cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Terapan Abdimas
ISSN : 25022806     EISSN : 25022784     DOI : https://doi.org/10.25273
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2021)" : 15 Documents clear
PELATIHAN KONSELOR SEBAYA PADA SISWA KELAS XI SMAN 1 WONOGIRI MENGGUNAKAN ZOOM MEETING DI ERA PANDEMI COVID-19 Edmawati, Mahmuddah Dewi; Maynawati, Aldila Fitri Radite Nur; Hidayati, Awik
Jurnal Terapan Abdimas Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v6i2.8417

Abstract

Abstract. The purpose of peer counselor training activities for class XI students of SMAN 1 Wonogiri using a zoom meeting in the Covid-19 pandemic era is to provide information about peer counselors and provide peer counselor skills to students at SMAN 1 Wonogiri. This training also provides information on guidance and counseling services, increases the ability to become peer counselors, and makes peer counselors an extension of counseling services in schools to help solve peer problems. Peer counselor training were carried out in 4 stages. Phase 1, by sharing and questioning, several training participants were asked to share their experiences while receiving guidance and counseling services during the Covid-19 pandemic. Stage 2 is the provision of material about peer counselors. The material is delivered in the form of lectures on peer counselor materials, discussions, provides examples of peer counselor activities through videos and carries out practices in the form of role-playing as a counselor and counselee. Stage 3 is the practice and implementation of peer counselor guidance and stage 4 is to evaluate the results of the peer counselor practice. The results of peer counselor training include improving the image of counseling guidance services through peer counseling activities, providing interpersonal skills to students, increasing knowledge and skills to become peer counselors so that students can become partners for guidance and counseling teachers.  Abstrak. Tujuan dari kegiatan pelatihan konselor sebaya pada siswa kelas XI SMAN 1 Wonogiri menggunakan zoom meeting di era pandemi covid-19 adalah memberikan informasi mengenai konselor sebaya dan memberikan ketrampilan konselor sebaya kepada siswa di SMAN 1 Wonogiri. Pelatihan ini juga memberikan informasi mengenai layanan bimbingan dan konseling, meningkatkan kemampuan menjadi konselor sebaya, dan menjadikan konselor sebaya sebagai perpanjang tangan layanan BK di sekolah untuk membantu memecahkan permasalahan teman sebaya. Pelatihan konselor sebaya dilaksanakan dalam 4 tahap. Tahap 1 dengan dengan sharing dan tanya jawab beberapa peserta pelatihan diminta untuk menyampaikan pengalaman selama menerima layanan bimbingan dan konseling di masa pandemi covid-19. Tahap 2 yaitu pemberian materi mengenai konselor sebaya. Materi disampaikan dalam bentuk ceramah mengenai materi konselor sebaya, diskusi, memberikan contoh kegiatan konselor sebaya melalui video dan melaksanakan praktik dalam bentuk role-playing sebagai konselor dan konseli. Tahap 3 yaitu praktik dan pendampingan pelaksanaan konselor sebaya dan tahap 4 yaitu mengevaluasi hasil dari praktik konselor sebaya. Hasil kegiatan pelatihan konselor sebaya antara lain meningkatkan citra layanan bimbingan konseling melalui kegiatan konseling sebaya, memberikan ketrampilan interpersonal kepada siswa, menambah pengetahuan dan keterampilan menjadi konselor sebaya sehingga siswa dapat menjadi partner guru bimbingan dan konseling.  
PERLUASAN AREAL PEMASARAN MINUMAN INSTAN VITEPLUS PRODUKSI UD MAJU JAYA SUMENEP Ismawati, Ismawati; Wibisono, Aryo; Yuniastri, Ratih
Jurnal Terapan Abdimas Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v6i2.7961

