cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Riau Biologia
Published by Universitas Riau
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2017)" : 10 Documents clear
Identifikasi Spesies Babi pada Produk Pangan Asal Hewan di Pasar Tradisional Povinsi Riau dengan Metode Polymerase Chain Reaction SARI, FARALINDA
Jurnal Riau Biologia Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negeri dengan jumlah muslim terbanyak didunia. Kehalalan produk pangan menjadi suatu prioritas utama. Pemerintah harus menjamin keamanan pangan dan kehalalan produk, sehinga konsumen dapat memperoleh pangan yang aman, sehat, utuh dan halal. namun peraturan pengusaha untuk mendapatkan labelisasi yang legal dari LPOM-MUI masih sebatas himbauan, belum menjadi kewajiban bagi semua pedagang pangan. Pemantauan labelisasi halal hanya terbatas kepada produk pangan dalam kemasan, dan belum menyentuh produk pangan yang dipasarkan secara tradisional. Tulisan ini merupakan hasil pengujian identifikasi spesies babi yang dilakukan kepada 204 sampel produk pangan asal hewan, dengan menggunakan metode PCR konvensional. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Februari sampai dengan Desember 2016 di 12 Kabupaten/Kota se Provinsi Riau, dengan sasaran penjual makanan tradisional, non kemasan. Hasil pengujian ini menemukan terdapat 2 sampel positif mengandung DNA babi dari total 204 sampel yang diuji.
Analisis Hubungan Kekerabatan Manggis (Garcinia mangostana L.) Tembilahan NAPSIYAH, LUTHFI KHOTUN; FITMAWATI, FITMAWATI; SOFIYANTI, NERY
Jurnal Riau Biologia Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tembilahan merupakan salah satu sentra produksi manggis (Garcinia mangostana) di Provinsi Riau. Ciri khas manggis Tembilahan adalah mampu beradaptasi pada zona pasang surut air laut dan waktu berbunga pertama yang cepat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi keanekaragaman manggis Tembilahan dan hubungan kekerabatannya berdasarkan karakter morfologi dan agronomi. Penelitian dilakukan pada Juni 2015 sampai Januari 2016 dengan metode eksplorasi. Karakter morfologi dari 50 individu diamati, dideskripsikan dan diskoring. Skoring dianalisis menggunakan software NTSYSpc2,02. Berdasarkan pengamatan dari 51 karakter morfologi manggis diperoleh dua kultivar manggis yaitu kultivar lokal dan kultivar hutan. Koefisien kemiripan yang diperoleh berkisar 0,16 dan 0,82. Dendrogram dengan nilai koefisien kemiripan 0,41 sampai 0,82 terbentuk dua kelompok utama yaitu kelompok pertama terdiri dari 30 individu kultivar lokal dan kelompok dua terdiri dari 20 individu kultivar hutan.
Studi Potensi Pemanfaatan Sumberdaya Ekosistem Mangrovedi Desa Kampung Baru, Kecamatan Concong, Indragiri Hilir DAYANA, SABELLA; GUNAWAN, HARIS; FITMAWATI, FITMAWATI
Jurnal Riau Biologia Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosostem hutan mangrove merupakan sumberdaya alam yang mempunyai nilai penting pada berbagai aspek kehidupan dan jasa lingkungan. Semakin meluasnya kerusakan pada ekosistem ini diduga telah menurunkan berbagai fungsi dan manfaatnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik tegakan hutan mangrove, menghitung nilai manfaat secara ekonomi sumberdaya ekosistem mangrove dan mengetahui potensi tumbuhan mangrove sebagai obat. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kampung Baru, Kecamatan Concong, Indragiri Hilir pada bulan Februari hingga Maret 2015. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi wawancara dengan 30 responden dan pengamatan vegetasi mangrove dengan membuat lima plot dengan masing-masing plot berukuran 10x10 untuk pohon dan 5x5 m untuk pancang. Hasil penelitian menunjukkan vegetasi mangrove didominasi oleh Rhizophora apiculata (INP) sebesar 278,02 jenis Bruguiera gymnorhiza (INP) sebesar 21,98. Nilai manfaat langsung ekosistem mangrove adalah Rp703.497.000 per tahun, diperoleh dari perhitungan nilai manfaat sebagai bahan dasar arang, pucuk, kepiting, ikan dan udang. Diperoleh 6 jenis tumbuhan mangrove yang digunakan oleh masyarakat sebagai obat, diantaranya Avicenia alba, Acanthus ilicifolius, Nypa fruticans, Sonneratia caseolaris, Acrostichum aureum dan Rhizopora apiculata, yang digunakan untuk mengobati demam, bisul, gatal, gigitan serangga, kudis dan lain-lain.
