cover
Contact Name
La Rudi
Contact Email
jpkim@uho.ac.id
Phone
+6282367771976
Journal Mail Official
jpkim@uho.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25034480     EISSN : 27212963     DOI : http://dx.doi.org/10.36709/jpkim%20uho
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Univertsitas Halu Oleo terbit 3 kali setahun yaitu April, Agustus dan Desember setiap tahunnya, dengan menerbitkan artikel ilmiah hasil-hasil penelitian Pendidikan Kimia dan juga Kimia Terapan. Artikel yang akan dimuat dalam pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo harus yang original dan belum pernah dipublikasi di jurnal manapun prosiding dan bebas dari aktivitas plagiarisme. Artikel akan dimuat setelah melalui tahapan review dari reviewer dan dinyatakan bebas dari aktivitas plagiarisme. Focus dan Scope Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo adalah Artikel hasil penelitian pendidikan kimia mencakup: Efektifitas Penerapan model-model pembelajaran Kimia, Penelitian Tindakan kelas, Analisis kesulitan belajar
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2019): Edisi Agustus" : 10 Documents clear
FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI IMBANG KULIT BATANG KAYU JAWA (Lannea coromandelica) DAN RIMPANG JAHE EMPRIT (Zingiber officinale var. Rubrum) Fitriyanti, Fitriyanti; Nasrudin, Nasrudin; Rudi, La
Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo Vol 4, No 2 (2019): Edisi Agustus
Publisher : Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.178 KB) | DOI: 10.36709/jpkim.v4i2.11303

