cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 08532982     EISSN : 25492659     DOI : 10.5614/jts
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap tiga bulan, yaitu April, Agustus dan Desember. Jurnal Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1990 dengan membawa misi sebagai pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal Teknik Sipil diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia. Dalam perkembangannya, Jurnal Teknik Sipil telah terakreditasi sebagai jurnal ilmiah nasional sejak tahun 1996 dan saat ini telah terakreditasi kembali (2012-2017). Dengan pencapaian ini maka Jurnal Teknik Sipil telah mengukuhkan diri sebagai media yang telah diakui kualitasnya. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil tetap berusaha mempertahankan kualitasnya dengan menerbitkan hanya makalah-makalah terbaik dan hasil penelitian terbaru.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 27 No 3 (2020)" : 10 Documents clear
Pengaruh Penambahan Garam dan Limbah Karbit pada Tanah Lempung terhadap Kepadatan Kering Maksimum dan CBR Laurentia Natasha Prisca; Sri Wulandari
Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2020.27.3.5

Abstract

Tanah lempung memiliki sifat plastisitas yang tinggi. Salah satu upaya peningkatan daya dukung tanah adalah dengan stabilisasi tanah menggunakan bahan stabilisasi. Penelitian ini melakukan uji pada tanah lempung yang distabilisasi dengan limbah karbit dan garam. Limbah karbit mengandung kapur yang dapat memicu reaksi pozzolan pada tanah lempung dan penambahan garam dapat mempercepat terjadinya reaksi pozzolan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan garam dan limbah karbit pada tanah lempung terhadap kepadatan kering maksimum dan CBR tanah. Sampel tanah diambil dari Desa Hambalang, Sentul. Terdapat dua variasi sampel tanah yang diuji dan dibandingkan terhadap tanah asli. Variasi 1 adalah tanah asli dicampur 2% garam dan 10% limbah karbit. Variasi 2 adalah tanah asli dicampur 2% garam dan 15% limbah karbit. Masing-masing sampel yang sudah dicampur bahan stabilisasi diperam selama 28 hari dalam wadah tertutup dan terhindar dari sinar matahari langsung. Peningkatan kekakuan optimum tanah terjadi pada tanah variasi 1, yaitu dengan nilai berat isi kering maksimum sebesar 1,427 g/cm3, sedangkan nilai berat isi kering maksimum pada sampel tanah asli dan tanah variasi 2 masing-masing sebesar 1,397 g/cm3 dan 1,386 g/cm3. Nilai CBR pada sampel tanah variasi 1 sebesar 8,772% meningkat 5,298% dari nilai CBR tanah asli (3,474%). 
Analisis Potensi Pemborosan Material dan Solusi Penanganannya pada Proyek Pembangunan Gedung Bertingkat (Studi Kasus : Proyek Gedung Bertingkat di Tangerang Selatan) Juzailah Tri Handayani; Ida Ayu Ari Angreni
Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2020.27.3.9

Abstract

Material berpengaruh terhadap biaya konstruksi maupun kualitas konstruksi dalam proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi adanya pemborosan dari material yang digunakan dalam proyek, serta mencari faktor penyebab dan penanganannya. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa ada 9 jenis material yang berpotensi memiliki sisa material dalam proyek pembangunan Gedung Bertingkat yaitu kayu (1,63%), triplek (2,67%), paku (1,87%), besi beton (4,01%), kawat bendrat (2,30%), beton siap pakai (2,20%), semen (1,27%), pasir (0,93%), dan split (0,97%). Faktor penyebab pemborosan material biasanya adalah terdapat material terbuang, penggunaan material dengan kualitas rendah, metode pemasangan yang kurang tepat, pemesanan material yang melebihi kebutuhan, terdapat kesalahan dalam estimasi, material tercecer saat perjalanan, tidak merencanakan penggunaan material dengan baik, dan rusaknya material akibat cuaca ekstrem. Penanganan yang bisa dilakukan yaitu dengan melakukan pemantauan pekerjaan, melakukan pengawasan dan pembimbingan kepada pekerja, meningkatkan kesadaran pekerja dalam penanganan material, meningkatkan kualitas tempat penyimpanan material, merencanakan pemesanan material sesuai dengan kebutuhan, pemberian informasi dan detail gambar yang jelas, serta meminimalkan kesalahan dalam pemotongan material.
Effek Tegangan Geser dan Keseragaman Butiran terhadap Tebal Armour Layer pada Kondisi Statis di Dasar Saluran Cahyono Ikhsan; Adam Pamudji Raharjo; Djoko Legono; Bambang Agus Kironoto
Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2020.27.3.6

