cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 08532982     EISSN : 25492659     DOI : 10.5614/jts
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap tiga bulan, yaitu April, Agustus dan Desember. Jurnal Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1990 dengan membawa misi sebagai pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal Teknik Sipil diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia. Dalam perkembangannya, Jurnal Teknik Sipil telah terakreditasi sebagai jurnal ilmiah nasional sejak tahun 1996 dan saat ini telah terakreditasi kembali (2012-2017). Dengan pencapaian ini maka Jurnal Teknik Sipil telah mengukuhkan diri sebagai media yang telah diakui kualitasnya. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil tetap berusaha mempertahankan kualitasnya dengan menerbitkan hanya makalah-makalah terbaik dan hasil penelitian terbaru.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 26 No 3 (2019)" : 11 Documents clear
Sifat Fisis Dan Mekanis Kayu Dari Hutan Rakyat Dalam Uji Biodeteriorasi Di Beberapa Daerah Bagian Barat Pulau Jawa Trisna Priadi
Jurnal Teknik Sipil Vol 26 No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.6

Abstract

Abstrak Penggunaan kayu dari hutan rakyat untuk bangunan dan furnitur semakin banyak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat fisik dan mekanik kayu setelah uji biodeteriorasi alami tanpa menyentuh tanah di empat kota berbeda di bagian Barat Pulau Jawa. Kayu yang digunakan dalam penelitian ini sengon, nangka, mangium, mahoni dan kamper. Uji biodeteriorasi kayu tidak menyentuh tanah dilakukan di Bogor, Tanjung Priok, Lembang, dan Serang. Sifat fisik dan mekanik kayu diuji setelah uji lapang biodeteriorasi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan berat kayu, berat jenis, modulus elastisitas dan modulus patah dari contoh uji kayu bervariasi di antara berbagai jenis kayu dan tempat uji. Degradasi tertinggi terjadi pada kayu sengon, sedangkan degradasi kayu mangium dan mahoni lebih tinggi daripada kayu nangka dan kamper. Sifat fisik dan mekanik kayu yang diuji di Bogor yang bercurah hujan tinggi dan bersuhu hangat lebih buruk daripada kayu yang diuji di tempat -tempat lainnya.Abstract The use of woods from community forests for building and furniture are increasing. Therefore, this study aimed to evaluate the physical and mechanical properties of woods exposed to above ground biodeterioration test in four different cities in the West part of Java Island. The woods used in this study were sengon, jackfruit, mangium, mahogany and camphor. Above ground biodeterioration test of the woods were conducted in Bogor, Tanjung Priok, Lembang, and Serang. The physical and mechanical properties of the woods were tested after the biodeterioration test. The results showed that the weight loss, specific gravity, modulus of elasticity and modulus of rupture of the woods were different among wood species and exposure palces. The highest degradation occurred in sengon wood, while degradation of mangium and mahagoni woods were higher than that of nangka and kamper woods. The physical and mechanical properties of the woods exposed in Bogor with high rainfall and warm temperature were worse than the woods exposed in the other places.
Finite Element Study of Vacuum Preloading and Prefabricated Vertical Drains Behavior for Soft Soil Improvement Dedi Apriadi; Ressa Adrian Barnessa; Nisrina Aulia Is Marsa
Jurnal Teknik Sipil Vol 26 No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.1

