cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Studi Jender SRIKANDI
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 67 Documents
PEREMPUAN HINDU DI PANGGUNG SARASAMUCCAYA ANALISIS GENDER ATAS PERAN DAN EKSISTENSI PEREMPUAN BALI HINDU DALAM KITAB SARASAMUSCCAYA Crosita Octaria, Yessi
Jurnal Studi Jender SRIKANDI Vol. 3, No. 2 Juli 2003
Publisher : Jurnal Studi Jender SRIKANDI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan peran laki-laki dan perempuan yang didasarkan atas perbedaan jenis kelamin dengan mengekpose asumsi kelemahan biologis dan rasio adalah semata untuk menguatkan posisi status quo kekuasaan laki-laki atas perempuan.Konstruksi peran perempuan dengan landasan yang patriarkhis adalah menindas perempuan.Penindasan ini dalam bentuk praktis lahir sebagai subordinasi,kekerasan terhadap perempuan, beban kerja ganda serta marginalisasi dalam setiap ruang kehidupan. Sebagai sebuah konsep yang mengingkari kemanusiaan dengan mengijinkan penindasan atas manusia yang lain maka perlu adanya usaha untuk mengembalikan konsep gender sebagai konsep peran yang tidak terikat pada jenis kelamin-pun memberikan penghargaan yang sama terhadap kedua peran gender. Perempuan harus dapat memilih perannya sendiri, tidak dalam batasan yang patriarkhis tetapi dalam keluasan nilai kemanusiaan.Sikap diskriminatif terhadap perempuan dan feminitas harus diganti dengan sikap yang apresiatif sehingga kesetaraan gender dapat terwujud secara holistik. Pertanyaan selanjutnya adalah lewat mana sosialisasi kesadaran gender ini akan dilakukan. Kita sudah sampai ditepi jurang ketidak sadaran gender yang kronis(Chronic gender inconciousnes) karena ideologi patriarkhy telah menempuh semua jalan yang tersedia untuk mengukuhkan posisinya, budaya, negara, agama maka lewat semuanya juga kita membangun wacana baru yang lebih memanusiakan. Tulisan ini menawarkan sebuah dekonstruksi wacana atas peran perempuan dan eksistensi perempuan Hindu dalam kitab Sarasamuccaya, dengan menempatkan perempuan dengan perspektif kemanusiaan sebagai pengamat dari sebuah teks yang patriarkhis
Feminisasi Kemiskinan dalam Kultur Patriarki Arjani, Ni Luh
Jurnal Studi Jender SRIKANDI Vol. 6, No. 1 Januari 2007
Publisher : Jurnal Studi Jender SRIKANDI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.57 KB)

Abstract

Nowaday, the amount of the poor people generally in Indonesia and particularly in Bali is still so high. Most of this poverty condition can be fall by the woman. It is not only economic poverty, but also multidimensional poverty such as the limitation of access in education, politic, economy, information, healthy, etc.The poverty feminization relates with the patriarchy culture which still develops in the society. Because of this culture mainly puts the woman in subordinate, the most marginal and the most discrimination position. Therefore, the woman poverty has more specific character which needs a special handling for example by using poverty prevention approach with gender perspective
TRANSFORMASI SOSIAL DAN PERILAKU REPRODUKSI REMAJA Alit Laksmiwati, Ida Ayu
Jurnal Studi Jender SRIKANDI Vol. 3, No. 1 Januari 2003
Publisher : Jurnal Studi Jender SRIKANDI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.258 KB)

Abstract

Perkembangan perilaku reproduksi atau perilaku seks remaja dalam suatu masyarakat ditentukan oleh berbagai faktor sosial. Masuknya kebudayaan yang merubah tata nilai, antara lain disebabkan oleh komunikasi global dan perubahan/inovasi teknologi. Sebaliknya faktor kreativitas internal yang berbentuk perubahan intelektual merupakan faktor penting dalam menentukan perkembangan perilaku reproduksi. Setiap bentuk perilaku memiliki makna tertentu yang ditujukan untuk kebutuhan tertentu. Remaja dapat memiliki variasi perilaku yang ditujukan untuk tujuan hidup yang beragam.Perilaku reproduksi terwujud dalam hubungan sosial antara pria dan wanita. Hubungan antara pria dan wanita tersebut dalam waktu yang lama menyebabkan munculnya norma-norma dan nilai-nilai yang akan menentukan bagaimana perilaku reproduksi disosialisasikan. Berbagai bentuk perilaku yang diwujudkan lazimnya sejalan dengan norma-norma yang berlaku. Ada perilaku yang diharapkan dan sebaliknya ada perilaku yang tidak diharapkan dalam hubungan sosial masyarakat; begitu pula hubungan antara pria dan wanita dalam perilaku reproduksi. Perilaku reproduksi dalam hal ini adalah mengacu kepada perilaku seks pranikah di kalangan remaja. Perilaku seks remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor.Secara garis besar faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku reproduksi remaja terdiri dari faktor di luar individu dan faktor di dalam individu. Faktor di luar individu adalah faktor lingkungan di mana remaja tersebut berada; baik itu di lingkungan keluarga, kelompok sebaya ( peer group ), banjar dan desa. Sedang faktor di dalam individu yang cukup menonjol adalah sikap permisif dari individu yang bersangkutan. Sementara sikap permisif ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Dalam suatu kelompok yang tidak permisif terhadap perilaku reproduksi sebelum menikah akan menekan anggotanya yang bersifat permisif. Dengan demikian kontrol sosial akan mempengaruhi sikap pemisif terhadap kelompok tersebut.
KEPEMIMPINAN WANITA DALAM ERA REFORMASI DAN GLOBALISASI : KENYATAAN AN HARAPAN PUTRA ASTITI, TJOK ISTRI
Jurnal Studi Jender SRIKANDI Vol. 2, No. 1 Januari 2002
Publisher : Jurnal Studi Jender SRIKANDI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
Kedudukan Perempuan Bali Terhadap Harta Bersama Dalam Hal Terjadi Perceraian (Analisis Perkembangan Yurisprudensi)*) Sukranatha, A.A. Ketut
Jurnal Studi Jender SRIKANDI Vol. 5, No. 1 Januari 2005
Publisher : Jurnal Studi Jender SRIKANDI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.854 KB)

