cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 2502731X     DOI : 10.37887/jimkesmas
Core Subject : Health,
FKM UHO dari berbagai disiplin ilmu kesmas, diantaranya epidemiologi, administrasi kebijakan kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, promosi kesehatan, kesehatan reproduksi, biostatistika, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 550 Documents
STUDI PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN (BOK) DI PUSKESMAS ANDOWIA KABUPATEN KONAWE UTARA TAHUN 2017 Isro, Lailatal; sakka, ambo; Paridah, Paridah
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.423 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i7.3435

Abstract

Bantuan Operasional Kesehatan yang selanjutnya disebut BOK adalah bantuan pemerintahpusat kepada pemerintah daerah dalam melaksanakan Standar Pelayanan Minimal (SPM) BidangKesehatan untuk pencapaian Millennium Development Goals (MDGs) Bidang Kesehatan tahun 2015melalui peningkatan kinerja Puskesmas dan jaringannya serta Poskesdes dan Posyandu dalammenyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif. Dalam mengelola danmenggunakan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Puskesmas Andowia seringkaliPenyaluran dan Pelaporan dana BOK tidak tepat waktu serta masih ada program yang ditunjang olehdana BOK yang cakupannya belum mencapai target yang ditetapkan dalam perencanaan kesehatanPuskesmas Andowia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai pengelolaandana BOK di Puskesmas Andowia Kabupaten Konawe Utara tahun 2017. Jenis penelitian ini adalahpenelitian kualitatif dengan indepth interview dengan pendekatan fenomenologis. Penelitian inidilaksanakan bulan Mei 2017. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam ( indepth interview)pada informan kunci (kepala puskesmas sekaligus bendahara BOK dan pegawai dinas kesehatanpengelola BOK) yang terlibat secara langsung dalam pengelolaan dana BOK, dan informan biasa(programmer yaitu tenaga kesehatan yang berjumlah 4 orang) yang mengamati serta terlibat dalampelaksanaan pengelolaan dana BOK. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan pengelolaan danaBOK di Puskesmas Andowia sudah baik. Dari aspek perencanaan yang disesuaikan dengan hasilkesepakatan yang dibahas dalam rapat mini lokakarya diadakan pada awal bulan tahun berjalan,kemudian dari aspek pelaksanaannya yang dilaksanakan sesuai dengan jadwal kegiatannya sesuaidengan yang ada di POA, tanggal, target, volume kegiatan (berapa kali kegiatan dilakukan) dan surattugas yang telah disetujui oleh kepala puskesmas serta target pencapaian SPM dan juknis yang ada,serta dari aspek pencatatan dan pelaporan yang sudah tepat waktu. Hanya saja sering terjadiketerlambatan dari pihak Dinas Kabupaten Konawe Utara dalam pencairana dana BOK di PuskesmasAndowia.Kata kunci: Perencanaan, Pelaksanaan, Pencatatan dan Pelaporan pengelolaan Dana BantuanOperasional Kesehatan
STUDI KOMPARATIF DETERMINAN KEJADIAN DIARE DI WILAYAH PESISIR (PUSKESMAS ABELI) DAN PERKOTAAN (PUSKESMAS LEPO-LEPO) TAHUN 2016 Fauziah, Ardillah; Ahmad, La Ode Ali Imran; Tina, Lymbran
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.535 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v1i3.1089

