cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ach.journal@unud.ac.id
Editorial Address
JL PB Sudirman Denpasar Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Archive of Community Health
Published by Universitas Udayana
ISSN : 2302139X     EISSN : 25273620     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Archive of Community Health menerbitkan hasil penelitian berhubungan dengan kesehatan masyarakat seperti kebijakan kesehatan, kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan, gizi kesehatan masyarakat, kesehatan kerja, promosi kesehatan, ekonomi kesehatan serta ilmu ilmu dasar yang berkaitan seperti bioteknologi kesehatan, biologi molekuler, bioinformatik dan genetik, tanaman, hewan, serta sel yang terkait dengan kesehatan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2020): Desember 2020" : 10 Documents clear
TINGKAT DEPRESI MAHASISWA YANG SEDANG MENYUSUN SKRIPSI DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA TAHUN 2019 Ni Made Betti Ratricia Surya Dewi; I Made Subrata; Made Pasek Kardiwinata; Ni Komang Ekawati
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i02.p06

Abstract

ABSTRAK Depresi merupakan penyakit gangguan mental yang ditandai dengan penurunan mood, perasaan bersalah serta menarik diri dari kehidupan sosial. Depresi dapat terjadi pada semua kelompok umur termasuk mahasiswa. Penelitian yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Muhamdiyah Sumatra Utara mendapatkan hasil bahwa mahasiswa yang mengalami depresi dalam menyusun skripsi sebesar 23.80%. Tingginya prevalensi depresi tersebut, serta belum adanya penelitian terkait hal ini di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, menunjukkan bahwa penelitian ini penting dilakukan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat depresi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang menyusun skripsi. Desain penelitian ini adalah cross sectional desktiptif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 mahasiswa yang diukur menggunakan kuisioner BDI II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana sebesar 27.50% mengalami depresi ringan, 11.25% mengalami depresi sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa prevalensi depresi mahasiswa yang menyusun skripsi cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan preventif dan promotif untuk menurunkan kejadian depresi pada mahasiswa.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI KADER JUMANTIK DALAM MELAKSANAKAN PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK DI KECAMATAN DENPASAR SELATAN I Made Oka CahyadI; Sang Gede Purnama
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i02.p03

Abstract

ABSTRAK Kecamatan Denpasar Selatan merupakan kecamatan dengan kasus DBD tertinggi di Kota Denpasar. Dalam 3 tahun terakhir perkembangan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Denpasar Selatan, yaitu 1,074 kasus pada tahun 2016, 290 kasus di tahun 2017 dan 33 kasus di tahun 2018. Pembentukan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) oleh Pemerintah Kota Denpasar diharapkan dapat menurunkan angka kasus DBD di Kota Denpasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik partisipasi kader Jumantik serta faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi kader Jumantik dalam melaksanakan PSN di Kecamatan Denpasar Selatan. Rancangan penelitian ini adalah cross sectional dengan jumlah sampel 105 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode exhaustive sampling dimana seluruh populasi yang ada digunakan sebagai sampel agar tidak menimbulkan persepsi diskriminasi. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 96 responden (91,4%) tergolong memiliki partisipasi aktif dan 9 responden (8,6%) tergolong kurang aktif. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap partisipasi kader Jumantik antara lain pendidikan, penghasilan, ketersediaan sarana, dukungan keluarga, masa kerja, usia, pengetahuan dan pengawasan. Sedangkan faktor pemberian penghargaan dan dukungan masyarakat tidak berpengaruh terhadap partisipasi kader Jumantik dalam melaksanakan PSN di Kecamatan Denpasar Selatan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN LAYANAN MAWAS OLEH KARYAWATI DINAS KESEHATAN KABUPATEN BADUNG N. P. O. M. Prasari; N. M. S. Nopiyani
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i02.p07

