cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
TATANAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 90 Documents
KEPADATAN PENDUDUK DAN KELOMPOK SOSIAL DALAM TATANAN ARSITEKTUR DI PERUMNAS DAN RUMAH SUSUN SARIJADI Migarena Nursyaf
TATANAN Vol. 3 No. 1 (2009)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Population density is one of the problems in the provision of housing. Vertical housing is regarded as the solution of the growing population problem.Every dwelling has an optimum point of density. At the present, there is no adequate standard for managing the housing density. This study will conduct empirical studies on horizontal and vertical housing to gain insight about the density. Results from the study of literature and the reality will be used to assess the object that is not real yet (plan in 1000 towers program). It turns out housing density in an area, building area, or floor area of each building depends on the infinite order of architecture, in order to create the ideal population density and social group. From the objects, Perumnas and housing flats, there are social groups, each consists of 5 people, more or less, and one person represents one unit. This study is expected to become a reference point for designing and to help creating ideal social groups. To design a housing is a social engineering activity, not just economic, and not only creating a certain amount of residences to house the community which is increasing.  Key Words: population density, low-cost public housing, Sarijadi Bandung  Abstrak Kepadatan penduduk merupakan salah satu masalah dalam penyediaan perumahan. Hunian vertikal dianggap sebagai penyelesaian persoalan pertambahan penduduk yang semakin meningkat.Semakin padat suatu hunian tentu ada titik optimalnya, saat ini belum ada standar yang memadai untuk mengatur kepadatan pada hunianStudi ini akan melakukan kajian empirik pada hunian horizontal maupun vertikal untuk mendapatkan gambaran tentang kepadatan. Hasil dari kajian literatur dan objek studi nyata akan dipakai untuk menilai objek yang tidak nyata (rencana 1000 tower). Ternyata kepadatan dalam suatu kawasan perumahan, area bangunan , atau area setiap lantai bangunan bisa sangat amat tak terbatas tergantung dari tatanan arsitekturnya, guna mewujudkan kepadatan penduduk dan kelompok sosial yang ideal. Dari objek fisik yang nyata yaitu Perumnas dan rumah susun Sarijadi, ditemukan kelompok sosial yang ideal rata-rata berjumlah ± 5 jiwa, dimana satu jiwa mewakili satu unit. Kajian ini diharapkan bisa menjadi acuan atau titik berangkat mendesain suatu hunian yang nantinya bisa membentuk kepadatan dan kelompok-kelompok sosial yang ideal.Mendesain perumahan merupakan suatu kegiatan merekayasa sosial, bukan hanya sekedar rekayasa ekonomi atau hanya sebatas pemenuhan jumlah unit hunian terhadap kebutuhan populasi masyarakat yang semakin bertambah. Kata kunci : kepadatan penduduk, perumahan, Sarijadi Bandung
BUKAAN SEBAGAI SUMBER PENCAHAYAAN DAN VENTILASI ALAMI PADA RUKO Liawati Liawati; Nindya Mahesaputri
TATANAN Vol. 2 No. 1 (2008)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractShophouse is a great idea how to blend working space and dwelling in the urban life. Natural condition was needed to support those functions instead of land tipology, also city environment (morphology) where that building is.Banceuy Permai shophouse was built by developer with open plan system in a grid pattern in Banceuy area, center of Bandung city. Shophouse's arrangement has a border that close with their back, and represent two shopshouses tipology; center shophouse and corner shophouse. Shophouse's open plan layout can't support these natural condition because it's interior so compact. Inadequate open space, causes opening (doors, windows) in the middle and back of building can't get natural ventilation and lighting.Dimension of their opening is so minimal. Shophouse's condition depend on their opening in the front (in