cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
GARIS adalah e-jurnal mahasiswa Jurusan Arsitektur terbitan Jurusan Arsitektur Universitas Halu Oleo. E-jurnal terbit tiga kali dalam setahun, merupakan media pendokumentasian dan publikasi karya tulis ilmiah yang berisikan hasil rancangan, teori, dan telaah ilmu Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2021)" : 20 Documents clear
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR METAFORA PADA DESAIN PERPUSTAKAAN KAMPUS UNIVERSITAS HALU OLEO DI KENDARI Afandi, Muhammad; Nurjannah, Irma; Tahir, Muhammad Arzal
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerencanaan perpustakaan UHO dilatarbelakangi oleh kebutuhan dan fungsi perpustakaan sebagai prasaranapendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsasehingga keberadaan perpustakaan sangatlah penting dan berdampak besar pada peradaban umat manusia khususnya dibidang pendidikan. Seiring waktu, eksistensi perpustakaan UHO cenderung kurang diminati dan tidak sesuai dengankarakteristik pengguna mayoritas yaitu kaum milineal yang menyukai hal- hal baru, ekspresif, menarik dan berfikiranterbuka. Oleh karena itu senada dengan tema yang diinginkan, maka penulis mengambil pendekatan arsitektur metafora.Penelitian ini ditunjukkan untuk; Pertama, mengolah tapak yang tepat pada perpustakaan UHO dengan pendekatanarsitektur Metafora; Kedua, mengolah kebutuhan ruang yang sama pada perpustakaan UHO; Ketiga, menerapkan prinsipprinsiparsitektur metafora pada perpustakaan UHO. Penelitian ini menggunakan metode grounded theory, sumber dataterdiri dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data terdiri dari teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.Berdasarkan hasil desain penelitian ini disimpulkan sebagai berikut; Pertama, gedung perpustakaan UHO menerapkanprinsip- prinsip pemusatan tempat sehingga aksebilitas mudah; Kedua, dalam pengolahan kebutuhan ruang menerapkanprinsip function follow forms yaitu kebutuhan ruang mengikuti bentuk bangunan; Ketiga, esensi arsitektur Metafora danesensi perpustakaan disinergikan sehingga menghasilkan perancangan yang diterapkan pada bentuk dan tampilanbangunan.Kata Kunci : Perpustakaan, Universitas, Arsitektur Metafora, Kendari.ABSTRACTUHO's library planning is motivated by the needs and functions of libraries as infrastructure for education, research,preservation, information, and recreation to increase the intelligence and empowerment of the nation so that the existenceof libraries is very important and has a major impact on human civilization, especially in the field of education. Over time,the existence of UHO libraries tends to be less desirable and does not match the characteristics of the majority users,namely millennials who like new things, are expressive, interesting and open-minded. Therefore, in line with the desiredtheme, the author takes a metaphorical architectural approach. This research is shown to; First, cultivate the rightfootprint in the UHO library with a Metaphor architecture approach; Second, processing the same space requirements inthe UHO library; Third, apply the principles of deconstruction architecture to the UHO library. This research usesgrounded theory method, the data source consists of primary and secondary data. Data collection techniques consist ofobservation, interview, and documentation techniques. Based on the results of this research design, it is concluded asfollows; First, the UHO library building applies the principles of centralization so that accessibility is easy; Second, inprocessing space requirements, the principle of function follow forms is applied, namely the space requirements follow theshape of the building; Third, the essence of Metaphor architecture and the essence of the library are synergized to producedesigns that are applied to the shape of the building.Keywords : Libraries, Universities, Architecture of Metaphor, Kendari
MUSEUM ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI (IPTEK) DI KOTA KENDARI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HYBRID Hakim, La Ode Abdul; Syukur, La Ode Abdul; Amri, Siti Belinda