Abstract

Pembentukan struktur surface selama degradasi dipengaruhi secara langsung oleh gerakan bedload yang terangkut dan grain size. Studi tentang degradasi dasar saluran ternyata mampu mengidentifikasi fluktuasi aliran, baik dalam kondisi fasa aliran rendah maupun dalam kondisi setelah terjadinya fase aliran banjir. Kondisi tersebut sangat mempengaruhi stabilitas dasar yang berdampak pada terbentuknya struktur surface untuk sedimen yang tetap tinggal dan bertahan, sedangkan sedimen yang relatif halus akan terangkut. Pada percobaan ini menggunakan flume segi empat dengan ukuran geometrik penampangnya adalah panjang 10 m, lebar 0,6 m dan kedalaman 0.45 m, sedimen dasar disebar dengan ketebalan 150 mm di dasar saluran. Material berupa pasir dan gravel dicampur merata,  pada 5 variasi grain size dengan 2 fase pada tiap running yaitu fase eroded surface dan fase equilibrium. Instrumen yang digunakan berupa digital currentmeter, point gauge, sediment traps, pada kemiringan dasar saluran 1% sampai dengan 2,6% dan kapasitas debit 25 l/s sampai dengan 45 l/s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan armour layer terjadi bila sedimen yang terangkut sudah mencapai maksimal, selanjutnya berkurang secara bertahap  sampai mendekati nol, maka sedimen yang tertinggal di permukaan terlihat menonjol dengan ukuran diameter butiran hampir seragam. Struktur armour layer yang menonjol menyebabkan terjadinya flow resistance sehingga mempengaruhi terbentuknya ruang kosong antar butir armour. Tebal armour layer dinyatakan dalam bilangan tak berdimensi dengan batasan nilai diameter bedload 0,8 mm sampai dengan 2,9 mm; koefisien uniformity 2,5 sampai dengan 5; tegangan geser kritik 0,61 N/m2 sampai dengan 2,7 N/m2 dan tegangan geser dasar minimal 6 N/m2.
Model Optimasi untuk Restorasi Jaringan Jalan Terdampak Bencana Febri Zukhruf; Russ Bona Frazila
Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2020.27.3.8

Abstract

Terputusnya jaringan jalan pada umumnya menjadi faktor kendala utama dalam distribusi bantuan setelah terjadinya bencana. Oleh karenanya pengembangan model terkait pemulihan (i.e., restorasi) jaringan jalan telah mendapatkan perhatian lebih dari banyak peneliti. Makalah ini kemudian mengusulkan model restorasi jaringan jalan dengan mengintegrasikan konsep konektivitas dapen algoritma Hungarian. Konsep konektivitas digunakan untuk memprioritaskan jalan terdampak yang ingin diperbaiki oleh tim restorasi. Sementara itu, algoritma Hungarian digunakan untuk melakukan penugasan tim restorasi secara lebih efisien. Hasil eksperimen numerikal mengindikasikan bahwa model restorasi yang diusulkan mampu memulihkan jaringan jalan secara lebih cepat dengan biaya yang lebih murah.
Investigasi Teknik Wawancara dalam Penelitian Kualitatif Manajemen Konstruksi Seng Hansen
Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2020.27.3.10

