-pengamat dan keterbatasan waktu. Penelitian ini membandingkan performa dua arsitektur deep learning, Vision Transformer (ViT) dan ResNet34, untuk klasifikasi empat sub-tipe kanker paru berdasarkan citra CT scan menggunakan platform Roboflow. Dataset terdiri atas 288 citra CT yang dibagi menjadi empat kelas: adenokarsinoma, karsinoma sel besar, karsinoma sel skuamosa, dan sel normal. Seluruh citra mengalami pra-pemrosesan standar dan augmentasi berbasis arsitektur. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa ResNet34 mencapai performa paling optimal dengan akurasi 95,7% dan F1-score 96,3%, serta stabilitas konvergensi yang lebih baik. ViT tetap menunjukkan kompetitif dengan akurasi 94,3% dan F1-score 93,6%, meskipun lebih sensitif terhadap keterbatasan jumlah data. Analisis kualitatif mengungkapkan bahwa kesalahan klasifikasi terutama terjadi pada kasus ambigu dengan kemiripan morfologis, khususnya antara adenokarsinoma dan karsinoma sel skuamosa. Dalam kondisi tersebut, ViT lebih sering salah mengklasifikasikan, sementara ResNet34 meskipun tepat dalam prediksi, menghasilkan tingkat keyakinan rendah (0,56), yang mengindikasikan keraguan model terhadap sampel sulit. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa arsitektur CNN konvensional seperti ResNet34 lebih unggul dibandingkan arsitektur transformer dalam keterbatasan data. Model yang dikembangkan memiliki potensi untuk diintegrasikan dalam sistem pendukung keputusan klinis berbasis AI guna mempercepat proses analisis diagnostik
INTEGRASI METODE GAYABERAT DAN MAGNETIK UNTUK INTERPRETASI KAWASAN URBAN DURI
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 11 No. 2 (2026): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 2
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v11i2.51699

Abstract

Pengembangan kawasan perkotaan baru Duri, Kabupaten Bengkalis, yang berada dalam Cekungan Sumatra Tengah dan dipengaruhi sistem Sesar Sumatera,memerlukan pemahaman bawah permukaan yang jauh lebih rinci. Penelitian ini mengintegrasikan data gayaberat GGMPlus beresolusi 1,11 km dan data magnetik WDMAM beresolusi 5 km untuk mengidentifikasi struktur geologi, batas litologi, serta potensi deformasi yang relevan bagi perencanaan wilayah. Pemodelan dua dimensi menunjukkan bahwa variasi densitas dan suseptibilitas magnetik antar formasi yakni Formasi Minas (1900 kg/m³; 0,00003 SI), Petani (2100 kg/m³; 0,00002 SI), Telisa (2300 kg/m³; 0,000001 SI), Sihapas (2250 kg/m³; 0,00005 SI), dan Pematang (2350 kg/m³; 0,000003 SI) mencerminkan perbedaan litologi dan kandungan mineral, di mana Formasi Sihapas yang memiliki suseptibilitas tertinggi diinterpretasikan kaya mineral ferromagnetik seperti magnetit sehingga menjadi kontributor utama anomali magnetik, sedangkan Formasi Telisa dan Pematang dengan densitas lebih tinggi namun suseptibilitas rendah menunjukkan dominasi sedimen kompak miskin mineral magnetik, sehingga hasil ini menegaskan bahwa respon gayaberat dan magnetik dikontrol oleh kombinasi sifat fisik batuan dan komposisi mineral, bukan semata-mata oleh struktur geologi.
THE EFFECT OF VARIATIONS IN ACTIVATOR CONCENTRATION AND ACTIVATION TIME ON THE QUALITY OF ACTIVATED CARBON BASED ON BANANA STEMS
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 11 No. 2 (2026): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 2
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v11i2.52546

