cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 2502731X     DOI : 10.37887/jimkesmas
Core Subject : Health,
FKM UHO dari berbagai disiplin ilmu kesmas, diantaranya epidemiologi, administrasi kebijakan kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, promosi kesehatan, kesehatan reproduksi, biostatistika, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 550 Documents
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, KEBUTUHAN, MOTIVASI, EMOSI, DAN BUDAYA DENGAN PERSEPSI KELUARGA SKIZOFRENIA (GANGGUAN JIWA BERAT) DI RSJ PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2018 Afrina, Yana; Lestari, Hariati; Jumakil, Jumakil
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 1 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1152.661 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v4i1.5535

Abstract

ABSTRAKKesehatan jiwa adalah kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan,dapat bekerja secara produktif, dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya. Gangguan jiwayang menjadi salah satu masalah utama di negara-negara berkembang adalah skizofrenia. Menurut dataWHO terdapat sekitar 35 juta orang terkena depresi, 60 juta orang terkena bipolar, 21 juta terkenaskizofrenia, serta 47,5 juta terkena dimensia. Jumlah penderita gangguan jiwa di Indonesia sebesar 0,17%dari jumlah penduduk berusia diatas 15 tahun, atau sekitar 37 ribu penduduk. Prevalensi penderitagangguan jiwa berat atau skizofrenia sebesar 1,7 per 1000 penduduk atau sekitar 400.000 penduduk.Prevalensi penderita skizofrenia di Sulawesi Tenggara sebesar 1,1 permil. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hubungan antara pengetahuan, kebutuhan, motivasi, emosi, dan budaya dengan persepsikeluarga skizofrenia di RSJ Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2018. Metode penelitian yang digunakanadalah analitik observasional menggunakan rancangan cross sectional study. Penelitian ini menggunakanteknik penarikan sampel nonprobability sampling dengan teknik accidental sampling. Populasi dalampenelitian ini berjumlah 324 orang dan sampel pada penelitian ini berjumlah 100 orang. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara pengetahuan dengan persepsi keluargaskizofrenia (pValue=1,000> 0,05), tidak ada hubungan bermakna antara kebutuhan dengan persepsikeluarga skizofrenia (pValue=0,349> 0,05), tidak ada hubungan bermakna antara motivasi dengan persepsikeluarga skizofrenia (pValue=0,051> 0,05), tidak ada hubungan bermakna antara emosi dengan persepsikeluarga skizofrenia (pValue=0,262> 0,05), serta tidak ada hubungan bermakna antara budaya denganpersepsi keluarga skizofrenia (pValue=0,527> 0,05). Kata kunci: Pengetahuan, Kebutuhan, Motivasi, Emosi, Budaya, dan Persepsi Keluarga Skizofrenia.
GAMBARAN KEPADATAN LALAT DI PASAR BASAH MANDONGA DAN PASAR SENTRAL KOTA KENDARI TAHUN 2018 Noviyani, Eva; La Dupai, La Dupai; Yasnani, Yasnani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 1 (2019): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.629 KB)

Abstract

Kepadatan lalat merupakan parameter keberhasilan dalam pengelolaan sampah. Kepadatan lalat yang tinggi pada TPS/TPA, menandakan bahwa pengelolaan sampah tidak berhasil. Menghitung angkakepadatan lalat pada suatu lokasi bertujuan untuk menilai baik buruknya lokasi tersebut. Semakin tinggiangka kepadatan lalat yang diperoleh artinya semakin buruk kondisi lokasi yang dinilai, begitupunsebaliknya semakin kecil angka kepadatan lalat artinya semakin baik kondisi lokasi tersebut. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui Gambaran Kepadatan Lalat di Pasar Tradisional Kota Kendari Tahun 2018.Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode pendekatan deskriptif. Carapengukuran kepadatan lalat yaitu dilakukan pemetaan lokasi pengukuran kepadatan lalat untukmenentukan titik lokasi pengukuran, letakkan Fly Grill horizontal pada tempat yang rata pada lokasi titiktersebut, hitung jumlah lalat yang hinggap di Fly Grill selama 30 detik, dan setiap titik lokasi dilakukan 10kali perhitungan dan 5 perhitungan tertinggi dijumlahkan kemudian dibagi 5. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa dari pengukuran kepadatan lalat berdasarkan tempat pengukuran di Pasar BasahMandonga dan Pasar Sentral Kota Kendari tahun 2018, angka kepadatan lalat paling tinggi terdapat di Pasarsentral Kota Kendari dengan rata-rata yaitu 38,8 (39) ekor/blok grill, sedangkan kepadatan lalat palingrendah terdapat di Pasar Basah Mandonga dengan rata-rata yaitu 24,7 (25) ekor/blok grill. Diharapkanpengelola pasar dapat dengan rutin melakukan pembasmian vektor lalat tersebut dan membuat TPS yangmemenuhi syarat.Kata kunci: vektor, lalat, kepadatan lalat
ANALISIS HAK DAN KEWAJIBAN PENGGUNA PUSKESMAS DALAM KESIAPAN PELAKSANAAN AKREDITASI PUSKESMAS DI WILAYAH KOTA KENDARI TAHUN 2018 Irma, Irma; Yuniar, Nani; Ahmad, La Ode Ali Imran
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 1 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.338 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v4i1.5778

