cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Neo Societal
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 272 Documents
IMPLEMENTASI PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PT. BNP PADA MASYARAKAT SEKITAR LOKASI PERKEBUNAN (Studi di Desa Mokoau Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan) Habri Sultrawan Leledundu Renggaala, Juhaepa, Tanzil
Jurnal Neo Societal Vol 1 (2016): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.154 KB) | DOI: 10.52423/jns.v1i0.9531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Program Corporate Social Responsibilty (CSR) Perusahaan Kelapa Sawit PT BNP Pada Masyarakat Sekitar Lokasi Perkebunan di Desa Mokoau Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan. Bentuk penelitian yang digunakan berupa penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah penelitian kepustakaan, penelitian lapangan yang yang terdiri atas observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder yang dikumpulkan dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif yaitu, untuk menjelaskan variabel-variabel  yang berhubungan  dengan  penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 4 jenis bantuan yang telah di realisasikan di desa Mokoau dari program Comdev dan PKBL dengan Mekanisme permohonan bantuan, sedangkan bagi Program Kemitraan berupa dana pinjaman modal usaha dilakukan dengan cara memohon langsung ke perusahaan. Comdev dan Bina Lingkungan dilakukan dengan cara musyawarah bersama warga dan aparat desa. Adapun konsep CSR PT. BNP adalah Triple Three Mitra, dimana dalam merencanakan dan merealisasikan CSR melibatkan masyarakat, pemerintah, dan perusahaan.
KETERBELAKANGAN PENDIDIKAN PADA ANAK DALAM KELUARGA NELAYAN (Studi di Desa Mandike Kecamatan Tiworo Utara Kabupaten Muna Barat) Nur Fitrayani, Peribadi, Ambo Upe
Jurnal Neo Societal Vol 4, No 2 (2019): Edisi April
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.515 KB) | DOI: 10.52423/jns.v4i2.8355

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang menyebabkan rendahnya pendidikan anak pada keluarga nelayan di Desa Mandike Kecamatan Tiworo Utara Kabupaten Muna Barat. Informan penelitian sebanyak 11 orang. Teknik Pengumpulan data terdiri dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang menjadi penyebab kurangnya pendidikan anak di Desa Mandike yaitu faktor internal meliputi kurangnya perhatian orang tua yaitu kurangnya perhatian orang tua terhadap pendidikan anak. Lingkungan keluarga banyak dihubungkan dengan keberhasilan pendidikan anak. Karena itu, yang bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pendidikan seorang anak adalah orang tua dan kurangnya pendapatan keluarga menyebabkan orangtua bekerja keras mencukupi kebutuhan sehari-hari sehingga perhatian orang tua terhadap pendidikan cenderung terabaikan Kurangnya pendapatan keluarga menyebabkan orangtua bekerja keras mencukupi kebutuhan sehari-hari sehingga perhatian orang tua terhadap pendidikan cenderung terabaikan. Sedangkan faktor eksternal meliputi kurangnya animo masyarakat terhadap pendidikan dimana lingkungan yang tidak baik akan memberikan pengaruh yang tidak baik pula terhadap seorang anak, apalagi anak berusia sekolah, kehidupan masyarakat disekitar siswa juga berpengaruh terhadap belajar siswa.
KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PETANI NILAM DESA ANGATA KECAMATAN ANGATA KABUPATEN KONAWE SELATAN Samsir Maligau, Jamaluddin Hos, Tanzil
Jurnal Neo Societal Vol 1 (2016): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.322 KB) | DOI: 10.52423/jns.v1i0.9536