Abstract

Abstract. Partners in PKM activities is UD Maju Jaya with the product soursop leaf instans drink  called viteplus. Viteplus is a instan drink from powder product made from sugar which is formulated with soursop leaf exstract and traditional herbal ingredients. In  running a business, partners have been able to increase production capacity. Increasing production capacity also needs to be supported by increased marketing so that businesses can continue to run and be profitable. Through PKM activities, the team provides assistance to partners in solving problems faced, namely increasing marketing. Marketing increase is measured based on the product marketing area. Activities carried out as an effort to provide solutions to partners, namely training, mentoring and monitoring. The results of PKM activities indicate an increase in the product marketing area of> 50%, where before the activity the product was only marketed in 3 districts and after PKM activities increased the marketing area to 5 districts, namely Gapura, Sumenep City District, Bluto, Ganding and Guluk - Guluk. Abstrak. Mitra dalam kegiatan PKM adalah UD Maju Jaya denga n produk minuman instan daun sirsak dengan nama produk viteplus. Viteplus merupakan produk yang minuman dalam bentuk bubuk yang terbuat dari gula pasir yang diformulasi dengan sari daun sirsak dan bahan jamu tradisional. Dalam menjalankan usaha, mitra telah mampu mennigkatkan kapasitas produksi. Peningkatan kapasitas produksi perlu didukung juga oleh peningkatan pemasaran agar usaha dapat terus berjalan dan profitable. Melalui kegiatan PKM tim melakukan pendampingan terhadap mitra dalam menyelesaikan permsalahan yang dihadapi yaitu peningkatan pemasaran. Peningkatan peasaran diukur  berdasarkan areal pemasaran produk. Kegiatan yang dilakukan sebagai upaya memberikan solusi terhadap mitra yaitu pelatihan, pendampingan dan monitoring. Hasil kegiatan PKM menunjukkan adanya peningkatan areal pemasaran produk >50%, dimana sebelum kegiatan produk hanya dipasarkan di 3 kecamatan dan setelah kegiatan PKM meningkat areal pemasarannya menjadi 5 kecamatan antara lain Gapura, Kecamatan Kota Sumenep, Bluto, Ganding dan Guluk – Guluk.  
PELATIHAN METODE PENGOLAHAN DAN PENGAWETAN PRODUK OLAHAN BUAH MURBEI PKK RT II RW VI KELURAHAN MERJOSARI KOTA MALANG Handaratri, Anitarakhmi; Hudha, Mohammad Istnaeny; Minah, Faidliyah Nilna; Mahendaringratry, Ayudya
Jurnal Terapan Abdimas Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v6i2.8307

Abstract

Abstract. The potential for snack food market (snack) is very large in Indonesia where almost part of the Indonesian people eat 3 times a day more snacks than heavy meals. However, not all types of snacks are healthy foods, especially those from non-natural ingredients. PKK RT II RW VI Merjosari Kelurahan Malang City improvised by using mulberry fruit that grows a lot in the yard of the house. A lot of mulberry content is useful for the body, moreover, it is easy to obtain and can be planted in the yard (in pots). The problem in producing food products from mulberry is the short shelf life of the product, so further processing using preservatives is needed. In addition, there is no adequate marketing knowledge to introduce products to the people of Malang. Therefore this PKM program provides knowledge to members of the PKK RT II RW VI Merjosari Village in an effort to grow a mulberry fruit processing micro business. From the results of the training, the level of satisfaction was obtained based on the questionnaire circulated, participants felt VERY SATISFIED with a percentage level of 91.9% and opened opportunities for program sustainability with mulberry herbal products.  Abstrak. Potensi pasar makanan kudapan (snack) sangat besar di Indonesia dimana hampir sebagian masyarakat Indonesia memakan snack 3 kali sehari lebih banyak daripada makanan berat. Namun tidak semua jenis makanan ringan ini merupakan jenis makanan sehat, khususnya yang berasal dari bahan non alami. PKK RT II RW VI Kelurahan Merjosari Kota Malang berimprovisasi dengan menggunakan buah murbei yang banyak tumbuh di halaman rumah. Banyak kandungan zat murbei yang berguna bagi tubuh, terlebih lagi mudah didapat serta dapat ditanam di halaman (dalam pot). Yang menjadi kendala dalam memproduksi produk makanan dari murbei adalah masa kadaluarsa produk yang pendek, sehingga dibutuhkan pengolahan lebih lanjut dengan menggunakan pengawet. Selain itu belum adanya pengetahuan marketing yang memadai untuk memperkenalkan produk ke masyarakat Malang. Oleh karena itu program PKM ini memberikan pengetahuan ke anggota PKK RT II RW VI Kelurahan Merjosari dalam upaya untuk menumbuhkan usaha mikro olahan buah murbei. Dari hasil pelatihan diperoleh tingkat kepuasan berdasarkan angket yang diedarkan, peserta merasakan SANGAT PUAS dengan tingkat persentase sebesar 91,9% dan membuka peluang keberlanjutan program dengan produk-produk herbal murbei. 
PEMBERDAYAAN YAYASAN DISABILITAS BHAKTI SENANG HATI DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN DI DESA SIANGAN GIANYAR Azis, Ita Silvia Azita; Amlayasa, Anak Agung Bagus; Nitiwidari, Dewa Ayu Putu; Ganawati, Nengah
Jurnal Terapan Abdimas Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v6i2.7973