Abstract

Puskesmas Abeli dan Puskesmas Lepo-lepo adalah salah satu Puskesmas di Kota Kendari dengan dengankasus diare yang berfluktuasi dalam kurun waktu 3 tahun terakhir. Pada Wilayah Pesisir (Puskesmas Abeli) tahun2012 dari 23.719 penduduk terdapat 293 kasus. Tahun 2013 dari 24.307 penduduk meningkat sebanyak 1.188kasus tahun 2014 dari 24.532 penduduk  terdapat 967  kasus. Pada tahun 2015 penderita diare dari bulan Januarisampai dengan Desember sebanyak 508 kasus. Sedangkan pada wilayah perkotaan (Puskesmas Lepo-lepo) tahun2012 dari 21.295 penduduk terdapat 1.301 kasus. Tahun 2013 dari 20.981 penduduk terdapat 1.159 kasus, Tahun2014 dari 24.087 penduduk  terdapat 338  kasus. Dan pada tahun 2015 penderita diare dari bulan Januari sampaidengan Desember sebanyak 603 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan determinankejadian diare pada kedua wilayah tersebut meliputi : penyediaan air bersih, jamban keluarga, pengolahansampah, sarana pembuangan air limbah dan personal hygiene. Penelitian iniadalah penelitian analitikobservasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalahseluruh masyarakat yang diambil dari data registrasi pasien periode Oktober-Desember 2015 yang didiagnosismenderita penyakit diare pada Puskesmas Abeli dan Puskesmas Lepo-lepo. Sampel pada penelitian ini sebanyak62 responden, 31 responden pada Puskesmas Abeli dan 31 responden pada Puskesmas Lepo-lepo denganmenggunakan simple random sampling. Responden pada penelitian ini adalah penderita diare. Hasil penelitianmenunjukan bahwa ada perbedaan secara statistik (ρ < 0,05) penyediaan air bersih (ρ = 0,022), jamban keluarga(ρ = 0,000), pengolahan sampah (ρ = 0,022). Sebaliknya, tidak terdapat perbedaan bermakna secara statistik (ρ >0,05) sarana pembuangan air limbah (ρ = 0,668), personal hygiene (ρ = 0,300) di wilayah Puskesmas Abeli danPuskesmas Lepo-lepo.Kata Kunci: Komparatif, Determinan, Diare, Pesisir, Perkotaan
HUBUNGAN LIFE STYLE DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA USIA DEWASA (20-44 TAHUN) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUUWATU KOTA KENDARI TAHUN 2017 Fatmawati, Siti; Jafriati, Junaid; Ibrahim, Karma
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.176 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i6.2895

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyebab utama kematian di dunia, yang bertanggung jawab atas68% dari 56 juta kematian yang terjadi pada tahun 2012 (WHO, 2014). Hiper tensi merupakan yang menjadi salahsatu masalah kesehatan penting di seluruh dunia karena prevalensinya yang tinggi dan terus meningkat. Sertamengakibatkan kematian dengan jumlah 9,4 juta setiap tahunnya. Hipertensi bertanggung jawab sekitar 45%kematian akibat penyakit jantung iskemik dan 51% akibat stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiHubungan Life Style Dengan Kejadian Hipertensi Pada Usia Dewasa (20-44 Tahun) Di Wilayah Kerja PuskesmasPuuwatu Kota Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan penelitian cross sectional.Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan pendekatan simple random sampling. Uji statistikmenggunakan chi square dengan menggunakan SPSS. Sampel dalam penelitian ini adalah 58 responden.Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan pemeriksaan tekanan darah terhadap responden untukmengidentifikasi kejadian penyakit hipertensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang berhubungandengan kejadian hipertensi adalah kebiasaan minum kopi (p=0,012), Sedangkan faktor yang tidakberhubungan adalah kebiasaan merokok (p=0,666), pola makan (p=0,509), kualitas tidur (p=1,000) dan aktifitasfisik (p=0,293).Kata Kunci Life Style, Hipertensi, Usia Dewasa.
HUBUNGAN ANTARA PENDAPATAN KELUARGA, DUKUNGAN KELUARGA DAN BUDAYA TERHADAP PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE (ANC) PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAPUNTO KECAMATAN DURUKA KABUPATEN MUNA TAHUN 2017 Samsuri, Wa Ode; Sabilu, Yusuf; Tina, Lymbran
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.488 KB)

