cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 08532982     EISSN : 25492659     DOI : 10.5614/jts
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap tiga bulan, yaitu April, Agustus dan Desember. Jurnal Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1990 dengan membawa misi sebagai pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal Teknik Sipil diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia. Dalam perkembangannya, Jurnal Teknik Sipil telah terakreditasi sebagai jurnal ilmiah nasional sejak tahun 1996 dan saat ini telah terakreditasi kembali (2012-2017). Dengan pencapaian ini maka Jurnal Teknik Sipil telah mengukuhkan diri sebagai media yang telah diakui kualitasnya. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil tetap berusaha mempertahankan kualitasnya dengan menerbitkan hanya makalah-makalah terbaik dan hasil penelitian terbaru.
Arjuna Subject : -
Articles 974 Documents
Pengaruh Kadar Semen dan Gradasi Agregat pada Campuran Lapis Fondasi Agregat Semen terhadap Kuat Tekan, Kuat Lentur, dan Modulus Elastisitas Asrie, Betarokhmah Nuriva; Rahman, Harmein; Hariyadi, Eri Susanto
Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2023.30.2.6

Abstract

Cement-treated base (CTB) is an aggregate mixture with relatively low water and cement content for pavement base layers, which can provide a stronger and stiffer base layer and requires a lower thickness than using granular layers but has the potential to form reflective cracks in the surface layer. Therefore, CTB should not be too stiff and the compressive strength needs to be limited. The research was carried out to analyze the effect of variations in cement content, gradation, and mix density on compressive strength, flexural strength, and elastic modulus. This research also analyzed the resistance of flexible pavement structures with CTB to asphalt fatigue and permanent deformation failure using the AUSTROADS 2017 method and the CIRCLY 6.0 program. The stiffness of CTB with Bina Marga gradation is built by the aggregate material (initially stiff), while the stiffness of CTB with FAA gradation is built by cement and the aggregate material tends to give flexible behavior because it is easier to move. The results showed that CTB with FAA gradation and 5% cement content resulting in a 7-day compressive strength of 3,28 MPa was stated as the optimum mix combination because it provides better resistance to fatigue and permanent deformation failure.
Pengaruh Penyumbatan Pori (Clogging) pada Perkerasan Aspal Porous Terhadap Permeabilitas dan Limpasan Permukaan Melati, Talitha; Hariyadi, Eri Susanto; Rahman, Harmein
Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2023.30.2.16

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penyumbatan pori pada aspal porous terhadap kemampuan drainase melalui parameter limpasan permukaan dan permeabilitas. Asbuton murni digunakan sebagai bahan pengikat dengan harapan dapat memperbaiki kualitas campuran. Penelitian disimulasikan pada kondisi sebelum dan sesudah terjadi penyumbatan pori dengan variasi load sedimen, gradasi campuran, dan curah hujan. Penentuan gradasi campuran melalui proses trial dengan ketentuan batas sesuai ASTM D7064/D7064M − 08 (2013). Pengujian tersebut menggunakan alat falling head dan rainfall simulator. Hasil pengujian menunjukkan bahwa load sedimen berpengaruh terhadap penurunan kapasitas infiltrasi campuran aspal porous. Kapasitas infiltrasi campuran aspal porous dengan VIM 20,67% dapat menurun hingga 22% ketika disimulasikan penyumbatan pori dengan load sedimen sebesar 780 gram/m2. Intensitas hujan 110 mm/jam hanya dapat mengembalikan kemampuan pengaliran air pada ketiga campuran aspal porous sebesar 11%. Tidak ada limpasan permukaan pada seluruh campuran baik dalam kondisi pori normal maupun tersumbat oleh sedimen. Di antara ketiga desain campuran aspal porous, campuran dengan VIM 23% memiliki ketahanan penyumbatan pori paling baik terhadap load sedimen yang disimulasikan. Untuk menghasilkan campuran dengan VIM tinggi, gradasi campuran aspal porous didesain dengan nilai koefisien keseragaman (Cu) yang rendah.
Perancangan Struktur Sistem Rangka Bresing Tahan Tekuk - Studi Kasus Pada Bangunan Esensial Galvindy, Gelasius; Lim , Erwin
Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2023.30.2.9

