cover
Contact Name
Ni Putu Diantariani
Contact Email
jurnalkimia@unud.ac.id
Phone
+628123640424
Journal Mail Official
jurnalkimia@unud.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana Kampus Bukit Jimbaran, Jimbaran, Bali, Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 19079850     EISSN : 25992740     DOI : 10.24843/JCHEM
Core Subject : Science,
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) publishes papers on all aspects of fundamental and applied chemistry. The journal is naturally broad in scope, welcomes submissions from across a range of disciplines, and reports both theoretical and experimental studies.
Articles 518 Documents
UJI TOKSISITAS EKSTRAK DAUN TENGGULUN (Protium javanicum Burm. F) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT) N. M. Puspawati; I K. D. Yasa; I. A. R. A. Asih
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 15, No.2, Juli 2021
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JCHEM.2021.v15.i02.p15

Abstract

Tumbuhan tenggulun (Protium javanicum Burm F.) secara tradisional telah digunakan untuk mengatasi berbagai macam penyakit seperti batuk, perut nyeri, diare, dan radang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan toksisitas ekstrak n-heksana, etil asetat, n-butanol daun tenggulun terhadap larva Artemia salina L dan mengidentifikasi senyawa aktifnya. Toksisitas ekstrak ditentukan dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dan identifikasi senyawa aktifnya dengan LCMS/MS (Liquid Chromatography tandem Mass Spectrometry/Mass Spectrometry). Maserasi 1000 g daun tenggulun dengan metanol menghasilkan 116,9936 g ekstrak kasar metanol. Partisi ekstrak kasar metanol memakai pelarut n-heksana, etil asetat, dan n-butanol masing-masing menghasilkan ekstrak kental n-heksana, etil asetat, dan n-butanol. Hasil uji toksisitas terhadap ektrak n-heksana, etil asetat, dan n-butanol diperoleh nilai LC50 sebesar 218,78; 134,90; dan 223,87 ppm. Ekstrak etil asetat menunjukkan toksisitas yang relatif lebih tinggi dibandingkan ekstrak lainnya. Pemisahan senyawa aktif pada ektrak etil asetat dilakukan dengan metode kromatografi vakum cair (KVC) dengan fase diam silika gel dan fase gerak (n-heksana 100% sampai metanol 100 %) menghasilkan 5 fraksi (FA, FB, FC, FD, dan FE). Toksisitas tertinggi pada konsentrasi uji 100 ppm ditunjukkan oleh FA dengan persentase kematian larva 83,33%. Hasil analisis spectra LC-MS/MS dari fraksi aktif ekstrak etil asetat daun tenggulun FA menunjukkan adanya kandungan senyawa aktif yang diduga sebagai benzodioxepin-7-yl-7H-furo[3,2-g]chromen-7-one dan 10-(1,3-benzodioxol-5-yl)-9H-[2]benzofuro[6,5-g][1,3]benzodioxol-7-one. Kata kunci: Tenggulun (Protium javaniccum Burm F), toksisitas, Brine Shrimp Lethality Test, LC-MS/MS
THE INFLUENCE OF KCL CONCENTRATION ON ENCAPSULATION EFFICIENCY OF YACON-TUBERS EXTRACT’S CHLOROGENIC ACID S. Oktaviyanti; I G. M. Sanjaya
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 15, No.2, Juli 2021
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JCHEM.2021.v15.i02.p10

