cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Neo Societal
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 272 Documents
BUDAYA PESTA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (Studi di Mausambi Kecamatan Mauroleh Kabupaten Ende) Zainur Wula
Jurnal Neo Societal Vol 5, No 1 (2020): Edisi Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.908 KB) | DOI: 10.52423/jns.v5i1.10509

Abstract

Budaya pesta dan pengaruhnya terhadap kekerasan dalam rumah tangga di Mausambi Kecamatan Maurole Kabupaten Ende. Masalah pokok penelitian bagaimanakah budaya pesta dan pengaruh terhadap kekerasan dalam rumah tangga. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan budaya pesta dan pengaruhnya terhadap kekerasan dalam rumah tangga. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara mendalam terhadap para informan dengan teknik snowball informan dan dianalisis dianalisis secara deskriptif. Pesta merupakan bentuk ekspresi keluarga dan masyarakat terhadap prestasi yang diperoleh dalam peristiwa pernikahan, khitanan/sunatan dan sambut baru (komuni suci) bagi agama katolik. Pesta merupakan aktifitas sosial budaya masyarakat sehingga setiap keluarga selalu berusaha agar peristiwa pernikahan, khitanan dan sambut baru (komuni suci bagi agama Katolik) perlu dirayakan karena hanya terjadi sekali dalam hidup meskipun dengan keterbatasan secara ekonomi. Akibat dari pesta yang sering dilakukan oleh keluarga dan masyarakat secara bergangtian dari waktu ke waktu, menyebabkan terjadinya pemborosan keuangan dalam keuangan dan menyita waktu bekerja. Budaya pesta memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap tindakan kekerasan dalam rumah tangga baik fisik, maupun psikis.
PERANAN PEMBIMBING KEMASYARAKATAN DALAM PELAKSANAAN DIVERSI BAGI ANAK BERKONFLIK DENGAN HUKUM (Studi Kasus Pada Balai Pemasyarakatan Garut) Eneng Imas Yusmiati; Muhammad Ali Equatora
Jurnal Neo Societal Vol 5, No 2 (2020): Edisi April
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.915 KB) | DOI: 10.52423/jns.v5i2.11503

Abstract

Penelitian ini mengupas topik Peranan Pembimbing Kemasyarakatan Dalam Pelaksanaan Diversi bagi Anak Yang Berkonflik Dengan Hukum. Tugas dan fungsi Balai Pemasyarakatan sebagaiman dijabarkan pada Undang-undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, serta berkaitan peran Balai Pemasyarakatan dipertegaskan sejak di berlakukannya Undang Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Tugas dan fungsi pembimbing kemasyarakatan pada Balai Pemasyarakatan (BAPAS) meliputi menyusun penelitian kemasyarakatan (LITMAS), mendampingi klien baik dewasa, pembimbing klien dan melakukan supervisi terhadap kliennya.  Pembimbing kemasyarakatan pada Balai Pemasyarakatan menjadi sangat penting dalam diversi dimana pembimbing kemasyarakatan harus mengupaya-kan penyelesaian perkara pidana diluar pengadilan untuk kepentingan Anak melalui upaya Diversi. Dalam penelitian ini  mengunakan pedekatan Metode Kualitatif, dengan deskriptif dimana hasil penelitian akan memberikan gambaran secara valid terkait peranan pembimbing kemasyarakatan dalam pelaksanaan diversi bagi anak yang berkonflik dengan hukum dengan pendekatan motivasi wawancara.  Hasil penelitian ini memberikan gambaran peranan pembimbing kemasyarakatan dimana pendekatan teknik motivasi wawancara yang dilakukan oleh pembimbing kemasyarakatan telah mem-berikan kemajuan atas keberhasilan diversi anak dengan menwujudkan empat prinsip meliputi terselenggarakan dalam mengeksperikan sikap empati, pengembangan sikap diskrepansi, mengembangkan sikap peneriman atas resis-tensi serta terlaksananya dukungan efikasi diri dapat menjadi pendorong dalam keberhasilan diversi anak.
EKSISTENSI KOMUNITAS WARIA (Studi Tentang Latar Belakang Terbentuk dan Berkembangnya Komunitas Waria di Desa Totombe Jaya Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe) Eri Irnawati; Jamaluddin Hos; Peribadi Peribadi
Jurnal Neo Societal Vol 5, No 2 (2020): Edisi April
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.32 KB) | DOI: 10.52423/jns.v5i2.11085

