cover
Contact Name
Syafii
Contact Email
jnte@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Syafii@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23022949     EISSN : 24077267     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Nasional Teknik Elektro (JNTE) adalah jurnal ilmiah peer-reviewed yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas dengan versi cetak (p-ISSN:2302-2949) dan versi elektronik (e-ISSN:2407-7267). JNTE terbit dua kali dalam setahun untuk naskah hasil/bagian penelitian yang berkaitan dengan elektrik, elektronik, telekomunikasi dan informatika.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1: Maret 2014" : 12 Documents clear
Studi Penggunaan Metil Ester Minyak Sawit Sebagai Minyak Isolasi Peralatan Listrik Abdul Rajab; Andi Pawawoi; Aminudin Sulaeman; Didin Mujahidin
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 3 No 1: Maret 2014
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.354 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v3n1.49.2014

Abstract

This paper discusses experimental results on some parameters of palm methyl ester as insulating oil. Destillations are firstly made to obtained the composition of oil that provide the optimal compromise among measured parameters. Breakdown voltage, dissipation factor, dielectric constant, viscosity and oxidation stability were then tested on original, destilled, and destillation residual oils. The results showed that the dissipation factor and viscosity of destilled palm methyl ester comply with the standard spesification for natural ester to be used as insulating oil. Sadly, the breakdown voltage and oxidation stability of oils do not fulfill the standard. However, the lower breakdown voltage of oils seem to be tolerable as their value are still higher then that of mineral oil. Dielectric constant of oils which were higher then that of mineral oil is an advantage when the oils will be used in combination with solid insulation for more uniformly field reason.                                                                                                         Key words : Methyl ester, breakdown voltage, dissipation factor, dielectric constant, viscosity, oxidation stability. AbstrakMakalah ini membahas beberapa parameter metil ester minyak sawit sebagai minyak isolasi. Destilasi dilakukan untuk mendapatkan komposisi minyak yang paling mungkin digunakan sebagai kandidat minyak isolasi. Minyak asli, hasil destilasi dan residu dari destilasi kemudian diuji beberapa parameternya seperti tegangan tembus, faktor disipasi, konstanta dielektrik, viskositas dan stabilitas oksidasi. Hasilnya menunjukkan bahwa faktor disipasi dan viskositas metil ester minyak sawit memenuhi standar sebagai minyak isolasi. Sayangnya tegangan tembus dan stabilitas oksidasinya termasuk kurang memadai. Namun demikian, tegangan tembusnya mungkin bisa ditolerir karena nilanya lebih baik dibanding minyak mineral. Konstanta dielektrik minyak yang lebih tinggi dibanding minyak mineral termasuk menguntungkan untuk keseragaman medan yang lebih baik saat penggunaan bersama dengan isolasi padat.Kata Kunci : Metil ester, tegangan tembus, faktor disipasi, konstanta dielektrik, viskositas, stabilitas oksidasi  
Teknik Rektifikasi Citra dan Tapis Kalman Dalam Mengestimasi Kecepatan Kendaraan Rika Favoria Gusa
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 3 No 1: Maret 2014
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.271 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v3n1.50.2014