Abstract

World Health Oranization (WHO) memperkirakan bahwa sekitar 15% dari seluruh wanita yang hamil akanberkembang menjadi komplikasi yang berkaitan dengan kehamilan serta dapat mengancam jiwanya. Antenatalcare (ANC) adalah sebagai salah satu upaya pencegahan awal dari faktor resiko kehamilan. Tujuan utama dariasuhan Antenatal Care (ANC) adalah untuk mempersiapkan ibu dan bayinya dalam keadaan sehat dengan caramembangun hubungan saling percaya dengan ibu, mendeteksi tanda bahaya yang mengancam jiwa,mempersiapkan kelahiran dan memberikan pendidikan kepada ibu. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui hubungan antara pendapatan keluarga, dukungan keluarga dan budaya terhadap pemeriksaanantenatal care (ANC) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Wapunto Kecamatan Duruka Kabupaten MunaTahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan crosssectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 0-10 bulan, dari bulan Januarisampai Oktober tahun 2017. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 62 orang dan teknik pengambilansampel menggunakan simple random sampling. Hasil analisis statistik dengan mengunakan uji Chi-Square padataraf kepercayaan 95% (0,05) menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pendapatan keluarga (p =0,617), sedangkan dukungan keluarga (p= 0,002), budaya (p = 0,003) terdapat hubungan dengan pemeriksaanantenatal care (ANC) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Wapunto Kecamatan Duruka Kabupaten MunaTahun 2017. Di harapkan kepada Puskesmas Wapunto untuk lebih memperhatikan pelayanan kesehatan denganmeningkatkan dan menambah volume pelaksanaan posyandu agar pemeriksaan ibu hamil lebih meningkat.Kata Kunci : pendapatan keluarga, dukungan keluarga, budaya, pemeriksaan antenatal care (ANC)
ANALISIS PERBEDAAN POTENSI RISIKO KETERPAPARAN MERKURI PADA MASYARAKAT DI DESA TAHI ITE KECAMATAN RAROWATU KABUPATEN BOMBANA TAHUN 2016 reza, reza; Karimuna, Siti Rabbani; Fachlevy, Andi Faizal
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 1, No 4 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.092 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v1i4.1739

Abstract

Merkuri merupakan logam berat dengan toksisitas yang tinggi dan tersebar luas di alam. Kebanyakanhasil paparan berasal dari limbah buangan merkuri setelah proses amalgamasi emas. Paparan merkuri dapatdiketahui dengan menganalisa kadar merkuri dalam urin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuiperbedaan potensi risiko keterparan merkuri pada masyarakat Desa Tahi Ite Kecamatan Rarowatu KabupatenBombana. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yaitusuatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktorfaktor risiko keterparan merkuri padamasyarakat Desa Tahi Ite Kecamatan Rarowatu Kabupaten Bombana. Tehnik pengambilan sampel dilakukandengan multistage random sampling dengan total responden sebanyak 46 orang. Data penelitian diambil denganwawancara terpimpin melalui kuesioner dan pemeriksaan kadar merkuri dalam urin di laboratorium. Analisis datayang dilakukan adalah univariat, bivariate dangan uji spearman, multivariat dangan analisis diskrimian uji Wilk’sLambda. Hasil penelitian menggunakan analisis korelasi spearman terdapat hubungan antara umur dengan risikoketerpaparan merkuri (p = 0,000), IMT dengan risiko keterpaparan merkuri (p = 0,000), frekuensi konsumsi ikandengan risiko keterpaparan merkuri (p = 0,003),sedangkan pada variabel jarak rumah dan lama tinggal tidakterdapat hubungan antara risiko keterpaparan merkuri. Hasil analisis diskrimian uji Wilk’s Lambda Variabel umurlebih berpengaruh teradap keterpaparan merkuri dibandingkan dengan variabel IMT dengan nilai standardizedcanonical discriminant function umur yaitu sebesar 0,705, yang menunjukkan bahwa variabel umur adalahvariabel yang paling penting (domain) dibandingkan dengan variabel IMT yaitu sebesar 0,498. Dengan modelpersamaan diskriminan Z score = -19,678 + (0,136) umur + 0,584 IMT, dimana nilai cut off point -0,000173.Kata Kunci: risiko keterpaparan merkuri, umur, IMT, frekuensi konsumsi ikan, jarak rumah, lama tinggal, urin.Merkuri merupakan logam berat dengan toksisitas yang tinggi dan tersebar luas di alam. Kebanyakanhasil paparan berasal dari limbah buangan merkuri setelah proses amalgamasi emas. Paparan merkuri dapatdiketahui dengan menganalisa kadar merkuri dalam urin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuiperbedaan potensi risiko keterparan merkuri pada masyarakat Desa Tahi Ite Kecamatan Rarowatu KabupatenBombana. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yaitusuatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktorfaktor risiko keterparan merkuri padamasyarakat Desa Tahi Ite Kecamatan Rarowatu Kabupaten Bombana. Tehnik pengambilan sampel dilakukandengan multistage random sampling dengan total responden sebanyak 46 orang. Data penelitian diambil denganwawancara terpimpin melalui kuesioner dan pemeriksaan kadar merkuri dalam urin di laboratorium. Analisis datayang dilakukan adalah univariat, bivariate dangan uji spearman, multivariat dangan analisis diskrimian uji Wilk’sLambda. Hasil penelitian menggunakan analisis korelasi spearman terdapat hubungan antara umur dengan risikoketerpaparan merkuri (p = 0,000), IMT dengan risiko keterpaparan merkuri (p = 0,000), frekuensi konsumsi ikandengan risiko keterpaparan merkuri (p = 0,003),sedangkan pada variabel jarak rumah dan lama tinggal tidakterdapat hubungan antara risiko keterpaparan merkuri. Hasil analisis diskrimian uji Wilk’s Lambda Variabel umurlebih berpengaruh teradap keterpaparan merkuri dibandingkan dengan variabel IMT dengan nilai standardizedcanonical discriminant function umur yaitu sebesar 0,705, yang menunjukkan bahwa variabel umur adalahvariabel yang paling penting (domain) dibandingkan dengan variabel IMT yaitu sebesar 0,498. Dengan modelpersamaan diskriminan Z score = -19,678 + (0,136) umur + 0,584 IMT, dimana nilai cut off point -0,000173.Kata Kunci: risiko keterpaparan merkuri, umur, IMT, frekuensi konsumsi ikan, jarak rumah, lama tinggal, urin.
VOL. 2/NO.8/ NOVEMBER 2017; ISSN 2502-731X , FACTORS RELATED WITH COMPLIANCE PAYING OF BPJS MANDIRI INSURANCE/ CONTRIBUTION IN THE WORKING AREA OF BATALAIWORU PUBLIC HEALTH CENTER IN 2017 Rismawati, Rismawati; Lisnawaty, Lisnawaty; Jufri, Nur Nashriana
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 8 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.403 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i8.3899

