cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
TATANAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 90 Documents
PENGARUH PLAZA TERHADAP KENYAMANAN TERMAL RUANG KELAS PADA BANGUNAN SMP WARINGIN M., N. Frangky A.; Kedmon, Elfan
TATANAN Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract                Thermal comfort is the one of important factors which influences teaching-learning process in a classroom. Nowadays, almost all school in Bandung use AC (mechanical air condition equipment) in order to reach indoor thermal comfort. Actually, by using the potential of local climate, the thermal comfort can be obtained in any building like a school building without using the mechanical appliance aid which requires and expends more of energy. This study explored the thermal comfort condition in the classroom of school building that has a plaza. The finding of this study is that the heat radiation into the classroom from the heat of plaza is influenced on it’s thermal comfort.Keywords: thermal comfort, school’s plaza, BandungAbstrak                Kenyamanan termal merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi proses belajar-mengajar di dalam sebuah kelas. Pada saat ini sekolah-sekolah di Bandung sudah mulai menggunakan peralatan mekanis untuk mencapai kenyamanan termal di dalam ruangan. Sebenarnya, dengan memanfaatkan kondisi iklim setempat (Bandung), sebuah sekolah dapat menjadi nyaman tanpa memerlukan bantuan alat mekanis yang membutuhkan biaya dan energi lebih banyak. Studi ini mengupas tentang kenyamanan termal di ruang kelas pada bangunan sekolah yang memiliki plaza. Temuan dari studi ini adalah bahwa radiasi panas yang masuk ke ruang kelas dari pemanasan plaza berpengaruh terhadap kenyamanan termalnya.Kata kunci:  kenyamanan termal, plaza sekolah, Bandung
TINJAUAN PRINSIP DESAIN BIOKLIMATIK PADA APARTEMEN GALERI CIUMBULEUIT BANDUNG Paramon, Laura Annabella; Yuli, Yuli
TATANAN Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract                Bioclimatic design is expected to be able to create a high rise building which is not only functional, integrated with the site, but also concerns the climate, which is using the principles of building physical optimally so that it can produce saving-energy high rise building. Bioclimatic high rise building is a step forward to sustainable architecture. This paper discusses the seven principles of bioclimatic design and how to apply it on the Galeri Apartment Ciumbuleuit, Bandung. Key words: saving energy, bioclimatic design, apartment, Galeri Ciumbuleuit Bandung Abstrak                Desain bioklimatik merupakan desain yang diharapkan mampu menciptakan bangunan tinggi yang tidak hanya fungsional, selaras dengan tapaknya, namun juga memperhatikan kondisi iklim lingkungannya, dengan cara mengoptimalkan penerapan kaidah-kaidah fisika bangunan, sehingga dihasilkan bangunan tinggi hemat energi. Bangunan tinggi bioklimatik merupakan salah satu langkah menuju ke arah sustanable architecture. Tulisan ini bertujuan memaparkan tujuh kunci desain bioklimatik serta mengevaluasi penerapannya pada salah satu bangunan tinggi di Bandung yakni Apartemen Galeri Ciumbuleuit. Kata kunci: hemat energi, desain bioklimatik, apartemen, Galeri Ciumbuleuit Bandung
EVALUASI PROTEKSI TERHADAP KEBAKARAN PADA DAGO BUTIK CONDOTEL Pragono, Rufina
TATANAN Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The rising number of residents in Bandung causes lots of housing projects, for landed housing and collective housing. As we know, the land is very limited. Thats why there are lots of vertical houses built, especially apartments and low cost vertical housings. The building of this vertical housing sometimes neglects the importance of fire protection that actually has the important role of tenants safety. This study evaluates the fire protection in Dago Butik Condotel, one of apartments in northern Bandung. The analysis especially done for the tools used in fire protection, for instance fire exit, fire system, and the apparatus for fire protection. The purpose of this evaluation is to know whether the fire protection is safe enough for the tenants. Therefore, the result of this study is also for the owner’s evaluation. The analysis is done by comparing between the Technical Standard for Safety in Fire Protection in Buildings and Environment and the reality. Interviews and direct survey are done for collecting the data. After the research about the fire protection system is done, it turned out that the fire protection tools has already agreed with the standard. However, the tenants have