cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 08532982     EISSN : 25492659     DOI : 10.5614/jts
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap tiga bulan, yaitu April, Agustus dan Desember. Jurnal Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1990 dengan membawa misi sebagai pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal Teknik Sipil diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia. Dalam perkembangannya, Jurnal Teknik Sipil telah terakreditasi sebagai jurnal ilmiah nasional sejak tahun 1996 dan saat ini telah terakreditasi kembali (2012-2017). Dengan pencapaian ini maka Jurnal Teknik Sipil telah mengukuhkan diri sebagai media yang telah diakui kualitasnya. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil tetap berusaha mempertahankan kualitasnya dengan menerbitkan hanya makalah-makalah terbaik dan hasil penelitian terbaru.
Arjuna Subject : -
Articles 974 Documents
Kajian Model Matematik Efektivitas Normalisasi Sungai Terhadap Penurunan Risiko Banjir Studi Kasus: Sungai Tikala Kota Manado Erha Intan Sukmajati; Muhammad Syahril Badri Kusuma; Waluyo Hatmoko; Mohammad Farid; Suardi Natasaputra
Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2021.28.3.7

Abstract

Abstrak Sungai Tikala merupakan anak Sungai Tondano dengan tingkat risiko banjir yang cukup tinggi. Pada tahun 2014 dimana terjadi banjir besar yang mengakibatkan dampak yang cukup merugikan bagi Kota Manado. Upaya pengendalian banjir secara struktural berupa normalisasi baik di Sungai Tondano maupun Sungai Tikala dilakukan untuk mengurangi dampak banjir. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas normalisasi dalam mengurangi risiko banjir pada dataran banjir yang dipengaruhi oleh luapan banjir Sungai Tikala yang berada di wilayah Kota Manado. Kajian ini meninjau risiko banjir Sungai Tikala berdasarkan Peraturan Kepala BNPB No. 2 tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana. Indeks ancaman banjir diperoleh dari hasil model matematik luapan banjir Sungai Tikala dan Sungai Tondano dengan upaya pengendalian banjir Skenario 1 yaitu kombinasi pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan dan normalisasi Sungai Tondano. Skenario 2 yaitu  kombinasi pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan, normalisasi Sungai Tondano dan normalisasi Sungai Tikala. Peta-peta risiko berbagai skenario hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan dalam pengambilan keputusan terkait pengendalian banjir Sungai Tikala. Hasil penelitian menunjukkan kedua skenario upaya pengendalian banjir yang dilakukan tidak sepenuhnya menghilangkan banjir yang ada. Namun berdasarkan luas genangan banjir, tingkat ancaman banjir, jumlah jiwa terdampak, potensi kerugian serta tingkat risiko yang dapat diturunkan atau di reduksi, maka upaya pengendalian banjir secara struktural sangat direkomendasikan untuk dilanjutkan dengan skenario 2. Kata kunci: Sungai Tikala, banjir, tingkat risiko, normalisasi. Abstract The Tikala River is a Tondano River tributary with a fairly high level of flood risk. In 2014 the flood occurred and gave a quite detrimental impact to the City of Manado. Structural flood measures efforts in the form of normalization in both of the Tondano River and Tikala River are carried out to reduce the impact of flooding. This study aims to determine the effectiveness of normalization in reducing the risk of flooding on floodplains that are affected by the Tikala River flood in the City of Manado. This study reviews the Tikala River flood risk based on the Head of BNPB Regulation No. 2 of 2012 about Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana. The flood threat index was obtained from the results of the mathematical model of the Tikala River and Tondano River floods with flood control measures. The 1st Scenario is the combination of the construction of the Kuwil Kawangkoan Dam and the normalization of the Tondano River. The 2nd Scenario is a combination of the construction of the Kuwil Kawangkoan Dam, the normalization of the Tondano River and the normalization of the Tikala River. The risk maps of various scenarios as a result of this research can be used as input in making decisions regarding flood control in the Tikala River. The results showed that the two scenarios of flood control measures did not completely eliminate the existing floods. However, based on the area of ​​the flood inundation, the level of flood threat, the number of people affected, the potential loss and the level of risk that can be reduced or reduced, structural flood control efforts are highly recommended to continue with the 2nd scenario. Keywords: Tikala river, flood, risk level, channel normalization.  
Analisa Tegangan Mooring pada Floating breakwater Tipe Gergaji dengan Pemodelan Fisik Sujantoko Sujantoko; Eko Budi Djatmiko; Wisnu Wardhana; Aditya Hidayatullah
Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2021.28.3.6

