cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Extension Course Filsafat ( ECF )
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
ECF adalah singkatan dari Extension Course Filsafat. ECF merupakan kegiatan non-profit yang mengejawantahkan salah satu bentuk Tri Darma Perguruan tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat. ECF diselenggarakan oleh Fakultas Filsafat Unpar Bandung sejak tahun 2004. Program ECF ini dilandasi oleh kebutuhan sebagian masyarakat yang ingin mencicipi studi filsafat tetapi karena keterbatasan waktu mereka tidak bisa mengikutinya secara formal. Selain itu, adanya kebutuhan juga akan pendekatan yang lebih mendasar dan kritis untuk menelaah fenomena kultural dan kemanusiaan kontemporer, yang bukan hanya dalam konteks Indonesia saja, tetapi konteks peradaban yang lebih luas.
Arjuna Subject : -
Articles 172 Documents
Percakapan, Suasana, dan Ngopi Bambang Sugiharto
Extension Course Filsafat ( ECF ) No. 1 (2016): ECF Fashion, Sex & Culinary
Publisher : Fakultas Filsafat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/ecf.v0i1.2941.%p

Abstract

Percakapan, Suasana, dan Ngopi
HUMOR DAN DUNIA MANUSIA Bambang Sugiharto
Extension Course Filsafat ( ECF ) No. 2 (2014): ECF Filsafat Humor
Publisher : Fakultas Filsafat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/ecf.v0i2.2003.%p

Abstract

Humor memang khas dunia manusia, namun ternyata tak mudah untuk dipahami hakekat terdalamnya secara tunggal. Barangkali karena humor memang banyak jenisnya, sekaligus berragam pula kedudukan dan fungsinya. Di Yunani humor banyak dianggap negatif, maka bagi Plato dalam suatu negara ideal komedi harus dikontrol. Tapi di abad Pertengahan humor digunakan sebagai bumbu retorika (Cicero, Quitillian). Lalu bersama dengan bangkitnya penghargaan terhadap tubuh di era Renaissance, humor lebih dilihat sebagai bagus untuk kesehatan tubuh dan jiwa. Pada abad modern, humor dilihat sebagai respons intelektual dan emosional atas situasi tragis. Humor menjadi semacam worldview yang memperlihatkan kemampuan manusia mentransendensi kondisi konkritnya. Di jaman postmodern saat ini humor dan ironi dilihat sebagai permainan bebas, bahkan segala hal dilihat sebagai „permainan” , yang terus-menerus membuka persepsi baru atas realitas.
Kematian Ignatius Bambang Sugiharto
Extension Course Filsafat ( ECF ) No. 2 (2015): ECF Filsafat Kematian
Publisher : Fakultas Filsafat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/ecf.v0i2.1994.1-5

Abstract

Manusia tidak hidup dengan fakta saja (natural environment) melainkan, terutama dengan makna (environment of the mind).MASALAH : cerita ttg kematian berubah-ubah bersama sejarah, perubahan sosial, dan perkembangan iptek.
Kapitalisme Mutakhir: Mesin Hasrat yang Tak Terkalahkan Yohanes Slamet Purwadi
Extension Course Filsafat ( ECF ) 2017: Phylosophy of Mind
Publisher : Fakultas Filsafat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/ecf.v0i0.2890.%p

Abstract

Kapitalisme Mutakhir: Mesin Hasrat yang Tak Terkalahkan
Fashion, Art dan Industri Sabar Situmorang
Extension Course Filsafat ( ECF ) No. 1 (2016): ECF Fashion, Sex & Culinary
Publisher : Fakultas Filsafat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/ecf.v0i1.2295.%p

Abstract

Fashion, Art dan Industri
MENCARI DAN TIDAK MENEMUKAN REMY SYLADO
Extension Course Filsafat ( ECF ) No. 1 (2015): ECF Filsafat Uang
Publisher : Fakultas Filsafat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/ecf.v0i1.1985.%p