Abstract

Abstrak Perancangan struktur dengan menggunakan Sistem Rangka Bresing Tahan Tekuk (SRBTT) belum lazim ditemukan di Indonesia, namun jenis struktur ini dapat banyak ditemukan di negara lainnya seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Taiwan. Jenis struktur ini memiliki beberapa kelebihan dibanding jenis struktur lainnya, sebagai contoh apabila bresing mengalami kerusakan akibat beban gempa, elemen bresing dapat diganti dengan yang baru sehingga tidak memerlukan renovasi struktur secara keseluruhan. Selain itu, sistem struktur ini juga menghasilkan simpangan struktur yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan sistem struktur lainnya, sehingga kerugian akibat kerusakan dapat berkurang. Makalah ini membahas contoh perancangan suatu bangunan esensial (kategori risiko IV) hipotetikal setinggi tiga lantai yang terletak di zona gempat tinggi dengan menggunakan Sistem Rangka Bresing Tahan Tekuk (SRBTT). Konsep utama dari perancangan sistem tersebut adalah kontrol terhadap hirarki keruntuhan, dimana elemen struktur lainnya tidak boleh mengalami leleh sebelum bresing tahan tekuk mengalami leleh. Berdasarkan analisa pushover, didapatkan bahwa struktur yang dirancang berada dalam tahap damage control dan masih di bawah batasan target kinerja life safety, menandakan tingkat kerusakan yang lebih rendah dan masih dapat diperbaiki setelah gempa besar terjadi. Kata-kata Kunci: Perancangan Struktur; Beban Gempa; Sistem Rangka Bresing Tahan Tekuk; Analisa Mekanisme Plastik
The Effect of Coastal Dike and Retention Pond Performance on Flood and Tidal Control in Pekalongan Irawanto, Adhitya Gilang; Nugroho, Joko; Prasetyo, Adi
Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2023.30.2.1

Abstract

Abstract.Pekalongan is one of the areas located in the north of Java Island. The main problem in Pekalongan is tidalflooding. This tidal flood worsens when there is a high discharge in the river. For this reason, the government builta Coastal Dike and a Retention Pond to overcome these problems. The concept of this system is to create a coastaldike that crosses the river to eliminate tidal effects. The retention pond is located along the coastal dike toaccommodate the discharge from the river, then the water will be pumped downstream of the river. This study aimsto obtain pump operating time for each pump built in this system to reduce the flood elevation of Q25 to – 0.5 m inthe retention pond. One dimensional flow modeling was used in the approach with the Hydrologic EngineeringCenter-River Analysis System (HEC-RAS) 6.0 model. This research shows that the pump operating time for theSilempeng and Sengkarang pumps is 150 hours. The addition of Mrican pumps and flap gates can reduce pumpoperating time to support the success of Coastal Dike and Retention Ponds in controlling floods and tidal inPekalongan.Keywords: Tidal flood, coastal dike, retention pond, pump. Abstrak.Pekalongan merupakan salah satu daerah yang terletak di utara Pulau Jawa. Masalah utama di Pekalonganadalah banjir rob. Banjir rob ini semakin parah ketika terjadi debit yang tinggi di aliran sungai. Untuk itupemerintah membangun tanggul rob dan kolam retensi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Konsep sistem iniadalah membuat tanggul rob yang melintang sungai, menghalangi backwater dari laut untuk menghilangkan efekpasang surut. Kolam retensi terletak di sepanjang tanggul rob untuk menampung debit dari sungai, kemudian airakan dipompa ke arah hilir sungai. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan waktu operasional pompa untukmasing-masing pompa yang terbangun di sistem ini dalam menurunkan elevasi banjir Q25 sampai dengan elevasi –0,5 m di kolam retensi. Di dalam penelitian ini juga dilihat waktu operasional pompa setelah penambahan pompamrican dan pintu klep di Mrican. Pemodelan satu aliran dimensi dilakukan dengan model HEC-RAS 6.0. Hasil daripenelitian ini adalah waktu operasional pompa untuk pompa silempeng dan sengkarang adalah 150 jam.Penambahan pompa Mrican dan pintu klep dapat mengurangi waktu operasi pompa untuk mendukungkeberhasilan Tanggul Pesisir dan Kolam Retensi dalam pengendalian banjir dan pasang surut di Pekalongan. Kata-kata Kunci: Banjir rob, tanggul rob, kolam retensi, pompa.
Study of Flood Risk Assessment on Banyumas and Cilacap District in Downstream Serayu River Basin, Indonesia Kirana, Pratita Hana; Farid, Mohammad; Bagus Adityawan , Mohammad; Kuntoro, Arno Adi; Widyaningtyas, Widyaningtyas
Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2023.30.2.2

