cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
fondasi@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman KM.3, Cilegon, 42435, Telephone (0254)395502 Ext. 19 Phone: (0254)395502 Ext.19
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Fondasi: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 23024976     EISSN : 25031511     DOI : http://dx.doi.org/10.36055/jft.v9i1.7440
Core Subject : Engineering,
Terbitan berkala yang mempublikasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan pengembangan sains dan teknologi dalam bidang teknik sipil (Struktur, Transportasi, Geoteknik, Sumber Daya Air dan Manajemen Konstruksi) sebagai bentuk kekayaan intelektual. Diterbitkan sebanyak 2 kali dalam satu tahun yakni pada Bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2012)" : 10 Documents clear
PEMANFAATAN BLOTONG UNTUK BAHAN BAKU PEMBUATAN PAVING BLOCK Zulmahdi Darwis; Bambang Adhi Priyambodo; Rully Nurul Ashar
Jurnal Fondasi Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.314 KB) | DOI: 10.36055/jft.v1i1.2006

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi berakibat pada tingginya kebutuhan akan sarana hunian. Pengembangan kawasan-kawasan hunian lebih lanjut akan memacu meningkatnya kebutuhan bahan bangunan. Salah satu cara untuk mengatasi permintaan kebutuhan bahan bangunan tersebut adalah dengancara meningkatkan pemberdayaan sumber daya lokal dalam pembuatan paving block. Pemanfaatan sampah maupun limbah dapat mengurangi pencemaran lingkungan.Penelitian ini menggunakan komposisi campuran pembuatan paving block 1:4 dan 1:6 limbah blotong digunakan sebagai pengganti pasir,abu batu,screening untuk tiap-tiap sampelnya dengan variabel tetapnya semen sebagai bahan pengikat utama nya. Hasil penelitian ini menunjuk kan bahwa kuat tekan paving block tertinggi sebagai pengganti abu batu dengan perbandingan 1:4 pada umur 28 hari yaitu sebesar 16 Mpa dan kuat tekan tertinggi untuk perbandingan 1:6 sebagai pengganti abu batu pula pada umur 28 hari yaitu sebesar 13,2 Mpa, sedangkan untuk hasil pengujianpenyerapan air paving block pada perbandingan 1:4 dan 1:6 menghasilkan nilai yang berbeda-beda, namun bila dilihat dari mutu paving block masuk pada mutu C yang digunakan untuk pejalan sesuai dengan SNI-030691-1996
EVALUASI KINERJA PELAYANAN ANGKUTAN KOTA DI KOTA CILEGON (Trayek : Merak : Cilegon) Arief Budiman; Rindu Twidi Bethary; Dandi Siswanto
Jurnal Fondasi Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.379 KB) | DOI: 10.36055/jft.v1i1.2001

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dugaan kurang optimalnya pelayanan trayek angkutan kota CilegonMerak. Hal ini diterlihat dengan menumpuknya penumpang pada jam-jam sibuk dan sedikitnya penumpang pada jam-jam tertentut. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian mengenai Evaluasi Kinerja Pelayanan Angkutan Kota Di Kota Cilegon khususnya pada trayek Cilegon – Merak. Penelitian mengenai evaluasi kinerja ini menggunakan dua indikator penilaian yaitu penilaian pada sisi penumpang dengan menggunakan Indikator Standar Pelayanan Angkutan Umum yang dikeluarkan oleh Ditjen Perhubungan Darat tahun 1999 dan penilaian dari sisi operator angkutan kota pemilik/supir/penyewa angkutan kota) dengan menggunakan perbandingan antara pemasukan dengan Biaya Operasional Kendaraan (BOK). Penelitian ini melewati dua tahap mengumpulan data, tahap yang pertama dilakukan untukmenetukan jumlah sampel dengan menggunakan metode Simple Random Sampling.Tahapan selanjutanya dilakukan untuk mengumpulkan data mengenai indikator kinerja angkutan umum yang berupa load factor dinamis, headway, tingkat occupancy, frekuensi kendaraan, serta biaya operasi kendaraan. Dari hasil analisa didapatkan bahwa load factor pada jam sibuk, kecepatan perjalanan, waktu tunggu, headway, frekuensi kendaraan, waktu perjalanan memperoleh nilai Baik. Sedangkan kriteria sedang diperoleh dari kriteria waktu pelayanan, awal dan akhir perjalanan.Secara keseluruhan kinerja pelayananangkutan kota pada trayek Cilegon – Merak berkinerja Baik (bobot nilai 22). Dilihat dari Biaya Operasi Kendaraaan (BOK) maka didaptkan nilai BOK sebesar Rp. 7.185.210,- per bulan jika dibandingkan dengan pendapatan operator sebesar Rp. 7.962.510,- per bulan maka keuntungan yang diperoleh setiap bulannya sebesar Rp. 777.300,-.
POLA RETAK PADA STRUKTUR PELAT JEMBATAN BETON BERTULANG Soelarso .
Jurnal Fondasi Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.372 KB) | DOI: 10.36055/jft.v1i1.2007