Abstract

Telah dilakukan penelitian Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Kombinasi Imbang Kulit Batang Kayu Jawa (L. coromandelica) (KBKJ) dan Rimpang Jahe Emprit (Z. officinale var. Rubrum) (RJE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kandungan metabolit sekunder kombinasi imbang KBKJ dan RJE pada sampel segar, serbuk dan hasil seduhan serbuk dan mengetahui perbandingan kombinasi imbang seduhan serbuk KBKJ dan RJE yang menunjukkan aktivitas antioksidan paling tinggi. Kandungan metabolit sekunder ditentukan dengan metode fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH. Hasil fitokimia kombinasi imbang KBKJ dan RJE pada sampel segar mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, fenolik, tanin, dan terpenoid. Sampel serbuk dan sampel seduhan serbuk mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, fenolik, tanin, dan terpenoid. Kombinasi imbang seduhan serbuk KBKJ dan RJE yang menunjukkan aktivitas antioksidan paling tinggi terdapat pada perbandingan 1IC50:1IC50 dengan penghambatan terhadap aktivitas radikal DPPH sebesar 59%.
ANALISIS MANAJEMEN LABORATOTIUM KIMIA DALAM MENUNJANG PEMBELAJARAN KIMIA SMA NEGERI DI KOTA KENDARI Fitriyani, Fitriyani; Marhadi, Muh. Ali; Rudi, La
Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo Vol 4, No 2 (2019): Edisi Agustus
Publisher : Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.164 KB) | DOI: 10.36709/jpkim.v4i2.11323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis manajemen laboratorium kimia dengan sub fokus (1) Perencanaan laboratorium kimia SMA Negeri di Kota Kendari; (2) Pengorganisasian laboratorium kimia SMA Negeri di Kota Kendari; (3) Pelaksanaan program kerja laboratorium kimia SMA Negeri di Kota Kendari; (4) Pengawasan dan evaluasi program kerja di laboratorium kimia SMA Negeri di Kota Kendari. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan lokasi SMA Negeri 4 Kendari, SMA Negeri 7 Kendari dan SMA Negeri 8 Kendari. Sumber data penelitian ini diperoleh dari Kepala Sekolah, Guru kimia dan Kepala Laboratorium, Metode pengumpulan data menggunakan angket, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) perencanaan program kerja laboratorium kimia sebanyak 3 sekolah yaitu SMA Negeri 4 Kendari sebesar (92,92%), SMA Negeri 7 Kendari sebesar (88,31) dan SMA Negeri 8 Kendari sebesar (87,69%) dikategorikan sangat baik (2) pengorganisasian laboratorium kimia sebanyak 3 sekolah,yaitu SMA Negeri 4 Kendari dan SMA Negeri 7 sebesar (90,00%) dan SMA Negeri 8 Kendari sebesar (86,92%) dikategorikan sangat baik, (3) pelaksanaan program kerja laboratorium kimia sebanyak 3 sekolah yaitu SMA Negeri 4 Kendari sebesar (90,42%), SMA Negeri 7 Kendari sebesar (83,1%) dan SMAN 8 Kendari sebesar (90,14%) dikategorikan sangat baik (4) pengawasan dan evaluasi program kerja laboratorium kimia SMA Negeri 4 Kendari sebesar (81,95%) dan SMA Negeri 8 Kendari (83,41%) dikategorikan sangat baik dan SMA Negeri 7 Kendari sebesar (74,15%) dikategorikan baik.
KARAKTERISTIK DAN PROFIL PENGUASAAN KONSEP MATERI POKOK ASAM BASA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI KELAS XI MIA1 SMA NEGERI 1 BESULUTU Misna, Misna; Rafiuddin, Rafiuddin; Dahlan, Dahlan
Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo Vol 4, No 2 (2019): Edisi Agustus
Publisher : Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.331 KB) | DOI: 10.36709/jpkim.v4i2.11311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan profil penguasaan konsep materi pokok asam basa  menggunakan model pembelajaran inkuiri, profil persepsi siswa terkait dengan konsep dalam materi asam basa, peningkatan penguasaan konsep sebelum dan sesudah diajar menggunakan  model pembelajaran inkuiri, perbedaan peningkatan penguasaan konsep siswa antara kelompok kemampuan dalam penerapan model pembelajaran inkuiri pada materi pokok asam basa, serta perbedaan persepsi terkait dengan konsep dalam materi pokok asam basa antara kelompok kemampuan siswa dalam penerapan model pembelajaran inkuiri. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 17 label konsep pada materi pokok Asam Basa, terdiri dari 35,29% konsep yang menyatakan prinsip dan konsep yang menyatakan proses dan 29,41%  konsep yang menyatakan ukuran atribut. Persentase skor posttest tertinggi pada label konsep persamaan reaksi asam basa Arrhenius berkaitan dengan penentuan spesi-spesi larutan yang terbentuk sebesar 96% dan persentase skor posstest terendah pada label konsep derajat ionisasi berkaitan dengan perhitungan derajat ionisasi basa jika diketahui pH basa sebesar 64,3%. Persentase persepsi siswa skor tertinggi untuk satu kelas sebesar 89,4% serta kelompok kemampuan siswa tinggi 100%, sedang 91,6% dan rendah 75% terdapat pada kategori kurang, Penerapan model pembelajaran inkuiri menunjukkan tidak ada perbedaan persepsi terkait dengan konsep dalam materi asam basa  yang signifikan antar kelompok kemampuan siswa berdasarkan skor angket yaitu antara kelompok siswa berkemampuan tinggi dengan sedang, kelompok siswa berkemampuan tinggi dengan rendah, dan kelompok siswa berkemampuan sedang dengan rendah dengan demikian model pembelajaran inkuiri efektif digunakan pada ketiga kelompok kemampuan siswa.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK METANOL DAUN GAMAL (Gliricidia sepium L.) TERHADAP KUTU BERAS (Sitophylus oryzae L.) Suroto, La; Dali, Arniah; Nurlansi, Nurlansi
Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo Vol 4, No 2 (2019): Edisi Agustus
Publisher : Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.402 KB) | DOI: 10.36709/jpkim.v4i2.11326