Abstract

Estimating is a challenging task when the image sequence from a camera are directly processed because there is perspective projection that causes length and area ratio of objects in the image are not preserved. In this paper, it was used image rectification technique and Kalman filter algorithm to overcome the problems encountered in order to obtain accurate vehicle velocity estimation. Rectified images as result of image rectification were processed, then Kalman filter algorithm was executed based on the processing result of the rectified images. The result of the tests showed that geometric distortion on the objects in the image sequence could be corrected well by using image rectification. Kalman filter algorithm was also good enough in estimating vehicle velocity. The error of average velocity estimation was ±3 km/hour.Keywords : Estimation, Vehicle velocity, Image rectification, Kalman filter. AbstrakEstimasi kecepatan akan sulit dilakukan dengan langsung mengolah runtun citra kendaraan yang diperoleh dengan menggunakan kamera. Hal ini dikarenakan panjang maupun luas objek-objek di dalam citra mengalami perubahan akibat adanya proyeksi perspektif.Dalam penelitian ini, distorsi geometrik objek di dalam runtun citra akan diperbaiki dengan melakukan rektifikasi citra. Selanjutnya, algoritma tapis Kalman dijalankan guna mengolah informasi dari rectified images yang merupakan hasil rektifikasi runtun citra sehingga kecepatan kendaraan yang diamati dapat diperkirakan.Distorsi geometrik objek di dalam runtun citra yang diakibatkan oleh proyeksi perspektif pada kamera dapat dikoreksi dengan baik menggunakan rektifikasi citra yang dilakukan dengan menerapkan matriks transformasi proyektif yang dihitung berdasarkan kondisi (panjang maupun besar sudut) sebenarnya dari garis-garis objek di dalam runtun citra.Galat estimasi kecepatan rata-rata kendaraan ialah sebesar ±3 km/jam (saat kendaraan bergerak lurus).Kata Kunci : Estimasi, Kecepatan kenderaan, Rektifikasi citra dan Filter Kalman  
Sistem Pendeteksian Keserasian Warna Kulit dan Busana Secara Otomatis Untuk Jenis Kelamin Perempuan Berbasis Image Processing Meza Silvana; Rahmadi Kurnia
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 3 No 1: Maret 2014
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.408 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v3n1.51.2014

Abstract

Compatibility of the clothes become a necessity that can not be avoided by everyone, because accuracy in choosing the color of the clothes will be very supportive of woman's appearance. So far, the research has been done only discuss about skin type or the grouping of clothing only, and compatibility of clothing color is also done manually estimates that are relative. Therefore, this study was designed to make  a priority fashion color for each type of skin color automatically based on skin color flexibility. The system will determine the priority of the right clothing colors for certain skin types based on a combination of several colors clothes. The testing process is done for each color of clothing to see how far each level according to the fashion color of the skin color. From the results, six (6 ) elected fashion color with skin color, and the color matching chart rate on the test results chart system has approached the sample data in the database system.Keywords: Skin color, Compatibility and Cloth AbstrakKeserasian dalam berpakaian menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari oleh setiap orang, karena ketepatan dalam memilih warna pakaian akan sangat menunjang penampilan seseorang wanita. Sejauh ini penelitian yang telah dilakukan hanya membahas tentang pengelompokan jenis kulit saja ataupun busana saja, dan keserasian warna pakaian juga dilakukan dengan perkiraan manual yang sifatnya relatif. Oleh karena itu, penelitian ini dirancang untuk membuat prioritas warna busana untuk masing-masing jenis warna kulit dengan memperhitungkan fleksibilitas warna kulit dengan warna busana secara otomatis. Sistem akan menentukan prioritas warna busana yang tepat untuk jenis kulit tertentu berdasarkan kombinasi dari beberapa warna pakaian. Proses pengujian dilakukan terhadap masing-masing warna busana untuk melihat seberapa jauh tingkat kesesuaian masing-masing warna busana tersebut terhadap warna kulit. Dari hasil penelitian didapatkan 6 (enam)  warna terpilih keserasiannya dengan warna kulit, dan grafik tingkat kecocokan warna pada pengujian sistem telah mendekati hasil grafik data sampel pada database sistem.Kata Kunci : Warna kulit,  Keserasian dan Busana  
Karakteristik Preliminary Breakdown Petir Downward Leader Sebelum Sambaran Negatif Pertama Zulka Hendri; Ariadi Hazmi
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 3 No 1: Maret 2014
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.218 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v3n1.52.2014