Abstract

Pelat merupakan struktur yang menahan beban lentur dan diteruskan ke balok, sehingga pelat merupakan struktur yang menerima beban awal sebelum ke balok. Struktur pelat yang tipis harus cukup kaku menerima beban sehingga tidak terjadi kegagalan seperti hal nya retak.Penelitian ini berisikan pola retak yang terjadi pada pelat beton bertulang dimana dibandingkan hasil dari eksperimen dan penyelesaian secara numerik. Hasil dari perbandingan tersebut menunjukan retak yang terjadi pada pelat merupakan retak lentur dengan lebar retak awal 0,05 mm dan terjadi pada beban 16 KN
KORELASI EMPIRIS ANTARA KECEPATAN GELOMBANG GESER DENGAN NILAI N SPT (STUDI KASUS BANDUNG SITE) Enden Mina
Jurnal Fondasi Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.838 KB) | DOI: 10.36055/jft.v1i1.2002

Abstract

Kecepatan gelombang geser merupakan salah satu parameter dinamis tanah yang sangat penting dalam proses klasifikasi tanah dan analisis site response. Kecepatan gelombang geser (Vs) dapat ditentukan secara langsung atau menggunakan nilai Vs dari persamaan korelasi dengan parameter tanah lain. Pengembangan korelasi empiris antara Vs dan parameter tanah dari hasil penyelidikan lapangan dan uji laboratorium telah banyak dilakukan oleh para peneliti terdahulu, akan tetapi tingkat kemampuan prediksi dari persamaankorelasi yang dihasilkan bervariasi untuk suatu lokasi dengan lokasi lain. Studi ini bertujuan untuk untuk memperbaiki dan memperoleh suatu korelasi yang dapat mewakili nilai Vs sebenarnya pada suatu lokasi.Dalam studi ini pengembangan Korelasi ditekankan untuk korelasi antara Vs dari survey seismic down hole (SDH) dan multichannel analysis surface waves (MASW) dengan parameter tanah seperti nilai tahanan penetrasi N dari standard penetration test (SPT) dan parameter tanah dari hasil uji laboratorium. Korelasidikembangkan melalui suatu proses analisis regresi non linier menggunakan data yang dikumpulkan dari lokasi Bandung. Persamaan korelasi antara Vs dengan N SPT dari studi ini memberikan hasil yang cukup baik dan berada pada rentang prediksi Vs dari beberapa peneliti sebelumnya. Dalam penelitian ini jugadikembangkan korelasi antara Vs dengan kekuatan geser tanah undrained (Su) yang memberikan hasil prediksi yang cukup baik.
PENGARUH BAHAN ADITIF (MERK XYZ) TERHADAP KUAT TEKAN TANAH Rama Indera Kusuma
Jurnal Fondasi Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.21 KB) | DOI: 10.36055/jft.v1i1.2003

Abstract

Kegagalan konstruksi dilapangan seringkali diakibatkan oleh jenis tanah yang tidak memenuhi persyaratan teknis yang telah disyaratkan, untuk mengetahui sifat-sifat fisik dan sifat-sifat mekanis tanah perlu adanya pengujian pendahuluan di laboratorium. Untuk mengatasi masalah pada tanah yang kurang baik ini banyak sekali metode yang digunakan, sedangkan pada penelitian ini akan digunakan stabilisasi tanah dengan menggunakan campuran bahan aditif dan tanah yang digunakan berasal dari Nagreg. Proses pengujian perbaikan tanah dilakukan menggunakan benda uji dengan campuran bahan aditif 0,4%, 0,6%, 0,8%,1%, 1,5%, 2%, berat kering tanah, menggunakan kadar air optimum tanah asli dengan masa perawatan pengujian pada 0 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari. Benda uji tersebut akan diuji kuat tekan tanahnya dengan menggunakan alat uji kuat tekan bebas (UCS). Dari hasil pengujian terhadap benda uji yang telah distabilisasi dengan bahan aditif memiliki nilai kuat tekan tanah tertinggi 8,955 kg/cm2, waktu perawatan 28 hari, dengan kadar bahan aditif 0,6 % dari berat kering tanah
ANALISIS PENGARUH KEMIRINGAN DASAR SALURAN TERHADAP DISTRIBUSI KECEPATAN DAN DEBIT ALIRAN PADA VARIASI AMBANG LEBAR Restu Wigati; Subekti .; Kiki Tri Prihatini
Jurnal Fondasi Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.107 KB) | DOI: 10.36055/jft.v1i1.1998