center shophouse) also from side of the building (corner shophouse). [to control natural lighting and ventilation on entire interior of the building]. Opening (doors, windows) placed in the front and side of the building clash with transition space caused natural ventilation and lighting can't be optimalized.Keywords: opening, natural ventilation and lighting, Banceuy Permai shophouse.AbstrakRuko merupakan gagasan tepat yang menggabungkan kegiatan usaha dan tempat tinggal di perkotaan. Pengkondisian alami diperlukan untuk mendukung kedua fungsi tersebut selain tipologi lahan maupun tata lingkungan kota (morfologi) tempat bangunan itu berada.Ruko Banceuy Permai dibangun oleh pengembang dengan sistem open plan dalam pola grid di kawasan Banceuy, pusat kota Bandung. Tatanan ruko memiliki batas kapling yang berhimpit dengan batas kapling di belakangnya sehingga menghadirkan dua buah tipologi ruko, yaitu ruko kapling tengah dan ruko kapling sudut. Tata ruang ruko yang open plan tidak dapat mendukung pengkondisian ruang dalam secara alami karena tata ruang dalam ruko rapat memenuhi kaplingnya. Ruang terbuka yang luasannya tidak memadai mengakibatkan bukaan (pintu, jendela) di tengah dan belakang kapling tidak mungkin dapat memperoleh pencahayaan dan ventilasi alami.Bidang pada bukaan ruko Banceuy Permai dapat dikatakan sangat minim. Pengkondisian ruko, sangat bergantung pada bukaan di muka (pada ruko kapling tengah) serta dari Sisi bangunan (pada ruko kapling sudut). [Untuk mengontrol Pencahayaan dan ventilasi alami pada seluruh ruang dalam]. Bukaan (pintu, jendela) yang ditempatkan di muka dan sisi bangunan bersinggungan dengan ruang antara sehingga kurang memperoleh pencahayaan dan ventilasi alami.Kata kunci: bukaan, sumber cahaya dan ventilasi, rumah toko Banceuy Permai.
SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN YANG HEMAT UNTUK RUSUN Dennis Liandy
TATANAN Vol. 2 No. 2 (2008)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Apartment Development is one of the alternative solution for the problem in the city with great number of population and dominated by low-income society. But the development of apartment in the city meets problem when the price of apartment units is out of reach and need to be economized. Economization of apartment price meets the problem of comfort, safety, and healthy that need to be fulfilled first. To fulfill the needs of safety factor, building have to equipped with fire protection and then increased in building cost. So, this script analyze explore to find which system of fire protection that cheaper and not wasteful. Cost of fire protection equipment (fire detector, smoke detector, sprinkle, etc) causing building system need to be designed effectively so it can worked well and not wasteful and the operational cost of building not become expensive. This script try to find out how to design fire protection in apartment building effectively and how to use fire protection equipment economically. To find how to design effective fire protection system in apartment buildings, this script compare the theory of fire protection to a apartment model and then analyze which part of the system that can be reduced. To find how to economized the use of fire protection equipment, this script analyze function of each equipment and find another method as the substituted so the use of fire protection equipment can be reduce or eliminated.  