cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Acta Pharmaceutica Indonesia
ISSN : 0216616X     EISSN : 27760219     DOI : -
Core Subject :
Acta Pharmaceutica Indonesia merupakan jurnal resmi yang dipublikasikan oleh Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung. Jurnal ini mencakup seluruh aspek ilmu farmasi sebagai berikut (namun tidak terbatas pada): farmasetika, kimia farmasi, biologi farmasi, bioteknologi farmasi, serta farmakologi dan farmasi klinik. Acta Pharmaceutica Indonesia is the official journal published by School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung. The journal covers all aspects of pharmaceutical issues which includes these following topics (but not limited to): pharmaceutics, pharmaceutical chemistry, biological pharmacy, pharmaceutical biotechnology, pharmacology and clinical pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
Formulasi Sediaan Liposom Nimodipin: Studi Pengaruh Komposisi Lipida Terhadap Efisiensi Inkorporasi Nimodipin dan Stabilitas Ukuran Partikel Liposom Putra, I Gusti Ngurah Saskara; Darijanto, Sasanti Tarini; Soemirtapura, Yeyet Cahyati
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol 39, No 1 & 2 (2014)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.517 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formula sediaan liposom nimodipin. Secara khusus penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jumlah fosfolipida dan kolesterol terhadap efisiensi inkorporasi nimodipin dan stabilitas ukuran partikel liposom. Liposom multilamelar dihasilkan menggunakan metode lapis tipis. Pengecilan ukuran partikel dilakukan menggunakan metode homogenisasi tekanan tinggi. Karaketerisasi ukuran partikel dilakukan menggunakan metode light scattering. Penetapan efisiensi inkorporasi nimodipin dilakukan menggunakan metode spektrofotometri UV derivatif. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan mol fosfolipida/nimodipin (20:1) merupakan perbandingan optimal yang memberikan efisiensi inkorporasi nimodipin dalam liposom mendekati 100%. Rasio mol ini juga memberikan stabilita ukuran partikel yang baik pada uji freeze thaw.Kata kunci: liposom, nimodipin, fosfolipida, fosfatidilkolin, kolesterolAbstractPurpose of this research is to develop liposome formulation of nimodipine. The research specifically conducted to determine effect of phospholipid and cholesterol on nimodipine incorporation efficiency and particle size stability. Multilamellar liposome was prepared using thin-layer method. Reduction of particle size was done by high-pressure homogenization. Light scattering method was used to characterize particle size of liposome. Evaluation of incorporation efficiency was performed using UV derivative spectroscopic method. The result showed that molar ratio of phospholipid:nimodipine (20:1) was an optimal ratio in liposome formulation which could give incorporation efficiency of nimodipine approached to 100%. This ratio also provided good particle size stability in freeze thaw test.Keywords: liposome, nimodipine, phospholipid, phosphatidylcholine, cholesterol
Antioxidant Activity and Antocyanin Derivatives Study of Red Katuk (Euphorbia cotinifolia L.) Leaves Mariani, Ria; Soediro, Iwang S.; Ihsan, Setiadi; Eva, Sinta; Nuraisyah, Desi
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol 38, No 2 (2013)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.644 KB)

Abstract

In this study, antioxidant activity and antocyanin derivatives study of extract of red katuk (Euphorbia cotinifolia L.) leaves was done. Antioxidant activity was done by DPPH (2,2-diphenyl 1-picrylhydrazyl) method using ultraviolet-visible spectrophotometer and thin layer chromatography. The result showed that methanol extract had antioxidant activity with IC50 value 33.13 μg/mL. Vitamin C as comparative substance had IC50 value was 5.24 μg/mL. From the acidified methanol extract, two anthocyanin derivatives have been isolated by preparative paper chromatography and characterized by ultraviolet visible spectrophotometry, which were supposed to be peonidin and cyanidin.Keywords: Euphorbia cotinifolia L, antioxidant, antocyaninAbstrakPada penelitian ini dilakukan pengujian mengenai aktifitas antioksidan dan turunan antosianin dari ekstrak daun katuk (merah Euphorbia cotinifolia L.). Aktifitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (2,2-diphenyl 1-picrylhydrazyl) menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan kromatografi lapis tipis (KLT). Hasil penellitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol memiliki aktifitas antioksidan dengan nilai IC50 33,13 μg/mL. Vitamin C sebagai senyawa pembanding memiliki nilai IC50 5,24 μg/mL. Dari ekstrak metanol dalam suasana asam, terdapat 2 turunan antosianin yang berhasil diisolasi menggunakan kromatografi kertas preparatif dan dikarakterisasi dengan spektrofotometer UV-Vis, dimana kedua isolate tersebut diketahui sebagai peonidin dan sianidin.Kata kunci : Euphorbia cotinifolia L, antioksidan, antosianin
Front Matter Vol 39 No 3&4 (2014) Indonesia, Acta Pharmaceutica
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol 39, No 3 & 4 (2014)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.341 KB)