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMuseum Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) didesain dengan pendekatan Arsitektur Hybrid, yang manaberusaha menggabungkan dua atau lebih teori, fungsi dan bentuk yang berbeda menjadi suatu fungsi serta bentuk baru.Elemen yang di gabungkan tersebut dalam penelitian ini yakni pola bentuk arsitektur lokal yang dimodifikasi dandigabungkan dengan teknologi bangunan terbarukan sehingga memiliki ciri khas desain tersendiri. Penelitian ini ditujukanuntuk merencanakan desain bangunan yang bisa menggambarkan karakter Arsitektur Hybrid pada Museum IlmuPengetahuan dan Teknologi, serta merencanakan ruang-ruang yang dapat memicu perkembangan Inovasi dan Kreatifitas.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dalam ranah perancangan arsitektur. Data primer yakni mengenaibentukan arsitektural rumah Adat Suku Tolaki dan data tapak. Data sekunder yakni mengenai Arsitektur Hybrid danMuseum Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan Studi Literatur, WawancaraTerstruktur, dan Studi Banding. Adapun kesimpulan dari penelitian ini sebagai berikut : pertama, elemen-elemenarsitektural rumah Adat Suku Tolaki yang dipilih (bentuk atap, dinding, konvigurasi panggung, serta ornamen)dimodifikasi bentuknya kemudian disesuaikan dengan penerapan teknologi bangunan terkini seperti pada konstruksi yangdigunakan, utilitas bangunan, dan penerapan teknologi pameran yang canggih. Kedua, untuk merencanakan ruang-ruangyang dapat memicu perkembangan inovasi dan kreaktivitas maka diperlukan pengaturan elemen ruang dalam sepertipenerapan warna, model sirkulasi, pencapaian ruang, pengaturan pencahayaan, penyajian materi IPTEK, serta penggunaanDiorama.Kata Kunci: Museum IPTEK, Arsitektur Hybrid.ABSTRACTThe Museum of Science and Technology (Science Center) is designed with a Hybrid Architecture approach, which seeks tocombine two or more different theories, functions and forms into a new function and form. The elements that are combinedin this study are local architectural forms that are modified and combined with renewable building technology so that theyhave their own distinctive design characteristics. This research is aimed at planning building designs that can describe thecharacter of Hybrid Architecture at the Science Center, as well as planning spaces that can trigger the development ofInnovation and Creativity. This study uses qualitative research methods in the realm of architectural design. Primary datais about the architectural formation of the Tolaki Tribe traditional house and site data. Secondary data is about HybridArchitecture and the Science Center. Data collection techniques were carried out by Literature Studies, StructuredInterviews, and Comparative Studies. The conclusions of this study are as follows: first, the architectural elements of theselected Tolaki Traditional house (roof shape, walls, stage configuration, and ornaments) were modified in shape and thenadapted to the application of the latest building technology such as the construction used, building utilities, and theapplication of advanced exhibition technology. Second, to plan spaces that can trigger the development of innovation andcreativity, it is necessary to arrange internal space elements such as the application of colors, circulation models, spaceachievements, lighting arrangements, presentation of science and technology materials, and the use of dioramas.Keywords: Science Center, Hybrid Architecture.
PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP WATERFRONT CITY PADA PERENCANAAN PUSAT WISATA KULINE DI KOTA LAMA KENDARI Jannah, Syamsinar Miftahul; Nurjannah, Irma; Noraduola, Dwi Rinnarsuri
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerkembangannya Kota Lama Kendari menjadi pusat perekonomian pertama di Kota Kendari ditandai denganberdirinya Pasar Tradisional pertama pada tahun 1964, namun seiring perkembangan zaman kearah yang lebih modernKota Lama Kendari mengelami penurunan perekonomian dalam hal perdagangan. Seperti yang kita ketehaui bahwakawasan kota lama saat ini menjadi destinasi wisata baru di kota Kendari setelah berdirinya jembatan bahteramas yangmenjadi salah satu ikon baru. Dan harus adanya wadah seperti pusat wisata kuliner yang dapat memenuhi kebutuhanpengunjung dalam berwisata guna memajukan kembali perekonomian dibidang perdagangan di kota lama kendari. Olehkarena itu senada dengan penempatan lokasi perencanaan yang terletak disekitar teluk Kendari maka penulis mengambilpendekatan Waterfront City. Ditujukan untuk; pertama; menentukan tapak/site dalam merencanakan pusat wisata kulinerdengan pendekatan Waterfront City di Kota Lama Kendari; Kedua, mengetahui apakah potensi pada Tapak dapatmendukung perencanaan pusat wisata kuliner di Kota Lama Kendari; Ketiga, mengetahui proses perencanaan gedung pusatwisata kuliner dengan pendekatan Waterfront City. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data kuantitatif dankualitatif, analisa, kemudian tahap rancangan. Berdasarkan hasil desain perencanaan disimpulkan sebagai berikut; Pertama,tapak ditempatkan pada ruang terbuka disebelah Pelabuhan nusantara; Kedua, potensi pada tapak meliputi view telukKendari yang mendukung aktivitas berwisata; Ketiga, pendekatan waterfront city diterapkan pada fisik bangunan danKawasan pusat wisata kuliner.Kata Kunci : Kota Lama Kendari, Pusat Wisata Kuliner, Waterfront City.ABSTRACTThe development of Kendari Old Town into the first economic center in Kendari City was marked by the establishmentof the first Traditional Market in 1964, but along with the development of the times towards a more modern Kendari OldTown experienced a decline in the economy in terms of trade. As we know that the old city area is now a new touristdestination in the city of Kendari after the establishment of the Bahteramas bridge which became one of the new icons. Andthere must be a container such as a culinary tourism center that can meet the needs of visitors on a tour in order to repromotethe economy in the trade sector in the old city of Kendari. Therefore, in line with the placement of the planninglocation which is located around Kendari Bay, the author takes the Waterfront City approach. Intended for; first;determine the site/site in planning a culinary tourism center with a Waterfront City approach in the Old Town of Kendari;Second, to find out whether the potential in site can support the planning of a culinary tourism center in Kendari OldTown; Third, knowing the process of planning a culinary tourism center building with a Waterfront City approach. Thisstudy uses quantitative and qualitative data collection methods, analysis, then the design stage. Based on the results of theplanning design, it is concluded as follows; First, the site is placed in an open space next to the Indonesian port; Second,the potential on the site includes the view of Kendari Bay which supports tourist activities; Third, the waterfront cityapproach is applied to the physical building and the culinary tourism center area.Keywords : Kendari Old Town, Culinary Tourism Center, Waterfront City.
PENERAPAN PRINSIP HI-TECH ARCHITECTURE PADA AKADEMI DESAIN GRAFIS DAN ANIMASI DI KOTA KENDARI Syarif, Syamsul Rijal; Santi, Santi; Syukur, La Ode Abdul
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerencanaan akademi desain grafis dan animasi di Kota Kendari lahir untuk memberikan jawaban kepadamasyarakat Kota Kendari terhadap kebutuhan penyampaian informasi serta gagasan yang lebih menarik dankreatif secara visual. Minimnya tenaga ahli serta kurangnya wadah masyarakat untuk berkarya, dan kebutuhanmasyarakat lokal yang semakin hari semakin meningkat, menyebabkan kebutuhan atas pendidikan desain grafisdan animasi harus ditingkatkan ke jenjang yang lebih profesional. Berdasarkan hasil dari studi literatur,observasi dan studi banding yang dilakukan, faktor penentuan lokasi memberikan pengaruh besar terhadapkemudahan masyarakat dalam mengakses bangunan, orientasi pihak pengelola kampus untuk memperolehmahasiswa baru di setiap tahunnya, dan faktor lokasi memberikan dampak visual yang menarik bagi bangunanitu sendiri. Hasil dari penelitian ini berupa perencanaan sebuah akademi desain grafis yang mampu memberikancontoh sebagai sebuah akademi desain grafis yang mampu berdiri secara mandiri dengan penerapan arsitekturberteknologi tinggi atau yang lebih dikenal dengan hi-tech architecture untuk menunjang segala kebutuhan danaktifitas yang terjadi di dalam bangunan, sehingga kedepannya proyek ini dapat menghasilkan desainer-desainerdan animator-animator profesional yang dapat bersaing secara nasional maupun internasional.Kata Kunci: Akademi Desain Grafis dan Animasi, Kota Kendari, Hi-Tech ArchitectureABSTRACTThe planning of graphic design and animation academy in Kota Kendari appears to provide the answer tothe people about the need of convey ideas and information that visually creative and attractive. Lacks ofexperts, lacks of space to work, and higher interest of local people cause the need of graphic design andanimation education to be increased to a more professional level. Based on the result of literature study,observation, and the comparative study, the location determination factors provide the convinience accessibilityfor the comunity to access the building, the convinience fot the campus in obtaining the new students every year,and the location determination factors also affect the building facade visually. The result of this research is inthe form of the planning of a graphic design and animation academy that can stand independently with theapplication of high technology or hi-tech architecture to support all the needs and activities in the building. So,in the future, this project can produce professional designers and animators who can compete both nationallyand internationally.Keywords: Graphic Design and Animation Academy, Kendari City, Hi-Tech Architechture
PENERAPAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR PADA KANTOR DPRD KABUPATEN BUTON TENGAH Karim, Abdul Jabal; Santi, Santi; Tahir, M. Arzal