Abstract

ABSTRAKPuskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatanperseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatanmasyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. Akreditasi adalah pengakuan terhadap puskesmas yang diberikan olehlembaga independen penyelenggara akreditasi yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan setelah dinilai bahwa puskesmas telahmemenuhi standar pelayanan puskesmas yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan untuk meningkatkanmutu pelayanan puskesmas secara berkesinambungan. Di Kota Kendari, puskesmas yang belum terakreditasi berjumlah 9 unitpuskesmas. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan jumlah informan sebanyak2 orang yaitu ketua bab II dan anggota bab II. Data yang dianalisis adalah hasil wawancara terkait kepemimpinan dan manajemen(KMP) serta telaah dokumen di Puskesmas Mekar, Labibia, Perumnas, dan Mata. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ke-4puskesmas wilayah Kota Kendari telah siap akreditasi berdasarkan hasil wawancara dan persiapan dokumen dari segi tata kelolapuskesmas, ketenagaan puskesmas, kegiatan pengelolaan puskesmas, hak dan kewajiban pengguna puskesmas, kontrak pihak ke3dan pemeliharaan sarana dan prasarana. Disarankan dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap kepemimpinan dan manajemendengan jenis penelitian kualitatif.Kata kunci : puskesmas, akreditasi, hak dan kewajiban pengguna puskesmas 
ANALISIS HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN SISWI TENTANG DESMINOREA (NYERI HAID) DENGAN TINGKAT STRESS PADA SISWI KELAS X SMA NEGERI 1 BARANGKA KABUPATEN MUNA BARAT TAHUN 2018 Yelti, Sukma; Majid, Ruslan; Rezal, Farid
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 1 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.202 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v4i1.5784

Abstract

Dismenorea merupakan gangguan menstruasi yang umum dialami oleh remaja. Prevalensi dismenore lebih dari50% di hampir setiap negara di dunia. Di Indonesia diperkirakan sekitar 55% wanita Indonesia mengalamidismenorea. Banyak faktor risiko terjadinya dismenore, di antaranya, usia, tingkat pengetahuan, sumber informasi,riwayat keluarga, stres dan lain-lain. Meski tidak terlalu membahayakan, dismenore tetap dapat menggangguaktivitas sehari-hari salah satunya terganggunya aktivitas belajar siswi. Tujuan penelitian diketahuinya hubunganantara tingkat pengetahuan tentang desminorea (nyeri haid) dengan tingkat stress pada siswi Kelas X SMA Negeri1 Barangka Kabupaten Muna Barat Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Populasi terdiriatas seluruh siswi kelas X berjumlah 54 orang. Sampel yang digunakan sebanyak 54 karena menggunakan tekniktotal samping. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner self-reported, termasuk infromasi responden,pengetahuan tentang dismenore dan tingkat stress. Analisis dalam penelitian ini berupa analisis univariat denganmenggunakan software pengolah data. Analisis bivariat menggunakan uji korasional Sperman dan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang disemenore dengan tingkatstress p value = 0,007 dengan nilai korelasi sebesar -0,517 yang artinya semakin tinggi tingkat pengetahuan siswimaka tingkat stress akan berkurang.Kata Kunci: Pengetahuan, Dismenorea, Tingkat Stress. 
GAMBARAN KESIAPAN AKREDITASI PUSKESMAS BERDASARKAN STANDAR UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT YANG BERORIENTASI SASARAN DI PUSKESMAS KOLONO KECAMATAN KOLONO KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2018 Santri, Desi; Ahmad, La Ode Ali Imran; Jumakil, Jumakil
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 1 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.403 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v4i1.5789