Abstract

AbstractFinite element modeling of soft soil improvement with prefabricated vertical drains (PVD) and vacuum preloading behavior was carried out by considering smear effect and equivalent plane strain based on permeability conversion. Transfer of negative pore pressure due to vacuum preloading was modeled by using pore pressure boundary condition at soft soil layer and along the length of the PVD. The soft soil layer was modeled by using Modified Cam Clay constitutive model. Effect of constant and linearly decreasing vacuum pressure along the PVD length was investigated. Furthermore, prediction from this modeling such settlement was compared to Terzaghi 1-D consolidation. Degree of consolidation for radial only and combined vertical radial were predicted by using Barron's and Carrillo's formula, respectively. Numerical evaluation of vacuum preloading-induced lateral deformation compared to conventional preloading was also presented including its comparation with analytical method. Finally, several conclusions and recommendations related to modeling and behavior of combined PVD and vacuum preloading was given.  AbstrakPemodelan elemen hingga perilaku perbaikan tanah lunak dengan vacuum preloading (pembebanan vakum) dan Prefabricated Vertical Drains (PVD) dilakukan dengan mempertimbangkan efek smear dan equivalent plane strain berdasarkan konversi permeabilitas. Transfer negative pore pressure akibat pembebanan vakum dimodelkan dengan menggunakan pore pressure boundary condition pada lapisan tanah lunak dan sepanjang PVD. Lapisan tanah lunak dimodelkan dengan menggunakan model konstitutif tanah Modified Cam Clay (MCC). Pengaruh distribusi tekanan vakum konstan dan bervariasi menurun secara linier di sepanjang PVD akan diteliti. Prediksi penurunan dari pemodelan elemen hingga selanjutnya dibandingkan dengan hasil perhitungan konsolidasi 1-D Terzaghi.  Derajat konsolidasi dihitung menggunakan persamaan Barron untuk arah radial dan Carrillo untuk kombinasi arah vertikal dan radial. Evaluasi numerik perilaku deformasi lateral akibat penggunaan pembebanan vakum dibandingkan dengan preloading (timbunan) juga disajikan berikut perbandingannya terhadap metode analitis. Terakhir, beberapa kesimpulan dan rekomendasi terkait pemodelan dan perilaku kombinasi PVD dan pembebanan vakum diberikan.
Evaluasi Geometri Pada Tikungan Black Spot (Studi Kasus Jalan Parangtritis Km 15 Desa Patalan Kecamatan Jetis Kabupaten Bantul) prima romadhona; Andri Saputro
Jurnal Teknik Sipil Vol 26 No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.8

Abstract

AbstrakJalan Parangtritis Km 15 merupakan salah satu lokasi rawan kecelakaan yang memiliki tikungan tajam. Tingkat kecelakaan lalu lintas di Jalan Parangtritis Km 15 Kabupaten Bantul pada tahun 2013 "“ Mei 2016 terdapat 351,8 kecelakaan. Tingkat kecelakaan yang terjadi pada tahun 2103 sebesar 51,5, tahun 2014 sebesar 137,3, dan tahun 2015 sebesar 111,5 sedangkan tahun 2016 sebanyak 51,5, dimana tingkat kecelakaan tertinggi terjadi pada tahun 2014. Untuk itu diperlukan analisis untuk mengetahui kondisi geometri sesuai pedoman Geometri Jalan Antar Kota Tahun 1997. Metode penelitian yang dilakukan yaitu pengukuran langsung kondisi geometri sebenarnya, mencakup lengkung horisontal dan vertikal, lebar lajur, dan lebar bahu. Pengukuran trase jalan menggunakan alat ukur theodolith dan data lalu lintas harian tahun 2016 dari Bina Marga. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat kondisi yang sudah sesuai dengan yang belum sesuai Bina Marga 1997. Kondisi yang sudah sesuai yaitu volume lalu lintas harian rata-rata, jenis jalan kolektor kelas III, lebar jalur, lebar bahu jalan yang memenuhi syarat. Sedangkan kondisi yang belum memenuhi syarat yaitu pada jarak pandang henti, jarak pandang mendahului, ruang bebas samping dan kecepatan kendaraan.Abstract Parangtritis Road Km 15 was one of the prone locations to accidents (black spot) that have sharp curve. The level of traffic accidents on Jalan Parangtritis Km 15 Bantul in 2013 - May 2016 were 351.8 accidents. The accident rate occurring in 2103 was 51.5, 2014 was 137.3, and 2015 was 111.5, while the year 2016 was 51.5, where the highest accident rate was occurred in 2014 so that it needs analysis to determine the condition of geometry within the guidelines of intercity geometric 1997. The research method was using direct measurement of actual geometric condition method, include horizontal and vertical curve, lane and roadside width. Road alignment measurements was using a theodolith measuring instrument and daily traffic in 2016 wasv from Bina Marga. The results of the analysis was indicate that some criterias already meet the requirement of Bina Marga were daily traffic volume average, the type of the road and the road width unfortunately, some criterias found with less qualification were road shoulder width, stop visibility, precedence visibility, side free space and vehicle speed.
Penggunaan Limbah Kaca Sebagai Filler Pada Campuran Perkerasan Aspal Panas Ratna Yuniarti; Hasyim Hasyim; Hariyadi Hariyadi; Teti Handayani
Jurnal Teknik Sipil Vol 26 No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.10