Abstract

Abstrak Floating breakwater dapat diaplikasikan sebagai alternatif dari fixed breakwater di perairan pantai dengan kondisi tertentu secara efisien dan efektif, desainnya dapat dielaborasi dengan fleksibel, dan instalasinya lebih mudah. Salah satu aspek dasar dalam desain floating breakwater adalah sistem mooring yang baik, sehingga struktur tersebut dapat berada pada posisinya dan kinerjanya meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besarnya tegangan mooring maksimum melalui eksperimen pada model floating breakwater tipe gergaji dan ponton. Model floating breakwater dibuat dari bahan polylactic acid dan model tali mooring digunakan jenis polyethylene. Pengujian fisik dilakukan dengan gelombang irreguler dan spektrum JONSWAP di wave flume. Selama pengujian dilakukan berbagai variasi input tinggi gelombang (Hs), periode gelombang (T), kedalaman air (d), dan sudut mooring (q). Hasil penelitian ini menunjukkan nilai tegangan mooring maksimum baik floating breakwater tipe gergaji dan ponton terjadi pada sudut mooring 30⁰ dan kedalaman air 45 cm secara berturut turut sebesar 5.28 N dan 4.91 N, sedangkan tegangan terkecil terjadi pada sudut mooring 60⁰ dan kedalaman air 41 cm yaitu 1,03 N dan 1,27 N. Perbandingan nilai tegangan mooring tipe gergaji pada sudut mooring (30o, 45o, 60o) adalah lebih besar 10.82%-19.71%, 24.00-40.94%, dan 22.2%-39.42% dari tipe ponton pada kedalaman air 41cm, 43cm dan 45cm. Kata-kata kunci:  Floating breakwater, model fisik, sudut mooring, tegangan mooring. Abstract Floating breakwater can be applied as an alternative to the fixed breakwater in coastal waters with certain conditions efficiently and effectively, the design can be elaborated flexibly, and the installation is easier. One of the basic aspects in the design of a floating breakwater is a good mooring system so that the structure can be in position and its performance is increased. This study aims to determine the maximum mooring tension through experiments on the saw and pontoon-type floating breakwater models. The floating breakwater model is made of polylactic acid and the mooring rope model is made of polyethylene. Physical testing was carried out with irregular waves and the JONSWAP spectrum in the wave flume. During the test, various input variations of wave height (Hs), wave period (T), water depth (d), and mooring angle (q) were carried out. The results of this study indicate that the maximum mooring tension value for both saw and pontoon floating breakwater occurs at a mooring angle of 30⁰ and a water depth of 45 cm respectively 5.28 N and 4.91 N, while the smallest tension occurs at a mooring angle of 60⁰ and a water depth of 41 cm, namely 1 .03 N and 1.27 N. Comparison of saw-type mooring tension values ​​at mooring angles (30o, 45o, 60o) were 10.82%-1971%, 24.00-40.94%, and 22.2%-39.42% higher than the pontoon type at water depth 41cm, 43cm and 45cm. Keywords:  Floating breakwater, physical model, mooring angle, mooring tension.  
Pemanfaatan Semen Slag Sebagai Campuran Stabilisasi Tanah dan Pengaruhnya Terhadap Nilai CBR Terendam (Soaked California Bearing Ratio) (Studi Kasus: Jalan Raya Munjul Desa Pasir Tenjo Kabupaten Pandeglang, Banten) Enden Mina; Rama Indera Kusuma; Zahirah Ismi Sausan
Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2021.28.3.3