Abstract

Sejumlah isu telah menjadi tantangan dalam pelaksanaan penelitian kualitatif. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, pendekatan dalam penelitian kualitatif menekankan aspek investigasi mendalam terhadap suatu permasalahan atau fenomena penelitian melalui observasi langsung yang dilakukan oleh peneliti. Salah satu teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif adalah wawancara. Berbagai isu turut mempengaruhi kualitas data yang dikumpulkan maupun kualitas analisis yang dilakukan melalui teknik wawancara seperti justifikasi jumlah wawancara, kriteria penentu narasumber wawancara, dan saturasi data. Studi ini bertujuan untuk menginvestigasi isu-isu terkait dengan penerapan teknik wawancara dalam penelitian kualitatif, khususnya di bidang manajemen konstruksi. Analisis sistematis terhadap publikasi-publikasi yang diterbitkan oleh dua jurnal ilmiah dalam rentang waktu 20 tahun dilakukan untuk memeriksa berbagai isu dalam penerapan teknik wawancara di bidang manajemen konstruksi. Hasilnya berupa karakteristik dan rekomendasi terkait teknik wawancara yang didiskusikan secara mendalam. Studi ini berkontribusi dengan memberikan panduan bagi pelaksanaan penelitian kualitatif mendatang yang menerapkan teknik wawancara sebagai metode pengumpulan data.
Willingness to Pay Model for Motorcyclists’ Slight Injuries in Jember Willy Kriswardhana; Nunung Nuring Hayati; Karina Dea Puspita
Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2020.27.3.4

Abstract

The growth of transportation facilities and infrastructure is not in line with traffic growth, resulting in an increase in traffic crashes. The increasing trend in the number of crashes causing death occurs in developing countries, like Indonesia. The purpose of this study is to value the subjective cost of a slight crash. This study used the Willingness to Pay method to determine the probability of motorists to be willing to pay more to reduce the risk of traffic crashes using the binary logistic regression method. The results of the Willingness to Pay method provide conclusions namely gender, total income, marital status, and the experience of having an crash resulting in the probability of being willing to pay more to reduce the risk of crashes by 27% (for motorists who have had an crash one time) and 40% (for motorists who have had a crash twice).
Analisis Sinyal Sub Bottom Profiler Untuk Penentuan Parameter Uji Penetrasi Dasar Perairan Henry Andriadi; Henry M. Manik; Irsan Soemantri Brodjonegoro
Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2020.27.3.7

Abstract

Penyelidikan dan pengujian dasar perairan memegang peranan penting pada konstruksi pondasi kelautan dikarenakan informasi yang dihasilkan akan mempengaruhi desain dan  faktor keamanan.  Umumnya informasi mengenai dasar perairan dan lapisan dibawahnya disediakan oleh metode konvensional seperti Standard Penetration Test (SPT), yang  memerlukan waktu dan biaya lebih tinggi pada pelaksanaan di area  laut yang luas. Metode remote sensing akustik bawah air dengan  instrument Sub Bottom Profiler (SBP) merupakan metode yang lebih efisien  untuk mendapatkan informasi dasar perairan pada area yang luas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sinyal SBP dan menggunakannya untuk menentukan parameter SPT (N-value), menggunakan instrumen parametrik SBP. Data SBP diambil pada bulan Desember 2019 di Teluk Kariangau, Balikpapan, dengan membuat 2 jalur survey lurus yang melalui 3 titik borehole eksisting. Ekstraksi koefisien refleksi dari pemrosesan sinyal SBP menunjukkan tipe dasar perairan silty clay dengan rentang nilai koefisien refleksi berkisar 0,316 "“ 0,395, dan carbonaceous clay dengan nilai koefisien refleksi 0,426. Metode inversi sedimen menghasilkan nilai property fisik sedimen pada lapisan di bawah dasar perairan. Konstruksi parameter N-value menunjukkan posisi lapisan keras pada kedalaman 16 "“ 32 m dari dasar perairan, dengan range nilai N-value berkisar 28 "“ 52 blowcount.
Analysis of the Tsunami Evacuation Route in Kunjir Village and Way Muli Village, South Lampung Regency Any Nurhasanah; Muhammad Imam Riady; Aprizal Aprizal
Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2020.27.3.3