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak metanol daun gamal (G. sepium L.) dan untuk mengetahui aktivitas ekstrak metanol daun gamal (G. sepium L.) terhadap kutu beras (S. Oryzae L.). Sebanyak 300 gram daun gamal di maserasi dengan methanol teknis selama 6ï‚´24 jam. Rendemen ekstrak yang di peroleh sebanyak 25,8 %. Ekstrak kemudian diskrining fitokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun gamal (G. sepium L.) mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, steroid, saponin dan tannin. Persentase kematian kutu beras setelah pemberian ekstrak daun gamal pada konsentrasi 1000 ppm, 800 ppm, 600 ppm, 400 ppm, 200 ppm, 100 ppm dan 10 ppm secara berturut-turut adalah 54,54 %, 24,56 %, 9,21 %, 3,03 %, 0 %, 0 % dan 0 % serta kelompok kontrol 0 %. Pada konsentrasi 1000 ppm menunjukkan pengaruh yang besar terhadap kutu beras dengan persentase kematian sebesar 54,54 %. Persentase kematian kutu beras dihitung setelah pengamatan 72 jam, menggunakan persamaan Mc Laughlin sehingga dapat diketahui nilai LC50 dari sampel yang di uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun gamal memiliki aktivitas dengan LC50 sebesar 901,57 ppm, bersifat toksik terhadap kutu beras (Sitophylus oryzae L.)
PENGARUH VARIASI MASSA KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.) PADA AIR MINUM TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA Azmi, Muh Ulul; Rahmanpiu, Rahmanpiu; Harimu, La
Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo Vol 4, No 2 (2019): Edisi Agustus
Publisher : Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.501 KB) | DOI: 10.36709/jpkim.v4i2.11315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh massa kayu secang (C. sappan L.) dalam minuman secang terhadap sifat fisikokimia yang sesuai SNI dan untuk mengetahui organoleptik minuman secang. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan variasi massa kayu secang (C. sappan L.) sebanyak 1, 2, 3, 4, 6, 8, dan 10 gram dalam 1 liter air. Pengukuran Total Dissolved Solid (TDS) menggunakan alat TDS meter, pengukuran bau, rasa, dan warna diuji secara organoleptik menggunakan 15 orang panelis, dan pengukuran pH menggunakan alat pH meter. Berdasarkan hasil penelitian dan tingkat kesukaan panelis diperoleh perlakuan terbaik yaitu 1 gram dalam 1 liter air dengan nilai Total Dissolved Solid (TDS) 188 mg/L, rata-rata tertinggi tingkat kesukaan panelis terhadap aroma 3,082, terhadap rasa 3,007, dan terhadap warna 2,716 serta nilai pH 6,8.
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA SISWA KELAS X MIA SMAN 1 LAMBANDIA MATERI POKOK LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT Kadir, Elfira; Marhadi, Alim; Maysara, Maysara
Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo Vol 4, No 2 (2019): Edisi Agustus
Publisher : Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.137 KB) | DOI: 10.36709/jpkim.v4i2.11372

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan judul Penerapan Pendekatan Saintifik untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Siswa Kelas X MIA SMAN 1 Lambandia Materi Pokok Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit.penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penerapan pendekatan saintifik dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MIA SMAN 1 Lambandia pada materi Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit. Desain penelitin menggunakan Nonequivalent control group design dan teknik pengambilan sampel menggunakan Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIA1 sebagai kelas eksperimen yang diberi perlakuan menggunakan pendekatan saintifik dan kelas X MIA2 sebagai kelas kontrol yang diberi perlakuan model pembelajaran langsung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pemberian instrumen penelitian berupa soal pilihan ganda berjumlah 20 butir soal, dan lembar observasi. Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan: (1)Hasil  belajar Kimia siswa yang diajar dengan menggunakan penerapan pendekatan saintifik diperoleh nilai rata-rata 33.54 untuk pre-test dan 81.61 untuk post-test. Sedangkan hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung rata-rata pre-test30.16 dan nilai rata–rata  post-test64.66.(2) Peningkatan hasil belajar siswa setelah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik sebesar  0,72  (kategori tinggi) lebih besar dibandingkan dengan peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran langsung sebesar 0,47 (kategori sedang). (3) Terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan hasil belajar siswa antara pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dibandingkan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan  model pembelajaran langsung pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN PEMAHAMAN SISWA PADA KONSEP LARUTAN PENYANGGA Mustamin, Riska Angriani; Fahyuddin, Fahyuddin; Rahmanpiu, Rahmanpiu
Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo Vol 4, No 2 (2019): Edisi Agustus
Publisher : Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.782 KB) | DOI: 10.36709/jpkim.v4i2.11316