Abstract

This study aims to synthesize banana stem-based activated carbon through chemical activation using HCl and NaOH at concentrations of 0.5 M and 1 M and activation times of 2 and 4 hours. FT-IR spectra identified –OH, C=O, aromatic C=C, and C–O functional groups in all samples, indicating the potential of banana stems as a raw material for activated carbon, with HCl activation yielding more optimal characteristics. SEM characterization showed that increasing the concentration and activation time resulted in a more porous structure with particle sizes of 0.98–1.63 µm, with the smallest size obtained using 1 M HCl for 4 hours. EDX analysis revealed a dominance of C and O elements, with the highest carbon content of 52.71% (atomic) in 1 M HCl. Moisture content ranged from 1.68–3.13% and met SNI No. 06-3730-1995. Ash content in the HCl treatment was 10%, meeting the standard, while in the NaOH treatment it was 20%. The Pb adsorption test showed the highest efficiency in 1 M HCl at 72.50%, higher than that of NaOH, which decreased to 49.00%.  
RANCANG BANGUN MESIN PULTRUSION UNTUK PEMANFAATAN LIMBAH BOTOL PLASTIK POLYETHYLENE TEREPHTHALATE (PET) MENJADI FILAMENT 3D PRINTER
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 11 No. 2 (2026): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 2
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v11i2.52962

Abstract

Akumulasi limbah botol plastik polyethylene terephthalate (PET) yang terus meningkat belum diimbangi dengan teknologi konversi yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk merancang mesin pultrusi sebagai solusi rekayasa dalam mengonversi limbah PET menjadi filament printer 3D. Mesin ini mengintegrasikan mikrokontroler Arduino dengan sensor thermocouple MAX6675, cartridge heater, dan motor stepper yang dilengkapi transmisi compound gear untuk optimasi torsi penarikan. Metode pengujian dilakukan melalui variasi kecepatan penarikan pada temperatur konstan 205 °C untuk mengevaluasi karakteristik fisik filament. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi operasi optimum dicapai pada kecepatan 45 RPM, yang menghasilkan filament dengan diameter seragam 1,73 mm, permukaan halus, dan tampilan mengilap. Pada kondisi ini, waktu konversi rata-rata adalah 23 menit per botol PET (1,5 L), dengan estimasi kebutuhan 63 botol untuk menghasilkan 1 kg filament. Sebaliknya, peningkatan kecepatan di atas 45 RPM menyebabkan penurunan kualitas dimensi akibat proses solidifikasi yang tidak sempurna. Penelitian ini membuktikan bahwa sinkronisasi torsi mekanik dan kendali termal yang presisi mampu menghasilkan filament daur ulang berkualitas tinggi yang memenuhi standar bahan baku printer 3D.
GEOSPATIAL ANALYSIS OF FLOOD HAZARD IN MUARA KELINGI DISTRICT
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 11 No. 2 (2026): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 2
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v11i2.53804

Abstract

Muara Kelingi District, Musi Rawas Regency, is one of the areas that has experienced frequent flood events due to its geographical condition, which is located near major river systems. This study aims to analyze the level of flood hazard in Muara Kelingi District based on the physical characteristics of the area. The method employed is spatial analysis based on a Geographic Information System (GIS) using an overlay technique in ArcGIS software. Several parameters were analyzed, including rainfall, land use, slope, river density, and soil type. Rainfall data were analyzed using the Thiessen Polygon method, while the other parameters were obtained from DEMNAS, the revised Spatial Plan (RTRW) of Musi Rawas Regency, and the Tanah Air Indonesia geodatabase. Each parameter was assessed using a scoring and weighting approach to generate a flood hazard index. The results indicate that the majority of Muara Kelingi District falls into the moderate flood hazard category, covering 93.89% of the area, while the high hazard category accounts for 2.94% and the low hazard category covers 3.16%. Areas with high flood hazard are generally located in lowland areas close to river channels, characterized by relatively flat slopes and dominated by built-up land use that reduces the soil’s infiltration capacity. In addition, the dominance of Haplic Podsolic soils with moderate to low infiltration capacity also contributes to the potential for surface water accumulation. The findings of this study are expected to serve as a basis for risk-based spatial planning and flood disaster mitigation efforts in Muara Kelingi District
ANALISIS SPASIAL KERAWANAN BANJIR DI KABUPATEN KARAWANG MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 11 No. 2 (2026): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 2
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v11i2.54019