Abstract

Abstract. Floods due to the Downstream Serayu River overflow inundate agricultural land and houses in parts of Banyumasand Cilacap district every year. Based on the classification of flood hazard level referring to Chief of BNPBRegulation Number 2 the Year 2012 on General Guidelines for Assessment of Disaster Risk, some location pointsexperienced a high level of flood hazard (>1.5 m). The objective of this study is to develop a flood risk map by usingGIS. Flood hazard assessment uses the HEC-RAS 5.0.6 two-dimensional model, verified with field observation data.The river discharge is obtained from hydrological calculations, while the tidal component is obtained usingMATLAB-LP Tides BIG. River geometry uses river cross-section from field measurement data for hydraulicmodeling combined with MERIT DEM as its banks. The capacity level also refers to the BNPB Number 2 the Year2012. In this study, BNPB and PUPR parameters are used. The vulnerability component refers to a 2014 study fromthe Ministry of Public Work and Housing (PUPR) Indonesia. The 50-year flood return period shows that the totalarea of risk flooded areas in the Downstream Serayu River Basin is 6.22 km2, while high-risk flooded areas are 2.2 km2. Keywords: Flood risk, HEC-RAS 2D, GIS, MATLAB–LP Tides BIG, MERIT DEM Abstrak. Banjir akibat luapan Sungai Serayu Hilir setiap tahun menggenangi lahan pertanian dan perumahan di sebagianwilayah Kabupaten Banyumas dan Cilacap. Berdasarkan klasifikasi tingkat bahaya banjir mengacu padaPeraturan Kepala BNPB Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana, beberapa titiklokasi mengalami tingkat bahaya banjir tinggi (>1,5 m). Tujuan dari penelitian ini yaitu mengembangkan petarisiko banjir dengan menggunakan SIG. Pemodelan banjir menggunakan model dua dimensi HECRAS 5.0.6, yangdiverifikasi dengan data observasi lapangan. Debit sungai diperoleh dari perhitungan hidrologi, sedangkankomponen pasang surut diperoleh dari perhitungan menggunakan MATLAB-LP Tides BIG. Geometri sungaimenggunakan penampang sungai dari data pengukuran lapangan untuk pemodelan hidrolik yang dikombinasikandengan MERIT DEM sebagai bantarannya. Tingkat kapasitas juga mengacu pada Peraturan Kepala BNPB Nomor2 Tahun 2012. Dalam penelitian ini digunakan parameter BNPB dan PUPR. Komponen kerentanan mengacu padastudi tahun 2014 dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Indonesia. Periode ulangbanjir 50 tahun menunjukkan bahwa total luas area yang berisiko banjir di DAS Serayu Hilir sebesar 6,22 km2,sedangkan area dengan tingkat risiko banjir tinggi sebesar 2,2 km2. Kata-kata Kunci: Risiko banjir, HEC-RAS 2D, SIG, MATLAB–LP Tides BIG, MERIT DEM
Study of Sedimentation Control on Bangga River, Palu Watershed, Central Sulawesi Savitri, Fanny Aliza; Bagus Adityawan , Mohammad; Widyaningtias, Widyaningtias
Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2023.30.2.3

