cover
Contact Name
Fajar
Contact Email
fajarjatinugroho@gmail.com
Phone
+6281226035613
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
BANGUN REKAPRIMA
ISSN : 24432709     EISSN : 25413899     DOI : http://dx.doi.org/10.32497/bangunrekaprima
Bangun Rekaprima: Jurnal Pengembangan Rekayasa, Sosial dan Humaniora as an information container that contains articles about the field of science consisting of results of research, literature review, review of books, journal reviews, popular scientific knowledge, results of translations, and other related texts. The articles of this journal are published every six months, that is on April and Oktober (2 issues per year), and published by Politeknik Negeri Semarang.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2017): Oktober 2017" : 8 Documents clear
A Pragmatic Analysis Of English Advertisements A Case Study Sri Haryani
Bangun Rekaprima Vol 3, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.583 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v3i2.864

Abstract

A part of the study of language use is the study of language used in advertisement. It is of great interest since advertising language has a certain feature, which is persuasive in nature. The writer was interested in conducting a research concerning the language of advertising and analyzed it by using a pragmatic approach. The aim of the study is to find out how persuasive goals of the advertisements are expressed through the language. The analysis focuses on the illocutionary act and the application of cooperative principles in English advertisements. This paper consists of the theoretical background of pragmatics and the pragmatic analysis on English advertisements. The results of the research shows that: (1) the English advertisement persuades customers by providing information in the form of a report which implies an offer of products of goods or services; (2) the advertising texts studied in the discussion contains the kinds of illocutionary act and the cooperative principles; (3) the illocution power in the words of the English advertisement has the kinds of direct illocution and indirect illocution; and (4) the obedience and deviation of the cooperative principles occur in the advertising to propagate the products and services advertised.Kata Kunci: Pragmatic, Advertising, Illocutionary Act, Cooperative Principles, Utterance
Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Di Sekolah Bambang Dalyono; Enny Dwi Lestariningsih
Bangun Rekaprima Vol 3, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.548 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v3i2.865

Abstract

Perlunya pendidikan karakter mendesak untuk dilaksanakan adalah adanya gejala-gejala yang menandakan tergerusnya karakter bangsa, pada era globalisasi. Kebebasan berkehendak free will, tanpa aturan yang baku, iklim kebebasan, tidak jarang diartikan dengan kebebasan bertindak. Tawuran antar pelajar, antar kampung, main hakim sendiri, dan sebagaimana berlangsung di berbagai tempat, sekaligus menjauhkan kehidupan masyarakat yang beradab, berkarakter, dan berakhlak mulia.Tujuan penulisan artikel ini adalah membahas bagaimanakah model implementasi penguatan pendidikan karakter di sekolah.Walaupun upaya mewujudkan peradaban bangsa melalui pendidikan karakter bangsa tidak pernah terlepas dari lingkungan pendidikan baik di dalam keluarga, sekolah dan masyarakat.Namun lembaga pendidikan memegang kunci utama penanaman karakter dan akhlak peserta didik.Hakekat pendidikan karakter dalam konteks pendidikan di Indonesia adalah pendidikan nilai, yakni pendidikan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri dalam rangka membina kepribadian generasi muda. Model Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah, diantaranya : model otonomi dengan menempatkan pendidikan karakter sebagai mata pelajaran tersendiri, model integrasi dengan menyatukan nilai-nilai dan karakter-karakter yang akan dibentuk dalam setiap mata pelajaran, model ekstrakurikuler melalui sebuah kegiatan tambahan yang berorintasi pembinaan karakter siswa, dan model kolaborasi dengan menggabungkan ketiga model tersebut dalam seluruh kegiatan sekolah. Kesimpulan :Upaya mewujudkan peradaban bangsa melalui pendidikan karakter bangsa tidak pernah terlepas dari lingkungan pendidikan baik di dalam keluarga, sekolah dan masyarakat. Model implementasi penguatan pendidikan karakter: model otonomi, integrasi, ekstrakurikuler, dan kolaborasi. Implementasi penguatan pendidikan karakter, yaitu: keteladanan, pembelajaran di kelas, pengintegrasian dengan semua materi pelajaran, pengintegrasian dalam kegiatan Kokurikuler dan Ekstra kurikuler, pemberdayaan dan pembudayaan, dan penguatan. Guru memiliki tanggung jawab besar dalam menghasilkan generasi yang berkarakter, berbudaya, dan bermoral.Kata Kunci: Implementasi, Penguatan Pendidikan, Pendidikan Karakter
Model Pembelajaran Untuk Mengenalkan Kewirausahaan Pada Siswa Sekolah Dasar Kelas Rendah Dwi Ampuni Agustina
Bangun Rekaprima Vol 3, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.105 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v3i2.866