never done any simulation for any fire situation. In conclusion, the safety of the tenants regarding the fire protection is not guaranteed. Key Words: evaluation, fire protection, Dago Butik Condotel  Abstrak Semakin bertambahnya jumlah penduduk di kota Bandung menimbulkan banyaknya pembangunan hunian, baik landed housing maupun collective housing. Karena lahan yang semakin terbatas, maka banyak didirikan hunian vertikal berupa apartemen dan rumah susun. Namun pembangunan hunian tinggi tersebut kerap kali melupakan aspek proteksi terhadap kebakaran yang berhubungan erat dengan keselamatan penghuni. Studi ini mengevaluasi mengenai proteksi terhadap kebakaran pada Dago Butik Condotel, salah satu apartemen di wilayah utara kota Bandung, dengan mengacu kepada Ketentuan Teknis Pengamanan Terhadap Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan. Analisis khususnya dilakukan pada sarana proteksi terhadap kebakaran yang meliputi tangga kebakaran, sirkulasi kebakaran, dan peralatan sistem kebakaran. Tujuan dilakukannya kajian ini adalah untuk mengetahui apakah keselamatan penghuni Dago Butik Condotel dalam hal proteksi terhadap kebakaran sudah terjamin. Selain itu, hendaknya hasil evaluasi ini juga menjadi evaluasi untuk pengelola gedung Dago Butik Condotel. Analisis dilakukan dengan membandingkan antara Ketentuan Teknis Pengamanan Terhadap Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan dengan kenyataan yang ada di lapangan. Data kenyataan yang ada di lapangan ini dikumpulkan dengan melakukan wawancara dan survey langsung ke lapangan.Setelah dilakukan analisis terhadap sarana dan proteksi terhadap kebakaran yang ada di Dago Butik Condotel, ditemukan bahwa sarana proteksi terhadap kebakaran yang ada sesuai dengan standar. Namun belum pernah dilakukan simulasi kebakaran oleh seluruh penghuni, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa keselamatan penghuni kurang terjamin dari segi proteksi terhadap kebakaran. Kata Kunci: evaluasi, proteksi terhadap kebakaran, Dago Butik Condotel
PENGARUH PEMILIHAN MATERIAL DINDING BANGUNAN HUNIAN ANTARA KAYU DAN TEMBOK SECARA EKOLOGIS Sopannata, Antya Jahani; Alvin, Alvin
TATANAN Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract                  In this development era, the housing prosperity is growing fast referring to resident prosperity that growing fast too. The more fast and advanced development, made the peoples need fulfilled fast. It can end in nature exploitation and nature ecosistem structure/progress is starting to move and change. Nature in the beginning can help human life, will be the human enemy because it human careless                  In this case, the holistic thought is begin to need, or in other word it can be said there was a relationship between nature as a place that human can live in and human made environment. This relationship is ecology.                  The ecological consideration for a built environment plan and design must be comprehensive. One of the ecological aspects is suitable material choosing for housing. Particularly in order to the material life-cycle and the material suitability with the local climate to fulfill the physical comfortness of housing. One of the aspect that caught in ecology is suitable material choosing for housing. The ecology is particularly caught with material holdness and material suitable against the local climate as a physical fitness for housing.                  To get a complete comprehension of the housing ecology, this study takes an object a house with brick material an a rarely house with wooden material almost as traditional house to compare.                  From the study result, we can said that the wooden house is ecologicaly better than the brick house, because the wood material is a regenerating material, different from the anorganic brick material. A wood house also can give us a physical comfortness for the human that lives in order to humidity, and also of solar radiation.  Keywords: building material, ecology, Bandung  Abstrak                  Pada masa pembangunan saat ini, pertumbuhan perumahan sangat pesat sejalan dengan semakin pesatnya populasi penduduk. Semakin cepat dan canggih pembangunan maka semakin cepat terpenuhi kebutuhan orang banyak. Hal ini dapat mengakibatkan pengeksploitasian alam dan bahkan struktur/proses ekosistem alam mulai bergeser dan berubah. Alam yang pada awalnya dapat menunjang kehidupan manusia bisa menjadi musuh manusia akibat keteledoran manusia sendiri.                 