Key Words: fire protection system, effective, apartment  Abstrak Pembangunan Rumah Susun merupakan salah satu alternatif jawaban atas permasalahan kota besar dengan tingkat kepadatan penduduk yang besar dan tingkat ekonomi penduduk yang didominasi oleh masyarakat berpenghasilan rendah. Namun pembangunan rumah susun bukan tanpa masalah. Aspek biaya menuntut ekonomisasi dalam pembangunannya agar rumah susun sendiri dapat dijangkau oleh kalangan masyarakat ekonomi bawah. Upaya untuk mengekonomiskan harga rumah susun terbentur pada aspek kenyamanan, keamanan,dan keselamatan yang harus dipenuhi dalam desain rumah susun. Faktor keselamatan pada bangunan bertingkat banyak menuntut desain proteksi kebakaran bangunan yang lebih sehingga mengakibatkan munculnya kebutuhan akan sarana dan prasarana penyelamatan yang lebih. Hal ini meyebabkan alokasi biaya untuk pengadaan sarana dan prasarana penyelamatan menjadi sangat mahal. Oleh karena itu perlu dicari desain sistem proteksi kebakaran yang lebih murah agar alokasi biaya untuk proteksi kebakaran tidak membebani harga beli atau sewa unit Rusun. Besarnya biaya yang diperlukan untuk menyediakan alat proteksi kebakaran aktif (fire detector, smoke detector, sprinkle, dll) menyebabkan perlunya desain sistem proteksi kebakaran yang efektif agar peralatan proteksi kebakaran dapat berfungsi dengan baik namun tidak boros sehingga biaya operasional gedung tidak menjadi mahal.  Besarnya biaya alat proteksi kebakaran tidak hanya disebabkan harga satuan alat proteksi namun juga ditentukan oleh banyaknya spesifikasi yang dibutuhkan untuk meyediakan sistem proteksi kebakaran yang baik. Hal ini disebabkan karena setiap alat proteksi kebakaran bekerja di dalam sebuah sistem yang terdiri atas banyak spesifikasi peralatan.  Studi ini mencoba untuk mencari cara untuk mengefektifkan sistem alat proteksi kebakaran serta cara untuk menghemat penggunaan alat proteksi kebakaran pada bangunan rusun. Untuk mengefektifkan sistem alat proteksi kebakaran dilakukan analisa melalui penerapan teori dari literatur ke dalam model rusun pada objek studi. Untuk menganalisa cara menghemat alat proteksi kebakaran dilakukan analisa fungsi alat proteksi untuk kemudian dicari fungsi substitusi agar pengunaan alat proteksi kebakaran dapat dikurangi atau dihilangkan sama sekali.   Kata kunci: sistem proteksi kebakaran, efektif, rumah susun 
EVALUASI RUMAH SUSUN SARIJADI BANDUNG TINJAUAN TERHADAP KRITERIA KEBUTUHAN PENGHUNI DAN RANCANGAN TAPAK DAN BANGUNAN Agung Setiyawan; Vina Agustina Royana
TATANAN Vol. 1 No. 1 (2007)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstract                The increasing of affordable housing need encourages the government to build the vertical housing, unfortunately the low cost public housing that is provided for the low income group, especially flats, on its growth has became a slum area. It is caused by the utilization of space that is not fit with the use of it should be. Therefore, it needs a post occupancy evaluation about the flasts, in order to utilization of space by the dwellers. This writing shows the comparison between design criteria based on the dwellers need; and design criteria on site and building context to the factual condition of space utilization after the occupancy. Keywords: design criteria, mass public housing, Sarijadi Bandung Abstrak                Adanya peningkatan kebutuhan rumah yang terjangkau, mendorong pemerintah membangun rumah susun. Namun perumahan murah yang disediakan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, terlebih rumah susun, dalam perkembangannya menjadi permukiman kumuh. Penyebabnya adalah karena terjadi pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Untuk itu, dibutuhkan evaluasi pasca huni tentang rumah susun, dalam hal pemanfaatan ruang oleh penghuninya. Tulisan ini memaparkan perbandingan antara kriteria rancangan dalam konteks tapak dan bangunan, dengan kondisi faktual pemanfaatan ruang setelah rumah susun tersebut dihuni. Kata Kunci: kriteria rancangan, rumah susun, Sarijadi Bandung
KAJIAN PROYEK DESAIN RUMAH SUSUN SEWA PADA PEREMAJAAN KAWASAN JATINANGOR BERDASARKAN PROFIL CALON PENGHUNINYA Dickie A. Wizmar; Albert Albert