Abstract

This research was conducted to analyze the effectiveness of existing evacuation routes in Kunjir Village and Way Muli Village by calculating the level of safety of the population when evacuating in the event of a tsunami disaster. The data used are direct field observations, topographic maps derived from aerial photo mapping results, existing conditions of evacuation routes, gathering conditions, evacuation direction signs, and data on tsunami wave heights that may occur in the study area. We analyze the tsunami disaster evacuation route using Network Analyst in ArcGIS. Furthermore, the evacuation route is determined which has a road width of more than 2 m so that not all roads in both villages are used as evacuation routes. In determining the evacuation point modeling tsunami inundation is used with a wave height of 4 m. Later the route and direction of the nearest evacuation route will be known to the safe evacuation point. Based on the results of the study, the number of evacuation routes in Way Muli Village amounted to 5 with 4 site points while in Kunjir Village there were 7 with 4 site points that could be used as evacuation sites. The farthest distance from the evacuation route to the evacuation site in Way Muli Village is 441.5 m with a travel time of 4 minutes and for Kunjir Village is 704.3 m with a travel time of 6.38 minutes.
Optimizing the Use of Rediset ® LQ as an Additive in Warm Mix Asphalt Technology Irfan Irfan; Bambang Sugeng Subagio; Eri Susanto Hariyadi; Indra Maha
Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2020.27.3.1

Abstract

The application of warm mix asphalt technology to reduce mixing and compaction temperatures has a weakness in decreasing the performance of mixture and is more sensitive to high temperatures. This is influenced by the type of additives and the warm mix asphalt technology used. The purpose of this study is to determine the optimum percentage of Rediset®LQ used and the amount of temperature drop in the type of Pen 60/70 asphalt mixture. Determination of the percentage of optimum use of the Rediset®LQ was carried out by using mixed workability analysis. The results of the warm mix asphalt test are then compared with the control HMA, the volumetric value that is close to the control HMA is considered to have equivalent workability. The variation of the use of the Rediset®LQ is 0.25% to 0.75% with a variation of the mixture temperature reduction of 15 ºC, 30 ºC, and 45 ºC. The results showed that the optimum percentage of using Rediset®LQ on asphalt pen 60/70 was 0.5% with a large reduction in mixing temperature and optimum compaction of 30 ºC. Evaluation of the resilient modulus value of the WMA mixture is equivalent to the HMA mixture at low, medium, and high temperatures. Based on the analysis, the Warm Mix Asphalt Concrete Binder Course with Rediset®LQ additive, also lower mixing and compaction temperature, is suitable for use on pavement layers.
Evaluation of The Performance of Hot Mix Asphalt with Natural Rubber (Latex) for Asphalt Concrete- Binder Course (AC-BC) Faradina Utami; Bambang Sugeng Subagio; Aine Kusumawati
Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2020.27.3.2

Abstract

This study aims to measure the performance of the Hot Mix Asphalt for Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC) with addition of natural rubber (latex) at variations of 0%, 2% and 3% by weight. The method used in this study is an experimental method in a laboratory that consists of natural aggregate testing, rheology testing for asphalt pen 60/70 and asphalt pen 60/70 plus natural rubber (latex) and AC-BC mixture testing. The method used is Marshall Test to obtain optimum asphalt content (OAC) and another method consists of UMATTA Resilient Modulus Test and strain controlled Four Points Fatigue Test. The addition of natural rubber in the AC-BC mixture reduced the optimum asphalt content (OAC) and increased the Marshall stability value, the optimum percentage is 3% natural rubber (latex) with the lowest OAC of 5.4% and the highest Marshall stability. The UMATTA test with 2% natural rubber (latex) resulted in the highest Resilient Modulus value compared to the other two blends. Fatigue testing at strain 500 με, 600 με, and 700 με resulted that the mixture of AC-BC with 3% natural rubber produced the highest fatigue life value compared to the other two mixes. In general, the result of testing and its analysis concluded that the use of natural rubber (latex) can reduce the use of asphalt in the mixture. This can be relified by decreasing the value of OAC in the mixture with natural rubber. The mixture with 3% natural rubber (latex) gives the highest resistance to fatigue cracks in the laboratory. 

