cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Neo Societal
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 272 Documents
PERAN ORANGTUA DALAM SOSIALISASI NILAI-NILAI AGAMA ISLAM PADA ANAK (Studi Di Kelurahan Bonggoeya Kecamatan Wua-Wua) Ahmad Mushawwir, Syaifuddin S. Kasim, dan Bakri Yusuf
Jurnal Neo Societal Vol 2 (2017): Edisi Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.277 KB) | DOI: 10.52423/jns.v2i1.9499

Abstract

Permasalahan yang dikemukakan adalah bagaimana peran orang tua dalam mensosialisasikan nilai agama pada anak dan sikap anak dalam menerapkan nilai agama Islam. Tujuan dalam  penelitian ini untuk mengetahui peran orang tua dalam mensosialisasikan nilai agama Islam pada anak, dan sikap anak dalam menerapkan nilai nilai agama Islam. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua, Kendari. Penelitian bersifat deskriptif kualitatif dengan jenis data berupa data kualitatif dan kuantitatif, pengambilan sampel menggunakan Teknik Purposive sampling yang terdiri dari informan orang tua yang memiliki anak 5 tahun sampai 12 tahun, dan Kepala Kelurahan Bonggoeya.  Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif dengan kompanen reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan berbagai pola pendekatan orang tua dalam sosialisasi nilai agama pada anak. Orangtua dalam memainkan peranannya sebagai pendidik pembentukan karakter anak perlu mengenal kepribadian anak dalam menentukan pola didik yang efektif dan membutuhkan pemahaman tinggi mengenai nilai agama.
DAMPAK PENGGUNAAN HANDPHONE TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SMAN 8 KENDARI (Studi di Kelurahan Nambo Kecamatan Abeli Kota Kendari) Ihsan Sulaeman, Juhaepa, dan Megawati A. Tawulo
Jurnal Neo Societal Vol 2 (2017): Edisi Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.197 KB) | DOI: 10.52423/jns.v2i1.9504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak penggunaan handphone terhadap prestasi belajar khususnya siswa SMAN 8 Kendari yang ada di Kelurahan Nambo Kecamatan Abeli Kota Kendari. Informan penelitian berjumlah 20 orang yang terdiri dari 8 orang siswa SMAN 8 Kendari, 4 orang tua siswa serta 8 orang guru di SMAN 8 Kendari. Sesuai dengan hasil dan pembahasan,handphone yang digunakan oleh siswa SMAN 8 Kendari di Kelurahan Nambo Kecamatan Abeli Kota Kendari berdampak terhadap prestasi belajar siswa SMAN 8 Kendari di Kelurahan Nambo Kecamatan Abeli Kota Kendari.  Dampak yang ditimbulkan dari penggunaan handphone bagi siswa SMA yaitu memudahkan dalam melakukan komunikasi,  memudahkan siswa SMA dalam mengakses internet sehingga dapat dijadikan sarana pembelajaran,  serta mampu dijadikan sarana hiburan. Adapun dampak negatifnya yaitu siswa SMA menjadikan handphone sebagai penyimpanan konten asusila. 
FENOMENA PEREMPUAN KAWIN CERAI LEBIH DARI SATU KALI: Studi Di Desa Sawerigadi Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat Sitti Herlina Weti, Hj. Suharty Roslan, dan Sarpin
Jurnal Neo Societal Vol 2 (2017): Edisi April
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.38 KB) | DOI: 10.52423/jns.v2i2.9509