Abstract

One non-beneficiary contributor is an independent worker (not a wage earner) who earns income from his ownbusiness so that when they become a participant of BPJS, they must pay contributions each month. The purposeof this study was to determine the related factors on compliance paying of BPJS Mandiriinsuranc e contribution intheworkingarea of Batalaiworupublic health centerin 2017. This research was an observational analytic with crosssectional study approach. This research was conducted in the working area of puskesmasbatalaiworu. Thepopulation in this study were all participants of BPJS Mandiri who had visitedbatalaiworu public healthcenterin2016 with a sample of 61 respondents by using simple random sampling technique. The result of the researchshows that there is a relationship between income, perception and motivation with compliance payingof BPJSMandiriinsurance contribution in the Working Area ofBatalaiworuPublic Health Centerin 2017. BPJS side shoulddevelop effort to give notification of payment of contribution to the participant through media which can reach bymajority of society, such as SMSKeywords: JKN, BPJS Mandiri, Revenue, Perception, Motivation
STUDI PENERAPAN SISTEM PEMBAYARAN LAYANAN KESEHATAN DENGAN SISTEM DIAGNOSIS PENYAKIT (INDONESIA CASE BASED GROUPS / INA-CBGS) DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM BAHTERAMAS KOTA KENDARI TAHUN 2015 Wa Ode, Dina Wunari; Karimuna, Siti Rabbani; Munandar, Sabril
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.488 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v1i3.1208

