cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ach.journal@unud.ac.id
Editorial Address
JL PB Sudirman Denpasar Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Archive of Community Health
Published by Universitas Udayana
ISSN : 2302139X     EISSN : 25273620     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Archive of Community Health menerbitkan hasil penelitian berhubungan dengan kesehatan masyarakat seperti kebijakan kesehatan, kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan, gizi kesehatan masyarakat, kesehatan kerja, promosi kesehatan, ekonomi kesehatan serta ilmu ilmu dasar yang berkaitan seperti bioteknologi kesehatan, biologi molekuler, bioinformatik dan genetik, tanaman, hewan, serta sel yang terkait dengan kesehatan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 278 Documents
PERSEPSI PASIEN DI RSUD WANGAYA KOTA DENPASAR BERBASIS APLIKASI PENDAFTARAN ONLINE (APDOL) Candradewi, Anak Agung Sagung Oka Nur; Januraga, Pande Putu
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 10 No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2023.v10.i03.p11

Abstract

Online Registration Application (APDOL) as an alternative way of Wangaya Hospital Denpasar City in overcoming the problem of handling patient queues. Which began to be applied at the Wangaya Hospital, Denpasar City in 2018. This study aims to describe the patient's perception of the use of APDOL use at the Wangaya Hospital, Denpasar City. This study is a qualitative descriptive study conducted in February-June 2022. The informants in this study consisted of 20 visiting patients at Wangaya Hospital. Data were collected by semi-structured interviews. The data analysis technique was carried out with three activities, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that patients who use APDOL give a good response to the presence of APDOL in dealing with queuing problems at Wangaya Hospital. The inhibiting factor of the use of APDOL is the lack of socialization by the hospital. While the supporting factors for the existence of APDOL are the ease of using APDOL, increasing effectiveness, and flexible usage time. It is recommended that Wangaya Hospital conduct on going socialization to introduce APDOL to patients.Keywords: Online Registration Application (APDOL), Application Usage Utilization, Perception, Technology Acceptance Model (TAM).
PENCEGAHAN PRIMER KANKER SERVIKS DENGAN MEDIA VIDEO PADA KADER POSYANDU Dewi, Ni Made Puspita; Astiti, Ni Komang Erny; Wirata, I Nyoman; Suarniti, Ni Wayan; Cintari, Lely; Purnamayanti, Ni Made Dwi
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 11 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2024.v11.i01.p20

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu keganasan organ reproduksi wanita yang memiliki patofisiologi cukup panjang. Deteksi dini dengan Inspeksi Visual Asetat (IVA) dan Pap Smear dapat mencegah prognosis yang buruk, akan tetapi ternyata evaluasi cakupan pencapaian program tersebut tergolong masih rendah. Tujuan penelitian menganalisis efektivitas edukasi pencegahan primer kanker serviks menggunakan media video terhadap peningkatan pengetahuan kader posyandu. Jenis penelitian eksperimental kategorik berpasangan. Sampel berjumlah 56 orang kader posyandu yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data pengetahuan dilakukan dengan kuesioner pretest dan posttest. Analisis data dilakukan dengan Wilcoxon (?=0.005). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai median pengetahuan pretest 65,00 menjadi median posttest 85,00. Media video efektif meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang deteksi dini kanker serviks (?=0,000). Pendidikan kesehatan dengan media video terbukti efektif meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang pencegahan primer kanker serviks. Diharapkan penelitian ini dapat berkontribusi untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam upaya promotif dengan cara promosi kesehatan yang interaktif berbasis media. Kata kunci: Kader, kanker, posyandu, serviks, video
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI WILAYAH PERKOTAAN INDONESIA BAGIAN TIMUR: ANALISIS DATA RISKESDAS 2018 Suariyani, Ni Luh Putu; Cahyani, Ida Ayu Made Gia
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 11 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2024.v11.i01.p11