Abstract

Dalam pengukuran debit aliran pada saluran, alat yang umum digunakan adalah ambang lebar, selain Thomson, pintu sorong dan ambang tajam. Alat ukur debit dengan metode ambang lebar banyak digunakan untuk mengukur debit pada bangunan irigasi. Sejauh ini belum ada penelitian mengenai pengaruh kemiringan dasar saluran terhadap distribusi kecepatan dan debit aliran pada variasi ambang lebar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kemiringan dasar saluran (I) terhadap distribusi kecepatan (V) dandebit aliran (Q) pada variasi ambang lebar (A). Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen di Laboratorium Hidraulika Fakultas Teknik UNTIRTA dengan menggunakan ambang lebar buatan pada alat Standard Tilting Flume. Hasil penelitian menunjukan bahwa variasi kemiringan dasar saluran (I) dapatmeningkatkan kecepatan (V) dan debit aliran terukur (Q terukur) pada variasi ambang lebar (A). Hal ini dikarenakan energi kinetik diatas ambang telah dialihkan kedalam energi potensial disebelah hilir saluran, sehingga adanya ambang menyebabkan perubahan karateristik aliran seperti kecepatan dan atau turbulensi. Sedangkan variasi kemiringan dasar saluran (I) dapat menurunkan debit aliran teroritis (Qteroritis) pada variasi ambang lebar (A)
ANALISIS PRODUKTIVITAS ALAT-ALAT BERAT STUDI KASUS PROYEK PEMBANGUNAN JALAN ANTARTIKA II DI KAWASAN INDUSTRI KRAKATAU STEEL, CILEGON Andi Maddeppungeng; Soedarsono .; Yusep Depyudin
Jurnal Fondasi Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (994.401 KB) | DOI: 10.36055/jft.v1i1.2004

Abstract

Lokasi sebagi tempat studi kasus adalah projek pembengunan jalan Antartika II, penelitian ini menggunakan metode perhitungan produksi kapasitas alat berat secara actual, yaitu perhitungan produktivitas alat berat dengan menentukan waktu siklus alat, penentuan faktor koreksi, perhitungan produksi masingmasingalat, dan menentukan komposisi alat berat yang digunakan.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menemukan produktivitas alat berat, waktu dan biaya yang paling efektif dan efisien dari penggunaan komposisi alat berat yaitu alternative kedua, yang terdiri dari 3 unit Excavator: 144,3 m3/jam, 1 unit Crawler Tractor Dozer: 88,83 m3/jam, 1 unit Vibration Roller: 16,93 m3/jam dan 4 unit Dump Truck dengan total produksi 111 m3/jam dengan biaya total sebesar Rp 331.260.000 dan waktu pelaksanaan 26 hari
PREDIKSI EROSI LAHAN DENGAN METODE USLE Subekti .
Jurnal Fondasi Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.826 KB) | DOI: 10.36055/jft.v1i1.1999

Abstract

Erosi adalah peristiwa pindahnya atau terangkutnya tanah atau butiran–butiran tanah dari suatu tempat ketempat lain oleh media alami.Erosi ditentukan dan dipengaruhi oleh faktor-faktor : iklim, topografi, vegetasi, tanah dan kegiatan manusia. Penelitian ini membandingkan antar prediksi erosi lahan dengan USLE dengan pengukuran langsung erosi lahan pada petak (damplot) pada lahan yang memiliki kemiringan 8,49 dan gundul. Dari perhitungan erosi dengan metode USLE dan pengukuran erosi secara langsung menunjukkan bahwa erosi dari perhitungan USLE menghsilkan erosi yang lebih besar dibandingkan denganpengukuran langsung di lapangan. Nilai dari tabel menunjukkan bahwa nilai perhitungan erosi lahan dengan USLE rata-rata 25,3% lebih tinggi. Berdasarkan angka perhitungan erosi metode USLE untuk jangka waktu 1 tahun menunjukkan bahwa erosi lahan sangat tinggi, sehingga pada tanah tersebut diperlukan tindakan konservasi tanah untuk mengendalikan erosi yang cukup besar
ANALISIS EFEK JENTRIFIKASI PADA FASAD DI KAWASAN KEMANG JAKARTA SELATAN SEBAGAI KAJIAN PENGEMBANG PERKOTAAN Irma Suryani; Andi Maddeppungeng
Jurnal Fondasi Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1198.757 KB) | DOI: 10.36055/jft.v1i1.2005