Abstract

Sistem INA-CBGs merupakan sistem kodifikasi dari diagnosis akhir dan tindakan/prosedur yang menjadi outputpelayanan, berbasis pada data costing dan coding penyakit mengacu International Classification of Diseases(ICD) yang disusun WHO dengan acuan ICD-10 untuk diagnosis dan ICD-9-Clinical Modifications untuktindakan/prosedur. Sistem INA-CBGs merupakan sistem pembiayaan prospektif dan tujuan yang ingin dicapaidari penerapan sistem ini yaitu pelayanan kesehatan yang berkualitas dan cost effective. Tujuan ini adalahuntuk mengetahui gambaran pelaksanaan dari aspek masukan meliputi sumber daya manusia, fasilitas, dana(pendapatan), proses meliputi strategi, upaya penerapan dan evaluasi, dan keluaran penerapan sistempembayaran layanan kesehatan dengan sistem diagnosis penyakit (Indonesia Case Based Groups / INA-CBGs) diruang rawat inap Rumah Sakit Umum Bahteramas ,Kota Kendari. Metode penelitian ini adalah penelitiankualitatif dengan pendekatan fenomenologis melalui wawancara mendalam dengan informan. Informan dalampenelitian ini terdiri dari 3 orang informan kunci dan 4 orang informan biasa. Hasil penelitian menunjukkanbahwa Rumah Sakit Umum Bahtermas Provinsi Sulawesi Tenggara dalam pelaksanaannya pun ditahun 2015sudah mulai mengalami perubahan yang signifikan lebih baik dan optimal, diantaranya SDM yang cukupdengan kemampuan yang baik dalam setiap tugasnya, rekam medis yang sudah mulai dilengkapi sesuai waktu,target, dan regulasi yang ditetapkan rumah sakit, fasilitas juga tersedia sesuai dengan kebutuhan dalam sistemINA-CBG, hingga pendapatan rumah sakit yang meningkat secara kuantitas dibandingkan tahun-tahunsebelumnya sehinnga sudah mampu membiayai belanja operasional rumah sakit dan belanja lainnya sesuaikebutuhan yang diinginkan rumah sakit. Diharapkan selalu ada keterlibatan dari semua pihak, baik dari pihakBPJS maupun pasien BPJS dan suransi lainnya agar tercipta pelaksanaan sistem INA-CBGs yang efektif danefisien di rumah sakit.Kata Kunci : Sistem Pembayaran INA-CBGs, RSU Bahteramas Provinsi Sultra, Aspek Masukan (Input), AspekProses (Process), Aspek Keluaran (Output)
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN SELEDRI (Apium graveolens) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH SISTOLIK DAN DIASTOLIK PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUUWATU KOTA KENDARI TAHUN 2016 Oktavia, Intan Eka; Junaid, Junaid; ainurafiq, Ainurafiq
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.834 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i6.2900

Abstract

ABSTRAKHipertensi sering disebut sebagai silent killer karena sifatnya asimtomatik. Masalah penelitian ini adalah masihtingginya angka penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari, oleh karena itudiperlukan tindakan selain farmakologi juga non farmakologis salah satunya adalah pember ian Air rebusanseledri agar dapat menekan peningkatan tekanan darah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruhAir rebusan seledri terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pada penderita Hipertensi diWilayah Kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari. Metode yang digunakan dengan pendekatan TrueExperiment dengan rancangan Pretest-Posttest With Control Group Design. Sampel dari penelitian iniberjumlah 44 orang yang terdiri dari dua kelompok yakni kelompok perlakuan dan kelompok kontr ol, dengantekhnik Purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan ada perbedaan nilai tekanan darah sistolik dandiastolik sebelum, pada hari pertama dan hari kedua setelah pemberian Air Rebusan Seledri dengan nilaisignifikansi p<0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan Pemberian Air RebusanSeledri terhadap penurunan Tekanan darah Sistolik dan Diastolik Penderita Hipertensi. Hasil uji statistik untukmengetahuii perbedaan tekanan darah sistolik dan diastolik penderita hipertensi kelompok perlakuan dankelompok kontrol pada hari pertama dan hari kedua setelah pemberian Air rebusan seledri sebelum dansesudah mengendalikan kovariat didapatkan nilai signifikansi p<0,05 sehingga disimpulkan bahwa adaperbedaan yang bermakna tekanan darah sistolik dan diastolik pada kelompok perlakuan dan kelompokKontrol, sebelum maupun sesudah mengendalikan Kovariat.Kata Kunci : Seledri, Tekanan Darah, Hipertensi
ANALISIS PERENCANAAN OBAT BERDASARKAN METODE ABC INDEKS KRITIS DI PUSKESMAS KANDAI TAHUN 2016 Reski, Vera; sakka, ambo; Ismail, Cece Suriani
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 1, No 4 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.1 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v1i4.1744