Abstract

Abstrak Stabilisasi tanah adalah suatu proses untuk memperbaiki sifat-sifat tanah dengan menambahkan bahan aditif agar dapat menaikkan kekuatan tanah. Kondisi perkerasan Jalan Raya Munjul, Desa Pasir Tenjo, Kabupaten Pandeglang merupakan daerah yang mengalami kerusakan pada lapis perkerasanya dikarenakan memiliki daya dukung tanah sangat rendah dengan nilai California Bearing Ratio (CBR) sebesar 2.8%,  oleh karena itu perlu  dilakukan stabilisasi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan semen slag terhadap  nilai CBR terendam (soaked) dengan variasi prosentase  zat aditif sebesar 10 %, 20 %, dan 30 %  serta melihat pengaruh lama pemeraman terhadap kenaikan CBR. Sebelum pengujian tanah diklasifikasikan dahulu dengan menggunakan system klasifikasi Unified (USCS). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa sampel tanah dapat diklasifikasikan sebagai kelas OH, yaitu tanah lempung organik dengan plastisitas tinggi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan semen slag pada tanah lempung dapat menurunkan nilai indeks plastisitas dari 20,11 % menjadi 12,79 % dan dapat meningkatkan nilai CBR soaked menjadi 10,867 % dengan persentase optimum pada  kadar semen slag 10 %. Penambahan Semen slag juga mampu menurunkan nilai swelling dari 1,937 % (pengembangan tinggi) menjadi 0,427 % (pengembangan rendah). Berdasarkan hasil tersebut  dapat  disimpulkan bahwa semen slag mampu menaikkan daya dukung  tanah lempung dan mengurangi potensi swelling  tanah. Kata kunci: CBR, semen slag, stabilisasi, swelling, tanah lempung. Abstract Soil stabilization is a process to improve soil properties by adding additives to soil, in order to increase and maintain soil strength. Pavement conditions on Jalan Raya Munjul, Pasir Tenjo Village District of Pandeglang are areas that experience damage to pavement structure because it has a very low soil bearing capacity with  California Bearing Ratio (CBR) value of 2.8%, therefore  the soil need to be stabilized. This study aims to see the effect of adding cement slag to the CBR soaked value with additive mixture variation of 10%, 20%, and 30% and to see the effect of curing sample. Before CBR testing, soil was classified first use Unified classification system (USCS). Based on test result, the soil can be classified as OH type, organic clay soil with high plasticity. The addition of cement slag can decrease plasticity index from 20.11% to 12.79% and increase CBR soaked value to 10.867% with optimum proportion at 10%  cement slag content. The addition of cement slag was also able to reduce the swelling value from 1.937% (high swelling) to 0.427% (low swelling), Therefore it can be concluded that cement slag can increase bearing capacity of clay soil and reduce  soil swelling potential. Keywords: CBR, cement slag, stabilization, swelling, clay soil.  
Model Pengukuran Faktor Iklim Keselamatan (Safety Climate) Konstruksi: Studi Kasus Proyek Jalan di Sumatera Barat Nasril Sikumbang; Wahyudi P. Utama; Sesmiwati Sesmiwati; Dwifitra Y. Jumas
Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2021.28.3.13

Abstract

Abstrak Makalah ini bertujuan untuk mempresentasikan pengembangan model penilaian iklim keselamatan (PIK) untuk proyek jalan melalui studi kasus pada proyek konstruksi dan pemeliharaan jalan di Sumatera Barat (SB), Indonesia. Data diperoleh dari survei kuesioner yang dibagikan kepada para pemangku kepentingan di 11 lokasi proyek jalan yang tersebar di lima wilayah di provinsi SB. Empat puluh lima (45) aspek iklim keselamatan dinilai oleh 209 responden yang terdiri dari administrator proyek (perwakilan pemerintah), pihak manajemen kontraktor dan konsultan serta pekerja terdepan proyek. Hasil analisis faktor menunjukkan bahwa 12 variabel yang diamati meliputi tiga konstruk faktor: komitmen dan sumber daya manajemen, prosedur dan kesadaran serta persepsi tentang kemalangan. Faktor-faktor tersebut kemudian divalidasi melalui Analisis Faktor Konfirmatori menggunakan aplikasi Onyx. Hasil PIK menunjukkan bahwa nilai reliabilitas konstruk dan goodness of fit sesuai dengan yang diharapkan. Dengan memahami dan mengetahui variabel yang diamati dari IK yang membentuk faktor IK membantu tim manajemen proyek untuk merancang strategi yang tepat untuk menciptakan lingkungan proyek yang selamat. Kata-kata kunci: Keselamatan konstruksi, Iklim keselamatan, model pengukuran, analisis faktor, pekerjaan jalan. Abstract This paper’s objective is to present the development of safety climate measure (SCM) model for road projects through a case study on the construction and maintanance road projects in West Sumatra (WS), Indonesia. The data obtained from questionnaire survey distributed to stakeholders at 11 road project locations spread over in five regions in WS province. A 45-item safety climate variables was assessed by 209 respondents comprised project administrators (government representatives), contractors’ and consultant’s management as well as the project’s frontline workers. Factor analysis results show that 12 observed variables encompassed three factor constructs: management commitment and resources, procedure and awareness and perception on misfortune. These factor were then validated through Confirmatory Factor Analysis using Onyx application. The results of SCM indicates that the score of reliability construct and goodness of fit are desireble. Understanding and knowing the observed variables of SC constructing SC factors help project management team to design an appropriate strategy in order to create a safety project environment. Keywords: Construction safety, safety climate, measurement model, factor analysis, road projects.  
Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan terhadap Debit Banjir di Daerah Aliran Sungai Ciliwung Hulu Mohammad Farid; Maryo Inri Pratama; Arno Adi Kuntoro; Mohammad Bagus Adityawan; Faizal Immaddudin Wira Rohmat; Idham Riyando Moe
Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2021.28.3.8