Abstract

Telah dilakukan Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar dan Pemahaman Siswa pada Konsep Larutan Penyangga. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Model Problem Based Learning berpengaruh pada aktivitas belajar siswa, ditandai dengan meningkatnya aktivitas belajar siswa ditiap pertemuan dan termasuk dalam kategori baik. Dimana pada pertemuan pertama aktivitas belajar siswa mencapai 81,6%, pertemuan kedua 85,4% dan pertemuan ketiga 85,7% (2) Penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan pemahaman siswa pada konsep larutan penyangga, yang terbukti pada kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata N-Gain lebih tinggi dari kelas kontrol yaitu sebesar 0,65 (Kategori Sedang) sedangkan kelas kontrol hanya memiliki nilai rata-rata N-Gain 0,34 (Kategori sedang) (3) Aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model Problem Based Learning lebih baik secara signifikan dibanding dengan aktivitas belajar siswa menggunakan model pembelajaran langsung dengan p value 0,05  antar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan t’hitung 8,59>t’tabel 1,685 (4) Pemahaman siswa pada konsep larutan penyangga yang diajar dengan menggunakan model Problem Based Learning lebih baik secara signifikan dibandingkan dengan model pembelajaran langsung, dengan p value 0,05  antar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan t’hitung 6,735>t’tabel 1,678.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERSTRATEGI REACT DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X SMAN 2 KENDARI PADA MATERI KONSEP REDOKS Sarianti, Sarianti; Maysara, Maysara; Musta, Rustam
Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo Vol 4, No 2 (2019): Edisi Agustus
Publisher : Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.945 KB) | DOI: 10.36709/jpkim.v4i2.11373