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang kejadiannya terus meningkat baik di dunia dan di Indonesia. Prevalensi hipertensi di Indonesia tertinggi terjadi di wilayah perkotaan. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh gaya hidup masyarakat perkotaan seperti pola konsumsi berisiko dan aktivitas fisik yang kurang membuat masyarakat perkotaan menjadi lebih berisiko mengalami hipertensi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan hipertensi di Wilayah Perkotaan Indonesia Bagian Timur. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini yaitu 38.271 responden yang merupakan individu berusia ? 18 tahun yang berdomisili di wilayah perkotaan Indonesia bagian timur (Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Papua) yang menjadi responden Riskesdas 2018 dan memenuhi kriteria pemilihan sampel. Penelitian ini menggunakan Probability sampling dengan Two Stage Sampling yang merupakan teknik dalam penentuan sampel yang digunakan dalam Riskesdas 2018. Data analisis yang dilakukan yaitu univariat, bivariat dengan analisis regresi logistic sederhana dan multivariat dengan analisis regresi logistic berganda. Hasil penelitian ini yaitu persentase Hipertensi mencapai 16,83%. Hipertensi berhubungan dengan Obesitas (OR 1,81; 95% CI 1,62-1,92), Riwayat diabetes (OR 1,81; 95% CI 1,60-2,27), aktivitas fisik (OR 1,14; 95% CI 1,01-1,31), dan kebiasaan merokok (OR 1,46; 95% CI 1,26-1,52). Kesimpulan hasil penelitian faktor sosiodemografi, faktor fisik dan riwayat penyakit serta faktor gaya hidup yang berpengaruh terhadap terjadinya hipertensi yaitu umur, pendidikan, pekerjaan, obesitas, riwayat diabetes, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan konsumsi makanan asin. Kata Kunci : Hipertensi, Perkotaan, Indonesia Bagian Timur
PERBEDAAN EMESIS GRAVIDARUM SEBELUM DAN SETELAH TERAPI AKUPRESUR PADA TITIK PC 6 (NEIGUAN) Juliani, Ni Made; Suindri, Ni Nyoman; Wirata, I Nyoman
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 10 No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2023.v10.i03.p02

Abstract

ABSTRAKEmesis gravidarum adalah mual dan muntah yang dialami ibu pada masa kehamilan. Status gizi ibu yang buruk selama hamil berkaitan dengan kejadian berat badan lahir rendah, kematian ibu, dan perinatal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan emesis gravidarum sebelum dan setelah terapi akupresur pada titik PC 6 (Neiguan). Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan pra eksperimental the one group pretest-posttest design. Total responden 28 orang dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data primer diperoleh dari hasil kuisioner PUQE-24 dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil median pretest 2.00 dan median posttest 1.00, Wilcoxon test dengan nilai Asymp. Sig 0,00. Terdapat perbedaan emesis gravidarum sebelum dan setelah terapi akupresur pada titik PC 6 (Neiguan). Terapi akupresur pada titik PC 6 (Neiguan) dapat menurunkan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester pertama. Rekomendasi agar peneliti selanjutnya melakukan uji multivariat terhadap faktor predisposisi sehingga mendapatkan gambaran hasil yang lebih detail terkait faktor yang dapat meringankan atau memperburuk nilai dari variabel terikat.Kata kunci: Akupresur; Emesis Gravidarum; PUQE-24
DETERMINAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI USIA 15-24 TAHUN PADA DAERAH PEDESAAN DI INDONESIA (ANALISIS DATA RISKESDAS 2018) Adhi, Kadek Tresna; Asmin, Maria Lusi Putri
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 11 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2024.v11.i01.p02

