cover
Contact Name
Ni Putu Diantariani
Contact Email
jurnalkimia@unud.ac.id
Phone
+628123640424
Journal Mail Official
jurnalkimia@unud.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana Kampus Bukit Jimbaran, Jimbaran, Bali, Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 19079850     EISSN : 25992740     DOI : 10.24843/JCHEM
Core Subject : Science,
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) publishes papers on all aspects of fundamental and applied chemistry. The journal is naturally broad in scope, welcomes submissions from across a range of disciplines, and reports both theoretical and experimental studies.
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol.12 No.2 Juli 2018" : 17 Documents clear
STANDARISASI DAN SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL 70% DAUN JERUK LIMAU (Citrus amblycarpa (Hassk.) Osche) G. M. D. Putra; D. A. Satriawati; N. K. W. Astuti; A. A. G. R. Yadnya-Putra
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol.12 No.2 Juli 2018
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.662 KB) | DOI: 10.24843/JCHEM.2018.v12.i02.p15

Abstract

Jeruk limau (Citrus amblycarpa (Hassk.) Osche) merupakan tanaman endemik Indonesia yang memiliki potensi besar sebagai obat. Pendekatan kemotaksonomi terhadap daun C. amblycarpa dilakukan untuk memprediksi potensinya dalam pengobatan. Sebelum dilakukan pengujian aktivitas farmakologi, serbuk dan ekstrak yang diperoleh dari hasil ekstraksi menggunakan pelarut etanol 70% terlebih dahulu dilakukan studi pendahuluan meliputi perhitungan persentase rendemen ekstrak, pemeriksaan organoleptik dan mikroskopik serbuk, standarisasi serbuk dan ekstrak, dan skrining fitokimia untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dari daun C. amblycarpa. Standarisasi yang dilakukan meliputi penetapan kadar abu total, penetapan kadar abu tidak larut asam, penetapan kadar abu larut air, dan penetapan kadar air dari serbuk simpilisa dan ekstrak. Skrining fitokimia terhadap ekstrak etanol 70% daun C. amblycarpa meliputi pemeriksaan alkaloid, pemeriksaan flavonoid, pemeriksaan polifenol dan tanin, pemeriksaan glikosida, pemeriksaan steroid dan triterpenoid, pemeriksaan saponin, serta pemeriksaan minyak atsiri. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% daun C. amblycarpa mengandung senyawa golongan flavonoid, polifenol dan tanin, glikosida, serta minyak atsiri. Kata Kunci: Citrus amblycarpa (Hassk.) Osche, jeruk limau, standarisasi, skrining fitokimia
UJI PENDAHULUAN TOKSISITAS AKUT DERMAL SEDIAAN SALEP EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BINAHONG (ANREDERA SCANDENS (L.) MOQ.) TERSTANDAR P. O. Samirana; D. M. N. Pratiwi; N.W. Musdwiyuni; D. A. A. Andhini; A. N. Mahendra; A. G. R. Yadnya-Putra
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol.12 No.2 Juli 2018
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.089 KB) | DOI: 10.24843/JCHEM.2018.v12.i02.p14