Dalam hal ini, mulai dibutuhkan pernikiran dengan penuh pertimbangan yang menyeluruh, atau dengan kata lain adanya hubungan timbal balik antara alam sebagai tempat hidup dan berkembangnya manusia dengan lingkungan buatan manusia. Hubungan inilah yang disebut dengan ekologi.                 Pertimbangan ekologis dalam suatu perencanaan lingkungan binaan haruslah bersifat menyeluruh. Dalam tulisan ini, salah satu aspek yang terkait dengan ekologi adalah pemilihan material yang layak untuk hunian. Segi ekologi yang dimaksud khususnya berkaitan dengan siklus hidup bahan dan kecocokan bahan terhadap iklim lokal dan kaitannya dengan pemenuhan kenyamanan fisik suatu hunian.                 Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih jelas tentang hunian ekologis, maka studi banding yang diambil adalah hunian tembok yang lazim digunakan dengan hunian kayu yang jarang dijumpai dan lebih mendekati hunian tradisional.                 Dari hasil studi, ternyata hunian kayu lebih mendekati pertimbangan ekologi dikarenakan siklus bahannya yang tertutup dan dapat dikembalikan serta diperbarui kembali oleh alam, berbeda dengan bahan anorganik hunian tembok. Hunian kayu juga dapat memenuhi tuntutan kenyamanan fisik baik terhadap kelembaban yang tinggi dan radiasi panas matahari yang tinggi. Kata Kunci: bahan bangunan, ekologis, Bandung 
PENGARUH SELUBUNG BANGUNAN TERHADAP PENGHEMATAN ENERGI PADA APARTEMEN BRAGA CITYWALK Asikin, Feny
TATANAN Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Efforts to conserve the energy are very necessary nowadays. Until now, Indonesia is the most wasteful country in South East Asia in conserving energy. Moreover, the growing issue of global warming needs real actions, not just promises. This study analyzes the influence of the building covers towards the energy conservation in Braga CityWalk Apartment and also the factors that determine the energy conservation efforts. This paper also explains the steps to reduce heat received from radiation through building cover.The objective of this study is to identify and searching for possibility to conserve the energy through building cover. From the result, we will obtain a building design which can reduce sun heat and reduce the use of air conditioner. The method is measuring the OTTV (Overall Thermal Transfer Value) in the building cover which is linked to the facade. The details that will be observed are Window to Wall Ratio (WWR), the type, width, and color of the outer wall, shade, glass conductivity, roof and wall insulation, and building orientation. From the analysis, it is concluded that Braga CityWalk Apartment does not fill the criteria of energy efficient design based on the numbers of heat transferring that go through the building cover. But there are some efforts done by the owners and the tenants to reduce the heat. The conclusion is that the building cover, being the outer structure of the building, has a big influence towards the energy conservation. Thats why we need to acknowledge the factors inside the building cover which can reduce the heat, and also the efforts to reduce the heat absorption, and that is by reducing the OTTV of the building cover. Key Words: Braga CityWalk, building cover, energy conservation  Abstrak Tindakan untuk penghematan energi, tampaknya tidak bisa ditawar-tawar lagi. Hingga kini, Indonesia berpredikat sebagai negara paling boros energi se-Asia Tenggara. Selain itu, munculnya isu mengenai pemanasan global yang perlu adanya tanggapan dalam bentuk nyata bukan hanya pernyataan. Studi ini menganalisa mengenai pengaruh selubung bangunan terhadap penghematan energi pada bangunan apartemen Braga CityWalk. Studi ini juga menganalisa mengenai faktor-faktor yang menentukan dalam usaha penghematan energi pada selubung bangunan serta upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk membatasi perolehan panas akibat radiasi matahari lewat selubung bangunan. Tujuan dilakukan analisa ini adalah untuk mengidentifikasi dan mencari peluang penghematan energi dari selubung bangunan, sehingga diperoleh desain selubungbangunan yang dapat mengurangi masuknya panas matahari ke dalam bangunan dan menurunkan beban pendingin ruangan. Metode yang digunakan adalah perhitungan nilai OTTV (Overall Thermal Transfer Value) pada selubung bangunan yang dikaitkan dengan fasad bangunan hunian. Kajian yang menyangkut selubung bangunan tersebut antara lain, rasio jendela kaca terhadap dinding atau Window to Wall Ratio (WWR), jenis, tebal dan warna dinding luar, alat peneduh, konduktansi kaca, insulasi atap dan dinding, dan arah hadap/orientasi bangunan. Berdasarkan analisa, apartemen Braga CityWalk ini tidak memenuhi kriteria rancangan