Abstract

Abstract. Bangga River is located in a mountainous area in the Palu River Basin with an area of 74.82 km2 and a river lengthof 16.97 km. Flood with the approximated water depth of 3 m occur in Bangga’s Village. The cliffs upstream of theBangga River areunstable and can easily collapse due to the disaster. Ministry of Public Works and Housingcontrol through Sabo dam’s structure. This study aims to analyze the performance of sabo dam’s structure inreducing sediments and the floods. Analysis and modeling using two scenarios, before and after the sabo damstructure’s control was built, using HEC-RAS Software with purposeful 1D modeling to simulate flow patterns, totalsediment. The HEC-RAS simulation shows that the water surface is stood at 2.1 m depth in the existing condition.Sabo dam structure can reduce of sediment transport, which was computed according to Engelund (81%reduction), Mayer Peter Muller (MPM) with 92% reduction, and Yang (91% sediment yields reduction). So, thesabo dam's structure is not merely utilized to retain the sediment, but it can reduce potential flooding in the future.Keywords: Sedimentation, sediment control building, HEC-RAS, sabo dam, flood. Abstrak. Sungai Bangga terletak di daerah pegunungan di DAS Palu dengan luas 74,82 km2 dan memiliki panjang sungai16,97 km. Banjir dengan kedalaman air + 3 m terjadi di Desa Bangga. Tebing-tebing di hulu Sungai Bangga tidakstabil dan mudah runtuh akibat bencana. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengontrolmelalui bangunan Sabo dam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja bangunan Sabo dam dalammereduksi sedimen dan banjir. Analisis dan pemodelan dilakukan dengan dua skenario yaitu sebelum dan sesudahbangunan sabo dam terbangun, menggunakan Software HEC-RAS dengan pemodelan 1D yang bertujuan untukmensimulasikan pola aliran dan total sedimen. Simulasi HEC-RAS menunjukkan bahwa kedalaman air beradapada 2,1 m pada kondisi eksisting. Bangunan sabo dam dapat mereduksi transpor sedimen, yang dihitung menurutbeberap rumus yaitu Engelund (reduksi 81%), Mayer Peter Muller (MPM) dengan reduksi 92%, dan Yang (reduksi91%). Jadi, bangunan sabo dam tidak hanya dimanfaatkan untuk menahan sedimen, tetapi dapat mengurangipotensi banjir di masa depan. Kata-kata kunci: Sedimentasi, bangunan pengontrol sedimen, HEC-RAS, sabo dam, banjir.
The Influence of Sedimentation to The Morfology Change of Serang River Estuary at The National Strategic Area Yogyakarta International Airport (Ksn Yia) Separnu, Dibo; Kusuma, M Syahril Badri; Natakusumah , Dantje K
Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2023.30.2.4

Abstract

Abstrak. Bandara Internasional Yogyakarta terletak di Kawasan Strategis Nasional, Kabupaten Kulon Progo. Daerah ini secara geologis merupakan daerah dataran rendah yang diapit oleh Sungai Bogowonto dan Sungai Serang yang menyebabkan banjir tahunan pada musim hujan. Sistem pengendalian banjir dikembangkan untuk menjaga kinerja bandara. Penetapan Kawasan Strategis Nasional juga menyebabkan perubahan tata guna lahan di sekitarnya yang dapat mempengaruhi perubahan morfologi sungai. Perubahan morfologi di kedua sungai tersebut telah diidentifikasi berdasarkan pengamatan di lapangan. Berdasarkan pengamatan tersebut dapat diketahui bahwa peningkatan laju sedimentasi merupakan parameter terpenting yang dapat mengubah morfologi kedua sungai tersebut. Pengaruh perubahan morfologi di muara sungai Serang telah dipelajari dengan menggunakan software DELFT3D, sedimentasi di muara sungai Serang telah disimulasikan dengan beberapa skenario antara lain pada saat monsun barat dan monsun timur. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa tebal sedimentasi di muara Serang pada kondisi eksisting adalah 3,5 m pada musim barat dengan luas 0,063 ha dan 4,0 m pada musim timur dengan luas 0,437 ha. Kata-kata Kunci: Morfologi, muara, Delft3D Abstract. The Yogyakarta International Airport has located in the National Strategic Area, Kulon Progo regency. This area is geologically a low-lying area flanked by the Bogowonto River and the Serang River which causes annual flooding in the rainy season. A flood control system was developed to maintain airport performance. The determination of the National Strategic Area has also led to changes in the surrounding land use which can affect changes in the morphology of the rivers. The morphological changes in the two rivers have been identified based on field observations. Based on this observation, it can be seen that the increase in sedimentation rate is the most important parameter that can change the morphology of the two rivers. The effect of morphological changes in the Serang river estuary has been studied using DELFT3D software, the sedimentation in the Serang river estuary has been simulated with several scenarios, including during the west monsoon and east monsoon. The modeling results show that the sedimentation thickness in the Serang estuary under existing conditions is 3.5 m in the west season with an area of ​​0.063 ha and 4.0 m in the east monsoon with an area of ​​0.437 ha. Keywords: Morphology, estuary, Delft3D
Identifikasi Karakteristik Teknik Subgrade Jalan : (Studi Kasus Jalan Raya Tanak Awu-Pengembur, Lombok Tengah) Heni Pujiastuti; Adryan Fitrayudha; Adiman Fariyadin; Hafiz Hamdani
Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2023.30.3.10