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKabupaten Buton Tengah merupakan hasil pemekaran dari kabupaten Buton yang dimekarkan pada pertengahan tahun2014. Sebagai daerah otonom baru, pembangunan kantor adalah salah satu prioritas pemerintah, salah satunya adalahkantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang merupakan wadah sebagai penyalur aspirasi masyarakat Kabupaten ButonTengah. Olehnya itu, perlu adanya kantor DPRD yang dapat memenuhi standar dan aturan pemerintah, serta dapatmenampilkan kembali nilai-nilai kebudayaan dalam bentuk rancangan arsitektur yang tampil modern. Rancangan dilakukandengan metode pengumpulan data lapangan melalui wawancara tidak terstruktur dan studi pustaka maupun studi literatur.Kemudian dilanjutkan dengan analisis data yang menghasilkan konsep perancangan, desain dan maket. Hasil daripenelitian disimpulkan bahwa lokasi perencanaan berada di kecamatan Lakudo desa Matawine, dalam kawasanperkantoran. Dengan penerapan konsep arsitektur Neo-Vernakular, yang menampilkan arsitektur tradisional lokal dengantampilan yang modern. Berdasarkan penerapannya, aspek dari arsitektur Neo-Vernakular yang diterapkan pada kantor iniadalah aspek fisik, yaitu bentuk, ornamen dan material.Kata Kunci: Kantor DPRD, Neo-Vernakular, Kabupaten Buton TengahABSTRACTCentral Buton Regency is the result of the division of Buton Regency which was divided in mid 2014. As a newautonomous region, office development is one of the government's priorities, one of which is the Regional House ofRepresentatives office which is a forum for channeling the aspirations of the people of Central Buton Regency. Therefore, itis necessary to have a DPRD office that can meet government standards and regulations, and can re-present culturalvalues in the form of architectural designs that appear modern. The design was carried out using field data collectionmethods through unstructured interviews and literature studies as well as literature studies. Then proceed with dataanalysis that produces design concepts, designs and mockups. The results of the study concluded that the planning locationis in the Lakudo sub-district, Matawine village, in the office area. With the application of the Neo-Vernacular architecturalconcept, which displays local traditional architecture with a modern look. Based on its application, the aspects ofNeoarchitecture Vernacular that are applied to this office are physical aspects, that is form, ornament and material.Keywords: DPRD Office, Neo-Vernacular, Central Buton Regency
REDESAIN TERMINAL PENUMPANG PELABUHAN SIKELI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR VERNAKULAR Riska, Riska; Ilham, Ilham; Hasan, La Oode Amrul
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTerminal penumpang pelabuhan Sikeli merupakan salah satu pintu masuk utama untuk kedaerah Pulau Kabaena. Yangdimana Kabeana merupakan salah satu daerah yang terletak di Kabupaten Bomban Sulawesi Tenggara degan Luasandaratan 873 km², adapun fungsi dari pelabuhan Sikeli yakni sebagai penghubung pulau kebaena dengan daerahdisekitarannya dan menjadi tempat perputar ekonomi bagi masyarakat Kabae-na.Namun pada kenyataanya, pentingnyaperanan terminal penumpang pelabuhan Sikeli bagi masyarakat tidak mampu memfasilitasi segala bentuk kegiatan padabanguna tersebut. Maka dari itu perlu ada perencanaan Redesain Terminal penumpang sebagai pendukung segala aktivitaspada area terminal. Adapun dari segi penerapan konsep terhadap bangunan yakni penerapan konsep Arsitektur Vernakularsehingga bangunan terminal tidak hanya menjadi penyedia jasa angkutan umumu melainkan terminal tersebut merupakangerbang masuk ke pulau kabaena. maka dari itu penerapan konsep arsitektur vernakular pada bangunan terminal penumpansangat penting sehingga bangunan tersebut menjadi ikon untuk daerah pulau kabaena.Kata Kunci: Redesain, Terminal Penumpang, Pelabuhan Sikeli, Arsitektur Vernakular.ABSTRACTThe Sikeli port passenger terminal is one of the main entrances to the Kabaena Island area. Which is where Kabeana isone of the areas located in Bomban Regency, Southeast Sulawesi with a land area of 873 km², while the function of theSikeli port is to connect the Kebaena island with the surrounding area and become a place of economic rotation for theKabae-na community.But in fact, the important role of the Sikeli port passenger terminal for the community is not able tofacilitate all forms of activities in the building. Therefore, it is necessary to plan a redesign of the passenger terminal tosupport all activities in the terminal area. As for the application of the concept to the building, namely the application ofthe Vernacular Architecture concept so that the terminal building is not only a provider of public transportation services,but the terminal is the entrance gate to the island of kabaena. Therefore, the application of the concept of vernaculararchitecture to the passenger terminal building is very important so that the building becomes an icon for the KabaenaIsland area.Keywords: Redesign, Passenger Terminal, Sikeli Harbor, Vernacular Architecture.
PENERAPAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR PADA PERENCANAAN GALERI BUDAYA SULAWESI TENGGARA Erwin, Erwin; Ramadan, Sachrul; Hasan, La Ode Amrul
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKGaleri budaya Sulawesi tenggara hendaknya didesain dengan arsitektur Neo vernakular. Arsitektur lokal yangcenderung terabaikan di provinsi Sulawesi Tenggara adalah arsitektur vernakular Tolaki, arsitektur vernakular Buton danarsitektur vernakular Muna. Penelitian ini ditujukan sebagai berikut: (1) untuk mewujudkan bangunan yang mampumemenuhi fungsi dan mewadahi aktifitas yang ada dalam Galeri Budaya Sulawesi Tenggara; (2) Untuk menerapkan asasdan prinsip Arsitektur Neo Vernakular pada perencanaan bangunan Galeri Budaya Sulawesi Tenggara;. Penelitian inimenggunakan metode perancangan arsitektur dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer antara lain data tapak dandata arsitektur vernakular tolaki, buton dan muna. Sumber data sekunder antara lain arsitektur neo vernakular dan Galeribudaya. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis datadilakukan dengan cara data direduksi, data disajikan, dan data disimpulkan. Penelitian ini disimpulkan sebagai berikut:pertama, Mewujudkan bangunan galeri yang mampu memenuhi fungsi dan dan wewadahi aktifitas melalui analisis makrodan mikro; kedua, penerapan arsitektur neo vernakular melalui ideology, prinsip dan konsep.Kata Kunci : Vernakular Sulawesi Tenggara Galeri Budaya , Neo-Vernakular.ABSTRACTSoutheast Sulawesi cultural galleries should be designed with Neo vernacular architecture. Local architecture thattends to be neglected in Southeast Sulawesi province is Tolaki vernacular architecture, Buton vernacular architecture andMuna vernacular architecture. This research is aimed as follows: (1) to realize a building that is able to fulfill the functionand accommodate the activities in the Southeast Sulawesi Cultural Gallery; (2) To apply the principles and principles ofNeo Vernacular Architecture in the planning of the Southeast Sulawesi Cultural Gallery; This study uses an architecturaldesign method with a qualitative approach. Primary data sources include site data and vernacular architectural data forTolaki, Buton and Muna. Secondary data sources include neo-vernacular architecture and cultural galleries. Datacollection techniques were carried out by means of observation, interviews, and documentation. The data analysistechnique was carried out by reducing the data, presenting the data, and inferring the data. This research is concluded asfollows: first, Realizing a gallery building that is able to fulfill the function and accommodate activities through macro andmicro analysis; second, the application of neo-vernacular architecture through ideology, principles and concepts.Keywords: Vernacular Southeast Sulawesi Cultural Gallery, Neo-Vernacular.
