cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Buletin Perpustakaan
ISSN : 08531544     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Buletin Perpustakaan merupakan sarana komunikasi informasi bagi pustakawan Universitas Islam Indonesia (UII) dan pustakawan dari luar UII. Media ini berfungsi untuk menampung, mendorong, melatih, mengembangkan pengetahuan, dan meningkatkan keterampilan menulis bagi para pustakawan. Selain itu Buletin Perpustakaan ini juga berfungsi untuk mengembangkan perpustakaan yang bernuansa Islami dan berwawasan nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 149 Documents
OPTIMALISASI PEMANFAATAN WEBSITE PERPUSTAKAAN UII UNTUK AKSES INFORMASI DIGITAL Joko Sugeng Prianto
Buletin Perpustakaan Vol. 2 No. 2 (2019): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Website merupakan interface untuk akses informasi digital biasanya berisi kumpulan informasi dalam format digital berupa data teks format word, pdf, html dan lain-lainnya, dapat juga image, animasi, audio visual, atau gabungan dari semua format tersebut yang dibuat dan disediakan oleh institusi maupun personal. Direktorat Perpustakaan memanfaat website institusi Perpustakaan UII untuk menjembatani pemustaka untuk akses informasi digital yang dimiliki oleh Perpustakaan UII seperti ejournal, ebook berasal dari pengadaan pembelian, langganan ataupun sumber informasi open souces dari internet. Tujuan dari penulisan artikel ini agar pemustaka Perpustakaan UII dapat memahami menu dan submenu yang berisi informasi digital di website Perpustakaan UII sehingga akses informasi digital serta sistem temu kembali informasi dapat berjalan lancar sehingga keterpakaian ejournal dan ebook serta informasi digital lain yang disediakan optimal. Output dari informasi ini diharapkan dapat membantu pemustaka khususnya mahasiswa UII agar dapat menyelesaikan studi tepat waktu di UII karena informasi yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran tersedia lengkap di Perpustakaan UII baik format digital yang dapat diakses online maupun format cetak yang disediakan di jajaran rak-rak buku di Perpustakaan UII. Dalam penulisan artikel ini menggunakan metode studi literatur dari sumber-sumber internet dan dilakukan observasi pada website Perpustakaan UII di alamat url https://library.uii.ac.id/. 
REKAYASA TEKNOLOGI INFORMASI PERPUSTAKAAN DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Eti Sumiati
Buletin Perpustakaan Vol. 2 No. 2 (2019): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi otomatisasi ataupun digitalisasi di era revolusi industri 4.0 menjadi tantangan bagi pustakawan untuk mengembangkan perpustakaan. Pustakawan merasa generasi saat ini memiliki ketertarikan yang rendah untuk membaca buku apalagi untuk datang ke perpustakaan. Sebagaimana terlihat di perpustakaan, pemanfaatan perpustakaan akan berfungsi jika pemustaka berkunjung hanya sekedar mencari informasi untuk mengerjakan tugas akhir. Dalam membangun perpustakaan di era revolusi industri 4.0, pustakawan memang dituntut kreatif. Tim marketing perpustakaan adalah pustakawan, strategi harus disusun untuk menarik minat pelanggan yaitu pemustaka. Perpustakaan era revolusi industri 4.0 bukan hanya memfokuskan pemanfaatannya di sebuah fasilitas ruangan, dan pelayanan face to face kepada pemustaka. Akan tetapi, bagaimana caranya perpustakaan memberikan informasi kepada anggota sebagai pemustaka secara mudah dan efisien. Secara garis besar rekayasa teknologi informasi dalam perencanaan pembuatan aplikasi khusus perpustakaan dengan adanya fitur registrasi anggota, account anggota, e-book, e-journal,  e-learning, fitur yang menyediakan forum diskusi, kolom berita dan kolom ilmu pengetahuan umum.
PENGEMBANGAN KODE ETIK PROFESI PUSTAKAWAN Ismanto Ismanto
Buletin Perpustakaan Vol. 3 No. 1 (2020): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan adalah lembaga pengelola informasi yang diadakan untuk kepentingan pengguna atau user dalam pemanfaatan suatu kebutuhan informasi. Perpustakaan memiliki para ahli dalam pengelolaannya, yaitu pustakawan. Keberadaan profesi  pustakawan sangat berpengaruh di perpustakaan agar lebih baik lagi untuk masa akan datang dalam memenuhi standart etika hubungan antar rekan pustakawan atau hubungan antar profesi lain. Pustakawan sebagai sebuah profesi tentu mempunyai kode etik sebagai.  Kode etik dalam lingkup profesi pustakawan  sangatlah berguna dalam mengatur hubungan antar sesama profesi maupun dengan masyarakat. Tujuan kode etik adalah sebagai pedoman untuk menjaga kehormatan, martabat, citra seorang yang professional. Sangat mengedepankan martabat profesi dan menjaga pandangan ataupun kesan dari pihak luar maupun masyarakat. Disamping itu untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan anggotanya, baik lahir maupun batin. Kode Etik diperlukan bahkan wajib diberlakukan kepada para tenaga professional, seperti pustakawan. Kode etik profesi juga untuk meningkatkan mutu organisasi profesi. Sebagai payung, pengawas dan mengontrol  kode etik profesi pustakawan adalah lembaga atau organisasi profesi yang bertugas mengatur dan menetapkan prinsip-prinsip profesionalisme dan etika pustakawan.  