Abstract

AbstrakPada campuran perkerasan aspal dibutuhkan bahan pengisi (filler) untuk mendukung kinerja konstruksi perkerasan jalan agar dapat menahan beban lalu lintas. Berbagai jenis filler telah banyak digunakan antara lain abu batu, semen portland   dan lain-lain. Namun keterbatasan sumber daya alam mendorong upaya pemanfaatan bahan-bahan buangan dalam konstruksi perkerasan jalan. Pada penelitian ini, digunakan limbah kaca sebagai filler pada  campuran perkerasan aspal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosentase filler limbah kaca yang paling optimum dan pengaruhnya terhadap kinerja campuran. Kinerja tersebut diukur melalui pengujian stabilitas, flow,  Marshall Quotient, rongga dalam campuran, rongga di antara mineral agregat, rongga terisi aspal, Marshall immersion, tegangan tarik tidak langsung dan Cantabro loss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan limbah kaca dengan proporsi 75% terhadap berat filler meningkatkan stabilitas dan kekakuan campuran sehingga lebih mampu untuk menerima pembebanan. Campuran dengan proporsi 75% filler limbah kaca menghasilkan nilai VIM dan VMA lebih kecil serta nilai VFB lebih besar yang mengindikasikan bahwa campuran memiliki daya ikat dan sifat saling mengunci yang kuat sehingga menghasilkan rongga lebih kecil serta selimut aspal lebih tebal. Berdasarkan hasil uji Marshall immersion dan Cantabro loss, campuran dengan proporsi tersebut lebih tahan terhadap rendaman air sehingga memiliki durabilitas lebih tinggi serta lebih tahan terhadap potensi disintegrasi. AbstractFiller is required in the asphalt concrete mixture to support the performance of pavement construction in order to withstand the traffic load. Various types of filler has been widely used, such as stone ash, portland cement and others. However, because of limitation of available natural resources, there has been a significant increase in the demand for using waste materials in pavement construction. In this study, waste glass was used as filler in asphalt concrete mixture. This study aims to determine the optimum percentage of waste glass filler and evaluate its effect on the performance of asphalt concrete mixtures.  The performance was measured in term of stability, flow, Marshall Quotient, voids in mix, voids in the mineral aggregate, voids filled with bitumen, Marshall immersion, indirect tensile strength and Cantabro loss. The results showed that using the percentage of waste glass of 75% by weight of filler increased stability and stiffness so that the mixture became stronger to withstand the load. The mixtures with a proportion of 75% waste glass filler have smaller VIM and VMA values and a larger VFB. It is indicated that the mixtures have strong bonding and interlocking properties resulting in smaller voids and thicker asphalt binder film thickness. Based on the results test of Marshall immersion and Cantabro loss, the mixtures with stated proportion more resistant to water immersion, resulting in higher durability and greater resistance to potency of disintegration. 
Studi Pengurangan Biaya Fabrikasi Struktur Dek Kapal dengan Hybrid GA Gerry Liston Putra; Mitsuru Kitamura; Akihiro Takezawa
Jurnal Teknik Sipil Vol 26 No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.11