Abstract

"No onewould have remembered the Good Samaritan if he'd only had good intentions. He hadmoney as well.” (Margaret Thatcher)
Humor dan Homo Ludens Agus Rahmat
Extension Course Filsafat ( ECF ) No. 2 (2014): ECF Filsafat Humor
Publisher : Fakultas Filsafat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/ecf.v0i2.2008.%p

Abstract

Humor adalah fenomena aneh dan penuh paradoks: sesuatu yang sebenarnya tidak serius -bahkan pernah dianggap jahat – namun di sisi lain ternyata juga dianggap sangat penting. Plato sempat menganggap humor dan tertawa sebagai kejahatan, sejajar dengan penghinaan. Kaum Stoa, biarawan-biarawan Kristiani purba, hingga beberapa filsuf abad 17, melihat tertawa sebagai kekurangan pengendalian diri. Psikoanalisis Freudian menganggap humor sebagai bentuk terselubung kedengkian dan naluri liar libido. Namun kini orang cenderung melihat sebaliknya: kini humor dilihat justru sebagai kecerdasan kritis, secara psikologis mencerminkan fleksibilitas mental, secara fisik menurunkan tegangan dan memacu imunitas, secara sosial merupakan lubrikan yang memperlancar hubungan interpersonal.  Sempat pula ada anggapan bahwa humor merupakan indikator adanya ketertekanan masif. Sementara di sisi lain konon humor juga menunjukkan kematangan psikologis dan religius.   Extension Course Filsafat kali ini bermaksud hendak memahami kompleksitas dari gejala yang disebut ‘humor’ itu, dengan mencoba melihatnya dari bermacam perspektif, antara lain : dari sudut filsafat, neuroscience, psikologi, bahasa, budaya, agama, dll.
ETIKA PROTESTANTISME DAN REVOLUSI MENTAL DI BIDANG EKONOMI Agus Rachmat
Extension Course Filsafat ( ECF ) No. 1 (2015): ECF Filsafat Uang
Publisher : Fakultas Filsafat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/ecf.v0i1.1976.%p

Abstract

1. Sekularisasi: Weber mengantisipasi bahwa spiritual capital itu perlahan-lahan makinmenyusut berkat terjadinya sekularisasi. Fondasi kapitalisme modern bukan lagi EPmelainkan kemajuan dan terobosan di bidang Iptek. Akibatnya profit dan wealthmenjadi tujuan mutlak yang terlepas dari panduan etis religious. Ringkasnya, bahayamunculnya materialism dan hedonism: motif kenikmatan duaniawi menggesermotiuf Protestant tentang keselamatan surgawi.2. Kapitalisme global dewasa ini bertumpu pada prinsip maksimalisasi produksi &maksimalisasi konsumsi. Akibatnya terjadilah krisis ekologis yang paarah.3. EP menandaskan bahwa sukses financial seseorang itu tergantung dari watak dankebajikan moral masing-masing individu ybs. Akibatnya cenderung ada pandanganyang negative terhadap orang-orang yang dianggap tak produktif (khususnyamiskin & menganggur): Mereka sering dianggap sebagai orang yang kurangmempunyai mental dan moral yang baik. Padahal mungkin mereka adalah korbanstructural.
Against Time: Art Performance (Slowsofia Seni) Galuh Pangestu
Extension Course Filsafat ( ECF ) No. 1 (2019): ECF Slow-sofia
Publisher : Fakultas Filsafat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/ecf.v0i1.3407.%p

Abstract

Against Time: Art Performance (Slowsofia Seni)
Pikiran dan Filsafat Buddhisme Stephanus Djunatan
Extension Course Filsafat ( ECF ) 2017: Phylosophy of Mind
Publisher : Fakultas Filsafat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/ecf.v0i0.2895.%p

Abstract

Pikiran dan Filsafat Buddhisme