Abstract

Enkapsulasi asam klorogenat ekstrak umbi yakon merupakan salah satu cara untuk melindungi senyawa-senyawa aktif menggunakan paduan polimer alam kappa karagenan-locust bean gum dengan penggunaan ion K+ sebagai pengikat matriks melalui metode gelasi ionik. Pada penelitian ini dilakukan pembentukan gel dari kappa karagenan dan locust bean gum dengan bantuan larutan KCl. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi larutan KCl pada pembentukan gel serta efektifitas enkapsulasinya. Bertambahnya konsentrasi larutan KCl juga membuat gel menjadi lebih kaku. Hasil uji menunjukkan bahwa penggunaan larutan KCl 0,3M dapat menghasilkan nilai efisiensi enkapsulasi sebesar 79,44%. Kemiripan spektra IR antara gel kappa karagenan-locust bean gum, asam klorogenat murni dan asam klorogenat terenkapsulasi menunjukkan bahwa asam klorogenat hanya terperangkap secara fisik dalam matriks kappa karagenan-locust bean gum dan perubahan spektra karakteristik dari kappa karagenan dari 1018 cm-1 menjadi 1023,62 cm-1 pada sampel hasil enkapsulasi menunjukkan adanya interaksi antara gugus OH dari locust bean gum dan kappa karagenan. Kata kunci: asam klorogenat; enkapsulasi; kappa karagenan, locust bean gum, Yakon The encapsulation of chlorogenic acid of yacon tuber extract is one way to protect the active compounds using naturals polymers kappa carrageenan-locust bean gum with K+ ions as a matrix binder through the ionic gelation method. This process was carried out by forming a gel from kappa carrageenan and locust bean gum with the help of KCl solution. This encapsulation process has purposes to determine the effect of the concentration of KCl solution on gel formation and the effectiveness of its encapsulation. The test results indicated that the use of 0.3M KCl solution resulted in an encapsulation efficiency value of 79.44%. The bonding between the two polymers and the K+ cation was thought to result in a higher encapsulation effectiveness. The similarity of IR spectra among kappa carrageenan-locust bean gum gel, pure chlorogenic acid and encapsulated chlorogenic acid showed that chlorogenic acid was only trapped physically in the kappa carrageenan-locust bean gum matrix and the shift of kappa carrageenan peak from 1018 cm-1 to 1023,62 cm-1 of the encapsulated sample had shown an interaction between OH groups from locust bean gum and kappa carrageenan. Keywords: chlorogenic acid; encapsulation; kappa carrageenan, locust bean gum, Yacon
ANALISIS KADAR ASAM ASKORBAT (VITAMIN C ) PADA MINUMAN SUPLEMEN DALAM KEMASAN DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SECARA LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG I W. Sudiarta; I P. G. A. Suandi; A. A. I. A. M. Laksmiwati
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 15, No.2, Juli 2021
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JCHEM.2021.v15.i02.p03