Abstract

Penelitian ini dilaksanankan di Desa Angata Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan. Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk  mengetahui hubungan kerja masyarakat petani nilam di Desa Angata Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan; (2) Untuk mengetahui distribusi hasil pertanian pada masyarakat petani nilam di Desa Angata Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan. Informan dalam penelitian ini adalah kepala keluarga petani nilam yang sudah lama bekerja dan mengolah lahan nilam lebih lama minimal 3 tahun terakhir, selain itu, informan dalam penelitian ini termasuk Kepala Desa itu sendiri.       Hasil penelitian mengenai kehidupan sosial ekonomi mayarakat petani nilam di Desa Angata Kecamatan Angata dapat disimpulkan bahwa kehidupan ekonomi masyarakat di Desa Angata meningkat drastis dengan adanya tanaman nilam hal ini disebabkan oleh dua faktor: (1) hubungan kerja yang baik antara sesama petani nilam dan hubungan kerja antara petani pemilik dengan petani penggarap.  yaitu terjalin sangat baik dimasyarakat, karna hubungan kekeluargaan masih dipertahankan dengan baik. Mereka memiliki solidaritas yang baik dalam hal saling bantu membantu dalam pekerjaan sehari hari. Sehingga pekerjaan yang berat dapat terselesaikan dengan mudah dan cepat; (2) Distribusi hasil pertanian nilam tersebut hasil pertanian nilam mereka gunakan untuk membuka usaha-usaha lain dan untuk kebutuhan jangka panjang.
DAMPAK PENGGUNAAN TEKNOLOGI PERTANIAN TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT PETANI SAWAH Mita Nila Rifani, Syaifudin Suhri Kasim, dan Tanzil
Jurnal Neo Societal Vol 4, No 3 (2019): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.828 KB) | DOI: 10.52423/jns.v4i3.7699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari adanya penggunaan teknologi pertanian terhadap perubahan sosial ekonomi dalam kehidupan masyarakat petani sawah di Desa Ombu-Ombu Jaya Kecamatan Laeya Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini menggunakan teknik puposive sampling yaitu tehnik penentuan informan secara sengaja, yakni penelitian telah menentukan informan menjadi sampel penelitian dengan anggapan tersebut atau menurut pendapatnya sendiri. Berdasarkan hasil penelitian menujukan bahwa dampak dari adanya teknologi pertanian terhadap perubahan sosial dalam kehidupan masyarakat petani sawah di Desa Ombu-Ombu Jaya disini terdapat dampak positif dan negatif, dampak positifnya dalam perubahan sosial nampak adanya perubahan kemampuan keluarga petani dalam membiayai pendidikan dan mereka juga dapat meningkatkan pembiayaan kesehatan keluarga. Sedangkan dampak negatifnya dalam perubahan sosial dari adanya teknologi pertanian yaitu disini terjadi kurangnya intraksi sosial antar masyarakat hilangnya alat-alat pembajak sawah yang masih tradisional seperti garu dan ani-ani karena semua alat-alat itu sudah tergantikan dengan teknologi pertanian yang lebih modern. Sedangkan perubahan ekonomi dampak positifnya yaitu nampak adanya peningkatan penghasilan petani, Kemudian juga kemampuan keluarga dalam membangun perumahan dari semi permanen ke permanen. Sedangkan dampak negatifnya dalam perubahan ekonomi yaitu berkurangnya kesempatan kerja bagi buruh tani diakibatkan karena semua pekerjaan yang dulunya dikerjakan oleh tenaga manusia kini sudah tergantikan teknologi pertanian lebih modern.
EKSISTENSI KOMUNITAS LESBIAN GAY BISEKSUAL TRANSGENDER (LGBT) (Studi di Kota Kendari) Hendra Fajar Dani Daud, La Ode Monto Bauto, Suharty Roslan
Jurnal Neo Societal Vol 4, No 4 (2019): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.278 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor apa yang menyebabkan seseorang menjadi Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) Di Kota Kendari dan Mengapa Komunitas Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) tetap eksis di Kota Kendari. Teknik pengumpulan data terdiri dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasiHasil penelitian ini menunjukkan bahwa: faktor yang menyebabkan menjadi lesbian gay biseksual transgender (LGBT) adalah disebaban karna (1). Faktor Ekonomi, Desakan kebutuhan domestik yangtidak diiringi kesabaran mencari penghasilan halal, sering membuat pelaku kembali ke komunitas LGBT. (2). Keluarga, Dengan keluarga yang tidak harmonis juga akan membawa dampak terhadap kehidupan anak, dan keluarga yang malas pusing terhadap prkembangan anak kedepanya nanti, jika anak-anak tidak di didik dari waktu masih kecinya maka kebesaran mungkin nanti kalau sudah dewasa akan susah diatur dan pasti melawan kepada orang tua dan orang tua selalu membiarkan saja apa yang dia lakukan anaknya. (3). Lingkungan, Kehidupan seseorang tergantung juga pada lingkunganya karena dengan lingkungan yang baik maka otomatis kehidupan seseorang akan baik-baik juga akan tetapi kalau lingkungan buruk maka akan terbawa-bawa pula pada kehidupan seseorang apalagi selalu terjadi penyimpangan seperti LGBT juga, akan terbawa-bawa sampai besar dan selalu membantah perkataan orang tuanya karena keenakan dengan dunia luarnya. (4). Biologis  LGBT merupakan suatu penyakit kejiwaan yang sebagian orang masih asing dan tabu mendengarnya tetapi sebagian orang lagi terutama yang tinggal di daerah perkotaan sudah sangat paham dengan dunia LGBT, banayak para remaja LGBT yang sudah sangat jauh berhubungan seks menyimpan dengan sesama jenis dan berbeda jenis, bahkan dengan berganti-ganti pasangan. Kata Kunci: Eksistensi, Lesbian, Gay, Biseksual,Transgender
INTEGRASI SOSIAL PADA MASYARAKAT MULTI ETNIK Studi Pada Masyarakat Transmigrasi di Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe Anggun Pratiwi; Jamaluddin Hos; Muhammad Arsyad
Jurnal Neo Societal Vol 4, No 3 (2019): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.844 KB) | DOI: 10.52423/jns.v4i3.8554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses terjadinya integrasi sosial antar warga kelompok etnik di daerah permukiman transmigrasi Wonggeduku Kabupaten Konawe serta menemukan model integrasi sosial masyarakat multi etnik di daerah transmigrasi Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan datanya yaitu dengan wawancara bersama informan sebanyak 16 orang yang ditentukan secara purposive sampling kemudian pengumpulan data lain yang digunakan yaitu observasi dan dokumentasi. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses integrasi sosial Masyarakat multietnik di daerah transmigrasi Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe terjadi melalui tahapan-tahapan berikut ini; Kerjasama, Integrasi sosial masyarakat multietnik merupakan perwujudan minat dan perhatian individu maupun kelompok untuk bekerja bersama dalam suatu kesepahaman, meskipun motifnya bisa saja merujuk pada kepentingan diri sendiri dan kepentingan umum. Koordinasi. Salah satu koordinasi pada masyarakat multietnik yaitu pengelompokan suku dalam bentuk kerukunan. Penyesuaian (asimilasi) Asimilasi yang terjadi pada masyarakat multietnik di daerah tranmigrasi Kecamatan Wonggeduku yaitu perkawinan campuran diantaranya perkawinan antara Jawa dengan Bugis, Tolaki dengan Jawa dan Bugis dengan Tolaki dengan demikian proses terjadinya peleburan budaya sehingga pihak-pihak yang tengah berasimilasi akan merasakan adanya kebudayaan tunggal sebagai milik bersama. Model integrasi sosial masyarakat multietnik di daerah transmigrasi  Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe yaitu simetris atau seimbang, hal ini dikarenkan tidak ada kelompok etnik yang dimarjinalkan. Kelompok etnik yang ada di daerah transmigrasi memiliki kebebasan untuk terus berkembang dan tidak ada pula suku yang mendominasi walaupun ada suku yang jumlahnya mayoritas
FUNGSI KARANG TARUNA DALAM MEMBANTU PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DESA (Studi Di Desa Mulaeno Kecamatan Poleang Tengah Kabupaten Bombana) Hasriani, Juhaepa, Sarpin
Jurnal Neo Societal Vol 3, No 4 (2018): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.313 KB) | DOI: 10.52423/jns.v3i4.7722