hemat energi ditinjau dari hasil angka perpindahan panas yang melewati selubung ke dalam bangunan. Namun adanya upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi masuknya panas ke dalam bangunan, baik oleh pemilik bangunan maupun oleh masing-masing pengguna unit hunian. Sehingga kesimpulan yang muncul adalah selubung bangunan, sebagai bagian dari struktur bangunan terluar, memiliki pengaruh cukup besar terhadap usaha penghematan energi sebuah bangunan. Hal ini mengakibatkan perlunya mengetahui faktor-faktor pada selubung yang dapat mengurangi penyerapan panas melalui selubung serta upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk memperkecil penyerapan tersebut, yaitu dengan memperkecil nilai OTTV pada selubung bangunan.  Kata Kunci: Braga CityWalk, selubung bangunan, penghematan energi 
PENERAPAN SISTEM MODULAR PADA PERANCANGAN BANGUNAN MULTI-FUNGSI BERTINGKAT Maurina, Anastasia
TATANAN Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractVertical Multi-Use Building (called BMFB) is a single building with multiple functions therein are arranged vertically. BMFB has a high level of function complexity and the demands of change and development of each of these functions, so that it is necessary to have the design of functional space system with high flexibility. To obtain the building design with high flexibility, the functional space and the building structure system can not be seen separately, but must be designed in an integrated way. Modular building system can be a media to integrate the functional space and structure system to meet the demands of flexibility in the building. The building function on BMFB of this research is the function of parking, office functions and functions of residential and also the structure system is limited to the conventional structure system (rigid frame system and wall bearing system).Research is done in stages, starting from the analysis of basic grid module which integrating the dimensions of human activity module and the dimensions of building materials. Followed by the analysis of functional space planning grid module and analysis of structural grid module, it will be integrated into the design grid of BMFB. The result of the analysis is concluded in the form of the design guidelines of BMFB.Implementation of the modular system will facilitate and accelerate the design process to integrate the functional space system between function and to integrate the functional space system and structure system, so that it can produce a suitable design for each function in it so the design can fulfill the demands of change, development and integration of these functions. In addition, the implementation of this modular system has a positive impact on the construction process which can minimize the use of materials and can be integrated effectively with prefabrication system. Key Words: modular, grid, structure, spatial system, mixed used building                                                                                                  AbstrakBangunan Multi Fungsi Bertingkat (BMFB) adalah bangunan tunggal dengan beberapa fungsi di dalamnya yang disusun secara vertikal. BMFB memiliki tingkat kompleksitas fungsi yang tinggi serta tuntutan untuk dapat mengakomodasi perubahan dan perkembangan dari setiap fungsi tersebut, sehingga memerlukan rancangan sistem ruang dengan fleksibilitas tinggi. Untuk memperoleh rancangan bangunan dengan fleksibilitas tinggi, sistem ruang dan struktur bangunan tidak dapat dipandang secara terpisah, melainkan harus secara terpadu. Sistem bangunan modular dapat menjadi media untuk mengintegrasikan sistem ruang dan struktur dalam memenuhi tuntutan fleksibilitas pada BMFB. Fungsi yang diakomodasi BMFB pada penelitian ini adalah parkir, kantor, serta hunian. Sistem struktur dibatasi pada sistem struktur konvensional (rangka/dinding pemikul).Penelitian ini dilakukan secara bertahap, dimulai dari analisis modul grid dasar yang mengintegrasikan modul dimensi aktivitas manusia dan dimensi material bangunan, dilanjutkan dengan analisis modul grid perencanaan fungsi ruang dan analisis modul grid struktural, kemudian diintegrasikan menjadi grid perancangan BMFB. Hasil analisis disimpulkan dalam bentuk pedoman perancangan BMFB.Penerapan sistem modular dalam perancangan akan mempermudah dan mempercepat proses perancangan dalam mengintegrasikan sistem ruang antar fungsi, serta sistem ruang dan sistem struktur sehingga dapat dihasilkan rancangan yang cocok untuk setiap fungsi (parkir, kantor dan hunian) dan dapat memenuhi tuntutan perubahan, pengembangan serta penggabungan dari fungsi-fungsi tersebut. Penerapan sistem modular berdampak positif terhadap proses pelaksanaan konstruksi, karena dapat mengefisienkan penggunaan material serta memungkinkan penerapan sistem prefabrikasi yang lebih efektif. Kata Kunci: sistem modular, grid, sistem struktur, sistem ruang, bangunan multi fungsi