Abstract

Pelayanan kesehatan primer telah mengalami beberapa perubahan dan peningkatan sistem untuk memperbaikikapasitas pelayanannya agar lebih efektif, berkualitas, seragam dan aman. Di Indonesia, dalam rangka mewujudkanUniversal Health Coverage (Cakupan Kesehatan Semesta) pada tahun 2019, pemerintah melakukan berbagaipenguatan pelayanan kesehatan baik di fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun tingkat rujukan yaitu melaluimekanisme akreditasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui kesiapan akreditasi puskesmas berdasarkan standarupaya kesehatan masyarakat yang berorientasi sasaran di Puskesmas Kolono Kecamatan Kolono Kabupaten KonaweSelatan pada tahun 2018. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data diperoleh melaluiwawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Teknik analisis data menggunakan teknik content analysismenurut Bungin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan standar upaya kesehatan masyarakat yangberorientasi sasaran di Puskesmas Kolono dilaksanakan melalui penetapan jenis kegiatan UKM berdasarkankebutuhan dan harapan sasaran atau masyarakat melalui kotak saran dan kotak kepuasan serta temu muka dengan lintas sektor, lintas program maupun masyarakat itu sendiri. Hal tersebut menunjukkan bahwa Puskesmas Kolono pada standar upaya kesehatan masyarakat yang berorientasi sasaran telah siap akreditasi berdasarkan standarpelaksanaan akreditas Puskesmas. Kata kunci: kesiapan akreditasi, puskesmas, upaya kesehatan masyarakat yang berorientasi sasaran, pelayanankesehatan primer
ASPEK SOSIAL BUDAYA SUKU SASAK TENTANG PEMBERIAN PRELAKTEAL (MAKANAN SEBELUM ASI) PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAMBALE KABUPATEN BUTON UTARA TAHUN 2017 Hartinah, Sri Rahayu; La Dupai, La Dupai; Rezal, Farid
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 1 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.388 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i1.6419

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) ekskulsif pada bayi masih sangat rendah, hal ini salah satunya di sebabkan olehpemberian makanan prelakteal. Makanan prelakteal yaitu makanan yang diberikan selama 1-3 hari setelahkelahiran atau selama Ibu belum memiliki ASI. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui sosial budayamasyarakaat Suku Sasak terhadap pemberian makanan prelakteal pada bayi di salah satu wilayah kerja P uskemasLambale tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informanberjumlah 7 orang yang terdiri atas 3 informan biasa yaitu Ibu yang memiliki bayi kurang dari 6 bulan dan 4 orangsebagai informan kunci yaitu seorang tokoh adat, tokoh agama, belian atau dukun bayi, dan bidan yangmengetahui dengan jelas tentang sosial budaya masyarakat Suku Sasak di Desa tersebut. Hasil penelitian inimenunjukan perilaku sosial budaya masyarakat Suku Sasak di salah satu Wilayah kerja Puskesmas Lambale masihsangat sering dilakukan karena menganggap hal tersebut sudah menjadi warisan turun temurun dari nenekmoyang mereka terutama yang berkaitan dengan pemberian makanan prelakteal pada bayi yaitu berupa madu,kelapa muda dan nasi pakpak. Sosial budaya masyarakat Suku Sasak yang berkaitan dengan mengadakan upacaraperak api atau upacara pemberian nama pada bayi dengan cara mengayunkan bayi diatas bara api yangmelibatkan semua anggota keluarga dan masyarakat sekitar terutama para Ibu-ibu dan gadis remaja Suku Sasakdengan membawakan perlengkpan bayi berupa pakaian, bedak, sabun dan pernak-pernik bayi lainnya.Diharapkan bagi petugas Kesehatan Mayarakat di Pskesmas Lambale agar agar memberikan penyulahan tentangdampak pemberian makanan prelakteal pada bayi dan menekankan agar masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmaslambale khususnya mayarakat Desa Soloy Agung agar tidak memberikan makan prelakteal pada bayi.Kata Kunci : Makanan Prelakteal, ASI, Perak api, pakpak 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KECACINGAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 02 MAWASANGKA KABUPATEN BUTON TENGAH TAHUN 2017 Saif, Zakia; Tina, Lymbran
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 4 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.365 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i4.6239