PEMBINAAN KARIR PUSTAKAWAN MELALUI KOMITMEN, KOMPETENSI DAN INTRAPRENEURSHIP Sungadi Sungadi
Buletin Perpustakaan Vol. 2 No. 1 (2019): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas tentang pembinaan karir pustakawan melalui komitmen, kompetensi dan intrapreneurship. Permasalahan yang dihadapi pustakawan UII pada umumnya sebagian besar berbasis pendidikan SLTA pada saat pertama kali diangkat sebagai pustakawan; tingkat kemandirian masih rendah; masih adanya ketidaksesuaian antara bidang tugas yang dikerjakan dengan kelompok jabatan pustakawan, sehingga ada beberapa pustakawan tingkat ahli yang mengerjakan pekerjaan yang bersifat teknis. Permasalahan lainnya adalah, pada umumnya pustakawan UII memiliki  kelemahan pada butir kegiatan pengembangan sistem kepustakawanan dan pengembangan profesi. Indikatornya adalah data di Direktorat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (DPPM) UII menunjukkan bahwa, dari alokasi anggaran penelitian yang disediakan bagi pustakawan sebesar 10 paket per tahun hanya dimanfaatkan 2 paket saja (10%).Dari hasil pembahasan dapat diketahui bahwa, yang paling dibutuhkan terhadap pengembangan karir pustakawan adalah meliputi: pustakawan harus punya kemampuan menjalin kerja sama; memiliki kemampuan komunikasi secara baik; mempunyai komitmen tinggi; mempunyai visi dan pandangan luas untuk maju; dan istiqomah dalam membangun karir. Sementara pustakawan harus mampu mengatasi dan meningkatkan kinerja kepada hal-hal yang dapat menghambat pengembangan karir pustakawan serta perlu perbaikan antara lain: kemampuan melakukan penelitian; kemampuan melakukan analisis dan kritik terhadap karya-karya kepustakawanan; kemampuan membuat artikel ilmiah pada bidang kepustakawanan; kemampuan menerjemahkan dan menyadur bahan perpustakaan pada bidang kepustakawanan; kemampuan menyusunan buku panduan/petunjuk praktis pada kegiatan kepustakawanan; dan meningkatkan keaktifan dan perannya sebagai narasumber dalam pertemuan ilmiah (seminar, lokakarya, work-shop, dan yang sejenisnya). Pustakawan yang berjiwa intrapreneurship adalah pustakawan yang mampu menjalani karir secara disiplin dan konsisten, bekerja keras pantang menyerah, mampu mengambil setiap peluang yang ada, selalu up date pengetahuan melalui media belajar formal maupun informal.
GRADASI PERAN PUSTAKAWAN DALAM PERKEMBANGAN PERPUSTAKAAN Gaib Suwasana
Buletin Perpustakaan Vol. 3 No. 1 (2020): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pustakawan adalah seseorang yang mempunyai latar belakang pendidikan atau ijazah minimal D2 sampai dengan Sarjana ilmu perpustakaan dan informasi, dan atau seseorang yang memiliki keahlian setingkat sarjana di bidang ilmu perpustakaan dan informasi dan atau bidang pendidikan lain dengan ketentuan dan prasyarat yang menjadi ketentuan kepustakawanan. Seseorang yang mempunyai latar belakang pendidikan dengan ijazah minimal D2 sampai dengan sarjana sebagai orang yang menguasai ilmu pengetahuan dan seseorang yang ahli dibidangnya (Badudu, 1994)[1]. Atau dapat dikatakan dengan kata lain pustakawan adalah seorang yang mempunyai ilmu atau ahli di bidang pengetahuan perpustakaan dan informasi. Pustakawan sebagai seorang ahli mempunyai tanggung-jawab untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya untuk kepentingan masyarakat, tetapi juga diwajibkan selalu mengembangkan dan meningkatkan ilmu yang ditekuninya. Fungsi lain seorang pustakawan selain tugas-tanggung jawab dalam pengorganisasian dan pendayagunaan koleksi bahan pustaka atau sumber informasi di perpustakaan, promosi dan pelaksanaan pemasyarakatan koleksi perpustakaan, pendokumentasian, dan menginformasikan koleksi yang dimiliki, juga melakukan pengkajian serta pengembangan organisasi perpustakaan, dokumentasi dan informasi. Terkait