TATANAN Vol. 2 No. 1 (2008)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractJatinangor area has changed from rural, to crowded urban city, with high density, almost 120 person/Ha and dominated with middle low economic level people. The consequences from that condition were the growth of slums.This condition motivates government to build some flats for middle low income. The design accomodates the owners activity, and their social economic condition, in order to make better housing quality.The main target to live in flats is worker, and university student. The target market affected the building design which is suited to the owners professions.Another thing which influence the design are dimension of each unit, and activity circulation. A good quality of basic housing conditions to be considered too in the building design are distance among flats, dimension, access and circulation, in order to obtain ultimate comfort for the people who lived there. Keywords: multistorey housing, revitalize Jatinangor area, user's profile.AbstrakPerubahan kawasan Jatinangor yang semula berupa pedesaan menjadi perkotaan yang padat dan ramai, dengan tingkat kepadatan hampir 120 jiwa/ha dan didominasi oleh kalangan menengah ke bawah. Akibatnya, terjadi area kumuh yang cukup besar di kawasan Jatinangor.Kondisi ini mendorong pemerintah untuk memproyeksikan pembangunan rumah susun sewa yang diperuntukkan bagi mereka yang berada di kalangan menengah ke bawah. Karakteristik pembangunannya disesuaikan dengan penghuninya, pola aktivitasnya, dan kondisi sosial-ekonominya sehingga diharapkan kualitas hunian yang baik pun akan tercapai.Penghuni yang menjadi prioritas sebagai pengguna rumah susun sewa ini sebagian besar dari kalangan buruh pabrik, dan mahasiswa, hal ini berpengaruh desain rumah susun yang akan direncanakan, sesuai dengan mata pencaharian, dan profesi dari penghuninya.Hal lain yang juga harus diperhitungkan adalah kondisi umum yang menjadi standar pembangunan rumah susun yang layak guna, seperti jarak antar bangunan, dimensi ruangan, akses dan sirkulasi, sehingga kenyamanan penghuni tetap menjadi prioritas dalam pembangunan rumah susun sewa ini.Kata kunci: rumah susun, peremajaan kawasan Jatinangor, profil penghuni.
KOMPARASI KINERJA ANTARA PANEL CERMIN DENGAN PANEL AKRILIK TRANSPARAN SEBAGAI KOLEKTOR CAHAYA PADA PIPA CAHAYA HORISONTAL Ryani Gunawan
TATANAN Vol. 4 No. 1 (2015)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractOn a typical multi-storey thick building, the use of natural lighting is often limited to penetration through window opening on building's facade. One of the methods developed to maximize penetration of natural light into multi-storey thick building is implementing light transport system by means of horizontal light pipe into building.  By utilizing a light collector, such system directs sunlight down to specific rooms.            This research compares the efficiency of two passive light-redirecting collector models. The first model is made from a mirror panel, while the second one is made from a transparent acrylic panel. Both models were laboratory tested in a one-to-one scale horizontal light pipe model. The light source of this light pipe model is a spotlight. The two light collector models then observed to determine which one of the two is more efficient.   Based on the observation, it can be concluded that a light collector model made from a mirror panel has four times higher illumination level efficiency compares to a light collector model made from a transparent acrylic panel.  Key Words: light collector, mirror panel, transparent acrylic panel, horizontal light pipe AbstrakSecara umum, penggunaan pencahayaan alami pada bangunan tebal bertingkat banyak terbatas pada penetrasi cahaya melalui bukaan jendela pada fasad bangunan.  Salah satu metode untuk memaksimalkan penetrasi pencahayaan alami ke dalam bangunan tebal bertingkat banyak adalah dengan menerapkan sistem penyalur cahaya berupa pipa cahaya horisontal ke dalam sebuah bangunan. Dengan menggunakan kolektor cahaya, sistem tersebut menghantarkan sinar matahari langsung ke ruangan yang memerlukan.   