Keanekaragaman Kupu-Kupu (Lepidoptera; Subordo Rhopalocera) Di Taman Panorama Baru Kota Bukittinggi untuk Mendukung Pengembangan Ekowisata RHADHIYAH, ARFELINA; ARBAIN, ARDINIS; NOVARINO, DAN WILSON
Jurnal Riau Biologia Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Panorama Baru merupakan salah satu objek wisata alam yang ada di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, yang mempunyai vegetasi alami dan berpotensi untuk dikembangkan menjadi objek ekowisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kupu-kupu (Ordo Lepidoptera; Subordo Rhopalocera) yang dijumpai di kawasan tersebut guna menunjang pengembangan ekowisata. Metode yang digunakan yaitu Metode Menjaring (Sweep Netting Method), dimana kupu-kupu yang ditemui ditangkap secara langsung dengan menggunakan jala serangga. Setelah ditangkap, kupu-kupu dipencet di bagian toraks, direntang dan diawetkan untuk kemudian diidentifikasi. Data yang didapatkan dianalisis untuk menghitung Indeks Keanekaragaman, Kekayaan Jenis dan Kemerataan Jenis. Dari hasil penelitian diketahui bahwa kawasan Taman Panorama Baru mempunyai Keanekaragaman, Kekayaan dan Kemerataan Jenis Kupu-kupu yang tinggi, yaitu H’ 3,10 ; DM 7,03, dan ED 0,56. Diantara jenis-jenis yang ditemui adalah Delias belisama, Ideopsis gaura, Cupha erymanthis dan Neptys hylas. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kawasan Taman Panorama Baru mempunyai keanekaragaman kupu-kupu yang tinggi yang dapat mendukung pengembangan ekowisata.
Analisis Kualitas Air Lindi Asal Tempat Embuangan Akhir Sampah Kota Pekanbaru Berdasarkan Parameterbiologi, Fisika Dan Kimia DARYAT, FIKRI; ZUL, DELITA; L. FIBRIARTI, BERNADETA
Jurnal Riau Biologia Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air lindi merupakan limbah cair yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan karena kandungan senyawa-senyawa yang bersifat toksik serta mikroorganisme patogen. Oleh karena itu, air lindi tidak boleh dibuang ke badan air tanpa penanganan terlebih dahulu dan diketahui kualitasnya. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk analisis kualitas air lindi dari landfill TPA sampah Muara Fajar Kota Pekanbaru ditinjau dari aspek biologi, fisika, dan kimia. Sampel air lindi diambil dari 6 titik sampling yaitu pada parit pembuangan awal (inlet - PA), kolam proses pengendapan (K1), kolam proses anaerob (K2), kolam proses aerasi (K3), kolam proses penjernihan (K4) dan bak penampungan akhir (outlet - BPA). Parameter yang dianalisis meliputi pengukuran BOD, COD, pH, temperatur, NH3N, dan TSS yang ditentukan menggunakan metode standar. Selain itu juga dihitung indeks MPN menggunakan metode Most Probable Number dan deteksi keberadaan Salmonella dan Shigella menggunakan medium SSA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa COD tertinggi dan terendah terdapat pada kolam PA dan kolam BPA dengan nilai berturut-turut yaitu 23.125 mg/l dan 3.750 mg/l. Nilai BOD tertinggi dan terendah pada kolam K3 dan kolam PA dengan nilai 1105,5 mg/l dan 393,4 mg/l. Nilai TSS tertinggi dan terendah pada kolam PA dan kolam K4 yang memiliki nilai 1,4 mg/l dan 0,7 mg/l. Indeks MPN tertinggi dan terendah pada PA, K1 dan BPA yang memiliki nilai ≥2400 dan <2. Salmonella sp. diketahui positif terdapat pada semua titik sampling, sebaliknya tidak ada Shigella sp. pada semua titik sampling. Nilai COD, BOD, dan indeks MPN dari air lindi untuk setiap titik sampling belum memenuhi baku mutu lingkungan, kecuali indeks MPN untuk kolam BPA telah memenuhi baku mutu lingkungan. Air lindi TPA Sampah Kota Pekanbaru belum dinyatakan layak sesuai dengan baku mutu lingkungan.