Abstract

Kabupaten Karawang merupakan salah satu wilayah di Jawa Barat yang sering mengalami banjir, terutama pada saat curah hujan tinggi. Kejadian banjir tersebut dipengaruhi oleh kondisi lingkungan fisik wilayah, seperti curah hujan, topografi, kemiringan lereng, jenis tanah, dan penggunaan lahan. Faktor-faktor tersebut berperan dalam meningkatkan potensi terjadinya genangan air di beberapa wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerawanan banjir di Kabupaten Karawang berdasarkan faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi terjadinya banjir.  Parameter yang digunakan meliputi curah hujan, Digital Elevation Model (DEM), kemiringan lereng, jenis tanah, penggunaan lahan, serta kerapatan drainase. Penentuan bobot dilakukan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), sedangkan analisis spasial dilakukan dengan metode Weighted Overlay untuk menghasilkan peta kerawanan banjir. Pendekatan ini dipilih untuk mengintegrasikan berbagai parameter secara sistematis dan meningkatkan akurasi hasil pemodelan. Hasil analisis menunjukkan nilai hasil overlay di sebagian besar wilayah berada pada kisaran 4,1–4,4 yang termasuk ke dalam kelas sangat rawan, sementara wilayah lainnya berada pada kisaran 3,2–4,05 atau kelas rawan. Wilayah dengan tingkat kerawanan banjir tinggi umumnya berada pada daerah  utara yang didominasi oleh dataran rendah dengan kemiringan lereng yang landai, jenis tanah dengan kemampuan infiltrasi rendah, serta penggunaan lahan yang didominasi oleh kawasan terbangun dan lahan terbuka. Kondisi tersebut menyebabkan air hujan sulit meresap ke dalam tanah sehingga mudah membentuk genangan. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi parameter lingkungan terkini menggunakan kombinasi AHP dan Weighted Overlay untuk menghasilkan peta kerawanan banjir yang lebih representatif berbasis kondisi aktual wilayah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan mitigasi bencana dan pengelolaan wilayah di Kabupaten Karawang.
STUDI STRUKTUR HIDROKARBON DI CEKUNGAN MELAWI MENGGUNAKAN DEKONVOLUSI EULER PADA DATA GAYABERAT
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 11 No. 2 (2026): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 2
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v11i2.54029

Abstract

Hidrokarbon merupakan sumber daya yang sangat strategis bagi suatu negara. Indonesia memiliki 128 cekungan sedimen berpotensi hidrokarbon pada tahun 2022 dan 108 diantaranya masih belum berproduksi. Salah satunya adalah Cekungan Melawi di Kalimantan Barat yang pernah dieksplorasi tetapi tidak menghasilkan hidrokarbon dengan faktor utama adanya Intrusi Sintang yang menyebabkan kebocoran pada perangkap hidrokarbon. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi struktur yang memiliki indikasi potensial yang memungkinkan adanya akumulasi hidrokarbon dan tidak terdapat Intrusi Sintang. Pendekatan yang digunakan adalah pemodelan inversi berdasarkan analisis dekonvolusi Euler pada data gayaberat Cekungan Melawi untuk menghasilkan model lapisan bawah permukaan. Hasil analisis menunjukkan rentang nilai anomali Bouguer sebesar 0 mGal hingga 45,1 mGal dan anomali residual memiliki rentang nilai -5,4 mGal hingga 4,4 mGal. Hasil interpretasi menunjukkan lima belas struktur patahan pada area fokus hidrokarbon yang dikonfirmasi oleh solusi dekonvolusi Euler dan enam diantaranya memiliki indikasi menjadi struktur potensial yang memungkinkan adanya akumulasi hidrokarbon, yaitu tiga struktur patahan pada lintasan 1 arah barat-timur dengan kedaman 2.200 m hingga 3.800 m, satu struktur patahan pada lintasan 1 arah selatan-utara dengan kedaman 2.000 m hingga 5.500 m, dan dua struktur patahan pada lintasan 2 arah selatan-utara dengan kedaman 2.800 m hingga 6.200 m.  
GIS-BASED LANDFILL SITE SUITABILITY ANALYSIS USING MULTI-CRITERIA WEIGHTED OVERLAY IN SUNGAI PENUH CITY
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 11 No. 2 (2026): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 2
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v11i2.54273