Abstract

Infeksi kecacingan digolongkan sebagai neglected diseases oleh World Health Organization (WHO) yaitu suatupenyakit infeksi yang kurang diperhatikan, bersifat kronis tanpa gejala klinis yang jelas, dan dampaknya baru terlihatdalam jangka panjang seperti kurang gizi dan gangguan tumbuh kembang serta kognitif pada anak. Penelitian inibertujan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecacingan pada siswa Sekolah DasarNegeri 02 Mawasangka Kabupaten Buton Tengah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalahobservasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini anak kelas 1 sampaidengan kelas V sebanyak 224 dengan jumlah sampel sebanyak 67 responden, pengambilan sampel menggunakansimple random sampling. Data diperoleh dari kuisioner, hasil observasi dan pemeriksaan faces siswa dilaboratorium. Berdasarkan data hasil observasi dan kuisioner ditemukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikanantara pengetahuan ibu dengan kejadian kecacingan (p=0,725), ada hubungan yang signifikan antara personalhygiene dengan kejadian kecacingan (p= 0,032), tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis lantai rumah dengakejadian kecacingan (p=0,110), tidak ada hubungan yang signifikan antara kepemilikan jamban keluarga dengankejadian kecacingan (p=1,0), dan tidak ada hubungan yang signifikan antara ketersediaan air bersih (p=0,394).Diharapkan Bagi siswa, perlu meningkatkan pengetahuan, memperbaiki personal hygiene tindakan pencegahankecacingan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan pribadi. Kata Kunci: Kecacingan, Pengetahuan Ibu, Personal Hygiene,
PENGARUH TINGKAT ASUPAN ZAT BESI, VITAMIN B12 DAN ASAM FOLAT TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ABELI KOTA KENDARI TAHUN 2017 Desriani, Peggy; Tina, Lymbran
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 4 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.715 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i4.6240

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat secara global yang mempengaruhi Negara berkembang dengan konsekuensi terbesar terhadap kesehatan manusia serta perkembangan sosial dan ekonomi.Wanita usia subur atau usia prakonsepsi mempunyai risiko lebih tinggi mengalami anemia dibandingkan remajaputra. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan tingkat asupan zat besi, vitamin B12, dan asamfolat dengan kejadian anemia pada wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Abeli Kota Kendari tahun 2017.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Observasional Analitik dengan pendekatan Cross Sectional study.Jumlah sampel 67 responden. Dengan melihat bagaimana pengaruh tingkat asupan zat besi, vitamin B12 dan asamfolat terhadap kejadian anemia pada wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Abeli Kota Kendari tahun 2017.Dari hasil penelitian di temukan adanya pengaruh yang signifikan antara tingkat asupan zat besi (Fe) terhadapkejadian anemia dan tidak terdapat pengaruh antara tingkat asupan vitamin B12, tingkat asupan asam folatterhadap kejadian anemia pada wanita usia subur diwilayah kerja Puskesmas Abeli pada tahun 2017. Diharapkankepada wanita usia subur atau prakonsepsi agar lebih memperhatikan dan memperbanyak konsumsi zat gizi yangtermaksud didalamnya terdapat beragam mikronutrien yang diperlukan oleh tubuh untuk sintesis heme, kemudianmenghindari makanan dan minuman yang dapat menghambat penyerapan zat gizi khususnya zat besi sehinggabisa mengurangi risiko terkena anemia pada wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Abeli Kota Kendaritahun 2017.Kata Kunci: Anemia, Zat Besi, Vitamin B12, Asam Folat, Wanita Usia Subur di Kelurahan Abeli.
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANDOOLO UTAMA KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2018 Jumakil, Jumakil; Yasnani, Yasnani; Julaeha, Siti
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 2 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.9 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v4i2.7597