Studi ini membandingkan tingkat efisiensi dari dua rancangan model kolektor cahaya pasif. Model pertama terbuat dari panel cermin dan model kedua terbuat dari panel akrilik transparan. Kedua model kolektor cahaya ini diuji di laboratorium dengan menggunakan sebuah model pipa cahaya horisontal berskala satu banding satu. Sumber cahaya pada model pipa cahaya horisontal ini adalah sebuah lampu sorot. Kedua model kolektor cahaya kemudian diamati dan dibandingkan efisiensinya.Sebagai kesimpulan dari studi ini, model kolektor cahaya dari panel cermin memiliki efisiensi tingkat pencahayaan empat kali lebih besar dibandingkan dari model kolektor cahaya yang terbuat dari panel akrilik transparan. Kata Kunci: kolektor cahaya, panel cermin, panel akrilik transparan, pipa cahaya horisontal
PENERAPAN RUANG GERAK MINIMAL TERHADAP TATANAN PERABOT PADA UNIT HUNIAN TIPE 21 Yuliana Yuliana; Sherly Mellisa
TATANAN Vol. 2 No. 1 (2008)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe dimension of human dwelling is very related to space for them, which appropriate with what people needs who live in, although existing dimension are very limited and minimum.The dimensions of space that happened in each dwelling unit depended from placing and quantity of furniture which were owned by dweller.The dimensions of space that happened in each dwelling unit become too narrow or small because the mistake from dweller in location of furniture and too much furniture. While other mistake there is also on the side of organizer permitting rights rent at dweller owning family more than 3 head (husband, wife, and children above five year old). From entire existing room, which is generally felt to narrow, only WC size measure fulfilling standard.Keywords: dimension of human, furniture arrangement, low cost multistorey housingAbstrakBesaran suatu unit hunian yang layak huni sangat terkait erat dengan ruang gerak bagi manusia, yang sesuai dengan kebutuhan manusia yang tinggal di dalamnya, walaupun besaran ruang yang ada sangatlah terbatas dan minim.Ukuran-ukuran ruang gerak yang terjadi pada setiap unit hunian tergantung dari perletakkan dan jumlah perabot yang dimiliki oleh para penghuni.Ukuran ruang gerak yang terjadi pada setiap unit hunian menjadi sempit atau kecil karena kesalahan dari para penghuni dalam penempatan perabot dan terlalu banyaknya perabot yang dimiliki. Sedangkan kesalahan lainnya ada juga pada pihak pengelola yang mengijinkan hak sewa pada penghuni yang memiliki keluarga lebih dari 3 jiwa (suami, istri, dan anak-anak di atas balita). Dari seluruh ruang yang ada, yang umumnya dirasakan sempit, hanya ukuran WC yang memenuhi standar.Kata kunci: dimensi manusia, tatanan perabot, rumah susun
EFISIENSI PERAWATAN KULIT LUAR BANGUNAN DITINJAU DARI FASILITAS DAN TINDAKAN PERAWATAN Melisa Rustandi
TATANAN Vol. 3 No. 2 (2009)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Vertical plan housing is an effective choice for saving energy building concept. This vertical house could shelter many spaces and anticipating the problem of limited land, especially at the big cities. One of the problems in vertical housing, especially in high rise building is "how to maintain the quality of building physical or building facade" if we make statistic comparison according to the dimension of building, we can see that two stories building can be cleaned only by simple stairs, but it's impossible to cleaned twenty stories building with the same way with twenty stories of stairs. Considered by efficiency factor, this problem must be solved by doing the scientific research. From many factors we can say that the high rise building need the different way to cleaned and maintained the facade appeal with the low rise building. The purpose of this research is to knowing if there's a good facility as building equipment and what must we do as the owner of the building to clean the facade of the building. The most efficient choice from many various facilities and manual method in cleansing building is the conclusion that we said as the concept of energy saving. The method of this scientific research is qualitative method which data we got from literature, observation, directly measurement at the object and doing interview with the object maintainers. According to the theories, the scientific analysis have been doing by searcher for knowing about many factors of the efficient way in cleaning building. Conclusion of the research result is although there is a facility for cleansing building at the object, but the dimension is not standard. That condition caused the unefficient manual method doing by the owner.  