Abstract

Asam askorbat atau vitamin C banyak terdapat pada minuman suplemen kemasan yang mudah ditemukan dimanapun dan penggunaanya yang relatif lebih praktis. Untuk mengetahui kadar vitamin C yang tepat dalam minuman suplemen dilakukan pengukuran dengan metode spektrofotometri UV-Vis secara langsung dan tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode manakah yang lebih baik untuk analisis vitamin C dan mengetahui apakah kadar vitamin C yang tercantum pada label minuman suplemen kemasan sesuai dengan hasil metode langsung dan tidak langsung. Sampel dipreparasi menggunakan metode spektrofotometri secara langsung dan tidak langsung menggunakan logam pereduksi Cr6+ yang direaksikan dengan vitamin C pada sampel dan dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasilnya menunjukkan bahwa analisis vitamin C dengan metode spektrofotometri lebih baik secara tidak langsung daripada secara langsung. Kadar vitamin C pada sampel minuman suplemen dalam kemasan A, B, dan C yang dianalisis dengan metode spektrofotometri secara langsung diperoleh masing-masing sebesar 1074,34 mg/L ; 5956,44 mg/L dan 6646,28 mg/L dengan nilai %kesesuaian kadar 88,91%, 89,35%, dan 89,66%. Sedangkan kadar vitamin C pada sampel minuman suplemen dalam kemasan A, B, dan C yang dianalisis dengan metode spektrofotometri secara tidak langsung diperoleh masing-masing 1178,17 mg/L ; 6162,41 mg/L dan 6718,58 mg/L dengan % kesesuaian kadar 97,50%, 92,44% dan 90,63%. Hasil uji -t menyatakan tidak ada perbedaan secara signifikan antara kadar vitamin C sampel A yang dianalisis dengan metode tidak langsung dengan kadar yang tertera di label kemasan. Sedangkan kadar vitamin C pada sampel B tidak berbeda secara signifikan baik ditentukan dengan metode langsung maupun tidak langsung. Kata kunci: Cr6+, minuman suplemen dalam kemasan, spektrofotometer UV-Vis, Vitamin C. Ascorbic acid or vitamin C contained in many supplement drinks are easily found anywhere and its use is relatively more practical. To find out the exact content of vitamin C in supplement drinks, measurements were carried out directly and indirectly using UV-Vis spectrophotometry method. This study aims to find out which spectrophotometric method is better for vitamin C analysis and whether the vitamin C content listed on the supplement drink packaging label is in accordance with the results of the direct and indirect methods. Samples were prepared directly and indirectly using Cr6+ reducing metals reacted with the vitamin C in the samples and analyzed by using a UV-Vis spectrophotometer methods. The results showed that the analysis of vitamin C by indirect spectrophotometric method was better than the direct one. Vitamin C contents in the supplement beverage samples of packaging A, B, and C analyzed using direct spectrophotometric method were 1074.34 mg/L; 5956.44 mg/L and 6646.28 mg/L with percentage of conformity of 88% 91.91%, 89.35% and 89.66%, respectively. Meanwhile, the vitamin C contents in the supplement drink samples of packaging A, B, and C analyzed by indirect spectrophotometric method were 1178.17 mg/L; 6162.41 mg/L and 6718.58 mg/L with percentage of conformity of 97.50%, 92.44% and 90.63%. The -t test results indicated that there was no significant difference of vitamin C content in the sample A analyzed by indirect methods from the content listed on the packaging label. The -t test results also stated that there is no significant difference of vitamin C content in the sample B analyzed either by direct or indirect method. Keywords: bottled supplement drinks, Cr6+, UV-Vis Spectrophotometer, vitamin C.
PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DENGAN ENZIM PAPAIN DAN PENGARUH ASUPAN VCO TERHADAP KOLESTEROL TOTAL DARAH TIKUS GALUR WISTAR JANTAN I W. Suirta; I K. G. H. Subawa; N. K. Ariati
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 15, No.2, Juli 2021
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JCHEM.2021.v15.i02.p05