Abstract

Puskesmas harus menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat yangditunjang oleh pelayanan kefarmasian yang bermutu. Penelitian ini dilakukan di Gedung Obat Puskesmas Kandai,pada penggunaan obat-obatan tahun 2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelompokan obatberdasarkan metode analisis ABC indeks kritis dalam rangka perencanaan obat di Puskesmas Kandai Tahun 2016.Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan metode analisis ABC indeks kritis. Datayang diambil adalah data sekunder yang ada di gedung obat terhadap pemakaian obat di apotik Puskesmas Kandaiserta data primer diperoleh dari pengisian daftar chek list obat oleh dokter-dokter yang terlibat dalam peresepandan dianggap mengetahui kekritisan obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pada analisis ABC pemakaiandengan jumlah total pemakaian sebanyak 250.678 didapatkan kelompok A sebanyak 17 item obat, kelompok Bsebanyak 23 item obat, sedangkan pada kelompok C sebanyak 126 item obat. Pada analisis ABC investasi dengantotal investasi sebanyak Rp. 75.851.810 didapatkan kelompok A sebanyak 33 item obat, Kelompok B sebanyak 36item obat, sedangkan pada kelompok C sebanyak 97 item obat. Pada nilai kritis obat did apatkan kelompok Xsebanyak 142 item obat, kelompok Y sebanyak 14 item obat, kelompok Z sebanyak 10 item obat, sedangkan padakelompok O tidak ada. Pada analisis ABC indeks kritis didapatkan kelompok A sebanyak 41 item obat, Kelompok Bsebanyak 113 item obat, sedangkan pada kelompok C sebanyak 12 item obat. Disarankan agar pihak rumah sakituntuk menggunakan metode analisis ABC indeks kritis agar lebih berfokus pada obat-obat yang memiliki nilai kritisdan nilai pemakaiannya lebih tinggi sehingga dapat ditangani lebih efisien.Kata kunci: Perencanaan Obat, analisis ABC indeks kritis, Puskesmas.
STUDI TENTANG PENGELOLAAN PROGRAM PELAYANAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS PASARWAJO KABUPATEN BUTON TAHUN 2017 Titiwiarti, Titiwiarti; Sakka, Ambo; Yunawati, Irma; Suhadi, Suhadi
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 1 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.349 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i1.3905

Abstract

Salah satu tujuan SDG’s (Sustainable Development Goal’s) adalah menjamin kehidupan yang sehat danmendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia yaitu dengan upaya pelaksanaan program pelayananantenatal care. Puskesmas Pasarwajo merupakan salah satu Puskesmas yang belum mencapai target cakupanpelayanan antenatal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi tentang pengelolaan programpelayanan antenatal di wilayah kerja Puskesmas Pasarwajo Kabupaten Buton tahun 2017. Jenis penelitian iniadalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Penelitian dilakukan sejak tanggal 20 Agustussampai dengan 21 September 2017 dengan teknik wawancara mendalam dan observasi. Informan penelitiansebanyak 11 (sebelas) orang informan. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data dan penarikankesimpulan. Hasil penelitian menunjukan sarana dan prasarana pelayanan antenatal care masih kurang. Danayang digunakan untuk pelayanan antenatal masih kurang dimana dana tersebut berasal dari dana APBN berupadana BOK, dana BPJS, dan dana tabulin. Perencanaan dilakukan setiap tahun sekali kemudian direncanakankembali pada kegiatan minlok bulanan. Selain itu, terdapat juga perencanaan yang dilakukan pertiga bulan yaituperencanaan kegiatan yang didanai langsung oleh dana BOK. Pelaksanaan pelayanan antenatal sudah berjalandengan baik sesuai standar pelayanan antenatal yang ada di Puskesmas. Output capaian cakupan programpelayanan antenatal di puskesmas Pasarwajo belum memenuhi cakupan target renstra pada tahun 2016, seperticakupan kunjungan antenatal (K1), cakupan kunjungan antenatal (K4).Kata Kunci : Pengelolaan, Pelayanan Antenatal Care, Puskesmas.

Filter by Year

2016 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2024): Vol 9, No 1A (2024): Vol 8, No 4 (2023): Vol 8, No 3 (2023): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 3 (2023): Vol 8, No 2 (2023): Vol 8, No 1 (2023): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2023): Vol 7, No 4 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 3 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 1 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 4 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 3 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 2 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 1 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 4 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 3 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 2 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 1 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 4 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 3 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 2 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 1 (2019): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 1 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 4 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 4 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 3 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2018) Vol 3, No 2 (2018) Vol 3, No 1 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 1 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 8 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 4 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 2 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat More Issue