Abstract

Telah dilakukan penelitian Efektivitas Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berstrategi REACT dalam Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas X SMAN 2 Kendari pada Materi Konsep Redoks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Hasil belajar kimia siswa SMA kelas X IPA 7 setelah diajar dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berstrategi REACT pada materi konsep reduksi oksidasi. (2) Keefektifan penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berstrategi REACT terhadap hasil belajar kimia siswa SMA kelas X IPA 7 pada materi konsep reduksi oksidasi. (3) Respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berstrategi REACT pada materi konsep reduksi oksidasi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 7 sebanyak 28 orang di SMA Negeri 2 Kendari. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pemberian pretest dan posttest dengan instrumen penelitian berupa soal pilihan ganda berjumlah 20 butir soal, lembar observasi aktivitas siswa, lembar observasi aktivitas guru,  serta lembar respon atau minat siswa terhadap proses pembelajaran. Dari teknik analisis data diperoleh kesimpulan: (1) Hasil belajar kimia siswa yang diajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berstrategi REACT pada materi konsep reduksi oksidasi siswa kelas X IPA 7 SMA  Negeri 2 Kendari Tahun Ajaran 2018/2019 mencapai nilai rata-rata 76,25 atau kategori sedang. (2) Model pembelajaran inkuiri terbimbing berstrategi REACT cukup efektif digunakan dalam pembelajaran kimia siswa kelas X IPA 7 SMA Negeri 7 Kendari pada materi konsep reduksi oksidasi dengan N-gain sebesar 0,69 atau kategori sedang. (3) Siswa memberikan respon yang sangat positif terhadap penggunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing berstrategi REACT dengan skor respon sebesar 76% atau berada dalam kategori sangat baik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPA 1 SMAN 10 KENDARI PADA MATERI ASAM BASA Nur, Rizki Amalia; Haeruddin, Haeruddin; Tewa, Yuniati
Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo Vol 4, No 2 (2019): Edisi Agustus
Publisher : Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.446 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan judul ?Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA 1 SMAN 10 Kendari pada Materi Asam Basa?. Penelitian ini bertujuan : (1) untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas XI IPA 1 SMAN 10 Kendari yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah pada materi asam basa; (2) untuk mengetahui aktivitas belajar siswa kelas XI IPA 1 SMAN 10 Kendari dan mengajar guru dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah di SMAN 10 Kendari; (3) untuk mengetahui respon siswa kelas XI IPA 1 SMAN 10 Kendari terhadap model pembelajaran berbasis masalah pada materi asam basa; (4) untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah pada siswa siswa kelas XI IPA 1 SMAN 10 Kendari pada materi asam basa. Jenis penelitian ini yaitu penelitian eksperimen dengan desain penelitian yaitu one group pretest posttest design. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas kelas XI IPA 1 SMAN 10 Kendari yang berjumlah 20 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan setelah diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah yaitu 73,50. N-gain yang diperoleh sebesar 0,65 dengan kategori keefektifan tinggi, sehingga model pembelajaran berbasis masalah dapat dikatakan efektif diajarkan pada siswa kelas XI IPA 1  pada materi asam basa. Terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar siswa SMAN 10 Kendari pada materi asam basa.
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING BERBASIS MULTIREPRESENTASI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN PENGUASAAN KONSEP IKATAN KIMIA Kalsum, Ummi; Saefuddin, Saefuddin; Marhadi, Muh. Ali
Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo Vol 4, No 2 (2019): Edisi Agustus
Publisher : Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.729 KB) | DOI: 10.36709/jpkim.v4i2.11409

Abstract

Penelitian Penerapan Model Discovery Learning Berbasis Multi Representasi Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Penguasaan Konsep Ikatan Kimia. Peneltian ini bertujuan untuk Mengetahui : (1) Profil keterampilan berpikir kritis siswa yang diajar dengan model discovery learning berbasis multi representasi. (2) Profil penguasaan konsep siswa yang diajar dengan model discovery learning berbasis multi representasi. (3) Peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa yang diajar dengan model discovery learning berbasis multi representasi. (4) Adanya perbedaan efektivitas peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa antara model discovery learning berbasis multi representasi dengan pembelajaran langsung. (5) Tanggapan siswa terhadap model discovery learning berbasis multi representasi. Dari hasil analisis data diperoleh kesimpulan: (1) Profil tingkat berpikir kritis siswa hasil pretest kelas eksperimen dan kontrol  sebesar 86,95% dan 90%, dan 13,04% dan 10% pada katgori sangat rendah dan rendah, sementara hasil posttest sebesar 13,043% dan 15%,  43,45% dan 70%, dan 43,48% dan 15% pada kategori sedang, timggi dan sangat tinggi. (2) Profil penguasaan konsep anatara kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki rerat tertinggi yaitu 0,96<0,8 pada KLK 6 dan skor terendah yaitu 0,3>0,02 pada KLK 8. (3) Peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol yaitu 0,73>0,64. (4) Penggunaan model discovery learning berbasis multi representasi lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dibandingkn dengan pembelajaran langsung yaitu thitung= 1,890>1,15. (5) Tanggapan siswa terhadap model model discovery learning berbasis multi representasi termasuk dalam kategori baik sekali.

Page 1 of 1 | Total Record : 10