PENERAPAN ARSITEKTUR NEOVERNAKULAR TOLAKI PADA TERMINAL PENUMPANG BANDAR UDARA HALU OLEO BERTARAF INTERNASIONAL DI KOTA KENDARI Ishak, Ishak; Ramadan, Sachrul; Rosyidah, Sitti
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSalah satu faktor untuk memperlancar dan membangun perekonomian suatu wilayah adalah baik buruknya saranatransportasi, dalam hal ini transportasi udara. Transportasi udara sebagai fasilitas pendukung dalam mendukung potensipotensisuatu daerah khusus dari segi pariwisata dan industri, sehingga transportasi udara adalah moda yang penting dalammenunjang mobilitas masyarakat. Upaya memaksimalkan pelayanan jasa penerbangan bagi masyarakat di SulawesiTenggara khususnya pada daerah 100 Km dari lokasi Terminal, maka tercipta ide serta gagasan untuk merencanakanfasilitas dalam kawasan bandar udara khususnya terminal penumpang. Perencanaan bandar udara di Kabupaten KonaweSelatan sebagai jalan keluar pemecahan masalah dalam upaya peningkatan kualitas serta kuantitas pelayanan bandar udara.Konsep Neovernakular merupakan strategi yang dilakukan agar budaya daerah dapat di kenal oleh pendatang , tidakterlupakan, dan tetap di ingat oleh masyakat Indonesia.Kata Kunci: Bandar Udara, Terminal penumpang, Konawe Selatan, Arsitektur Neovernakular TolakiABSTRACTOne of the factors to facilitate and develop the economy of a region is the good or bad transportation facilities, in thiscase air transportation. Air transportation as a supporting facility in supporting the potentials of a special area in terms oftourism and industry, so that air transportation is an important mode in supporting community mobility. Efforts tomaximize flight services for people in Southeast Sulawesi, especially in the area 100 km from the Terminal location,created ideas and ideas to plan facilities in the airport area, especially the passenger terminal. Airport planning in SouthKonawe Regency as a way out of solving problems in an effort to improve the quality and quantity of airport services. TheNeovernacular concept is a strategy carried out so that local culture can be recognized by immigrants, not forgotten, andstill remembered by the Indonesian people.Keywords: Airport, Passenger Terminal, South Konawe, Tolaki Neovernacular Architecture
PERENCANAAN PUSAT PERBELANJAAN BERKONSEP CITY WALK DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HIJAU DI KABUPATEN KONAWE SELATAN Ardianto, Mego; Kadir, Ishak; Rosyidah, Sitti
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerencanaan Pusat Perbelanjaan berkonsep City Walk didesain dengan tujuan memberikan sebuah perkembangan barubagi Kabupaten Konawe Selatan. Yang dimana salah satu hambatan yang ada yaitu kurangnya fasilitas pelayanan sehinggatidak adanya aktivitas terpusat dari masyarakat dalam kegiatan ekonomi untuk skala besar dan menyebabkan kurangnyaminat masyarakat untuk tinggal dan menetap pada pusat Kota Kabupaten Konawe Selatan. Kehadiran Pusat PerbelanjaanBerkonsep city walk Dengan Pendekatan Arsitektur Hijau diharapkan dapat menjadi sebuah bangkitan dan daya tarik bagimasyarakat untuk tinggal dan menetap di pusat kota kabupaten dan melakukan aktivitas perekonomian di daerah sehinggaperputaran ekonomi tetap terjadi di Kabupaten Konawe Selatan. Konsep city walk pada pusat perbelanjan yang mengadopsipedestrian pada sebuah kota, dapat diterapkan untuk memberikan suasana berbeda kepada pengunjung saat berbelanja.Untuk meminimalisir penggunaan energi diperlukan sebuah penekanan konsep pada perancangan pusat perbelanjaan.Dengan pendekatan arsitektur hijau dapat diterapkan sebagai solusi dari penggunaan energi ber-lebihan padabangunan. Prinsip dasar arsitektur hijau digunakan untuk mengurangi dampak lingkungan yang kurang baik, meningkatkankenyamanan manusia dengan efisiensi dan pengurangan penggunaan sumber daya energi. Tulisan ini menggunakan metodeanalisis deskriptif kualitatif dengan menguraikan permasalahan dan kebutuhan ruangnya. Data primer mengenai PusatPerbelanjaan. Sedangkan data sekunder mengenai Arsitektur Hijau dan konsep City Walk. Metode pengumpulan data melaluistudi literatur, pengamatan langsung, wawancara terstruktur dan studi banding. Hasil penelitian ini menunjukan lokasiterpilih terletak di Kecamatan Andoolo. Fasilitas Pusat Perbelanjaan terdiri dari fasilitas utama berupa retail store, supermarket,departemen store, restoran, cafe, foodcourt, serta fasilitas penunjang lainnya.Kata Kunci : Pusat Perbelanjaan, City Walk, Arsitektur Hijau, Kabupaten Konawe Selatan.ABSTRACTShopping Center Planning with the City Walk concept is designed with the aim of providing a new development