Abstract

A hundred lightning flash was observed in Padang city, West Sumatera at January until Mei 2013. The lightning that use to analyze is proceeding with preliminary breakdown pulse (PBP) train and followed by first negative return stroke (RS).  Fast antenna capacitive was used to record electric field that produced of lightning flash. PBP-RS separation and pre-return stroke duration was used to analyze. Arithmetic and geometric mean of PPB-RS separation is 50,62ms and 31,73ms respectively. Arithmetic and geometric mean of pre-return stroke duration is 54,44ms and 33,92ms respectively. We have find two type of preliminary breakdown pulse train are; (1) the pulse train that dominant positive pulse at first half cycle (2) the pulse train that dominant negative pulse at first half cycle. The first type of pulse train have the PPB-RS separation and pre-return stroke duration that longer than the second type. The place that near with equator have PPB-RS separation and pre-return stroke duration that longer than the place far from equator (this conclusion we get from compare the result of our research with the result that produce from the other previous researchers).Keywords : lightning flash, preliminary breakdown, PPB-RS separation,  pre-return stroke duration.   Penelitian ini dilakukan  terhadap 100 kejadian petir di Kota Padang Sumatera Barat dari bulan Januari sampai Mei 2013. Petir yang dianalisis diawali oleh deretan pulsa preliminary breakdown (PPB) yang terjadi sebelum sambaran negatif pertama dari awan ke tanah. Sinyal petir di rekam dengan memanfaatkan antena medan listrik (fast antenna). Analisis yang dilakukan yaitu PPB-RS separation  dan pre-return stroke duration. Analisis PPB-RS separation  menghasilkan rata-rata aritmatik 50,62 ms dan rata-rata geometriknya 31,73 ms. Analisis pre-return stroke duration menghasilkan rata-rata aritmatik 54,44 ms dan rata-rata geometriknya 33,92 ms. Dua tipe deretan pulsa PB yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu; (1) deretan pulsa yang didominasi oleh pulsa-pulsa dengan polaritas positif pada setengah siklus pertama, (2) deretan pulsa yang didominasi oleh pulsa-pulsa dengan polaritas negatif pada setengah siklus pertamanya. Deretan pulsa dengan tipe pertama memiliki PPB-RS separation dan pre-return stroke duration yang lebih lama dibandingkan deretan pulsa dengan tipe ke dua. Daerah yang dekat dengan khatulistiwa cenderung memiliki PPB-RS separation dan pre-return stroke duration yang lebih lama dibandingkan daerah yang jauh dari khatulistiwa. Kesimpulan ini diperoleh dengan membandingkan data hasil penelitian ini dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya di beberapa daerah berbeda.Kata Kunci : petir, preliminary breakdown, PPB-RS separation,  pre-return stroke duration.    
Simulasi Unjuk Kerja Discrete Wavelet Transform (DWT) dan Discrete Cosine Transform (DCT) untuk Pengolahan Sinyal Radar di Daerah yang Ber-Noise Tinggi Raisah Hayati; Rahmadi Kurnia
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 3 No 1: Maret 2014
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.428 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v3n1.53.2014

