Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PELAKSANAAN SISTEM PENGUPAHAN TERHADAP TENAGA KERJA WANITA PADA PERUSAHAAN PEMBORONG BANGUNAN DI DENPASAR SUKERTI, NI NYOMAN; PURWANTI, NI PUTU
Jurnal Studi Jender SRIKANDI Vol. 3, No. 2 Juli 2004
Publisher : Jurnal Studi Jender SRIKANDI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article will be focused on the discussion about waging system to daily labour women at building contractor company in Denpasar. As daily labour women, they work eight hours a day, sometimes added by overtime and no weekend holiday. This research found that from the waging system, the contractor do not conduct discrimination in remunerating to woman labour. Thereby hence the rule of regulation number 25, 1997 section 113 articles 2 have been applied effectively. It seems that the entrepreneur have known and comprehend about regulation going into effect. As entrepreneurs they prefer to employ women in certain works like at traditional ritual field because their earning will increase. It can be concluded that there is no discrimination to women labour conducting by the contractor in waging system in Denpasar.
KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM RUMAH TANGGA (KAJIAN DARI PERSPEKTIF HUKUM DAN GENDER) Sukerti, Ni Nyoman
Jurnal Studi Jender SRIKANDI Vol. 6, No. 2 Juli 2007
Publisher : Jurnal Studi Jender SRIKANDI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

iolence against women is not only as an individual issue but also as a local, anational and global issue. It is said that global issue can be seen by regulating international law such Wiena Declaration, Convention on the Elimination of All Forms Discrimination Against Woman (1979) Declaration of Violence Against Woman (1993), and Bejing Declaration and Platform for Action (1995). Nationally, the law regulation about issue can be seen in as Criminal Law, Private Law, Act Number 1, 1974, Act Number 7, 1984, Act Number 39, 1999, and Act Number 23, 2004. Although protection against women has been regulated nationally and internationally, in the several states that mention above but in relity violence against woman still exists and increase from year. From back ground that above a problem arises as polows: What is the factors of violence against woman in a household and What is the protection obtained by woman as victim of violence in a household. The factors of violence: patriarchical etc and from of protection received by woman as victim of violence in ahousehold as Criminal Law, Private Law, Act Number 1, 1974, Act Number 7, 1984, Act Number 39, 1999, and Act Number 23, 2004.
GENDER DALAM HUKUM ADAT Sukerti, Ni Nyoman
Jurnal Studi Jender SRIKANDI Vol. 5, No. 1 Januari 2005
Publisher : Jurnal Studi Jender SRIKANDI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.304 KB)

Abstract

The national government of Indonesia is committed to legal gender equality by the1945 Indoensia Constitution, article 27 (1), and the ratification of the Convention forElimination of all forms of Discrimination Against Women (CEDAW) in 1984.However, customary law still prevailing in many regions in Indoneia oftenperpetuates deeply rooted discrimination based on gender until today. Examples ofsuch discrimination are to found in Minagkabau, Java, and Bali where inheritance isregulated by gender biased customary law. Appropriate development policies andeducation may bring about a legal culture and practice that upholds legal genderequality.
GENDER DALAM HUKUM ADAT Sukerti, Ni Nyoman
Jurnal Studi Jender SRIKANDI Vol. 4, No. 1 Januari 2005
Publisher : Jurnal Studi Jender SRIKANDI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.652 KB)

Abstract

The national government of Indonesia is committed to legal gender equality by the 1945 Indoensia Constitution, article 27 (1), and the ratification of the Convention for Elimination of all forms of Discrimination Against Women (CEDAW) in 1984. However, customary law still prevailing in many regions in Indoneia often perpetuates deeply rooted discrimination based on gender until today. Examples of such discrimination are to found in Minagkabau, Java, and Bali where inheritance is regulated by gender biased customary law. Appropriate development policies and education may bring about a legal culture and practice that upholds legal gender equality.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Tematik Pada Siswa Kelas III SD Sukerti, Ni Nyoman
Jurnal Edutech Undiksha Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v8i1.27090