Abstract

Abstrak Jakarta yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan bisnis Indonesia seringkali mengalami permasalahan bencana banjir. Kejadian banjir yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh tingginya intensitas hujan yang terjadi namun juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, khususnya perubahan tutupan lahan yang memperkecil daerah resapan air hujan.. Studi ini merupakan suatu upaya untuk memprediksi dampak perubahan tutupan lahan yang terjadi terhadap dinamika banjir yang melanda ibu kota Negara Indonesia ini. Penelitian ini terbagi dalam 3 bagian yaitu pengumpulan data, pemodelan hidrologi dan analisis sensitivitas banjir terhadap perubahan tutupan lahan. Hidrograf Sintetis SCS CN digunakan untuk analisis hidrologi untuk mendapatkan peningkatan debit dan volume limpasan. Analisis hidrologi menunjukkan perubahan tutupan lahan berdasarkan tren yang tercatat menyebabkan peningkatan debit puncak dan volume limpasan pada tahun 2030 masing-masing sebesar 26% dan 24%. Namun demikian, dengan mengikuti Rencana Tata Ruang Kabupaten Bogor dan sekitarnya, peningkatan pengaruh banjir terhadap debit puncak dan volume limpasan dapat diminimalisir  hingga berturut-turut sebesar 5.26% dan 4.94%. Setiap 13 km2 kawasan hutan atau pertanian yang diubah menjadi kawasan perkotaan atau tanah kosong, debit puncak banjir dan volume limpasan meningkat sebesar 4.63% dan 4.34%. Kata-kata Kunci: Ciliwung, banjir, SCS-CN. Abstract Jakarta, serves as the center of government and business in Indonesia, often experiences flood problems. The floodings that occur is not only caused by the high intensity of rain but is also influenced by other factors, especially changes in land cover that reduce the rainwater catchment area. This study is an attempt to predict the impact of land cover changes on the dynamics of floods that hit the capital city of Indonesia. This research is divided into 3 parts, namely data collection, hydrological modeling and analysis of flood sensitivity to land cover changes. SCS CN Synthetic Hydrograph was used for hydrological analysis to obtain increased discharge and runoff volume. Hydrological analysis shows that changes in land cover based on trends will cause an increase in peak discharge and runoff volume in 2030 by 26% and 24%, respectively. However, by following the Spatial Plan for Bogor Regency and its surroundings, the increase in the influence of flooding on peak discharge and runoff volume can be minimized to 5.26% and 4.94%, respectively. Every 13 km2 of forest or agricultural areas that are converted into urban areas or urban area, the peak flood discharge and runoff volume increase by 4.63% and 4.34%. Keywords: Ciliwung, flood, SCS-CN.  
Theoretical Equations for the Ratio of Undrained Shear Strength to Vertical Effective Stress for Normally Consolidated Saturated Cohesive Soils: Theoretical Equations for the Ratio of Undrained Shear Strength to Vertical Effective Stress for Normally Consolidated Saturated Cohesive Soils Sugeng Krisnanto
Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2021.28.3.1

Abstract

Abstract Two theoretical equations are developed to calculate the ratio of undrained shear strength to the vertical effective stress (the ratio of (su/sv’)) for normally consolidated saturated cohesive soils. The effective stress approach is used as the basis in the development of the theoretical equations. The theoretical equations are developed by relating the total and the effective stress paths. The development of the excess pore-water pressure is quantified using Skempton A and B pore-water pressure parameters. The theoretical equations are developed for two initial stress conditions: (i) an initially hydrostatic condition and (ii) an initially Ko (non-hydrostatic) condition. The performance of the theoretical equations of this study is compared with field and laboratory measurement data obtained from the literature. The close results between the theoretical equations and the measurements show that the theoretical equations of this study can compute the ratio of (su/sv’) well. Using the theoretical equations, the values of the ratio of (su/sv’) commonly used in engineering practice can be explained from the soil mechanics framework. Keywords: Saturated cohesive soils, c/p ratio, normally consolidated soil, undrained shear strength, effective shear strength, theoretical equation. Abstrak Dua persamaan teoritis dikembangkan untuk menghitung rasio kuat geser tak teralirkan dengan tegangan efektif vertikal (rasio (su/sv’)) untuk tanah kohesif jenuh terkonsolidasi normal. Pendekatan tegangan efektif dijadikan dasar dalam pengembangan kedua persamaan teoretis ini. Persamaan teoretis tersebut dikembangkan menghubungkan lintasan tegangan total dan lintasan tegangan efektif. Kenaikan tekanan air pori ekses dikuantifikasi menggunakan parameter tekanan air pori A dan B dari Skempton. Persamaan teoretis dikembangkan untuk dua kondisi tegangan awal: (i) tegangan awal hidrostatik dan (ii) teganan awal Ko (non hidrostatik). Kinerja kedua persamaan teoretis tersebut dibandingkan terhadap data pengukuran lapangan dan pengujian laboratorium yang diperoleh dari literatur. Persamaan teoretis dari studi ini memiliki kinerja yang baik dalam memperhitungan rasio (su/sv’) yang ditunjukkan dengan dekatnya hasil perhitungan menggunakan persamaan teoretis dan hasil pengukuran lapangan maupun pengujan laboratorium. Dengan persamaan teoretis tersebut, nilai rasio (su/sv’) yang biasa digunakan dalam rekayasa praktis bisa dijelaskan secara mekanika tanah. Kata-kata Kunci: Tanah kohesif jenuh, rasio c/p, tanah terkonsolidasi normal, kuat geser tak teralirkan, kuat geser efektif, persamaan teoretis.  
Struktur Berpori Sebagai Upaya Penanggulangan Erosi di Pantai Utara Jawa: Studi Kasus Pantai Demak, Jawa Tengah Widyaningtias Widyaningtias; Ingerawi Sekaring Bumi; Joko Nugroho; M. Bagus Adityawan; Arno Adi Kuntoro
Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2021.28.3.9