Abstract

Abstract The purpose of this research is to describe the results of the identification of the technical characteristics of the Tanak Awu-Pengembur Road subgrade, including mineralogy, physical characteristics, mechanical characteristics, and hydromechanical characteristics, based on the results of experimental tests in the laboratory so that they can be input for related institutions. The results of mineralogical identification using the XRD method showed that the soil samples contained the minerals saponite, beidellite, and montmorillonite, which included in the expansive smectite-type clay mineral group. The results of physical characteristics identification stated that the soil sample had a plasticity index (PI) of 44.34%, a liquid limit (LL) of 72.21% according to the ASTM D-1883 method, Chen (1988), Raman (1967), Ladid and Lambe (1961) which categorized as soil with a very high degree of swelling. The results of mechanical and hydromechanical characteristics identification stated that the swelling value of the sample soil was 5.539% (CBR test results) was classified as expansive soils. The results of mechanical identification stated that the design value of the California Bearing Ratio (CBR) soaked soil sample was 2%. The design value of CBR soaked has met the minimum requirements as a road subgrade. However, for expansive soil subgrades, the CBR value needs to be increased to greater than 6% with subgrade improvement use cement or selected backfill material with a minimum thickness of 600 mm (MDP 2017). Based on SWCC, the clay soil sample has an AEV value of 600 kPa while the residual suction (Sr) value not be identified. Keywords : Expansive clay, CBR, swelling-shrinkage, matric suction, AEV
Beban Vertikal Gelombang pada Deck Dermaga di Pelabuhan Marore, Provinsi Sulawesi Utara Sidabalok, Paulus; Rildova, Rildova
Jurnal Teknik Sipil Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2024.31.1.12