Abstract

Permasalahan umum yang seringkali terjadi dalam proses pembelajaran adalah kurang siapnya siswa dalam memulai pelajaran, walaupun mereka telah mengetahui materi yang akan disampaikan oleh guru dalam pembelajaran. Hal ini secara langsung terlihat dari kurang aktifnya siswa dalam mengikuti pembelajaran, Hal ini berdampak pada kurang optimalnya hasil belajar siswa. Permsalahan ini semakin diperkuat oleh pemanfaatan metode pembelajaran yang masih konvensional oleh guru. Guru lebih memilih menggunakan metode ceramah dan tanya jawab yang bersifat klasikal. Akibatnya siswa kurang antusias dalam mengikuti pelajaran sehingga suasana kelas nampak pasif. Untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa maka perlu dilakukan inovasi pembelajaran yakni dengan menerapkan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang  bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SD dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD).  Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Rancangan masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi dan refleksi. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar tematik siswa  kelas III SD Negeri 2 Kampung Baru semester II tahun pelajaran 2019/2020. Hal ini terlihat dari peningkatan hasil belajar siswa yaitu pra siklus sebesar 66,33% yang tergolong cukup, siklus I sebesar 74,00% yang tergolong cukup dan meningkat pada siklus II sebesar 79,33% yang tergolong baik.
Sikap Masyarakat Adat Bali terkait Putusan Pesamuhan Agung III Majelis Utama Desa Pakraman Propinsi Bali Tahun 2010 Sukerti, Ni Nyoman; Krisnawati, I G. A. A. Ari; APHA, Journal Manager
Jurnal Hukum Adat Indonesia Vol 2 No 1 (2018): Journal of Indonesian Adat Law (JIAL) APHA
Publisher : Asosiasi Pengajar Hukum Adat (APHA) Indonesia, Fakultas Hukum Universitas Trisakti - Jakarta Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2308.332 KB) | DOI: 10.46816/jial.v2i1.22

Abstract

This study aims to assess the relevant customary law of inheritance Bali after holding the position of women The Great Congregation III The Main Assemblies Pakraman Village (MUDP) Bali Province in 2010. The problem: 1. What is the meaning of the decision MUDP in 2010 ?. 2. How public attitudes Balinese customary law related to the MUDP decision ?. The method used to achieve the objectives of this study are socio-legal research, beginning with normative research, and field research by interviewing methods, data analysis with qualitative method. The first problem, Result research shows that mean Court III MUDP The Assembly's decision in 2010 reflects the significance of gender equality in the field of inheritance law. The second problem, research shows disagree and agree. Who disagreed give reasons; MUDP verdict unfair position daughters as heirs, customary laws regulate heirs are descendants of men and sentana rajeg MUDP decision does not reflect the principle of proportionality. Who agreed to give reasons; MUDP decision puts girls in heir own right and fair, courageous erode the old customary law binding, is an extraordinary breakthrough and reflects the recognition of the right of girls to inherit.
Penerapan Metode Demontrasi Berbantuan Media Sederhana untuk Meningkatkan Hasil Belajar Tematik (Muatan Matematika) Sukerti, Ni Nyoman
Journal of Education Action Reseach Vol 5, No 2 (2021): May 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v5i2.33311

Abstract

Berdasarkan hasil observasi dan tes awal memperoleh hasil rendahnya hasil belajar tematik (muatan matematika), sehingga diperlukan metode dan media yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode demontrasi berbantuan media sederhana terhadap hasil belajar tematik (muatan matematika) siswa kelas III SD.  Penelitian ini termasuk kedalam jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah hasil belajar muatan matematika, sedangkan objek penelitian yang digunakan adalah siswa kelas III yang jumlahnya 15 orang. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode tes dengan instrumen berupa lembar tes pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan teknik analisis data statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini memperoleh peningkatan hasil belajar siswa yaitu pra siklus sebesar 64,00% yang tergolong kurang, siklus I sebesar 73,33% yang tergolong cukup dan meningkat pada siklus II sebesar 78,67% yang tergolong baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan metode demonstrasi berbantuan media sederhana dapat meningkatkan hasil belajar tematik (muatan Matematika) siswa kelas III SD. Implikasi penelitian ini adalah dapat membuat pengajaran menjadi lebih jelas dan lebih konkret, siswa lebih mudah memahami materi, proses pengajaran lebih menarik, siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan dan melatih siswa untuk berani mencoba. 
Eksploitasi Pemanfaatan Ruang Dalam Pembangunan Kawasan Wisata Adnyani, Ni Ketut sari; Windia, I Wayan; Sukerti, Ni Nyoman; Dewi, Anak Agung Istri Ari Atu
Pandecta Research Law Journal Vol 16, No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pandecta.v16i2.30230