Abstract

Abstrak Perubahan garis pantai merupakan salah satu masalah yang dihadapi masyarakat di kawasan pesisir utara Jawa, Indonesia. Hilangnya sabuk mangrove di kawasan pantai secara bertahap menyebabkan terjadinya erosi pantai. Untuk mengatasi masalah tersebut, konsep adaptif menggunakan Building with Nature (BwN) mulai dikembangkan di beberapa lokasi di pantai utara Jawa. Konsep ini diharapkan dapat menjadi solusi permasalahan erosi dengan memanfaatkan proses alam dan tetap memperhatikan kelangsungan ekosistem setempat, yaitu dengan pembangunan struktur berpori (permeable structure). Di kawasan pesisir Demak, pembangunan struktur berpori dimulai sejak 2013 di Desa Bogorame dan mampu menahan sedimen setinggi 45 cm dalam 1.5 tahun. Pemodelan akan menggunakan perangkat lunak Delft3D dengan meggabungkan antara model Delft3D-Flow dan Delft3D-Wave. Pemodelan dilakukan dengan menempatkan thin dam sebagai struktur berpori sesuai kondisi eksisting di lapangan. Simulasi akan dilakukan pada musim hujan dan kemarau, dengan memasukkan input gelombang signifikan pada kedua musim tersebut. Berdasarkan simulasi, dapat disimpulkan bahwa pada musim penghujan, struktur berpori menangkap lebih banyak sedimen dibandingkan pada musim kemarau. Pada beberapa lokasi, erosi terjadi saat musim penghujan, namun akan terisi kembali pada saat musim kemarau. Lebih lanjut lagi, konsep adaptif dari struktur berpori ini diharapkan dapat mempercepat restorasi pantai di kawasan pesisir Demak. Kata-kata Kunci: DELFT3D, erosi pantai, struktur berpori. Abstract Shoreline degradation in North Java, Indonesia, becomes one of severe problem that have to be overcome by habitat along its coastal. The gradually vanishing of mangrove greenbelt indicates starting of coastal erosion. To solve that problem, the adaptive concept using Building with Nature (BwN) has been started to develop in some region in North Java Coastal area. This concept is expected as one of solution to restore coastal erosion by enhancing natural process. The application of permeable structures is proposed. The construction of permeable structures was started since 2013 in Bogorame area and has been trapped sediment up to 45 cm in 1.5 years. The simulation will be conducted using Delft3D by coupling between Delft3D-Flow and Delft3D-Wave. The model is simulated by using thin dams as permeable structures as in existing field condition, and will be modeled in wet and dry seasons. Based on simulations, it can be concluded that in wet season, permeable structures can trap more sediment compared with in dry season. In some location erosion occurs. However, it can be recharged by sediment transport during dry season. Furthermore, sustainability of this adaptive concept is expected to enhance the coastal restoration in Demak coastal area. Keywords: DELFT3D, coastal erosion, permeable structure.  
Pengaruh Penambahan Mikroorganisme Terhadap Sifat Fisik dan Kuat Geser Tanah Gambut Palembang Erza Rismantojo; Niar Nauri Ningsih
Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2021.28.3.4