Abstract

Rapid increase in solid waste generation has created significant challenges for environmentally safe landfill planning in many Indonesian cities. Kota Sungai Penuh faces particularly strong constraints due to limited land availability, concentrated settlement patterns, steep terrain, and high hydrological sensitivity. This study evaluates landfill suitability by integrating fifteen environmental and social criteria through the Analytic Hierarchy Process combined with Weighted Overlay Analysis in a geographic information system (GIS) environment. The criteria include terrain conditions, climatic and hydrological variables, land surface characteristics, accessibility, and population related factors. AHP was used to assign weight values and ensure consistency of the pairwise comparison matrix, and all criteria were standardized for weighted spatial integration. The results show four suitability classes, namely Suitable, Moderately suitable, Unsuitable, and Very unsuitable, with no areas categorized as Very suitable. Suitable locations appear only as small and isolated patches on transitional foothill areas, while most of the central basin is unsuitable due to intensive human activity, river proximity, and agricultural land use. Very unsuitable areas dominate the steep mountain slopes surrounding the valley. The findings demonstrate that landfill development in Kota Sungai Penuh is strongly limited by the interaction of terrain, hydrology, climate, and land use factors. The study provides a reproducible spatial framework for supporting informed waste management decisions and can guide planning in other environmentally sensitive regions with similar physical constraints.  
ANALISIS KEMIRINGAN LERENG POTENSI TINGKAT LONGSOR DI DESA AURMULYO KECAMATAN LEMBAH SEGAR KOTA SAWAHLUNTO PROVINSI SUMATRA BARAT Sinabutar, Regita L G; Deliana S, Anggi; Ritonga, D. M. Magdalena
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 11 No. 2 (2026): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 2
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v11i2.54360

Abstract

Daerah penelitian termasuk kedalam cekungan ombilin. Formasi pada daerah penelitian tersusun atas Intrusi Granit Ombilin (Pg), Batugamping Silungkang (Psl), Batugamping Tuhur (Trtl), Slet Tuhur (Trtls dan Batupasir kuarsa Sawahlunto (Pes) dan Intrusi Granit Ombilin (Pg). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi geologi seperti stratigrafi, geomorfologi dan Risiko Bencana Longsor. Metode penelitian dilakukan dengan cara pemetaan geologi skala 1:25.000, tahapan penelitian menggunakan perangkat lunak Dips dan ArcGIS. Hasil penelitian daerah tersbut didapatkan tingkat kerawanan longsor dari hasil topografi, curah hujan, kemiringan lereng, tata guna lahan dan jenis tanah didapatkan bahwa daerah penelitian memiliki tingkat longsor yang tinggi makan perlu rekomendasi lereng didaerah tersebut.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 2 (2026): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 2 Vol. 11 No. 1 (2025): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 1 Vol. 10 No. 3 (2025): JOP (Journal Online of Physics) Vol 10 No 3 Vol. 10 No. 2 (2025): JOP (Journal Online of Physics) Vol 10 No 2 Vol. 10 No. 1 (2024): JOP (Journal Online of Physics) Vol 10 No 1 Vol. 9 No. 3 (2024): JOP (Journal Online of Physics) Vol 9 No 3 Vol. 9 No. 2 (2024): JOP (Journal Online of Physics) Vol 9 No 2 Vol. 9 No. 1 (2023): JOP (Journal Online of Physics) Vol 9 No 1 Vol. 8 No. 3 (2023): JOP (Journal Online of Physics) Vol 8 No 3 Vol. 8 No. 2 (2023): JOP (Journal Online of Physics) Vol 8 No 2 Vol. 8 No. 1 (2022): JOP (Journal Online of Physics) Vol 8 No 1 Vol. 7 No. 2 (2022): JOP (Journal Online of Physics) Vol 7 No 2 Vol. 7 No. 1 (2021): JOP (Journal Online of Physics) Vol 7 No 1 Vol. 6 No. 2 (2021): JOP (Journal Online of Physics) Vol 6 No 2 Vol. 6 No. 1 (2020): JOP (Journal Online of Physics) Vol 6 No 1 Vol. 5 No. 2 (2020): JOP (Journal Online of Physics) Vol 5 No 2 Vol. 5 No. 1 (2019): JOP (Journal Online of Physics) Vol 5 No 1 Vol. 4 No. 2 (2019): JOP (Journal Online of Physics) Vol 4 No 2 Vol. 4 No. 1 (2018): JOP (Journal Online of Physics) Vol 4 No 1 Vol. 3 No. 2 (2018): JOP (Journal Online of Physics) Vol 3 No 2 Vol. 3 No. 1 (2017): JOP (Journal Online of Physics) Vol 3 No 1 Vol. 2 No. 2 (2017): JOP (Journal Online of Physics) Vol 2 No 2 Vol. 2 No. 1 (2016): JOP (Journal Online of Physics) Vol 2 No 1 Vol. 1 No. 2 (2016): JOP (Journal Online of Physics) Vol 1 No 2 Vol. 1 No. 1 (2015): JOP (Journal Online of Physics) Vol 1 No 1 Vol 1, No 1 (2015): JoP More Issue