cover
Contact Name
Natris Idriyani
Contact Email
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I)
ISSN : 20896247     EISSN : 26545713     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jurnal ini bertujuan untuk memfasilitasi interaksi, diskusi, dan gagasan di antara para ilmuwan psikologi Indonesia. Jurnal ini difokuskan pada Psikologi Pengukuran.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2017): JP3I" : 7 Documents clear
Pengaruh Optimisme, Dukungan Sosial, dan Faktor Demografis Terhadap Kesejahteraan Subjektif pada Perawat Zakia Sabiq; Miftahuddin Miftahuddin
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 6, No 2 (2017): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v6i2.9174

Abstract

Abstract This study has aim to determine the effect of optimism, social support (emotional support, instrumental support, informational support, and companionship support), and demographic factors (gender, marital status, income, and length of work) to the subjective well-being in nurses. The sample in this study amounted to 227 nurses RSUD Pasar Minggu taken using non-probabililty sampling technique. Test the validity of measuring equipment using confirmatory factor analysis technique (CFA) with the help of software Lisrel 8.70. While the data analysis using multiple regression analysis techniques with the help of software SPSS 22.0. The results show that there is a significant effect of optimism, social support, and demographic factors on the subjective well-being of nurses. The results also show the proportion variance of subjective wellbeing described by all independent variables is 20.2%, while the remaining 79.8% is influenced by other variables outside this study. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh optimisme, dukungan sosial (dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan informasi, dan dukungan persahabatan), dan faktor demografis (jenis kelamin, status pernikahan, pendapatan, dan lama bekerja) terhadap kesejahteraan subjektif pada perawat. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 227 perawat RSUD Pasar Minggu yang diambil dengan menggunakan teknik non-probability sampling. Uji validitas alat ukur menggunakan teknik confirmatory factor analysis (CFA) dengan bantuan software Lisrel 8.70. Sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis regresi berganda dengan bantuan software SPSS 22.0.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan optimisme, dukungan sosial, dan faktor demografis terhadap kesejahteraan subjektif pada perawat. Hasil penelitian juga menunjukkan proporsi varians dari kesejahteraan subjektif yang dijelaskan oleh seluruh independent variable adalah sebesar 20.2%,sedangkan sisanya 79.8% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini.  DOI : 10.15408/jp3i.v6i2.9174
Pengaruh trait Kepribadian (Personality) Dan Dukungan Sosial Terhadap Risk Taking Behavior Pada Pendaki Gunung Muchammad Akbar Fajar; Ikhwan Lutfi
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 6, No 2 (2017): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v6i2.9162

Abstract

Abstract This study aims to determine the effect of variable trait of personality and social support for risk- taking behavior on the mountaineers in Jabodetabek. Sample of 204 mountaineers in Jabodetabek taken by accidental sampling technique. The instrument used in this study there are three scales, the scale of personality traits, social support scale and the scale of risk-taking behavior. Test the validity of measurement tools using techniques confirmatory factor analysis (CFA). While the analysis of data using multiple regression techniques. The results of this study indicate that there is a significant influence on the personality trait variable, and the scale of social support on risk-taking behavior on the mountaineers in Jabodetabek. The magnitude of the effect of all independent variables on the risk-taking behavior is by 28.1%, while the rest influenced by other variables outside of this study. While the results of the analysis of the proportion of the variance of each variable separately, was found the greatest contribution to the risk-taking behavior is honesty-humility, extraversion, conscientioussnness, the personality trait of variables, and the reassurance of worth, opportunity for nurturance of social support variables. This study will get better results when using a wider population, in order to get richer data and can compare with the factors that can be observedspeckle.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel trait kepribadian & dukungan sosial terhadap risk taking behavior pada pendaki gunung di Jabodetabek. Sampel berjumlah 204 pendaki gunung di Jabodetabek yang diambil dengan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdapat tiga skala, yaitu skala trait kepribadian, skala dukungan sosial dan skala risk taking behavior. Uji validitas alat ukur menggunakan teknik confirmatory factor analysis (CFA). Sedangkan analisis data menggunakan teknik multiple regression. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari variabel trait kepribadian, dan skala dukungan sosial terhadap risk taking behavior pada pendaki gunung di Jabodetabek. Besarnya pengaruh seluruh variabel independen terhadap risk taking behavior adalah sebesar 28,1% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini. Sementara hasil analisis proporsi varians masing-masing variabel secara terpisah, ditemukan sumbangan yang paling besar terhadap risk taking behavior adalah honesty-humility, extraversion, conscientioussnness, dari variabel trait kepribadian, dan reassurance of worth, opportunity for nurturance dari variabel dukungan sosial. Penelitian ini akan mendapatkan hasil yang lebih baik apabila menggunakan populasi yang lebih luas, agar mendapatkan data yang lebih beragam dan dapat membandingkan dengan faktor yang belum bisa diteliti.DOI : 10.15408/jp3i.v6i2.9162
Uji Validitas Konstruk Pada Instrumen Religiusitas Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Farah Hanifah Purnomo; Bambang Suryadi
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 6, No 2 (2017): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v6i2.9190