forSouth Konawe Regency. Which is where one of the existing obstacles is the lack of service facilities so that there is nocentralized activity from the community in large-scale economic activities and causes a lack of public interest in living andsettling in the center of the City of South Konawe Regency. The presence of a shopping center with a city walk concept witha green architectural approach is expected to be an awakening and attraction for people to live and settle in the districtcity center and carry out economic activities in the area so that economic turnover continues to occur in South KonaweRegency. The concept of a city walk in a shopping center that adopts pedestrians in a city, can be applied to provide adifferent atmosphere for visitors when shopping. To minimize energy use, an emphasis on the concept of shopping centerdesign is needed. With the green architectural approach, it can be applied as a solution to the excessive use of energy inbuildings. The basic principles of green architecture are used to reduce adverse environmental impacts, increase humancomfort with efficiency and reduce the use of energy resources. This paper uses a qualitative descriptive analysis method todescribe the problems and space requirements. Primary data regarding Shopping Centers. While the secondary data isabout Green Architecture and the City Walk concept. Methods of data collection through literature study, directobservation, structured interviews and comparative studies. The results of this study indicate that the selected location islocated in Andoolo District. Shopping Center facilities consist of main facilities in the form of retail stores, supermarkets,department stores, restaurants, cafes, food courts, and other supporting facilities.Keywords: Shopping Center, City Walk, Green Architecture, South Konawe Regency.
PENERAPAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR PADA PERENCANAAN HOTEL RESORT PADA KAWASAN WISATA PANTAI BUNGI DI KABUPATEN BUTON TENGAH Candra, Candra; Kadir, Ishak Kadir; Aulia, Weko Indira Romanti
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKabupaten Buton Tengah merupakan salah satu Kabupaten di Sulawesi Tenggara yang memiliki banyak obyek wisata,akan tetapi dalam pengembangan potensi yang ada belum optimal, terlihat dari kurangnya sarana akomodasi berupa saranapenginapan (hotel, hotel resort, motel, losmen dan bungalow). Olehnya itu, perlu adanya perencanaan hotel resort yangdapat menampung dan mengakomodir seluruh kegiatan-kegiatan wisatawan, serta dapat menampilkan karakterisitik danciri khas daerah yang tampil modern tanpa menghilangkan nilai arsitektur lokal yang ada. Rancangan dilakukan denganmetode pengumpulan data di lapangan melalui wawancara tidak terstruktur dan studi pustaka maupun studi literatur.Kemudian dilanjutkan dengan analisis data yang menghasilkan konsep perancangan, desain dan maket. Hasil daripenelitian disimpulkan bahwa lokasi perencanaan berada di kecamatan Lakudo desa Moko, dalam kawasan perkantoran.Dengan penerapan konsep arsitektur Neo-Vernakular, yang menampilkan arsitektur traidisional lokal dengan tampilan yangmodern. Berdasarkan penerapannya, arsitektur Neo-Vernakular yang diterapkan pada hotel resort ini adalah ciri-ciri dariarsitektur Neo-Vernakular.Kata Kunci: Hotel Resort, Neo-Vernakular, Kabupaten Buton TengahABSTRACTCentral Buton Regency is one of the regencies in Southeast Sulawesi that has many tourism objects, but thedevelopment of the existing potential is not optimal, as can be seen from the lack of accommodation facilities in the form oflodging facilities (hotels, resort hotels, motels, inns and bungalows). Therefore, it is necessary to plan a resort hotel thatcan accommodate and accommodate all tourist activities, and can display regional characteristics and characteristics thatappear modern without losing the existing local architectural value. The design is carried out using data collectionmethods in the field through unstructured interviews and literature studies and literature studies. Then proceed with dataanalysis that produces design concepts, designs and mockups. The results of the study concluded that the planning locationis in the Lakudo sub-district, Moko village, in the office area. With the application of the Neo-Vernacular architecturalconcept, which displays local traditional architecture with a modern look. Based on its application, the Neo-Vernaculararchitecture applied to this resort hotel is the hallmark of Neo-Vernacular architecture.Keywords: Resort Hotel, Neo-Vernacular, Central Buton Regency

Page 1 of 2 | Total Record : 20