Abstract

Abstrak Sejumlah literatur menawarkan formulasi untuk memprediksi beban vertikal gelombang pada dermaga, namun terdapat rentang perbedaan hasil yang mengakibatkan tingkat kepercayaan yang berbeda (McConnell, Kirsty, William Allsop, and Ian Cruickshank, 2004). Pada studi ini, simulasi dilakukan dengan model numerik menggunakan ANSYS Fluent 17.2 Academic Release dengan modul Volume of Fluid (VOF), model turbulensi SST k-ω, dan solver PISO. Keluaran model ini berupa seri waktu tekanan total rata-rata pada sisi yang dipilih. Pengaturan model numerik didahului dengan validasinya terhadap model fisik dan numerik dari studi terdahulu. Pengaturan model yang telah divalidasi kemudian digunakan sebagai dasar pemodelan yang diterapkan untuk kondisi perairan dan geometri dermaga yang sebenarnya, dalam empat kondisi tinggi gelombang. Keluaran tekanan total rata-rata maksimum kemudian dibandingkan dengan hasil perhitungan dari formulasi lainnya, untuk melihat kecenderungan studi terdahulu yang mendekati hasil pemodelan. Diperoleh bahwa hasil yang paling mendekati formulasi yang ditawarkan oleh Ito dan Takeda (1967) pada OCDI dengan rentang selisih      –12% hingga +29%. Keluaran tekanan maksimum ini juga dibandingkan terhadap peningkatan tinggi gelombangnya, sehingga dapat dibuat hubungan linear sederhana untuk mewakili perhitungan beban akibat gelombang. Diperoleh bahwa beban akibat gelombangnya paling mendekati formulasi yang ditawarkan oleh Elghamry dan Wang (1971) dan Overbeek dan Klabbers (2000) dengan rentang selisih – 32% hingga +6%. Kata-kata Kunci: Dermaga, ANSYS Fluent, gelombang, beban vertikal, volume of fluid Abstract Several literatures offered formulations of vertical wave loads on deck. However, the range of results led to various levels of confidence in the use of these formulations. This study performed simulations using ANSYS Fluent 17.2 Academic Release with Volume of Fluid (VOF) module, SST k-ω turbulence model, and PISO solver. The output was a time series of average total pressure on the selected side. The setting of the numerical model is preceded by validation of the physical and numerical models from previous studies. The validated model was then used as the basis for modeling, which was applied to the actual water conditions and pier geometry in four wave height conditions. The maximum average total pressure was then compared with the results from other formulations to evaluate the trend which was close to previous studies. It was found that the results were closest to the formulation offered by Ito and Takeda (1967) on OCDI, with a difference of –12% to +29%. This maximum pressure output was also compared to the increase in wave height, so a simple linear relationship can be made to represent the wave load. It was found that the load was closest to the formulation offered by Elghamry and Wang (1971) and Overbeek and Klabbers (2000), with a difference of –32% to +6%. Keywords: Pier, ANSYS fluent, wave, uplift, volume of fluid
Kontrol Deformasi Berlebih akibat Beban Gempa pada Struktur Gedung Bertingkat dengan Penambahan Curved Damper pada Bangunan Ummati, Alfinna Mahya; Hasundungan, Andrew Putra
Jurnal Teknik Sipil Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2024.31.1.11

Abstract

Abstrak Pada tahun 2017, Hsu dkk memperkenalkan peran curved damper untuk mengurangi deformasi pada struktur portal penahan momen dengan beban siklik, curved damper dapat meningkatkan performa struktur yang bergantung pada Panjang dan sudut lengkung kurva damper. Terinspirasi dari model ini, penelitian ini mempelajari tentang peran dari curved damper jika diaplikasikan pada struktur bangunan bertingkat dengan beban gempa yang pernah terjadi. Curved damper yang diasumsikan dengan multilinear link element ditempatkan pada setiap sudut kerangka bangunan pada setiap lantai, deformasi yang terjadi dibandingkan baik sebelum dan setelah terpasangnya curved damper. Sebanyak lima titik ditinjau untuk mengamati perubahan deformasi yang terjadi dan penelitian yang dilaksanakan telah menunjukkan bahwa curved damper dapat menurunkan deformasi struktur hingga 63% akibat beban gempa yang telah dinormalisasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa curved damper dapat dipertimbangkan untuk digunakan dalam rangka pembangunan struktur resilien terhadap gempa. Penelitian ini merupakan penelitian awal untuk selanjutnya curved damper disimulasikan dengan curved frame pada struktur. Kata-kata Kunci: Bangunan, curved damper, deformasi, gempa, link element Abstract The previous study proposed the role of curved damper to reduce deformation of the moment resisting frame subjected to the cyclic load, curved damper able to improve the structure performance regarding the length and arc angle. Inspired by this model, this research studied about the role of curved damper if it applied to the real structure with the real seismic loading. Curved damper which assumed as multilinear link element placed on the corner of the frame of each story then compared before and after the damper existing. 5 locations point out to observed the structure deformation and it was shown that the curved damper capable in reducing the deformation subjecting the normalized earthquake loading up to 63%. This research shows that curved damper is considerable to use in order to build the earthquake resilient building. This simplified modelling of the curved damper as the preliminary analysis for the curved geometry of the curved damper for further research. Keywords: Building, curved damper, deformation, earthquake, link element