Abstract

Anemia pada kelompok usia 15-24 tahun di Indonesia menjadi salah satu masalah gizi yang sangat memprihatinkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui apa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri usia 15-24 tahun pada daerah pedesaan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari data Riskesdas 2018. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study dengan sampel sebanyak 1158 remaja putri berusia 15-24 tahun. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif, chy-square dan uji regresi logistik berganda. Hasil analisis menunjukkan determinan yang mempengaruhi kejadian anemia pada remaja putri usia 15-24 tahun pada daerah pedesaan Indonesia yaitu jumlah konsumsi sayur (p<0,001, aOR= 15,03, 95%CI= 8,05-28,03), umur remaja putri (ip<0,001, aOR = i2,81, 95%CI= i1,61-4,91) dan pekerjaan ibu i(p= 0,016, aOR= i1,95, 95%CI= 1,33-3,35), masing-masing variabel berkontribusi dalam peningkatan risiko terjadinya anemia pada remaja putri. Maka dari itu perlu digencarkannya lagi promosi dan edukasi kesehatan yang berkaitan dengan pencegahan anemia pada remaja putri terutama di wilayah pedesaan Indonesia terutama pentingnya mengkonsumsi tablet tambah darah (TTD) guna mencegah risiko terjadinya anemia pada remaja putri usia 15-24 tahun pada daerah pedesaan Indonesia.Kata Kunci: Anemia, remaja putri Indonesia, Pedesaan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KONSUMSI GARAM BERIODIUM PADA RUMAH TANGGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS UBUD 1 Dewi, Cok Istri Mirah Sulistia; Widyanthini, Desak Nym
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 10 No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2023.v10.i03.p16

Abstract

ABSTRAKPersentase konsumsi garam beriodium pada rumah tangga di Wilayah Kerja Puskesmas Ubud 1 terendah pada wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Gianyar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi garam beriodium pada rumah tangga di Wilayah Kerja Puskesmas Ubud 1. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu rumah tangga di Wilayah Kerja Puskesmas Ubud 1 yang berusia 15-64 tahun sebanyak 128 ibu yang diambil menggunakan metode pengambilan sampel two-stage cluster sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner yang bertujuan untuk memeroleh informasi perilaku konsumsi garam beriodium pada rumah tangga dan faktor-faktor yang berhubungan. Analisis data yang dilakukan adalah analisis deskriptif dan regresi logistik biner untuk melihat hubungan konsumsi garam beriodium dengan faktor-faktornya. Faktorfaktor yang berhubungan dengan perilaku konsumsi garam beriodium pada rumah tangga adalah pengetahuan (aOR = 4,4; 95% CI: 1,0 – 18,4) dan sikap (aOR = 71,4; 95% CI: 16,7 – 305,5). Konsumsi garam beriodium pada rumah tangga di Wilayah Kerja Puskesmas Ubud 1 masih dibawah target. Namun telah terjadi peningkatan persentase konsumsi garam beriodium pada rumah tangga. Kata kunci: Garam Beriodium, Ibu Rumah Tangga, Konsumsi Garam Beriodium ABSTRACTThe percentage of iodized salt consumption in households in the Ubud 1 Public Health Center Working Area is the lowest in the working area of the Public Health Center in Gianyar Regency. This study aims to examine the factors associated with the consumption of iodized salt in households in the Ubud 1 Public Health Center Working Area. This study is an analytical study with a cross-sectional design. The sample in this study were housewives in the Ubud 1 Public Health Center Working Area aged 15-64 years as many as 128 mothers who were taken using the two-stage cluster sampling method. The data collection instrument used in the form of a questionnaire that aims to obtain information on the behavior of consumption of iodized salt in households and related factors. The data analysis used was descriptive analysis and binary logistic regression to see the relationship between iodized salt consumption and its factors. Factors related to the behavior of consuming iodized salt in the household were knowledge (aOR = 4,4; 95% CI: 1,0 – 18,4) and attitude (aOR = 71,4; 95% CI: 16,7 – 305,5). Consumption of iodized salt in households in the Ubud 1 Public Health Center Working Area is still below the target. However, there has been an increase in the percentage of household consumption of iodized salt. Keywords: iodized salt, iodized salt consumption, housewives
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI DI DESA MUNDEH TAHUN 2023 Juliani Waisnawati, Ni Kadek; Erawati, Ni Luh Putu Sri; Widya Ningtyas, Listina Ade
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 10 No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2023.v10.i03.p07