Abstract

Detection of low signal and determination target locations  is the basis and important in the system radar. Performance of radar can enhanced with enhancement  signal-to-noise ratio in the receiver. In this research, will show a algorithm in radar signal processing, that is for extract the  signal target in the place of noise. Discrete Cosine Transform (DCT) and  Discrete Wavelet Transform (DWT) is the success full mathematic function in the signal processing   in the last twenty years. In this research  will simulate signal with DCT and DWT, analysis his performance  in radar signal processing. DWT signal processing will analysis and compare with mother wavelet Haar, Daubechies-12, Coiflet-5 and Symlet-8.  DCT signal processing will analysis and compare with same of window function with use in signal restrictions. Window function have influence signal resolution in domain frequency.  Window function that use in this research Rectangular, Hamming, Hanning and  Dolph-Chebyshev. The result of simulation and analysis Is: mother wavelet with DWT, wavelet Daubechies-12 and Symlet-8 give the best performance and mother wavelet Haar give bad performance. Wavelet Daubechies-12 give the biggest  signal to noise ratio that is 32,0603 dB.  Mother wavelet Symlet-8 give 32,6589 dB. Mother wavelet Haar give 14,6692 dB. Testing window function DCT, window Dolph-Chebyshev give the best performance, with give the best separation of signal. Analysis of signal reflection that accept of  radar  give the result that DWT is better performance than DCT in breaking of noise. Keywords:  Radar, DWT, DCT, window dan noise. AbstrakPendeteksian sinyal yang lemah dan penentuan lokasi sasaran adalah dasar dan masalah penting dalam sistem radar. Performansi radar dapat ditingkatkan dengan peningkatan rasio sinyal terhadap noise (signal-to-noise ratio /SNR) pada receiver. Pada penelitian ini, akan digambarkan suatu algoritma dalam pengolahan sinyal radar, yaitu untuk mengekstrak sinyal sasaran yang dinginkan untuk daerah yang ber-noise. Discrete Cosine Transform (DCT) dan Discrete Wavelet Transform (DWT)  merupakan suatu fungsi matematika yang paling sukses dalam bidang pengolahan sinyal dalam dua puluh tahun terakhir ini. Pada penelitian ini dilakukan simulasi sinyal dengan menggunakan DCT dan DWT, menganalisa performansinya dalam pengolahan sinyal radar. Pengolahan sinyal dengan metode DWT akan dianalisa dan dibandingkan performansinya dengan mother wavelet Haar, Daubechies-12, Coiflet-5 dan Symlet-8. Sedangkan pengolahan sinyal dengan metode DCT akan dianalisa dan dibandingkan dengan beberapa fungsi window yang digunakan dalam pembatasan sinyal. Fungsi window berpengaruh dalam resolusi (pemisahan sinyal) dalam domain frekuensi yang merupakan output dari hasil DCT. Fungsi window yang diuji adalah Rectangular, Hamming, Hanning dan Dolph-Chebyshev. Dari hasil simulasi dan analisis diperoleh, untuk pengujian mother wavelet pada metode DWT, mother wavelet Daubechies-12 dan Symlet-8 menghasilkan performansi terbaik dan mother wavelet Haar menghasilkan performansi paling jelek. Rasio sinyal terhadap noise tertinggi yang diperoleh dari penggunaan mother wavelet Daubechies-12 adalah 32,0603 dB dan untuk penggunaan mother wavelet Symlet-8 diperoleh rasio sinyal terhadap noise yang paling tinggi adalah 32,6589 dB. Dan untuk penggunaan mother wavelet Haar, rasio sinyal terhadap noise yang paling tinggi adalah 14,6692 dB. Dan untuk pengujian fungsi window pada DCT, window Dolph-Chebyshev menghasilkan performansi terbaik, yaitu menghasilkan resolusi pemisahan komponen-komponen frekuensi sinyal yang paling baik. Analisis sinyal pantulan yang diterima kembali oleh radar dengan menggunakan DWT memberikan unjuk kerja (performansi) yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan DCT, khususnya dalam menghilangkan noise.Kata Kunci : Radar, DWT, DCT, window dan noise.  
Rancang Bangun Antena Mikrostrip Biquad Ganda untuk Aplikasi Wi-Fi Herudin .; M. Abdurahman Amir; Alimuddin .
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 3 No 1: Maret 2014
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1357.346 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v3n1.54.2014