Abstract

Abstract Huber and Huber's religiosity is the mind and belief that a person has to view the world that affects their experiences and behaviors in everyday life. Religiosity consists of five dimensions, namely intellectual, ideology, public practice, private practice, and religious experience. This study aims to examine the validity of the construct of religious instruments. Data in this study were obtained from 209 students at SMAN 87 and SMK Tunas Pembangunan. The method used is confirmatory factor analysis (CFA) with software M Plus 7. The results of this study indicate that of the 33 items that exist, there are 2 items that are not valid. So there are 31 items that are unidimensional. The item measures only one factor. Abstrak Religiusitas menurut Huber dan Huber adalah pikiran dan keyakinan yang dimiliki seseorang untuk memandang dunia sehingga mempengaruhi pengalaman dan perilaku mereka dalam kehidupan sehari- hari. Religiusitas terdiri dari lima dimensi, yaitu intellectual, ideology, public practice, private practice, dan religious experience. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas konstruk instrumen religiusitas. Data dalam penelitian ini diperoleh dari 209 siswa pada SMAN 87 dan SMK Tunas Pembangunan. Metode yang digunakan adalah confirmatory factor analysis (CFA) dengan software M Plus 7. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari 33 item yang ada, terdapat 2 item yang tidak valid. Sehingga terdapat 31 item yang bersifat unidimensional. Artinya, item tersebut hanya mengukur satu faktor saja.DOI : 10.15408/jp3i.v6i2.9190
Pengaruh Trait Kepribadian Big Five dan Self - Control Terhadap Risk Taking Behavior Pada Pekerja Konstruksi Arya Ersyaf Gucciano; Nia Tresniasari
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 6, No 2 (2017): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v6i2.9161

Abstract

Abstract The Construction sector has a higher risk of accidental employment compared to other labor sectors in Indonesia. Therefore, it is important for construction workers to have knowledge of the dangers and vulnerability that can occur. This study aims to determine the effect of trait big personality five and self-control against risk taking behavior in construction workers. Sample amounted to 213 construction workers taken by accidental sampling technique. Instruments used in this study there are three scales, namely scale DOSPERT (Domain Specific Risk Taking), scale of five inventory and scale of self-control scale. Test the validity of the measuring instrument using confirmatory factor analysis (CFA) technique. While the data analysis using multiple regression techniques. The results of this study indicate that there is a significant influence of the trait of big five personality and self-control on risk taking behavior in construction workers. The amount of influence of all independent variables on risk taking behavior is 40.4%, while the rest is influenced by other variables outside this research. While the results of the analysis of the proportion of variance of each variable separately, found the largest contribution to risk taking behavior is neuroticism, agreeableness, openness to experience, conscientiousness of the big five personality trait, and self-control variables. This research will get better results when using a wider population, in order to obtain more diverse data and can compare with factors that have not been studied. Abstrak Sektor Konstruksi memiliki risiko timbulnya kecelakaan kerja yang tinggi dibanding dengan sektor tenaga kerja lain di Indonesia. Oleh karena itu, penting sekali untuk para pekerja konstruksi memiliki pengetahuan tentang bahaya dan kecelekaan yang dapat terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh trait kepribadian big five dan self-control terhadap risk taking behaviour pada pekerja konstruksi. Sampel berjumlah 213 pekerja konstruksi yang diambil dengan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdapat tiga skala, yaitu skala DOSPERT (Domain Specific Risk Taking), skala big five inventory dan skala self-control scale. Uji validitas alat ukur menggunakan teknik confirmatory factor analysis (CFA). Sedangkan analisis data menggunakan teknik multiple regression. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari trait kepribadian big five dan self-control terhadap risk taking behaviour pada pekerja konstruksi. Besarnya pengaruh seluruh variabel independen terhadap risk taking behaviour adalah sebesar 40,4%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Sementara hasil analisis proporsi varians masing-masing variabel secara terpisah, ditemukan sumbangan yang paling besar terhadap risk taking behaviour adalah neuroticism, agreeableness, openness to experience, conscientiousness dari trait kepribadian big five, dan variabel self-control. Penelitian ini akan mendapatkan hasil yang lebih baik apabila menggunakan populasi yang lebih luas, agar mendapatkan data yang lebih beragam dan dapat membandingkan dengan faktor yang belum bisa diteliti.DOI : 10.15408/jp3i.v6i2.9161
The Effect of Religiusity, Tranformational Leadership and Demography on Organizational Citizenship Behavior (OCB) Annisa Ayu Budhiarti; Yunita Faela Nisa
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 6, No 2 (2017): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v6i2.9160