Abstract

ABSTRAK Layanan Kesehatan Perempuan (MAWAS) merupakan layanan deteksi dini kanker payudara di Kabupaten Badung sejak tahun 2015. Pemanfaatan Layanan tersebut oleh karyawati Dinas Kesehatan Kabupaten Badung masih rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik sosio demografi, pengetahuan tentang layanan dan persepsi risiko kanker payudara dengan pemanfaatan Layanan Kesehatan Perempuan (MAWAS) oleh karyawati Dinas Kesehatan Kabupaten Badung. Rancangan penelitian ini adalah cross sectional analitik. Responden penelitian ini terdiri dari seluruh karyawati Dinas Kesehatan Kabupaten Badung yang berjumlah 111 orang yang dipilih melalui total sampling. Metode pengumpulan data dengan menggunakan survey kuesioner yang diisi sendiri oleh responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 58,56% responden pernah memanfaatkan layanan MAWAS. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang tentang layanan (54,05%) dan sebagian besar responden memiliki persepsi kurang berisiko terhadap kanker payudara (71,17%). Terdapat hubungan antara karakteristik umur (p = 0,034), status kepegawaian (p = 0,005) dan pengetahuan tentang layanan (p < 0,001) dengan pemanfaatan layanan. Peningkatan sosialisasi tentang Layanan Kesehatan Perempuan (MAWAS) berupa media cetak seperti brosur perlu dilakukan kepada karyawati untuk meningkatkan pemanfaatan layanan.
PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU PENJUAL TERHADAP PELARANGAN PENGGUNAAN KANTONG BELANJA PLASTIK SEKALI PAKAI DI PASAR TRADISIONAL BADUNG KOTA DENPASAR Elbena Bani Nathania; I Gede Herry Purnama
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i02.p02

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan Negara kedua penyumbang sampah plastik yang dibuang ke laut pada tahun 2015 mencapai 187,2 juta ton. Beberapa kota di Indonesia akhirnya melakukan diet plastik, sebagai upaya untuk mengurangi penggunaan kantong plastik termasuk Denpasar. Pemerintah kota Denpasar mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 36 Tahun 2018 mengenai pelarangan penggunaan kantong plastik di Denpasar pada pusat perbelanjaan dan pasar modern pada tanggal 1 Januari 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan perilaku penjual terhadap pelarangan penggunaan kantong belanja plastik sekali pakai di pasar Badung kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan total sampel penjual di Pasar Badung sebanyak 86 orang. Pengambilan data dilakukan secara langsung kepada penjual dengan wawancara menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, dan perilaku. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling pada penjual di Pasar Badung. Analisis data menggunakan analisis univariat secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penjual yang berpengetahuan baik (53,49%), sikap baik (55,81%) dan perilaku kurang baik (50%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden memiliki pengetahuan dan sikap baik namun masih banyak responden yang berperilaku kurang baik.
KANDUNGAN BAHAN KIMIA OBAT PADA OBAT TRADISIONAL YANG BEREDAR DI PASARAN Putu Larassita Abdi PertiwI; Ni Luh Putu Suariyani
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i02.p08

Abstract

ABSTRAK Obat tradisional seperti jamu masih banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia, banyaknya jenis obat tradisional yang saat ini muncul di pasaran. Tahun 2018 terdapat 135 industri obat di Indonesia. Dengan banyaknya obat tradisional yang beredar menyebabkan sulitnya melakukan pengontrolan industri obat tradisional yang tidak menerapkan CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) dalam proses produksi obat tradisional. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran penggunaan bahan kimia obat pada berbagai produk obat tradisional. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan pengumpulan data sekunder. Dengan menggunakan teknik analisis data univariate. Hasil : Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa telah adanya penurunan obat tradisional dengan bahan kimia obat. Kandungan bahan kimia terbanyak ditemukan pada obat tradisional yang berkhasiat Jamu Stamina Pria. Bahan kimia obat yang masih banyak ditemukan yakni : Sildenafil Sitrat, Paracetamol, Dexamethason, CTM, Na Diklofenak, Fenibutason, Piroksikam, Sibutramin HCL. Penurunan penggunaan obat tradisional dengan bahan kimia obat dapat bukan berarti tidak ada obat tradisional yang menggunakan bahan kimia obat. Hal ini disebabkan karena masih banyak masyarakat yang tertarik dengan efek yang lebih cepat yang diberikan. Namun, masyarakat tidak tahu bahwa obat yang dikonsumsi tersebut apabila di konsumsi secara terus menerus akan memberikan efek yang berbahaya bagi tubuh.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN GERMAS DI DESA GUNAKSA A.A. Sagung Ratu Putri Saraswati; Dinar Saurmauli Lubis
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i02.p01