Abstract

Wi-Fi is a technology that is a very major today . WiFi stands for Wireless Fidelity , is a set of standards used for Wireless Local Network ( Wireless Local Area Networks ) . In Indonesia this standard is based on IEEE 802.11 specification . Its function is to connect to a local area network wirelessly . One of the supporting devices is antenna . Selection of the proper antenna , good design and proper installation will ensure the performance of the telecommunications system . Microstrip antenna has the advantages of a low- profile shape , which is easy and cheap to mass produced but has a small gain and bandwidth . In this study designed a double biquad  microstrip antenna using FR4 material ( epoxy ) . The double biquad microstrip antenna works at a frequency of 2.4 GHz ˗ 2.5 GHz which can be used for 802.11b Wireless Fidelity technology . Microstrip antenna measurement results that have made a double biquad has a 555 MHz bandwidth with a value of 1.135 VSWR and return loss is -25.23 dB. The resulting vertical radiation pattern has a HPBW ( Half Power Beamwidth ) about 41̊ and horizontal radiation pattern has a HPBW about 35̊ , the results of these measurements indicate microstrip antenna made double biquad realizable and can be used in applications 802.11b WirelessFidelity.Keywords : Microstrip Antenna double biquad , Wifi , VSWR , HPBW , Radiation Pattern , Return Loss . AbstrakWifi merupakan teknologi yang sangat poluler saat ini. WiFi merupakan singkatan dari Wireless Fidelity, yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks). Di Indonesia standar ini didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Fungsinya untuk menghubungkan jaringan dalam satu area lokal secara nirkabel. Salah satu perangkat pendukung wireless communication adalah antena. Pemilihan antena yang tepat, perancangan yang baik dan pemasangan yang benar akan menjamin kinerja sistem telekomunikasi tersebut. Antena mikrostrip memiliki kelebihan yaitu bentuknya yang low profil, yang mudah dan murah untuk diproduksi secara masal namun memiliki gain dan bandwidth yang kecil. Pada penelitian ini dirancang bangun antena mikrostrip biquad ganda dengan bahan FR4 (epoksi). Antena mikrostrip biquad ganda tersebut bekerja pada frekuensi 2,4 ˗ 2,5 GHz yang dapat digunakan untuk teknologi Wireless Fidelity 802.11b. Hasil pengukuran antena mikrostrip biquad ganda yang telah dibuat memiliki lebar pita frekuensi 555 MHz dengan nilai VSWR 1,135 dan return loss  -25,23 dB. Pola radiasi vertikal yang dihasilkan memiliki HPBW (Half Power Beamwidth) sekitar 41̊ dan pola radiasi horizontal memiliki HPBW sekitar 35̊, hasil pengukuran ini menunjukkan antena mikrostrip biquad ganda yang dibuat dapat direalisasikan dan dapat digunakan pada aplikasi Wireless Fidelity 802.11b.Kata kunci: Antena Mikrostrip Biquad Ganda, Wifi, VSWR, HPBW, Pola Radiasi, Return Loss.   
Analisis Pengaruh Akibat Korona Terhadap Rugi-Rugi Daya Saluran Uadara Tegangan Tinggi 150 kV (G.I. Lubuk Alung – G.I. P.I.P. – G.I. Pauh Limo) Novi Kurniasih; Dewi Purnama Sari
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 3 No 1: Maret 2014
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2427.213 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v3n1.55.2014