Abstract

Abstract This research was conducted to find out the significance of the influence of religiosity, transformational leadership style and demography on organizational citizenship behavior (OCB) on 138 state-owned employees in PT. Surveyor Indonesia and 88 private employees in the Household Pesticide Industry Company. Sampling conducted using non probability sampling. The measuring tool used in this study took from Huber (2012) figures to measure religiosity, Rafferty and Griffin (2014) to measure transformational leadership styles. Test the validity of measuring instruments using Confirmatory Factor Analysis (CFA) techniques and data analysis techniques using multiple regression analysis techniques. The results of this study indicate that there is a significant influence of religiosity, transformational leadership style and demography on organizational citizenship behavior (OCB) by contributing 26.2%. That is, the proportion of variance of organizational citizenship behavior explained together by religiosity, transformational leadership style and demography is 26.2% while the other 73.8% is influenced by other variables beyond this study. Abstrak Penelitian  ini  dilakukan  untuk  mengetahui  signifikansi  pengaruh  religiusitas,  gaya kepemimpinan transformasional dan demografi terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada 138 karyawan BUMN di PT. Surveyor Indonesia dan 88 karyawan swasta   di Perusahaan   Industri   Pestisida   Rumah   Tangga.   Pengambilan   sampel   yang   dilakukan menggunakan non probability sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini mengambil dari tokoh Huber (2012) untuk mengukur religiusitas, Rafferty dan Griffin (2014) untuk mengukur gaya kepemimpinan transformasional. Uji validitas alat ukur menggunakan teknik  Confirmatory  Factor  Analysis (CFA)  dan  teknik  analisis  data  menggunakan  teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari religiusitas, gaya kepemimpinan transformasional dan demografi terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) dengan memberikan kontribusi sebesar 26,2%. Artinya,  proporsi  varians  dari  organizational  citizenship  behavior yang  dijelaskan  secara bersama-sama oleh religiusitas, gaya kepemimpinan transformasional dan demografi adalah sebesar 26,2% sementara 73,8% lainnya dipengaruhioleh variabel lain diluar penelitian ini. DOI : 10.15408/jp3i.v6i2.9160
Model Regresi Logistik Untuk Melihat Pengaruh Faktor Demografis, Self Efficacy, Terhadap Perilaku Mencontek Noor Lusty Putri Setiawati; Agung Priyono Utomo
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 6, No 2 (2017): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v6i2.9172