Key Words: evaluation, facility and the manual method way of cleaning building, Apartment Ciumbuleuit Bandung Abstrak Perencanaan hunian secara vertikal memang efektif dan tergolong bangunan berkonsep hemat energi karena selain kemampuannya dalam menampung banyak ruang, bangunan tersebut dapat mengantisipasi masalah keterbatasan lahan, terutama di kota-kota besar namun perlu disadari satu hal bahwa bangunan hunian vertikal, atau dengan kata lain bangunan tinggi tersebut cenderung bermasalah dalam hal 'pemeliharaan kualitas fisiknya' dibanding bangunan yang berskala lebih kecil. Jika dibuat komparasi berdasarkan skala bangunan maka jika bangunan dua tingkat cukup hanya dibersihkan dengan pencapaian melalui tangga sepanjang dua tingkat, maka bagaimana dengan bangunan yang terdiri dari 20 tingkat, tak mungkin dengan menggunakan tangga sepanjang 20 tingkat untuk pembersihannya. Tentu bila ditinjau dari segi efisiensi, hal tersebut pertu dilakukan penelitian lebih lanjut. Banyak faktor yang tak memungkinkan bangunan tinggi dibersihkan dan dirawat menggunakan peralatan dan cara yang sama dengan bangunan dua tingkat. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui apakah fasilitas yang tersedia pada rusun serta tindakan preventif perawatan yang telah dilakukan penghuni telah memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan.  Pemilihan alat dan tindakan yang paling efisien dalam perawatan bangunan tinggi itulah yang dapat mengidentifikasikan sebuah bangunan benar-benar dirancang sesuai konsep hemat energi.  Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, data diperoleh dari studi literatur, pengamatan dan pengukuran langsung ke lapangan, serta wawancara dengan pihak terkait. Berdasarkan teori-teori yang ada, maka dilakukan analisa penelitian terhadap faktor-faktor yang berpengaruh terhadap efisiensi tindakan perawatan bangunan tinggi pada objek studi.  Dari hasil penelitian tersebut didapatkan kesimpulan bahwa walaupun telah tersedia fasilitas perawatan pada objek, namun dimensinya belum sepenuhnya memenuhi ketentuan standard. Keadaan fasilitas yang demikian menyebabkan tindakan perawatan yang terbilang tak efisien pada rusun tersebut.  Kata Kunci: evaluasi, fasilitas dan tindakan perawatan, rumah susun, Apartemen Ciumbuleuit Bandung
KONFIGURASI UNIT HUNIAN DAN TINGKAT PRIVASI VISUAL PADA LIMA APARTEMEN DI JAKARTA Sophie Lukito; Christian L. Sanjaya
TATANAN Vol. 1 No. 2 (2007)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract                  Balancing between the privacy needs and the public interests became an important thing on a vertical housing. Privacy is correlated with the articulation of dwelling units configuration on the Apartment.                  In this study, there are five Apartments in Jakarta, chosen as the research objects, those are Metro Sunter Apartment, Bumi Mas-Hilltop Apartment, Pavillion Apartment, Parkview Apartrænt, and Semanggi Apartment.                  The variables in this study include: free distance between buildings; visual distance; height-depth ratio of space between buildings; building orientation and facade opening; and visual interaction in building.                  The finding of this study is about correlation between dwelling units configuration with the level of visual privacy at those five apartments.  Keywords: dwelling units configuration, level of privacy, apartment, Jakarta  Abstrak                 Keseimbangan antara kebutuhan privasi dan kepentingan publik menjadi sesuatu yang penting dalam perumahan vertikal. Privasi berkaitan dengan artikulasi konfigurasi unit-unit hunian pada apartemen.                 