Abstract

AbstrakEfek dari krisis ekonomi global adalah menurunnya aktivitas ekspor dan impor yang mempengaruhi terhadap menurunnya permintaan pembangunan kapal baru. Hal ini mengakibatkan galangan kapal melakukan efisiensi di seluruh aspek untuk tetap bertahan salah satunya dengan mengurangi biaya produksi sebuah kapal. Banyak studi terkait pengurangan berat dan biaya yang telah dilakukan dengan menggunakan metode optimasi. Penulis memilih struktur dek kapal yang terdiri dari pelat dan stiffener sebagai studi kasus. Pada studi ini, penulis mengoptimasi biaya fabrikasi struktur dek kapal yang terdiri dari biaya material dan biaya pengelasan dengan menggunakan hybrid algoritma genetika yang mengkombinasikan algoritma genetika dan metode optimasi lanjut. Algoritma genetika mengoptimasi variabel desain diskrit yang terdiri dan jumlah stiffener dan ukuran stiffener sedangkan metode optimasi lainnya mengoptimalkan variabel desain kontinyu yang terdiri dari jarak stiffener dan ketebalan pelat. Penulis mengambil bagian dari dek kapal tanker menjadi target optimasi yang kemudian dibandingkan hasilnya dengan data awal kapal. Hasil menunjukkan bahwa metode optimasi ini dapat mengurangi biaya fabrikasi dek kapal hingga 25 %. Abstract The impact of the global economic crisis is a decline in import and export activities resulting in a decrease in shipbuilding demand. Shipyard companies do efficiency in all aspects to survive which one of them is reduced production cost of a ship. Many studies for a lightweight and low-cost structure are being done which we also propose to solve the problem with the optimization method. We selected deck structure as a case study which is composed of plates and stiffeners. In this study, we optimized fabrication cost such the material cost and welding cost with a hybrid genetic algorithm (GA) which applied a genetic algorithm and other optimization methods. Genetic algorithm optimized the discrete design variables which are a number of stiffener and type of stiffener and other optimization methods optimized the continuous design variables which are stiffener spacing and plate thickness. We carried out part of deck structure of crude oil tanker, and the optimization results compared with data of existing ship. The result shows that the optimization method can decrease the fabrication cost of deck structure about 25 %.
Analisis Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation untuk Prediksi Kelas Tanah, N-SPT, dan Kohesi Tak Terdrainase Ridwan Setiadi; Sri Wulandari
Jurnal Teknik Sipil Vol 26 No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.7

Abstract

AbstrakJaringan syaraf tiruan (JST) adalah salah satu alat yang dapat digunakan untuk memprediksi sesuatu yang terlalu sulit untuk dimodelkan atau terlalu rumit diprogram melalui algoritma komputer biasa. Pada dasarnya, JST dibangun lalu dilatih untuk mengenali pola data pelatihan yang terdiri dari input dan target. Idealnya, JST yang sukses memiliki nilai kuadrat eror rata-rata atau mean squared-error (MSE) yang kecil dan jumlah data pelatihan yang berhasil dikenali besar. Ada tiga JST yang dibuat dalam penelitian ini, yaitu JST klasifikasi tanah, JST prediksi N-SPT, dan JST prediksi kohesi tak terdrainase. JST klasifikasi tanah memiliki MSE pelatihan senilai 0,0351 dan mampu mengenali 56 dari total 57 atau 98,2% data pelatihan sementara MSE pengujiannya senilai 0,6534 dan mampu mengenali 6 dari 10 atau 60% data pengujian. JST prediksi N-SPT memiliki MSE pelatihan senilai 0,368 dan mampu mengenali 29 dari 37 atau 78,38% data pelatihan sementara MSE pengujiannya senilai 1,4697 dan mampu mengenali 6 dari 10 atau 60% data pengujian. JST prediksi kohesi tak terdrainase memiliki MSE pelatihan senilai 0,0059 dan mampu mengenali 27 dari 28 atau 96,43% data pelatihan sementara MSE pengujiannya seniai 0,0225 dan mampu mengenali 9 dari 10 atau 90% data pengujian.Abstract Artificial Neural Network (ANN) is a tool which can be used to predict something too complicated to be modeled or to be programmed by using ordinary computer algorithm. Basically, ANN is built then trained to recognize pattern of training data consisting of inputs and targets. Ideally, a successful ANN has low mean squared-error (MSE) and high amount of recognizable training data. There are three ANN built, they are: classifying-soil-class ANN, predicting-N-SPT ANN, and predicting-undrained-cohession ANN. MSE from training session of classifying-soilclass ANN is 0.0351 and it can recognize 56 of 57 or 98.2% training data while MSE from testing session is 0.6534 and it can recognize 6 of 10 or 60% testing data. MSE from training session of predicting-N-SPT ANN is 0.368 and it can recognize 29 of 37 or 78.38% training data while MSE from testing session is 1.4697 and it can recognize 6 of 10 or 60% testing data. MSE from training session of predicting-undrained-cohession ANN is 0.0059 and it can recognize 27 of 28 or 96.43% training data while MSE from testing session is 0.0225 and it can recognize 9 of 10 or 90% testing data.
Users’ Perception of Private Park and Ride Facilities in Cawang Area, Jakarta, Indonesia Harun al-Rasyid Lubis; Bernard Hasibuan; Muhammad Farda
Jurnal Teknik Sipil Vol 26 No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.3