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, bagaimanakah fungsi karang taruna dalam membantu pelaksanaan pembangunan desa dan, Faktor-faktor apakah yang menghambat karang taruna dalam membantu pembangunan desa. Penelitian ini menggunakan teknik puposive sampling merupakan salah satu teknik yang digunakan peneliti untuk memastikan bahwa unsur-unsur tertentu dimasukkan kedalam sampel. Pada teknik ini perlu dilakukan secara selektif mungkin. Oleh karena tingginya tingat selektivitas akan menjamin semua unsur-unsur yang relevan dipresentasikan dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fungsi Karang Taruna Dalam Membantu Pelaksanan Pembangunan Desa terbagi atas dua yaitu fungsi pembangunan fisik, pembangunan yang dapat dirasakan langsung oleh Masyarakat atau pembangunan yang tampak oleh mata pembangunan fisik missalnya berupa infrastruktur, bangunan, fasilitas umum. Dan fungsi pembangunan non fisik, pembangunan yang tidak terwujud namun dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pembangunan ini sering disebut pembangunan masyarakat jenis pembangunan yang tercipta oleh dorongan masyarakat setempat dan memiliki jangka waktu yang lama. Serta Faktor-faktor Penghambat Karang Taruna Dalam Pembangunan di Desa  Mulaenoterdiri dari, Kurangnya Motivasi Kontiniutas artinya orang tersebut tidak lama dalam organisasi itu karena niatnya berubah. Anggota karang taruna tidak disiplin. Dan juga kurangnya solidaritas antar anggota.
ADAPTASI SOSIAL MANTAN NARAPIDANA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT DI KOTA KENDARI PROVINSI SULAWESI TENGGARA Dini Rezha, Hj. Suharty Roslan, Tanzil
Jurnal Neo Societal Vol 4, No 4 (2019): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.641 KB) | DOI: 10.52423/jns.v4i4.7929