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) mengandung asam-asam lemak jenuh rantai pendek yang bermanfaat bagi tubuh, namun asam-asam lemak tersebut juga berpotensi meningkatkan kolesterol dalam tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan papain terhadap kuantitas dan kualitas VCO yang dihasilkan dan untuk mengetahui pengaruh konsumsi VCO terhadap kolesterol total darah pada tikus. Pada penelitian ini VCO dibuat secara enzimatis dengan enzim proteolitik berupa enzim papain. Enzim papain disadap dari papaya yang kemudian dimurnikan dengan kromatografi kolom gradien elusi. VCO dalam percobaan dilakukan uji kuantitas berupa rendemen, uji kualitas berupa uji penampakan fisik, pengukuran densitas, pengukuran kadar air, dan analisis asam lemak menggunakan instrumen GC-MS, serta uji in vivo berupa pengujian asupan VCO terhadap perubahan kolesterol darah tikus. Hasil yang didapatkan adalah VCO yang dibuat dengan penambahan papain memiliki rendemen lebih tinggi dengan rendemen tertinggi pada VCO yang dibuat dengan penambahan papain kasar yaitu 23,33% dibandingkan dengan VCO kontrol yaitu 6,67%. VCO yang dibuat dengan penambahan papain juga memberikan kualitas yang tidak jauh berbeda, bahkan kualitasnya lebih baik dibandingkan VCO kontrol. Pada uji in vivo, VCO memberikan efek penurunan kadar kolesterol total darah tikus, namun setelah dianalisis dengan aplikasi SPSS memberikan nilai signifikansi lebih dari 0,05 (p > 0,05) yang berarti tidak ada perbedaan bermakna. Dengan demikian penambahan papain dapat meningkatkan kuantitas VCO dan tidak berdampak buruk terhadap kualitas VCO yang dihasilkan, serta dapat memberikan efek penurukan kadar kolesterol total darah namun tidak signifikan secara statistik. Kata kunci: enzim papain, kolesterol total darah, Virgin Coconut Oil (VCO). Virgin Coconut Oil (VCO) contains short-chain saturated fatty acids that beneficial, but they also have the potential to increase blood cholesterol. The purpose of this study was to determine the effect of adding papain on the quantity and quality of VCO produced and the influence of VCO consumption on rats’ blood cholesterol. In this study, VCO was prepared enzymatically using papain as the proteolytical enzyme. The papain enzyme tapped from papaya then purified by chromatography elution gradient column. The quantity test of the VCO was determined by the percentage of recovery, while the quality assays were done in form of physical appearance, density, water content, fatty acids by GC-MS, and in vivo test to know the effect of VCO intake on the rat’s blood cholesterol. The results indicated that the VCO made with the addition of papain had higher recovery yield, with the highest yield of 23.33%, than the VCO prepared without the addition of crude papain (VCO control) with the yield of 6.67%. Moreover, VCO obtained with the addition of papain provided not much different quality, even better, than the VCO control. The in-vivo test showed that VCO gave a decreasing effect on rat’s blood cholesterol, but after being analyzed with SPSS it gave significance value more than 0.05 which meant that there was no significant difference. Thus the addition of papain could increase the VCO quantity and not make a bad impact on the VCO quality as well as provide a decreasing effect on the total blood cholesterol but not statistically significant. Keywords: blood cholesterol, papain enzyme, Virgin Coconut Oil (VCO).
PENGARUH SUHU PENYIMPANAN AIR MINUM PADA BOTOL KEMASAN POLYCARBONATE (PC) YANG BEREDAR DI DAERAH GARUT TERHADAP KADAR BISPHENOL-A (BPA) MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET N. Lubis; D. Soni; M. D. S. Fuadi
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 15, No.2, Juli 2021
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JCHEM.2021.v15.i02.p14