Pada studi ini ada lima apartemen di Jakarta yang dipilih sebagai obyek penelitian yaitu Apartemen Metro Sunter, Apartemen Bumi Mas-Hilltop, Apartemen Pavilion, Apartemen Parkview, dan Apartemen Semanggi.                 Variabel pada studi ini mencakup: jarak bebas antar bangunan; jarak jangkauan visual; perbandingan tinggi dan jarak pada ruang antara bangunan; orientasi bangunan dan arah bukaan pada fasad; serta interaksi visual di dalam bangunan.                 Temuan studi ini adalah tentang hubungan antara konfigurasi unit-unit hunian dengan peringkat privasi visual pada lima apartemen tersebut. Kata Kunci: konfigurasi unit hunian, tingkat privasi, apartemen, Jakarta
PENGARUH TATA LETAK PERABOT TERHADAP RUANG GERAK PADA UNIT HUNIAN APARTEMEN DAGO BUTIK Vici Phanduwinata
TATANAN Vol. 3 No. 1 (2009)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The growth of multi-family housing in the form of apartment in big cities in Indonesia, especially in Bandung, has been a phenomenon nowadays. Dago, which is located in northern Bandung, has become an area that grows rapidly in apartment building. Dago Butik Apartments in this area is one of the examples of the phenomenon. This apartment has various types of units offered to the users, most of them are mid-high class people. Dago Butik Apartments has 6 types of units in 16 different levels. Each type has different dimensions. This study will analyze about the effectivity and efficiency of the units in this apartment. Effectivity and efficiency are one of the most important things in designing a building, including apartment. These factors can be seen in the effectiveness and the efficiency of the units design. The space formed in the apartment units is linked to the activity pattern and the inhabitant's need. In this paper, the effectivity and efficiency will be linked to the tenants activities. Through the analysis, the pluses and minuses of Dago Butik Apartment units will come out. In general, it can be told how a unit can be effective and efficient.  Key Words: apartment, housing unit, effectivity, and efficiency  Abstrak Pesatnya pembangunan "multi-family housing" dalam bentuk apartemen di kota-kota besar di Indonesia, terutama di Kota Bandung, merupakan sebuah fenomena yang sedang berkembang akhir-akhir ini. Kawasan Dago, yang terletak di kawasan Bandung Utara menjadi salah satu kawasan yang mengalami perkembangan pesat dalam pembangunan apartemen. Apartemen Dago Butik yang dibangun pada kawasan ini adalah salah satu perwujudan nyata dari fenomena tersebut. Apartemen ini mempunyai berbagai macam tipe unit yang dapat ditawarkan kepada sasaran penggunanya yang rata-rata merupakan masyarakat dari kalangan menengah ke atas. Apartemen Dago Butik mempunyai 6 buah tipe unit yang tersebar dalam 16 lantai. Masing-masing tipe unit yang ditawarkan tersebut mempunyai besaran yang berbeda-beda. Dalam penelitian ini akan dianalisa mengenai efektivitas dan efisiensi unit-unit pada Apartemen Dago Butik. Efektivitas dan efisiensi merupakan salah satu faktor yang signifikan dalam mendesain sebuah bangunan, termasuk apartemen. Faktor efektivitas dan efisiensi ini salah satunya dapat dilihat dari segi keefektifan dan keefisienan ruang-ruang unit yang terdapat pada apartemen tersebut.Pembentukan ruang pada unit-unit apartemen tentunya berkaitan dengan pola aktivitas dan kebutuhan penghuni apartemen yang bersangkutan. Maka dalam pembahasan ini,efektivitas dan efisiensiunit pada Apartemen Dago Butik akan dikaitkan dengan pola aktivitaspenghuninya.Dengan pembahasan tersebut, maka secara khusus akan diketahui beberapa kelebihan dan kekurangan unit-unit pada Apartemen Dago Butik. Dan secara umum akan diketahui bagaimana sebuah unit dapat dikatakan benar-benar efektif dan efisien. Kata Kunci : apartemen, unit hunian, efektifitas dan efisiensi