Abstract

This study aims at finding out the jurisprudence development on the effect of divorce toward the status of mutual property in the marriage (gunakarya). The study is conducted by using normative approach that is to study the judge decision at Denpasar Court of First Instance that related to the mutual property dispute.Results of the study indicate that the judge decision (jurisprudence) on the effect of divorce toward the status of mutual property has experienced some depelovment. In the past (in the period of Kertha Raad Custom Court), the status of mutual property after divorce was judged based on the guilty one in the divorce. If the divorce was caused by guiltiness commited by the wife, the mutual property was shared together with 1/3 for the wife and 2/3 for the husband. Recently the judge decisions (jurisprudence) have changed, namely if there is mutual property dispute after the divorce the Court always decides that the mutual is shared equally (½ : ½) between the (former) husband and the (former) wife without considering who is the guilty one in the divorce.This normative study needs to be continued with emprical study so that the status of mutual property after the divorce can be indentified if the mutual property dispute is settled outside of the Court.
PELAKSANAAN SISTEM PENGUPAHAN TERHADAP TENAGA KERJA WANITA PADA PERUSAHAAN PEMBORONG BANGUNAN DI DENPASAR SUKERTI, NI NYOMAN; PURWANTI, NI PUTU
Jurnal Studi Jender SRIKANDI Vol. 3, No. 2 Juli 2004
Publisher : Jurnal Studi Jender SRIKANDI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article will be focused on the discussion about waging system to daily labour women at building contractor company in Denpasar. As daily labour women, they work eight hours a day, sometimes added by overtime and no weekend holiday. This research found that from the waging system, the contractor do not conduct discrimination in remunerating to woman labour. Thereby hence the rule of regulation number 25, 1997 section 113 articles 2 have been applied effectively. It seems that the entrepreneur have known and comprehend about regulation going into effect. As entrepreneurs they prefer to employ women in certain works like at traditional ritual field because their earning will increase. It can be concluded that there is no discrimination to women labour conducting by the contractor in waging system in Denpasar.
KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN TINJAUAN DARI SUDUT HUKUM PIDANA SUWASTI, NYOMAN
Jurnal Studi Jender SRIKANDI Vol. 1, No. 1 Januari 2001
Publisher : Jurnal Studi Jender SRIKANDI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM RUMAH TANGGA (KAJIAN DARI PERSPEKTIF HUKUM DAN GENDER) Sukerti, Ni Nyoman
Jurnal Studi Jender SRIKANDI Vol. 6, No. 2 Juli 2007
Publisher : Jurnal Studi Jender SRIKANDI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

iolence against women is not only as an individual issue but also as a local, anational and global issue. It is said that global issue can be seen by regulating international law such Wiena Declaration, Convention on the Elimination of All Forms Discrimination Against Woman (1979) Declaration of Violence Against Woman (1993), and Bejing Declaration and Platform for Action (1995). Nationally, the law regulation about issue can be seen in as Criminal Law, Private Law, Act Number 1, 1974, Act Number 7, 1984, Act Number 39, 1999, and Act Number 23, 2004. Although protection against women has been regulated nationally and internationally, in the several states that mention above but in relity violence against woman still exists and increase from year. From back ground that above a problem arises as polows: What is the factors of violence against woman in a household and What is the protection obtained by woman as victim of violence in a household. The factors of violence: patriarchical etc and from of protection received by woman as victim of violence in ahousehold as Criminal Law, Private Law, Act Number 1, 1974, Act Number 7, 1984, Act Number 39, 1999, and Act Number 23, 2004.
SEKSUALITAS DAN RITUAL DI GUNUNG KEMUKUS -, PSW
Jurnal Studi Jender SRIKANDI Vol. 3, No. 1 Januari 2003
Publisher : Jurnal Studi Jender SRIKANDI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seksualitas dan Ritual di Gunung Kemukus Purwadi Suriadiredja ABSTRAK Di dalam kehidupan manusia daya-daya kekuatan alam seperti berhubungan seks diberi bentuk yang bersifat kultural, sehingga dorongan-dorongan alamiah dalam bentuk perilaku seksual itu bukan sekedar pemenuhan kebutuhan biologis saja, melainkan diberi makna tertentu dan menjadi lebih ekspresif serta mempunyai nilai simbolik. Melalui mitos-mitos, daya-daya kekuatan alam dan nilai-nilai budaya yang melatarbelakanginya dikaitkan dengan daya-daya supra-natural beserta ritus keagamaannya sehingga seksualitas menjadi bagian dari proses ritual itu sendiri. Masyarakat di Gunung Kemukus, Jawa Tengah selalu menjalankan ritual yang berdasarkan suatu mitos yang berhubungan dengan seksualitas, yaitu upacara Ngalab Berkah yang diyakini akan memberi keberuntungan atau jaminan rasa aman bagi kehidupan mereka dan juga peziarah lainnya walaupun membawa pula dampak lainnya, yaitu pelacuran.
KETERPAKSAAN DALAM KESETARAAN GENDER ATMADJA, I GST GEDE AGUNG
Jurnal Studi Jender SRIKANDI Vol. 2, No. 2 Juli 2002
Publisher : Jurnal Studi Jender SRIKANDI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-