dengan bidang keahliannya pustakawan melaksanakan evaluasi dan kajian yang hal ini bertalian erat dengan kegiatan penelitian dan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan, sebagai wujud pengabdian profesi dalam mendukung kepustakawanannya. Maka seorang pustakawan dituntut selalu mengembangkan keilmuannya berdasarkan kebutuhan masyarakat yang setiap saat berubah dan berkembang. Mengembangkan wawasan dan skill melalui kelanjutan studi, mengikuti training-training pada kegiatan ilmiah, mengikuti kegiatan seminar untuk peningkatan kompetensinya, mengikuti kegiatan workshop, teknik penulian baik menulis buku maupun menulis naskah-naskah publikasi, dapat juga melaksanakan kegiatan tutorial pendidikan dan pengajaran dibidang perpustakaan, dokumentasi dan informasi. Seiring dengan perkembangan dunia digital “digital age”, perkembangan dunia elektronis “electronic age”, mengharuskan kita untuk mempersiapkan diri dalam bersikap dan berperilaku profesional dalam melaksanakan kegiatan kerja sesuai dengan tugas dan tanggungjawab. Pengelolaan manajemen data-data elektronis cepat atau lambat akan berperan menggantikan sumber-sumber data tercetak. Penguasaan manajemen sumber data elektronis dan kemampuan dalam penyediaan fasilitas penunjang akses ini diharapkan sudut pandang orang terhadap profesi pustakawan berubah, karena berorientasi selalu pada pemenuhan kebutuhan dan kepuasan masyarakat pencari informasi ( F.W. Lanchaster;1982 ).
Pelestarian Bahan Pustaka Dengan Sistem Fumigasi: Pengalaman Empiris Di Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia Bambang Hermawan
Buletin Perpustakaan Vol. 1 No. 2 (2018): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini menjelaskan tentang pelaksanaan fumigasi di Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia (UII). Direktorat Perpustakaan UII setidaknya melakukan pemeliharaan secara intensif minimal per tiga bulan sekali diadakan penyabaran kapur barus di setiap jajaran bahan pustaka dan satu tahun sekali dilakukan Fumigasi. Fumigasi di Direktorat perpustakaan Universitas Islam Indonesia dilakukan sendiri yang pelaksanaanya mengambil hari libur panjang supaya tidak mengganggu kegiatan fumigasi. Manfaat fumigasi adalah buku-buku yang ada diperpustakaan tidak terkena serangan hama seperti tikus, kutu buku atau ikan perak,kecoa sehingga buku yang  dilayankan benar-benar dalam keadaan utuh. Dijelaskan juga sarana pendukung fumigasi, tata cara pelaksanaan fumigasi, keunggulan bahan kimia yang dipilh dan hasil fumigasi.
PROMOSI PERPUSTAKAAN DAN PEMASARAN LAYANAN PERPUSTAKAAN: PERAN PROFESIONAL PERPUSTAKAAN Sungadi Sungadi
Buletin Perpustakaan Vol. 2 No. 2 (2019): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemasaran produk dalam industri sangat penting untuk meningkatkan penjualan yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan, namun dalam lingkungan akademik seperti universitas dan perguruan tinggi, promosi dan pemasaran perpustakaan sektor informasi diperlukan untuk mengetahui mutu layanan perpustakaan. Makalah ini menyebutkan konsep promosi perpustakaan dan pemasaran layanan perpustakaan. Perpustakaan perguruan tinggi memiliki semua jenis koleksi, baik dalam bentuk cetak maupun non cetak perlu melakukan promosi koleksi perpustakaan dalam rangka untuk menawarkan berbagai produk perpustakaan. Makalah ini memberikan solusi praktis, cara dan sarana pemasaran layanan perpustakaan. Promosi yang dapat dilakukan perpustakaan antara lain dengan memanfaatkan media: brosur/leaflet, daftar penambahan koleksi baru, daftar/buku bibliografi, memajang koleksi pasca pengolahan pada ruang pameran sebelum dishelving, unggah sampul koleksi baru pada laman perpustakaan, dan promosi seluruh aktivitas perpustakaan melalui website perpustakaan.
