cover
Contact Name
Prof. Dr. Ade Gafar Abdullah, M.Si
Contact Email
ade_gaffar@upi.edu
Phone
+6281394554252
Journal Mail Official
ade_gaffar@upi.edu
Editorial Address
FPTK Building 5th Floor Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setabudhi No.207 Bandung 40154
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
INVOTEC
INVOTEC Merupakan jurnal bidang Pendidikan Teknologi dan Kejuruan yang terbit dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari dan Agustus. INVOTEC memuat hasil penelitian bidang Pendidikan Teknologi dan Kejuruan dengan kontributor dari Dosen, Guru, Mahasiswa dan Praktisi yang relevan. INVOTEC merupakan sarana bagi para penggiat pendidikan teknologi dan kejuruan untuk mempublikasikan karyanya yang mencakup kebijakan, filosofi, manajemen, proses belajar mengajar, media, bahan ajar, model dan metode mengajar dan evaluasi. INVOTEC diterbitkan atas kerjasama dengan APTEKINDO
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2014)" : 7 Documents clear
PENGARUH KREATIVITAS , ENTREPRENEURSHIP DAN KECERDASAN KOMPETITIF TERHADAP KINERJA PIMPINAN PROGRAM STUDI Palilingan, Verry Ronny
INVOTEC Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Technological and Vocational Education-Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/invotec.v10i2.4856

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kreativitas ,kecerdasan entrepreneur, kecerdasan kompetitif terhadap kinerja pimpinan Universitas Negeri Manado.Sampel penelitian sebanyak 96 Pimpinan Jurusan/program studi dan dosen. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan kuantitatif . Analisis jalur digunakan untuk menganalisis data secara inferensial dan deskriptif . Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh langsung positif kreativitas terhadap kinerja ,(2) terdapat pengaruh langsung positif entrepreneurship terhadap pimpinan, (3) terdapat pengaruh langsung positif kecerdasan kompetitif terhadap pimpinan,(4) terdapat pengaruh langsung positif kreativitas terhadap kecerdasan kompetitif,(5) terdapat pengaruh langsung positif entrepreneurship terhadap kecerdasan kompetitif. Berdasarkan hasil penelitian ini untuk meningkatkan kinerja pimpinan Jurusan /Program studi supaya berdaya saing tinggi dan unggul ,perlu meningkatkan kreativitas , kecerdasan entrepreneur dan kemampuan kecerdasan kompetitif.
INOVASI PEMBELAJARAN PROYEK BERBASIS BUDAYA LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS PEMBELAJARAN TATA GRAHA Sri Adnyawati, Ni Desak Made
INVOTEC Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Technological and Vocational Education-Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/invotec.v10i2.4852

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di jurusan PKK, FTK Undiksha tahun 2013 yang bertujuan untuk mengetahui tentang (1) penerapan model pembelajaran proyek berbasis budaya lokal dalam pembelajaran tata graha, (2) peningkatan kreativitas mahasiswa dalam pembelajaran tata graha melalui pembelajaran proyek berbasis budaya lokal, dan (3) respon mahasiswa terhadap penerapan model pembelajaran proyek berbasis budaya lokal. Penelitian ini melibatkan 24 orang mahasiswa dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan angket. Observasi digunakan untuk mengamati kreativitas mahasiswa, dan angket digunakan untuk mengumpulkan data respon mahasiswa. Pengamatan kreativitas mahasiswa dilakukan pada proses perancangan desain rangkaian bunga lokal, desain rangkaian bunga dipadukan dengan janur, proses merangkai bunga dengan janur, dan hasil rangkaian bunga dengan janur. Analisis dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran proyek berbasis budaya lokal dalam pembelajaran tata graha dilakukan melalui 5 langkah yaitu (a)penentuan tema rangkaian bunga lokal dipadukan dengan janur, (b)penetapan konteks belajar dengan pemanfaatan bunga lokal dipadukan dengan janur, (c)merencanakan aktivitas melalui persiapan, pemilihan, dan pemakaian bunga lokal dipadukan dengan janur, (d)memproses aktivitas penggunaan bunga lokal dipadukan dengan janur, dan (e)penerapan aktivitas penyelesaian proyek berupa rangkaian bunga lokal dipadukan dengan janur. Terdapat peningkatan kreativitas pembelajaran graha melalui pembelajaran proyek berbasis budaya lokal sebesar 4,6 yaitu dari skor rata-rata sebesar 83,7 menjadi 88.3. Artinya peningkatan tersebut dari kategori baik menjadi sangat baik. Respon mahasiswa terhadap penerapan model pembelajaran proyek berbasis budaya lokal terkategori sangat baik.
PERFORMANCE ASSESSMENT: KAJIAN BAGI EFEKTIVITAS PENINGKATAN PROFESIONALITAS GURU TEKNOLOGI DAN KEJURUAN Zamtinah, Zamtinah
INVOTEC Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Technological and Vocational Education-Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/invotec.v10i2.4857