Abstract

Diare merupakan buang air besar dengan konsistensi cair (mencret) sebanyak tiga kali atau lebih dalam sehari(24 jam). Biasanya merupakan gejala infeksi gastrointestinal, yang dapat disebabkan oleh berbagai organismebakteri, virus dan parasit. Penyakit diare merupakan penyakit endemis di Indonesia dan juga merupakanpenyakit potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sering disertai dengan kematian. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui hubungan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah KerjaPuskesmas Andoolo Utama Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalahobservasional dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 425 balitadengan besar sampel sebanyak 206 balita. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariatdengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara pengelolaan air minumdengan kejadian diare pada balita (p-value= 0,799> 0,05), ada hubungan antara ketersediaan jamban keluargadengan kejadian diare pada balita (p-value= 0,001< 0,05), tidak ada hubungan antara pengelolaan air limbahdengan kejadian diare pada balita (p-value= 0,531> 0,05) dan untuk pengelolaan sampah hasil analisis tidakdapat di uji statistik (p-value = -). Kesimpulan yang didapatkan yaitu terdapat hubungan antara kepemilikanjamban keluarga dengan kejadian diare pada balita yang dipengaruhi oleh masih banyaknya jamban yangbelum memenuhi syarat kesehatan. Pada masyarakat sebaiknya bisa menjaga kebersihan jamban mereka. Halini dikarenakan sangat banyak banyak bakteri berbahaya yang timbul di WC sehingga kebersihannya harusselalu diperhatikan. Jamban yang tidak bersih dapat menjadi sumber persebaran bakteri penyebab penyakit dilingkungan rumah. Kata Kunci : Diare, Balita  Air Minum, Kepemilikan Jamban   
FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN UMUM TAHUN 2018 Tina, Lymbran; Lestika, Mimin; Yusran, Sartiah
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 2 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.438 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v4i2.7598

Abstract

Diabetes mellitus (DM) sebagai penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara absolute atau relatif darikerja dan atau sekresi insulin. Data dari International Diabetes Federation (IDF) yang menunjukkan bahwa jumlahpenderita DM di dunia pada tahun 2015 telah mencapai 415 juta orang dengan proporsi kejadian DM Tipe 2 adalah 98%dari populasi dunia yang menderita DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor risiko aktivitas fisik, polamakan, dan riwayat keluarga terhadap kejadian diabetes mellitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Buton Tahun 2018.Penelitian ini menggunakan rancangan case control study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yangmemeriksakan kesehatannya dibagian internaRumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buton yang berjumlah 250 orang.Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 sampel yakni 20 kasus dan 40 kontrol, pengambilan sampel menggunakanteknik total sampling. Hasil penelitian pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan faktor risiko kejadian diabetesmellitus tipe 2 yakni riwayat keluarga diperoleh nilai P-value= 0,004 serta nilai OR = 15,545 dengan Luwer limit = 1,894dan Upper limit = 127,60, sedangkan yang bukan faktor risiko diabetes mellitus tipe 2 yakni pola makan diperoleh nilaip-value = 0,180 serta nilai OR=0,375 dengan Upper limit=0,115 dan Upper limit= 1,225 dan aktivitas fisik tidak bisadianalisis karena ada sel yang tidak mempunyai nilai atau nol sehingga p value, OR, Luwer limit dan Uooer limit tidakbisa diketahui. Petugas kesehatan harus berperan aktif dalam pencegahan diabetes mellitus tipe 2 dengan melakukanpenyuluhan-penyuluhan di masyarakat.Kata kunci : Aktivitas fisik, Pola makan, dan Riwayat keluarga

Filter by Year

2016 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2024): Vol 9, No 1A (2024): Vol 8, No 4 (2023): Vol 8, No 3 (2023): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 3 (2023): Vol 8, No 2 (2023): Vol 8, No 1 (2023): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2023): Vol 7, No 4 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 3 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 1 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 4 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 3 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 2 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 1 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 4 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 3 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 2 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 1 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 4 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 3 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 2 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 1 (2019): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 1 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 4 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 4 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 3 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2018) Vol 3, No 2 (2018) Vol 3, No 1 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 1 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 8 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 4 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 2 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat More Issue