Abstract

Abstract Despite various measures implemented to manage road traffic, Jakarta City is still experiencing severe congestion. The concept, as well as the implementation of integrated urban transportation strategy, is gaining more attention in public discourse and policymaking. As bus and rail lines are being extended in the city, P&R facilities are expected to play an important role, as it can function as an interface between private vehicles and public transport. However, the development and use of P&R facilities have not been efficient until today. This paper reviews the P&R development in the Greater Jakarta area and conduct users’ perception survey in private P&R sites at Cawang area. It was found that for the P&R to be attractive, the waiting time of public transport (BRT) connected to P&R facility should be short and predictable. Most P&R users expect that parking charges can be lowered and wish that public transport service and P&R facilities were available and accessible. The placement of advertisement and information system about the P&R services, providing a place to eat and drink, the presence of tower to monitor the P&R area and the availability of intermodal transfer facilities are also essential to encourage the potential user to use P&R facilities. Abstrak Meskipun telah menerapkan beberapa kebijakan lalu lintas, Kota Jakarta masih saja mengalami kemacetan yang cukup parah. Saat ini, konsep dan implementasi dari transportasi perkotaan yang terintegrasi terus mendapat perhatian pada diskusi publik dan pembuatan kebijakan. Dengan terus berlanjutnya pembangunan jaringan bus rapid transit dan transportasi jalan rel, maka fasilitas Park&Ride (P&R) diprediksi akan memainkan peran penting dalam mendukung sistem transportasi yang ada. Hal ini dikarenakan fasilitas tersebut dapat berfungsi sebagai penghubung antara moda kendaraan pribadi dan transportasi public. Akan tetapi, hingga saat ini perkembangan fasilitas P&R masih belum efisien. Penelitian ini meninjau perkembangan fasilitas P&R di wilayah Metropolitan Jakarta dan melakukan survey persepsi untuk fasilitas P&R di daerah Cawang, Jakarta. Melalui survey tersebut, diketahui bahwa pengurangan waktu tunggu dan peningkatan tingkat prediktabilitas dari transportasi publik (Transjakarta BRT) akan meningkatkan minat untuk menggunakan fasilitas P&R. Berdasarkan hasil survey, diketahui juga bahwa para pengguna fasilitas P&R berharap agar tarif parkir dapat diturunkan dan agar aksesibilitas dari fasilitas P&R dan transportasi publik dapat ditingkatkan. Beberapa faktor seperti keberadaan informasi terkait fasilitas P&R, keberadaan tempat makan dan minum di sekitar fasilitas P&R, keberadaan tower atau kelengkapan untuk mengawasi fasilitas P&R, dan keberadaan dari fasilitas transfer antarmoda juga penting untuk membuat masyarakat lebih tertarik untuk menggunakan fasilitas P&R.
Study Of Flood Control And Reliability Index Of Tanggul River Giyanto - -; Dhemi Harlan; Suardi Natasaputra
Jurnal Teknik Sipil Vol 26 No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.2