Abstract

Daun binahong (Anredera scandens (L.) Moq.) telah banyak diteliti aktivitas farmakologisnya dan sudah dilakukan standarisasi oleh Farmakope Herbal Indonesia, sehingga mudah dikembangkan menjadi obat herbal terstandar. Ekstrak etanol 70% daun A. scandens (L.) Moq.berpotensi sebagai sediaan dalam menyembuhkan luka terutama luka eksisi. Uji pendahuluan toksisitas akut dermal bertujuan untuk ada atau tidaknya kematian hewan uji setelah diberikan sediaan salep ekstrak etanol 70% daun A. scandens (L.)Moq.secara topikal agar memenuhi persyaratan menjadi obat herbal terstandar.Penelitian secara eksperimental ini digunakan tikus putih betina galur Wistar sebanyak 8 ekor yang terdiri dari 1 ekor tikus telah di aklimatisasi selama 1 minggu.Objek uji dibagi dalam kelompok kontrol normal, uji basis salep, dan tujuh kelompok perlakuan (diberikan olesan basis salep ekstrak etanol 70% daun A. scandens (L.) Moq.dosis 1000 mg/KgBB, 2000 mg/KgBB, dan 5000 mg/KgBB). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pemberian sediaan salep ekstrak etanol 70% daun A.scandens (L.) Moq.tidakmenyebabkan adanya tikus yang mati dengan pengamatan selama 14 hari, sehingga ekstrak etanol 70% daun A.scandens (L.) Moq.telah memenuhi standar menurut Farmakope Herbal Indonesia dilihat dari parameter rendemen ekstrak, kadar air ekstrak, kadar abu total, kadar abu tidak larut asam, dan kadar flavonoid total. Kata kunci: Anredera scandens, sediaan salep, luka eksisi, toksisitas akut dermal
ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF Samanea saman LEAF ETHANOL EXTRACT AGAINST Escherichia coli AND Staphylococcus aureus AND ITS TOTAL FLAVONOID AND PHENOLIC CONTENTS W. S. Rita; I M. D. Swantara; I. A. R. Astiti Asih; N.K. Sinarsih
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol.12 No.2 Juli 2018
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.365 KB) | DOI: 10.24843/JCHEM.2018.v12.i02.p05

Abstract

Antibacterial activity of Samanea saman usually shows a positif correlation to the flavonoid and phenolic contents. The aim of this study was to evaluate the antibacterial activity of the ethanol extract of Samanea saman against Escherechia coli and Staphylococcus aureus and determine the total flavonoid and phenolic contents of the extract. The extraction was done by ethanol 96% at room temperature. The antibacterial assay was conducted by agar disc diffusion method. The total flavonoid and phenolic contents were determined by UV-Vis Spectrofotometer with the standard of quersetin and galic acid, respectively. The extraction of 250 g of Samanea saman leaves resulted in 24.5 g of ethanol extracts. The ethanol extract showed a moderate inhibition of 8.33 mm towards E. coli and a strong inhibition of 13.6 mm towards S. aureus at the concentration of 4%. The Minimum Inhibitory Concentration (MIC) of the extract against E. coli and S.aureus were of 3% and 0.3%”, respectively. The total flavonoid and phenolic contents were successively 1233.2991 mg QE/100g and 2544.6154 mg GAE/100g. Keywords: Escherechia coli, flavonoid and phenolic content, Samanea saman, Staphylococcus aureus
METABOLIT SEKUNDER DARI BATANG PHYSALIS PERUVIANA (SOLANACEAE) L. Rosmainar
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol.12 No.2 Juli 2018
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.078 KB) | DOI: 10.24843/JCHEM.2018.v12.i02.p10

Abstract

Penelitian ini dilakukan terhadap tanaman Physalis peruviana yang telah banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi senyawa metabolit sekunder dari batang tanaman Physalis peruviana dan menentukan strukturnya. Senyawa-senyawa yang banyak ditemukan dalam genus Physalis adalah steroid, seperti yang terdapat dalam P. angulata, P. philadelpica, P. alkekengi, dan P. virginiana. Metode yang digunakan adalah dengan maserasi menggunakan metanol kemudian diekstraksi dengan menggunakan n-heksan dan etil asetat, dan selanjutnya dilakukan pemisahan senyawa dengan menggunakan teknik kromatografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa yang didapat memiliki titik leleh 1950 – 1960C dengan massa 0,20 gram yang berbentuk serbuk berwarna putih. Penentuan struktur dilakukan dengan FTIR (3269 cm-1, 2924 cm-1, 1678 cm-1), MS (m/z 485,2552), NMR 1D (1H-NMR & 13C-NMR), NMR 2D (HMBC, HMQC, COSY) serta membandingkan hasil spektra dengan senyawa yang telah diperoleh sebelumnya. Senyawa yang diperoleh merupakan golongan senyawa Witasteroid dan struktur yang disarankan adalah 4?-Hidroksiwithanolida E. Kata kunci: 4?-hidroksiwithanolide E, P. peruviana, Solanaceae, steroid, witasteroid.
EVALUASI KANDUNGAN SELULOSA MIKROKRISTAL DARI JERAMI PADI (Oryza sativa L.) VARIETAS IR64 I G. N. J. A. Prasetia; I D. A. Yuliandari; D. G. Ulandari; C. I. S Arisanti; A. A. I. S. H Dewandari
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol.12 No.2 Juli 2018
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.055 KB) | DOI: 10.24843/JCHEM.2018.v12.i02.p01