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 32 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 31 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020) Vol 27 No 2 (2020) Vol 27, No 1 (2020) Vol 27 No 1 (2020) Vol 26, No 3 (2019) Vol 26 No 3 (2019) Vol 26, No 2 (2019) Vol 26 No 2 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26 No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 3 (2018) Vol 25, No 2 (2018) Vol 25 No 2 (2018) Vol 25 No 1 (2018) Vol 25, No 1 (2018) Vol 24, No 3 (2017) Vol 24 No 3 (2017) Vol 24 No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 1 (2017) Vol 24 No 1 (2017) Vol 23 No 3 (2016) Vol 23, No 3 (2016) Vol 23, No 2 (2016) Vol 23 No 2 (2016) Vol 23 No 1 (2016) Vol 23, No 1 (2016) Vol 22, No 3 (2015) Vol 22 No 3 (2015) Vol 22 No 2 (2015) Vol 22, No 2 (2015) Vol 22, No 1 (2015) Vol 22 No 1 (2015) Vol 21, No 3 (2014) Vol 21 No 3 (2014) Vol 21 No 2 (2014) Vol 21, No 2 (2014) Vol 21, No 1 (2014) Vol 21 No 1 (2014) Vol 20, No 3 (2013) Vol 20 No 3 (2013) Vol 20 No 2 (2013) Vol 20, No 2 (2013) Vol 20, No 1 (2013) Vol 20 No 1 (2013) Vol 19 No 3 (2012) Vol 19, No 3 (2012) Vol 19 No 2 (2012) Vol 19, No 2 (2012) Vol 19, No 1 (2012) Vol 19 No 1 (2012) Vol 18 No 3 (2011) Vol 18, No 3 (2011) Vol 18 No 2 (2011) Vol 18, No 2 (2011) Vol 18, No 1 (2011) Vol 18 No 1 (2011) Vol 17 No 3 (2010) Vol 17, No 3 (2010) Vol 17, No 2 (2010) Vol 17 No 2 (2010) Vol 17 No 1 (2010) Vol 17, No 1 (2010) Vol 16, No 3 (2009) Vol 16 No 3 (2009) Vol 16, No 2 (2009) Vol 16 No 2 (2009) Vol 16 No 1 (2009) Vol 16, No 1 (2009) Vol 15, No 3 (2008) Vol 15 No 3 (2008) Vol 15, No 2 (2008) Vol 15 No 2 (2008) Vol 15 No 1 (2008) Vol 15, No 1 (2008) Vol 14 No 4 (2007) Vol 14, No 4 (2007) Vol 14 No 3 (2007) Vol 14, No 3 (2007) Vol 14 No 2 (2007) Vol 14, No 2 (2007) Vol 14, No 1 (2007) Vol 14 No 1 (2007) Vol 13, No 4 (2006) Vol 13 No 4 (2006) Vol 13, No 3 (2006) Vol 13 No 3 (2006) Vol 13, No 2 (2006) Vol 13 No 2 (2006) Vol 13, No 1 (2006) Vol 13 No 1 (2006) Vol 12, No 4 (2005) Vol 12 No 4 (2005) Vol 12 No 3 (2005) Vol 12, No 3 (2005) Vol 12 No 2 (2005) Vol 12, No 2 (2005) Vol 12, No 1 (2005) Vol 12 No 1 (2005) Vol 11 No 4 (2004) Vol 11, No 4 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11 No 3 (2004) Vol 11, No 2 (2004) Vol 11 No 2 (2004) Vol 11, No 1 (2004) Vol 11 No 1 (2004) Vol 10 No 4 (2003) Vol 10, No 4 (2003) Vol 10 No 3 (2003) Vol 10, No 3 (2003) Vol 10, No 2 (2003) Vol 10 No 2 (2003) Vol 10, No 1 (2003) Vol 10 No 1 (2003) More Issue