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui entuk Adaptasi Sosial Mantan Narapidana di dalam Kehidupan Bermasyarakat di Kota Kendari, dan Faktor-faktor apa yang mempengaruhi Adaptasi Mantan Narapidana dalam Kehidupan Masyarakat di Kota Kendari. Informan penelitian dengan menggunakan Snowball Sampling Informan dalam penelitian ini adalah 10 orang. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan dokumentasi. Jenis data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif  Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa ada beberapa bentuk adaptasi sosial mantan narapidana didalam kehidupan bermasyarakat yaitu: (a) menunjukan sikap ramah dengan memberikan teguran atau sapaan ketika bertemu dengan tetangga dan bersikap lembut dan menghargai tetangga,(b) menjalin komunikasi yang baik dengan keluarga dan tetangga seperti mengobrol bersama dan saling berbagi keluh kesah,(c) berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang ada dalam masyarakat seperti ikut membaur dan bergaul dalam kegiatan yang dilakukan, (d) menanggapi stigma negatif biasa saja seperti bersikap sabar dengan perkataan tetangga, mengontrol tingkat emosional yang tinggi. Serta Faktor yang mempengaruhi adaptasi yaitu: (a) kondisi fisik, (b) Psikologi, (c) Ekonomi,(d) Lingkungan, dan (e) Agama.
BUDAYA POLITIK MASYARAKAT DALAM PEMILIHAN KEPALA DESA (Studi Di Desa Malalanda Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara) Muhammad Arsyad, Tanzil, Nurlinda,
Jurnal Neo Societal Vol 4, No 4 (2019): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.116 KB)

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui budaya politik masyarakat dalam pemilihan kepala Desa di Desa Malalanda Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara dan Untuk Faktor-fakotar apa yang menyebabkan masayrakat Memilih kepala Desa Malalanda Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Budaya politik masyarakat dalam Pemilihan Kepala di  Desa Malalanda Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara dapat di bagi menjadi tiga yakni (1). budaya politik parokial, masayarakat dalam pemilihan kepala desa berfifat apatis atau tidak tertarik dengan pemlihan, (2). Budaya politik kaula adalah masayrakat dalam memilih kepala desa hanya ikut-ikuan saja, anpa perdul siapa pemenangnya (3). Budaya politik partisipan adalah masyarakat berpartipasi dalam pemilihan kepala desa berupa ansusias dalam memlih. (2) Faktor-faktor apa yang menyebabkan masayarakat memilih calaon kepala desa yang ada di Desa malalanda Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara: (1) Faktor Rasionalias, yakni Memilih karena faktor menyalurkan hak pilih, Memilih karena faktor pendidikan calon, Memilih karena visi misi calon, Memilih karea mengetahui seluk beluk calon, (2) Faktor pragmatis yakni memlih karena mengharapkan imbalan dari calon, (3) Faktor emosional yakni memlih karena rumah calon dekat dengan rumahnya, memlih karena ikatan alumni, memlih karena kepribadian calon. 
EKSISTENSI BUDAYA PIKOELA LIWU (PEMBERSIHAN KAMPUNG): SEBUAH PERSPEKTIF PERUBAHAN SOSIAL DI KELURAHAN TAKIMPO KECAMATAN PASARWAJO KABUPATEN BUTON Dian Puspita Rizki, Syaifudin S. Kasim, Peribadi
Jurnal Neo Societal Vol 2 (2017): Edisi Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.115 KB) | DOI: 10.52423/jns.v2i1.9497

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui proses pelaksanaan budaya Pikoela Liwu (2) Untuk mengetahui mengapa budaya Pikoela Liwu masih tetap dipertahankan dan dilaksanakan oleh masyarakat Kelurahan Takimpo Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton (3) dan Untuk mengetahui bagaimana pengaruh modernisasi terhadap budaya Pikoela Liwu. Sumber data penelitian ini menggunakan data primer yaitu data melalui kegiatan observasi, wawancara guna menjawab permasalahan penelitian dan data sekunder yaitu data yang berupa catatan-catatan dan dokumentasi tentang keadaan geografis lokasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk teknik penentuan informan digunakan snowball sampling. Teknik analisis  data  yang  digunakan  yaitu  analisis  model interaktif yang menggunakan tiga tahapan  yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa Budaya Pikoela Liwu dilaksanakan selama delapan hari yang dimulai dari Pihatoa, doa bersama, Piganda’a, Poandea, penyembelihan Kambing, Kabhincingi, Wheano Bhobha, Tadhea, dan Ponarhe. Budaya Pikoela Liwu masih tetap dipertahankan oleh masyarakat Kelurahan