Abstract

ABSTRAK Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat merupakan wadah pengembangan yang menggunakan dana desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana keterlibatan masyarakat desa dalam pelaksanaan UKBM. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Informan pada penelitian ini adalah Kepala Desa Gunaksa, BPD, Petugas Puskesmas II Dawan, Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, Kader Kesehatan Desa, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam. Analisis tematik dan uji validitas menggunakan triangulasi sumber dan metode. Partisipasi masyarakat dalam UKBM untuk meningkatkan GERMAS di Desa Gunaksa tingkatan partisipasi semu (takonism). Pada saat perencanaan dan evaluasi Musrenbang Desa keterlibatan masyarakat satu arah tidak adanya jaminan pendapat atau ide masyarakat dapat diterima sebagai bentuk perubahan program. Hasil keputusan program dalam bentuk SK yang direncanakan dalam Musrenbang disebarluaskan kepada masyarakat agar masyarakat mengetahui dan mengikuti program. Tahap pelaksanaan, keterlibatan masyarakat dalam bentuk menjadi kader posyandu, kader jumantik, kader PAUD, kader anti rokok, dan pengguna fasilitas kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian maka pemerintahan diharapkan melibatkan peran serta masyarakat dalam perencanaan anggaran dana program di Musrenbang, pelaksanaan program, serta evaluasi program dalam survei mawas diri dan musyawarah masyarakat desa untuk mencapai program kesehatan yang optimal dan dapat bermanfaat untuk masyarakat.
KELELAHAN KERJA DAN DETERMINAN PADA PENGEMUDI MINIBUS ANTAR PROVINSI JAWA-BALI TAHUN 2019 Steven Adytama; Partha Muliawan
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i02.p09

Abstract

ABSTRAK Kelelahan kerja menjadi salah satu penyebab masalah transportasi di Indonesia dalam bentuk kejadian kecelakaan dengan angka kematian yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelelahan kerja dan determinan pada pengemudi minibus antar provinsi Jawa-Bali tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan total sampel pengemudi minibus antar provinsi Jawa-Bali sebanyak 32 orang dalam satu perusahaan. Pengambilan data dilakukan secara langsung setelah pengemudi minibus tiba dipangkalan bus perusahaan di Denpasar dengan wawancara menggunakan kuesioner IFRC Jepang dan tes kecepatan waktu reaksi. Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariate menggunakan tes uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh responden tidak mengalami kelelahan kerja secara subyektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh responden tidak mengalami kelelahan kerja secara subyektif. Sedangkan secara obyektif responden mengalami kelelahan kerja ringan (50%), kelelahan kerja sedang (34,38%) dan kelelahan kerja berat (15,63%). Proporsi kelelahan sedang dan berat secara obyektif lebih tinggi pada kelompok umur ?43 tahun dan jam kerja >40 jam/minggu (p<0,05) sedangkan status perkawinan, status gizi dan masa kerja tidak mempunyai perbedaan bermakna (p>0,05). Disarankan agar untuk pengemudi minibus mengurangi jam kerja menjadi sekali perjalanan pulang-pergi dalam seminggu pada trayek jarak jauh, melakukan program medical check up dan menempatkan pada trayek lebih dekat pada pengemudi minibus yang berumur ?43 tahun. Kata kunci: Kelelahan Kerja, Pengemudi Minibus, Antar Provinsi Jawa-Bali
GAMBARAN FAKTOR KELENGKAPAN PENCATATAN BUKU KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) OLEH BIDAN DI PUSKESMAS DI KOTA KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Meske Krull; Dian Kurniasari
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i02.p05