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 32 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 31 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020) Vol 27 No 2 (2020) Vol 27, No 1 (2020) Vol 27 No 1 (2020) Vol 26, No 3 (2019) Vol 26 No 3 (2019) Vol 26, No 2 (2019) Vol 26 No 2 (2019) Vol 26 No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 2 (2018) Vol 25, No 2 (2018) Vol 25 No 1 (2018) Vol 25, No 1 (2018) Vol 24 No 3 (2017) Vol 24, No 3 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24 No 2 (2017) Vol 24, No 1 (2017) Vol 24 No 1 (2017) Vol 23 No 3 (2016) Vol 23, No 3 (2016) Vol 23, No 2 (2016) Vol 23 No 2 (2016) Vol 23 No 1 (2016) Vol 23, No 1 (2016) Vol 22 No 3 (2015) Vol 22, No 3 (2015) Vol 22, No 2 (2015) Vol 22 No 2 (2015) Vol 22, No 1 (2015) Vol 22 No 1 (2015) Vol 21 No 3 (2014) Vol 21, No 3 (2014) Vol 21 No 2 (2014) Vol 21, No 2 (2014) Vol 21, No 1 (2014) Vol 21 No 1 (2014) Vol 20, No 3 (2013) Vol 20 No 3 (2013) Vol 20 No 2 (2013) Vol 20, No 2 (2013) Vol 20 No 1 (2013) Vol 20, No 1 (2013) Vol 19, No 3 (2012) Vol 19 No 3 (2012) Vol 19 No 2 (2012) Vol 19, No 2 (2012) Vol 19, No 1 (2012) Vol 19 No 1 (2012) Vol 18 No 3 (2011) Vol 18, No 3 (2011) Vol 18 No 2 (2011) Vol 18, No 2 (2011) Vol 18, No 1 (2011) Vol 18 No 1 (2011) Vol 17 No 3 (2010) Vol 17, No 3 (2010) Vol 17, No 2 (2010) Vol 17 No 2 (2010) Vol 17, No 1 (2010) Vol 17 No 1 (2010) Vol 16, No 3 (2009) Vol 16 No 3 (2009) Vol 16, No 2 (2009) Vol 16 No 2 (2009) Vol 16 No 1 (2009) Vol 16, No 1 (2009) Vol 15, No 3 (2008) Vol 15 No 3 (2008) Vol 15, No 2 (2008) Vol 15 No 2 (2008) Vol 15 No 1 (2008) Vol 15, No 1 (2008) Vol 14 No 4 (2007) Vol 14, No 4 (2007) Vol 14, No 3 (2007) Vol 14 No 3 (2007) Vol 14 No 2 (2007) Vol 14, No 2 (2007) Vol 14, No 1 (2007) Vol 14 No 1 (2007) Vol 13, No 4 (2006) Vol 13 No 4 (2006) Vol 13, No 3 (2006) Vol 13 No 3 (2006) Vol 13, No 2 (2006) Vol 13 No 2 (2006) Vol 13, No 1 (2006) Vol 13 No 1 (2006) Vol 12 No 4 (2005) Vol 12, No 4 (2005) Vol 12, No 3 (2005) Vol 12 No 3 (2005) Vol 12 No 2 (2005) Vol 12, No 2 (2005) Vol 12, No 1 (2005) Vol 12 No 1 (2005) Vol 11 No 4 (2004) Vol 11, No 4 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11 No 3 (2004) Vol 11, No 2 (2004) Vol 11 No 2 (2004) Vol 11, No 1 (2004) Vol 11 No 1 (2004) Vol 10 No 4 (2003) Vol 10, No 4 (2003) Vol 10, No 3 (2003) Vol 10 No 3 (2003) Vol 10 No 2 (2003) Vol 10, No 2 (2003) Vol 10 No 1 (2003) Vol 10, No 1 (2003) More Issue