Abstract

Pada dasarnya waria sebagai kelompok minoritas. Hakekat dari kelompok minoritas adalah kelompok sosial yang dapat merujuk kepada kelompok bawahan maupun marginal. Kaum waria memilih atau mengkonstruksi sendiri perilaku dan identitas gendernya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab terbentuknya seseorang menjadi waria serta untuk mengetahui faktor penyebab berkembangnya komunitas waria. Penelitian dilaksanakan di Desa Totombe Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Informan penelitian ditetapkan secara purposive yang terdiri dari 5 orang waria dan 5 orang warga masyarakat yang berada di Desa Totombe. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dan penelusuran dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan seseorang menjadi waria adalah factor psikologis yang bersumber dari ketidakharmonisan lingkungan keluarga dan faktor sosiologis yang bersumber dari lingkungan sosial yang tidak kondusif. Adapun faktor berkembangnya komunitas waria di Desa Totombe adalah sikap permisif masyarakat sehingga tidak terdapat penolakan keras dari masyarakat dan pemerintah terhadap kaum waria serta faktor penetrasi budaya dari luar. Hal ini memicu kaum waria menunjukkan jati diri mereka di tengah-tengah masyarakat, dan membuat mereka bebas mengekspresikan gaya hidup mereka.
FAKTOR-FAKTOR BUDAYA, PSIKOLOGI DAN SOSIAL EKONOMI PENYEBAB KEMISKINAN PADA MASYARAKAT TANI DI DAERAH NANGA-NANGA KOTA KENDARI Syaifudin Suhri Kasim; Megawati Asrul Tawulo; Sarmadan Sarmadan
Jurnal Neo Societal Vol 5, No 1 (2020): Edisi Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.86 KB) | DOI: 10.52423/jns.v5i1.10630

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendekripsikan faktor-faktor budaya, psikologis, dan sosial ekonomi penyebab kemiskinan pada masyarakat tani di daerah Nanga-Nanga Kecamatan Baruga Kota Kendari. Pendekatan penelitian ini ditinjau dari aspek sosial budaya dan ekonomi. Aspek sosial budaya dan ekonomi menggunakan dua macam metode: survey dan participatory rural appraisal (PRA). Data sekunder dikumpulkan dari berbagai sumber data terkait, seperti laporan dan dokumen-dokumen, publikasi  dan laporan hasil-hasil kajian sejenis. Sedangkan data primer dikumpulkan dari informan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis deskripsi, yakni penjelasan terhadap gejala-gejala sosial yang dipelajari yang didasarkan pada data empirik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Faktor-faktor budaya meliputi: kebiasaan hidup, disiplin kerja, etos kerja yang lemah, kejujuran, pola bercocok tanam, filosofi hidup, dan pola pikir masyarakat; (2) Faktor sosial, disebabkan karena umumnya mereka adalah ekstapol yang selama masa Orde Baru diperlakukan berbeda dengan masyarakat pada umumnya, dan kurangnya akses mereka pada sektor formal sehingga mempengaruhi sikap mental mereka untuk keluar dari kemiskinannya; dan (3) Faktor sosial ekonomi meliputi: modal usaha, akses terhadap pasar, kepemilikan alat produksi, pengolahan lahan, kepemilikan lahan, kualitas sumber daya petani, masalah ekonomi dan jual beli lahan.
PENGARUH PSYCHOLOGICAL WELL BEING TERHADAP PERILAKU MELAYANI MAHASISWA DI UNIVERSITAS “X“ DI SURABAYA Eva Nur Rachmah; Fahyuni Baharuddin; Prakrisno Satrio; Setiabudhi Setiabudhi
Jurnal Neo Societal Vol 5, No 1 (2020): Edisi Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.973 KB) | DOI: 10.52423/jns.v5i1.10759