Komposisi dan Keanekaragaman Burung Pada Beberapa Jenis Ruang Terbuka Hijau Di Kota Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu SYAPUTRA, ARI; GUNAWAN, HARIS; YOZA, DEFRI
Jurnal Riau Biologia Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya pembangunan di wilayah perkotaan Rengat dan bertambahnya jumlah penduduk berakibat terjadi pengurangan luas jenis-jenis Ruang Terbuka Hijau yang dapat mempengaruhi keanekaragaman dan kelimpahan satwa burung yang terdapat di wilayah perkotaan Rengat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman dan menentukan kelimpahan jenis burung di Ruang Terbuka Hijau Rengat Kabupaten Indragiri Hulu. Penelitian ini menggunakan metode titik hitung (Point count) dilakukan secara purposive sampling pada bulan September-November 2015. Analisis keanekaragaman burung pada penelitian ini menggunakan Indeks Shannon-Wiener, analisis kemiripan tipe RTH menggunakan koefisien Sorensen. Sebanyak 23 spesies teramati yang termasuk kedalam 14 famili. Burung gereja erasia (Passer montanus) merupakan spesies yang memiliki nilai kelimpahan paling tinggi di setiap lokasi. Nilai indeks keanekaragaman burung pada tiga lokasi RTH yang diamati berkisar antara 1,356-2,218, nilai keanekaragaman tertinggi terdapat di RTH Halaman Perkantoran (Bupati). Nilai indeks kemiripan tipe RTH pada tiga lokasi yang diamati berkisar 0,535-0,636. Nilai indeks similaritas tertinggi terdapat antara tipe RTH Taman Kota (Danau Raja) dengan Halaman Perkantoran (Bupati) (0,636). Nilai indeks terendah terdapat antara tipe RTHTaman Kota (Danau Raja) dengan Lapangan Hijau (0,535).
Optimasi Isolasi DNA Tumbuhan Durik-durik dari Danau Paparan Banjir Kajuik di Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau NURKHAIRANI, PUTRI; ROSLIM, DEWI INDRIYANI; HERMAN, HERMAN
Jurnal Riau Biologia Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Durik-durik (Syzygium sp) merupakan salah satu vegetasi yang ada di ekosistem paparan banjir dari Danau Kajuik di Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Setiap jenis tanaman memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang berbeda-beda, sehingga membutuhkan teknik isolasi DNA yang berbeda juga. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan metode isolasi DNA yang optimal pada tumbuhan Durik-durik, yang memiliki senyawa polisakarida dan polifenol yang tinggi. Metode penelitian meliputi pengambilan sampel, isolasi DNA total tumbuhan Durik-durik dengan tiga cara yaitu, Saghai- Maroof et al. (1984), Porebski et al. (1997), isolasi DNA menggunakan DNEasy Plant Mini Kits, dan elektroforesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolasi DNA total menggunakan DNEasy Plant Mini Kits adalah cara yang tepat untuk isolasi DNA tumbuhan Durik-durik. Metode ini mampu menghasilkan fragmen DNA dengan kualitas yang lebih baik setelah dielektroforesis dan dilihat dibawah UV transiluminator.