Abstract

ABSTRAKKanker merupakan pertumbuhan yang tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi ganas. Wanita termasuk golongan risiko tinggi terkena kanker payudara. SADARI merupakan salah satu cara yang efisien dan efektif sebagai pendeteksi dini kanker payudara. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di Desa Mundeh tahun 2021 terdapat kejadian kanker payudara sebanyak lima orang (0,66%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan wanita usia subur tentang pemeriksaan payudara sendiri. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan Maret-April 2023 di Desa Mundeh. Teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling dengan metode random sampling. Sampel berjumlah 88 orang. Pengumpulan data dengan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden yang berusia >35 tahun (74,5%) memiliki pengetahuan baik. Mayoritas WUS berpendidikan SMP (70,0%) memiliki pengetahuan baik dan sebagian besar WUS yang bekerja (70,7%) memiliki pengetahuan baik. Diharapkan WUS lebih aktif mencari informasi tentang kanker payudara dan diimbangi dengan tenaga kesehatan yang terus gencar memberikan informasi terbaru tentang kanker payudara sehingga masyarakat lebih memahami pentingnya melakukan SADARI sejak dini.Kata Kunci: Pemeriksaan SADARI, Pengetahuan, WUS.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN DALAM PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI PADA IBU BERSALIN Mellynda, I Gusti Ayu Trisa; Purnamayanti, Ni Made Dwi; Utarini, Gusti Ayu Eka
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 11 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2024.v11.i01.p16

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah bayi menyusu tepat setelah lahir serta bayi dikondisikan agar mampu secara mandiri menemukan puting ibunya. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan dukungan tenaga kesehatan dalam pelaksanaan IMD pada ibu bersalin di Wilayah kerja UPTD Puskesmas Klungkung I tahun 2023. Jenis penelitian yaitu deskriptif observasional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2023. Jumlah sampel sebanyak 34 orang responden. Teknik pengumpulan sampel dengan purposive sampling. Metode pengumpulan data dengan kuesioner. Uji validitas dan reliabilitas menggunakan sampel 10 orang ibu bersalin. Hasil uji validitas didapatkan nilai r hitung > r tabel, sedangkan hasil uji reliabilitas didapatkan nilai cronbach alpha > 0,60. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 67,6% ibu bersalin memiliki pengetahuan baik, 58,8% memiliki sikap positif terhadap pelaksanaan IMD, 76,5% mendapatkan dukungan tenaga kesehatan terhadap pelaksanaan IMD. Ibu bersalin diharapkan untuk mengkonsultasikan terlebih dahulu dengan penolong kelahiran terkait rencana melaksanakan IMD serta tenaga kesehatan diharapkan lebih sering mengikuti pelatihan yang berkaitan dengan IMD. Keywords: Inisiasi Menyusu Dini, Ibu Bersalin, Pengetahuan, Sikap, Dukungan Tenaga Kesehatan
KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI, KERAGAMAN KONSUMSI PANGAN SERTA TINGKAT KECUKUPAN ENERGI DAN PROTEIN TERHADAP KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS PADA REMAJA PUTRI Adhi, Kadek Tresna; Andani, Ni Komang Irna Ayu
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 11 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2024.v11.i01.p07

Abstract

Kekurangan Energi Kronis atau KEK merupakan suatu keadaan yang terjadi pada remaja putri atau Wanita Usia Subur (WUS) akibat kekurangan asupan energi dan protein yang berlangsung lama. Kejadian KEK dapat ditandai dengan ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) <23,5 cm. Prevalensi KEK di Indonesia mengalami fluktuatif dari tahun 2007-2018. KEK dapat memberikan dampak kesehatan jangka pendek dan jangka panjang pada remaja putri. Faktor sosiodemografi dan asupan gizi merupakan dua faktor penyebab kejadian KEK pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan karakteristik sosiodemografi, keragaman konsumsi pangan, serta tingkat kecukupan energi dan protein sebagai faktor risiko kejadian KEK pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan rancangan case control. Data diperoleh dari hasil survei gizi di seluruh SMA dan SMK se-Kabupaten Bangli. Pemilihan sampel kontrol dilakukan dengan sistem matching. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Analisis bivariabel menunjukkan bahwa karakteristik sosiodemografi yakni jumlah anggota keluarga (p=0,001;OR= 0,23 95%CI= 0,09-0,56) berhubungan secara signifikan dengan kejadian KEK pada remaja putri. Monitoring status gizi dan pemberian edukasi gizi terhadap remaja dapat dilakukan untuk mecegah kejadian KEK Kata Kunci: KEK, Keragaman, Energi, Protein, Remaja.
KEJADIAN ULKUS DIABETIKUM PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI UPTD PUSKESMAS UBUD I Ayu Aprilia Swandewi, Ni Kadek Putri; Pasek Kardiwinata, Made
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 10 No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2023.v10.i03.p22