Abstract

Abstrak Makalah ini berisi hasil penelitian yang mempelajari pengaruh penambahan 5, 10, dan 15% larutan mikroorganisme terhadap sifat fisik dan kuat geser tanah gambut dari Palembang, Sumatera Selatan. Pengujian dilakukan pada tanah gambut yang dikeringkan kemudian dipadatkan setelah dicampur air tanpa/dan larutan mikroorganisme pada kondisi tanpa masa peram dan setelah pemeraman selama tujuh hari. Sifat fisik yang diamati adalah specific gravity, nilai pH, kadar abu, kadar organik, dan kadar serat tanah gambut sebelum dan setelah dicampur dengan larutan mikroorganisme. Sifat mekanik yang dipelajari adalah kuat geser niralir dan efektif benda uji tanah gambut saja dan gambut yang dicampur dengan larutan mikroorganisme. Benda uji dibuat dengan cara pemadatan manual dan diuji dengan cara triaxial consolidated-undrained. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan larutan mikroorganisme menaikkan nilai specific gravity, pH, kadar abu, kohesi efektif, sudut geser dalam efektif, kuat geser niralir, dan mengurangi kadar organik dan serat. Benda uji untuk pengujian triaksial dijenuhkan dan dikonsolidasikan dengan tegangan efektif isotropik 50, 100, dan 200kPa. Hasil pengujian triaxial memperlihatkan bahwa kekuatan geser niralir tanah gambut Palembang yang dipadatkan ini dapat dinormalisasi dengan faktor normalisasi yang mirip dengan yang digunakan untuk tanah berbutir kasar. Kata-kata kunci: Gambut, mikroorganisme, kuat geser niralir, kuat geser efektif, lintasan tegangan, kuat geser ternormalisasi. Abstract This paper presents the results of an experiment performed to study the effect of mixing 5, 10, and 15% of mikroorganisme solution to the physical characteristics and shear strength of peat soil from Palembang, South Sumatera. The test specimens are air-dried peat soil which recompacted, after remolded with water and mixed with/without microorganism solution, and tested at zero curing time and after seven-day curing time. The physical characteristics considered are specific gravity, pH, ash content, organic content, fiber content of the natural peat and those of the mixture of peat and microorganism solution.  The mechanical properties studied include the undrained and effective shear strengths of natural peat and those of the mixture of peat and microorganism reconstituted by tamping and tested using consolidated-undrained triaxial. The study shows that the microorganism solution increases specific gravity, pH, ash content, undrained shear strength, effective shear strength parameters while reducing organic and fiber contents. The triaxial test specimens are saturated and then consolidated under isotropic effective confining pressures of 50, 100, and 200kPa before sheared. The triaxial test results indicate that the undrained shear strength of this recompacted soil peat can be normalized using a normalization factor similar to that used for coarse-grained soils. Keywords: Effective shear strength, microorganism, normalized shear strength, peat, stress path, undrained shear strength.  
Evaluation of Structural Condition of Flexible Pavement Using The AASHTO 1993 and The MEPDG 2008 Method (Case Study: Cipatujah-Kalapagenep-Pangandaran National Road) : Evaluation of Structural Condition of Flexible Pavement Using The Asshto 1993 and the MEPDG 2008 Method (Case Study: Cipatujah-Kalapagenep-Pangandaran National Road Section) Retna Ayu Kirana Djuhana; Bambang Sugeng Subagio; Aine Kusumawati
Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2021.28.3.2

Abstract

Abstract Flexible pavement on Cipatujah-Kalapagenep-Pangandaran National Road has a structural damage which marked by potholes and cracks on the pavement caused by excessive load trucks, so the pavement needs an overlay to improve the pavement condition. This analysis using AASHTO 1993 and MEPDG 2008 method. These methods used because the MEPDG 2008 was developed from AASHTO 1993 method, so the output will be more economic. But, the MEPDG 2008 has not applied yet in Indonesia, so the method will be studied to determine the method feasibility to be applied in Indonesia. This research was analyzed with two skenarios of CESAL, four trial thicknesses, and three CBR numbers. The overlay thickness value using the AASHTO 1993 was at 10 cm and 11 cm for scenario 1 and 2, while the overlay thickness using the MEPDG 2008 was at 10 cm for the two scenarios. The result from AASHTO 1993 was chosen because the MEPDG 2008 needs to studied further yet about suitable calibration factor for Indonesian pavement condition. The cause of difference result are structural damage assessment for AASHTO 1993 method based on deflection value from FWD while MEPDG 2008 method based on stresses and strains respond, material characteristics, and local calibration.   Keywords: AASHTO 1993, MEPDG 2008, stress and strain response, FWD deflection value, local calibration factors, overlay thickness. Abstrak Perkerasan lentur jalan Nasional Cipatujah-Kalapagenep-Pangandaran mengalami kerusakan struktural yang ditandai dengan lubang dan retak pada perkerasan badan jalan yang disebabkan oleh truk pengangkut pasir yang memiliki beban berlebih, sehingga diperlukan penambahan tebal lapis tambah pada perkerasan jalan eksisting untuk mengembalikan kondisi kemantapan jalan. Dalam penelitian ini dilakukan analisis terhadap kondisi struktural perkerasan jalan lentur eksisting menggunakan Metoda AASHTO 1993 dan Metoda MEPDG 2008 dengan pertimbangan bahwa MEPDG 2008 merupakan pengembangan dari AASHTO 1993. Namun, Metoda MEPDG 2008 belum diterapkan di Indonesia, maka perlu dilakukan kajian awal untuk mengetahui kelayakan metoda tersebut diterapkan di Indonesia. Analisis ini menggunakan dua skenario nilai CESAL, empat macam tebal dan tiga macam nilai CBR. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh tebal overlay menggunakan metoda AASHTO 1993 sebesar 10 cm dan 11 cm untuk skenario 1 dan 2, sedangkan tebal overlay menggunakan metoda MEPDG 2008 diperoleh tebal overlay sebesar 10 cm untuk kedua skenario. Namun dalam penelitian ini dipilih hasil dari metoda AASHTO 1993 dikarenakan MEPDG 2008 masih memerlukan kajian lanjut terkait faktor kalibrasi berdasarkan kondisi perkerasan di Indonesia. Dari penelitian diketahui faktor yang menyebabkan perbedaan hasil adalah Metoda AASHTO 1993 berdasarkan nilai lendutan FWD, sedangkan MEPDG 2008 berdasarkan respon tegangan dan regangan, karakteristik material, dan kalibrasi lokal. Kata-kata kunci: AASHTO 1993, MEPDG 2008, respon tegangan dan regangan, nilai defleksi FWD, faktor kalibrasi lokal, ketebalan lapisan.  
Performance Analysis of Resilient Modulus and Fatigue Resistance of AC-BC Mixture with Full Extracted Asbuton and Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) : Performance Analysis of Resilient Modulus and Fatigue Resistance of AC-BC Mixture with Full Extracted Asbuton and Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) Thopan Andhika Putra; Bambang Sugeng Subagio; Eri Susanto Hariyadi
Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2021.28.3.12