Abstract

AbstractTanggul River which is located in Jember Regency, East Java Province, experiences floods every year. Increasing in flood discharge, decreasing on river capacity and lowing of slope cause flooding. In this study, we will analyze Tanggul River in full bank capacity condition with flood discharges for the return period of 2, 5, 10, 20 and 25 years, and then analyze flood control scenario, reliability index and economic feasibility. Flood control are carried out structurally by river normalization, side overflow construction, embankment elevation and a combination of the three activities. 1-dimensional and 2-dimensional hydraulic analysis use HEC-RAS software version 5.06, reliability index analysis uses the Safety Factor (SF) and First-Order Second Moment (FOSM) methods, and economic feasibility uses the Benefit Cost (B / C) Ratio method. The benefit component is reducting from flood inundation which is analyzed by QGIS software and Open Street Map (OSM), while the cost component is flood control construction costs. Based on the results of the study, the river embankment full bank capacity conditions correspond to floods return period of 5 years, recommended flood control are river normalization and elevation of the embankment with a B / C Ratio value of 1.7, flood reduction 62.88%, reliability index SF method 1.07 and FOSM method 97.05%AbstrakSungai Tanggul terletak di Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur mengalami luapan banjir setiap tahun. Adanya peningkatan debit banjir, penurunan kapasitas sungai dan kemiringan yang landai diduga menjadi penyebab luapan banjir. Pada kajian ini akan menganalisis Sungai Tanggul kondisi full bank capacity dengan debit banjir rencana periode ulang 2, 5, 10, 20 dan 25 tahun, selanjutnya menganalisis skenario pengendalian banjir, indeks kehandalan dan kelayakan ekonomi. Upaya pengendalian banjir dilakukan secara struktural dengan normalisasi sungai, pembangunan pelimpah samping, peninggian tanggul dan kombinasi dari ketiga kegiatan tersebut. Analisis hidrolika 1 dimensi dan 2 dimensi menggunakan software HEC-RAS versi 5.06, analisis indeks kehandalan dengan metode Safety Factor (SF) dan First-Order Second Moment (FOSM), dan analisis kelayakan ekonomi dengan metode Benefit Cost (B/C) Ratio. Komponen benefit berupa pengurangan genangan banjir yang dianalisis dengan software QGIS dan Open Street Map (OSM), sedangkan komponen cost berupa biaya konstruksi pengendalian banjir. Berdasarkan hasil kajian, diperoleh kapasitas Sungai Tanggul kondisi full bank capacity yang bersesuaian dengan banjir periode ulang 5 tahun, upaya pengendalian banjir yang direkomendasikan berupa normalisasi sungai dan peninggian tanggul dengan nilai B/C Ratio 1,7, reduksi banjir 62,88 %, Indeks kehandalan metode SF 1,07 dan metode FOSM 97,05%.
Optimization Model of Land Use Planning to Reduce Land Erosion Level: Case Study in the Upper Ciujung River Basin Edy Anto Soentoro; Imam Muhardiono; Yadi Suryadi
Jurnal Teknik Sipil Vol 26 No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.4