Abstract

At high voltage overhead lines 150 kV, problem of corona represent a problem which have to be reckoned. Corona marked with incidence of light which is young violet chromatic around surface of conductor strand accompanied by ear fizz and smell ozone. This corona phenomenon cause the existence of power loss at transmission line. Lossy of power effect of the corona can influence by: wide of penampang of conductor strand, distance between conductor strand, condition of surface of conductor strand and wheater condition. To reduce power loss effect of corona, can be done by enlarging distance between conductor strand, enlarging wide of penampang of conductor strand and transposisi transmission network. Become given the existence of corona power loss, can be obtained by how much lossy percentage of power effect of corona that happened at lines of G.I. Lubuk Alung - G.I. P.I.P - G.I. Pauh Limo. Pursuant to result of calculation per month, lines of G.I. Lubuk Alung - G.I. P.I.P. yielding corona power loss equal to 21877,0200 kW (2,9389 %). At lines between G.I. Pauh Limo - G.I. P.I.P. yielding corona power loss equal to 45146,2680 kW (5,0059 %) while lines of G.I. Pauh Limo - G.I. Lubuk Alung yield corona power loss equal to 67023,2880 kW (4,0712 %).Keywords:   150 kV High Voltage Transmission, Corona, Conductor Wire, Power Losses, Substation AbstrakPada saluran udara tegangan tinggi 150 kV, masalah korona merupakan suatu masalah yang sudah harus diperhitungkan. Korona ditandai dengan timbulnya cahaya yang berwarna violet muda di sekitar permukaan kawat penghantar yang disertai dengan suara mendesis dan berbau ozone. Fenomena korona ini menyebabkan adanya rugi-rugi daya pada saluran transmisi. Rugi-rugi daya akibat korona tersebut dapat dipengaruhi oleh: luas penampang kawat penghantar, jarak antara kawat penghantar, keadaan permukaan kawat penghantar dan kondisi cuaca. Untuk mereduksi rugi-rugi daya akibat korona, dapat dilakukan dengan memperbesar jarak antara kawat penghantar, memperbesar luas penampang kawat penghantar dan transposisi jaringan transmisi. Jadi dengan mengetahui adanya rugi-rugi daya korona tersebut, dapat diperoleh berapa persentase rugi-rugi daya akibat korona yang terjadi pada saluran dari  G.I. Lubuk Alung - G.I. P.I.P. - G.I. Pauh Limo. Berdasarkan hasil perhitungan per bulan, saluran dari  G.I. Lubuk Alung - G.I. P.I.P. menghasilkan rugi-rugi daya korona sebesar 21877,0200 kW (2,9389 %). Pada saluran antara G.I. Pauh Limo - G.I. P.I.P. menghasilkan rugi-rugi daya korona sebesar  45146,2680 kW (5,0059 %) sedangkan saluran dari G.I. Pauh Limo - G.I. Lubuk Alung menghasilkan rugi-rugi daya korona sebesar 67023,2880 kW (4,0712 %).Kata Kunci:    Saluran udara tegangan tinggi 150 kV, Korona, Kawat penghantar, Rugi-rugi daya, Gardu Induk  
Efek Kegagalan Alat Flue Gas Desulphur terhadap Tegangan Lewat Denyar Isolator di Gardu Induk Pembangkit Tanjung Jati B Jepara Tedy Juliandhy; T Haryono; Suharyanto .
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 3 No 1: Maret 2014
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.25 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v3n1.56.2014