Abstract

Polikarbonat merupakan bahan sintesis hasil reaksi antara bisphenol-A (BPA) dengan phosgene (carbonyl dichloride/ COCl2). Bisphenol-A merupakan zat berbahaya yang dapat bermigrasi dari polikarbonat ke air. Penelitian ini bertujuan untuk mengambil sikap preventif atau pencegahan yaitu dengan menganalisis kadar bisphenol-A (BPA), yang dapat bermigrasi dari kemasan jenis polikarbonat ke dalam air, dengan menggunakan metode analisis spektrofotometri ultraviolet (UV). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, pada sampel botol polikarbonat yang disimpan pada suhu ruangan 23oC tidak mengandung bisphenol-A. Sedangkan pada sampel yang disimpan pada suhu paparan sinar matahari berkisar 30oC mengandung bisphenol-A BPC 2 A, BPC 2 B, dan BPC 2 C masing-masing 0,0257 ppm, 0,0211 ppm, dan 0,0234 ppm. Sampel yang ditambahkan air panas pada suhu 100oC mengandung bisphenol-A BPC 3 A, BPC 3 B, BPC 3 C, masing-masing 0,0468 ppm, 0,0495 ppm, dan 0,0445 ppm. Dapat disimpulkan bahwa suhu memberikan pengaruh terhadap migrasi bisphenol-A pada kemasan botol polikarbonat ke air di dalamnya. Hasil kadar bisphenol-A pada sampel botol polikarbonat masih memenuhi syarat batas maksimal 0,6 ppm menurut Peraturan Kepala Badan POM. No HK.03.1.23.07.11.6664. Kata kunci: bisphenol-A, polikarbonat, spektrofotometri UV. Polycarbonate is a synthetic material resulting from a reaction between bisphenol-A (BPA) and phosgene (carbonyl dichloride/ COCl2). Bisphenol-A is a dangerous substance that can migrate from the polycarbonate into water. This study aimed to take a preventive action by analyzing the content of bisphenol-A (BPA), which could migrate from the polycarbonate packaging into the water, using ultraviolet (UV) spectrophotometry. Based on the research conducted, for the sample of polycarbonate bottle stored at room temperature of 23?C, no bisphenol-A contained in the water. Meanwhile, for the samples stored under the sun exposure at temperature of about 30?C, the water contained bisphenol-A BPC 2 A, BPC 2 B, BPC 2 C of 0.0257 ppm, 0.0211 ppm and 0.0234 ppm respectively. Furthermore, for the samples added with hot water at a temperature of 100?C, the water consisted of bisphenol-A BPC 3 A, BPC 3 B, BPC 3 C of 0.0468 ppm, 0.0495 ppm, and 0.0445 ppm respectively. It could be concluded that the temperature influenced the migration of bisphenol-A from the polycarbonate bottles into the water stored in the bottles. The bisphenol-A levels in the sample of polycarbonate bottles still met the maximum limit of 0.6 ppm according to the Regulation Head of POM. No HK.03.1.23.07.11.6664. Key words: bisphenol-A, polycarbonate, UV spectrophotometry.
STUDI PENGEMBANGAN OBAT KANKER KOLON DARI TURUNAN ASAM ELAGAT L. R. Jannah; I G. M. Sanjaya
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 15, No.2, Juli 2021
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JCHEM.2021.v15.i02.p13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan obat kanker kolon dengan bahan baku senyawa asam Elagat dan turunannya menggunakan metode Hubungan Kuantitatif Struktur-aktivasi (HKSA) dan penambatan molekular. Deskriptor yang dipakai HKSA meliputi deskriptor elektronik, sterik, dan hidrofobik. Karakter dari masing-masing deskriptor dikomputasikan menggunakan software NWchem dan MarvinSketch dengan teori HF (Hartree-Fock). Penambatan molekul dilakukan dengan menggunakan software Autodock Tools dan Biovia. Hasilnya menunjukkan bahwa model persamaan terbaik HKSA senyawa bahan obat dari asam elagat dan turunanya adalah Log P = -7.103 + (-0.005*PSA) + (-0.729*MR) + (0.003*Volume) + (0.002*SA) + (-99.912*Homo) + (-38.893*Lumo)+ (-0.072*MD)+ (0.006*Eh) + (1.409*P) yang diperoleh untuk senyawa 2,3,7-trichloro-8-methoxychromeno[5,4,3-cde]chromene-5,10-dione. Hasil penambatan molekular tersebut memiliki energi ikat sebesar -9.94 kkal/mol dan konstanta inhibisinya 51,54 nM. Kata kunci: asam elagat, HKSA, kanker kolon, penambatan molekular This study aimed to develop a colon cancer drug with a raw material of ellagic acid and its derivatives using the Quantitative Structure-Activity Relationship (QSAR) method and molecular docking. The descriptors used in QSAR were electronic, steric, and hydrophobic descriptors. The characters of each descriptor were computed using NWchem and MarvinSketch software with the HF (Hartree-Fock ) theory. Molecular docking was performed using Autodock Tools and Biovia software. The results show that the best equation of QSAR model for medicinal compounds from ellagic acid and derivatives was Log P = -7.103 + (-0.005 * PSA) + (-0.729 * MR) + (0.003 * Volume) + (0.002 * SA) + (- 99,912 * Homo) + (-38,893 * Lumo) + (-0.072 * MD) + (0.006 * Eh) + (1.409 * P) obtained for 2,3,7-trichloro-8-methoxychromeno [5,4, 3-cde] chromene-5,10-dione compound. The result of molecular docking had a binding energy of -9.94 kcal/mol and an inhibition constant of 51.54 nM. Keywords: colon cncer, ellagic acid, molecular docking, QSAR.
MODIFIKASI SILIKA GEL DENGAN AMINOPROPIL TRIMETOKSISILAN (APTMS) DAN APLIKASINYA SEBAGAI ADSORBEN Cr(VI) S. Septhiani
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 15, No.2, Juli 2021
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JCHEM.2021.v15.i02.p04