Abstract

ANALISIS KESESUAIAN DOSIS PADA PASIEN GANGGUAN FUNGSI GINJAL DI SUATU RUMAH SAKIT PENDIDIKAN DI KOTA BANDUNG Zazuli, Zulfan; Hendrayana, Tomi; Pratiwi, Bhekti; Rahayu, Cherry
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol 42, No 1 (2017)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.298 KB)

Abstract

ABSTRAKPenurunan fungsi ginjal dapat memicu masalah terkait obat akibat terjadinya akumulasi senyawa obat dan timbulnya gangguan patologis lain. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian dosis yang terjadi pada pasien gangguan fungsi ginjal dan menilai sensitivitas pustaka acuan dalam mendeteksi ketidaksesuaian dosis. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi retrospektif pada 266 sampel pasien rawat inap dengan gangguan fungsi ginjal di suatu rumah sakit pendidikan di Kota Bandung pada periode Januari-Maret 2015. Pasien yang diteliti adalah pasien yang menggunakan salah satu atau lebih obat yang diteliti dengan kriteria obat memerlukan penyesuaian dosis, paling banyak digunakan, dan obat untuk komorbid. Kriteria Penggunaan Obat (KPO) untuk 10 obat yang diteliti kemudian dibuat berdasarkan AHFS 2014, DIH 2015 dan Seyffart 2011 dan digunakan sebagai dasar dalam analisis kesesuaian dosis. Dari 176 pasien yang memiliki data mencukupi, terdapat kejadian hari tidak tepat dosis sebesar 54,59% berdasarkan pustaka AHFS-DIH dan 34,96% berdasarkan pustaka Seyffart dari total hari pemberian obat untuk setiap pasien (p<0,05). Pustaka AHFS dan DIH lebih sensitif dalam mendeteksi ketidaksesuain dosis daripada Seyffart. Tingginya persentase ketidaksesuaian dosis menunjukkan diperlukannya pemantauan penggunaan obat terutama dalam aspek pemberian dosis secara terus menerus untuk mengurangi kejadian masalah terkait obat dan memperlambat progresivitas penyakit.Kata kunci: masalah penggunaan obat; gangguan fungsi ginjal; asuhan kefarmasianANALYSIS OF DOSE ADJUSTMENT IN PATIENTS WITH RENAL DYSFUNCTION AT A TEACHING HOSPITAL IN BANDUNGABSTRACTRenal impairment might lead to drug related problems resulted from drug accumulation of drug and other pathological disorders. This study aimed to identify inappropriate dosage on renal impairment patients and investigate sensitivity of literature used for the dosage adjustment. A restrospective observational study was conducted on 266 sample of inpatients with impaired renal function in an academic hospital in January – March 2015 period. The patients studied were patients who used one or more selected drugs with the criteria of drugs requiring dose adjustment, most widely used drugs, and drugs to treat comorbids. The Drug Use Criteria (KPO) for the 10 drugs studied was then made based on AHFS 2014, DIH 2015 and Seyffart 2011 and used as a basis for dose conformity analysis. From 176 patients with sufficient data, there was a 54.59% and 34.96% of the total inpatient days was found to have inappropriate dosing based on AHFS-DIH and Seyffart respectively (p<0.05). The AHFS and DIH libraries are more sensitive in detecting dose nonconformities than Seyffart. The high percentage of dose discrepancy indicates the need for monitoring of drug use especially in the aspect of continuous dosing to reduce the incidence of drug related problems and slow the progression of the diseaseKeywords: drug-related problems; kidney disease; pharmaceutical care
Uji Disolusi Terbanding Zat Karbamazepin dalam Bentuk Sediaan Tablet Satrialdi, -; Asyarie, Sukmadjaja; Mudhakir, Diky
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol 36, No 1 & 2 (2011)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.521 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini telah dilakukan uji ekivalensi produk tablet karbamazepin secara in vitro dengan menggunakan uji disolusi terbanding. Uji dilakukan terhadap produk inovator, produk bermerek I, dan produk bermerek II menggunakan 3 medium uji yaitu medium pH 1,2; pH 4,5; dan pH 6,8 dengan pengambilan sampel pada menit ke-10, 15, 30, 45, dan 60. Penetapan kadar dilakukan menggunakan metode spektrofotometri UV pada panjang gelombang 285 nm. Hasil uji disolusi terbanding dianalisis menggunakan faktor kemiripan (f2). Dari hasil uji disolusi terbanding, kedua produk uji tidak ekivalen terhadap produk inovator.
Front Matter Vol 37 No 2 (2012) Indonesia, Acta Pharmaceutica
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol 37, No 2 (2012)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.496 KB)