Abstract

Abstract One way to be developed to overcome challenges in providing flexible pavement materials is to apply the green roads principle by reusing some or all of the old road pavement material or Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) as a material for new road pavement, which if reused will affect the performance of the mixture, such as decreasing the level of durability and premature pavement damage, so an effort must be made to improve the performance of the recycled material, namely by adding full extracted Asbuton and rejuvenating materials. The RAP material was obtained from scratching the asphalt of the Jagorawi Toll Road. The mixture used was asphalt concrete-binder course (AC-BC) layer using 30%, 40%, and 50% RAP material, using full extracted Asbuton at 6%, and Nichireki rejuvenating material. Then, on mixtures with RAP material, Marshall Test, Resilient Modulus test with UMATTA, and resistance to fatigue with four points loading test with strain control were conducted. The use of RAP material with modified asphalt in the form of an addition of full extracted Asbuton into the Pen 60/70 Asphalt can increase the asphalt stiffness. Marshall test results showed that a mixture with 6% full extracted asbuton content and 0% RAP material content (A6RAP0) gave the highest stability value. The results of the Resilient Modulus test showed that the mixture with 6% full extracted asbuton content and 50% RAP material content (A6RAP50) gave a high Resilient Modulus value at a test temperature of 45oC. The results of the fatigue resistance test showed that the mixture with 6% full extracted asbuton content and 50% RAP material content (A6RAP50) at a strain level of 300 µε gave the longest fatigue life. Keywords: Reclaimed asphalt pavement (RAP), full extracted asbuton, asphalt concrete -binder course, modified asphalt, resilient modulus, fatigue life. Abstrak Salah satu cara dikembangkan untuk mengatasi tantangan dalam penyediaan material perkerasan lentur adalah menerapkan prinsip greenroads dengan memanfaatkan kembali sebagian atau keseluruhan material perkerasan jalan lama atau Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) sebagai material untuk perkerasan jalan yang baru, dimana jika digunakan kembali akan mempengaruhi kinerja dari campuran seperti penurunan tingkat durabilitas dan kerusakan dini perkerasan, sehingga harus dilakukan suatu upaya untuk memperbaiki kinerja dari material daur ulang tersebut, yaitu dengan penambahan Asbuton murni dan bahan peremaja. Material RAP didapatkan dari hasil garukan aspal Jalan Tol Jagorawi. Campuran yang dipakai adalah Laston Lapis AC-BC menggunakan kadar material RAP sebanyak 30%, 40%, dan 50%, dengan penggunaan Asbuton murni sebesar 6%, serta bahan peremaja Nichireki, dan kemudian selanjutnya pada campuran dengan penggunaan material RAP dilakukan pengujian Marshall, Modulus Resilien dengan alat UMATTA dan ketahanan terhadap kelelahan (fatigue) metode four points loading test dengan kontrol regangan. Penggunaan material RAP dengan aspal modifkasi berupa penambahan Asbuton murni kedalam Aspal Shell Pen 60/70 dapat meningkatkan kekakuan aspal. Hasil pengujian Marshall menunjukkan campuran dengan kadar Asbuton murni 6% dan kadar material RAP 0% (A6RAP0) memberikan nilai stabilitas tertinggi. Hasil pengujian Modulus Resilien menunjukkan campuran campuran dengan kadar Asbuton murni 6% dan kadar material RAP 50% (A6RAP50) memberikan nilai Modulus Resilien yang tinggi pada temperatur pengujian 45oC. Hasil pengujian ketahanan terhadap kelelahan menunjukkan campuran dengan kadar Asbuton murni 6% dan kadar material RAP 50% (A6RAP50) pada regangan 300 µε memberikan umur kelelahan yang paling panjang. Kata-kata kunci: Reclaimed asphalt pavement (RAP), Asbuton murni, laston lapis antara, aspal modifikasi,  modulus resilien, umur kelelahan.  