Abstract

ABSTRAK Buku kesehatan Ibu dan anak (KIA) merupakan buku pedoman yang dimiliki oleh Ibu dan anak, yang berisi informasi dan catatan ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui Gambaran Faktor Kelengkapan pencatatan buku KIA oleh bidan di Puskesmas di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini adalah penelitian deskritip dan dilaksanakan di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur ,dilakukan dari bulan Februari sampai Juni 2019, dengan pendekatan cross sectional dimana jumlah sampel 65 bidan diambil per Probablity Proportional to Size di 4 tempat pelayanan kesehatan yaitu Puskesmas Oepoi, Bakunase, Oesapa dan Manutapen. Pengumpulan data primer dilakukan dengan pengisian kuisioner oleh bidan, berisikan pertanyaan terkait dengan identitas responden, pengetahuan, sikap, pelatihan dan supervisi bidan terhadap pencatatan buku KIA. Data dianalisis menggunakan statistical package for social science secara deskritip. Hasil penelitian menunjukkan pencatatan buku KIA tidak lengkap (52,3%), Pengetahuan bidan kurang (78,5%), semua bidan memiliki sikap positif dan pernah mendapatkan pelatihan tentang kelengkapan buku KIA (100,0%) dan supervisi bidan dalam upaya kelengkapan pencatatan buku KIA sudah berjalan baik (96,9%)Saran yaitu Bidan harus meningkatkan kepatuhan dalam melengkapi buku KIA mengingat manfaat dari buku KIA sangat penting dalam memberikan pelayanan.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PREFERENSI REMAJA BALI DALAM KEINGINAN MEMILIKI JUMLAH ANAK IDEAL I Gusti Ayu Agung Putri Krismayanthi; Istiana Marfianti; Putu Ayu Indrayathi; Ni Made Ari Listiani
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i02.p10

Abstract

ABSTRAK Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 menemukan terjadinya penurunan TFR dari 2.60 anak per wanita menjadi 2.4 anak per wanita dan masih belum mencapai target nasional tahun 2018 sebesar 2.31 anak per wanita. Provinsi Bali menjadi salah satu provinsi dengan TFR terendah sebesar 2.2 anak per wanita. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi remaja Bali memiliki jumlah anak ideal. Penelitian ini merupakan analisis data sekunder dari Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program KKBPK (SKAP) tahun 2018 dengan rancangan cross-sectional. Besar sampel adalah 632 remaja belum kawin usia 15-24 tahun yang terdiri dari 334 remaja perempuan dan 298 remaja laki-laki. Variabel yang diteliti adalah jenis kelamin, umur, tempat tinggal, pendidikan, kuintil kekayaan, keterpaparan remaja terhadap informasi kesehatan reproduksi dan sumber informasi kependudukan dengan variabel terikatnya adalah keinginan keluarga menginginkan banyak anak (>2). Berdasarkan jenis kelaminnya, sebanyak 58.5% remaja perempuan usia 15-24 tahun lebih menginginkan memiliki anak >2 dibandingkan remaja laki-laki (41.4%). Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor yang berhubungan secara signifikan yakni jenis kelamin (p=0.014, OR= 1.722, 95% CI= 1.115-2.593) dan televisi (p=0.043, OR=1.729, 95% CI= 1.017-2.937). Sementara faktor protektifnya adalah pamflet/brosur/leaflet (p=0.002, OR=0.444, 95% CI=0.265-0.747). Simpulan yang dapat ditarik pada penelitian ini adalah preferensi remaja Bali dalam keinginannya memiliki jumlah anak ideal dipengaruhi oleh faktor internal seperti jenis kelamin dan eksternal yakni media massa seperti televisi.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI RUMAH SAKIT UMUM, KOTA DENPASAR Kadek Eni Dwiari; Partha Muliawan
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i02.p04

Abstract

ABSTRAK Rumah sakit merupakan suatu industri jasa dengan berbagai potensi bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan akibat kerja dan penyakit akibat kerja, sehingga diperlukan upaya meminimalisir risiko bahaya di rumah sakit dengan pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS). Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan cross-sectional, bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan K3RS. Penelitian dilakukan di satu rumah sakit umum yang terletak di Kota Denpasar pada bulan Maret 2019. Sampel penelitian ini berjumlah 187 responden yang dipilih dengan teknik proportionate stratified random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 53,48% responden mengaku melaksanakan K3RS yang baik. Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan antara jenis kelamin, sikap, kebijakan, kepemimpinan dan ketersediaan sarana prasarana K3RS terhadap pelaksanaan K3RS (p<0,05). Berdasarkan hasil analisis multivariabel, sikap merupakan faktor individu yang paling signifikan berpengaruh terhadap pelaksanaan K3RS responden (adjusted PR=1,59; 95% CI 1,11-2,30).

Page 1 of 1 | Total Record : 10