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengkaji kemampuan dan kapasitas silika termodifikasi (APTMS) dalam menyerap anion Cr(VI) Silika Gel (SG) yang disintesis dengan cara menambahkan larutan HCl 3M ke dalam campuran natrium silikat (Na2SiO3) dari abu sekam padi sebagai prekursor, sampai dengan pH 7. Proses pembuatan HAS dilakukan dengan menambahkan Aminopropyltrimethoxysilane (APTMS) pada SG hasil sintesis menggunakan metode grafting dengan pelarut toluena dalam sistem refluks. SG dan HAS dikarakterisasi dengan metode spektrofotometri inframerah (FTIR) dan difraksi sinar-X (XRD). Kajian adsorpsi dilakukan menggunakan sistem batch dengan variasi pH, waktu dan konsentrasi ion Cr (VI). Ion logam yang teradsorpsi dianalisis secara kuantitatif dengan metode spektrofotometri Uv-Vis. Model isoterm Freundlich dan Langmuir digunakan untuk menentukan kapasitas dan energi adsorpsi. Mekanisme reaksi dipelajari dalam desorpsi dengan variasi senyawa desorben dan variasi tingkat kebasaan desorben. Aplikasi adsorben dilakukan pada limbah pelapisan krom. pH optimum adsorpsi Cr (VI) yaitu pH 1 untuk SG dan pH 2 untuk HAS. Waktu maksimum adsorpsi SG dan HAS adalah 4 jam dan 30 menit. Studi kinetika adsorpsi menunjukan bahwa adsorpsi Cr (VI) mengikuti model kinetika orde 2 pada SG dan pseudo orde 2 pada HAS. Kapasitas adsorpsi maksimum HAS sebesar 55,8 mg/g dan SG sebesar 7,6 mg/g. Kata kunci: adsorpsi, Cr(VI), hibrida aminosilika, limbah pelapisan krom, silika gel. The aim of this study was to assess the ability and capacity of modified silica (APTMS) to adsorb Cr(VI) anion. Silica Gel (SG) was synthesized by adding 3M HCl solution into a mixture of sodium silicate (Na2SiO3) obtained from rice husk ash as a precursor, up to pH 7. The process of making HAS was carried out by adding Aminopropyltrimethoxysilane (APTMS) to the SG which was synthesized by grafting method using a solvent (toluene) in the reflux system. SG and HAS were characterized using infrared spectrophotometry (FTIR) and X-ray diffraction (XRD). Adsorption studies were performed using a batch system with variations in pH, time and concentration of Cr (VI) ions. The adsorbed metal ions were analyzed quantitatively using Uv-Vis spectrophotometry. The Freundlich and Langmuir isotherm model was used to determine the adsorption capacity and energy. The optimum pH of adsorption of Cr (VI) was pH 1 for SG and pH 2 for HAS. The maximum time for SG and HAS adsorption was 4 hours and 30 minutes. The adsorption kinetics study showed that Cr (VI) adsorption followed the second order kinetics model on SG and the second order pseudo on HAS. The maximum adsorption capacity of HAS was 55.8 mg/g and SG was 7.6 mg/g. Keywords: adsorption, amino-silica hybrid, chrome plating wastewater, Cr(VI), silica gel.
STUDI IN SILICO POTENSI AKTIVITAS FARMAKOLOGI SENYAWA GOLONGAN DIHIDROTETRAZOLOPIRIMIDIN N. Kurnyawaty; H. Suwito; F. Kusumattaqiin
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 15, No.2, Juli 2021
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JCHEM.2021.v15.i02.p07