KENYAMANAN TERMAL PADA BANGUNAN BERATRIUM TKK BPK PENABUR SINGGASANA PRADANA BANDUNG Wartiono, Menthdy
TATANAN Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract TKK BPK Penabur Singgasana Pradana building is a place for kindergartens activity The building has a circle shaped plan which consists of 3 floors and inside the building there is an atrium covered by skylight. The atrium becomes an orientation for the spaces around it, therefore the thermal comfort in this atrium is very significant. The atrium is the focus of this study because this area doesnt interact directly with the outer space and thus, a good ventilation system is needed. Moreover, the skylight used as a natural lighting gives a raising temperature inside the building. The early study started with a survey to observe the condition of the space and an interview with the building users. The design concept of this building linked to the thermal aspect is to create double ventilations for the space around the atrium, ventilation for the skylight, and also to use the horizontal and vertical sun shadings. It was guessed that the thermal comfort in the atrium, especially in the third floor, was bad. It turned out that the estimation was right, according to the measurement. The factors that influenced the thermal comfort, especially in this atrium, came from the site and the design, including the physical element of the building, such as vegetation, material, building orientation, building shape, sun shading, skylight. etc. The analysis was done towards the observation datas and Psychrometric Chart and ET Nomogram results. The analysis was done according to the literature. In this process, the actual data was compared to the theories. Overall, the design concept, physical element, and the site design of TKK BPK Penabur Singgasana Pradana in order to create thermal comfort, are not optimal. This is because of the ventilations that were not used as maximum as possible that resulted the whole atrium didnt have thermal comfort, especially in the afternoon. Thats why, the optimalization of the ventilations is needed in order to let the air flow naturally in the atrium.  Key Words: thermal comfort, building with atrium, TKK BPK Penabur Singgasana Pradana  Abstrak Bangunan TKK BPK Penabur Singgasana Pradana berfungsi untuk mewadahi aktivitas beiajar bagi anak-anak TK dan Playgroup. Bangunan ini berdenah lingkaran, terdiri dari 3 lantai, dan di dalamnya terdapat atrium yang ditutupi oleh atap skylight. Atrium menjadi orientasi ruang-ruang disekitarnya, sehingga aspek kenyamanan termal pada bagian atrium sangat diperlukan. Bagian atrium dijadikan fokus penelitian, diakibatkan area ini tidak bersentuhan langsung dengan udara luar, sehingga diperlukan sistem ventilasi yang dapat mengalirkan udara sampai ke bagian atrium tersebut Di sisi lain, penggunaan skylight yang berfungsi sebagai penerangan alami memberi dampak terhadap peningkatan suhu di dalam bangunan. Penelitian awal dimulai dengan melakukan survei lapangan untuk mengalami kondisi ruang-ruang secara langsung dan wawancara kepada para pengguna bangunan. Konsep desain bangunan TKK BPK Penabur Singgasana Pradana yang terkait dengan aspek termal adalah dengan menciptakan ventilasi ganda bagi ruang-ruang yang mengelilingi atrium, membuat ventilasi pada atap skylight, serta penggunaan sirip horizontal dan vertikal. Pengalaman ruang secara langsung memberikan dugaan bahwa kondisi termal pada bagian atrium, terutama pada lantai 3 tidak tercapai, dan hal ini terbukti dari hasil pengukuran. Faktor yang mempengaruhi kenyamanan termal terutama pada bagian atrium ini berasal dari pengaruh tapak dan desain beserta elemen fisik bangunan, seperti penggunaan vegetasi, material pada tapak, orientasi bangunan, bentuk bangunan, sirip penangkal sinar matahari, skylight, dan sebagainya.  Proses analisa dilakukan terhadap data hasil pengamatan langsung dan pengolahan data pengukuran dengan Psychrometric Chart dan ET Nomogram. Proses analisa yang dilakukan mengacu pada bab literatur sebagai dasar pertimbangan. Pada proses ini dilakukan perbandingan antara kondisi aktual dengan literatur yang terkait dengan kenyamanan termal terutama bagi atrium.  Secara keseluruhan, konsep desain, elemen fisik, dan pengolahan tapak TKK BPK Penabur Singgasana Pradana dalam rangka menciptakan kenyamanan termal kurang berjalan optimal, akibat ventilasi yang ada tidak digunakan secara maksimal, sehingga hampir seluruhnya berada pada zona tidak nyaman khususnya siang hari. Oleh sebab itu perlu adanya optimalisasi pemanfaatan ventilasi agar udara dalam atrium dapat bergerak secara horizontal maupun vertikal.   Kata Kunci: kenyamanan termal, bangunan beratrium, TKK BPK Penabur Singgasana Pradana 