Abstract

Flashover is a disorder condition that occurs in the form of sparks appearing between insulators or electrical component of high voltage. This can occur due to insulation failure of the high voltage system.  Failure of insulation in high voltage insulators in Tanjung Jati B Jepara Substation  is one of the causes of acid rain due to the condensation of smoke from the Tanjung Jati B  power plant  chimney. Acid rain arises due to  failure Flue Gas Desulphur ( FGD ) devices were installed in the plant to reduce gas emissions as a condition of eco-friendly power plant that is planned by the government through the department of Environment. The real action is taken to dismiss the notion that Coal Fired Power Plant (CFPP) is one of the industries that emit SOx and NOx emissions are high on operational processes. The effects of gas emissions is one of the causes of acid rain on the environment. The amount of acidity of acid rain that occurred in the industrial area will always affect the high voltage power lines that distribute power in operation. Sometimes the equipment functions as an insulator in high voltage substations that distribute power at 500 kV network SUTET JAMALI network on the island of Java in a system of operation is interrupted because of pollutants attached to the  insulator. Rain with a pH between 4-5 categorized as acid rain and the test affects the time of the flashover voltage drop of  145.5 kV – 142.5 kV of the  working  voltage , this causes an insulator as insulation materials can be minimized distance insulator surface so that termites can affect the resistance of an insulator in its function as a tool to restrain the occurrence of flashover voltage  from voltage parts.Keywords : Flashover, Insulator, FGD, Acid rain, pH, SUTET, JAMALI. AbstrakTegangan Lewat denyar ( flashover ) adalah  fenomena pelepasan muatan bersifat merusak yang melintasi  seluruh bagian permukaan isolator. Pelepasan muatan ini disebabkan pembebanan medan listrik pada permukaan isolator yang melebihi harga ketahanan elektriknya. Penyebab terjadinya tegangan lewat denyar adalah pengotoran permukaan isolator, hujan asam, surja hubung dan surja petir. Salah satu penyebab Kegagalan isolasi pada isolator tegangan tinggi di Gardu induk Tanjung Jati B Jepara adalah  timbulnya hujan asam akibat kondensasi asap yang keluar dari cerobong  PLTU Tanjung Jati B.  Hujan asam timbul karena kegagalan peralatan Flue Gas Desulphur  ( FGD ) yang dipasang di PLTU untuk mengurangi gas emisi sebagai persyaratan pembangkit listrik ramah lingkungan yang diprogramkan pemerintah melalui departemen Lingkungan Hidup. Tindakan nyata ini dilakukan untuk menepis anggapan bahwa PLTU dengan bahan bakar batubara merupakan salah satu industri yang mengeluarkan gas  emisi SOx dan NOx yang tinggi pada proses operasionalnya. Efek gas emisi ini merupakan salah satu  penyebab terjadinya hujan asam pada lingkungan.  Banyaknya  kadar keasaman hujan asam yang terjadi di daerah industri akan selalu berpengaruh terhadap jaringan listrik tegangan tinggi yang sedang beroperasi menyalurkan daya listrik.  Adakalanya fungsi  peralatan tegangan tinggi seperti isolator di gardu induk yang menyalurkan daya listrik pada jaringan SUTET 500 kV pada jaringan JAMALI di pulau Jawa terganggu dalam sistim operasinya karena polutan yang menempel di isolator. Hujan dengan pH antara 4 – 5 dikategorikan sebagai hujan asam dan pada pengujian ini mempengaruhi penurunan tegangan saat terjadinya flashover sebesar  145.5 kV – 142.5 kV  dari tegangan kerja, hal ini  menyebabkan isolator sebagai bahan isolasi dapat diperkecil jarak rayap permukaan isolatornya sehingga dapat berpengaruh terhadap ketahanan suatu isolator dalam menjalankan fungsinya sebagai alat untuk menahan terjadinya kegagalan tegangan lewat denyar ( Flashover ) dari bagian-bagian yang bertegangan.Kata Kunci : Flashover, Isolator, FGD, Hujan asam, pH, SUTET, JAMALI.  
Penggunaan Histogram dari Koefisien Aproksimasi Wavelet untuk Deteksi Cacat Tekstil Fitri Arnia; Andika Saputra; Khairul Munadi
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 3 No 1: Maret 2014
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1145.802 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v3n1.57.2014