Abstract

Front Matter Vol 37 No 4 (2012) Indonesia, Acta Pharmaceutica
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol 37, No 4 (2012)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.508 KB)

Abstract

Front Matter Vol 38 No 2 (2013) Indonesia, Acta Pharmaceutica
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol 38, No 2 (2013)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.663 KB)

Abstract

Optimasi Produksi Metabolit Antibakteri Menggunakan Streptomyces galbus Strain TP2 dengan Metode Response Surface Methodology Andayani, Desak Gede Sri; Sukandar, Elin Yulinah; Adnyana, I Ketut; Sukandar, Ukan
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol 38, No 4 (2013)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Streptomyces galbus strain TP2 hasil isolasi dari tanah sekitar Gunung Tangkuban Perahu telah memproduksi metabolit antibakteri. Tujuan studi ini adalah menentukan kondisi optimum untuk produksi metabolit antibakteri. Tiga faktor penting yaitu pH, konsentrasi glukosa dan ekstrak ragi dipelajari dengan metode Response Surface Methodology (RSM). Penelitian ini menggunakan Central Composite Design (CCD) yang terdiri dari 17 tempuhan termasuk enam titik tengah. Diameter hambatan 35 mm terhadap Methicillin Resistant Staphyllococcus aureus (MRSA) dihasilkan pada kondisi optimum pH 7,06; konsentrasi glukosa 10,19 g/L dan konsentrasi ekstrak ragi 2,45 g/L.Kata kunci: Streptomyces galbus strain TP2, optimasi proses fermentasi, response surface methods, metabolit antibakteri MRSAAbstractStreptomyces galbus strain TP2 that isolated from the soil of Tangkuban Perahu Mountain was produced antibacterial metabolite. The objective of this research was to determine the optimal conditions for the production of antibacterial metabolite. Three significant factors, i.e. pH, glucose and yeast extract concentration were studied by response surface methods (RSM). This research was used Central composite design (CCD) by 17 experiments including six center points. Inhibition of diameter of 35 mm to Methicillin Resistant Staphyllococcus aureus (MRSA) was produced at  optimum condition of pH 7.06, glucose concentration 10.19 g/L and yeast extract concentration 2.45 g/L.Keywords: Streptomyces galbus strain TP2, optimization of fermentation process, response surface methods, antibacterial metabolite of MRSA.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK BEBERAPA TUMBUHAN TERHADAP MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS GALUR SENSITIF DAN RESISTEN Garmana, Afrillia Nuryanti; Sukandar, Elin Yulinah; Fidrianny, Irda
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol 36, No 3 & 4 (2011)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah diteliti aktivitas ekstrak etanol batang bratawali (Tinospora tuberculata Beumee), ekstrak etanol daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis), ekstrak etanol rimpang kencur (Kaempferia galanga L.), dan ekstrak etanol rimpang temu putih (Curcuma zedoaria (Berg.)) terhadap Mycobacterium tuberculosis galur sensitif (H37Rv) dan resisten (HE dan SR). Ekstrak diuji pada konsentrasi 10, 20, 50, dan 100 ?g/mL media dengan metode pengenceran agar. Bakteri diinokulasikan pada media yang mengandung larutan ekstrak atau obat pembanding kemudian diinkubasi pada 37°C lalu diamati setiap minggu mulai minggu keempat sampai minggu kedelapan. Dari keempat ekstrak yang diuji, hanya ekstrak etanol rimpang kencur yang dapat menghambat pertumbuhan M. tuberculosis galur HE dan SR pada konsentrasi 100 ?g/mL media.Kata kunci : aktivitas antituberkulosis, Mycobacterium tuberculosis, Tinospora tuberculata Beumee, Anredera cordifolia (Ten.) Steenis, Kaempferia galanga L., Curcuma zedoaria (Berg.)

Page 9 of 26 | Total Record : 254