Abstract

Implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang dimulai pada 31 Desember 2015 menuntut tersedianya sumberdaya manusia yang terampil serta memiliki kompetensi yang tinggi untuk bersaing ditingkat regional, nasional dan internasional. Pendidikan kewirausahaan merupakan komponen penting dalam meningkatkan kompetensi dan kemandirian siswa untuk menangkap peluang di era pasar bebas. Pendidikan kewirausahaan perlu dilakukan sejak dini. Makalah ini dimotivasi oleh pengenalan dan minat siswa sekolah dasar yang masih rendah terhadap profesi wirausaha dibanding profesi lain. Artikel ini menggunakan studi literatur untuk mengeksplorasi dan menumbuhkan nilai-nilai kewirausahaan pada siswa sekolah dasar dan bertujuan untuk membahas model pembelajaran untuk mengenalkan nilai-nilai kewirausahaan pada siswa sekolah dasar kelas rendah dalam mendukung kompetensi SDM di era pasar bebas. Pendidikan kewirausahaan merupakan komponen penting dalam meningkatkan kompetensi dan kemandirian siswa untuk menangkap peluang di era pasar bebas; Kurikulum berbasis kewirausahaan memberikan arahan pembelajaran siswa Sekolah Dasar;Guru mempunyai peran penting ;Pada tingkat pendidikan dasar, penanamkan konsep-konsep terkait dengan kegiatan kewirausahaan dapat di berikan, walau hanya pengenalan minimalis.Kata Kunci: Kewirausahaan, Model Pembelajaran, Siswa Sekolah Dasar Kelas Rendah
Pengaruh Penambahan Fly Ash Dan Bottom Ash Terhadap Mutu Paving Kusdiyono Kusdiyono; Tedjo Mulyono; Supriyadi Supriyadi
Bangun Rekaprima Vol 3, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.847 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v3i2.861

Abstract

Fly ash dan bottom ash merupakan limbah padat dihasilkan sisa pembakaran batubara pada pembangkit listrik tenaga uap atau proses industri lainnya. Limbah padat ini terdapat dalam jumlah yang relatif besar, sehingga memerlukan pengelolaan yang serius agar tidak menimbulkan masalah pencemaran lingkungan, seperti pencemaran udara, perairan dan penurunan kualitas ekosistem lainnya. Fenomena yang terjadi, penanganan limbah ini tidak maksimal, terbukti masih adanya perusahaan membuang abu batu bara di Jalan lingkar selatan kota Salatiga (Suara Merdeka, 2012), limbah batu bara makan korban di Kayen, Pati (Sura Merdeka, 2012), kejadian seperti ini menunjukkan bahwa pengelolaan limbah padat dari industri tidak dikelola dengan baik. Sementara penelitian dibidang Rekayasa Bahan sudah banyak dilakukan oleh peneliti sebagai upaya untuk memecahkan permasalahan dan memanfaatkan limbah industri ini untuk dapat diproduksi menjadi industri lain seperti bahan bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu paving (Bata beton) dengan bentuk empat persegi panjang dengan ukuran 60 mm x 100 mm x 200 mm dan model/jenis B2,5, B5, B7,5, B10, B12,5, B15, B17,5 dan B20 terdapat peningkatan kuat tekan rata-rata dibanding dengan model/jenis BN (tanpa penambahan fly ash dan bottom ash). Tertinggi pada penambahan fly ash dan bottom ash 5% dengan kekuatan tekan rata-rata mencapai 225,37 kg/cm² umur 14 hari, sedang penurunan terjadi pada penambahan fly ash dan bottom ash mulai dari 7,5% sampai 20% dengan penurunan kuat tekan rata-rata terendah 144,36 kg/cm² pada umur uji 14 hari. Persamaan regresi yang didapat Y= - 4,130 X² - 38,91 X + 117,2 dengan nilai korelasi R² = 0,766, artinya dengan penambahan fly ash dan bottom ash mempunyai pengaruh kuat terhadap kuat tekan paving (Bata beton). Sehingga diperoleh suatu gambaran bahwa dengan menambahkan fly ash dan bottom ash pada pembuatan paving (Bata beton) mutunya dapat menjadi lebih baik.Kata Kunci: Fly Ash, Bottom Ash, Pencemaran, Mutu Paving
Alat Uji Sondir Ukiman Ukiman; Setio Utomo; Yusetyowati Yusetyowati
Bangun Rekaprima Vol 3, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.18 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v3i2.867