Abstract

Generally, textile defect inspection at textile industry is still conducted manually by human. This approach is susceptible to errors and tends to be inconsistent due to fatigue and inattentiveness. To guarantee the consistency and inspection quality, an automatic defect detection system is required. This research proposes the use of histograms generated from two-level wavelet’s approximation coefficients as features to detect textile defects. The Euclidian distance that is calculated between feature of reference textile (non-defective textile) and feature of defective one is used as an evaluation parameter. If the Euclidian distances of the features of textile images are higher than a predetermined threshold, the textiles are determined as defective ones, and vice versa. Simulations are conducted using four groups of textile defects. It turns out that the proposed method can achieve 100% detection rate for textile group with ink-spot and textile group with holes.Keywords : Wavelet coefficient histogram, Euclidean distance, Textile defect, industrial textiles, Image features AbstrakPada industri tekstil, cacat produksi umumnya masih diperiksa secara manual oleh manusia. Pemeriksaan secara manual rentan terhadap kesalahan dan kurang konsisten, karena sifat manusia yang dapat lelah, lupa dan lain sebagainya. Untuk menjamin konsistensi dan kualitas pemeriksaan cacat kain, sebuah sistem deteksi otomatis perlu ada. Penelitian ini mengusulkan penggunaan histogram dari koefisien aproksimasi wavelet dua tingkat sebagai fitur untuk deteksi cacat tekstil. Jarak Euclidian yang dihitung diantara fitur tekstil citra referensi (berasal dari citra tidak cacat) dengan fitur tesktil citra cacat digunakan sebagai parameter evaluasi. Jika jarak Euclidian dari fitur suatu citra tekstil berada di atas nilai ambang yang telah ditentukan sebelumnya, citra tersebut dinyatakan cacat, dan sebaliknya. Penelitian dilaksanakan dengan menjalankan simulasi deteksi cacat tekstil, menggunakan empat kelompok cacat tekstil yang berbeda. Ditemukan bahwa metode usulan mencapai tingkat kebenaran deteksi sebesar 100% untuk citra kelompok cacat tinta dan kelompok cacat lubang.             Kata Kunci : Histogram koefisien wavelet, Jarak  Euclidean, Cacat tekstil, Industri tekstil, Fitur citra  
Visualisasi Hasil Mesin Uji Tarik Gotech GT-7010-D2E dalam Bentuk Grafik Secara Real Time Anggoro Suryo Pramudyo; Andi Rachmansyah; Suhendar .
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 3 No 1: Maret 2014
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1131.378 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v3n1.58.2014

Abstract

Gotech GT-7010-D2E is a tensile testing machine used in Metallurgical Engineering Laboratory UNTIRTA. The machine are used both for practical and Materials Engineering specimen testing demanded by several industries. The machine can perform tensile tests well, but for the analysis is done manually, so it requires a lot of time and accuracy of the analysis results are not very accurate. Therefore, it’s needed a software that can analyze the results of the tensile test in the form of graphs in real time. Software visualization is created using Visual Basic 6.0 and data from tensile testing machine is stored using Microsoft Access database. The software is designed to record any characters that appear in the LCD on the control panel of a tensile testing machine and then process them to be a graphic. Based on the results of the implementation of the specimen plate and wire observations prove that the difference between the use of visualization software is more accurate and effective in their use of time, compared to manual observation that requires further analysis of the test results. In software visualization results of tensile test, the mechanical properties can be analyzed directly from the test results and graphs of data obtained in real time.Key Words : GOTECH GT-7010-D2E, visualization, tensile testing machine AbstrakGOTECH GT-7010-D2E adalah mesin uji tarik yang digunakan di Laboratorium Teknik Metalurgi UNTIRTA. Mesin tersebut digunakan baik untuk praktikum Material Teknik maupun pengujian spesimen yang diminta oleh beberapa industri. Mesin tersebut dapat melakukan pengujian tarik dengan baik, namun untuk analisanya dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan waktu yang banyak dan keakuratan hasil analisanya tidak terlalu akurat. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah perangkat lunak yang dapat menganalisa hasil uji tarik dalam bentuk grafik secara real time. Perangkat lunak visualisasi dibuat menggunakan Visual Basic 6.0 dan data hasil mesin uji tarik disimpan menggunakan basis data Microsoft Access. Perangkat lunak tersebut dibuat untuk merekam setiap karakter yang tampil di LCD pada control panel mesin uji tarik lalu kemudian mengolahnya untuk dijadikan grafik. Berdasarkan hasil implementasi spesimen plat dan kawat membuktikan bahwa perbedaan nilai pengamatan antara penggunaan perangkat lunak visualisasi lebih akurat dan efektif dalam waktu penggunaannya, jika dibandingkan dengan pengamatan manual yang membutuhkan analisa lebih lanjut dari hasil pengujian. Dalam perangkat lunak visualisasi hasil uji tarik, sifat-sifat mekanis dapat dianalisa secara langsung dari hasil pengujian data serta grafik yang diperoleh secara real time.Kata Kunci : GOTECH GT-7010-D2E, visualisasi, mesin uji tarik  

Page 1 of 2 | Total Record : 12