Abstract

ABSTRAK UPTD Puskesmas Ubud I menempati posisi ketiga dengan jumlah penderita DM terbanyak yaitu sebanyak 962 penderita. Meningkatnya kasus DM menyebabkan komplikasi ulkus diabetikum juga meningkat. Diperkirakan sebesar 19–34% penderita DM cenderung mengalami ulkus diabetikum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian ulkus diabetikum di UPTD Puskesmas Ubud I. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptifobservasional dengan rancangan cross-sectional. Lokasi penelitian di UPTD Puskesmas Ubud I dengan populasi penderita DM di wilayah kerja UPTD Puskesmas Ubud I. Besar sampel 112 orang didapat dengan simple random sampling. Analisis data menggunakan uji statistik deskriptif. Hasil penelitian ini didapatkan proporsi kejadian ulkus diabetikum pada penderita DM sebanyak 29 orang (25,89%) dan yang tidak ulkus sebanyak 83 orang (74,11%)kemudian didapatkan proporsi ulkus diabetikum dominan dominan terjadi pada usia ? 60 tahun (31,25%), jenis kelamin laki-laki (26,56%), tidak bekerja (29,82%), berpendidikan tinggi (28,57%), berpenghasilan kurang dari UMK (27,16%), lama menderita DM durasi panjang (44%), tanpa komorbid (27,27%), berpengetahuan kurang (26,19%), tanpa dukungan keluarga (28,28%), merokok (37,50%), mengonsumsi alkohol (40%), melakukan aktivitas fisik ringan (47,06%), tidak patuh berobat (42,86%), tidak patuh diet (27,38%), serta tidak patuh dalam perawatan kaki (29,79%). UPTD Puskesmas Ubud I diharapkan mengoptimalkan program terkait DM dan memberikan informasi terkait komplikasi ulkus diabetikum.Kata Kunci: Diabetes Melitus, Ulkus Diabetikum ABSTRACTUPTD Puskesmas Ubud I occupies the third position with the highest number of DM patients, namely 962 patients. The increase in DM cases causes diabetic ulcer complications to also increase. It is estimated that 19-34% of DM patients tend to experience diabetic ulcers. This study aims to determine the incidence of diabetic ulcers at UPTD Puskesmas Ubud I. This study was a descriptive observational study with a cross-sectional design. The research location was at UPTD Puskesmas Ubud I with a population of DM patients in the UPTD Puskesmas Ubud I work area. The sample size of 112 people was obtained by simple random sampling. Data analysis using descriptive statistical tests. The results of this study showed that the proportion of diabetic ulcers in patients with DM was 29 people (25.89%) and those without ulcers were 83 people (74.11%) then obtained the proportion of diabetic ulcers dominant in age ? 60 years (31.25%), male gender (26.56%), not working (29.82%), highly educated (28.57%), income less than MSE (27.16%), long duration of DM (44%), without comorbidities (27.27%), less knowledgeable (26.19%), without family support (28.28%), smoking (37.50%), consuming alcohol (40%), doing light physical activity (47.06%), non-compliant with treatment (42.86%), non-compliant with diet (27.38%), and non-compliant in foot care (29.79%). UPTD Puskesmas Ubud I is expected to optimize DM-related programs and provide information related to diabetic ulcer complications.Keywords: Diabetes Mellitus, Diabetic Foot Ulcer