Abstract

Pemanfaatan limbah hasil pertanian yang berupa jerami padi varietas IR64 di Bali belum optimal. Jerami padi yang merupakan suatu biomassa lignoselulosa dengan kandungan selulosa sekitar 40% dapat dikembangkan sebagai bahan baku pembuatan microcrystalline cellulose (MCC). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan alfa, beta dan gamma selulosa dari selulosa mikrokristal yang dihasilkan. Kandungan alfa selulosa merupakan komponen selulosa utama yang berpengaruh terhadap tingkat kemurnian dari suatu selulosa mikrokristal. Metode pembuatan selulosa mikrokristal dari jerami padi dilakukan dengan proses delignifikasi dengan NaOH 15% dan proses hidrolisis menggunakan variasi konsentrasi HCl yaitu 1,5N; 2N; 2,5N; 3N dan 3,5N. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar alfa selulosa tertinggi yang diperoleh adalah 91,95%. Dari hasil penelitian ini, terlihat bahwa penggunaan NaOH dalam proses delignifikasi dan HCl 3,5N sebagai agen penghidrolisis pada jerami padi varietas IR64 mampu menghasilkan selulosa mikrokristal dengan kandungan alfa selulosa tertinggi.
ADSORPSI ZAT WARNA TEKSTIL REMAZOL BRILLIANT BLUE OLEH LIMBAH CANANG DAUN KELAPA S. R. Mustikawati; I N. Simpen; O. Ratnayani
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol.12 No.2 Juli 2018
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.425 KB) | DOI: 10.24843/JCHEM.2018.v12.i02.p16

Abstract

Telah dilakukan penelitian adsorpsi zat warna tekstil Remazol Brilliant Blue dengan 2 macam adsorben yaitu adsorben daun kelapa dan adsorben daun kelapa terdelignifikasi (selulosa) yang berasal dari limbah canang daun kelapa. Dalam penelitian ini dilakukan tiga tahap, yaitu preparasi, optimasi, dan karakterisasi. Preparasi untuk mendapatkan adsorben daun kelapa dan selulosa, dan kemudian optimasi dilakukan untuk mengetahui kondisi optimum kedua adsorben dengan variasi massa adsorben, waktu kontak, dan pH larutan. Terakhir, karakterisasi dilakukan untuk mengetahui luas permukaan adsorben secara Methylene Blue method, jumlah situs aktif kedua adsorben dengan metode titrasi asam-basa, serta gugus fungsi dengan Fourier transform infrared (FTIR). Pada optimasi, diketahui bahwa kondisi optimum kedua adsorben adalah waktu optimum menit ke 15 dengan massa optimum adsorben 0,1 gram dan pH 4, dengan jumlah adsorbat yang teradsorpsi 10,6 mg/g untuk adsorben daun kelapa dan 10,7 mg/g untuk adsorben daun kelapa terdelignifikasi. Pada penentuan luas permukaan dihasilkan berturut-turut adsorben daun kelapa dan daun kelapa terlignifikasi 34,796 m2/g dan 31,867 m2/g, sedangkan jumlah situs aktif adalah 29,7258 x 1020 molekul /gram dan 28,0522x 1020 molekul/gram. Spektra FTIR menunjukan bahwa daun kelapa terdelignifikasi memiliki gugus OH yang sama dengan selulosa murni. Kata Kunci: adsorpsi, delignifikasi, limbah canang, Remazol Brillian Blue
VALIDASI METODE DALAM PENENTUAN KADAR ETANOL PADA ARAK MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI GAS DETEKTOR IONISASI NYALA N. P. Widya Astuti; N. M. Suaniti; I G. Mustika
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol.12 No.2 Juli 2018
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.458 KB) | DOI: 10.24843/JCHEM.2018.v12.i02.p06