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji efektifitas pengaturan pemanfataan ruang dan model ideal pengaturan pemanfaatan ruang dalam pembangunan kawasan wisata. Jenis penelitian normatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan. Sumber bahan hukum primer dan sekunder menjadi sumber penunjang yang bersifat valid dalam penyelesaian permasalahan penelitian. Teknik hermenutika hukum menjadi acuan peneliti dalam melakukan interpretasi pasal-pasal berkenaan dengan isu hukum terkait eksploitasi pembangunan kawasan wisata dalam memanfaatan tata ruang. Hasil penelitian menunjukkan telah terjadi inkonsistensi dalam penyelenggaraan penataan ruang antara UUPR dan UUPPLH khususnya tataran asas yaitu asas kearifan lokal dan asas ekoregion. Model ideal pengendalian eksploitasi pemanfaatan ruang pada kawasan wisata, yakni menitikberatkan pembangunan pariwisata pada sektor ekonomi masyarakat setempat. Pemerintah melalui instansi terkait melakukan pendekatan dengan pemberian insentif terhadap tanah-tanah masyarakat yang berada dalam kawasan lindung yang berpotensi sebagai penunjang kegiatan pariwisata.
TINDAKAN ADMINISTRATIF KEIMIGRASIAN TERHADAP PENYALAHGUNAAN IZIN TINGGAL TERBATAS BAGI TENAGA KERJA ASING DI WILAYAH BALI Ni Ketut Yuni Andayani; Ni Nyoman Sukerti
Kertha Negara : Journal Ilmu Hukum Vol. 05, No. 01, Januari 2017
Publisher : Kertha Negara : Journal Ilmu Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.374 KB)

Abstract

Tindakan Administratif Keimigrasian terhadap penyalahgunaan izin tinggal terbatas bagi tenaga kerja asing di wilayah Bali. Dalam prakteknya masih banyak ditemukan tenaga kerja asing pemegang Izin Tinggal Terbatas menyalahgunakan izin tinggal seperti bekerja di dua perusahaan berbeda, menduduki lebih dari satu jabatan di satu perusahaan ataupun bekerja tidak sesuai dengan jabatan yang tertera pada data Izin Tinggal Terbatas. Dalam penulisan ini motode yang digunakan adalah metode penelitian hukum empiris, yaitu suatu metode penelitian hukum yang berfungsi untuk dapat melihat hukum dalam artian nyata serta meneliti bagaimana bekerjanya hukum di suatu lingkungan masyarakat. Kesimpulan dari penulisan ini adalah faktor yang mempengaruhi pemberian Tindakan Administratif Keimigrasian yaitu berdasarkan kebijakan dan/atau wewenang Pejabat Imigrasi dalam melakukan Tindakan Administratif Keimigrasian terhadap penyalahgunaan Izin Tinggal Terbatas bagi tenaga kerja asing di Wilayah Bali serta upaya represif berupa Tindakan Administratif Keimigrasian kurang efektif untuk menekan angka penyalahgunaan izin tinggal terbatas bagi tenaga kerja asing di wilayah Bali.
PENEGAKAN HUKUM TENTANG HAK FAKIR MISKIN UNTUK MENDAPATKAN PELAYANAN KESEHATAN TERKAIT BERLAKUNYA UNDANG – UNDANG NOMOR 24 TAHUN 2011 Titin Oktalina Safitri; Ni Nyoman Sukerti
Kertha Negara : Journal Ilmu Hukum Vol. 04, No. 01, Februari 2016
Publisher : Kertha Negara : Journal Ilmu Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.542 KB)

Abstract

Tulisan ini berjudul Penegakan Hukum Tentang Hak Fakir Miskin Untuk MendapatkanPelayanan Kesehatan Terkait Berlakunya Undang – Undang Nomor 24 Tahun 2011.Tulisan ini dilatar belakangi oleh adanya perlakuan yang diskriminatif terhadap hak fakirmiskin sebagai kaum minoritas dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Tujuan daritulisan ini adalah untuk mengetahui tentang penegakan hukum di masyarakat terkait hakfakir miskin serta kewajiban dan tanggung jawab pemerintah terhadap hak fakir miskindalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalahmetode hukum empiris yaitu melihat perilaku hukum yang terjadi di masyarakat.Kesimpulan dari tulisan ini adalah penegakan hukum terkait hak fakir miskin, sertakewajiban dan tanggung jawab pemerintah terhadap hak fakir miskin dalam mendapatkanpelayanan kesehatan yang diatur dalam Undang – Undang Nomor 24 Tahun 2011 TentangBadan Penyelenggara Jaminan Sosial belum terlaksana dengan baik di masyarakat.