Abstract

Abstract. Difabel or disability is a term that includes interference, activity limitations, and participation restrictions. A disorder is a problem with the body's function or structure; An activity limitation is a difficulty faced by an individual in carrying out a task or action, while a participation restriction is a problem experienced by an individual in involvement in life situations. So disability is a complex phenomenon, reflecting the interaction between the characteristics of a person's body and the characteristics of the society in which he or she lives. This community partnership program aims to increase partners' entrepreneurial motivation and provide skills in the use of internet media to support product marketing functions in the form of proactive marketing strategies in order to increase life independence. The methods used in this service are: lectures, question and answer discussions, and demonstration methods for online marketing training programs. The result of this activity is that participants in this case people with disabilities who are under the Bhakti Happy Hati Gianyar Foundation are very enthusiastic about listening to counseling related to literacy and motivation to increase the entrepreneurial spirit and understand using social media applications as online marketing as an effort to increase life independence.  Abstrak. Difabel atau disabilitas adalah istilah yang meliputi gangguan, keterbatasan aktivitas, dan pembatasan partisipasi. Gangguan adalah sebuah masalah pada fungsi tubuh atau strukturnya; suatu pembatasan kegiatan adalah kesulitan yang dihadapi oleh individu dalam melaksanakan tugas atau tindakan, sedangkan pembatasan partisipasi merupakan masalah yang dialami oleh individu dalam keterlibatan dalam situasi kehidupan. Jadi disabilitas adalah sebuah fenomena kompleks, yang mencerminkan interaksi antara ciri dari tubuh seseorang dan ciri dari masyarakat tempat dia tinggal. Program kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi kewirausahaan mitra serta memberikan keterampilan dalam penggunaan media internet untuk menunjang fungsi pemasaran produk berupa strategi pemasaran yang proaktif agar dapat meningkaatkan kemandirian hidup. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah: ceramah, tanya jawab diskusi, dan metode demonstrasi untuk program pelatihan pemasaran online. Hasil kegiatan ini adalah peserta dalam hal ini penyandang disabilitas yang bernaung dibawah Yayasan Bhakti Senang Hati Gianyar sangat antusias mendengarkan penyuluhan berkaitan dengan literasi dan motivasi untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan serta memahami menggunakan aplikasi media sosial sebagai pemasaran online sebagai upaya untuk meningkatkan kemandirian hidup. 
PENDAMPINGAN BELAJAR DI RUMAH BERBASIS KARAKTER DENGAN NILAI-NILAI RELIGIUS PADA MASA PANDEMIK COVID 19 Mawardi, Imam; Arissanti, Tri Wahyu; Magfiroh, Anif; Zuliyana, Risma; Audina, Ulfa Berta; Astutik, Fifin Anis
Jurnal Terapan Abdimas Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v6i2.7868

Abstract

Abstract. The importance of character is at the forefront of education, but during the Covid 19 period character education could not be optimally internalized to students. This causes the learning formulation to shift from school to home and neglect of character values in learning. Of course, realities like this require parents to have a role not only in controlling in terms of learning, but also paying attention to character, even though not all parents have pedagogical abilities. Therefore, the purpose of the PPMT program is to assist parents in accompanying character-based student learning with religious values at home. The scope of special activities for the children of the Dusun Penggaron Kidul. The method used by Participatory Rural Aprqissal (PRA) is divided into three stages, namely preparation, implementation, and report preparation. The results of the PPMT program are community assistance in solving children's learning problems and the existence of a pocketbook guide for home tutoring based on religious characters that makes it easier to accompany learning during the Covid 19 pandemic.  Abstrak. Pentingnya karakter menjadi ujung tombak dalam pendidikan, namun dalam masa covid 19 pendidikan karakter tidak bisa optimal diinternalisasikan kepada peserta didik. Hal ini menyebabkan formulasi pembelajaran beralih dari sekolah ke rumah dan terabaikannya nilai-nilai karakter dalam pembelajaran. Tentunya realitas seperti ini menuntut orang tua berperan tidak hanya mengontrol dalam hal belajar, tetapi juga memperhatikan karakter, padahal tidak semua orangtua mempunyai kemampuan pedagogik. Oleh sebab itu tujuan dari program PPMT ini adalah membantu orangtua dalam mendampingi belajar siswa berbasis karakter dengan nilai-nilai religius di rumah. Lingkup kegiatan khusus untuk anak-anak masyarakat Dusun Penggaron Kidul. Metode yang digunakan Participatory Rural Apraissal (PRA) yang dibagi menjadi tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan. Hasil dari program PPMT adalah terbantunya masyarakat dalam pemecahan masalah belajar anak dan adanya buku saku panduan bimbingan belajar di rumah berbasis karakter religius yang memudahkan dalam mendampingi belajar di masa pandemic covid 19.  

Page 2 of 2 | Total Record : 15