Abstract

AbstractUncontrolled changes in land use located in the upstream river can result in land erosion, which will eventually increase river sedimentation as well as floods, reduce the estimated planned life of the downstream reservoir, and reduce soil productivity due to the loss of nutrients. This study is aimed to find the best land use pattern through optimization, in order to reduce the level of land erosion. The optimization model used is the Linear Programming (LP) method which is combined with the USLE method and Geographic Information System software based on raster grids. The potential sedimentation prediction that is collected from the measurement data in the river is used to calibrate the simulation of the real conditions of land erosion. The optimization results of this study in the Upper Ciujung river basin, Banten, can be obtained by expanding as much as possible the area of corn-fields/moors to become plantations (which are denser and bigger tree fields) or even forests. The results can reduce the level of land erosion by 38.0%, or from 99.03 tons/ha/year to 61.32 tons/ha/year. However, the results above cannot be generally applied in all locations. What can be generally accepted is that the optimization model of this study can be used to reduce the level of land erosion by regulating the size of the area and location of each type of land use, and by considering the factors of soil erodibility, slope, and rain erosivity at the site.AbstrakPerubahan tata guna lahan yang tidak terkendali di daerah hulu aliran sungai dapat mengakibatkan erosi lahan, yang pada akhirnya akan meningkatkan sedimentasi di sungai dan banjir, mengurangi umur rencana waduk di hilirnya, serta menurunkan produktivitas tanah karena lapisan hara yang hilang. Penelitian ini ditujukan untuk mencari pola tata guna lahan yang terbaik dengan cara optimasi guna mengurangi tingkat erosi lahan. Model optimasi yang digunakan adalah metode program linier (LP) yang digabung dengan metode USLE dan software SIG (system informasi geografis) berbasis raster grid. Prediksi potensi sedimentasi dari data pengukuran sedimen di sungai digunakan untuk kalibrasi simulasi kondisi nyata erosi lahan. Hasil optimasi pada penelitian di Sub DAS Ciujung Hulu, Provinsi Banten, bisa didapat dengan merubah seluas mungkin areal ladang/tegalan yang sudah ada untuk menjadi kebun campuran atau hutan. Hasilnya dapat memperkecil tingkat erosi lahan sebesar 38,0%, atau turun dari semula sebesar 99.03 ton/ha/thn menjadi 61,32 ton/ha/thn. Namun hasil tersebut diatas tidak bisa berlaku secara umum di semua lokasi. Yang bisa berlaku umum adalah bahwa model optimasi dari studi ini dapat dipakai untuk mengurangi tingkat erosi lahan dengan mengatur luas areal dan penempatan lokasi jenis-jenis penggunaan lahan, dengan mempertimbangkan faktor erodibilitas tanah, kemiringan lereng, dan erosivitas hujan di lokasi.
Model Hidrologi Terdistribusi untuk Simulasi Hidrograf Banjir Menggunakan Data Radar Yusuf Aji Pamungkas; Rachmad Jayadi; Joko Sujono
Jurnal Teknik Sipil Vol 26 No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.9

Abstract

AbstrakPenerapan model hidrologi hujan-aliran terdistribusi sebagai bagian penting dari sistem peringatan dini banjir di wilayah lereng Gunung Merapi, membutuhkan input data hujan dengan resolusi spasial yang memadai. Oleh karena itu penggunaan data hujan dari ARR yang memiliki resolusi spasial yang rendah akan menyebabkan hasil hitungan hujan rata-ratanya (DAS) menjadi kurang teliti. Alternatif yang dapat dilakukan adalah menggunakan data hujan radar yang memiliki resolusi spasial dan temporal yang jauh lebih baik dibandingkan ARR. Pada penelitian ini dilakukan kajian hasil hitungan hidrograf banjir di wilayah lereng Gunung Merapi. Pemodelan hujan-aliran secara terdistribusi dilakukan dengan menentukan resolusi grid dari DAS dengan titik tinjau hitungan pada pos AWLR. Hujan pada setiap grid DAS dihitung sebagai rata-rata data hujan radar semua piksel di area masing-masing grid DAS. Simulasi limpasan permukaan DAS menggunakan paket perangkat lunak WMS v.10.1 dengan metode Hidrograf Satuan ModClark. Evaluasi ketelitian hidrograf banjir hasil simulasi didasarkan pada indikator kesalahan relatif debit puncak (peak discharge), waktu puncak (time to peak) dan volume limpasan permukaan (direct runoff volume). Hasil hitungan simulasi limpasan permukaan DAS menunjukkan bahwa perlu dilakukan telaah yang rinci terhadap faktor losses dan kesesuaian parameter hidrograf satuan, untuk menghasilkan kalibrasi model yang akurat. AbstractThe application of the distributed rainflow-runoff hydrological model as an important part of the early flood warning system in the slopes of Mount Merapi, requires rainfall data input with adequate spatial resolution. Therefore, the use of rainfall data from ARR which has a low spatial resolution will cause the results of the average rainfall (watershed) to be less precise. An alternative that can be done is to use radar rainfall data that has a far better spatial and temporal resolutions than the data from ARR. In this research, a study of the results of the flood hydrograph calculation in the slopes of Mount Merapi was conducted. The distributed rainflow-runoff modeling was done by determining the grid resolution of the watershed with a reference point of the calculation in the AWLR. Rain on each watershed grid was calculated as the average radar rainfall data of all pixels in the area of each watershed grid. Watershed surface runoff simulation used the WMS v.10.1 software package with the ModClark Unit Hydrograph method. The evaluation of the flood hydrograph simulation results' accuracy was based on indicators of the relative error of peak discharge, time to peak and direct runoff volume. The results of the watershed surface runoff simulation showed that a detailed study of the loss factors and the compatibility of the unit hydrograph parameter is necessary to produce an accurate model calibration.