Abstract

Tanpa bermaksud mengesampi ngkan faktor determi nan lain, guru diakui sebagai faktor sentral atas keberhasi lan kual itas pendidi kan, bahkan Davies Ellison (1992) menyebut guru sebagai key person in the classroom. Ol eh sebab itu sangatl ah waj ar j i ka guru dituntut profesional di dalam menjalankan tugasnya, dan untuk mengetahui bagaimana profesionalitas seorang guru perlu dilakukan penilaian yang efektif agar diperoleh hasil yang efektif pula. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana efektivitas Performance Assessment sebagai sarana peningkatan profesional itas guru teknologi dan kej uruan? Bagai mana ci ri-ci ri guru teknol ogi dan kej uruan yang profesional ?. Metode yang di gunakan dal am penul isan arti kel i ni adalah mel al ui kaj i an terhadap hasil studi yang pernah dilakukan, melalui riset kepustakaan, dan anal isis kritis terhadap konsep­konsep Performance Assessment, dan mengkaji kriteria guru yang professional. Hasil kajian menunj ukkan bahwa Performance Assessment secara konseptual mampu meni ngkatkan profesional itas guru teknol ogi dan kej uruan. Hal i ni disebabkan karena Performance Assessmentdianggap l ebi h otenti k, peni laiannya l ebih mencermi nkan kemampuan yang sebenarnya. Kaj ian i ni j uga mampu mendiskri psi kan bagai mana kri teri a guru teknol ogi dan kej uruan yang professional.
KINERJA TENAGA LABORAN DAN TEKNISI LABORATORIUM REKAYASA DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG DAN FAKTOR- FAKTOR DOMINAN YANG MEMPENGARUHINYA Sunardiyo, Said
INVOTEC Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Technological and Vocational Education-Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/invotec.v10i2.4853

Abstract

Keberadaan laboran dan teknisi di suatu laboratorium sangatlah penting dalam menentukan keberhasilan akademik dosen dan mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah memotret kinerja tenaga laboran dan teknisi serta ingin mengungkap faktor penunjang dan kendala kinerjanya. Manfaat penelitian ialah bagi pengelola Fakultas dan Jurusan sebagai masukan informasi dalam mengambil kebijakan dalam peningkatan kerja SDM laboran dan teknisi laboratorium. Penelitian ini dilakukan di FT Unnes, variabel yang diamati ialah kinerja laboran dan teknisi dalam menjalankan tugas di laboratorium rekayasa di FT Unnes Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa (1) Laboran dan teknisi laboratorium rekayasa Fakultas Teknik Unnes memiliki kinerja yang baik pada pelaksanaan dimensi kompetensi kepribadian, sosial, administratif dan profesional (2) Kinerja tenaga laboran dan teknisi laboratorium dipengaruhi oleh adanya faktor penunjang yaitu faktor internal (pribadi) : kemampuan profesi latar belakang pendidikan dan pengalaman. Untuk faktor eksternal (lingkungan) : pemimpin yang baik (kepala laboratorium) dalam hal ini koordinasi tugas bagi tenaga laboran/teknisi. Sedangkan faktor penghambat yaitu kurangnya pelatihan-pelatihan profesi bagi tenaga laboran. Saran yang direkomendasikan ialah : (1) Guna peningkatan kinerja laboran dan teknisi laboratorium rekayasa Fakultas Teknik Unnes perlu adanya koordinasi pengelolaan manajemen laboratorium berbasis ISO oleh pimpinan Fakultas bersama Jurusan/Prodi.(2) Perlu adanya penyegaran keilmuan dan ketrampilan bagi laboran dan teknisi melalui pelatihan-pelatihan teknis laboratorium baik internal maupun di luar kampus.
MODEL FORMULASI STRATEGI PENINGKATAN MUTU DAN RELEVANSI PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN Suharno, Suharno; Sudibyo, C.; P, Bambang; S., Ernawati
INVOTEC Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Technological and Vocational Education-Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/invotec.v10i2.4854

Abstract

Era modern membuktikan bahwa antara Perguruan Tinggi (PT) dengan perusahaan terdapat banyak kesamaan, antara lain sama-sama memiliki pelanggan, memroses dan menghasilkan produk/jasa, mengelola SDM, keuangan, dan pelanggan. Berdasarkan kesamaan yang ada PT harus memiliki manajemen yang kuat layaknya perusahaan. Diberlakukannya sistem manajemen PT berbasis Strategic Bussiness Unit (SBU), setiap Jurusan, bahkan Program Studi dituntut memiliki perencanaan strategis (renstra). Dalam upaya meningkatkan mutu dan relevansi lulusan, PTK dituntut memiliki renstra yang efektif dan efisien. Berdasarkan penelitian awal diketahui bahwa Tim renstra di beberapa PT mengalami kesulitan dalam menyusun renstra. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya adalah kurangnya pemahaman tentang konsep dan metode yang digunakan untuk menyusun renstra. Penelitian ini bertujuan mengembangkan formulasi strategi untuk PTK menggunakan integrasi SWOT kuantitatif dan kualitatif agar diperoleh renstra efektif. Obyek dalam penelitian ini adalah Jurusan Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Prodi PTM dan PTB FKIP UNS. Subyek penelitian adalah Tim Peneliti, Tim perumus Renstra, Pimpinan Prodi dan Jurusan, serta stakeholder terkait. Hasilnya menunjukkan bahwa memformulasi strategi merupakan pekerjaan yang membutuhkan perhatian serius. Hal ini mengingat PT memiliki lingkungan internal dan eksternal yang tak terbatas sehingga memerlukan perhatian khusus dalam melakukan analisis lingkungan. Dengan melakukan integrasi analisis SWOT kuantiatif dan kualitatif diperoleh rumusan strategi yang efektif.
KETUNTASAN KESIAPAN BERWIRAUSAHA SISWA SMK MELALUI PEMBELAJARAN KOLABORASI Hariyanto, V. Lilik
INVOTEC Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Technological and Vocational Education-Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/invotec.v10i2.4855