Abstract

Kekuatan tanah dalam menahan beban kerja, sangat dipengaruhi oleh banyak hal, seperti formasi susunan butiran tanah, jenis tanah, besar kecilnya kandungan air didalamnya. Sedangkan akibat perubahan musim (kemarau dan penghujan) akan mempengaruhi kandungan air atau kadar air tanah. Untuk keperluanrancangan pondasi. Terlebih bangunan berlantai banyak perlu dilakukan penyelidikan tanah untuk memperoleh data teknis tanah guna perhitungan kekuatan pondasi menahan beban kerja dan juga untuk perhitungan angka keamanan bangunan, data teknis tanah tadi selain dari hasil uji pemboran juga dilengkapi dengan data dari uji sondir. Alat uji sondir ini selain dapat memperoleh daya dukung tiap interval 20 cm juga dapat memperoleh informasi kedalaman tanah keras, sehingga dapat ditentukan jenis dan macam pondasi yang dipakai.Apakah cukup dengan pondasi dangkal atau pondasi dalam (pancang).Jika dengan daya dukungnya besar dengan pondasi dangkal seperti foot plat dimensinya akan cukup kecildan jika tanahnya lunak maka pondasi footplat dimensinya akan besar. Baikbentuk pondasi segi empat , bujur sangkar maupun persegi panjang.Kata Kunci: Sondir, Uji Tanah, Data Teknis Tanah
Perancangan Mesin Potong Las Lingkar Semi Otomatis Dengan Ketebalan Material Potong 3 - 8 mm Pujono Pujono; Handika Prabu Menang
Bangun Rekaprima Vol 3, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.407 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v3i2.862

Abstract

Mesin las potong semi otomatis dengan hasil bentuk lingkaran adalah mesin yang dirancang untuk membantu proses produksi dalam bidang pemotongan logam khususnya pelat dengan hasil bentuk lingkaran.Tujuan dalam perancangan mesin las potong semi otomatis dengan hasil bentuk lingkaran ini yaitu menentukan rancangan konsep mesin las potong semi otomatis dengan hasil bentuk lingkaran, membuat detail drawing mesin, menentukan bill of material pembuatan mesin dan pengujian mesin. Dalam pembuatan mesin ini penulis menggunakan pendekatan metode perancangan dari James H. Earle dan pemilihan konsep menggunakan metode Stuart Pugh, software gambar menggunakan Solidworks 2013 dan gambar kerja menggunakan standar ISO. Dari metode-metode yang penulis lakukan, didapatkan hasil keputusan evaluasi rancangan konsep yaitu penghubung antar poros menggunakan besi pejal dan cutting holder menggunakan roda pemutar. Dalam pengujiannya, untuk hasil pemotongan pelat yang paling baik pada ketebalan pelat 3 mm membutuhkan kecepatan potong sebesar 750 mm/menit, untuk ketebalan 5 mm membutuhkan kecepatan potong sebesar 700 mm/menit, sedangkan untuk ketebalan 8 mm membutuhkan kecepatan potong sebesar 600 mm/menit. Dimensi mesin yang dirancang yaitu 1100 x 1100 x 750 mm dengan massa mesin sebesar 35 kg dan jangkauan diameter pelat yang dapat dipotong yaitu 200 – 700 mm dengan tebal pelat yaitu 3 – 8 mm.Kata Kunci: Mesin Las Potong Semi Otomatis Dengan Hasil Bentuk Lingkaran, Tebal Plat
Cover, Susunan Pengurus, Dari Redaksi, Daftar Isi Cover Susunan Pengurus Daftar Isi
Bangun Rekaprima Vol 3, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.078 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v3i2.868

Abstract

.
Kajian Perilaku Debit Alat Ukur Ambang Lebar Terhadap Profil Aliran Risman Risman; Warsiti Warsiti; Mawardi Mawardi; Martono Martono; Lilik Satriyadi
Bangun Rekaprima Vol 3, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.922 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v3i2.863

Abstract

Kajian ini dilakukan di laboratorium hidrolika dengan menggunakan skala model alat ukur debit ambang lebar yaitu dengan mengasumsikan bahwa bilangan Froude yang terjadi pada model sama dengan bilangan Froude yang terjadi pada kondisi di lapangan. Sehingga dengan demikian skala debit, waktu, kecepatan dan volume akan dapat mewakili kondisi sesungguhnya di lapangan. Metodologi yang digunakan adalah melakukan pengujian di laboratorium hidrolika dengan memvariasikan debit mulai dari Q1, Q2, Q3, Q4, …. Qn, untuk mendapatkan variasi tinggi muka air di atas mercu, di hulu dan di hilir mercu pelimpah ambang lebar, sehingga akan didapatkan hubungan antara debit aliran dengan tinggi muka air di atas mercu, di hulu dan di hilir mercu pelimpah ambang lebar. Dari hasil penelitian ini didapatkan hubungan debit dengan tinggi muka air di hulu dengan persamaan Y=0,88X 0,359, hubungan debit dengan tinggi muka air di hilir dengan persamaan Y=0,266X 0,236, hubungan debit dengan muka air di atas ambang lebar dengan persamaan Y=3,863X 0,666, dengan Y adalah debit aliran pelimpah ambang lebar dalam m3/detik dan X adalah tinggi muka air dalam m.Kata Kunci: Pelimpah Ambang Lebar, Debit

Page 1 of 1 | Total Record : 8