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 32 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 31 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020) Vol 27 No 2 (2020) Vol 27, No 1 (2020) Vol 27 No 1 (2020) Vol 26, No 3 (2019) Vol 26 No 3 (2019) Vol 26, No 2 (2019) Vol 26 No 2 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26 No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 3 (2018) Vol 25, No 2 (2018) Vol 25 No 2 (2018) Vol 25 No 1 (2018) Vol 25, No 1 (2018) Vol 24, No 3 (2017) Vol 24 No 3 (2017) Vol 24 No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 1 (2017) Vol 24 No 1 (2017) Vol 23 No 3 (2016) Vol 23, No 3 (2016) Vol 23, No 2 (2016) Vol 23 No 2 (2016) Vol 23 No 1 (2016) Vol 23, No 1 (2016) Vol 22, No 3 (2015) Vol 22 No 3 (2015) Vol 22 No 2 (2015) Vol 22, No 2 (2015) Vol 22, No 1 (2015) Vol 22 No 1 (2015) Vol 21, No 3 (2014) Vol 21 No 3 (2014) Vol 21 No 2 (2014) Vol 21, No 2 (2014) Vol 21, No 1 (2014) Vol 21 No 1 (2014) Vol 20, No 3 (2013) Vol 20 No 3 (2013) Vol 20 No 2 (2013) Vol 20, No 2 (2013) Vol 20, No 1 (2013) Vol 20 No 1 (2013) Vol 19 No 3 (2012) Vol 19, No 3 (2012) Vol 19 No 2 (2012) Vol 19, No 2 (2012) Vol 19, No 1 (2012) Vol 19 No 1 (2012) Vol 18 No 3 (2011) Vol 18, No 3 (2011) Vol 18 No 2 (2011) Vol 18, No 2 (2011) Vol 18, No 1 (2011) Vol 18 No 1 (2011) Vol 17 No 3 (2010) Vol 17, No 3 (2010) Vol 17, No 2 (2010) Vol 17 No 2 (2010) Vol 17 No 1 (2010) Vol 17, No 1 (2010) Vol 16, No 3 (2009) Vol 16 No 3 (2009) Vol 16, No 2 (2009) Vol 16 No 2 (2009) Vol 16 No 1 (2009) Vol 16, No 1 (2009) Vol 15, No 3 (2008) Vol 15 No 3 (2008) Vol 15, No 2 (2008) Vol 15 No 2 (2008) Vol 15 No 1 (2008) Vol 15, No 1 (2008) Vol 14 No 4 (2007) Vol 14, No 4 (2007) Vol 14 No 3 (2007) Vol 14, No 3 (2007) Vol 14 No 2 (2007) Vol 14, No 2 (2007) Vol 14, No 1 (2007) Vol 14 No 1 (2007) Vol 13, No 4 (2006) Vol 13 No 4 (2006) Vol 13, No 3 (2006) Vol 13 No 3 (2006) Vol 13, No 2 (2006) Vol 13 No 2 (2006) Vol 13, No 1 (2006) Vol 13 No 1 (2006) Vol 12, No 4 (2005) Vol 12 No 4 (2005) Vol 12 No 3 (2005) Vol 12, No 3 (2005) Vol 12 No 2 (2005) Vol 12, No 2 (2005) Vol 12 No 1 (2005) Vol 12, No 1 (2005) Vol 11 No 4 (2004) Vol 11, No 4 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11 No 3 (2004) Vol 11, No 2 (2004) Vol 11 No 2 (2004) Vol 11, No 1 (2004) Vol 11 No 1 (2004) Vol 10 No 4 (2003) Vol 10, No 4 (2003) Vol 10 No 3 (2003) Vol 10, No 3 (2003) Vol 10, No 2 (2003) Vol 10 No 2 (2003) Vol 10, No 1 (2003) Vol 10 No 1 (2003) More Issue