Abstract

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah Alasan perempuan kawin cerai lebih dari satu kali di Desa Sawerigadi Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat. (2) Bagaimanakah tanggapan masyarakat mengenai perempuan  kawin cerai lebih dari satu kali di Desa Sawerigadi Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat. Sedangkan Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui wawancara langsung dan observasi atau pengamatan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa alasan perempuan melakukan kawin cerai karena, Faktor sosial ekonominya, seperti kebutuhan sosial ekonominya tidak terpenuhi maka mereka nekat melakukan kawin cerai. Faktor psikologis karena mereka sudah trauma terhadap para suami mereka sering melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sehingga mereka memutuskan untuk melakukan kawin cerai berulang kali dan Faktor kawin cerai sudah dianggap hal biasa dalam masyarakat karena perempuan yang melakukan kawin cerai sudah tidak dianggap lagi sebagai musibah atau memalukan. Dalam Fenomena perempuan kawin cerai lebih dari satu kali  masyarakat menanggapi Ada yang menilai kurang baik karena memiliki dampak negatif ada anak-anaknya dan ada juga masyarakat yang menanggapi baik karena mereka kawin cerai demi memperjuangkan kebutuhan hidup anak-anaknya.
ORIENTASI MAHASISWA SOSIOLOGI DALAM PEMILIHAN LAPANGAN PEKERJAAN (Studi Pada Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo) Abd. Rahman S, Juhaepa, Peribadi
Jurnal Neo Societal Vol 1 (2016): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.294 KB) | DOI: 10.52423/jns.v1i0.9513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui orientasi mahasiswa dalam pemilihan lapangan pekerjaan terkhusus mahasiswa Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang menggunakan unit analisis populasi dan sampel dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisi deskriptif kualitatif. Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo dalam memilih lapangan kerja yang paling diminati pertama, adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan jumlah 51 orang responden atau 29% dari jumlah data ini mengindikasikan bahwa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS)  adalah yang dibamba-dambakan oleh kebanyakan responden. Hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu mendapat tunjangan hari tua dan mempunyai gaji tetap. Yang paling diminati kedua, adalah BUMN berjumlah 45 orang responden atau 25% dari jumlah tersebut berdasarkan alasan beberapa responden yang memilih berkerja di BUNM, dengan bekerja di  BUNM mendapat dukungan dan jaminan dari negara, serta kelangsungan hidup perusahaan terjamin.
PERILAKU SEKS BEBAS DI KALANGAN REMAJA (Studi di Kecamatan Maligano Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara) Muhamad Hamka, H. Jamaluddin Hos, Megawati A. Tawulo
Jurnal Neo Societal Vol 1 (2016): Edisi April
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.107 KB) | DOI: 10.52423/jns.v1i1.9519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi seks bebas pada remaja di kecamatan maligano kabupaten muna, dan untuk mengetahui bentuk-bentuk seks bebas yang dilakukan oleh remaja di kecamatan maligano kabupaten muna. Dalam penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling atau dilakukan secara berantai dengan meminta informasi pada orang yang telah diwawancarai atau dihubungi sebelumnya, dilakukan kepada para remaja pelaku seks bebas, dan juga menggunakan teknik purposive sampling yaitu pemilihan informan dilakukan kepada para informan kunci. Informan adalah orang yang dianggap mengetahui permasalahan yang akan dihadapi dan bersedia memberikan informasi yang dibutuhkan. 2) Data sekunder dalam penelitian ini menggunakan: a) Dokumentasi, b) Kepustakaan.  Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: 1) Wawancara mendalam sebagai teknik pengumpulan data mempunyai fungsi sangat banyak antara lain sebagai pengumpul data keterangan, menguji kebenaran informasi meminta pendapat dari berbagai pihak yang dipakai sebagai sumber informasi. 2) Dokumentasi adalah suatu teknik pengumpulan data dengan cara mencatat arsip-arsip, surat-surat, pendapat dan dokumen lain yang mendukung. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa perilaku seks bebas sudah menjadi fenomena di kalangan remaja, tidak terkecuali pada remaja di Kecamatan Maligano Kabupaten Muna.
PERAN GANDA WANITA DALAM KELUARGA POLIGAMI STUDI PADA IBU RUMAH TANGGA DI DESA MABODO KECAMATAN KONTUNAGA KABUPATEN MUNA Asti, Hj. Suharty Roslan, Megawati A. Tawulo
Jurnal Neo Societal Vol 1 (2016): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.314 KB) | DOI: 10.52423/jns.v1i0.9524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk bentuk-bentuk peran ganda wnita dalam keluarga poligami, dan faktor pendukung dan penghambat wanita dalam berperan ganda dalam keluarga poligami di Desa Mabodo, Kecamatan Kontunaga, Kabupaten Muna. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif melalui wawancara langsung kepada, ibu rumah tangga yang berperan ganda dalam keluarga poligami, suami yang berpoligami, dan Kepalah Desa Mabodo. Sedangkan metode pengambilan sampel secara puposive sampling, dengan jumlah informan 13 (tiga belas) orang. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mabodo, Kecamatan Kontunaga, Kabupaten Muna. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk-bentuk peran ganda wanita dlam keluarga poligami yaitu, a) peran produktif, b) peran reproduktif, c) peran sosial. Kemudian faktor pendukung wanita dalam berperan ganda terdiri dari, a) faktor ekonomi, b) faktor sosial, c) faktor budaya. Dan faktor penghambat wanita dalam berperan ganda yaitu, a) berbagai sektor cenderung bersifat patriarki, b) rendahnya akses yang dimiliki perempuan dalam hal sumber daya ekonomi.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI SOSIAL BUDAYA POKADULU (KERJASAMA) (Studi Pada Masyarakat Petani di Desa Warambe Kecamatan Parigi Kabupaten Muna) Darwin, La Ode Monto Bauto, Megawati A. Tawulo
Jurnal Neo Societal Vol 1 (2016): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.672 KB) | DOI: 10.52423/jns.v1i0.9529