Seleksi dan Akivitas Enzim Selulase Aktinomisetes Lokal Riau pada Media Lignoselulosa Ampas Tebu PESRITA, ANALIA; LINDA, TETTY MARTA; DEVI, SILVERA
Jurnal Riau Biologia Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ampas tebu merupakan limbah pertanian yang mengandung selulosa, hemiselulosa, dan lignin sehingga dapat digunakan sebagai media untuk menumbuhkan mikroorganisme yang mampu menghasilkan enzim selulase, xylanase dan ligninase. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kemampuan isolat aktinomisetes lokal dalam menghidrolisis substrat pada medium CMC (Carboxilmetil cellulose ) dan ampas tebu. Sebanyak 13 isolat aktinomisetes lokal diseleksi dan diuji aktivitas enzim selulase yang dihasilkannya pada medium CMC dan medium ampas tebu. Seleksi dilakukan secara kualitatif berdasarkan rasio zona bening yang terbentuk, sedangkan isolat dengan rasio tertinggi akan diuji aktivitas selulase yang dihasilkannya secara kuantitatif menggunakan dengan metode DNS (Dinitro Salicylic Acid). Hasil yang diperoleh menunjukkan semua isolat mampu memperlihatkan selulolitik hidrolitik selulase baik pada medium CMC dan medium ampas tebu. Rasio zona bening pada medium ampas tebu lebih tinggi dari medium CMC yaitu sebesar 40,72 ± 0,95 yang diperlihatkan oleh isolat L223. Uji kuantitatif dari aktivitas selulase isolat L223 sebesar 35,30 x10-3 U/ml.
Seleksi Isolat Aktinomisetes Asal Tanah Gambut Desa Rimbo Panjang Kabupaten Kampar Dalam Menghasilkan Hormon IAA (Indole Acetic Acid) MAWARTI, INDAH; FIBRIARTI, BERNADETA LENI; ZUL, DELITA; ROZA, RODESIA MUSTIKA; MARTINA, ATRIA; LINDA, TETTY MARTA
Jurnal Riau Biologia Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hormon IAA (Indole Acetic Acid) termasuk fitohormon golongan auksin yang berperan sebagai zat pemacu pertumbuhan tanaman. Selain tumbuhan, mikroba juga diketahui mampu menghasilkan IAA. Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi kemampuan koleksi isolat aktinomisetes Laboratorium Mikrobiologi FMIPA UR dalam menghasilkan IAA. Uji produksi IAA oleh aktinomisetes dilakukan dengan penambahan reagen Salkowski menggunakan metode kolorimetri dalam medium SCB (Starch Casein Broth) yang diperkaya dengan triptofan sebagai prekursor dan tanpa triptofan. Hasil penelitan ini diperoleh sebanyak 50 dari 85 isolat aktinomisetes yang memiliki kemampuan dalam menghasilkan hormon IAA. Produksi IAA tertinggi dihasilkan oleh RB5S78 sebesar 35,97 ppm dan konsentrasi terendah dihasilkan oleh RB4S67 sebesar 0,24 ppm dalam medium SCB yang diperkaya triptofan. Pada medium tanpa triptofan hasil tertinggi diperoleh isolat aktinomisetes RB5S78 dengan konsentrasi sebesar 15,28 ppm dan konsentrasi terendah dihasilkan oleh RB4S65 sebesar 0,16 ppm. Isolat aktinomisetes yang menghasilkan IAA dengan kriteria tinggi yang diperoleh termasuk dalam genus Streptomyces dan Rhodococcus.
Keanekaragaman Kupu-kupu (Lepidoptera: SF Papilionoidea dan Hesperinoidea) di Kawasan Desa Siabu, Kampar, Riau BASSIT, OKI RACHMAN; YULMINARTI, YULMINARTI
Jurnal Riau Biologia Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan mengukur tingkat keragaman kupu-kupu di desa siabu, kampar, riau. Pengamatan dilakukan pada bulan November sampai Desember 2016 di kawasan perkebunan karet dan padang rumput, pemukiman warga dan hutan sekunder. Metode pengangkapan yang digunakan merupakan kombinasi dua metode, diantaranya penangkapan langsung dan perangkap dengan menggunakan buah sebagai umpan. Hasil yang ditemukan, didapat 114 spesies dengan 751 individu. Indeks Keanekargaman spesies dan Indeks kemerataan tertinggi (3,29 dan 0,93) ditemukan pada hutan sekunder. Kelimpahan kupu-kupu yang paling banyak ditemukan pada habitat perkebunan karet dan padang rumput sebanyak 281 individu. Kupu-kupu yang ditemukan jumlah spesies tertinggi ditemukan di habitat hutan sekunder (72 spesies).

Page 1 of 1 | Total Record : 10