Abstract

Senyawa golongan dihidrotetrazolopirimidin dapat disintesis menggunakan Reaksi Biginelli. Senyawa etil 5-metil-7-(4-morfolinofenil)-4,7-dihidrotetrazolo[1,5a] pirimidin-6-karboksilat (MDP) merupakan senyawa organik baru terdiri atas cincin dihidrotetrazolopirimidin dengan gugus samping morfolinofenil. Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa senyawa pirimidin dan turunannya memiliki berbagai macam aktivitas farmakologi. Pada penelitian ini, senyawa MDP dianalisis menggunakan studi in silico untuk mengetahui potensi yang dimiliki sebagai agen terapi untuk mengatasi masalah kesehatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa senyawa MDP berpotensi sebagai antimalaria, antikanker, dan antihiperurisemia dilihat dari binding energy yang bernilai negatif atau rendah. Interaksi senyawa MDP dengan reseptor yang bernilai paling negatif pada saat berinteraksi dengan protein XOD dibandingkan dengan nilai binding energy MDP dengan Kinesin Eg5 dan PfDHODH. Sehingga dapat disimpulkan bahwa senyawa MDP paling potensial jika digunakan sebagai antihiperurisemia dengan nilai binding energy sebesar -8,33 kkal/mol dengan konstanta inhibisi 0,79 µM. Kata kunci: antihiperurisemia, antikanker, antimalaria, dihidrotetrazolopirimidin, in silico Dihydrotetrazolopyrimidine derivatives can be synthezed using the Biginelli Reaction. Ethyl 5-methyl-7-(4-morpholinophenyl)-4,7-dihydrotetrazolo[1,5a]pyrimidine-6-carboxylate (MDP) is a new organic compound consisting of a dihydrotetrazolopyrimidine ring with morpholinophenyl moiety. Previous studies showed that pyrimidine compounds and their derivatives exhibited various pharmacological activities. In this study, MDP compound was analyzed using in silico studies to determine its potential to be used as therapeutic agent to overcome health problems. The results of the analysis showed that the MDP compound has potential activity as an antimalarial, anticancer, and antihyperuricemia, based on negative or low binding energy. The interaction of MDP compound with XOD protein showed the lowest binding energy compared to Kinesin Eg5 and PfDHODH. Based on the docking experiments performed, it can be concluded that MDP compound showed the most potential to be used as an antihyperuricemia with binding energy of -8.33 kcal/mol and inhibition concentration of 0,79 µM. Keywords: anticancer, antihyperuricemia, antimalarial, dihydrotetrazolopyrimidine, in silico
EFEK EKSTRAK GLIKOSIDA FLAVONOID BUAH TERONG BELANDA TERHADAP AKTIVITAS SUPEROKSIDA DISMUTASE DAN KADAR MALONDIALDEHID PADA JARINGAN HATI TIKUS WISTAR DI BAWAH KONDISI STRES I. A. R. A. Asih; A. A. N. G. W. Pramantha; S. R. Santi
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 15, No.2, Juli 2021
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JCHEM.2021.v15.i02.p11