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Ingin mengetahui seberapa besar tingat ketuntasan kesiapan berwirausaha siswa SMK aspek: (a) pengetahuan praktik, (b) pengetahuan kewirausahaan, (c) sikap kewirausahaan, (d) keterampilan, (e) pembuatan proposal usaha, (2) Ingin mengetahui seberapa besar tingkat keaktifan guru dalam mengajar pada aspek: (a) pendahuluan, (b) kegiatan inti, (c) penutup dan (d) penggunaan bahasa , (3) Ingin mengetahui seberapa besar tingkat keaktifan siswa dalam belajar pada aspek: (a) konsentrasi siswa saat pembelajaran, (b) mencatat, (c) bertanya kepada guru, (d) menjawab pertanyaan guru, (e) mengemukakan pendapat dan (f) penggunaan bahasa. Metode penelitian digunakan Penelitian dan Pengembangan dari Borg Gall. yaitu: (1) Penelitian, untuk mengumpulkan data tentang produk yang akan dikembangkan, (2) Pengembangan, untuk menganalisis produk melalui pembelajaran di kelas. Model pembelajaran digunakan Model DCRAH (Discovery, Concept Development, Resourcing, Actualizing dan Harvesting) dari Universitas Ciputra Surabaya. Penelitian dilakukan di SMKN 2 Pengasih Kulonprogo. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII Paket Keahlian Teknik Konstruksi Batu dan Beton. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Tingkat ketuntasan kesiapan berwirausaha siswa SMK aspek: (a) pengetahuan praktek adalah tuntas (Mean= 78,33),(b)    pengetahuan kewirausahaan (Mean= 79,49), (c) sikap (Mean= 77,57), (d) keterampilan (Mean= 83,62), (e) pembuatan proposal usaha (Mean= 83,54) , (2) Tingkat keaktifan guru dalam mengajar pada aspek: (a) pendahuluan dalam kategori aktif, (b) kegiatan inti dalam kategori aktif,penutup dalam kategori sangat aktif dan (d) penggunaan bahasa dalam kategori aktif, (3) Tingkat keaktifan siswa dalam belajar pada aspek: (a) konsentrasi siswa saat pembelajaran dalam kategori aktif, (b) mencatat dalam kategori aktif, (c) bertanya kepada guru dalam kategori aktif, (d) menjawab pertanyaan guru dalam kategori aktif, (e) mengemukakan pendapat dalam kategori aktif dan (f) penggunaan bahasa dalam kategori aktif.
MODEL PROGRAM PENDIDIKAN GURU VOKASIONAL BERBASIS KEDAERAHAN DAN INTEGRATIF Kilis, Billy M.H.
INVOTEC Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Technological and Vocational Education-Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/invotec.v10i2.4851

Abstract

Perubahan orientasi dan paradigma pendidikan yang memberi ruang dan kesempatan pada pendidikan vokasi berkembang di Indonesia, memunculkan masalah yang serius pada penyediaan guru, relevansi dan kualitas pendidikan. Penyediaan guru yang relevan tidak serta merta dapat disiapkan LPTK yang ada di daerah dimaksud. Otonomi daerah mendorong pula pembangunan berbagai SMK baru yang berdasarkan kebutuhan dan kearifan local yang pada akhirnya memunculkan masalah kekurangan guru yang relevan. Disisi lain implementasi pendidikan vokasi masih belum terencana dengan baik dan masih cenderung parsial sehingga perlunya kesamaan persepsi dalam pengembangan pendidikan guru vokasional. Sekolah-sekolah yang dikembangkan di beberapa kabupaten kota di Sulawesi Utara memiliki jenis vokasi yang sangat variatif dan tidak dimiliki oleh Fatek, bahkan Unima sebagai LPTK yang diberi wewenang dalam pendidikan guru vokasi. Pada kasus dalam amatan penulis ada sebuah SMK di daerah Bolaang Mongondow, yang membuka kejuruan Teknik Komputer Jaringan (TKJ), akuntansi, pertanian dan keperawatan. Untuk itu dibutuhkan suatu model program pendidikan guru vokasional berbasis kedaerahan, sesuai kebutuhan dan diselenggarakan secara integratif.

Page 1 of 1 | Total Record : 7