Layanan Perpustakaan Di Masa Pandemi Covid 19 Suharti Suharti
Buletin Perpustakaan Vol. 3 No. 2 (2020): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wabah pandemi Covid 19 yang melanda sebagian besar negara telah merubah semua kebiasaan dan tatanan kehidupan di masyarakat termasuk Indonesia. Baik dalam bidang ekonomi, sosial, pendidikan maupun bidang yang lainnya. Untuk memutus rantai penularan, pemerintah Indonesia mengeluarkan aturan agar orang beraktivitas di rumah, pembatasan sosial skala besar maupun kecil. Dalam dunia pendidikan, hal ini mengakibatkan perubahan pada cara pembelajaran yang dilakukan secara online/daring. Perpustakaan sebagai unit penunjang dalam dunia pendidikan  harus menyediakan sumber informasi elektronik bagi kebutuhan pemustaka yang beraktivitas dari rumah secara online. Selain itu, layanan perpustakaan yang semula dilakukan secara langsung, diubah menjadi layanan online untuk memperlancar dan memberikan kemudahan bagi pemustaka dan pustakawan. Pustakawan dituntut kreatifitasnya untuk menciptakan inovasi-inovasi baru dalam memberikan layanan online kepada pemustaka.
Percepatan Digitalisasi Koleksi Perpustakaan Sebagai Solusi Bagi Perpustakaan FH UII Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 Irsan Sutoto
Buletin Perpustakaan Vol. 3 No. 2 (2020): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa pandemi Covid-19 dapat dipetik hikmahnya, bagi perpustakaan FH UII, atau perpustakaan secara umum. Dengan pembatasan akses secara fisik, telah mendesak dilakukannya digitalisasi meski seadanya. Tentu, seharusnya melaksanakan digitalisasi tidak perlu menunggu adanya musibah, melainkan dilihat sebagai kebutuhan untuk mengembangkan perpustakaan secara umum. Digitalisasi koleksi perpustakaan pada dasarnya merupakan salah satu cara dalam melestarikan bahan pustaka.[1] Misalnya terhadap koleksi yang tergolong tua, namun ilmu yang terkandung di dalamnya masih digunakan. Terkadang koleksi tersebut merupakan cetakan lama dan rapuh atau bahkan sulit dibaca. Dengan alih media digitalisasi, maka koleksi yang demikian masih dapat diakses tanpa risiko kerusakan fisiknya. Koleksi yang telah digitalisasi juga menjamin bahwa informasi yang terkandung dalam koleksi tersebut tetap terpelihara. Melalui digitalisasi, perpustakaan juga dapat menyimpan lebih banyak bahan pustaka secara fisik. Perpustakaan FH UII berusaha sebaik mungkin dalam mempercepat proses digitalisasi tersebut. Diantaranya yakni dengan menambah mesin scannerserta dengan menggunakan bantuan sumber daya manusia yang diambil dari unit kerja lain. Digitalisasi dilakukan setiap hari, dengan jumlah buku per hari yang bervariasi, terutama karena perbedaan ketebalan buku. Digitalisasi koleksi perpustakaan sebagai langkah untuk memberikan pelayanan bagi mahasiswa maupun dosen selama kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan metode daring. Meski masih terdapat kekurangan, namun digitalisasi bahan pustaka dinilai mampu untuk menjawab kebutuhan terhadap koleksi perpustakaan FH - UII, setidaknya selama pembatasan akses perpustakaan secara fisik dilakukan. 
Manfaat Literasi Digital Bagi Masyarakat Dan Sektor Pendidikan Pada Saat Pandemi Covid-19 Eti Sumiati; Wijonarko Wijonarko
Buletin Perpustakaan Vol. 3 No. 2 (2020): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Virus  covid-19 yang bersalah dari kota Wuhan saat ini telah menjadi pandemi di Indonesia. Kebijakan pemerintah Indonesia yang diterapkan dalam waktu singkat adalah lockdown atau karantina kewilayahan untuk meminimalisir penyebarannya. Dampak penerapan kebijakan sangat dirasakan dalam kehidupan bermasyarakat saat ini terutama sektor pendidikan. Sistem belajar mengajar yang awalnya bertatap muka dalam sebuah ruangan kelas atau pertemuan menjadi pertemuan jarak jauh atau daring dengan menggunakan media elektronik. Literasi digital  saat pandemi telah menjadi kebutuhan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Namun, proses adaptasi ke online learning juga sangat sulit untuk beberapa masyarakat. Secara bertahap tenaga pendidik maupun pelajar dapat menyesuaikan dengan kebiasaan baru ini dan dapat merasakan manfaatnya dan kemudahan dalam penggunaan media digital ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskrtiptif yaitu memaparkan mengenai manfaat literasi digital di masa pandemi covid-19 berdasarkan fenomena yang terjadi. Sepuluh manfaat literasi digital yang dapat dirasakan yaitu menghemat waktu, belajar lebih cepat, menghemat uang, membuat lebih aman, selalu memperoleh informasi terkini, selalu terhubung, membuat keputusan lebih baik, dapat membuat anda bekerja, membuat lebih bahagia, dan mempengaruhi dunia.

Page 6 of 15 | Total Record : 149