Abstract

Senyawa kimia yang dihasilkan oleh tumbuh-tumbuhan semakin banyak dieksploitasi dan diteliti sebagai bahan obat-obatan. Terong belanda merupakan tanaman yang termasuk ke dalam keluarga Solanaceae, yang kaya nutrisi serta bermanfaat untuk membantu metabolisme seperti meningkatkan imunitas tubuh sehingga dapat mencegah stres oksidatif karena kandungan glikosida flavonoidnya. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi. Analisis in vivo menggunakan rancangan randomized post-test only control group design dengan 24 ekor tikus Wistar sebagai hewan uji. Hewan uji dibagi menjadi empat kelompok perlakuan, dan diberikan ekstrak dengan dosis 50 mg/kgBB setelah perenangan selama 90 menit. Hasil menunjukkan bahwa pemberian ekstrak glikosida flavonoid mampu mengobati stres oksidatif dengan menurunkan kadar malondialdehid (MDA) sebesar 14,71% lebih rendah dan meningkatkan aktivitas superoksida dismutase (SOD) sebesar 53,47% lebih tinggi pada jaringan hati tikus di bawah kondisi stres dibandingkan tanpa diberikan ekstrak glikosida secara signifikan (p<0,05). Kata kunci : MDA, SOD, Solanum betaceum Cav, tikus Wistar Chemical compounds produced by plants have been increasingly exploited and researched as medicinal ingredients. Terong belanda is a plant that belongs to the Solanaceae family, which is rich in nutrients and beneficial for supporting metabolism, such as increasing the body's immunity so that it can prevent oxidative stress, because it contains flavonoid glycoside. Extraction was done by maceration and fractionation. In vivo analysis used a randomized post-test only control group design with 24 Wistar rats as test animals. The test animals were divided into four treatment groups and given the glycoside extract at a dose of 50 mg/kg BW after swimming for 90 minutes. The results showed that the administration of flavonoid glycoside extract was able to treat oxidative stress by reducing malondialdehyde (MDA) levels by 14.71% lower and increasing superoxide dismutase (SOD) activity by 53.47% higher of the rat liver tissue under stress conditions than the one without significantly given the extract (p <0.05). Keywords : MDA, SOD, Solanum betaceum Cav, Wistar rat
KANDUNGAN LOGAM TOTAL Fe DAN Cr AIR LAUT SERTA SPESIASI DAN BIOAVAILABILITASNYA PADA SEDIMEN DI KAWASAN PELABUHAN CELUKAN BAWANG N. G. A. M. D. A. Suastuti; I. G. A. K. S. P. Dewi; R. M. Derisa
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 15, No.2, Juli 2021
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JCHEM.2021.v15.i02.p06

Abstract

Pelabuhan Celukan Bawang merupakan salah satu pelabuhan yang terletak di Kabupaten Buleleng Bali dengan aktivitas transportasi kapal bongkar muat barang yang cukup padat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan logam total Fe dan Cr pada air laut dan sedimen serta masing-masing fraksi logam Fe dan Cr sehingga dapat ditentukan bioavailabilitasnya. Spesiasi dan bioavailabilitas pada sedimen dilakukan dengan metode ekstraksi sekuensial kemudian dianalisis menggunakan alat Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Hasil penelitian dengan metode kurva kalibrasi menunjukkan bahwa kandungan logam total pada kelima lokasi dalam air laut untuk logam Fe dan Cr yaitu berkisar antara 0,3593 - 2,7026 mg/L dan 0,0294 - 0,1277 mg/L, sedangkan kandungan logam total pada sedimen untuk Fe dan Cr berkisar antara 20644,733 - 24434,875 mg/kg dan 12,2023 - 24,9072 mg/kg. Hasil spesiasi logam Fe didominasi oleh fraksi non-bioavailable yaitu 80,06 - 86,47 % sedangkan fraksi bioavailable yaitu fraksi EFLE 0,01 - 0,16 %, fraksi tereduksi asam 14,07 - 19,08 %, fraksi organik sulfida 0,67 % - 1,18 %. Logam Cr fraksi bioavailable yaitu fraksi EFLE 25,12 - 34,00 %, fraksi tereduksi asam 27,50 - 37,11 %, fraksi organik sulfida 19,54 - 28,83 % sedangkan fraksi non-bioavailable 8,70 - 26,44 %. Persentase bioavailabilitas logam Fe dan Cr masing-masing sebesar 13,53 - 19,94 % dan 73,56 - 91,30 %. Kata kunci: air laut, bioavailabilitas, Cr, Fe, sedimen, spesiasi.