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1)  Apa saja  nilai-nilai sosial budaya Pokadulu pada masyarakat Desa Warambe Kecamatan Parigi Kabupaten Muna. 2) Bagaimanakah Implementasi budaya pokadulu pada masyarakat Desa Warambe Kecamatan Parigi Kabupaten Muna. Berdasarkan hasil penelitian menejukan bahwa proses pelaksanaan budaya pokadulu dalam aktivitas pertanian melahirkan nilai positif sebagai sistem kerjasama yang sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat, Implementasi Nilai-nilai sosial Budaya Pokadulu pada masyarakat Desa Warambe diantaranya nilai kebersamaan, persatuan tolong-menolong dan sosialisasi diterapkan dalam kegiatan pertanian yang di mulai pada saat pembukaan dan pembersihan lahan, bercocok tanam hingga panen maupun aktitas sosial lainnya yang masih diterapkan sampai sekarang. Proses pelaksanaan budaya Pokadulu pada masyarakat Desa Warambe tehadap  aktifitas pertanian  mulai dari pembersihan lahan perkebunan, bercocok tanam samapai pada tahap panen masih eksis atau dipertahankan oleh masyarakat. Hal ini tampak dalam aktivitas  pokadulu di bidang pertanian pada masyarakat Desa Warambe . Budaya Pokadulu sebagai  salah satu tradisi gotong royong  merupakan warisan kekayaan budaya yang patut untuk dilestarikan dimana memiliki nilai-nilai sosial yang tinggi serta sebagai pranata sosial yang mesti dikembangkan untuk menunjang kehidupan bermasyarakat dengan semangat solidaritas yang tinggi antar sesama manusia.
DISKONTINUITAS PENDIDIKAN PADA ANAK REMAJA (Studi Pada Remaja Yang Tidak Melanjutkan Pendidikan Ke Perguruan Tinggi) Masdam Masdam; Muhammad Arsyad; Ambo Upe
Jurnal Neo Societal Vol 5, No 1 (2020): Edisi Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.416 KB) | DOI: 10.52423/jns.v5i1.8869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab diskon-tinuitas pendidikan pada anak remaja di Desa Puuwulo Kecamatan Laeya Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan teknik purposive sampling, teknik ini merupakan teknik yang digunakan peneliti dalam memilih informan secara sengaja berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dan di tetapkan berdasarkan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskontinitas pendidikan atau ketidak-berlanjutan pendidikan pada anak remaja di Desa Puuwulo terjadi karena adanya tiga faktor penyebab. Pertama, faktor ekonomi, yaitu yang berkaitan langsung dengan keuangan atau materi yang terdiri dari kurangnya pendapatan orang tua dan mahalnya biaya pendidikan. Kedua, faktor lingkungan sosial, dalam hal ini tempat di mana anak tumbuh dan berkembang. Lingkungan sosial sangat mempengaruhi pola pikir dan tingkah laku remaja, sehingga nereka yang teman bergaulnya adalah adalah orang-orang yang tidak kuliah memiliki kecenderungan juga tidak lanjut kuliah. Ketiga, adalah faktor minat anak dalam hal ini anak remaja memang tidak memiliki minat untuk lanjut kuliah. Mereka lebih berminat untuk langsung mencari pekerjaan dan berpenghasilan.
KEMANDIRIAN PEREMPUAN SINGLE PARENT DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN SOSIAL EKONOMI KELUARGA (Studi di Desa Lapokainse Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Barat) Mahisa, Sulsalman Moita, Aryuni Salpiana Jabar
Jurnal Neo Societal Vol 5, No 1 (2020): Edisi Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.247 KB) | DOI: 10.52423/jns.v5i1.7940

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kemandirian perempuan single parent dalam memenuhi kebutuhan sosial ekonomi keluarga dan faktor yang mempengaruhi kemandirian perempuan single parent dalam memenuhi kebutuhan sosial ekonomi keluarga. Penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Di dalam penelitian ini yang menjdi informan adalah sembilan orang tua single parent. Sedangkan informan pendukung terdiri dari satu orang Kepala Desa. Jumlah dari keseluruhan dalam penelitian ini adalah sepuluh orang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemandirian perempuan single parent dalam memenuhi kebutuhan sosial ekonomi keluarga di Desa Lapokainse Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Barat yaitu kemandirian psikologis seperti perlindungan kasih sayang, kemandirian sosial yaitu pendidikan dan kesehatan, sedangkan kemandirian ekonomi yaitu pendapatan atau pemenuhan kebutuhan hidup. Sedangkan faktor yang mempengaruhi kemandirian perempuan single parent di Desa Lapokainse Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Barat yaitu faktor dukungan keluarga (motivasi), faktor peluang kerja dan faktor dukungan masyarakat.
STRATEGI BERTAHAN HIDUP MASYARAKAT DI PEMUKIMAN KUMUH Nur Azizah Novianti Yulis; Jamaluddin Hos; Sarmadan Sarmadan
Jurnal Neo Societal Vol 5, No 2 (2020): Edisi April
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.947 KB) | DOI: 10.52423/jns.v5i2.11076

Abstract

The purpose of this study is to (1) describe the community survival strategies in slums. (2) describes the factors of the formation of slum areas in Andounohu Village, Poasia District, Kendari City. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews and documentation. The results showed that people who live in slums have several survival strategies, namely active strategy, passive strategy and network strategy. The active strategy is in the form of efforts to extend working hours, involve family members (women and children) in matters of livelihood, as well as diversifying work. Passive strategy in the form of an effort to make savings in aspects of consumption and substitution of staple foods. Meanwhile, the network strategy is carried out by building good relations with fellow citizens, fellow families, and relationships with parties related to their work.The factors causing the emergence of slums in Anduonohu Urban Village are urbanization in the sense that the region's growth and development become an inseparable part of Kendari City, the difficulty of finding decent jobs for some city residents, and the difficulty of finding decent and affordable housing.