Abstract

Arak merupakan hasil destilasi dari nira kelapa. Arak banyak di produksi di Kecamatan Sidemen, Karangsem Bali. Produksi arak dilakukan secara tradisional sehingga belum diketahui dengan jelas kadar etanol yang ada dalam arak tersebut. Metode kromatografi dapat digunakan sebagai metode dalam menentukan kadar etanol dalam arak. Metode kromatografi dapat digunakan apabila telah dilakukan validasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan validasi metode kromatografi gas dengan detektor ionisasi nyala untuk menentukan kadar etanol dalam arak. Kondisi kromatografi yang dipilih yaitu suhu injektor 250oC, suhu detektor 300oC, dengan split rasio 20. Suhu awal kolom 500oC ditahan dua menit pada suhu tersebut, ditingkatkan secara bertahap sebesar 10oC/menit sampai suhu mencapai 220oC dan ditahan selama lima menit. Laju alir dari kolom yang terpilih adalah 0,7 mL/menit. Laju alir gas helium 40 mL/menit, laju alir nitrogen 50 mL/ menit dan laju udara sebagai pengoksida 450 mL/menit. Senyawa standars yang digunakan dalam melakukan validasi yaitu metanol, etanol dan butanol. Standar internal yang digunakan yaitu butanol. Hasil validasi metode kromatografi gas yang diperoleh yaitu nilai resolusi Rs > 1,5 dan koefisien korelasi metanol 0,9998; etanol 0,9998 dan asam asetat 0,9855. Batas deteksi dari masing – masing standar yaitu metanol 0,1059 ng; etanol 0,1688 ng. Nilai ketelitian ditentukan dari koefisien variasi dari masing – masing standar yaitu metanol 0,7%; etanol 1,8%. Sedangkan nilai ketepatan yaitu metanol 3,54%; etanol 3,53%.
ADSORPSI MULTI LOGAM BERAT KROM(III), TIMBAL(II), DAN TEMBAGA(II) DALAM SISTEM LARUTAN BINARY OLEH SILIKA GEL TERIMOBILISASI DIFENILKARBAZIDA I. W. Sudiarta; P. Suarya; C. M. P. Widya
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol.12 No.2 Juli 2018
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.457 KB) | DOI: 10.24843/JCHEM.2018.v12.i02.p11

Abstract

Adsorpsi multi ion logam, timbal( P), tembaga(Cu), dan krom(Cr) dalam sistem larutan binary Pb(II)-Cr(III), Cr(III)-Cu(II), dan Pb(II)-Cu(II) menggunakan adsorben silika gel terimobilisasi difenilkarbazida (Si-DPZIDA) dengan metode bath adsorpsi pada pH 2 dan waktu pengadukan 8 jam. Sistem larutan binary terdiri dari ion logam utama dan ko-kation, dengan konsentrasi logam ko-kation bervariasi 0,5; 1,0; dan 1,5 mM, sedangkan konsentrasi ion logam utama tetap 5,0 mM. Tujuan adsorpsi multi ion logam ini adalah untuk mengetahui efek dari kehadiran ko-kation terhadap adsorpsi ion logam utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran Cr(III) maupun Cu(II) sebagai ko-kation memberikan efek sinergis terhadap daya serap Pb(II), sinergistik tertinggi terjadi pada konsentrasi Cr(III) 1,5 M dan Cu(II) 1,0 mM dengan daya serap Pb(II) masing-masing 0,5808 dan 0,5867 mmol/g. Daya adsorpsi logam Cr(III) mengalami efek sinergistik dengan kehadiran ko-kation Pb(II) maupun Cu(II). Efek sinergis terbesar terjadi pada konsentrasi Pb(II) 0,5 mM dan Cu(II) 0,5 mM, masing-masing dengan daya sorpsi Cr(III) 0,1041 dan 0,1010 mmol/g. Pada adsorpsi ion logam utama Cu(II), kehdiaran Cr(III) maupun Pb(II) memberikan efek antagonistik. Efek antagonistik tertinggi terjadi pada kehadiran ko-kation Cr(III) dan Pb(II) pada konsentrasi 0,5 mM dan 0,5 mM, dengan daya serap Cu(II) masing-masing sebesar 0,2768 dan 0,2736 mmol/g. Kata kunci: adsoprsi multi logam, larutan binary, silika gel terimobilisasi, efek sinergistik, dan antagonistik
RIZODEGRADASI UNTUK MINIMALISASI BOD, COD, KANDUNGAN DERTERGEN DAN LEMAK LIMBAH CAIR RUMAH MAKAN N. G. A. M. D. A. Suastuti; I. E. Suprihatin; W. D. Sulihingtyas; A. A .I .A. M. Laksmiwati
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol.12 No.2 Juli 2018
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.753 KB) | DOI: 10.24843/JCHEM.2018.v12.i02.p02