PERMODELAN SIRIP PENANGKAL SINAR MATAHARI DENGAN SUN STUDY ARCHICAD Sachiko, Veronica Sandra; Aryani, Monica
TATANAN Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Many apartment buildings which develop in big cities are designed without sun protector that uses to reduce the suns rays radiation entered to the building. Planning the sun protector uses traditional ways like using solar chart-protractor or heliodon, arent efficient and difficult In other way, there are many new technology softwares that can help us to design sun protector easily, fastly, and accurately. ArchiCAD is one of softwares which has sun study facility, so the characteristic of suns rays that shine to the building can be learned. This writing is using simulation method. Analysis result is the value of simulations that were done to facades Setiabudi Apartment Bandung in different orientation (eight point of the compass direction as poles). The simulation result prove that using sun study from ArchiCAD facility is more accurate, easier, faster, and more efficient than using solar chart-protractor or heliodon way.  Keywords: sun protector, sun study ArchiCAD, Setiabudhi Apartment  Abstrak Bangunan apartemen yang berkembang di kota-kota besar di Indonesia kebanyakan dirancang tanpa Sirip Penangkal Sinar Matahari (SPSM), padahal SPSM berguna untuk mengurangi radiasi sinar matahari yang masuk ke dalam bangunan. Merancang SPSM menggunakan cara tradisional seperti solar chart dan protractor, serta heliodon dirasakan sulit dan tidak praktis, sementara itu muncul berbagai teknologi komputer yang dapat membantu proses perancangan SPSM agar lebih mudah, cepat, dan akurat. Salah satu software konstruksi bangunan yang mempunyai fasilitas sun study adalah ArchiCAD, dimana karakteristik sinar matahari yang jatuh ke permukaan bangunan dapat dipelajari. Metode yang digunakan adalah metode simulasi. Hasil analisa yang diperoleh berupa nilai kebocoran dari simulasi-simulasi yang dilakukan terhadap fasad-fasad pada orientasi yang berbeda-beda (delapan arah mata angin sebagai arah-arah patokan). Dalam hal ini, penelitian dilakukan pada fasad Apartemen Setiabudi, Bandung. Hasil dari penelitian membuktikan bahwa penggunaan fasilitas sun study dari ArchiCAD terbukti akurat dan mampu melakukan simulasi secara mudah, cepat, dan praktis, dibandingkan dengan penggunaan sistem/alat lainnya seperti solar chart-protractor dan heliodon.  Kata Kunci: Sirip Penangkal Sinar Matahari, Sun Study ArchiCAD, Apartemen Setiabudhi. 
PENYEDIAAN DAN PENATAAN SISTEM SANITASI PADA RUMAH SUSUN SARIJADI, BANDUNG Deasy Belda Christina; Nindya Mahesaputri
TATANAN Vol. 1 No. 1 (2007)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract                Basically, building utility or building complement plays an important role in giving soul to a building. Sanitation as a part of building utility, usually considered as non aesthetical element, causing bad smell, or sometimes causing an annoying sound. Therefore, designing a sanitation system needs a lot of consideration. The purpose of this research is to know how to provide the good sanitation system arrangement in a vertical housing architecture. Beside that, this research is also purposed to be means of learning for architecture students, in designing a vertical housing, and giving a point of the importance of sanitation system in designing a building. The method used in this research are collecting data through literature studies and interviewing some tenants and the others who related in building the Sarijadi vertical housing; then analyzing the design  and arrangement of sanitation system in sarijadi vertical housing which related to architecture value; and drawing a conclusion of the analysis results. Sanitation system providence in Sarijadi vertical housing is considered adequate to fulfill the needs of its tenants. However, there are still some problems that actually can be improved and managed to be settled. The design of sanitation system in Sarijadi vertical housing still has a lot of weakness, especially in the architecture’s value point of view. There are a lot ot things that have to be considered