Abstract

Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psychological well being terhadap perilaku melayani mahasiswa di Universitas X di Surabaya. Populasi dalam penelitian ini adalah dosen  di lingkungan Universitas X Surabaya dan subjek dalam penelitian ini berjumlah 75 orang dengan menggunakan sample jenuh. Penelitian ini menggunakan metode kuantitaif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan 5 (lima) skala Likert. Reliabilitas  psychological well being sebesar 0,876, dan reliabilitas perilaku melayani sebesar 0,917. Sedangkan nilai pengaruh psychological well being terhadap perilaku melayani mahasiswa sebesar 0,488.
INDUSTRI BATIK SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN KEMANDIRIAN EKONOMI LANSIA Kintan Putri Salsabiil; Ratna Dewi; Nanang Martono
Jurnal Neo Societal Vol 5, No 2 (2020): Edisi April
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.202 KB) | DOI: 10.52423/jns.v5i2.11637

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan peranan industri batik di Banyumas dalam peningkatan kemandirian ekonomi lansia serta fungsi dan manfaat membatik bagi lansia. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan mengambil informan dari lansia yang bekerja sebagai pembatik di Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Informan ditentukan dengan metode sampel purposif, yaitu lansia yang bekerja sebagai pembatik di industri batik.Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi di industri batik di Sokaraja yang mempekerjakan lansia. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa sektor pekerjaan pembatik cap dan tulis dapat menjadi alternatif bagi lansia untuk menjadi individu aktif dan mandiri. Para lansia yang bekerja sebagai pembatik dapat memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri atau tidak menggantungkan hidupnya dengan anak atau cucunya. Mereka berusaha karena tidak ingin menjadi beban maupun bergantung terhadap anaknya. Selain itu, ada lansia yang justru berkontribusi membantu ekonomi anak dan memenuhi kebutuhan cucunya. Pekerjaan ini memberikan peningkatan ekonomi khususnya bagi pembatik tulis ketika suaminya tidak lagi memiliki penghasilan tetap. Sementara itu, pekerjaan sebagai pembatik cap dianggap lebih menguntungkan daripada pekerjaan lainnya karena memiliki penghasilan tetap dan jelas. Selain itu, pekerjaan membatik memiliki fungsi dan manfaat lain selain ekonomi, yaitu fisik maupun psikologis, sosial, dan budaya.
ASPEK SOSIAL PENYEDIAAN RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA DI KOLAKA SULAWESI TENGGARA Indar Ismail Jamaluddin; Anis Ribcalia Septiana; Maulid Maulid
Jurnal Neo Societal Vol 5, No 2 (2020): Edisi April
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.744 KB) | DOI: 10.52423/jns.v5i2.11404

Abstract

Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) menjadi solusi untuk menyiasati tingginya kebutuhan hunian di perkotaan. Kolaka mendapatkan bantuan Rusunawa dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada 2009. Penelitian ini membatasi lingkungan eksternal kebijakan penyediaan Rusunawa di Kolaka pada aspek lingkungan sosial untuk mendapatkan gambaran mengenai opini publik terkait pengelolaan Rusunawa. Penelitian ini mengandalkan metode kualitatif bersifat deskriptif melalui wawancara dan penelitian pustaka. Analisis data dimulai dari pengumpulan informasi atau reduksi data dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan dilematisnya penyediaan Rusunawa, karena meskipun bertujuan membantu hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), juga menarget pendapatan asli daerah (PAD) dari iuran penghuni. Penghuni Rusunawa  mendukung Rusunawa Kolaka meskipun mengeluhkan pelayanan oleh pengelola. Pegiat sosial dan akademisi secara umum mendukung Rusu-nawa Kolaka dan menyarankan rendahnya tingkat keterisian dengan pening-katan jangkauan sosialisasi terhadap MBR. Wartawan juga  mendukung penye-diaan Rusunawa dengan memberikan perhatian pada penyediaan fasilitas,  meskipun belum memberikan ruang opini kepada publik sasaran Rusunawa.   
KEBERDAYAAN ANAK JALANAN MELALUI EKONOMI KREATIF DI YAYASAN KREATIF KEBOEN SASTRA BOGOR Husnia Husinia; Ahdan S.
Jurnal Neo Societal Vol 5, No 2 (2020): Edisi April
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.789 KB) | DOI: 10.52423/jns.v5i2.10910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keberdayaan anak jalanan, krakteristik serta faktor-faktor yang mempengaruhinya melalui ekonomi kreatif pada binaan Yayasan Kreatif  Sastra, sehingga diperoleh gambaran tentang permasalahan dan solusi yang tepat dalam pembinaan anak jalanan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuisoner dan dianalisis menggunakan metode analisis regresi berganda. Sebelum dilakukan analisis regresi berganda dilakukan penilaian anak binaan untuk masing-masing peubah menggunakan rataan skor, dengan memberikan skor terhadap data ordinal sesuai masing-masing tingkatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik anak binaan yang berada di Rumah kreatif Keboen Sastra Bogor didominasi oleh laki-laki. Berdasarkan pendapatan dan umur, rata-rata memiliki pendapatan Rp.76.000 dan umur 18 tahun, sebagian besar beraktivitas sebagi pengamen dengan lama wakti 4-6 jam per hari. Tempat tinggal anak binaan paling banyak mengontrak bersama-sama yaitu 50% anak binaan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi anak-anak turun ke jalan mencari uang adalah faktor ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka dan keluarganya sebab orang tua mereka tidak mampu lagi memenuhi kebutuhannya. Sementara keberdayaan anak dipengaruhi oleh dukungan sosial yakni bekerja sebagai  anak jalanan bukanlah sesuatu yang buruk, justru mendapatkan pengalaman hidup yang tidak pernah mereka rasakan sebelumnya. Rumah singgah Yayasan Kreatif Keboen Sastra Bogor merupakan salah satu tempat binaan anak jalanan dimana anak-anak jalanan tersebut diberi pelatihan ekonomi kreatif.
PENGEMBANGAN URBAN FARMING DALAM RANGKA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KOTA KENDARI Muhammad Amir; Saidin Saidin
Jurnal Neo Societal Vol 5, No 3 (2020): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.643 KB) | DOI: 10.52423/jns.v5i3.12750