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 32 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 31 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020) Vol 27 No 2 (2020) Vol 27 No 1 (2020) Vol 27, No 1 (2020) Vol 26, No 3 (2019) Vol 26 No 3 (2019) Vol 26, No 2 (2019) Vol 26 No 2 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26 No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 25 No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 2 (2018) Vol 25, No 2 (2018) Vol 25 No 1 (2018) Vol 25, No 1 (2018) Vol 24 No 3 (2017) Vol 24, No 3 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24 No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 1 (2017) Vol 24 No 1 (2017) Vol 23, No 3 (2016) Vol 23 No 3 (2016) Vol 23 No 2 (2016) Vol 23, No 2 (2016) Vol 23, No 1 (2016) Vol 23 No 1 (2016) Vol 22 No 3 (2015) Vol 22, No 3 (2015) Vol 22, No 2 (2015) Vol 22 No 2 (2015) Vol 22 No 1 (2015) Vol 22, No 1 (2015) Vol 21 No 3 (2014) Vol 21, No 3 (2014) Vol 21, No 2 (2014) Vol 21 No 2 (2014) Vol 21 No 1 (2014) Vol 21, No 1 (2014) Vol 20 No 3 (2013) Vol 20, No 3 (2013) Vol 20, No 2 (2013) Vol 20 No 2 (2013) Vol 20 No 1 (2013) Vol 20, No 1 (2013) Vol 19, No 3 (2012) Vol 19 No 3 (2012) Vol 19 No 2 (2012) Vol 19, No 2 (2012) Vol 19, No 1 (2012) Vol 19 No 1 (2012) Vol 18, No 3 (2011) Vol 18 No 3 (2011) Vol 18 No 2 (2011) Vol 18, No 2 (2011) Vol 18 No 1 (2011) Vol 18, No 1 (2011) Vol 17, No 3 (2010) Vol 17 No 3 (2010) Vol 17 No 2 (2010) Vol 17, No 2 (2010) Vol 17, No 1 (2010) Vol 17 No 1 (2010) Vol 16 No 3 (2009) Vol 16, No 3 (2009) Vol 16, No 2 (2009) Vol 16 No 2 (2009) Vol 16 No 1 (2009) Vol 16, No 1 (2009) Vol 15, No 3 (2008) Vol 15 No 3 (2008) Vol 15, No 2 (2008) Vol 15 No 2 (2008) Vol 15, No 1 (2008) Vol 15 No 1 (2008) Vol 14 No 4 (2007) Vol 14, No 4 (2007) Vol 14, No 3 (2007) Vol 14 No 3 (2007) Vol 14 No 2 (2007) Vol 14, No 2 (2007) Vol 14, No 1 (2007) Vol 14 No 1 (2007) Vol 13 No 4 (2006) Vol 13, No 4 (2006) Vol 13 No 3 (2006) Vol 13, No 3 (2006) Vol 13, No 2 (2006) Vol 13 No 2 (2006) Vol 13, No 1 (2006) Vol 13 No 1 (2006) Vol 12 No 4 (2005) Vol 12, No 4 (2005) Vol 12, No 3 (2005) Vol 12 No 3 (2005) Vol 12 No 2 (2005) Vol 12, No 2 (2005) Vol 12 No 1 (2005) Vol 12, No 1 (2005) Vol 11, No 4 (2004) Vol 11 No 4 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11 No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11 No 2 (2004) Vol 11, No 2 (2004) Vol 11 No 1 (2004) Vol 11, No 1 (2004) Vol 10, No 4 (2003) Vol 10 No 4 (2003) Vol 10, No 3 (2003) Vol 10 No 3 (2003) Vol 10 No 2 (2003) Vol 10, No 2 (2003) Vol 10 No 1 (2003) Vol 10, No 1 (2003) More Issue