in creating an architecture works. That case can be very helpful in improving the quality of life for the building users, such as; health, comfort, beauty and the other aspects, especially for the building which hold a rolle of a housing building. Key Words: sanitation system, vertical housing, Sarijadi Bandung Abstrak                Kelengkapan bangunan atau utilitas pada dasarnya memiliki peranan penting dalam memberikan “nyawa” bagi sebuah bangunan. Sanitasi sebagai salah satu bagian dari kelengkapan bangunan, pada umumnya dianggap memiliki kesan tidak indah, menimbulkan bau yang tidak sedap, atau menghasilkan suara yang mengganggu. Oleh karena itu, menata suatu sistem sanitasi diperlukan berbagai pertimbangan-pertimbangan yang benar. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui penyediaan penataan sistem sanitasi yang baik pada arsitektur rumah susun. Selain itu untuk menjadi pembelajaran dan pengetahuan bagi mahasiswa arsitektur dalam merancang suatu bangunan rumah susun dan menjadi masukan mengenai pentingnya sistem sanitasi dalam merancang suatu bangunan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu, pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, dan wawancara dengan penghuni dan pihak-pihak yang terkait dengan pembangunan rumah susun Sarijadi. Kemudian menganalisa penataan sistem sanitasi pada rumah susun Sarijadi dalam kaitannya dengan nilai-nilai arsitektur, dan menarik kesimpulan atas hasil analisa. Penyediaan sistem sanitasi pada rumah susun Sarijadi dapat dikatakan cukup memenuhi kebutuhan para penghuninya. Namun masih ada beberapa permasalahan yang sebenarnya dapat ditingkatkan dan dikelola untuk menjadi lebih baik. Sedangkan untuk penataan sistem sanitasi pada rumah susun Sarijadi masih memiliki banyak kekurangan, khususnya jika dilihat dari nilai-nilai arsitektur. Banyak sekali hal yang perlu diperhatikan dalam membangun suatu karya arsitektur. Hal tersebut dapat membantu dalam peningkatan kualitas hidup pengguna bangunan tersebut, khususnya pada bangunan dengan fungsi rumah tinggal, yaitu berdasarkan aspek kesehatan, kenyamanan, keindahan dan aspek-aspek lainnya. Kata Kunci: sistem sanitasi, rumah susun, Sarijadi Bandung
PENGENDALIAN KENYAMANAN TERMAL PADA BANGUNAN DENGAN DOMINASI DINDING KACA Heribertus Hendri Sepmanto; Stephanie Widyawati
TATANAN Vol. 1 No. 2 (2007)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract                  Ideally, an architectural work is not only give the aesthetical value, but also must fulfill the thermal comfortness for the users, in line with the local climate condition.                  The tropical climate zone has a high solar radiation intensity, it causes the building in that zone must have a protection system, so that the good thermal comfortness can be gained.                  This study aims to evaluate the thermal comfortness of the Audi Car Show-room. Which in the architectural design of it has a conflict between the requirement to us transparancy bulding material for free visualization against with the thermal aspect comfortness.                  The evaluation based on some aspects, those are the respon to sun radiation, shadow, and reflecting; the air ventilation; and the thermal capacity, indicated that building design dominated by glass wall is not suitable to respon the tropical climate. The change in design is needed to obtain the good thermal comfortness.  Keywords: thermal comfortness, building façade, Show-room Audi Bandung  Abstrak                 Suatu karya arsitektur idealnya tidak hanya dituntut untuk memberi nilai estetika tetapi juga harus dapat memenuhi kenyamanan termal bagi penggunanya, sesuai dengan kondisi iklim setempat.                 Zona iklim tropis memiliki intensitas radiasi matahari tinggi, maka bangunan yang berada pada zona itu harus memiliki sistem perlindungan agar kenyamanan termal yang baik dalam ruangan dapat tercapai.                 Studi ini ditujukan untuk mengevaluasi kenyamanan termal pada Show-room Mobil Audi yang dalam desain arsitekturnya memiliki konflik antara tuntutan akan visualisasi yang bebas tanpa halangan sehingga menggunakan bahan transparan dengan aspek kenyamanan termalnya.                 Evaluasi berdasarkan aspek penyikapan terhadap radiasi matahari dan pembayangan, reflektivitas, ventilasi udara, dan kapasitas termal, menunjukkan bahwa desain bangunan dengan dominasi dinding kaca tidak sesuai untuk menyikapi iklim tropis. Dibutuhkan perubahan dalam desain untuk mencapai kenyamanan termal yang baik. Kata Kunci: kenyamanan termal, fasad bangunan, Ruang Pamer Mobil Audi Bandung