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan kapasitas pengolahan limbah cair rumah makan dengan sistem rizodegradasi lahan basah yang menggunakan tanaman kangkungan (Ipomoea crassicaulis). Sistem ini dibuat dengan menanam stek tanaman kangkungan dalam bak ekosistem lahan basah. Air limbah ditentukan COD, BOD, konsentrasi lemak dan detergennya sebelum dan setelah pengolahan. Sebelum pengolahan, terlebih dahulu ditentukan pH kerja optimumnya. Limbah cair rumah makan diatur pH nya kemudian dialirkan ke dalam bak ekosistem lahan basah. Pengolahan air limbah dilakukan selama 6, 12, 18 dan 24 jam, dan pada setiap jangka waktu diambil sampel untuk diukur BOD, COD, konsentrasi detergen dan lemaknya. Hasil penelitian menunjukkan pH optimum dicapai pada range 6 – 8. Nilai BOD, COD, konsentrasi lemak dan detergen dalam limbah sebelum diolah berturut-turut 246; 573,34; 128,0, dan 7,38 ppm, dengan pH 4,43. Selama pengolahan terjadi penurunan konsentrasi polutan, dengan penurunan terbesar terjadi pada waktu pengolahan 24 jam, yaitu sebesar 44,95; 72,8; 36,5 dan 3,49 ppm untuk BOD, COD, konsentrasi lemak dan detergen. Efektivitas ekosistem lahan basah untuk menurunkan COD, BOD, lemak dan detergen berturut-turut sebesar 79,59%, 74,75%, 46,22% dan 35,39%. Kapasitas pengolahan ekosistem lahan basah untuk penurunan COD, BOD, lemak dan detergen berturut-turut sebesar 2,359; 1,108; 0,263 dan 0,016 ppm/L jam
BIODEGRADASI ZAT WARNA NAPHTOL BLUE BLACK MENGGUNAKAN BIOSISTEM HORIZONTAL Y. P. Mau; I W. B. Suyasa1; I. E. Suprihatin
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol.12 No.2 Juli 2018
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.777 KB) | DOI: 10.24843/JCHEM.2018.v12.i02.p17

Abstract

Warna naphtol blue black (NBB) banyak digunakan dalam pewarnaan kain pada industry rumah tangga. Kegiatan tersebut banyak menghasilkan air limbah yang mengandung zat warna yang mencemari linkungan perairan. Pengembangan biosistem horizontal dengan menambahkan konsorsium mikroorganisme untuk meningkatkan kinerja biosistem adalah alternative penanganan limbah cair. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan suspensi aktif terbaik yang akan digunakan dalam pengolahan limbah NBB, kemampuan biosistem horizontal dalam menurunkan konsentrasi NBB. Proses pengolahan zat warna NBB pada penelitian ini menggunakan bak biosistem horizontal dengan adanya tanaman Typha angsutifolia serta penambahan suspensi aktif terbaik. Sumber suspensi aktif terbaik yang diperoleh dari Jalan Pulau Batanta . Potensi pertumbuhan konsorsium mikroba yang dihasilkan mencapai nilai pertumbuhan biomassa (MLVSS) sebesar 2386,7 mg/L. Berdasarkan hasil pengolahan limbah, biosistem horizontal efektif dalam menurunkan konsentrasi NBB 79,82%. Kapasitas dalam menurunkan konsentrasi NBB adalah 41, 647 mg / L / m3 jam. Dari hasil penilitian ini dapat disimpulkan bahwa biosistem horizontal mampu menurunkan konsentrasi NBB pada limbah zat warna. Kata kunci: biosistem horizontal, biodegradasi, naphtol blue black, Typha angustifolia

Page 1 of 2 | Total Record : 17