Abstract

Abstract Adolescence is still a period of study in school. School is a secondary education environment for adolescents after the family environment. In school, teenagers are always faced with the assessment of the success of both teachers and teachers, both the success of the exam and schoolwork to know the progress of the level of achievement study. Measurement of learning outcomes tends to be quantitative, because the symbol of numbers or scores to determine the overall quality of student academic performance. This makes students competing, depressed and have a must in achieving high scores so that not infrequently the students do dishonest or cheat to achieve high score. One factor that is thought to lead to cheating behavior is self-efficacy. This research moved from the phenomenon of cheating behavior in junior high school students. The purpose of this study is to determine whether there is influence between self-efficacy and cheating behavior on students of Madrasah Pembangunan UIN Jakarta. Logistic regression models are used when all variables are categorical. Appropriate models are obtained after parameter estimation, significance test, and model fit test. In this study logistic regression model is used to determine the influence of Cheating Behavior, Self Efficacy, Class, Gender, Social Status and Religiuity. A sample of 128 people using two stage cluster sampling. Based on the analysis of logistic regression model concluded that the value of chi-square model of 63.1 and significance of 0.000, it shows that there is significant increase with the addition of self efficacy variable model, gender and religiuity to cheat behavior AbstrakMasa remaja merupakan masa belajar. Sekolah merupakan lingkungan pendidikan sekunder bagi remaja setelah lingkungan keluarga. Di sekolah, remaja selalu dihadapkan pada situasi penilaian keberhasilan dari guru maupun ternan, baik dalam ujian maupun tugas sekolah. Pengukuran hasil belajar cenderung bersifat kuantitatif, lantaran simbol angka atau skor untuk menetukan kualitas prestasi akademik siswa. Hal ini membuat siswa berlomba -lomba, tertekan dan memiliki keharusan dalam meraih nilai yang tinggi sehingga tidak jarang siswa melakukan tindakan tidak jujur atau menyontek untuk meraih nilai tinggi. Salah satu faktor yang diduga dapat menimbulkan perilaku menyontek adalah self-efficacy (keyakinan dalam diri). Penelitian ini beranjak dari adanya fenomena perilaku menyontek pada siswa SMP. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh antara self-efficacy dengan perilaku menyontek pada siswa siswi Madrasah Pembangunan UIN Jakarta. Model regresi logistik digunakan saat semu variabel berbentuk kategorik. Model yang sesuai diperoleh setelah dilakukan panaksiran parameter, uji signifikansi, dan uji kecocokan model. Dalam penelitian ini model regresi logistik digunakan untuk mengetahui pengaruh Perilaku Menyontek, Self Efficacy, Kelas, Jenis Kelamin, Status Sosial dan Religiuitas. Sampel penelitian sejumlah 128 orang menggunakan two stage cluster sampling. Berdasarkan hasil analisis model regresi logistik disimpulkan bahwa nilai chi-square model sebesar 63.1 dan siginifikansi sebesar 0.000, hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikansi dengan penambahan model variabel self efficacy, jenis kelamin dan religiuitas terhadap perilaku menyontek DOI : 10.15408/jp3i.v6i2.9172
Pengaruh Hubungan Big Five Personality, Perilaku Hidup Sehat, dan Indeks Massa Tubuh Terhadap Intuitive Eating pada Siswa SMA di Wilayah Malang Khoirotul Awwaliyah; Risatianti Kolopaking
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 6, No 2 (2017): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v6i2.9170

Abstract

Abstract Intuitive eating is a form of eating behavior characterized by a strong connection to the physiological cues of hunger and satiety, taking into account the amount of body needs and the type of food to eat to maintain the nutritional and body health. The sampling technique is non probability sampling. A total of 263 adolescents aged 15 years to 19 years with the criteria of high school students who live in Malang, East Java and have got balanced nutrition education program be sample of this study. The results of this study show significant influence of personality extraversion, personality agreeableness, personality conscientiousness, personality neuroticism, personality openness to experiences of big five personality, healthy life behavior, and body mass index (IMT) on intuitive eating in high school students in Malang regency. (R-square = 0.066, sig = 0.032). Hypothesis test results show that neuroticism of big five personality and body mass index (IMT) have significant influence to intuitive eating. Abstrak Intuitive eating adalah suatu bentuk perilaku makan yang ditandai dengan hubungan yang kuat pada isyarat-isyarat fisiologis dari rasa lapar dan kenyang, dengan memperhatikan jumlah kebutuhan tubuh dan jenis makanan yang harus dimakan untuk menjaga kesehatan gizi dan bentuk tubuh. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling. Sebanyak 263 remaja berusia 15 tahun sampai dengan 19 tahun dengan kriteria siswa SMA yang berdomisili di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dan sudah mendapat program pendidikan gizi seimbang. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan personality extraversion, personality agreeableness, personality conscientiousness, personality neuroticism, personality openness to experiences dari big five personality, perilaku hidup sehat, dan indeks massa tubuh (IMT) terhadap intuitive eating pada siswa SMA di Kabupaten Malang. (R-square = 0.066, sig = 0.032). Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa neuroticism dari big five personality dan indeks massa tubuh (IMT) mempunyai pengaruh signifikan terhadap intuitive eating. DOI : 10.15408/jp3i.v6i2.9170

Page 1 of 1 | Total Record : 7