Abstract

Urban farming merupkan hal baru bagi sebahagian masyarakat. Meskipun demikian urban farming sebenarnya sudah ada sejak dahulu dimana masyarakat memiliki tradisi menanam tanaman yang bisa dimakan atau dimanfaatkan sebagai obat-obatan. Namun, masalah ini masih merupakan hal yang belum banyak dibahas oleh literatur perencanaan kota dan cenderung tidak tersentuh oleh kebijakan spasial. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pelaksanaan pengembangan urban farming yang dilaksnakan oleh masyarakat perkotaan di Kota Kendari dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh aparat pemerintah di Dinas Pertanian Kota Kendari, aparat pemerintah kecamatan, ketua dan anggota kelompok masyarakat petani urban. Berdasarkan temuan penelitian menunjukkan bahwa Pengembangan urban farming belum dapat memberdayakan masyarakat secara keseluruhan dikarenakan produk yang dihasilkan masih produk lokal dan belum terkelola secara profesional, Pada umumnya masyarakat melakukan atas dasar kesenangan saja sehingga secara ekonomis belum dirasakan oleh masyarakat, karena belum dapat meningkatkan swadaya dan swadana masyarakat. Kegiatan ini pun belum menjadi alternatif sebagai lapangan kerja baru dan pengelolaan program belum terkelola dengan baik, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan, diantaranya pemberian bantuan bibit tanaman dan peralatan mesin pembuatan kompos, serta bantuan tenaga skill sebagai tenaga pendamping.
PERAN PEMBIMBING KEMASYARAKATAN DALAM PELAKSANAAN REINTEGRASI SOSIAL Shinta Muliati
Jurnal Neo Societal Vol 5, No 3 (2020): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.199 KB) | DOI: 10.52423/jns.v5i3.12518

Abstract

The research titled The role of community guidance in the implementation of social reintegration, social media implementation, is an implementation of the correctional system law.  Social reintegration is an implementation of the correctional system in which prisoners after the Criminal and are eligible for substantive and administrative conditions can refund. The social reintegration Program itself includes the CB/CMB/PB  given to the child and prisoners who have undergone the Criminal.  This research in conducting research is research with both primary and secondary data collection using the qualitative research method.  With this research came the real idea of the role of Community Guidance that is implemented in the implementation of social reintegration so that the optimization of the role can be more maximally the achievement of social reintegration as well as attempting to suppress the recidivism happen again.   The success of social reintegration will reduce the recidivism number of correctional clients in the future, and can encourage the development of overcrowed programs in correctional institutions and house inmate.