Abstract

Jentrifikasi adalah fenomena yang sering terjadi di beberapa kota di beberapa Negara. Jentrifikasi dimaksudkan untuk mengontrol kaum urban dan dapat menjadi suatu strategi untuk mengembangkan pusat kota. Walaupun strategi tersebut masih jarang diterapkan di kota-kota di Indonesia tetapi Kemang dapatmenjadi contoh kasus yang dapat merepresentasikan fenomena jentrifikasi di Jakarta dan kota lain di Indonesia Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah telah terjadi jentrifikasi di Jalan Kemang Raya, dan bagaimana proses serta efek yang ditimbulkan jentrifikasi pada aspek fisik Kawasan Kemang Raya. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan mengidentifikasi indikasi-indikasi yang mengarah kepadapembuktian terjadinya jentrifikasi di kawasan tersebut, sehingga penelitian ini menggunakan paradigma atau metode pendekatan positivisme, yaitu melakukan penelitian berdasarkan pada fakta-fakta empiris. Jenis penelitian yang dipergunakan adalah kualitatif yang dianggap mampu menerangkan gejala atau fenomena secara lengkap dan menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jentrifikasi di wilayah Jalan Kemang memberikan pengaruh positif baik secara fisik dan non-fisik. Pengaruh non-fisik dapat dilihat dari perubahan fungsi wilayah tersebut dari rumah tinggal menjadi daerah komersial, harga lahan, populasi dan struktur pemukiman berubah. Pengaruh tersebut membawa perubahan terhadap karakter lingkungan yang berubah dari citra pemukiman menjadi citra komersial yang membawa perubahan tampilan (fasad) wilayah tersebut. Perubahan fasad dipengaruhi oleh penyesuaian fungsi bangunan dari rumah menjadi bangunan komersial. Perubahan fasad pada bangunan-bangunan tertentu menunjukkan adanya perbedaan dasar jentrifikasi yang terjadi di wilayah tersebut. Pada bagian jalan yang mengalami jentrifikasi pada tahap penetrasi, perubahan fasad tidakseluruhnya terjadi, dimana beberapa bangunan yang fungsinya belum berubah masih tetap ada. Pada tahap invention dan succession, perubahan fasad pada bangunan-bangunan seluruhnya berubah dari tempat tinggal menjadi bangunan komersial
ANALISA KARAKTERISTIK PARKIR PADA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA Muhammad Fakhruriza Pradana
Jurnal Fondasi Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2115.252 KB) | DOI: 10.36055/jft.v1i1.2000

Abstract

Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang bersifat sementara. Perparkiran ternyata menimbulkan persoalan yang cukup rumit bagi kota termasuk juga yang terjadi di Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (FT Untirta). Meningkatnya jumlah populasi di Fakultas Teknik (dosen,karyawan dan mahasiswa) menyebabkan kebutuhan akan parkir juga terus meningkat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik dari parkir yang terjadi, dimana karakteristik yang dimaksud adalah akumulasi parkir, kapasitas parkir, indeks parkir, volume parkir, dan durasi parkir. Penelitian ini difokuskan kepada kendaraan roda dua (motor) dan kendaraan roda empat (mobil). Penelitian ini menghasilkan kesimpulan berupa: a) Akumulasi parkir maksimum untuk kendaraan roda 4 (mobil) sebesar 17 mobil dan terjadi pada pukul 10.00 WIB, sedangkan untuk kendaraan roda 2 (motor) akumulasi parkir maksimum terjadi pada pukul 11.00 WIB sebesar 385 motor; b) Kapasitas parkir mobilyang dimiliki oleh FT Untirta adalah 43 petak, sedangkan kapasitas parkir motor sebesar 774 petak; c) Besarnya indeks parkir mobil didapatkan nilai 36,17% dan indeks parkir motor sebesar 49,74%; d) Volume parkir dalam satu hari untuk mobil adalah 60 kendaraan sedangkan untuk motor adalah 1390 kendaraan; e) Tingkat pergantian parkiruntuk mobil didapatkan nilai 1,28 sedangkan untuk motor sebesar 1,79; f) Durasi parkir untuk kedua jenis kendaraan masuk kategori short term parking

Page 1 of 1 | Total Record : 10